cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
Jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SECONDARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM)
ISSN : 27748022     EISSN : 27745791     DOI : -
Core Subject : Education,
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM) terbit 4 (Empat) kali setahun pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober, berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 225 Documents
MISTERY BOX SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF KOMPETENSI SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG DIAH ARUMSASI
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v2i1.883

Abstract

Conventional learning tends to be teacher-centered, making learning monotonous and boring, students are not active and lazy so that student understanding becomes low. The use of the right media can be a stimulus for students to be more enthusiastic in participating in the teaching and learning process. This requires creative ideas from the teacher as a designer and implementer of learning scenarios in the classroom. The purpose of this study is to find out whether the Problem Base Learning Model can improve students' understanding and mastery of the concept of the Trading Company Accounting Cycle. This Best Practice also uses recycled materials in the form of cardboard which is formed as a medium called "Mystery Box" to provide illustrations and simulations to students regarding trading company materials. The "Mystery Box" was carried out in the learning process as well as the Lesson Study program which was carried out together with the observation and assistance of the 2013 Curriculum Team from the LPMP Central Java Province and the Demak Regency Senior High School supervisor at SMA Negeri 2 Mranggen Class XII IPS 5 on the material of the Accounting Cycle of Trading Companies in 2018 is expected to have a positive impact on the teaching and learning process as well as schools and teachers of the 2013 Curriculum Implementation model. ABSTRAK Pembelajaran konvensional cenderung berpusat pada guru menjadikan pembelajaran monoton dan membosankan, siswa tidak aktif dan malas sehingga pemahaman siswa menjadi rendah. Pemakaian Media yang tepat mampu menjadi stimulus bagi siswa untuk lebih antusias dalam mengikuti proses belajar mengajar. Hal ini memerlukan ide kreatif dari guru sebagai perancang dan pelaksana skenario pembelajaran di kelas.Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui apakah Model Pembelajaran Problem Base Learning dapat meningkatkan pemahaman dan penguasaan siswa mengenai konsep Siklus Akuntansi Perusahaan dagang. Dalam Best Practise ini juga menggunakan bahan daur ulang berupa Kardus yang dibentuk sebagai media bernama “Mistery Box” untuk memberikan ilustrasi dan simulasi kepada siswa mengenai materi perusahaan dagang. “Mistery Box” yang dilakukan pada proses pembelajaran sekaligus program Lesson Study yang dilaksanakan bersama dengan observasi dan pendampingan Tim Kurikulum 2013 dari LPMP Propinsi Jawa Tengah dan pengawas SMA Kabupaten Demak di SMA Negeri 2 Mranggen Kelas XII IPS 5 pada materi Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang pada tahun 2018 diharapkan mampu memberi dampak positif dalam proses belajar mengajar sekaligus sebagai sekolah dan guru model Implementasi Kurikulum 2013.
PEMBENTUKAN KARAKTER SOPAN MELALUI PEMBIASAAN SENYUM DAN SALAM DI SMA NEGERI 1 CIAMPEL LENNY MARLINA
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v2i1.903

Abstract

This study aims to determine the character formation of students' manners through habituation of smiles and greetings carried out at SMA Negeri 1 Ciampel, Karawang Regency. This type of research is field research or field research where researchers go directly to the field to obtain data and information related to the research carried out with the aim of describing a process that occurs in the field. While the approach taken is a qualitative approach. Methods of data collection in the form of observation, interviews, and documentation. The data analysis technique uses inductive analysis with data reduction steps, data presentation and conclusion drawing. From the results obtained in this study, the authors found that the character building carried out by teachers to students through the method of habituation of smiles and greetings was carried out both in the learning process in the classroom and outside the classroom in the SMAN 1 Ciampel school environment, Karawang Regency, went as planned and realized well. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembentukan karakter sopan santun peserta didik melalui pembiasaan senyum dan salam yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Ciampel Kabupaten Karawang. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan atau field research dimana peneliti turjun langsung ke lapangan untuk memperoleh data dan informasi terkait dengan penelitian yang dilakukan dengan tujuan menggambarkan suatu proses yang terjadi di lapangan. Sedangkan pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data berupa obsevasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik análisis data menggunakan análisis induktif dengan langkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil yang diperoleh dalam penelitian ini penulis menemukan pembentukan karakter yang dilakukan para guru kepada peserta didik melalui metode pembiasaan senyum dan salam yang dilakukan baik dalam proses pembelajaran di dalam kelas maupun diluar kelas dilingkungan sekolah SMAN 1 Ciampel Kabupaten Karawang, berjalan sesuai yang direncanakan dan terwujud dengan baik.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR TEKNIK DASAR SEPAK BOLA DENGAN PENDEKATAN BERMAIN ANAK KELAS IX MTs NEGERI BATANG WIJI SUTARSIH
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v2i1.938

