cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Vocational : Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan
ISSN : 27750019     EISSN : 27746283     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Kejuruan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2022)" : 11 Documents clear
PENGGUNAAN MODUL MATRIKS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PESERTA DIDIK KELAS XI SMK MUSDALIFAH MUSDALIFAH
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v2i1.833

Abstract

This research is a class action research (Classroom Action Research) which was carried out at SMK Muhammadiyah Watansoppeng and aims to improve mathematics learning outcomes through the use of matrix modules in class XI students of SMK Muhammadiyah Watansoppeng. The subjects of this study were 15 students of class XI SMK Muhammadiyah Watansoppeng in the 2021/2022 academic year. Data collection techniques used are learning outcomes tests and observations. The data collected were analyzed using descriptive analysis using quantitative and qualitative analysis. The results of the analysis showed an increase in mathematics learning outcomes. The results of quantitative analysis show that the average score of mastery of students in the first cycle of 70.53 is in the high category with the percentage of completeness reaching 60%, this indicates that students have not achieved classical mastery. And the average score of mastery of students in cycle II of 78.27 is in the high category with the percentage of completeness reaching 87%, this shows that students have achieved classical mastery. The results of qualitative analysis based on observations showed an increase in student activity in accordance with learning, namely the increase in students attending the learning process, who actively asked questions about material that was not clear in the matrix module, who exchanged opinions with other students in solving problems in the matrix module, which actively respond to other friends' questions, who are working on practice questions in the module given by the teacher, and there is a decrease in student activity that is not in accordance with learning. Based on the results of the analysis, it appears that there is a change that the use of the module is quite effective in improving mathematics learning outcomes in class XI students of SMK Muhammadiyah Watansoppeng on matrix material. ABSTRAKPenelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Reseach) yang dilaksanakan di SMK Muhammadiyah Watansoppeng dan bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika melalui penggunaan modul matriks pada peserta didik kelas XI SMK Muhammadiyah Watansoppeng. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Muhammadiyah Watansoppeng pada tahun pelajaran 2021/2022 sebanyak 15 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes hasil belajar dan observasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dengan menggunakan analisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar matematika. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa skor rata-rata penguasaan peserta didik pada siklus I sebesar 70,53 berada dalam kategori tinggi dengan persentase ketuntasan mencapai 60%, hal ini menunjukkan bahwa peserta didik belum mencapai ketuntasan kelasikal. Dan skor rata-rata penguasaan peserta didik pada siksus II sebesar 78,27 berada dalam kategori tinggi dengan persentase ketuntasan mencapai 87%, hal ini menunjukkan bahwa peserta didik sudah mencapai ketuntasan kelasikal. Hasil analisis kualitatif berdasarkan observasi menunjukkan peningkatan aktivitas peserta didik yang sesuai dengan pembelajaran yakni meningkatnya peserta didik hadir dalam proses belajar, yang aktif bertanya tentang materi yang belum jelas pada modul matriks, yang bertukar pendapat dengan peserta didik lain dalam menyelesaikan permasalahan pada modul matriks, yang aktif memberikan tanggapan terhadap pertanyaan teman yang lain, yang mengerjakan soal latihan dalam modul yang diberikan oleh guru, dan terjadi penurunan aktivitas peserta didik yang tidak sesuai dengan pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis tersebut, nampak adanya perubahan bahwa penggunaan modul cukup efektif untuk meningkatkan hasil belajar matematika pada peserta didik kelas XI SMK Muhammadiyah Watansoppeng pada materi matriks.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA MELALUI PENERAPAN METODE SQ3R PADA SISWA KELAS X SMK MUHAMMADIYAH WATANSOPPENG RUSBAENA RUSBAENA
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v2i1.834

