cover
Contact Name
Yulius Tiranda
Contact Email
yuliustiranda@ikestmp.ac.id
Phone
+6281994854458
Journal Mail Official
penelitianikestmp@gmail.com
Editorial Address
Jl. A. Yani 13 Ulu, Plaju, Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Masker Medika
ISSN : 23018631     EISSN : 26548658     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Inovatif (LP2MI) IKesT Muhammadiyah Palembang ini berfokus pada kajian keperawatan (Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Anak, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Kritis, Keperawatan Komunitas dan Manajemen Keperawatan) , Kebidanan (Kehamilan, Persalinan, Nifas, Neonatus, Bayi dan Anak, Kesehatan Reproduksi), Kesehatan Lingkungan, fisioterapi dan Tekhnik Laboratorium Medik. Jurnal Masker Medika terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni dan bulan desember yang dipublikasikan dalam terbitan cetak dan elektronik.
Articles 765 Documents
PENGARUH TERAPI NON FARMAKOLOGI TERHADAP NYERI PADA IBU BERSALIN KALA I FASE LATEN DI RUMAH SAKIT PUSRI PALEMBANG TAHUN 2019 Astuty, Dewi
Masker Medika Vol 7 No 2 (2019): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan laporan World Health Organization (WHO) pada tahun 2016, sebanyak 585.000 perempuan meninggal saat hamil atau persalinan. Terapi non farmakologi yang dapat digunakan untuk menurunkan nyeri antara lain tehnik relaksasi, imajinasi, pergerakan dan perubahan posisi, umpan balik biologis, effleurage, hidroterapi, hipnoterapi, homeopati. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh terapi nonfarmakologi terhadap nyeri pada ibu bersalin kala I fase laten di Rumah Sakit Pusri Palembang tahun 2019. Metode: penelitian Quasy Experimental dengan rancangan penelitian pretestposttest design pada dua kelompok eksperimen. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu bersalin normal fase laten pada saat penelitian. Untuk penelitian eksperimen yang sederhana. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 responden. Hasil: pada kelompok intervensi sebelum diberikan terapi non farmakologi dengan mean 7,00 dan standar deviasi 0,756, pada kelompok kontrol yang tidak diberikan sosialisasi terapi non farmakologi dengan mean 7,27 dan standar deviasi 0,704. Nilai rerata nyeri pada kelompok intervensi sesudah diberikan terapi non farmakologis menurun dengan mean 5,67 dengan standar deviasi meningkat 0,900 sedangkan pada kelompok kontrol rerata nyeri setelah diberikan sosialisasi meningkat dengan mean 6,80 dengan standar deviasi menurun 0,561. Hasil bivariat diketahui ada pengaruh pemberian terapi non farmakologis terhadap nyeri pada ibu bersalin kala I fase laten di Rumah Sakit Pusri Palembang tahun 2019 tetapi apabila nilai p value > α (0,05). Kesimpulan: ada pengaruh pemberian terapi non farmakologis terhadap nyeri pada ibu bersalin kala I fase laten di Rumah Sakit Pusri Palembang tahun 2019. Saran: Diharapkan pada pihak rumah sakit agar penelitian ini bisa menjadi bahan kebijakan atau pertimbangan untuk dapat mengurangi nyeri pada ibu bersalin dengan tindakan non farmakologi dengan melakukan relaksasi nafas dalam, effleurage massage dan counter pressure sehingga nyeri pada ibu bersalin akan berkurang. Background: based on the World Health Organization (WHO) reports, there were 585,000 women who died during pregnancy or childbirth in 2016. Non-pharmacological therapies that can be used to reduce pain include relaxation, imagination, ,ovement and position changes, biological feedback, effleurage, hydrotherapy, hypnotherapy, and homeopathy. Objectives: to find out the influence of non-pharmacological therapy on pain in childbirth mother of first latent phase in Pusri Hospital of Palembang in 2019. Method: Quasy Experimental study with pretest-postest design in two experimental groups. The population in this study was all normal delivery mothers of latent phase at the time of the study. The number of samples in this study was 30 respondents. Result: in the intervention group before being given non-pharmacological therapy with a mean of 7.00 and a standard deviation of 0.756, in the control group not given the socialization of non-pharmacological therapy with a mean of 7.27 and a standard deviation of 0.704. The mean pain value in the intervention group after non-pharmacological therapy was decreased by a mean of 5.67 with a standard deviation increased by 0.900 while in the control group the mean pain after being given socialization was increased by a mean of 6.80 with a standard deviation decreasing by 0.561. The results of bivariate analysis showed that there was an influence of providing non-pharmacological therapy on pain in the first stage of maternal latency in Pusri hospital of Palembang in 2019 but if the p value > α (0.05). Conclusion: There was an influence of non-pharmacological therapy on pain childbirth mother of first latent phase in Pusri hospital of Palembang in 2019. Suggestion: It is expected that the hospital will use the results of this study as a policy or consideration to reduce maternal pain with nonpharmacological therapy by deep breath relaxation, effleurage massage and counter pressure so that maternal pain will be reduced.
