Claim Missing Document
Check
Articles

Rebusan Jahe Merah (Zingiber officinale Rosc. var Rubrum) – Kunyit Putih (Curcuma zedoaria Rosc.) sebagai Jamu Peluruh Urin Mohammad Sholehuddin; Hari Santoso; Ahmad Syauqi
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v1i1.1421

Abstract

 A diuretic is a compound that can stimulate urine releasing. The content of gingerol, curcumin and flavonoids in red ginger - white turmeric is thought to be efficacious as urine laxative. This study aims to determine efficacy of red ginger stew - white turmeric as urine laxative and to determine the level of differences in NaCl before and after drinking red ginger stew - white turmeric. The test was carried out by giving one1 cup (250 ml) of red ginger - white turmeric stew every day for 5 days. Using a quasi-experimental method with posttest pretest design was done. Data analysis uses percentage calculation. The results showed that administration of red ginger stew - white turmeric efficacious as a urine laxative which is characterized by increased intensity of urinary discharge, pH and NaCl of urine levels, as well as urine color that is getting transparent and clearer. Keywords: red ginger stew - white turmeric, urine laxative ABSTRAKDiuretikum adalah suatu senyawa yang dapat merangsang pengeluaran urin. kandungan senyawa gingerol, kurkumin dan flavonoid pada  jahe merah – kunyit putih diduga berkhasiat sebagai peluruh urin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui khasiat rebusan jahe merah - kunyit putih sebagai peluruh urin dan untuk mengetahui kadar perbedaan NaCl sebelum dan sesudah minum rebusan jahe merah – kunyit putih. Pengujian dilakukan dengan pemberian rebusan jahe merah – kunyit putih sebanyak 1 gelas (250 ml) perhari selama 5 hari. Menggunakan metode quasi eksperimen dengan rancangan pre-tes post-test. Analisis data menggunakan perhitungan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian rebusan jahe merah – kunyit putih berkhasiat sebagi peluruh urin, yang ditandai dengan meningkatnya intensitas pengeluaran urin, pH urin dan Kadar NaCl urin, serta warna urin yang semakin muda dan jernih.Kata kunci: rebusan jahe merah – kunyit putih, peluruh urin
Pengaruh Pemberian Jamu Herbal Terhadap Pembentukan Otot Tendon Sapi Kerapan Madura (Bos primiginius) Ach Jailani; Hari Santoso; Hasan Zayadi
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v4i2.11447

Abstract

This study aims to determine the effect of giving herbal ingredients on the muscle formation of the tendons of the Madura bullock cattle (Bos primiginius). The method used in this study was carried out by surveys and measurements in the field. Sampling of locations and cattle using purposive sampling, namely bulls are taken at locations that have potential for bullocks. The vital statistics were calculated using the incidental sampling method. The results showed that the provision of herbal concoctions of temu lawak, temu ireng, turmeric, black coffee ginger, galangal, and ginseng can increase stamina so as to speed up running cows, then herbal medicine is significant in the formation of tendon muscles. It is proven that the formation of muscle tendons is correlated with increasing running speed as evidenced by the results of increasing running speed of 17.15/second within a distance of 221 meters so that it can be concluded that herbal medicine is significant for the formation bovine tendon muscles.Keywords: Jamu Herbal, Madura Kerapan Cow, Tendon MusclesABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ramuan herbal terhadap pembentukan otot tendon sapi kerapan Madura (Bos primiginius). Metode yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan survey dan pengukuran di lapang. Sampling lokasi dan ternak sapi menggunakan purposive sampling yaitu sapi kerapan diambil pada lokasi yang potensial sapi kerapan. Data dihitung statistik vital menggunakan metode insidental sampling. Hasil didapatkan menunjukkan bahwa Pemberian ramuan herbal temu lawak,temu ireng, kunyit, jahe kopi hitam, lengkuas,dan gingseng dapat menambah stamina sehingga mempercepat lari sapi, maka jamu herbal signifikan dalam pembentukan otot tendon hal ini terbukti bahwa pembentukan otot tendon berkolerasi dengan penambahan kecepatan lari dibuktikan dengan hasil bertambahnya kecepatan lari 17.15/Detik dalam jarak 221 Meter sehingga dapat disimpulkan bahwa jamu herbal signifikan terhadap pembentukan otot tendon sapi kerapan.Kata kunci : Jamu Herbal, Sapi Kerapan Madura, Otot Tendon
Pengaruh Biji Picung Muda (Pangium edule Reinw) sebagai Pengawet Ikan Nila Merah (Oreochromis niloticus) Mariyana Mariyana; Hari Santoso; Hasan Zayadi
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v2i1.3328