Abstract

Improving Learning Outcomes of Basic Football Techniques with Children's Playing Approach Class IX MTs Negeri Batang. . Of the 29 children in grade IX G MTs Negeri Batang, only 10 students got a complete score. In fact, the researchers expect the completeness of children's learning in Physical and Health subjects to reach 75% of all children. However, only 34% have reached the limit with a KKM of 75 with a class average of 71.19. This study examines the improvement of children's learning outcomes in the basic material of soccer technique with a play approach in class IX G children. The purpose of this study is to improve the learning outcomes of children in class IX G in physical education subjects, basic competence in basic football technical skills using a play approach. This research is a descriptive qualitative type. Sources of data in this study were grade IX G MTs Negeri Batang. Based on the results of data analysis, it can be concluded that the use of the Action Research method as an effort to improve basic soccer technical skills has been proven to improve children's learning and training outcomes with a percentage of 34% to 83%. ABSTRAKPeningkatan Hasil Belajar Teknik Dasar Sepak Bola dengan Pendekatan Bermain Anak Kelas IX MTs Negeri Batang”.Pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani dan Olahraga Kesehatan (penjasorkes), terutama pada kompetensi dasar keterampilan teknik dasar sepakbola, banyak anak yang mengalami kesulitan sehingga mendapatkan nilai yang belum tuntas. Dari 29 anak kelas IX G MTs Negeri Batang, hanya 10 anak yang mendapatkan nilai tuntas. Padahal peneliti mengharapkan ketuntasan belajar anak pada mata pelajaran Penjasorkes tersebut mencapai 75% dari seluruh anak. Tetapi, hanya 34% yang sudah mencapai batas dengan KKM 75 dengan rata – rata kelas sebesar 71.19. Penelitian ini mengkaji peningkatan hasil belajar anak dalam materi dasar teknik sepak bola dengan pendekatan bermain pada anak kelas IX G. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar anak kelas IX G pada mata pelajaran penjasorkes kompetensi dasar keterampilan teknik dasar sepakbola dengan menggunakan pendekatan bermain. Penelitian ini berjenis kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah anak kelas IX G MTs Negeri Batang. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode Tindakan Kelas (Action Research) sebagai upaya meningkatkan keterampilan teknik dasar sepak bola terbukti dapat meningkatkan hasil belajar dan latihan anak dengan persentase 34% menjadi 83%.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN METODE DISCOVERY LEARNING PADA MATERI LINGKARAN KELAS XI SMAN 1 PROBOLINGGO SULAIMAN RASYID
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v2i1.939