Abstract

This study is intended to improve students’ reading skills through the implementation of the SQ3R method (Survey, Question, Read, Recite, Review). This type of research is classroom action research which is carried out at SMK Muhammadiyah Watansoppeng. The research subjects were students of class X SMK Muhammadiyah Watansoppeng for the academic year 2021/2022 which consisted of 17 students, 9 males and 8 females. This classroom action research was carried out in a number of two cycles, in which each cycle followed the stages of planning, implementation, observation and reflection. Analyze data using quantitative analysis. The results showed that the application of the SQ3R method could improve the learning outcomes of class X students of SMK Muhammadiyah Watansoppeng. This increase can be seen from the results of the data analysis cycle 1 with an average acquisition of 79.23 and the percentage of completeness 70.59%. The lowest score is 70 and the highest score is 90 with a median of 79. While in cycle 2 the average score is 89.29, the lowest score is 80 and the highest score is 98, the median is 90 and the percentage of completeness is 100 %. ABSTRAKPenelitian ini dimaksudkan untuk meningkatkan keterampilan membaca peserta didik melalui implementasi metode SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review). Jenis penelitian ini adalah penelitin tindakan kelas (classroom action research) yang dilaksanakan di SMK Muhammadiyah Watansoppeng. Subyek penelitian adalah siswa kelas X SMK Muhammadiyah Watansoppeng Tahun pelajaran 2021/2022 yang terdiri dari 17 siswa, 9 laki-laki dan 8 perempuan. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan sejumlah dua siklus yang mana pada setiap siklusnya mengikuti tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Untuk análisis data penulis gunakan análisis kuantitatif. Hasil penelitian ditemukan bahwa penggunaan metode SQ3R dapat meningkatkan keterampilan membaca peserta didik kelas X SMK Muhammadiyah Watansoppeng. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari hasil análisis data siklus 1 dengan rata-rata perolehan 79,23 serta persentase ketuntasan 70,59%. Perolehan skor terendah yaitu 70 dan skor tertinggi yaitu 90 dengan median 79. Sedangkan pada siklus 2 rata-rata skor perolehan yaitu 89,29, skor terendah yaitu 80 dan skor tertinggi 98, median sebesar 90 serta persentase ketuntasan yaitu 100%.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH NURWEDA NURWEDA
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v2i1.835

Abstract

This research is a classroom action research (Classroom Action Research) which aims to improve the learning outcomes of history subjects through the jigsaw cooperative learning model in class X students of SMK Muhammadiyah Watansoppeng. The research was carried out in the odd semester of 2021/2022 with 17 students as research subjects consisting of 9 men and 8 women. The research procedure was carried out in 4 stages, namely planning, action, observing and reflecting. The number of cycles is 2 cycles, each cycle consists of 4 meetings. Data were collected through tests and non-tests (observation and recording) for the activities that occurred during the learning of history subjects. Data were analyzed using qualitative analysis techniques and quantitative analysis. While the data validation technique was done by saturation and triangulation. The results showed that the average score of student learning outcomes in the first cycle was 70.00 and in the second cycle there was an increase of 78.53.The percentage of students' completeness in the first cycle was 64.71% and the second cycle was 94,12 %. The results of observational research indicate that there is an increase in the quality of learning activities to cycle II both in terms of attendance, activeness in learning and active involvement in working individually and in groups with home groups and expert groups. The conclusion of the research results supports the research hypothesis that through the jigsaw type cooperative learning model can improve the learning outcomes of history subjects for class X students of SMK Muhammadiyah Watansoppeng, Soppeng Regency for the 2021/2022 academic year. ABSTRAKPenelitian ini adalah penelitian tindakan kelas ( Classroom Action Research) yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran sejarah melalui model pembelajaran kooperatif jigsaw pada siswa kelas X SMK Muhammadiyah Watansoppeng.Penelitian dilaksanakan pada semester ganjil tahun 2021/ 2022 dengan subyek penelitian 17 siswa yang terdiri dari 9 orang laki-laki dan 8 orang perempuan. Prosedur penelitian di lakukan dengan 4 tahap yaitu planning, action, observing dan reflecting. Jumlah siklus adalah 2 siklus yang tiap siklusnya terdiri atas 4 kali pertemuan. Data di kumpul melalui tes dan non tes (observasi dan perekaman) di maksud untuk aktivitas yang terjadi selama pembelajaran mata pelajaran sejarah berlangsung. Data dianalisis dengan mengunakan teknik analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Sedangkan teknik validasi data dilakukan saturasi dan triannggulasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 70,00 dan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 78,53. Persentase ketuntasan siswa pada siklus I sebesar 64,71% dan siklus II sebesar 94,12% . Hasil penelitian observasi menunjukkan bahwa ada peningkatan kualitas aktivitas pembelajaran ke siklus II baik dari segi kehadiran,keaktifan dalam pembelajaran serta keterlibatan aktif dalam bekerja individu maupun berkelompok dengan kelompok asal maupun kelompok ahli. Kesimpulan hasil penelitian mendukung hipotesis penelitian yaitu melalui model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran sejarah siswa kelas X SMK Muhammadiyah Watansoppeng Kabupaten Soppeng tahun pelajaran 2021/2022.
PENERAPAN PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PRODUK KREATIF DAN KEWIRAUSAHAAN PADA PESERTA DIDIK KELAS XI.TKJ 1. SMK NEGERI 1 PEMALANG KARNOTO KARNOTO
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v2i1.869