Abstract

The most popular fish farmers in Indonesia are tilapia. A decreasing in physical quality of fish after approximately 2 hours of death. The fish can be guaranteed the quality of freshness with preservation. Some people still use preservation by cooling, drying, fumigating, salting and even the formalin substances. This research use natural preservation that use young seed of Picung (Pangium edule Reinw). The aim of research was to determine the effect of the covered pasta duration as a natural preservative against the ratio freshness of red tilapia (Oreochromis niloticus) meat in each treatment. This study used an experimental method consist four treatment; first, without covered pasta at 26 and 18 oC. The second,  the 3 mm of covered pasta of fish at 26 and 18 oC. The assessment of physical appearance performed by organoleptic scoring of fresh fish and Friedman test. The results of this study indicate that red tilapia which is covered with 3mm thickness of Picung young seeds with a refrigerator temperature of 18˚C has score value of the average; eye 6.93, gills 7.68, smell 7.77 and texture 8.5 with at long time fresh of 168 hours.Keywords: organoleptic, covered pasta, long time fresh ABSTRAKBudidaya ikan di Indonesia paling banyak diminati adalah ikan nila. Ikan mengalami penurunan kualitas secara fisik setelah kurang lebih 2 jam setelah kematiannya. Ikan dapat terjamin kualitas kesegarannya usaha yang dilakukan adalah pengawetan. Beberapa masyarakat masih menggunakan pengawetan dengan metode pendinginan, pengeringan, pengasapan, penggaraman dan bahkan formalin. Penelitian ini menggunakan pengawetan secara alami, yaitu pemberian lumuran pasta biji picung mudah (Pangium edule Reinw). Tujuan dari dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama waktu pelumuran pasta sebagai pengawet alami terhadap rasio kesegaran daging ikan nila merah (Oreochromis niloticus) pada setiap perlakuan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental, ada empat perlakuan pertama yaitu ikan nila merah tanpa diberi pelumuran pada suhu 26˚C dan 18˚C. Kedua ikan nila merah dilumuri biji picung halus setebal 3 mm pada suhu 26˚C dan 18˚C. Penilaian kenampakan secara fisik dilakukan dengan scoring organoleptik ikan segar dan uji Friedman. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa ikan nila merah yang dilumuri oleh biji picung muda ketebalan 3mm dengan suhu pendingin 18˚C memiliki skor nilai rata-rata mata 6,93, insang 7,68, bau 7,77 dan tekstur 8,5 dengan lama waktu simpan selama 168 jam.Kata kunci: organoleptik, lumuran pasta, lama waktu segar
Analisa Organoleptik Proporsi Pati Bengkuang (Pachyrizuz erosus) Dan Bubuk Daun Katuk (Sauropus androgynus) Sebagai Lulur Kulit Pada Wanita Kusuma Lestari Wijaya; Hari Santoso; Ahmad Syauqi
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v1i1.1386