Abstract

The discovery learning method is a teaching method that focuses on the activities of students in learning. This method is used as an alternative to develop students' creative thinking. The 2013 curriculum expects students to be able to think critically to improve learning outcomes. In realizing these expectations, three learning methods can be used in schools, namely (1) Discovery learning, (2) Problem Based Learning, and (3) Project Based Learning. This study aims to describe the implementation of learning mathematics through discovery learning methods that are valid, practical and effective. Meanwhile, according to (Bruner 1996) discovery is a process, a way / way of approaching a problem, not a product or a particular item of knowledge. In the discovery learning method, a verification phase is carried out, which aims that the learning process can run well if the teacher provides opportunities for students to find a concept, theory, rule or understanding through examples that he encounters in his life. The learning outcomes that have been validated are tested through field trials. In this trial, effectiveness was measured based on three indicators, namely (a) learning outcomes test (THB), (b) mathematical reasoning, and (c) the average percentage of student activity observations achieved. Based on the results obtained, the data obtained that the results of the THB number of students who have completed are 91.7%. Based on the established criteria, the results of this test are said to be classically complete. The effectiveness of learning design is also shown by students through activities (1) focusing questions, (2) analyzing questions, (3) delivering answers, (4) giving lots of ideas to a problem, (5) curiosity is quite large, (6) having alternatives in solving problems, (7) proving answers, (8) being active in doing assignments, (9) drawing conclusions. Overall the percentage of implementation of mathematical reasoning is 81.13%, which means it has good criteria. Meanwhile, based on the observation, the average percentage of student activity was 93.79%. So that the overall learning design is considered to have met the specified criteria. ABSTRAKMetode discovery learning adalah metode mengajar yang menitikberatkan pada aktivitas peserta didik dalam belajar. Metode ini digunakan sebagai alternatif untuk mengembangkan berpikir kreatif siswa. Kurikulum 2013 mengharapkan peserta didik mampu berpikir kritis untuk meningkatkan hasil belajar. Dalam mewujudkan harapan tersebut dapat digunakan tiga metode pembelajaran di sekolah yaitu (1) Discovery learning, (2) Problem Based Learning, dan (3) Project Based Learning. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran matematika melalui metode discovery learning yang valid, praktis dan efektif. Sedangkan menurut (Bruner 1996) penemuan adalah suatu proses, suatu jalan/cara dalam mendekati permasalahan, bukannya suatu produk atau item pengetahuan tertentu. Pada metode discovery learning dilakukan fase verifikasi, yang bertujuan agar proses belajar dapat berjalan dengan baik jika guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menemukan suatu konsep, teori, aturan atau pemahaman melalui contoh-contoh yang ia jumpai dalam kehidupannya. Hasil belajar yang telah divalidasi diuji melalui uji coba lapangan. Pada uji coba ini keefektifan diukur berdasar tiga indikator, yaitu (a) tes hasil belajar (THB), (b) penalaran matematika, dan (c) persentase rata-rata ketercapaian observasi aktivitas siswa. Berdasarkan hasil yang dilakukan diperoleh data bahwa hasil THB jumlah siswa yang telah tuntas sebesar 91,7%. Berdasarkan kriteria yang ditetapkan maka hasil tes ini dikatakan tuntas secara klasikal. Keefektifan desain pembelajaran juga ditunjukkan siswa melalui aktivitas (1) memfokuskan pertanyaan, (2) menganalisis pertanyaan, (3)menyampaikan jawaban, (4) memberi banyak gagasan terhadap suatu masalah, (5)Rasa ingin tahu yang cukup besar, (6) memiliki alternatif dalam menyelesaikan masalah, (7) membuktikan jawaban, (8) aktif dalam mengerjakan tugas, (9) menarik kesimpulan. Secara keseluruhan persentase keterlaksanaan penalaran matematika adalah 81,13%, yang berarti mempunyai kriteria baik. Sedangkan berdasarkan observasi persentase rata-rata aktivitas siswa rata-rata ketercapaiannya 93,79%. Sehingga keseluruhan desain pembelajaran dianggap telah mememuhi kriteria yang ditetapkan.
PERBEDAAN KEMAMPUAN MENYUNTING KARANGAN DENGAN METODE JIGSAW DAN INKUIRI KELAS IX MTsN BARIANG RAO-RAO DIAN SARMITA
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v2i2.1123

