Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN KUALITAS VAKSIN DAN STATUS IMUN PENJAMU DENGAN KEBERHASILAN PEMBERIAN IMUNISASI DI PUSKESMAS PEMBINA PALEMBANG TAHUN 2016 Aquari, Bina
Masker Medika Vol 4 No 2 (2016): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Imunisasi sebagai salah satu cara preventif untuk mencegah penyakit melalui pemberian kekebalan tubuh yang harus di berikan secara terus menerus. Pada dasarnya imunisasi lengkap bagi bayi itu sangat penting bagi kesehatannya, apalagi dengan melihat kualitas vaksin yang cara pemberiannya juga dosisnya sangat tepat juga bisa mempengaruhi keberhasilan pemberian imunisasi pada bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kualitas vaksin dan status imun penjamu dengan keberhasilan pemberian imunisasi di Puskesmas Pembina Palembang Tahun 2016. Metode Penelitian ini adalah Kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Variabel penelitian ini adalah variabel dependen (keberhasilan pemberian imunisasi) dan variabel Independen (kualitas vaksin dan status imun penjamu). Sampel penelitian ini mengunakan metode survey analitik. Informasi di dapatkan dengan melihat data di Rekam medik sebanyak 377 responden. Populasi penelitian ini adalah semua ibu – ibu yang membawa anak nya imunisasi di Puskesmas Pembina Palembang Tahun 2015. Hasil analisis univariat hubungan kualitas vaksin dengan keberhasilan pemberian imunisasi di dapatkan data sebanyak 190 responden (68,8%), kualitas vaksin yang tidak sesuai standar dengan keberhasilan pemberian imunisasi 86 responden (31,2%), nilai p value = 0,008 (p value < α 0,05 bermakna). Sedangkan hubungan status imun penjamu dengan keberhasilan pemberian imunisasi di dapatkan data sebanyak 207 (70,9%), status imun penjamu tidak baik dengan keberhasilan pemberian imunisasi sebanyak 85 responden (29,1%), nilai p value 0,000 (p value < α 0,05 bermakna). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna kualitas vaksin dan status imun penjamu dengan keberhasilan pemberian imunisasi di Puskesmas Pembina Palembang Tahun 2016
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM (HEG) DI PUSKESMAS SOSIAL PALEMBANG TAHUN 2017 Aquari, Bina
Masker Medika Vol 5 No 1 (2017): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hyperemesis gravidarum adalah mual dan muntah yang berlebihan sehingga mengganggu pekerjaan sehari-hari dan bahkan dapat membahayakan hidup ibu hamil. Tujuan penelitian ini diketahuinya baik secara simultan maupun parsial hubungan antara paritas, umur dan pendidikan ibu dengan kejadian hiperémesis gravidarum (HEG) di Puskesmas Sosial Tahun 2017. Rumusan masalah adanya hubungan antara paritas, umur dan pendidikan ibu hamil dengan hyperemesis gravidarum (HEG) di Puskesmas Sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan analitik cross sectional, dimana variabel independen (Paritas, Umur dan Pendidikan) dan variabel dependen (Hyperemesis gravidarum). Data sekunder diperoleh dari rekam medik dan menggunakan check List. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil multigravida yang datang untuk memeriksakan kehamilannya ke Puskesmas Sosial pada bulan januari - maret Tahun 2017. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa proporsi ibu dengan tidak hyperemesis gravidarum yaitu 41 orang (54,7%), proporsi ibu dengan paritas tinggi sebanyak 20 orang (26,7%), dan proporsi umur ibu beresiko sebanyak 25 orang (33,3%), dan pendidikan tinggi sebanyak 25 orang (33,3%). Hasil analisa dengan uji statistik chi-square didapatkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara paritas ibu hamil dengan kejadian hyperemesis gravidarum dengan p value = 0,20, tidak ada hubungan yang bermakna antara umur dengan hyperemesis gravidarum dengan p value = 0,28 dan tidak ada hubungan antara pendidikan dengan kejadian hyperemesis gravidarum dengan p value = 0,28. Kesimpulan dari penelitian ini baik secara simultan maupun parsial adalah tidak ada hubungan yang bermakna antara paritas, umur dan pendidikan dengan kejadian hyperemesis gravidarum di Puskesmas Sosial. Disarankan kepada pimpinan dan staff Puskesmas untuk dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya pelayanan kesehatan ibu dan anak sehingga dapat mengurangi angka kejadian Hyperemesis Gravidarum di Puskesmas Sosial
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian Asi Eksklusif di Klinik/Balai Pengobatan Anisa Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin Tahun 2017 Bina Aquari
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.v5i3.6315

Abstract

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) adalah pemenuhan hak bagi ibu dan anak. ASI sebagai makanan bayi terbaik ciptaan Tuhan tidak dapat tergantikan dengan makanan dan minuman yang lain. Setiap minggu pertama bulan agustus dijadikan sebagai “ Pekan ASI Sedunia” yang dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran semua pihak tentang pentingnys ASI bagi tumbuh kembang anak. Tema peringatan Pekan ASI Sedunia (PAS) Tahun 2017  adalah “Suistaining Breastfeeding Together !”. Dalam kontek indonesia tema tersebut di adaptasi menjadi “Bekerja Bersama Untuk Keberlangsungan Pemberian ASI”. PAS 2017 merupakan pengamatan bahwa menyusui merupakan kunci keberhasilan SDGs Tahun 2030. Dikabupaten Banyuasin sendiri pada Tahun 2015, seluruh bayi ( 0 s/d 6 bulan) yang ada ( 8.158 bayi),  yang berhasil didata mendapat Asi Eksklusif  baru sebanyak 3.688 bayi atau 45,2 %. Klinik / BP Anisa merupakan Klinik Pratama yang mempunyai fasilitas yang cukup memadai untuk standar klinik, juga sebagai klinik melayani persalinan, nifas dan menyusui serta pelayanan imunisasi pada bayi dan balita. Penelitian ini menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah semua ibu-ibu yang mempunyai bayi yang berada di wilayah kerja Klinik/BPAnisa sebanyak 52 ibu, dengan pengambilan sampel menggunakan tehnik accidental sampling dengan 52 sampel. Variabel ini menggunakan uji statistik chi square dengan tingkat kemaknaan = 0,05. Hasil penelitian ini menunjukan dari 52 responden didapatkan 31 responden  (59,6%) berpendidikan tinggi dan bayi mendapatkan ASI ekslusif, 21 responden (40,4%) berpengetahuan baik,  19 responden (36,5%) ibu bekerja, dan bayi mendapatkan ASI Ekslusif. Uji statistik menunjukan bahwa pengetahuan ibu mempunyai hubungan yang bermakna dengan pemberian ASI Ekslusif pada bayi ( p value = 0.032) serta pendidikan ibu mempunyai hubungan yang bermakna dengan pemberian ASI Ekslusif pada bayi ( p value = 0.032). Demikian juga pada pekerjaan  ibu yang mempunyai hubungan yang bermakna dengan pemberian ASI Ekslusif pada bayi (p value =0,011). Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan, pendidikan dan pekerjaan ibu dengan pemberian ASI Ekslusif pada bayi di Klinik/BPAnisa Tahun 2017.  Untuk Klinik/ Anisa Hendaknya dapat meningkatkan dan mendukung gerakan Asi Ekslusif dan IMD (Inisiasi Menyusui Dini) serta Bounding Attechmen pada ibu setelah melahirkan.