Abstract

This research was conducted with the aim of increasing the motivation to learn Creative Products and Entrepreneurship through the implementation of a project-based learning model, namely project based learning (PjBL) in class XI. TKJ.1 students. The PBL model is a contextual learning model using projects as a medium so that it is expected to change the way students learn independently by increasing students' learning motivation. This research is an action research (classroom action research) which consists of two cycles. This learning model is carried out in steps; a) designing basic questions, b) preparing project plans, c) carrying out project activities, d) monitoring project progress, e) making an assessment of the project, f) evaluating. The conclusion in this study shows that the PjBL learning model has been proven to increase students' motivation to learn Creative Products and Entrepreneurship by 8%, namely 77% in cycle 1 and an increase of 85% in cycle 2. Therefore, project based learning is recommended to be applied in learning. Creative And Entrepreneurial Products. ABSTRAKPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan motivasi belajar Produk Kreatif Dan Kewirausahaan melalui implementasi model pembelajaran berbasis proyek yaitu project based learning (PjBL) pada peserta didik kelas XI TKJ. 1. Model PBL adalah model pembelajaran yang bersifat kontekstual dengan menggunakan proyek sebagai media sehingga diharapkan dapat merubah cara belajar peserta didik secara mandiri dengan meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Penelitian ini merupakan action research (penelitian tindakan kelas) yang terditi dari dua siklus. Model pembelajaran ini dilakukan dengan langkah-langkah; a) merancang pertanyaan yang mendasar, b) menyusun perencanaan proyek, c) menjalankan kegiatan proyek, d) memantau perkembangan proyek, e) membuat penilaian terhadap proyek, f) mengevaluasi. Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran PBL telah terbukti dapat meningkatkan motivasi belajar Produk Kreatif dan Kewirausahaan peserta didik sebesar 8% yaitu 77% ada siklus 1 dan meningkat 85% pada siklus 2. Oleh karena itu, project based learning disarankan untuk diterapkan dalam pembelajaran Produk Kreatif Dan Kewirausahaan.
PEMBELAJARAN SMART GO-CLASFORME UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI MATRIKS DI MASA PANDEMI KELAS XI AKL 2 SMKN 1 JUWIRING HENI BUDIANTI
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v2i1.870