Abstract

This study aims to determine differences in the ability to edit the essay using the type cooperative jigsaw and inquiry method class IX students MTsN Bariang Rao-rao South Solok. This research is a quantitative research using experimental quasy. The sample in this study consisted of two classes are taken by using random sampling techniques, the class and the class IX.4 IX.3. Data collected through performance tests. Based on the analysis of data, the results are as follows. First, the ability to edit an essay of students taught by cooperative method jigsaw type the experimental class I was not much different than students who are taught by the method of inquiry in the experimental class II, with an average ratio of the two classes, namely 85 and 82. Second, the ability to edit the essay of the students who have a high initial ability taught by jigsaw type co-operative method in experimental class is different than the students class I have taught with high initial capability with the method of inquiry in the experimental class II, with an average ratio of the two classes, namely 90 and 85. Third, the ability to edit essay on the student who has the lower initial ability taught by jigsaw type co-operative method in the experimental class I was not much different than the student has the ability to lower initial taught by method of inquiry in the experimental class II, with an average ratio of the two classes, namely 84 and 81. Fourth, there is no interaction between prior knowledge with learning methods in affecting the ability of editing. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan menyunting karangan dengan menggunakan metode kooperatif tipe jigsaw dan metode inkuiri siswa kelas IX MTsN Bariang Rao-rao Kabupaten Solok Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode quasy eksperiment. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari dua kelas yang diambil dengan menggunakan teknik random sampling, yaitu kelas IX.3 dan kelas IX.4. Pengumpulan data dilakukan melalui tes unjuk kerja. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh hasil sebagai berikut. Pertama, kemampuan menyunting karangan siswa yang diajar dengan metode kooperatif tipe jigsaw pada kelas eksperimen I tidak jauh berbeda daripada siswa yang diajar dengan metode inkuiri pada kelas eksperimen II, dengan perbandingan rata-rata kedua kelas, yaitu 85 dan 82. Kedua, kemampuan menyunting karangan pada siswa memiliki kemampuan awal tinggi yang diajar dengan metode kooperatif tipe jigsaw pada kelas eksperimen I berbeda daripada siswa memiliki kemampuan awal tinggi yang diajar dengan metode inkuiri pada kelas eksperimen II, dengan perbandingan rata-rata kedua kelas yaitu 90 dan 85. Ketiga, kemampuan menyunting karangan pada siswa memiliki kemampuan awal rendah yang diajar dengan metode kooperatif tipe jigsaw pada kelas eksperimen I tidak jauh berbeda daripada siswa memiliki kemampuan awal rendah yang diajar dengan metode inkuiri pada kelas eksperimen II, dengan perbandingan rata-rata kedua kelas yaitu 84 dan 81. Keempat, tidak terdapat interaksi antara kemampuan awal dengan metode pembelajaran dalam mempengaruhi kemampuan menyunting.
PEMBEAJARAN BERBASIS KETERAMPILAN LITERASI DI SMP NEGERI 1 GANTARANGKEKE SITTI NURSYAMSI
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v2i2.1124

Abstract

This research includes research and development which aims to: (1) determine the quality (validity and practicality) of science learning tools based on literacy skills that have been developed (2) determine student responses after being taught using science learning tools based on literacy skills ( 3) find out how effective the achievement of learning outcomes is using science learning tools based on literacy skills. The development of learning devices uses a modified model from Thiagarajan (Four-D), which consists of four stages, namely: (1) identification, (2) design, (3) develop and (4) desiminate (spread). The trial of learning tools was carried out on class VIIA students of SMP Negeri 1 Gantarangkeke, Bantaeng Regency in the 2015/2016 academic year. The data was collected using observation sheets, learning outcomes tests and questionnaires, then the data were analyzed using descriptive analysis techniques. The results of the research on science learning tools based on literacy skills which include: Learning Implementation Plans (RPP), Student Teaching Materials (BAPD), Student Worksheets (LKPD) and Learning Outcomes Tests show that (1) science learning tools based on literacy skills that has been developed to produce valid and practical tools, (2) student responses after being taught using science learning tools based on literacy skills are positive (3) the developed device can provide student learning test results achieving completeness of 87.5% with minimum completeness criteria that must be achieved is 75. Based on these conclusions, it can be stated that the science learning tools based on literacy skills that have been developed can be used in improving student learning outcomes, especially on energy materials in living systems. ABSTRAKPenelitian ini termasuk penelitian pengembangan (research and development) yang bertujuan untuk: (1) mengetahui kualitas (Validitas dan kepraktisan) perangkat pembelajara IPA berbasis Keterampilan literasi yang telah di kembangkan (2) mengetahui tanggapan siswa setelah diajar menggunakan perangkat pembelajaran IPA berbasis keterampilan literasi (3)mengetahui seberapa besar efektifitas pencapaian hasil belajar menggunakan perangkat pembelajaran IPA berbasis keterampilan literasi. Pengembangan perangkat pembelajaran menggunakan model dari Thiagarajan (Four-D) yang di modifikasi,yang terdiri dari empat tahap yaitu: (1) identifikasi (identifity), (2) design (perancangan), (3) develop (pengembangan) dan (4) dessiminate (penyebaran). Uji coba perangkat pembelajaran dilaksanakan pada peserta didik kelas VIIA SMP Negeri 1 Gantarangkeke Kabupaten Bantaeng tahun pelajaran 2015/2016. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi, tes hasil belajar dan angket, selanjutnya data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian pada perangkat pembelajaran IPA berbasis keterampilan literasi yang meliputi :Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Bahan Ajar Peserta Didik (BAPD), Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dan Tes Hasil Belajar menunjukkan bahwa (1) perangkat pembelajaran IPA berbasis keterampilan literasi yang telah dikembangkan menghasilkan perangkat yang valid dan praktis,(2) tanggapan siswa setelah diajar menggunakan perangkat pembelajaran IPA berbasis keterampilan literasi adalah positif (3) perangkat yang dikembangkan dapat memberikan hasil tes belajar peserta didik mencapai ketuntasan sebesar 87,5% dengan kriteria ketuntasan minimum yang harus dicapai adalah 75. Berdasarkan kesimpulan tersebut dapat dikemukakan bahwa perangkat pembelajaran IPA berbasis Keterampilan literasi yang telah dikembangkan dapat digunakan dalam memperbaiki hasil belajar peserta didik khususnya pada materi energi dalam sistem kehidupan.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE MURDER UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA KELAS VII B SMPN 5 KOTA BENGKULU NURITA NURITA
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v2i2.1129