Abstract

Masker is a traditional material natural cosmetic such as fruit and herbs that are useful as smooth skin and beauty. Masker has the benefit of skin tightening and body odors. Therefore, this study aimed to determine the proportion of jicama starch and powdered leaves katuk the results of mask of the skin in women. The research method was used survey to the panelists and descriptive statistical methods. The independent variable in this study was the number of jicama starch and powdered leaves of katuk used by comparison 7.5 g: 7.5 g, 9 g: 6 g, and 12 g: 3 g. The dependent variable in this study was the result of masks that include color, texture, aroma, adhesiveness, and after the use of data analysis used is descriptive analysis using correlation and continued with the test sign test. The results of descriptive analysis and correlation are the best proportion of which 12 g jicama starch: 3 g of powdered katuk leaves. While the analysis results Sign Test for Two Sample Paired Data for 9 g jicama starch: 6 g of powdered katuk leaves show there is a change after application. Both, there are changes that occur in the skin after application.ABSTRAKLulur merupakan kosmetik tradisional berbahan dasar alami seperti buah-buhan dan rempah-rempah yang berguna sebagai kehalusan kulit dan kecantikan. Lulur memiliki manfaat mengencangkan kulit dan mengatasi bau badan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proporsi pati bengkuang dan bubuk daun katuk terhadap hasil jadi lulur kulit pada wanita. Metode penelitian yang di gunakan adalah survei pada panelis dengan desain statistik deskriptif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah jumlah pati bengkuang dan bubuk daun katuk yang digunakan  dengan perbandingan 7,5 g : 7,5 g, 9 g : 6 g, dan 12 g : 3 g. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil jadi masker yang meliputi warna, tekstur, aroma, daya lekat, dan setelah penggunaan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif menggunakan uji korelasi dan dilanjutkan dengan dengan uji sign test atau disebut uji tanda. Hasil analisis deskriptif dengan uji korelasi  proporsi terbaik yaitu 12 g pati bengkuang : 3 g bubuk daun katuk. Sedangkan hasil analisa Sign Test For Two Sampel Paired Data untuk 9 g pati bengkuang : 6 g bubuk daun katuk menunjukkan  terdapat perubahan setelah pemakaian. Keduanya terdapat perubahan yang terjadi pada kulit setelah pemakaian.                                                                                           Kata kunci: Lulur kulit, pati bengkuang, bubuk daun katuk.
Analisis Lemak Susu Edamame dari Olahan Biji Edamame Nufan Muwafiq Sukiran; Hari Santoso; Ahmad Syauqi
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v2i1.3368

Abstract

Edamame milk (Glycin max. L var. edamame) is one product with the advantages; easily produced and highly nutritious. This study aims was to determine the fat content of edamame milk prepared by edamame bean. The method used in this study is the experiment using a completely randomized design with 4 treatments and 5 replications. Fat analysis was done using the Gerber method. The fat levels of edamame milk at the first treatment, the average value of Edamame milk was 5.74% , the second 5.28%, the third 4.56% and the last treatment or the the fourth is fat at 2.0%. The results are compared with the other fat content of the other varieties, then it can be compared the fat content of Edamame varietes lower than the variants of Malika and Grobogan which are variants of Edamame fat content which is 5.74%, Malika fat content was 13.2%, and the Grobogan variance averaged 12.83%. The results of the analysis show that there are significant differences between treatments. For the average edamame fat content that is good is equal to 2.02% and the results close to the standard of soy milk that is equal to 2.0%.Keywords: fat content, edamame milk, Gerber method.ABSTRAKSusu edamame (Glycin max. L var. edamame) merupakan salah satu produk dengan kelebihan; mudah diproduksi dan bergizi tinggi. Penelitian ini bertujuan adalah menentukan kadar lemak susu edamame olahan biji Edamame. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Analisis lemak dilakukan menggunakan metode Gerber. Hasil penelitian kadar lemak susu edamame pada perlakuan pertama, nilai rata-rata ulangan lemak susu edamame yaitu sebesar 5,74%, kedua 5,28% ketiga 4,56% dan keempat 2,02% Jika hasilnya dibandingkan dengan kadar lemak varietes lainnya maka bisa di bandingkan kadar lemak varietes edamame lebih rendah dari varietes malika dan grobogan yang mana varietes edamame kadar lemaknya yaitu sebesar 5,74%. Malika kadar lemaknya sebesar 13,2%, dan varietes Grobogan rata-ratanya sebesar 12,83%. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan diantara perlakuan. Rata-rata kadar lemak edamame yang baik yaitu sebesar 2,02%  dan hasilnya mendekati standar susu kedelai sebesar 2,0%Kata kunci: kadar lemak, susu edamame, metode Gerber.
Uji Daging Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) Menggunakan Rendaman Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.) Eka Kusmawati; Hari Santoso; Ahmad Syauqi
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v3i1.3555