PENGARUH PERSEPSI PERAWAT PELAKSANA TENTANG FUNGSI MANAJERIAL KEPALA RUANGAN TERHADAP PELAKSANAAN MANAJEMEN ASUHAN KEPERAWATAN Alidon, Alidon
Masker Medika Vol 7 No 2 (2019): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen asuhan keperawatan merupakan suatu proses keperawatan yang menggunakan konsep-konsep manajemen seperti: perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengedalian dan evaluasi. Standar praktik keperawatan penting bagi profesi keperawatan, karena mencerminkan kualitas pelayanan keperawatan. Standar praktik keperawatan adalah pernyataan deskriptif dari kualitas yang diinginkan, terhadap evaluasi pelayanan keperawatan yang diberikan kepada pasien/klien dapat dilaksanakan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi perawat pelaksana tentang fungsi manajerial kepala ruangan terhadap pelaksanaan manajemen asuhan keperawatan diRuang Rawat Inap RS Siloam Sriwijaya Palembang 2019. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan desain penelitian ini merupakan studi cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perawat pelaksana yang bertugas di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang tahun 2019 sebanyak 46 orang perawat pelaksana. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling dengan jumlah sampel penelitian ini sebanyak 46 orang. Hasil penelitian univariat diketahui responden dengan pelaksanaan manajemen asuhan keperawatan baik sebanyak 37 responden (80,4%) dan responden persepsi perawat baik tentang fungsi manajerial kepala ruangan sebanyak 32 responden (69,6%). Hasil analisis bivariat diperoleh hasil (p value = 0,015 < α 0,05) yang berarti ada pengaruh persepsi perawat pelaksana tentang fungsi manajerial kepala ruangan terhadap pelaksanaan asuhan keperawatan. Bagi pihak rumah sakit perlu mengadakan pelatihan tentang standar dokumentasi yang telah dipergunakan kepada perawat baik standar dokumentasi yang lama maupun yang baru, pendidikan S1 maupun DIII agar pengisian formulir dokumentasi asuhan keperawatan yang ada dapat ditingkatkan sehingga asuhan keperawatan dimasa yang akan datang akan lebih baik lagi. Nursing care management is a nursing process that uses managemen concept such as: planning, organizing, directing, controlling, and evaluating. Standards of nursing practice are important for the nursing profession because they reflect the quality of nursing services. Standards of nursing practice are descriptive statements of the desired quality of the evaluation of nursing service provided to patients / clients that can be carried out. This study aimed to find out the influence of the perception of executive nurse about managerial functions of the head room on the implementation of nursing care management in patient room of siloam sriwijaya hospital of Palembang in 2019. This was a quantitative study with cross sectional design. The population in this study was all executive nurse (46 people) on duty in patient room of siloam sriwijaya hospitals of Palembang in 2019. The number of samples was 46 taken using total sampling technique. The results of the univariate analysis showed that 37 respondents (80,4%) had good implementation of nursing care management, and 32 respondents (69,6%) had good perception about managerial function of the head room. The resultof the bivariate analysis showed that there was an influence of the perception of executive nurse about managerial function of the head room on the implementation of nursing care management with p value of 0,015 < α 0,05. The hospitals needs to conduct training on documentation standards that have been used by nurses both old and new documentation standards, S1 and DIII education so that filling the existing nursing care documentation forms can be improved so that future nursing care will be better.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG ASI DI RUMAH SAKIT PUSRI PALEMBANG TAHUN 2019 Ayani, Nurul
