cover
Contact Name
Yulius Tiranda
Contact Email
yuliustiranda@ikestmp.ac.id
Phone
+6281994854458
Journal Mail Official
penelitianikestmp@gmail.com
Editorial Address
Jl. A. Yani 13 Ulu, Plaju, Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Masker Medika
ISSN : 23018631     EISSN : 26548658     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Inovatif (LP2MI) IKesT Muhammadiyah Palembang ini berfokus pada kajian keperawatan (Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Anak, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Kritis, Keperawatan Komunitas dan Manajemen Keperawatan) , Kebidanan (Kehamilan, Persalinan, Nifas, Neonatus, Bayi dan Anak, Kesehatan Reproduksi), Kesehatan Lingkungan, fisioterapi dan Tekhnik Laboratorium Medik. Jurnal Masker Medika terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni dan bulan desember yang dipublikasikan dalam terbitan cetak dan elektronik.
Articles 56 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2017): Masker Medika" : 56 Documents clear
HUBUNGAN ANTARA PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN IBU DENGAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE Nurbaity, Nurbaity
Masker Medika Vol 5 No 1 (2017): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mortalitas dan morbiditas pada wanita hamil dan bersalin adalah masalah besar di negara berkembang. Menurut World Health Organization (WHO), di dunia ini setiap menit seorang perempuan meninggal karena komplikasi yang terkait dengan kehamilan dan persalinannya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pendidikan dan pengetahuan ibu dengan kunjungan antenatal care. Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 39 responden yang memeriksakan kehamilan, diambil secara non-random sampling dengan teknik “Accidental Sampling”. Variabel independen adalah pendidikan dan pengetahuan ibu. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-square dengan signifikan α = 0,05 secara komputerisasi untuk mengevaluasi tingkat signifikan atau kekuatan hubungan masing-masing variabel. Dari hasil uji Chi-Square didapatkan p value 0,01 < α = 0,05 menunjukkan bahwa adanya hubungan yang bermakna antara pendidikan ibu dengan kunjungan antenatal care dan didapatkan p value 0,001 < α = 0,05 menunjukkan bahwa adanya hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu dengan kunjungan antenatal care. Diharapkan petugas kesehatan dapat mempertahankan pelayanan dan penyuluhan tentang perlunya memeriksakan kehamilan yang sudah baik sehingga para ibu hamil mengerti cara menjaga kesehatannya dan janinnya.
FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DISIPLIN KERJA PEGAWAI DI RSK Dr.RIVAI ABDULLAH PALEMBANG TAHUN 2016 Setiawan, Setiawan
Masker Medika Vol 5 No 1 (2017): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedisiplinan merupakan fungsi operatif manajemen SDM yang terpenting karena semakin baik disiplin karyawan semakin tinggi prestasi kerja yang dapat dicapainya. Disiplin yang baik mencerminkan besarnya rasa tanggung jawab seseorang terhadap tugas-tugas yang diberikan kepadanya (Hasibuan, 2003). Penelitian ini bertujuan mengetahui Faktor-faktor yang mempengaruhi Disiplin kerja pegawai di RSK dr.Rivai Abdullah Palembang tahun 2016. Peneltian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional.Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pegawai RSK.dr.Rivai Abdullah berjumlah 337 orang, tehnik sampling yang dipergunakan adalah “proporsive sampling dengan random sampling sehingga responden yang didapat sebanyak 180 orang pegawai.Berdasarkan data absensi finger tahun 2015 Tingkat Disiplin kerja pada pegawai RSK. dr.Rivai Abdullah Palembang masih rendah, yaitu Pegawai disiplin kerja 54 orang (30%) sedangkan yang tidak disiplin sebanyak 126 orang (70%).Berdasarkan hasil uji statistik Chi Square terhadap Variabel Dependent ( Disiplin Kerja ) dan Variabel Independent ( Pendidikan, Lama Kerja, Kemampuan, Kompensasi, Motivasi, Dan Atasan) sebagian besar di dapat ρ Value> 0,05 ( α = 0,05) berarti tidak ada hubungan antara faktor individu,intrinsik dan ekstrinsik dengan Disiplin kerja pegawai di RSK dr.Rivai Abdullah Palembang tahun 2016. Disarankan meningkatkan kualitas Pegawai dengan : pengembangan karier, pendidikan dan pelatihan serta mempertimbangkan kesejahteraan pegawai .