Abstract

Online learning is now a mandatory learning in every educational institution. teachers must continue to study strategies to improve understanding and competence related to online learning so that online learning can run relatively well and produce good student learning achievements. The right use of technology that is able to answer the various challenges and difficulties of existing learning and digital skills that are smart and wise in the use of technology. The purpose of this study is how the implementation of SMART Go-ClassForMe learning can improve student learning outcomes on matrix material during the pandemic. The subjects of the study were students of class XI Financial Accounting 2, totaling 35 students through the design stage, implementation stage and evaluation stage. The results of the study show that the SMART GO-ClassForMe learning is effectively applied during the pandemic, with an increase in the value of learning achievement results for the average pretest value of 49.6% and the posttest average value of 79.03% and increased participation in learning. online, so that learning with the SMART GO-ClassForMe method with a systematic flow can increase students' self-confidence, student enthusiasm which is marked by high student attendance and increased student learning outcomes. ABSTRAKPembelajaran daring kini menjadi pembelajaran wajib di setiap lembaga pendidikan. guru harus terus mempelajari strategi untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi terkait pembelajaran online agar pembelajaran online dapat berjalan dengan relatif baik dan menghasilkan prestasi belajar siswa yang baik. Penggunaan teknologi secara tepat sasaran yang mampu menjawab berbagai tantangan dan kesulitan pembelajaran yang ada dan kecakapan digital yang cerdas dan bijak dalam penggunaan teknologi. Tujuan dari penelitian ini adalah bagaimana implementasi pembelajaran SMART Go-ClassForMe dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi matriks di masa pandemi.Subjek penelitian adalah siswa kelas XI Akuntansi Keuangan 2 yang berjumlah 35 siswa melalui tahap perancangan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa pembelajaran SMART GO-ClassForMe efektif diterapkan di masa pandemi, dengan ada peningkatan nilai hasil prestasi belajar untuk nilai rata-rata pretest 49,6 % dan nilai rata-rata posttest menjadi 79,03% dan meningkatnya keikutsertaan kehadiran dalam pembelajaran daring, sehingga pembelajaran dengan metode SMART GO-ClassForMe dengan alur yang sistematis dapat meningkatkan rasa percaya diri siswa, antusiasme siswa yang ditandai dengan tingginya kehadiran siswa dan meningkatnya hasil belajar siswa.
PENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN TIPE TWO-STAY TWO-STRAY SISWA KELAS XI TKJ 2 SMKN 1 BANGIL SUJIYONO SUJIYONO
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v2i1.906