HUBUNGAN KUALITAS VAKSIN DAN STATUS IMUN PENJAMU DENGAN KEBERHASILAN PEMBERIAN IMUNISASI DI PUSKESMAS PEMBINA PALEMBANG TAHUN 2016 Bina Aquari
Masker Medika Vol 4 No 2 (2016): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Imunisasi sebagai salah satu cara preventif untuk mencegah penyakit melalui pemberian kekebalan tubuh yang harus di berikan secara terus menerus. Pada dasarnya imunisasi lengkap bagi bayi itu sangat penting bagi kesehatannya, apalagi dengan melihat kualitas vaksin yang cara pemberiannya juga dosisnya sangat tepat juga bisa mempengaruhi keberhasilan pemberian imunisasi pada bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kualitas vaksin dan status imun penjamu dengan keberhasilan pemberian imunisasi di Puskesmas Pembina Palembang Tahun 2016. Metode Penelitian ini adalah Kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Variabel penelitian ini adalah variabel dependen (keberhasilan pemberian imunisasi) dan variabel Independen (kualitas vaksin dan status imun penjamu). Sampel penelitian ini mengunakan metode survey analitik. Informasi di dapatkan dengan melihat data di Rekam medik sebanyak 377 responden. Populasi penelitian ini adalah semua ibu – ibu yang membawa anak nya imunisasi di Puskesmas Pembina Palembang Tahun 2015. Hasil analisis univariat hubungan kualitas vaksin dengan keberhasilan pemberian imunisasi di dapatkan data sebanyak 190 responden (68,8%), kualitas vaksin yang tidak sesuai standar dengan keberhasilan pemberian imunisasi 86 responden (31,2%), nilai p value = 0,008 (p value < α 0,05 bermakna). Sedangkan hubungan status imun penjamu dengan keberhasilan pemberian imunisasi di dapatkan data sebanyak 207 (70,9%), status imun penjamu tidak baik dengan keberhasilan pemberian imunisasi sebanyak 85 responden (29,1%), nilai p value 0,000 (p value < α 0,05 bermakna). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna kualitas vaksin dan status imun penjamu dengan keberhasilan pemberian imunisasi di Puskesmas Pembina Palembang Tahun 2016
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM (HEG) DI PUSKESMAS SOSIAL PALEMBANG TAHUN 2017 Bina Aquari
Masker Medika Vol 5 No 1 (2017): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hyperemesis gravidarum adalah mual dan muntah yang berlebihan sehingga mengganggu pekerjaan sehari-hari dan bahkan dapat membahayakan hidup ibu hamil. Tujuan penelitian ini diketahuinya baik secara simultan maupun parsial hubungan antara paritas, umur dan pendidikan ibu dengan kejadian hiperémesis gravidarum (HEG) di Puskesmas Sosial Tahun 2017. Rumusan masalah adanya hubungan antara paritas, umur dan pendidikan ibu hamil dengan hyperemesis gravidarum (HEG) di Puskesmas Sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan analitik cross sectional, dimana variabel independen (Paritas, Umur dan Pendidikan) dan variabel dependen (Hyperemesis gravidarum). Data sekunder diperoleh dari rekam medik dan menggunakan check List. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil multigravida yang datang untuk memeriksakan kehamilannya ke Puskesmas Sosial pada bulan januari - maret Tahun 2017. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa proporsi ibu dengan tidak hyperemesis gravidarum yaitu 41 orang (54,7%), proporsi ibu dengan paritas tinggi sebanyak 20 orang (26,7%), dan proporsi umur ibu beresiko sebanyak 25 orang (33,3%), dan pendidikan tinggi sebanyak 25 orang (33,3%). Hasil analisa dengan uji statistik chi-square didapatkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara paritas ibu hamil dengan kejadian hyperemesis gravidarum dengan p value = 0,20, tidak ada hubungan yang bermakna antara umur dengan hyperemesis gravidarum dengan p value = 0,28 dan tidak ada hubungan antara pendidikan dengan kejadian hyperemesis gravidarum dengan p value = 0,28. Kesimpulan dari penelitian ini baik secara simultan maupun parsial adalah tidak ada hubungan yang bermakna antara paritas, umur dan pendidikan dengan kejadian hyperemesis gravidarum di Puskesmas Sosial. Disarankan kepada pimpinan dan staff Puskesmas untuk dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya pelayanan kesehatan ibu dan anak sehingga dapat mengurangi angka kejadian Hyperemesis Gravidarum di Puskesmas Sosial