HUBUNGAN ANTARA LAMA PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DEPO MEDROKSI PROGESTERON ASETAT (DMPA) DENGAN PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA AKSEPTOR KB DMPA DI PUSKESMAS PRABUMULIH BARAT Sari, Intan
Masker Medika Vol 5 No 1 (2017): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode kontrasepsi hormonal merupakan salah satu metode kontrasepsi yang memiliki efektifitas yang tinggi. Kontrasepsi hormonal dengan menggunakan suntik yang paling sering digunakan adalah DMPA. Mekanisme kerja dari kontrasepsi suntikan DMPA adalah mencegah ovulasi.Banyak akseptor kontrasepsi suntik yang mengeluhkan adanya perubahan tekanan darah, hal ini karena banyak akseptor yang memakai kontrasepsi suntik dalam jangka waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama pemakaian kontrasepsi suntik (Depo Medroksi Progesteron Asetat) DMPA dengan perubahan tekanan darah di Puskesmas Prabumulih Barat. Desain penelitian ini bersifat deskriptif korelasi dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah sampel sebanyak 69 orang, dengan menggunakan Total Sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Kendall Tau (Ï„). Hasil penelitian menunjukkan bahwa adahubungan antara lama pemakaian kontrasepsi suntik (Depo Medroksi Progesteron Asetat) DMPA dengan perubahan tekanan darah di Puskesmas Prabumulih Barat dengan nilai p = 0,025 (p < 0,05).Diharapkan akseptor KB suntik hendaknya banyak mengikuti informasi-informasi kesehatan, melalui media massa, elektronika dan media cetak serta penyuluhan oleh kader atau petugas kesehatan tentang metode kontrasepsi suntik dan efek sampingnya supaya ibu tahu kontrasepsi apa yang terbaik untuk dirinya
PERAN PERAWAT DALAM PERAWATAN LUKA DIABETIKUM (GANGREN) DI RUANG DAHLIA RUMAH SAKIT TK II DR AK GANI PALEMBANG TAHUN 2014 Febrianti, Arly
Masker Medika Vol 5 No 1 (2017): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa penelitian di Indonesia melaporkan bahwa angka kematian ulkus Gangren pada penyandang Diabetes Melitus antara 17 - 32 %, sedangkan angka laju amputasi berkisar antara 15 - 30 % (Soegondo et al, 2007). Setelah pengidap Diabetes Melitus menjalani amputasi, tiga tahun berikutnya sekitar 30 % diantaranya akan menjalani amputasi lagi pada bagian tubuh lainnya. Bahkan 2/3 dari penderita yang menjalani amputasi akan meninggal lima tahun kemudian. Para ahli diabetes memperkirakan ½ sampai ¾ kejadian amputasi dapat dihindarkan dengan perawatan kaki yang baik (Kompas, 2006). Melalui penanganan profesional terhadap Luka Diabetikum, baik pencegahan dan perawatannya, diharapkan tindakan amputasi dapat dicegah. Penting bagi perawat untuk memahami dan mempelajari perawatan luka karena perawat bertanggung jawab terhadap evaluasi keadaan pembalutan selama 24 jam (Gitarja & Asmi, 2007). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran perawat dalam perawatan Luka Diabetikum (Gangren) di Ru Dahlia RS TK II DR AK Gani Palembang. Menggunakan desain penelitian kualitatif melalui pendekatan wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Informan pada penelitian ini berjumlah 6 orang. Penelitian ini dilakukan selama 7 hari yang dilaksanakan pada tanggal 30 Juni 2014 sampai dengan 5 Juli 2014. Hasil penelitian didapatkan bahwa secara keseluruhan perawat memiliki pengetahuan yang cukup baik, persepsi yang baik tentang peran perawat dalam perawatan Luka Diabetikum (Gangren), dan sudah memiliki motivasi dalam melakukan perawatan Luka Diabetikum (Gangren). Standar Prosedur Operasional (SPO) untuk perawatan Luka Diabetikum (Gangren) belum tersedia. Supervisi sudah dilakukan secara berkesinambungan, fasilitas yang mendukung dalam perawatan Luka Diabetikum (Gangren) belum tersedia dengan maksimal. Diharapkan bagi pihak Rumah Sakit untuk lebih memfasilitasi peningkatan pengetahuan, segera menyusun Standar Prosedur Operasional (SPO) dan menambah fasilitas guna mendukung perawatan Luka Diabetikum (Gangren).