Abstract

In learning mathematics, the basic competence of calculating surface area and volume is often a problem, especially for students of class XI Computer Network Engineering 2 at SMK Negeri 1 Bangil. It is known that the main problem of learning mathematics, the ability to calculate surface area and volume of geometric figures is low. Based on these problems the researchers tried to present the use of the TS-TS (Two Stay Two Stray) type learning model to more easily find and apply the concept acquisition, so the researchers determined based on the formulation of the problem above, then the purpose of this research is to improve learning achievement in building space. in class XI Computer Network Engineering 2 SMK Negeri 1 Bangil Pasuruan Regency using the TS-TS (Two Stay Two Stray) type of learning model. From the problem, the researcher obtained data from observations and reflections. Based on observational data, it was found that there was an increase in student achievement in the first cycle, there were 26 students (72%) achieving a completeness score that was > 70 with a class average of 73.89 while in Cycle II, 34 students (94.4%) achieved a completeness score, namely > 70 with a class average of 82.22 . From the results of learning improvements carried out by researchers, it can be concluded that the use of the TS-TS (Two Stay Two Stray) Type Learning Model can improve student achievement in class XI Computer Network Engineering 2 SMK Negeri 1 Bangil. This shows that the TS-TS (Two Stay Two Stray) Type Learning Model used by researchers has proven to be able to improve the learning achievement of students in class XI Computer Network Engineering 2. ABSTRAKPada pembelajaran matematika pada kompetensi dasar menghitung luas permukaan dan volume bangun ruang sering menjadi masalah, khusunya pada siswa kelas XI Teknik Komputer Jaringan 2 di SMK Negeri 1 Bangil. Diketahui bahwa masalah utama dari pembelajaran matematika, kemampuan menghitung luas permukaan dan volume bangun ruang rendah. Berdasarkan permasalahan tersebut peneliti mencoba menghadirkan penggunaan model pembelajaran tipe TS-TS (Two Stay Two Stray) untuk lebih mudah menemukan dan menerapkan perolehan konsep, sehingga peneliti menentukan berdasar atas rumusan masalah di atas, maka tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk meningkatkan prestasi belajar bangun ruang pada siswa kelas XI Teknik Komputer Jaringan 2 SMK Negeri 1 Bangil Kabupaten Pasuruan dengan menggunakan model pembelajaran tipe TS-TS (Two Stay Two Stray). Dari Permasalahan itu peneliti memperoleh data hasil observasi dan refleksi. Berdasarkan data observasi diperoleh peningkatan prestasi belajar siswa pada siklus I terdapat 26 siswa (72 %) mencapai nilai ketuntasan yaitu > 70 dengan rata-rata kelas 73,89 sedangkan pada sikius II diperoleh 34 siswa (94,4 %) mencapai nilai ketuntasan yaitu > 70 dengan rata-rata kelas 82,22. Dari hasil perbaikan pembelajaran yang dilaksanakan oleh peneliti maka dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan Model Pebelajaran Tipe TS-TS (Two Stay Two Stray) dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XI Teknik Komputer Jaringan 2 SMK Negeri 1 Bangil. Hal ini menunjukkan bahwa Model Pebelajaran Tipe TS-TS (Two Stay Two Stray) yang digunakan peneliti terbukti dapat meningkatkan Prestasi Belajar siswa kelas XI Teknik Komputer Jaringan 2.
KONSELING KELOMPOK REALITA UNTUK MENINGKATAN KONSEP DIRI SISWA BROKEN HOME MAE ENDANG IRIASTUTI
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v2i1.907

Abstract

Self-concept is the core of personality which plays a very important role in determining and directing the development of personality and behavior. A person with a positive self-concept has a good understanding of his abilities and competencies, on the other hand, a negative self-concept affects negative behavior. Family functioning is one of the most important factors in the formation of self-concept. A harmonious family will form a positive self-concept, a broken home family will lead to a negative self-concept. This study aims to determine the effect of giving group counseling treatment with a reality approach in improving self-concept in broken home students at SMK Negeri 1 Kalasan for the academic year 2021-2022. The research uses a quantitative approach with the correlation method. Determination of the sample using purposive sampling technique. The research subjects were 12 students who had low self-concept from a broken home family, 6 students as the experimental group, and 6 as the control group. The research design used the Kemmis and McTaggart model with 4 stages. The results showed that the students' self-concept scores in the experimental group, from the pre-cycle score of 83.17%, the first cycle score: 89.67%, and the second cycle score: 120%. There was an increase of 15.5% in the first cycle, and 21.33% in the second cycle. Based on the results of the Wilxocon Hypothesis Test of the experimental group, the results of the first cycle of ASYMP.SIG value of 0.028 <0.05, meaning that the hypothesis is accepted, the second cycle of ASYMP.SIG value of 0.027 <0.05, meaning that the hypothesis is accepted. So it can be concluded that the application of Reality Group Counseling is proven to be able to improve the Self-Concept of Broken Home Students at SMK Negeri 1 Kalasan for the academic year 2021-2022. ABSTRAKKonsep diri merupakan inti dari kepribadian yang sangat berperan dalam menentukan dan mengarahkan perkembangan kepribadian dan perilaku. Seseorang dengan konsep diri positif, memiliki pemahaman yang baik tentang kemampuan dan kompetensinya, sebaliknya konsep diri negative mempengaruhi perilaku yang negative. Keberfungsian keluarga merupakan salah satu factor yang sangat penting dalam pembentukan konsep diri. Keluarga harmonis akan membentuk konsep diri positif, keluarga broken home akan menimbulkan konsep diri negative. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian treatment konseling kelompok dengan pendekatan realita dalam meningkatkan konsep diri pada siswa broken home di SMK Negeri 1 Kalasan tahun pelajaran 2021-2022. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi. Penentuan sampel menggunakan tehnik purposive sampling. Subjek penelitian berjumlah 12 peserta didik yang memiliki konsep diri rendah dari keluarga broken home, 6 peserta didik sebagai kelompok eksperimen, dan 6 sebagai kelompok kontrol. Desain penelitian memakai model Kemmis dan McTaggart dengan 4 tahapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, nilai konsep diri peserta didik pada kelompok eksperiman, dari skor pra siklus 83,17%, skor siklus I: 89,67%, dan skor siklus II: 120%. Terdapat peningkatan 15,5% pada siklus I, dan 21,33% pada siklus II. Berdasarkan hasil Uji Hipotesis Wilxocon kelompok eksperimen, hasil siklus I nilai ASYMP.SIG 0,028 < 0,05, berarti hipotesis diterima, siklus II nilai ASYMP.SIG 0,027 < 0,05, berarti hipotesis diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa Penerapan Konseling Kelompok Realita terbukti dapat Meningkatkan Konsep Diri Siswa Broken Home Di SMK Negeri 1 Kalasan Tahun Pelajaran 2021-2022.
INTEGRASI PENDIDIKAN KARAKTER PADA PENDIDIKAN VOKASI DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN WACHID NUGROHO
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v2i1.936