HUBUNGAN LAMA PEMAKAIAN KB AKDR DENGAN KEJADIAN LEUKOREA DI PUSKESMAS SOSIAL PALEMBANG TAHUN 2016 Bina Aquari, Yuhemy Zurizah Bina Aquari, Yuhemy Zurizah
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 6 No 2 (2016): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi Mulia Palemb
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.176 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v6i2.89

Abstract

a B S T R A k AKDR merupakan suatu benda kecil yang terbuat dari plastik yang lentur, mempunyai lilitan tembaga atau mengandung hormon yang dimasukkan ke dalam vagina dan mempunyai benang. Pada 3 bulan setelah pemasangan.ada keluhan leukorea. Leukorea merupakan cairan yang keluar dari dalam vagina selain berupa darah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui Hubungan lama pemakaian KB AKDR dengan kejadian Leukorea di Puskesmas Sosial Palembang. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total populasi yaitu ibu yang KB AKDR dengan lama pemakaian ≤ 3 bulan dan > 3 bulan yang berjumlah 56 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas ibu lama menggunakan KB AKDR > 3 bulan adalah mengalami Leukorea fisiologis (58,1%). Hasil perhitungan dengan menggunakan Chi-Square diperoleh P value 0,009 dimana (0,010 < 0,05) yang berarti ada hubungan lama pemakaian KB AKDR dengan kejadian Leukorea. Ibu atau akseptor KB lebih baik memperhatikan efek samping sebelum memutuskan untuk memilih KB agar tidak mempunyai efek yang bisa merugikan kesehatannya. Selain itu, petugas kesehatan terutama bidan juga tetap waspada dalam memberikan pelayanan khususnya tentang KB harus memperhatikan dampak yang akan muncul bagi akseptor, bila terjadi suatu yang merugikan bagi pasien maka mencarikan solusi yang tepat. Dapat menjadi acuan yang bermanfaat bagi penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan lama pemakaian KB AKDR dengan kejadian Leukorea. ABSTRACT Labor AKDR is a small object made ​​of flexible plastic, has a coil of copper or contains hormones that is inserted into the vagina and have a yarn. In 3 months after inserted the complaint of leucorrhea incidence. Leucorrhea is a vaginal discharge other than blood. The purpose of this study was to determine the association between duration in using AKDR and leucorrhea incidence at Sosial Health Center Palembang. The study used descriptive correlation design with cross-sectional approach. The sampling technique used total population of mothers who become family planning acceptors by AKDR method with duration of use ≤ 3 months and > 3 months, as many as 56 people. Data collection used questionnaire technique. And the data analyzed by using Chi-Square test. The results of study indicated that the majority of women have long duration in using family planning of AKDR method for more than 3 months had experiencing physiological leukorea (58.1%). By Chi-Square test obtained p value 0.009 (p<0.05), which means there was a correlation of duration in using AKDR and the leucorrhea incidence. The mother or family planning acceptors better to pay attention to its side effects before deciding to choose family planning method in order to have not an effect that could harm their health. In addition, health workers, especially midwives must be vigilant in providing their services particularly in family planning method and should pay attention to the potential impacts for the acceptor. If there is a disservice to patients then find the right solution. This study can be a useful reference for further researchers in making a research to correlate the duration in using AKDR with leukorea.
HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DENGAN KEMANDIRIAN ANAK RETARDASI MENTAL DI SLB TUNAGRAHITA KARYA IBU PALEMBANG TAHUN 2017 Bina Aquari, Yuhemy Zurizah Bina Aquari, Yuhemy Zurizah
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 7 No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi Mulia Palemb
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.304 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v7i1.100

Abstract

ABSTRAK Retardasi mental adalah suatu keadaan perkembangan mental yang terhenti atau tidak lengkap, yang ditandai dengan adanya hambatan keterampilan dalam masa perkembangan, sehingga berpengaruh pada tingkat intelegensi yaitu kemampuan kognitif, bahasa, motorik dan sosial. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan peran orang tua dengan kemandirian anak retardasi mental di SLB Tunagrahita Karya Ibu Palembang Tahun 2017. Penelitian ini menggunakan studi deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua yang mempunyai anak retardasi mental Kelas 1-3 di SLB Tunagrahita Karya Ibu Palembang sebanyak 78 responden. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai anak retardasi mental sedang Kelas 1-3 di SLB Tunagrahita Karya Ibu Palembang sebanyak 26 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil penelitian dari peran orang tua menunjukkan bahwa ada hubungan peran orang tua dengan kemandirian anak retardasi mental di SLB Tunagrahita Karya Ibu Palembang. (p value 0,003 < α 0,05). Diharpkan orang tua dapat meningkatkan bimbingan dan pendidikan pada anak retardasi mental untuk membentuk kemandirian yang lebih baik dengan cara selalu membimbing dan melatih anak dalam penggunaan bahasa, bersosialisai dan cara merawat diri sendiri. ABSTRACT Mental Retardation is a condition of mental development which stops or at uncomplete state, mainly signed by skill hindrance during development, phase it so takes effect on the level of intellegence ; cognitive skill, language skill, motoric skill and social skill. The purpose of this study was to determine the association between the parents’ role and the independence of the children mental retardation at State School for Children with Special needs Karya Ibu in Palembang. This study used a descriptive correlation method with cross sectional approach. The population in this study was the parents who had a child mental retardation in1-3 Grades at State School for Children with Special needs Karya Ibu in Palembang as many as 78 respondents. The samples in this study were the mothers who had a child with medium mental retardation in 1-3 in Grades State School for Children with Special needs Karya Ibu in Palembang as many as 26 respondents. The sampling technique used was purposive sampling. The study of the role of parents showed there is a connection the role of parents with mental retardation in the child's independence SLB Karya Ibu in Palembang Affairs. (p value 0,003 < α 0,05). It is expected for the parents to improve the guidance and education to the children mental retardation to establish a better independence to guide and train the children in using language, socializing and making personal-hygiene.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN, PENDIDIKAN DAN PEKERJAAN IBU DENGAN PEMBERIAN IMUNISASI DASAR BCG PADA BAYI USIA 0-1 BULAN DI PUSKESMAS TAMAN BACAAN PALEMBANG TAHUN 2017 Bina Aquari Bina Aquari
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 7 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v7i2.111

Abstract

ABSTRAK Imunisasi merupakan cara untuk meningkatkan kekebalan (imunitas), bila terpajan antigen/kuman penyakit. Tujuan umum imunisasi adalah menurunkan angka kesakitan, kecacatan dan kematian akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Tujuan penelitian ini adalah Diketahui ada hubungan antara pengetahuan, pendidikan dan pekerjaan ibu secara simultan dengan kelengkapan imunisasi BCG pada balita 0-1 bulan di Puskesmas Taman Bacaan Tahun 2017. Desain penelitian menggunakan metode survey analitik dengan cara pendekatan Cross Sectional. Sampel penelitian ini adalah 30 responden dari seluruh populasi yang datang ke Puskesmas Taman Bacaan Palembang. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Ruang KIA Puskesmas Taman Bacaan. Hasil penelitian ini didapat melalui analisis data dengan menggunakan uji Chi Square pada variabel pengetahuan menunjukkan adanya hubungan yang bermakna dengan kelengkapan imunisasi BCG dimana p value = 0,032 < α = 0,05, pendidikan menunjukkan adanya hubungan yang bermakna dengan kelengkapan imunisasi BCG dimana p value = 0,032 < α 0,05, sedangkan pada variabel pekerjaan ibu menunjukkan ada hubungan dengan kelengkapan imunisasi BCG dimana p value = 0,029 < α = 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan, pendidikan dan pekerjaan ibu dengan kejadian kelengkapan imunisasi BCG pada bayi 0-1 bulan di Puskesmas Taman Bacaan Palembang Tahun 2017. Saran bagi petugas kesehatan agar dapat menjadi refrensi atau masukan bagi Puskesmas Taman Bacaan dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan khususnya yang berkaitan dengan imunisasi BCG ABSTRACK Immunisation is a way to boost immunity (immunity), when exposed to antigen / germs. The general aim of immunization is to reduce morbidity, disability and death from diseases that can be prevented by immunization (PD3I). Given the purpose of this study is there is a relationship between knowledge, education and maternal work simultaneously with the completion of BCG immunization in infants 0-1 months in the Health Center Taman Bacaan Year 2017. The study design using analytical survey method with cross sectional approach. The sample was 30 respondents of the population who come to the health center the Taman Bacaan. The location of this research held in the KIA PHC research Taman Bacaan is obtained through data analysis using Chi Square test on knowledge of variables showed a significant association with BCG immunization completeness where p value = 0,032 <α = 0.05, educational shows meaningful relationship with BCG immunization completeness where p value = 0,032 <α 0.05, while in the variable mother's occupation shows no relationship with BCG immunization completeness where p value = 0.029 <α = 0.05. The conclusion from this study that there is a significant relationship between knowledge, education and employment with incidence completeness mother BCG immunization in infants 0-1 months in PHC Taman Bacaan 2017. Advice for health workers in order to be a reference or input for health centers in the Taman Bacaan efforts to improve the quality of health services, especially with regard to immunization of BCG.