Abstract

Meat elasticity is a characteristic of meat that has the power to resist pressure from the outside and return to its original shape. Tilapia fish (Oreochromis mossambicus) has perishable properties if it hasn’t been through processing. One alternative to maintain the suppleness of the meat by using a soaking mangosteen (Garcinia mangostana L.) peel. Based on the description above this study aims to knowing the effectiveness of soaking using mangosteen peel and analyzes the concentration for the best meat suppleness. The research method used was completely randomized design using 4 concentration of treatments 0%, 5%, 10%, 15% and  each with 5 replications. The results of study obtained Fcou = 72,55 ; F(0,01) = 5,29 shows that Fcou > F(0,01) so H0 is rejected, which means there is a very real difference between treatments with value concentration of 0% 5,069 N/mm2; concentration of 5% 7,574 N/mm2; concentration of 10% 10,401 N/mm2 and  concentration of 15% 13,924 N/mm2. The secondary metabolites in the mangosteen peel are effective so as to give effect to increase the tenderness of tilapia fish and the test results of the effective concentration value for the suppleness of the best fish meat according to SNI is the concentration of 15%. In this elascity test it was found thet the higher of concentration of mangosteen peel given the higher the level of elasticity of tilapia fish meat.Key Word: Elasticity, Immersion, Powder ConcentrationABSTRAKKekenyalan daging merupakan sifat daging yang mempunyai kekuatan untuk menahan tekanan dari luar dan kembali ke bentuk semula. Daging ikan mujair (Oreochromis mossambicus) memiliki sifat mudah rusak jika belum melalui suatu pengolahan. Salah satu alternatif untuk menjaga kualitas kekenyalan dagingnya dengan menggunakan rendaman kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas perendaman menggunakan kulit buah manggis dan menganalisa konsentrasi yang tepat untuk kekenyalan daging ikan mujair. Metode penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap menggunakan 4 konsentrasi perlakuan 0%, 5%, 10%, 15% dan masing-masing 5 kali ulangan. Hasil penelitian didapat Fhit = 72,55 ; F(0,01) = 5,29 menunjukkan bahwa Fhit > F(0,01) sehingga H0 ditolak yang berarti terdapat beda sangat nyata antar perlakuan, dengan nilai konsentrasi 0% 5,069 N/mm2; konsentrasi 5% 7,574 N/mm2; konsentrasi 10% 10,401 N/mm2 dan konsentrasi 15% 13,924 N/mm2. Senyawa metabolit sekunder pada kulit manggis yang efektif sehingga memberikan pengaruh untuk meningkatkan kekenyalan daging ikan mujair dan hasil uji nilai konsentrasi yang efektif untuk kekenyalan daging ikan terbaik sesuai dengan SNI adalah konsentrasi 15%. Pada uji kekenyalan ini didapatkan bahwa semakin tinggi konsentrasi kulit manggis yang diberikan maka semakin tinggi tingkat kekenyalan daging ikan mujair.Kata Kunci: Kekenyalan, Perendaman, Konsentrasi Serbuk
Analisa Kadar Protein Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) yang Diawetkan Dengan Biji Picung Muda (Pangium edule Reinw) Mei Ninda Ningrum; Hari Santoso; Ahmad Syauqi
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v2i1.3372