Masker Medika Vol 7 No 2 (2019): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: setiap tahun terjadi kematian sebanyak 4.000.000 bayi di seluruh dunia, UNICEF (2014) memperkirakan bahwa pemberian ASI eksklusif sampai usia 6 bulan dapat mencegah kematian 1,3 juta anak berusia di bawah 5 tahun. 16% kematian bayi dapat dicegah melalui pemberian ASI pada bayi sejak hari pertama kelahirannya. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan ibu hamil dalam pemberian ASI Eksklusif di Rumah Sakit Pusri Palembang tahun 2019. Metode: penelitian ini menggunakan Pre Experimental Design dengan rancangan penelitian pre test-post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil yang datang ke Rumah Sakit Pusri Palembang. Sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang. Hasil: penelitian univariat diketahui nilai rata-rata sebelum (pre- test) intervensi diberikan pendidikan kesehatan sebesar 57,33 dengan standar deviasi 15,569. Sedangkan nilai rata-rata sesudah (post-test) intervensi meningkat rata-rata menjadi 94,33 dengan standar deviasi 13,478. Nilai rata-rata sebelum (pre- test) kontrol sebesar 64,67 dengan standar deviasi 19,952. Sedangkan nilai rata-rata sesudah (post-test) kontrol tidak diberikan pendidikan kesehatan rata-rata menjadi 66,00 dengan standar deviasi 21,230. Penelitian bivariat didapatkan nilai p value 0,015 yang berarti ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan ibu hamil tentang ASI di Rumah Sakit Pusri Palembang tahun 2019. Kesimpulan: ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan ibu hamil dalam pemberian ASI di Rumah sakit Pusri Palembang tahun 2019. Saran: Diharapkan pada pihak rumah sakit agar penelitian ini bisa menjadi bahan kebijakan atau pertimbangan untuk dapat membuat jadwal rutin setiap bulannya tentang pendidikan kesehatan kepada kelompok ibu hamil dan menyusui. Background : There are 4,000,000 infant deaths throughout the word each year. UNICEF (2014) estimated that exclusive breastfeeding until the age of 6 months could prevent the death of 1.3 milion children under the age of 5 years. 16% of infant deaths can be prevented through breastfeeding infants from the first day of birth. Objective : to find but the influence of health education on knowledge of pregnant mothers about ASI in Pusri hospital of Palembang in 2019. Method : This study used a pre experimental design with one-group pre and posttest design. The population in this study was all pregnant mothers visiting the hospital. The mimber of samples was 30 people taken using purposive sampling method. Results : The results of univariate analysis showed that the average value before (pretest) intervention, given health education, was 57.33 with standard deviation of 15.562. While the average value after (posttest) intervention was 94.33 with standart deviations 0f 13.478. The average value before (pretest) control was 64.47 with standard deviations of 19.952. While the average value after (posttest) control not given health education, was 66.00 with standard deviation of 21.230. The results of bivariate analysis showed that p value obtained was 0.015 meaning that there was an influence of health education on knowledge of pregnant mothers about ASI in the hospital in 2019. Conclusions : There was an influence of health education on knowledge of pregnant mothers about ASI in the hospital in 2019. Suggestions : it is hoped that the hospital will use the results of this study as a policy of consoderation materials to be able to make a routine schedule every month about health education for pregnant and breastfeeding mothers.