Abstract

This study aims to describe whether the MURDER Type Learning Model can improve the mathematical understanding ability of class VII B students of SMP Negeri 5 Bengkulu City. The research subjects consisted of 32 students of class VII B SMP Negeri 5 Bengkulu City. This research was motivated by the low interest, activity, and mathematical ability of class VII B students. Classroom action research was carried out in 2 cycles. The results of the analysis show that based on the results of the teacher's observation sheet in cycle I, it can be seen that the teacher's activities during the learning process are in the good category with an average score of 21.75. Teacher activity in cycle II increased by an average of 26.5 with good category. Meanwhile, student activities during the learning process in cycle 1 with an average value of 17 are included in the sufficient category. In the second cycle, student activity increased with an average value of 26.25 which was included in the good category. Mathematical understanding ability increased the number of students in the good category in the first cycle as many as 7 students (21.88%), in the second cycle increased to 28 students (87.50%). The number of students in the sufficient category in the first cycle were 21 students (65.63%), in the second cycle decreased to 4 students (12.50%), while in the less category in the first cycle as many as 4 students (12.50%), in the first cycle there were 4 students (12.50%). cycle II decreased to no students in the less category. Overall, the number of students in the good category has achieved a success indicator of > 65%, namely 87.50% (28 students). In cycle 1, the highest student score was 80 and the lowest student score was 40. While in cycle 2 the highest score was 95 while the lowest score was 75. It can be concluded that the success rate in cycle 1 has not been successful, while in cycle 2 it has been successful. This means that the MURDER type of learning model can improve the mathematical understanding ability of class VII B students of SMP Negeri 5 Bengkulu City. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan apakah Model Pembelajaran Tipe MURDER dapat meningkatkan kemampuan pemahaman matematis siswa kelas VII B SMP Negeri 5 Kota Bengkulu. Subjek penelitian terdiri dari 32 siswa kelas VII B SMP Negeri 5 Kota Bengkulu. Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya minat, keaktifan, dan kemampuan matematis siswa kelas VII B. Penelitian tindakan kelas dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Hasil analisis menunjukkan bahwa berdasarkan hasil lembar observasi guru siklus I dapat diketahui bahwa aktivitas guru selama proses pembelajaran berada pada kategori baik dengan skor rata-rata sebesar 21,75. Aktivitas guru pada siklus II meningkat dengan rata-rata 26,5 dengan kategori baik. Sedangkan aktivitas siswa selama proses pembelajaran pada siklus 1 dengan nilai rata-rata 17 yang termasuk dalam kategori cukup. Pada siklus II aktivitas siswa meningkat dengan nilai rata-rata 26,25 yang masuk dalam kategori baik. Kemampuan pemahaman matematis mengalami peningkatan jumlah siswa dalam kategori baik pada siklus I sebanyak 7 siswa (21.88%), pada siklus II meningkat menjadi 28 siswa (87,50%). Jumlah siswa pada kategori cukup pada siklus I sebanyak 21 siswa (65,63%), pada siklus II menurun menjadi 4 siswa (12,50%), sedangkan pada kategori kurang pada siklus I sebanyak 4 siswa (12,50%), pada siklus II menurun menjadi tidak ada siswa yang dalam kategori kurang. Secara keseluruhan untuk jumlah siswa dalam kategori baik telah mencapai indikator keberhasilan  (28 siswa). Pada siklus 1, nilai siswa tertinggi 80 dan nilai siswa terendah 40. Sedangkan pada siklus 2 nilai tertinggi 95 sedangkan nilai terendah 75. Dapat disimpulkan bahwa tingkat keberhasilan pada siklus 1 belum berhasil, sedangkan pada siklus 2 sudah berhasil. Hal ini berarti, bahwa Model Pembelajaran tipe MURDER dapat meningkatkan kemampuan pemahaman matematis siswa kelas VII B SMP Negeri 5 Kota Bengkulu.
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS X-IPA3 MAN 1 JEMBRANA DENGAN PENGGUNAAN MEDIA UNSURE CARD AND ZERO UNSURE PERIODIC TABLE DARI BAHAN LIMBAH HENDAH TRI SULYANTARI
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v2i2.1130