Abstract

Tilapia (Oreochromis niloticus) is one of the freshwater fish that is widely cultivated and consumed by the community. Tilapia is abundant and it remains fresh than preserved using Picung seeds. The aim of the study was to analyze the protein content of tilapia that preserved without young picung seeds and fresh tilapia after being preserved with young Picung seeds. The method was carried out experimentally with 3 treatments of coated young Picung seed; (A) storage at16 oC without coated, (B) storage at 16 oC coated, and (C) storage of 26 oC temperature coated with 6 replications respectively. The average yield of storage for 40 hours of treatment; A is 16.011%, B=16.003% and C=13.256%. The results of analysis of protein content of tilapia preserved with young Picung seeds (Pangium edule Reinw) in 3 treatments did not different significantly. Protein content of tilapia (Oreochromis niloticus) preserved with young Picung seeds at the storage time of each treatment showed different results. The young Picung seeds used for preservation are a solution to inhibit decreasing protein levels in tilapia.Keywords: Tilapia, Picung seeds, proteinABSTRAKIkan nila (Oreochromis niloticus) adalah salah satu ikan air tawar yang banyak dibudidayakan masyarakat dan di konsumsi masyarakat. Ikan nila melimpah dan agar tetap segar dilakukan pengawetan menggunakan biji picung. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisa kadar protein ikan nila yang diawetkan tanpa biji picung muda dan kadar protein ikan nila segar setelah diawetkan dengan biji picung muda. Metode dilakukan secara eksperimental dengan 3 kali perlakuan lumuran biji picung muda (A) penyimpanan suhu 16oC tanpa lumuran, (B) penyimpanan pada suhu 16oC dengan lumuran, dan (C) penyimpanan suhu 26oC dengan lumuran diulang masing-masing 6 ulangan.  Hasil rata-rata penyimpanan selama 40 jam perlakuan A 16,011%, perlakuan  B 16,003% dan perlakuan  C 13,256%. Hasil analisis kadar protein ikan nila yang diawetkan dengan biji picung muda (Pangium edule Reinw) pada 3 perlakuan tidak berbeda secara signifikan. Kadar protein ikan nila (Oreochromis niloticus) yang diawetkan dengan biji picung muda pada lama waktu penyimpanan masing-masing perlakuan menunjukkan hasil berbeda. Biji picung muda yang digunakan untuk pengawetan menjadi solusi untuk menghambat penurunan kadar protein pada ikan nila.Kata kunci : ikan nila, biji picung, protein.  
Analisa Kadar Protein Albumin Ikan Sidat (Anguilla bicolor) Air Tawar Segar dan Dikukus di Maduran Lamomgan Fafa Maulal Haq; Hari Santoso; Ahmad Syauqi
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v1i1.1130