PENGARUH TERAPI MUSIK KLASIK TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA TERATAI PALEMBANG TAHUN 2019 S, Syahrial
Masker Medika Vol 7 No 2 (2019): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut World Health Organization, sekitar 1 milyar penduduk di seluruh dunia menderita hipertensi dimana dua pertiganya terdapat di negara-negara berkembang. Tekanan darah tinggi (hipertensi) merupakan salah satu masalah kesehatan utama setiap negeri karena bisa menimbulkan penyakit jantung dan stroke otak yang mematikan. Penatalaksanaan hipertensi umumnya dengan cara non farmakologis. Sebagai terapi pendukung non farmakologis, musik berperan penting dalam peningkatan kemampuan perlawanan terhadap penyakit. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh musik klasik terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di Panti Sosial Tresna Werdha Teratai Palembang Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Pre Experimental Design dengan rancangan penelitian One-group pre and post test design yang dilakukan pada satu kelompok tanpa kelompok kontrol. Populasi pada penelitian ini adalah pasien yang mengalami hipertensi di Panti Sosial Tresna Werdha Teratai Palembang.. Sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang. Hasil penelitian univariat diketahui sebelum diberikan terapi musik klasik tekanan darah tinggi sebanyak 19 responden (63,3%) sedangkan tekanan darah rendah sebanyak sebanyak 11 responden (36,7%), sesudah diberikan musik klasik tekanan darah tinggi sebanyak 8 responden (26,7%) sedangkan tekanan darah rendah sebanyak sebanyak 22 responden (73,3%). Hasil uji t didapatkan ada pengaruh musik klasik terhadap penurunan tekanan darah pada pasien dengan hipertensi di Panti Sosial Tresna Werdha Teratai Palembang tahun 2019 (p value = 0,000 < α = 0,05). Diharapkan kepada petugas kesehatan untuk dapat dapat melakukan terapi musik klasik sebagai salah satu intervensi dalam menurunkan tekanan darah sistolik pada lansia dengan hipertensi sebagai bentuk penerapan pelayanan keperawatan. According to the World Health Organization, around 1 billion people around the world suffer from hypertension and two-thirds of them are found in developing countries. Hypertension is one of the main problems in every country because it can cause heart disease and deadly brain strokes. Management of hypertension is generally nonpharmacological. As a non-pharmacological supportive therapy, music plays an important role in increasing the ability to fight disease. This study aimed to find out the influence of classical music therapy on drop in blood pressure of hypertension patients in Panti Sosial Tresna Werdha Teratai of Palembang in 2019. This study used a pre experimental design with one-grup pre and post test design conducted in one group without a control group. The population in this study was all patients suffered from hypertension in the social homes. The number of samples was 30 people taken using purposive sampling method. The result of univariate analysis showed that 19 respondents (63.3%) had high blood pressure and 11 respondents (36.7%) had low blood pressure before given classical music therapy, but 8 respondents (26.7%) had high blood pressure and 22 respondents (73.6%) had low blood pressure after given classical music therapy. The result of t test showed that there was an influence of classical music therapy on drop in blood pressure of hypertension patients in the social homes in 2019 with p value of 0.000 < α = 0.05. It is expected that health workers can be able to perform classical music therapy as an intervention in reducing systolic blood pressure in the elderly with hypertension as an application of nursing services.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN DALAM PEMERIKSAAN KEHAMILAN TRIMESTER III DI RUMAH SAKIT PUSRI PALEMBANG TAHUN 2019 Maria, Lisda; Utami, Pudji Kalbu
Masker Medika Vol 7 No 2 (2019): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2017, kematian ibu hamil masih merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sangat penting. Persentase antenatal care (ANC) minimal 4 kali merupakan indikator ANC tanpa memperhatikan periode trimester saat melakukan pemeriksaan kehamilan. Tujuan: untuk mengetahui analisis faktor yang mempengaruhi kepatuhan dalam pemeriksaan kehamilan trimester III di Rumah Sakit Pusri Palembang tahun 2019. Metode penelitian: menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang memeriksan kehamilannya ke Rumah Sakit Pusri Palembang. Sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 32 orang. Hasil penelitian: univariat diketahui mayoritas responden melakukan pemeriksaan kehamilan trimester lengkap sebanyak 59,4%, mendapat dukungan suami baik 62,5%, mayoritas paritas multipara 59,4% dan berpendidikan menengan sebanyak 68,8%. Hasil uji statistic didapatkan hasil bahwa ada hubungan antara dukungan suami (p value =0,004), paritas (p value =0,042) dan pendidikan (p value =0,024) dengan kepatuhan pemeriksaan kehamilan trimester III di Rumah Sakit Pusri Palembang tahun 2019. Kesimpulan: Variabel yang paling berpengaruh