cover
Contact Name
Muhammad Fuad Zaini
Contact Email
fuadzaini06@gmail.com
Phone
+6282360501584
Journal Mail Official
fuadzaini06@gmail.com
Editorial Address
Simpang Unimed, Jl. Williem Iskandar No.22/k, Medan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Cybernetics: Journal of Research and Educational Studies
Published by Pusdikra Publishing
ISSN : -     EISSN : 27742490     DOI : -
Core Subject : Education,
Cybernetics is Journal of Research and Educational Studies diperuntukkan sebagai sarana publikasi bagi para pendidik seperti Guru, Dosen, Pengawas, Konsultan, mahasiswa, dan peneliti untuk menyumbangkan hasil studi dan penelitiannya di bidang yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 245 Documents
Implementasi Nilai-Nilai Pedidikan Karakter Perspektif Kh. Bisri Mustofa Dalam Syi’ir Mitra Sejati Di Madrasah Khalafiyah Syafi’iyah Tingkat Wustha Zainul Hasan Genggong Pajarakan Probolinggo Jawa Timur M Hasan Nasrullah, Tri Fahad Lukman Hakim, Ahmad Mubarok
Cybernetics: Journal Educational Research and Social Studies Volume 4 Nomor 2 April 2023
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cjerss.v4i2.1275

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan menganalisa nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam Syi’ir Mitra Sejati di Madrasah Khalafiyah Syafi’iyah Tingkat Wustha Zainul hasan Genggong untuk mengetahui Nilai-nilai pendidikan Karakter yang terkandung dalam Syi’ir Mitra Sejati dan di Implementasikan di Madrasah Khalafiyah Syafi’iyah Tingkat Wustha Zainul hasan Genggong, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekata studi kasus dengan cara mengumpulkan data kemudian menganalisisserta membuat kesimpulan dari data di lapangan yang telah didapatkan. Adapun temuan penelitian ini adalah : 1) nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam Syi’ir Mitra Sejati di Madrasah Khalafiyah Syafi’iyah Tingkat Wustha Zainul hasan Genggong, : a) Madrasah Kholafiyah Syafi’iyah Tingkat Wustha Zainul Hasan Genggong merupakan lembaga pendidikan salaf formal yang mempelajari kitab-kitab salaf sebagai materi pokok b) Dengam membaca Syi’ir mitra sejati pada saat sebelum memulai jam pelajaran santri diharapkan dapat menghayati serta mengambil faidah yang terkandung dalam syi’ir mitra sejati c) Syi’ir mitra sejati mengandung 11 nilai-nilai karakter. 2) Implementasi nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam Syi’ir Mitra Sejati di Madrasah Khalafiyah Syafi’iyah Tingkat Wustha Zainul hasan Genggong, : a) Demi meningkatkan Akhlaq Santri Madrasah Kholafiyah Syafi’iyah Tingkat Wustha Zainul Hasan Genggong, mengadakan program takriran sebelum jam pelajaran dimulai sebagai pedoman dalam berprilaku baik b) Asatid menjadi contoh dalam bersikap, serta mengisahkan salafunas Sholeh sebagai tauladan yang harus dijadikan panutan c) Madrasah mengawasi sikap dan prilaku santri yang dibantu oleh pengurus pondok saat diluar madrasah, dalam mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Syi’ir Mitra Sejati.
Upaya Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru Di SDN 105303 Rumah Great Kecamatan Sibiru-Biru Melalui Penerapan Pendekatan Supervisi Kolaboratif Abu Bakar
Cybernetics: Journal Educational Research and Social Studies Volume 2 Nomor 3 Juli 2021
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cjerss.v2i3.1283

Abstract

Supervisi kolaboratif untuk meningkatkan kompetensi profesional guru di SDN 105303 Rumah Gerat Kecamatan Sibiru-Biru dapat ditarik beberapa simpulan sebagai berikut: 1) Proses supervisi dengan menerapkan pendekatan supervisi kolaboratif secara spesifik terdiri dari tahap pra-supervisi kolaboratif, supervisi kolaboratif dan pasca-supervisi kolaboratif. Proses supervisi dengan menerapkan pendekatan supervisi kolaboratif mengalami perkembangan dari siklus I ke siklus II. Peningkatan kompetensi profesional guru di SDN 105303 Rumah Gerat Kecamatan Sibiru-Biru dari pra-siklus ke siklus I sebesar 27,08 poin. Rata-rata kompetensi profesional guru pada pra-siklus sebesar 45,83 dengan kriteria kurang dan pada siklus I sebesar 72,92 dengan kriteria cukup. Kompetensi profesional guru juga mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 15 poin. Rata-rata kompetensi profesional guru pada siklus II sebesar 87,92 dengan kriteria baik. Jadi, dapat disimpulkan bahwa kompetensi profesional guru di SDN 105303 Rumah Gerat Kecamatan Sibiru-Biru dapat ditingkatkan melalui penerapan pendekatan supervisi kolaboratif.
Meningkatkan Kreativitas Belajar Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Project Based Learning Pada Mata Pelajaran IPA Di Kelas IX-1 SMP Negeri 2 Uluan Tahun Pelajaran 2018/2019 Riduan Parulian Lumban Batu
Cybernetics: Journal Educational Research and Social Studies Volume 2 Nomor 3 Juli 2021
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cjerss.v2i3.1284