PENGARUH TERAPI AKTIVITAS BERMAIN MENIUP BALON TERHADAP PERUBAHAN FUNGSI PARU PADA ANAK DENGAN ASMA DI RUMAH SAKIT ISLAM SITI KHODIJAH PALEMBANG Royani, Evi
Masker Medika Vol 5 No 1 (2017): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Amerika, terdapat 5 juta anak belasan tahun yang menderita asma dan setahunnya sekitar 160.000 anak usia sekolah yang masuk perawatan rumah sakit karena asma. Pengobatan pada penderita asma dapat dilakukan secara farmakologi dan non farmakologi salah satunya dengan teknik pernapasan menggunakan balon. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya pengaruh terapi aktivitas bermain meniup balon terhadap perubahan fungsi paru anak dengan asmadi Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang tahun 2015. Jenis penelitian pre-eksperimen dengan rancangan penelitian one group pre test and post test design dengan menggunakan alat bantu berupa peak flow meter dan balon. Populasi dalam penelitian ini adalah semua anak yang menderita asma yang di rawat di Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang pada bulan April dan Mei tahun 2015 dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden yang didapat secara accidental sampling. Hasil penelitian didapatkan berdasarkan perubahan fungsi paru anak dengan asma sebelum dilakukan terapi meniup balon didapatkan distribusi frekuensi responden yang fungsi parunya kurang baik sebanyak 30 responden (100%), dan setelah dilakukan terapi meniup balon didapatkan distribusi frekuensi responden yang fungsi parunya baik sebanyak 18 responden (60%) dan responden yang fungsi parunya kurang baik sebanyak 12 responden (40%). Ada perbedaan antara perubahan fungsi paru anak dengan asma sebelum dilakukan terapi meniup balon dan setelah dilakukan terapi meniup balon di Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang tahun 2015 dengan nilai p value = 0,000 < 0,05. Saran penelitian diharapkan kepada petugas kesehatan dapat membantu pasien dalam meningkatkan fungsi paru anak salah satunya dengan menggunakan terapi bermain meniup balon.
PENGARUH TERAPI KOMPRES HANGAT DALAM MENURUNKAN SKALA NYERI PADA PENDERITA ARTRITIS REMATOID DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS 4 ULU PALEMBANG TAHUN 2015 Sari, Dian Emilia
Masker Medika Vol 5 No 1 (2017): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artritis Reumatoid (AR) merupakan suatu penyakit autoimun yang ditandai dengan terdapatnya sinovitis erosif simetrik yang walaupun terutama mengenai jaringan persendian, seringkali juga melibatkan organ tubuh lainnya Sebagian besar penderita menunjukkan gejala penyakit kronik yang hilang timbul, yang jika tidak diobati akan menyebabkan terjadinya kerusakan persendian dan deformitas sendi yang progresif yang menyebabkan disabilitas bahkan kematian dini.Pengobatan AR tidak hanya dilakukan dengan metode farmakologis saja, tetapi juga dapat dilakukan dengan cara nonfarmakologis.Salah satu pengobatan non farmakologis adalah dengan terapi kompres hangat. Kompres hangat adalah memberikan rasa hangat untuk memenuhi kebutuhan rasa nyaman, mengurangi atau membebaskan nyeri, mengurangi atau mencegah spasme otot dan memberikan rasa hangat pada daerah tertentu. Penelitian ini merupakan penelitian Eksperimen Semu (Quasi Eksperiment) dengan desain penelitian yang digunakan adalah rancangan ”Pre and Posttest Only Design”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kompres hangat dalam menurunkan skala nyeri pada penderita artritis rematoid di Wilayah Kerja Puskesmas 4 Ulu Palembang Tahun 2015. Sampel penelitian ini berjumlah 62 orang, dan semuanya diukur skala nyeri sebelum dan sesudah dikompres hangat. Pengaruh kompres hangat dalam menurunkan skala nyeri pada penderita artritis rematoid akan dianalisis dengan menggunakan uji nonparametrik melalui uji wilcoxon. Hasil penelitian pada skala nyeri sebelum dan sesudah dikompres hangat, menunjukkan ada perbedaan mean skala nyeri yang signifikan, yaitu mean sebelum dikompres hangat 4.81, dengan standar deviasi 0.991 (p.value 0.0001 <α = 0,05). Sedangkan pada skala nyeri sesudah dikompres hangat di dapatkan mean 1.38, dengan standar deviasi 1.013, sehingga dapat disimpulkan bahwa kompres hangat yang dilakukan dapat menurunkan skala nyeri pada penderita artritis rematoid. Diharapkan Pihak Puskesmas 4 Ulu Palembang dapat menjadikan terapi kompres hangat sebagai salah satu terapi komplemente