adalah dukungan suami. Ada pengaruh dukungan suami, paritas dan pendidikan terhadap kepatuhan pemeriksaan kehamilan trimester III di Rumah Sakit Pusri Palembang tahun 2019. Saran: Diharapkan bagi pihak rumah sakit agar dapat mememberikan informasi tentang ANC sedini mungkin dengan memberikan konseling yang dilakukan pada saat pemeriksaan kehamilan atau dengan memperbanyak posterposter dan juga leaflet. Background: According to the World Health Organization (WHO), the death of pregnant women was still one of the most important reproductive health problems in 2017. The percentage of ANC at least 4 times is in indicator of ANC regardless of the trimester period when carrying out a pregnancy examination. Objectives: to find out the analysis of factors that influence compliance of third trimester pregnancy examination in Pusri hospital of Palembang in 2019. Method of Study: this study used analytical method with cross sectional approach. The population in this study was all pregnant mothers visiting the hospital. The number of samples was 32 people taken using purposive sampling method. Methods of Analysis: univariate and bivariate analysis. Result of This Study: The result of univariate analysis showed that 59.4% respondents had complete trimester pregnancy examination, 62.5% had husband’s support, 59.4% had multipara parity, and 68.8% had middle education. The result of statistical test showed that there was a relationship among husband’s support, parity, and education on the compliance of the third trimester pregnancy examination with p value of 0.004, 0.042, and 0.024 respectively. Conclutions: The most influential variable was husband’s support. There was an influence of husband’s support, parity, and education on the compliance of the third trimester pregnancy examination in the hospital in 2019. Suggestion: It is expected that the hospital can provide information about ANC as early as possible by providing counseling during pregnancy examination or by multiplying posters and leaflets.
STUDI FENOMENOLOGI: PENGALAMAN PENYEBAB KENAKALAN REMAJA PENGGUNA NARKOBA DI RUMAH SAKIT ERNALDI BAHAR Yellisni, Inne
Masker Medika Vol 7 No 2 (2019): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja merupakan masa transisi dari masa anak-anak menjadi dewasa. Pada masa ini seseorang cenderung mencari jati diri, memiliki rasa ingin tahu yang besar dan melakukan suatu hal tanpa pertimbangan yang matang serta muncul perilaku ingin mencoba hal-hal baru. Menurut Yusuf (2011, 184), fase remaja merupakan segmen perkembangan individu yang sangat penting, yang diawali dengan matangnya organ-organ fisik (seksual) sehingga mampu bereproduksi. Apabila hal ini tidak ditanamkan pada sesuatu yang baik dan keputusan yang diambil dalam menghadapi konflik tidak benar, maka akan jatuh kedalam perilaku berisiko yang dapat berdampak jangka pendek maupun jangka panjang terutama terhadap kesehatan, salah satunya perilaku berisiko NAPZA diantaranya merokok, penyalahgunaan minuman beralkohol dan obat-obatan terlarang. Tujuan. penelitian ini untuk mengetahui pengalaman remaja pengguna napza diruang Rumah Sakit Jiwa Ernaldi Bahar Palembang. Metode. Penelitian ini menggunakan data kualitatif Semua Remaja pengguna narkoba yang sedang direhabilitasi. Adapun sampel yang diambil dari penelitian ini yaitu 4 partisipan. Hasil dari penelitian ini yaitu 1) Faktor Remaja Tertarik Konsumsi Narkoba, 2) Respon Tubuh Saat Mengkonsumsi Serta Saat Tidak Mengkonsumsi Narkoba, 3) Jenis Waktu Serta Tempat Pengunaan Narkoba. Penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat dan keluarga khususnya agar keluarga dapat lebih intens memberikan perhatian dan pengetahuan tentang narkoba pada partisipan. Adolescence is a time of transition from childhood to adulthood. At this time a person tends to look for identity, have a great curiosity and do things without careful consideration and the behavior appears to want to try new things. According to Yusuf (2011, 184), the adolescent phase is a very important segment of individual development, which begins with the maturation of physical (sexual) organs so that they are able to reproduce. If this is not instilled in something good and decisions taken in the face of conflict are not true, it will fall into risky behaviors that can have short-term and long-term impacts especially on health, one of which is risky drug behavior including smoking, abuse of alcoholic beverages and drugs forbidden drugs. Aim. The aim for this study is to find out the experience of adolescent drug users in the Ernaldi Bahar Mental Hospital in Palembang. Method. This study uses qualitative data from all adolescent drug users who are being rehabilitated. The samples taken from this study were 4 participants. The results of this study are 1) Factors of Teenagers Interested in Drug Consumption, 2) Body Response When Consuming and When Not Consuming Narcotics, 3) Types of Time and Place of Drug Use. This research can contribute to society and families especially so that families can more intensely give attention and knowledge about drugs to participants.