Abstract

The ability of hard skills and soft skills plays a central, vital, and urgent role for vocational high school graduates. Industrial world hope that vocational high school graduates have competencies in the form of adequate, superior, capable, and qualified hard skills and soft skills. This research is a contextual literature review of scientific journal articles for the last 10 years (2011 – 2021) which examines the object of research at SMK Negeri 2 Salatiga in an effort to integrate character education in vocational education. The purpose of this study is, first, to describe how efforts to achieve hard skills are developed in vocational education at SMK Negeri 2 Salatiga. Second, describe how to integrate character education in internalizing the soft skills of graduates. The results of the study indicate that achievement of graduate hard skills is pursued through, 1)teacher innovation and creativity in choosing strategies, methods, and learning models; 2)strategic planning of expertise programs; 3)evaluation of programs, facilities and infrastructure for practicum tools in workshops (skills program units); and 4)follow-up repairs and optimization of equipment in workshops so as to support the achievement of productive subject competencies. The results of the research are related to the integration of character education in vocational education through, 1)instilling and developing soft skill characters in all subjects, for example PPKn, Mathematic, BK, and PKK/Entrepreneurship; 2)instilling and developing soft skill characters in all extracurricular activities, for example OSIS, Paskibra/PI (Core Troop), religious activities (SKI, Tambourine, and others); and 3)implementation of the program to strengthen character education and industrial culture. ABSTRAKKemampuan hard skill dan soft skill berperan sentral, vital, dan urgen bagi lulusan sekolah menengah kejuruan. Dunia kerja dan dunia industri berharap besar lulusan sekolah menengah kejuruan memiliki kecakapan, kompetensi, dan keterampilan kerja berupa keterpaduan kemampuan hard skill dan soft skill yang memadai, unggul, siap pakai, dan mumpuni. Penelitian ini merupakan tinjauan kontekstual kepustakaan (studi literature) terhadap artikel-artikel jurnal ilmiah selama 10 tahun terakhir (2011 – 2021) yang mengkaji objek penelitian SMK Negeri 2 Salatiga dalam upaya mengintegrasikan pendidikan karakter pada pendidikan vokasi. Tujuan penelitian ini adalah, pertama, mendeskripsikan bagaimana upaya capaian hard skill dikembangkan pada pendidikan vokasi di SMK Negeri 2 Salatiga. Kedua, mendeskripsikan bagaimana pengintegrasian pendidikan karakter dalam menginternalisasikan kemampuan soft skill lulusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa capaian hard skill lulusan diupayakan melalui, 1)inovasi dan kreativitas guru dalam memilih strategi, metode, dan model pembelajaran; 2)perencanaan strategis program keahlian; 3)evaluasi program, sarana dan prasarana alat-alat praktikum di bengkel (unit program keahlian); serta 4)tindak lanjut perbaikan dan optimalisasi peralatan/perlengkapan di bengkel sehingga mendukung ketercapaian kompetensi mapel produktif. Hasil penelitian berkaitan integrasi pendidikan karakter pada pendidikan vokasi melalui, 1)penanaman dan penumbuhkembangan karakter soft skill pada seluruh mapel, misalnya PPKn, Matematika, BK, dan PKK/Kewirausahaan; 2)penanaman dan penumbuhkembangan karakter soft skill pada seluruh kegiatan ekstrakurikuler, misalnya OSIS, Paskibra/PI (Pleton Inti), kegiatan keagamaan (SKI, Rebana, dan lain-lain); serta 3)implementasi program penguatan pendidikan karakter dan budaya industri.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (TCL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI PENGADAAN BIBIT TERNAK RUMINANSIA PERAH KELAS XI ATR 1 SMKN 1 CANGKRINGAN BETTY MAYASARI
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v2i1.941