HUBUNGAN KEPATUHAN MENGKONSUMSI TABLET FE TERHADAP KEJADIAN ANEMIA DIWILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS KEMALARAJA KABUPATEN OKU TAHUN 2015 Sumantri, Apria Wilinda
Masker Medika Vol 5 No 1 (2017): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia adalah suatu keadaan adanya penurunan kadar hemoglobin, hematokrit, dan atau jumlah eritrosit diabawah nilai normal. Tindakan yang dilakukan untuk mengtatasi masalah tersebut selama ini adalah pendistribusian tablet Fe. Faktor utama yang menyebabkan sulitnya prevalensi anemia ini antara lain karena rendahnya cakupan distribusi dan kepatuhan ibu mengkonsumsi tablet besi. Tujuan : untuk mengatahui hubungan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe terhadap kejadian anemia di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kemalaraja kabupaten OKU tahun 2015. Metode : penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu hamil bulan januari – maret tahun 2015 di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kemalaraja kecamatan Baturaja Timur Kabupaten OKU dengan sampel sebanyak 75 orang. Analisi data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan tabel distribusi dan uji statistik chi-square, dengan derajat kepercayaan 95 %. Hasil : pada anisis univariat, dari 75 responden didapatkan 32% ibu hamil yang mengalami anemia, dan 68% ibu hamil yang tidak anemia. Ibu hamil yang mengkonsumsi tablet Fe 61,3%, dan ibu hamil yang tidak patuh mengkonsumsi tablet Fe 38,7%. Analisis bivarian didapatkan hasil ada hubungan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe terhadap kejadian anemia (p value 0,000). Simpulan : ada hubungan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe terhadap kejadian anemia
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM (HEG) DI PUSKESMAS SOSIAL PALEMBANG TAHUN 2017 Aquari, Bina
Masker Medika Vol 5 No 1 (2017): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hyperemesis gravidarum adalah mual dan muntah yang berlebihan sehingga mengganggu pekerjaan sehari-hari dan bahkan dapat membahayakan hidup ibu hamil. Tujuan penelitian ini diketahuinya baik secara simultan maupun parsial hubungan antara paritas, umur dan pendidikan ibu dengan kejadian hiperémesis gravidarum (HEG) di Puskesmas Sosial Tahun 2017. Rumusan masalah adanya hubungan antara paritas, umur dan pendidikan ibu hamil dengan hyperemesis gravidarum (HEG) di Puskesmas Sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan analitik cross sectional, dimana variabel independen (Paritas, Umur dan Pendidikan) dan variabel dependen (Hyperemesis gravidarum). Data sekunder diperoleh dari rekam medik dan menggunakan check List. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil multigravida yang datang untuk memeriksakan kehamilannya ke Puskesmas Sosial pada bulan januari - maret Tahun 2017. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa proporsi ibu dengan tidak hyperemesis gravidarum yaitu 41 orang (54,7%), proporsi ibu dengan paritas tinggi sebanyak 20 orang (26,7%), dan proporsi umur ibu beresiko sebanyak 25 orang (33,3%), dan pendidikan tinggi sebanyak 25 orang (33,3%). Hasil analisa dengan uji statistik chi-square didapatkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara paritas ibu hamil dengan kejadian hyperemesis gravidarum dengan p value = 0,20, tidak ada hubungan yang bermakna antara umur dengan hyperemesis gravidarum dengan p value = 0,28 dan tidak ada hubungan antara pendidikan dengan kejadian hyperemesis gravidarum dengan p value = 0,28. Kesimpulan dari penelitian ini baik secara simultan maupun parsial adalah tidak ada hubungan yang bermakna antara paritas, umur dan pendidikan dengan kejadian hyperemesis gravidarum di Puskesmas Sosial. Disarankan kepada pimpinan dan staff Puskesmas untuk dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya pelayanan kesehatan ibu dan anak sehingga dapat mengurangi angka kejadian Hyperemesis Gravidarum di Puskesmas Sosial