PERAN KELUARGA MERAWAT LANJUT USIA PASCA STROKE Ulandari, Resti; Soebyakto, Bambang B
Masker Medika Vol 7 No 2 (2019): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut data World Health Organization (WHO) terdapat 15.000.000 orang yang di dunia mengalami stroke setiap tahunnya. Pada fase pemulihan atau rehabilitasi, keluarga harus terlibat secara aktif dan menyeluruh karena kekuatan dan motivasi dari diri sendiri bahkan dari orang terdekat sangat dibutuhkan oleh pasien. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui peran keluarga merawat lanjut usia pasca stroke. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini difokuskan pada peran keluarga merawat lansia pasca stroke. Penelitian ini mempergunakan 4 orang sampel.Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Puskesmas Merdeka Palembang dapat disimpulkan bahwa : Peran keluarga sangat penting dalam membantu pasien stroke dalam melakukan aktivitas maupun dalam masa pemulihan seperti membantu dalam mengaktifkan anggota tubuh yang lemah, membantu dalam hal kebersihan diri termasuk BAK dan BAB serta membantu pasien dalam memenuhi pola makan serta melakukan kontrol ulang untuk melakukan terapi penyembuhan penyakitnya. Hasil penelitian ini terlihat bahwa ketiga keluarga informan telah melakukan perannya dalam membantu pasien stroke dalam melakukan aktivitasnya pada masa pemulihan. Saran diharapkan tenaga kesehatan khususnya perawat dapat meningkatkan konseling kepada anggota keluarga penderita stroke dalam membantu pasien stroke pada masa pemulihan seperti membantu segala aktivitas pasien serta membantu dalam hal kebersihan diri termasuk BAK dan BAB. According to data from the World Health Organization (WHO) there are 15.000.00 people in the world experience a stroke every year. In the recovery or rehabilitation phase, th e family must be actively and thoroughty involved because the strength and motivation of oneself and those closest to them are needed by the patient. This study aimed to find out the role of the family in caring for the elderly after stroke. This study used qualitative method with case study approach. This study focused on the role of the family in caring for the elderly after stroke. The number of samples was 4 people. 3 people as participants and 1 as a key informant. Based on the results of research conducted at the Merdeka Publik Health Center in Palembang it can be concluded that : the role of the family is very important in helping stroke patients perform activities and recovery processes such as helping in activating weak limbs, helping in personal hygiene such as urinating and defecating and helping patients in performing healthy eating patterns and re-controlling to do therapy to cure the disease. The results of this study indicate that the three families of informants have performed their role in assisting stroke patients in carrying out their activities during the recovery period of stroke experienced. It is expected that health workers, especially nurses, can improve counseling to family members of stroke sufferes in helping patients during the recovery period such as helping all patient activities and helping with personal hygiene such as urinating and defecating.