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya kreativitas siswa kelas IX-1 SMP Negeri 2 Uluan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas belajar siswa dan untuk mengetahui perbedaan belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran project based learning dengan yang tidak menggunakan model pembelajaran project based learning pada pembelajaran IPA. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah penggunaan model pembelajaran Project Based Learning dapat meningkatkan kreativitas belajar siswa pada mata pelajaran IPA di kelas IX-1 SMP Negeri 2 Uluan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 36 orang siswa pada tahun pelajaran 2018/2019, dimana kegiatan dilakukan saat pembelajaran IPA berlangsung. Untuk memperoleh data yang digunakan dalam penelitian ini penulis melakukan observasi. Adapun teknik analisa data dalam penelitian ini adalah deskripsi kualitatif yang dilihat dari berapa persen tingkat keberhasilan yang dicapai dan perubahan kreativitas belajar siswa saat proses pembelajaran. Berdasarkan analisis data siklus I dianalisis terdapat 23 orang (63,88%) siswa yang kreativitasnya tergolong rendah dan 13 orang (36,11%) siswa yang kreativitasnya tergolong cukup. Dengan keberhasilan secara klasikal adalah 0%. Setelah pelaksanaan siklus II dengan menggunakan model pembelajaran project based learning diperoleh 4 orang (11,11%) siswa yang kreativitasnya tergolong cukup dan 32 orang (88.89%) siswa yang kreativitasnya tergolong tinggi. Dengan demikian maka dapat dikatakan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran project based learning dapat meningkatkan kreativitas belajar siswa kelas IX-1 SMP Negeri 2 Uluan pada pelajaran IPA Disarankan kepada guru untuk menggunakan model pembelajaran project based learning dalam menyampaikan materi pada pelajaran IPA.
Peningkatan Kemampuan Guru Dalam Perencanaan Dan Pelaksanaan Pembelajaran Matematika Melalui Supervisi Akademik Dengan Teknik Kunjungan Kelas Di SD Negeri 101899 Lubuk Pakam Tahun Pelajaran 2019/2020 Juri
Cybernetics: Journal Educational Research and Social Studies Volume 2 Nomor 4 Oktober 2021
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cjerss.v2i4.1285

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran matematika melalui supervisi akademik dengan teknik kunjungan kelas di SD Negeri 101899 Lubuk Pakam Tahun Pelajaran 2019/2020. Subjek penelitian tindakan sekolah ini adalah 6 guru di SD Negeri 101899 Lubuk Pakam Kecamatan Lubuk Pakam Kab. Deli Serdang pada Tahun Pelajaran 2019/2020 yang terdiri dari guru kelas I sampai dengan kelas VI. Penelitian ini berlangsung selama tiga bulan, yaitu bulan September 2019 s.d. November 2019. Prosedur Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini mencakup tahap-tahap: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara: observasi, dan dokumentasi. Alat pengumpulan data terdiri dari Instrumen Penilaian Perangkat Perencanaan Pembelajaran, dan Instrumen Penilaian Perangkat Pelaksanaan Pembelajaran. Pada penelitian ini validitas data dilakukan dengan triangulasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan kunjungan kelas terhadap kemampuan guru dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan pembelajaran oleh kepala sekolah pada guru-guru di SD Negeri 101899 Lubuk Pakam terbukti dapat meningkatkan kemampuan guru dalam merencanaan dan melaksanakan kegiatan pembelajaran. Peningkatan aspek perencanaan pembelajaran meningkat dari 50,91 pada kondisi awal menjadi 68,48 pada siklus pertama dan 85,76 pada siklus kedua, sehingga disimpulkan bahwa pada siklus kedua dinyatakan berhasil karena sudah memenuhi kriteria keberhasilan yaitu masuk dalam kriteria nilai minimal BAIK, sedangkan peningkatan kemampuan dalam pelaksanaan proses pembelajaran, yaitu dari 50,58 pada kondisi awal menjadi 69,83 pada siklus pertama dan 86,67 pada siklus kedua, sehingga disimpulkan bahwa pada siklus kedua dinyatakan berhasil karena sudah memenuhi kriteria keberhasilan yaitu masuk dalam kriteria nilai minimal BAIK. Dari penjelasan di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pelaksanaan supervisi akademik dengan teknik kunjungan kelas terbukti dapat meningkatan kemampuan guru dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran matematika guru-guru SD Negeri 101899 Lubuk Pakam Tahun Pelajaran 2019/2020.
Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Talking Stick Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Matematika Materi Sudut Lancip, Tumpul, Dan Siku-Siku Pada Siswa Kelas IV SD Negeri 101752 Klambir V Tahun Pelajaran 2018/2019 Puriska Situmorang
Cybernetics: Journal Educational Research and Social Studies Volume 2 Nomor 4 Oktober 2021
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cjerss.v2i4.1286