Abstract

Anguilla bicolor is the fish that have high level economic and that was export commodity. One of potential that have in protein content of albumin more high than another fish, this matter can be used as substitute alternative Human Serum Albumin (HSA) which market so expensive. The aim of this research is to know quality of Anguilla bicolor albumin, to compare between albumins of fresh Anguilla bicolor and have steamed. The used method this study is experiment with sampling purposive and technic Duplo test analysis. This research use four times test and each sample take two quotation top (around the head) and bottom (around tail). Process sterilization and deposition albumin doing in two sections the first, using NaOH 10% to promote pH to 11.5 and discharge pH use H2SO410 % to 5,5. For test albumin quantity itself use spectrophotometer with 420nm spectrum. Based on outcome research indicate quality of Anguilla bicolor albumin steamed more high than fresh Anguilla bicolor however difference obtained is not significant.ABTRAKIkan sidat (Anguilla bicolor) merupakan ikan yang memiliki potensi dalam bidang ekonomi yang tinggi dan merupakan komoditas ekspor yang menjanjikan. Salah satu potensi yang dimiliki adalah kandugan protein albumin ikan sidat yang tinggi jika dibandingkan dengan ikan lainnya, hal ini dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pengganti HSA (Human Serum Albumin) yang dipasaran harganya relatif mahal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar albumin ikan sidat, juga membandingkan antara albumin ikan sidat segar dan dikukus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekperimen dengan purposive sampling serta teknik analisa uji rerata duplo. Penelitian ini menggunakan empat kali ulangan dan masing-masing sampel diambil dua cuplikan bagian atas (sekitar kepala) dan bagian bawah (sekitar ekor). Proses penyeterilan dan pegendapan albumin dilakukan dengan 2 tahap yakni menggunakan NaOH 10% untuk menaikkan pH hingga 11,5 dan penurunan pH menggunakan H2SO410 % hingga 5,5. Untuk uji kuantitas albumin sendiri menggunakan spektrofotometer dengan panjang gelombang  450 A. Berdasalkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar albumin ikan sidat yang dikukus lebih tinggi daripada ikan sidat yang segar namun perbedaan yang didapatkan tidak signifikan.Kata Kunci : Ikan Sidat (Anguilla bicolor), Albumin, Segar, Kukus
Pengaruh Rasio Volume Tris Kuning Telur terhadap Motilitas Spermatozoa Sapi Brahman (Bos indicus) sebelum Dibekukan Mohammad Ikbal; Hari Santoso; Husain Latuconsina
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v3i2.7603

Abstract

Brahman cow (Bos indicus) is superior beef cattle and maintained by the wider community to meet the needs of meat in Indonesia. An effective way to accelerate breeding of Brahman cattle is using Artificial Insemination (IB). Purpose of the study to find out whether egg yolk thinner can maintain the spermatozoa motility of Brahman beef semen before it is frozen. This research was conducted at the center for Artificial Insemination (BBIB) Singosari Malang. This study used an experimental method from fresh spermatozoa samples from Brahman cattle. Spermatozoa motility analysis was calculated based on the average percentage after being given egg yolk tris at each test. Spermatozoa material uses fresh semen with differences in individual motility in the age of cattle 3 years, 4th and 5 years. The results of the study showed the mean spermatozoa motility of Bizzyard cow aged 3 years before freezing X ̅_1 = 57.8%, Ken Marcus aged 5 years X ̅_2 = 57.2% and Texan aged 4 years X ̅_3 = 57.4%. The mean value of spermatozoa motility decreases in proportion to the increase in the volume of the egg yolk thinner. Further research is needed regarding the role of egg yolk tris and its volume ratio to spermatozoa motility after freezing or post thawing.Keywords: egg yolk tris, Brahman cow, spermatozoa motilityABSTRAKSapi Brahman (Bos indicus) merupakan sapi pedaging yang unggul dan di pelihara masyarakat luas untuk memenuhi kebutuhan daging di Indonesia. Cara percepatan perkembangbiakan sapi Brahman yang efektif menggunakan Inseminasi Buatan (IB). Tujuan penelitian Untuk mengetahui apakah bahan pengencer tris kuning telur dapat mempertahankan motilitas spermatozoa semen sapi brahman sebelum dibekukan. Penelitian ini dilakukan di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari Malang. Penelitian ini menggunakan metoda eksperimental dari sampel spermatozoa segar  sapi Brahman. Analisa motilitas spermatozoa dihitung berdasarkan presentase rata-rata setelah diberi tris kuning telur pada setiap ulangan. Bahan spermatozoa menggunakan semen segar dengan perbedaan  motilitas individu pada umur sapi 3 th, 4th dan 5 tahun. Hasil penelitian nilai rerata motilitas spermatozoa before freezing sapi Bizzyard umur 3 tahun X ̅_1= 57,8%, Ken Marcus yang berumur 5 tahun X ̅_2 = 57,2% dan Texan yang berumur 4 tahun X ̅_3 = 57,4%. Nilai rerata motilitas spermatozoa semakin menurun sebanding dengan kenaikan volume pengencer tris kuning telur. Perlu adanya penelitian lanjutan mengenai peranan tris kuning telur serta rasio volumenya terhadap motilitas spermatozoa setelah di bekukan atau post thawing.Kata Kunci : tris kuning telur, sapi Brahman, motilitas spermatozoa
Uji Insektisida Serai (Cymbopogon nardus) dan Daun Zodia (Evodia Suaveolens) Terhadap Mortalitas Nyamuk (Aedes aegypti) Mahmudi Mahmudi; Hari Santoso; Saimul Laili
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v2i1.3741