Abstract

This study aims to improve student learning outcomes by using the Contextual Teaching and Learning (CTL) learning model material for the Procurement of Dairy Ruminants for Students XI ATR 1 at SMK N 1 Cangkringan in the 2021/2022 academic year. This research was conducted from July to October 2021. The subjects of the class action research were students of class XI ATR 1 SMK Negeri 1 Cangkringan in the 2021/2022 academic year, totaling 34 students. In this classroom action research data collection using tests and observations. From the results of the study obtained data on improving student learning outcomes. This research was carried out with actions carried out with research steps that had been planned, namely by first compiling a lesson plan containing the steps for implementing the CTL learning model which had to fulfill seven 7 important elements, namely: inquiry, questioning (questioning), constructivism (constructivism), modeling learning community (learning community), authentic assessment (authentic assessment) and reflection (reflection) in the implementation of learning. The next step is in the form of data collection which is carried out by conducting observations and tests. After the data was obtained, reflection was carried out and carried out a report on the results of the research. The results of the application of the Contextual Teaching Learning (CTL) learning model can improve learning outcomes for Dairy Ruminant Agribusiness subjects on dairy ruminant seed material in class X ATR 1 students at SMK N 1 Cangkringan, this is evidenced by the increase in the average value of learning outcomes, namely the cycle 1 the average value of class learning outcomes is 71.91 in cycle 2 the average value of learning outcomes is 87.06, an increase of 15.15. Thus it can be concluded that the application of the Contextual Teaching and Learning (CTL) learning model can improve learning outcomes of Dairy Ruminant Agribusiness Materials for Procurement of Livestock Seeds in class X ATR 2 SMK Negeri 1 Cangkringan. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk miningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL) materi Pengadaan Bibit Ternak Ruminansia Perah pada Siswa XI ATR 1 di SMK N 1 Cangkringan Tahun Pelajaran 2021/2022. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan bulan Oktober tahun 2021. Subyek penelitian tindakan kelas adalah peserta didik kelas XI ATR 1 SMK Negeri 1 Cangkringan tahun pelajaran 2021/2022 yang berjumlah 34 orang siswa. Dalam penelitian tindakan kelas ini pengambilan datanya menggunakan tes dan observasi. Dari hasil penelitian diperoleh data peningkatan hasil belajar siswa. Penelitian ini dilakukan dengan tindakan yang dilaksanakan dengan langkah-langkah penelitian yang telah direncanakan, yaitu dengan terlebih dahulu menyusun RPP berisi langkah-langkah penerapan model pembelajaran CTL yang harus memenuhi tujuh 7 elemen penting yaitu : inkuiri, pertanyaan (questioning), konstruktivistik (constructivism), pemodelan (modelling) masyarakat belajar (learning community) penilaian otentik (authentic assesement) dan refleksi (reflection) dalam pelaksanaan pembelajaran. Langkah selanjutnya adalah berupa pengumpulan data yang dilaksanakan dengan melakukan observasi maupun tes. Setelah data diperoleh kemudian dilakukan refleksi dan melakukan laporan hasil penelitian. Hasil penerapan model pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL) dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Agribisnis Ternak Ruminansia Perah pada materi bibit ternak ruminansia perah pada siswa kelas X ATR 1 di SMK N 1 Cangkringan hal ini dibuktikan dengan meningkatnya nilai rata rata hasil belajar yaitu pada siklus 1 nilai rata rata hasil belajar kelas adalah 71,91 pada siklus 2 nilai rata rata hasil belajar adalah 87,06 terjadi peningkatan sebesar 15,15. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat meningkatkan hasil belajar Agribisnis Ternak Ruminansia Perah Materi Pengadaan Bibit Ternak pada kelas X ATR 2 SMK Negeri 1 Cangkringan.
MENGURANGI PERSEPSI NEGATIF SISWA TERHADAP GURU BK MELALUI LAYANAN INFORMASI DI KELAS X MM2 SMKN 1 JUWIRING ERNA KURNIAWATI
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v2i1.979