PENGARUH PENGGUNAAN KONTRASEPSI HORMONAL TERHADAP PERUBAHAN BERAT BADAN AKSEPTOR KB DI BPM CHOIRUL MALA HUSIN PALEMBANG TAHUN 2015 Saswita, Reni
Masker Medika Vol 5 No 1 (2017): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kontrasepsi hormonal mempunyai banyak efek samping, seperti amenorea (30%), spoting (bercak darah) dan menoragia, mual, sakit kepala (17%) (pusing), galaktorea (44%), perubahan berat badan (9%). Peningkatan berat badan disebabkan oleh hormon progesteron yang merangsang hipotalamus lateral menyebabkan perubahan karbohidrat dan gula menjadi lemak, sehingga lemak dalam tubuh akan menjadi banyak dan terjadilah peningkatan berat badan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan kontrasepsi hormonal terhadap perubahan berat badan akseptor KB. Sampel pada penelitian ini sebagian akseptor KB hormonal yang datang ke BPM Choirul Mala Husin. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Tehnik pengambilan sampel dengan cara accidental sampling. Hasil analisa univariat menunjukkan bahwa sebanyak 23 (76,7%) responden mengalami kenaikkan berat badan lebih besar dibandingkan dengan responden yang mengalami penurunan berat badan yaitu sebanyak 7 (23,3%) responden, yang menggunakan kontrasepsi pil dan suntik sama besar yaitu sebanyak 15 (50%) responden. Hasil bivariat menunjukkan bahwa ada pengaruh penggunaan kontrasepsi hormonal terhadap perubahan berat badan akseptor KB di BPM Choirul Mala Husin Palembang tahun 2015 (p value 0,040). Diharapkan agar petugas kesehatan dapat meningkatkan pelaksanaan penyuluhan dan konseling mengenai jenis kontrasepsi manfaat serta dampaknya apabila digunakan sehingga para akseptor KB menjadi lebih memahami tentang alat kontrasepsi yang mereka gunakan.
PERBEDAAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG PERAWATAN KEPUTIHAN SEBELUM DAN SESUDAH PENDIDIKAN KESEHATAN DI SMAN 1 RAMBUTAN TAHUN 2016 Mardalena, Mardalena; Apriani, Selvy
Masker Medika Vol 5 No 1 (2017): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keputihan merupakan suatu kondisi dimana cairan yang berlebihan keluar dari vagina. Keputihan sering dianggap hal yang normal terjadi pada wanita, yang terjadi menjelang, pada saat, dan sesudah menstruasi. Keputihan sering juga dianggap sebagai hal yang umum dan sepele bagi wanita apalagi remaja sehingga kurangnya pengetahuan tentang keputihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan. Penelitian ini merupakan penelitian operasional dengan rancangan penelitiannya adalah one-group pratest-posttest design. Jumlah populasi 169 siswi dan didapat sampel penelitian 119 siswi di SMA N 1 Rambutan Tahun 2016 dengan menggunakan teknik Random Sampling sebagai teknik pengambilan sampel. Analisa data yang digunakan adalah analisa bivariat Wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan nilai rata-rata skor responden mengenai pengetahuan tentang cara perawatan keputihan sebelum dilakukan pendidikan kesehatan yaitu 5,21 dan rata-rata skor responden mengenai pengetahuan tentang cara perawatan keputihan setelah dilakukan pendidikan kesehatan yaitu 8,40 Hasil Uji Wilxocon dengan batas nilai kemaknaan α = 0,05 diperoleh nilai p = 0,000, karena nilai p value ≤ α dapat diartikan terdapat perbedaan pengetahuan tentang cara perawatan keputihan pada remaja putri sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan. Hasil penelitian ini juga menunjukkan pengaruh pendidikan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan. Melalui penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai masukan bagi pihak penentu kebijakan dan instansi terkait untuk melakukan penyuluhan serta meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang kesehatan reproduksi.