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Matematika materi Sudut lancip, tumpul, dan siku-siku siswa kelas IV SD Negeri 101752 Klambir V Semester 1 Tahun Pelajaran 2018/2019 . Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan dalam dua siklus dan setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu tahap perencanaan, tahap tindakan, tahap observasi, dan tahap refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri 101752 Klambir V sebanyak 23 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, dokumentasi dan tes. Validitas penelitian tindakan kelas ini dengan meminimalkan subjektivitas melalui triangulasi. Analisis data dengan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pendekatan konstruktivisme dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar. Peningkatan aktivitas siswa menunjukkan perolehan pada studi awal hanya 34,78% atau 8 siswa meningkat menjadi 69,57% pada siklus pertama atau sebanyak 16 siswa, dan pada siklus kedua menjadi 100% atau sebanyak 23 siswa dinyatakan tuntas. Peningkatan hasil belajar siswa dari rata-rata pada studi awal 59,57 menjadi 67,83 pada siklus pertama, dan pada siklus kedua menjadi 77,83 serta peningkatan ketuntasan belajar dari 7 siswa atau 30,43% menjadi 13 siswa atau 56,52% dan 21 siswa atau 91,30% pada siklus kedua. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode cooperative learning tipe talking stick terbukti dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Matematika materi Sudut lancip, tumpul, dan siku-siku siswa kelas IV SD Negeri 101752 Klambir V Semester 1 Tahun Pelajaran 2018/2019.
Penerapan Pembelajaran Matematika Realistik (PMR) Dengan Tipe Think Pair Share (TPS) Sebagai Upaya Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Matematika Materi Membilang Banyak Benda Siswa Kelas II SD Negeri 107394 Sialang Muda Semester 1 Tahun Pelajaran 20 Jurnal Redia Sitanggang
Cybernetics: Journal Educational Research and Social Studies Volume 2 Nomor 4 Oktober 2021
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cjerss.v2i4.1287

Abstract

Pembelajaran matematika lebih sering bersifat teacher oriented yang kurang memberi peluang siswa untuk mengkonstruksi ide-ide matematika mereka sendiri sehingga siswa menjadi pembelajar pasif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara menerapkan Pembelajaran Matematika Realistik (PMR) dengan tipe Think Pair Share (TPS). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes membaca lisan, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan motivasi belajar siswa meningkat dari kondisi awal sebanyak 10 siswa (43,48%) meningkat menjadi 16 siswa (69,57%) dan pada siklus terakhir menjadi 21 siswa (91,30%). Adapun peningkatan hasil dan ketuntasan belajar pada kondisi awal hanya 56,09 dengan jumlah siswa tuntas atau mendapat nilai di atas KKM sebesar 3 siswa (13,04%), pada siklus pertama meningkat menjadi 14 siswa (60,87%) dengan perolehan nilai rata-rata hasil belajar sebesar 66,25%, dan pada siklus kedua meningkat menjadi 20 siswa (86,96%) dengan perolehan nilai hasil belajar sebesar 76,09. Dari penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan Pembelajaran Matematika Realistik (PMR) dengan tipe Think Pair Share (TPS)kata dapat meningkatkan proses, aktivitas dan hasil belajar dalam pembelajaran matematika siswa kelas 2 SD Negeri 107394 Sialang Muda Kecamatan Hamparan Perak Kab. Deli Serdang Tahun Pelajaran 2019/2020.
Hubungan Antara Tingkat Keharmonisan Keluarga Dan Kematangan Emosi Siswa Kelas VIII Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Pematangsiantar Semester Genap T.P.2019/2020 Teresia Ulima Simarmata
Cybernetics: Journal Educational Research and Social Studies Volume 4 Nomor 2 April 2023
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cjerss.v4i2.1294