Abstract

Natural insecticides made from lemongrass plants and zodia which are environmentally friendly insecticides and contribute to mosquito mortality. The purpose of this study was to determine the effect of lemongrass insecticides  (Cymbopogon nardus) and leaves of zodiac (Evodia suaveolens) on mosquito mortality (Aedes aegypti), and to determine the treatment of insecticides that were more effective against the mortality of mosquitoes. The research method used the experimental completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 5 replications, namely treatment 1 control; treatment of 2 insecticides zodia; treatment of 3 lemongrass insecticides; and treatment of 4 combination lemongrass insecticides and zodia. The results showed that the control treatment did not effect, whereas in the treatment of zodia insecticides, lemongrass and combinations there were influences, presumably this happened because of difference in the chemical compounds of the 2 plants against mosquitoes. The results showed that mosquito mortality was controlled by 0%; mosquito mortality with zodia insecticide of 28%; mosquito mortality with lemongrass insecticide of 16.4%; and mosquito mortality with combination lemongrass insecticides and zodiac of 43.2%. The results of the One Way ANOVA test showed that there were significant differences and tended to experience increased mosquito mortality after being treated. Insecticides that are more effective in causing mosquito mortality are combination insecticides of lemongrass and zodia leaves.Keywords: Vegetable Insecticides, Lemongrass Plants, Zodia Plants, Mosquitoes.ABSTRAKInsektisida alami yang terbuat dari tanaman serai dan zodia merupakan insektisida alami yang ramah lingkungan dan berperan terhadap mortalitas nyamuk. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh insektisida serai (Cymbopogon nardus) dan daun zodia (Evodia suaveolens) terhadap mortalitas nyamuk (Aedes aegypti) dan untuk mengetahui perlakuan insektisida yang lebih efektif terhadap mortalitas nyamuk (Aedes aegypti). Metode penelitian menggunkan eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan yaitu perlakuan 1 kontrol; perlakuan 2 insektisida zodia; perlakuan 3 insektisida serai; dan perlakuan 4 insektisida kombinasi serai dan zodia. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan kontrol tidak ada pengaruh terhadap mortalitas nyamuk, sedangkan pada perlakuan insektisida zodia, serai serta kombinasi terdapat pengaruh, diduga hal tersebut terjadi karena adanya perbedaan kandungan senyawa kimia dari 2 tanaman tersebut terhadap nyamuk. Hasil penelitian menunjukkan mortalitas nyamuk perlakuan kontrol 0%; mortalitas nyamuk dengan insektisida zodia 28%; mortalitas nyamuk dengan insektisida serai 16,4%; dan mortalitas nyamuk dengan insektisida kombinasi serai dan zodia 43,2%. Hasil analisis uji One Way ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan dan cenderung mengalami peningkatan mortalitas nyamuk setelah diberi perlakuan. Insektisida yang lebih efektif dalam mengakibatkan mortalitas pada nyamuk yaitu insektisida kombinasi serai dan daun zodia.Kata kunci: Insektisida Nabati, Tanaman Serai, Tanaman Zodia, Nyamuk