PENGARUH TERAPI DZIKIR ASMAUL-HUSNA TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA PASIEN INTENSIF DI RUMAH SAKIT ISLAM SITI KHADIJAH PALEMBANG Imardiani, Imardiani; Sari, Ayu Nopita; Ningrum, Windy Astuti Cahya
Masker Medika Vol 7 No 2 (2019): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Kebutuhan tidur sangat erat kaitannya dengan kualitas tidur. Kualitas tidur adalah keadaan di mana tidur yang dijalani seorang individu menghasilkan kesegaran dan kebugaran di saat terbangun. Terkadang pasien di Intensif dapat mengalami gangguan tidur akibat faktor penyakit maupun lingkungan. Kualitas tidur yang buruk dapat mengakibatkan gangguan keseimbangan fisiologi dan psikologi. Dampak fisiologi meliputi penurunan aktivitas sehari-hari, rasa lelah, lemah, daya tahan tubuh menurun, hipertensi dan ketidakstabilan tanda-tanda vital. Dampak psikologi meliputi depresi, cemas dan tidak konsentrasi. Oleh karena itu dibutuhkan suatu penatalaksanaan terhadap gangguan tidur salah satunya terapi non farmakologis yaitu terapi Dzikir Asmaul-Husna. Tujuan : Mengetahui pengaruh terapi Dzikir Asmaul-Husna terhadap kualitas tidur pasien Intensif RS Islam Siti Khadijah Palembang. Metode Penelitian : Penelitian ini dilakukan pada tanggal 04 April-04 Mei 2017 dan menggunakan dengan rancangan penelitian one group pretest-posttest design. Uji statistik menggunakan uji non parametrik yaitu uji wilcoxon. Sampel diambil dengan menggunakan teknik consecutive sampling dengan jumlah responden sebanyak 15 orang. Setiap responden diberikan perlakuan mendengarkan terapi dzikir asmaul-husna dengan satu kali terapi per hari selama 15 menit. Hasil : Hasil analisis statistik menujukan pvalue sebesar 0,000 (pvalue <0,05). Kesimpulan : Terapi Dzikir Asmaul-Husna memiliki pengaruh dalam meningkatkan kualitas tidur pasien Intensif. Background: Sleep needs are closely related to sleep quality. Sleep quality is a state in which an individual's sleep produces freshness and fitness when awakened. Sometimes patients in Intensive may experience sleep disturbances due to disease or environmental factors. Poor sleep quality can lead to impaired physiological and psychological balance. Physiological effects include decreased daily activity, fatigue, weakness, decreased immunity, hypertension and vital signs instability. Psychological impacts include depression, anxiety and not concentration. Therefore it is needed a management of sleep disorder one of the non-pharmacological therapy that is therapy Dzikir Asmaul-Husna. Objective: To know the influence of Asmaul-Husna Dzikir Therapy on sleep quality of Intensive patient of Siti Khadijah Palembang Islamic Hospital. Research Methods: This research was conducted on April 4th to May 4th, 2017 and used with one group pretest-posttest design. Statistical test using non parametric test is wilcoxon test. The sample was taken by using consecutive sampling technique with 15 respondents. Each respondent was given the treatment of listening to the therapy of dhikr asmaul-husna with one therapy per day for 15 minutes. Result: The result of statistical analysis showed p value of 0.000 (p value <0,05). Conclusion: Asmaul-Husna Dzikir Therapy had an influence in improving sleep quality of Intensive patients.
PEMANFAATAN SAMPAH ROKOK SEBAGAI PESTISIDA ALAMI DALAM MEMBERANTAS HAMA CP, Heri Shatriadi
Masker Medika Vol 7 No 2 (2019): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pestisida alami adalah pestisida yang bahan dasarnya berasal dari tumbuhan, untuk mengurangi resistensi dan residu di lingkungan. Salah satu yang digunakan sebagai bahan pembuatan pestisida adalah sampah puntung rokok yang digunakan dari sampah puntung rokok ini yaitu daun tembakaunya yang mengandung nikotin alkaloid yang merupakan racun yang sangat cepat untuk beberapa jenis serangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan penggunaan pestisida alami terhadap jumlah kematian belalang. Bahan yang digunakan adalah tembakau dari sampah puntung rokok yang direndam dengan aquades selama 24 jam dengan penyemprotan menggunakan dosis 50g-59g dengan hewan uji masing-masing 15 ekor belalang. Jenis penelitian ini bersifat eksperimen dan pengolahan data menggunakan Korelasi, hasil penelitian ini menunjukkan jumlah belalang yang mati dari setiap dosis hampir sama yaitu dosis 50-55gr jumlah kematian belalang 1 ekor (6,7%), dan dosis 56gr jumlah kematian belalang 2 ekor (13,3%) dari 15 ekor belalang, serta dosis 50-59gr jumlah kematian belalang 3 ekor (20%) dari 15 ekor belalang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan yang signifikan kematian jumlah belalang yang mati dengan perlakuan 10 dosis 50g-59g yaitu (p = 0,001). Natural pesticide is a pesticide that essentially derived from the plant to reduce resistance and residues in the environment. One of the used as a materials for pesticide is rubbish cigarette, the used of rubbish cigarette that is leaf of tobacco containing nicotine alkaloid is toxic that very fast for some kinds of insects. This research aims to determine wheteher there are significant effects dose natural pesticides against the number of the death of the grasshoppers. The material is tobacco from cigarette stub rubbish. It is soaked in distilled water for 24 hours spraying with using the dose of 50 grams until 59 grams with a test of each 15 grasshopper. This research is an experiment and data processing using correlation the results of the research show the number of dead grasshopper of each dose is almost the same dose of 50 until 55grams with the number of dead one grasshopper (6.7%) and the dose 56 grams number of dead two grasshoppers (13.3%) from 15 grasshoppers then the dose of 50 until 59grams number of dead three grasshoppers (20%) from 15 grasshoppers. The conclusion from the research there are a significant number of dead grasshopper with a treatment 10 doses of 50grams until 59grams.