Abstract

Keluarga merupakan tempat pendidikan yang pertama dan utama bagi anak. Selain itu keluarga juga merupakan pondasi primer bagi perkembangan anak, karena keluarga merupakan tempat anak untuk menghabiskan sebagian besar waktu dalam kehidupannya. Kematangan emosi seseorang turut ditentukan oleh keluarga sebab seorang individu akan memperlakukan dirinya dan cenderung memilih individu lain yang sekiranya dapat memperlakukan dirinya seperti perlakuan yang diperoleh dalam lingkungan sebelumnya dalam hal ini adalah keluarganya. Sampel diambil secara random sampling sebanyak 80 siswa, yang diambil dari tiap-tiap kelas 10 siswa. Variabel yang diteliti ada dua yaitu keharmonisan keluarga sebagai variabel bebas dan kematangan emosi siswa sebagai variabel terikat. Data diambil dengan angket dan skala psikologis. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis korelasi product moment. Hasil analisis deskriptif persentase menunjukkan bahwa keharmonisan keluarga siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Pematangsiantar adalah dalam kriteria sedang dengan persentase 67,34% sedangkan kematangan emosi siswa termasuk kriteria sedang yaitu dengan persentase 67,96%. Hasil analisis korelasi memperoleh koefisien korelasi 0,459. Pada ? = 5% dengan N = 80 diperoleh = 0,220. Karena = 0,459 > = 0,220, yang berarti ada hubungan antara keharmonisan keluarga dan kematangan emosi siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Pematangsiantar. Berkaitan dengan hasil penelitian ini, peneliti dapat mengajukan saran antara lain : 1) siswa hendaknya selalu menerima keadaan diri dan berpikir secara positif, karena setiap permasalahan pasti ada jalan keluarnya dan apabila ada masalah, berbagilah dengan guru pembimbing di sekolah atau orang-orang terdekat agar tidak terbebani dengan masalah yang dihadapi, dan 2) perlunya kerja sama antara guru pembimbing dengan guru mata pelajaran serta wali kelas untuk memberikan bimbingan dan perhatian terhadap perkembangan siswa.
Keefektifan Pembelajaran Model MMP Berbantuan Cabri 3D Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa Kelas IX Pada Materi Dimensi Tiga Di SMP Negeri 1 Pematangsiantar T.P. 2019/2020 Renti Nurhaida Hutapea
Cybernetics: Journal Educational Research and Social Studies Volume 4 Nomor 2 April 2023
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cjerss.v4i2.1295

Abstract

Kebutuhan utama dalam kehidupan seseorang ialah pendidikan. Pendidikan merupakan faktor yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu dunia pendidikan dituntut untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikannya. Pendidikan pada dasarnya adalah usaha sadar untuk menumbuhkembangkan potensi sumber daya manusia dengan cara mendorong dan memfasilitasi kegiatan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Pematangsiantar. Team teaching pada dasarnya adalah metode pembelajaran yang dilakukan oleh dua orang guru atau lebih yang saling bekerjasama mengajar kelompok siswa yang dilaksanakan secara bersama oleh beberapa guru. Tim atau guru yang menyajikan bahan pelajaran dengan metode mengajar beregu ini menyajikan bahan pelajaran yang sama dalam waktu dan tujuan yang sama pula. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas dengan model yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc. Taggart. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Pematangsiantar, dengan jumlah 36 siswa. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Penelitian ini terdiri dari dua siklus dengan dua kali pertemuan pada tiap siklus. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Kriteria keberhasilan penelitian yang ditetapkan untuk hasil belajar siswa adalah ? 71 mencapai 80 %. berdasarkan KKM di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran team teaching dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Pematangsiantar. Jumlah siswa yang tuntas belajar di siklus I sebanyak 28 orang atau setara dengan 77,78%. Pada siklus II jumlah siswa yang tuntas belajar sebanyak 36 siswa atau setara dengan 100%. Berdasarkan hasil tersebut maka hipotesis penelitian diterima
Peningkatan Profesional Guru Dalam Menguasai Materi Pelajaran Melalui Penguatan Positif Oleh Kepala Sekolah Di SD Negeri 122390 Pematangsiantar Semester Genap T.P. 2019/2020 Hotmaria Purba
Cybernetics: Journal Educational Research and Social Studies Volume 4 Nomor 2 April 2023
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cjerss.v4i2.1296