HUBUNGAN PENINGKATAN BERAT BADAN DAN KETIDAKTERATURAN SIKLUS HAID DENGAN PENGGUNA KB SUNTIK PADA AKSEPTOR KB DI PUSKESMAS PEMBINA PALEMBANG TAHUN 2018 Bina Aquari Bina Aquari
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 8 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.826 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v8i1.122

Abstract

ABSTRAK Kontrasepsi Hormonal sebagai salah satu alat Kontrasepsi meningkat dan tajam. Menurut World Health Organization (WHO) 2014, Pengguna alat kontrasepsi suntik yaitu 35,3%, pil yaitu 30,5%, IUD yaitu 15,2%, Implant 7,3%, dan 11,7% Kontrasepsi lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan peningkatan berat badan dan ketidakteraturan siklus haid dengan KB suntik pada akseptor KB di Puskesmas Pembina Palembang Tahun 2018.Rumusan masalah penelitian ini adalah hubungan antara umur dan pengetahuan akseptor tentang KB Suntik di Puskesmas Pembina Palembang Tahun 2018.Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan dengan kuesioner.Uji Statistic yang dipakai adalah Uji Chi-Square. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 62 orang dan seluruh Populasi dijadikan sampel. Dari hasil analisa univariat responden yang memakai KB Suntik lebih besar yaitu sebanyak 36 orang (58,1%), dan 26 orang (41,9%) yang tidak memakai KB Suntik. Responden yang berat badannya meningkat memakai kontrasepsi sebanyak 33 orang (53,2%), sedangkan responden yang berat badannya tidak meningkat sebanyak 29 orang (46,8%) dibandingkan dengan responden yang siklus haidnya tidak teratur adalah sebanyak 32 orang (51,6%). Hasil analisa statistik dengan menggunakan Uji Chi-Square dengan df = 1 ada hubungan yang bermakna peningkatan berat badan dengan KB Suntik pada akseptor KB diperoleh p value (0.006) lebih kecil dari (0,05) dan ada hubungan yang bermakna ketidakteraturan siklus haid dengan KB suntik pada akseptor KB diperoleh p value (0,011) lebih kecil dari (0,05). Saran agar petugas kesehatan meningkatkan kinerja dan sistem informasi mengenai masalah yang berhubungan dengan pemakaian KB Suntik. ABSTRACT The hormonal contraception as becoming on of the contraceptions tools which is increasing sharply. Based on world Health Organitation (WHO) the user of injected contraception is 35,3%, pill 30,5%, IUD 15%, implant 7,3%, and 11,7% for another contraception. The purpose of this research is for knowing wheter there is the increasing of weight and the irregular of monthly period with injected contraception for the acceptor at Puskesmas Pembina Palembang in 2014. The main case of this research is the relationship between the increasing of the weight and the irregular monthly period at Puskesmas Pembina Palembang in 2014. This research using analytic survey with cross sectional closing yhat was done by using questioner, the statistic test which take is Chi-Square test. The population in this reseacrh are 62 peoples, and all off them as becoming the sample from the result of respondent univariat analyze whom using the injected contraception in bigger that is exactly 36 people (58,1%) and 26 people (41,9%) whom do not using it. The respondent with their weight is increasing because of using contraception is 33 people (53,2%), while the respondent whom the weight do not increasing is 29 people (46,8%), when we compare with the respondent whom the monthly period is irregular are 32 people (51,6%). The result for statistic analyze by using the Chi-Square test with the df = 1 says that there is a significant relationship between the weight increasing with the injected contraception for the acceptor we get p value (0,006) is smaller than (0,05) and there is significant relationship between the injected contraception for the acceptor we get p value (0,011) with is smaller than (0,05). The sugestion of the health workes to increasing the performance the information sistem about the problem that is connected with the inject contraception using