Abstract

BK teachers are underestimated by many students, because they are considered as school police whose only job is to try students who commit violations. This is because students do not yet know the role of BK teachers, so that negative perceptions of BK teachers appear. The purpose of this study was to reduce students' negative perceptions of BK teachers by using Information Services. Information Service is a Counseling Guidance Service which intends to provide understanding and information to students about the functions and roles of BK teachers. The research subjects were students of class X MM2 SMKN 1 Juwiring, totaling 36 students. The research method used is a qualitative method with the aim of knowing whether the implementation of Information Services can reduce students' negative perceptions of BK teachers. From the results of the study obtained data that by using information services, students' negative perceptions of BK teachers are reduced. This is indicated by the data which states that most students have a positive perception of BK teachers. So it can be concluded, if information services are very effective in reducing students' negative perceptions of BK teachers. ABSTRAKGuru BK dipandang sebelah mata oleh banyak siswa, karena dianggap sebagai polisi sekolah yang tugasnya hanya menyidang siswa yang melakukan pelanggaran. Hal ini dikarenakan siswa belum mengetahui peranan guru BK, sehingga muncul persepsi negatif terhadap guru BK. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengurangi persepsi negatif siswa terhadap guru BK dengan menggunakan Layanan Informasi. Layanan Informasi merupakan Layanan Bimbingan Konseling yang bermaksud untuk memberikan pemahaman dan informasi pada siswa tentang fungsi dan peranan guru BK. Subjek penelitian adalah siswa kelas X MM2 SMKN 1 Juwiring yang berjumlah 36 siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan tujuan untuk mengetahui apakah pelaksanaan Layanan Informasi dapat mengurangi persepsi negatif siswa terhadap guru BK. Dari hasil penelitian diperoleh data bahwa dengan menggunakan layanan informasi, persepsi negatif siswa terhadap guru BK berkurang. Hal ini ditunjukkan dengan data yang menyatakan bahwa sebagian besar siswa memiliki persepsi positif terhadap guru BK. Sehingga dapat disimpulkan, jika layanan informasi sangatlah efektif untuk mengurangi persepsi negatif siswa terhadap guru BK.

Page 1 of 2 | Total Record : 11