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk membina profesional guru dalam meningkatkan motivasi menguasai pelajaran melalui penguatan positif di SD Negeri 122390 Pematangsiantar semester genap T.P. 2019/2020. Masalah: Apakah membina profesional guru dapat meningkatkan motivasi menguasai pelajaran melalui penguatan positif di SD Negeri 122390 Pematangsiantar semester genap T.P. 2019/2020? Untuk memecahkan masalah yang ditemukan, peneliti melakukan (1). Pembinaan terhadap guru-guru agar mampu mengajar secara profesional. (2). Pembinaan terhadap guru-guru agar mampu menerapkan Peningkatan Motivasi Menguasai Pelajaran Melalui Penguatan Positif. Penelitian dilakukan berdasarkan Model Tindakan Sekolah yang dilaksanakan melalui tiga siklus dengan prosedur: (1). Planning/ Perencanaan; (2). Acting/ Tindakan; (3). Observing/ Pengamatan; (4). Reflekting/ Refleksi; Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif. Aspek-aspek kelemahan tindakan pada setiap siklus akan direfleksikan sebagai bahan perbaikan pada siklus berikutnya. Setelah penelitian Tindakan dilaksanakan, diperoleh hasil bahwa kemampuan guru menerapkan Peningkatan Motivasi Menguasai Pelajaran Melalui Penguatan Positif mengalami peningkatan secara signifikan dari Siklus I ke Siklus II, hal itu dapat dilihat dari aspek penguasaan kemampuan menerapkan Peningkatan Motivasi Menguasai Pelajaran Melalui Penguatan Positif berdasarkan hasil observasi antar siklus menunjukkan adanya suatu perbaikan yang signifikan terhadap kualitas kemampuan menjelaskan langkah-langkah Peningkatan Motivasi Menguasai Pelajaran Melalui Penguatan Positif, mengelompokkan siswa, mendisain tugas kelompok dan membimbing siswa belajar ber kelompok. Karena itu disarankan agar: (1). Kepala Sekolah tetap melakukan Penelitian Tindakan secara berkelanjutan dan melakukan pembinaan secara terprogram kepada guru-guru dan kepala sekolah di lingkungan kerjanya. Hasil kemampuan guru kondisi awal 6,27 menjadi 7,07 pada siklus I dan pada siklus II menjadi 8,33. Kemudian dari hasil observasi dalam menerapkan Numbered Heads Together pada kondisi Awal memperoleh nilai 6,67 menjadi 13,33 pada siklus I dan 46,67 pada siklus II. Dilihat dari aspek penguasaan kemampuan menerapkan Peningkatan Motivasi Menguasai Pelajaran Melalui Penguatan Positif berdasarkan hasil observasi antar siklus menunjukkan adanya suatu perbaikan yang signifikan terhadap kualitas kemampuan guru. Beberapa aspek kemampuan guru menerapkan Peningkatan Motivasi Menguasai Pelajaran Melalui Penguatan Positif yang mengalami peningkatan antara lain : kemampuan menjelaskan langkah-langkah Peningkatan Motivasi Menguasai Pelajaran Melalui Penguatan Positif, kemampuan mengelompokkan siswa, kemampuan mendisain tugas kelompok dan kemampuan membimbing siswa belajar ber kelompok.Karena itu disarankan agar: (1). Kepala Sekolah tetap melakukan Penelitian Tindakan secara berkelanjutan dan melakukan pembinaan secara terprogram kepada guru-guru di instansi tempat bertugas. (2).Pemerintah c/q Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar agar memberikan motivasi dan mengalokasikan anggaran untuk Penelitian Tindakan.
Minimnya Kompetensi Seorang Guru Dalam Kegiatan Mengajar Di Kelas The Minimum Competence Of A Teacher In Class Teaching Activities Gaby Agustina Nainggolan, Gelora Sembiring, Linton Naibaho, Putri Andini, Wulan Ayu Trisna, Yunita M
Cybernetics: Journal Educational Research and Social Studies Volume 4 Nomor 2 April 2023
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cjerss.v4i2.1339

Abstract

The teacher is the main facilitator at school, whose function is to explore, develop, optimize their potential so that they become part of a civilized society. The lack of professional teacher competence, the classroom atmosphere created by the teacher is less innovative and creative, as well as phenomena of lack of teacher competence such as still stuttering in mastering teaching material broadly and deeply so that it fails to present meaningful and useful learning activities for students. The purpose of this writing is How are the problems related to the lack of teacher competence. The method used is descriptive qualitative research with library research techniques. Research results Teachers must design teaching and learning interactions that are more dynamic to achieve the expected goals in the form of knowledge, skills, attitudes and social.