HUBUNGAN UMUR DAN PENGETAHUAN MAHASISWI SEMESTER III DENGAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) DI AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG TAHUN 2018. Bina Aquari Bina Aquari
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.617 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v8i2.133

Abstract

ABSTRAK Penyakit kanker payudara merupakan masalah kesehatan dunia dilihat dari terjadinya peningkatan insiden, prevalensi dan tingkat morbiditasnya. Perlunya dilakukan upaya untuk pencegahan ksnker payudara melalui deteksi dini yang dikenal dengan metode SADARI (Pemeriksaan payudara sendiri). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan umur dan pengetahuan dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) di Akademi Kebidanan Budi Mulia Palembang Tahun 2018. Rumusan masalah penelitian ini adalah apakah ada hubungan antara umur dan pengetahuan dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) di Akbid Budi Mulia Palembang Tahun 2018. Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan dengan kuesioner. Uji Statistic yang dipakai adalah Uji Chi-Square. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 40 orang dan seluruh Populasi dijadikan sampel. Dari hasil analisa univariat responden yang melakukan pemeriksaan payudara sendiri ( SADARI) yaitu sebanyak 23 orang (57,5%), dan 17 orang (42,5%) yang tidak melakukan pemeriksaan sendiri ( SADARI). Responden yang berumur tua sebanyak 33 orang (82,2%), sedangkan responden yang berumur muda sebanyak 7 orang (17,5%). Responden yang pengetahuan baik sebanyak 16 orang (40,0%) dan pengetahuan kurang 24 (60,0%). Hasil analisa statistik dengan menggunakan Uji Chi-Square dengan df = 1 ada hubungan yang bermakna umur dengan pemeriksaan payudara diperoleh p value (0.029) lebih kecil dari (0,05) dan ada hubungan yang bermakna pengetahuan dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) diperoleh p value (0,005) lebih kecil dari (0,05). Saran untuk mahasiswi Akbid Budi Mulia Palembang hendaknya mahasiswi dapat meningkatkan kesadaran tentang kesehatan untuk dirinya sendiri karena mendeteksi kanker payudara secara dini adalah upaya untuk menjaga kesehatan untuk dirinya sendiri. . ABSTRACT Breast cancer is the disease of the health problems of the world as seen from the onset of increased incidence, prevalence and levels of morbiditasnya. The need for prevention efforts ksnker the breasts through the early detection of known methods of AWARE (breast examination alone). The purpose of this research was to determine whether there is a relationship of age and knowledge with breast self examination (REALIZE) the Academy of Midwifery Budi Mulia Palembang Year 2018. The outline of this research issue is whether there is a relationship between age and knowledge with breast self examination (REALIZE) in Akbid Budi Mulia Palembang Year 2018. This research use analytic survey with cross sectional approach is done with a questionnaire. The test Statistic used is the Chi-Square Test. The population in this study amounted to 40 people and the whole Population be used as samples. From the results of the univariate analysis respondents who do breast self examination (REALIZE) that as many as 23 people (57.5%), and 17 (42.5%) who did not do its own examination (AWARE). Respondents aged parents as many as 33 people (82.2%), while respondents aged young as much as 7 people (17.5%). A good knowledge of the respondent as much as 16 people (40.0%) and less knowledge 24 (60.0%). The results of the statistical analysis using Chi-Square Test with df = 1 there is a meaningful relationship age with breast examination obtained p value (0.029) smaller than (0.05) and there is a meaningful relationship with the knowledge examination (breast self- REALIZE) obtained p value (0.005) smaller than (0.05). Advice for student Akbid Budi Mulia Palembang Sorority should be able to raise awareness about health for herself for detecting breast cancer early is an effort to maintain health for himself.