ANALISIS DETERMINAN KEJADIAN BBLR DI RSUD DEMANG SEPULAU RAYA LAMPUNG TENGAH TAHUN 2019 pratiwi, dian utama
Masker Medika Vol 8 No 2 (2020): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v8i2.365

Abstract

ANALISIS DETERMINAN KEJADIAN BBLR DI RSUD DEMANG SEPULAU RAYA LAMPUNG TENGAH TAHUN 2019 Determinant Analysis of LBW Events in Demang Sepulau Raya Hospital in 2019 Amanah Perdana Ningrum1, Aila Karyus2, Ferizal Masra3, Endang Budiarti4 1Universitas Mitra Indonesia Bandar Lampung Amanahningrum@gmail.com ABSTRAK Latar Belakang: BBLR adalah bayi baru lahir dengan berat badan lahir kurang dari 2500 gram.Dampak BBLR adalah anak berisiko sangat besar mengalami berbagai masalah saat ia tumbuh besar hingga dewasa. Risiko paling besar adalah stunting atau perawakan pendek. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dalam penelitian ini adalah penelitian analitik dengan desain cross sectional, menggunakan data sekunder dari Instalasi rekam Medik rsud Demang Sepulau Raya Tahun 2019. Hasil Penelitian: Angka kejadian BBLR sebesar 18,2 %. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara usia ibu (p=0,488), tingkat pendidikan (p=0,865), riwayat penyakit (p=0,127), riwayat prematur (p=0,378), hidramnion (p=0,086). Namun memiliki hubungan yang signifikan yaitu kehamilan ganda (p=0,003, OR=12,440), dan anemia (p=0,015, OR=2,296) terhadap BBLR. Kehamilan ganda merupakan faktor yang paling dominan menyebabkan BBLR setelah dikontrol variabel lain. Diskusi: Perlu dikembangkan model deteksi dini BBLR di tingkat komunitas dengan merujuk pada faktor risiko yang ditemukan pada setiap unit pelayanan di Kabupaten Lampung Tengah Kata Kunci: BBLR, determinan, angka kejadian ABSTRACT LBW is a newborn with a birth weight of less than 2500 grams. The impact of LBW is that children are at great risk of experiencing various problems as they grow up to adulthood. The biggest risk is stunting or short stature. Method: This type of quantitative research in this study is an analytic study with cross sectional design, using secondary data from the Medical Record Installation of Demang Sepulau Raya Hospital in 2019. Results: The incidence of LBW was 18.2%. The results of bivariate analysis showed that there was no significant relationship between maternal age (p = 0.488), education level (p = 0.865), history of disease (p = 0.127), premature history (p = 0.378), hydramnios (p = 0.086). But it has a significant relationship that is multiple pregnancy (p = 0.003, OR = 12.440), and anemia (p = 0.015, OR = 2.296) to LBW. Multiple pregnancy is the most dominant factor causing LBW after being controlled by other variables. Discussion: It is necessary to develop an early detection model of LBW at the community level by referring to the risk factors found in each service unit in Central Lampung District