Abstract

The low grades of students and the mastery of student learning on the results of the initial test of the atomic structure material caused the writer to want to change the learning method so as to achieve the maximum value. The method chosen is the development of the Cooperative Learning method with card media. The results of the treatment cycles 1 and 2 there was an increase in the pretest and posttest in the evaluation of learning outcomes as a whole for the chapter. This shows that practicing questions in any way as long as students are comfortable can improve student learning outcomes. Cycle 1 of card elements is used to discuss questions, the average value is still low, because the questions asked are considered difficult. This happens because students do not understand the material being taught, students are given the opportunity to ask questions, students in presenting the material there are still wrong concepts so that the teacher improves the concept. In cycle 1 the teacher has not given discussion paper so that the discussion directions are messy and the size of the presentation sheet is too small. Cycle 2, card game elements, zero periodic table elements and discussion paper zero periodic table elements. There was an increase in the post test scores from cycle 1 to cycle 2 an average of 93 to 96. The questions refer to the standard questions. The material asked is evenly distributed, this seems easier. Completeness of student learning results post 100% in cycle 1 and cycle 2. Student absorption from cycle 1 to cycle 93.21% increased 96.13% ABSTRAKRendahnya nilai siswa dan ketuntasan belajar siswa pada hasil tes awal materi struktur atom menyebabkan penulis ingin merubah metode belajar sehingga mencapai nilai maxsimal. Metode yang dipilih pengembangan metode Cooperative Learning dengan media kartu. Hasil perlakuan siklus 1 dan 2 terjadi peningkatan pretest dan postest pada evaluasi hasil belajar secara keseluruhan bab tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa berlatih soal dengan hal apapun asal siswa nyaman dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Siklus 1 unsure card digunakan untuk membahas soal, nilai rerata masih rendah, karena pertanyaan yang diajukan dianggap sulit. Hal ini terjadi karena siswa belum paham dengan materi yang diajarkan, siswa diberi kesempatan bertanya, siswa dalam mempresentasikan materi masih ada salah konsep sehingga guru memperbaiki konsep. Pada siklus 1 guru belum memberikan kertas diskusi sehingga pengarahan diskusi berantakan dan lembar presentasi ukuran terlalu kecil. Siklus 2, permaian unsure card, zero unsure periodic table dan kertas diskusi zero unsure periodic table. Terjadi peningkatan nilai post test dari siklus 1 ke siklus 2 rerata 93 menjadi 96. Soal mengacu pada stándar soal. Materi yang ditanyakan merata, hal ini terkesan lebih mudah. Ketuntasan belajar siswa hasil post 100 % pada siklus 1 dan siklus 2. Daya serap siswa dari siklus 1 ke siklus 93,21 % meningkat 96,13 %
PENERAPAN MODEL GIVING QUESTION PELAJARAN EKONOMI DALAM MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA KELAS XI SMA NEGERI 7 PONTIANAK UMMI UMMI
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v2i2.1131

Abstract

This study aims to determine the application of the Type of Giving Questions s in increasing the activeness of students in class XI IPS 1 in the subject of Economics. This type of research is classroom action research which is carried out in 2 cycles. Each cycle consists of four stages, namely planning, action, observation, and reflection. The subjects of this study were students of XI IPS 1. The results of the study were: (1) The implementation of learning activities using the Giving Question type on inflation material was effective, as seen from the increase in the results of observations of teacher activities in the first cycle by 81%, an increase of 90% in cycle II which is in the good category. (2) After applying the Giving Question type, the student's activity changed from the baseline by only 10%, it increased in the first cycle by 18%, then with the teacher making improvements it could increase the activity to 28% in the second cycle. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Tipe Giving Question dalam meningkatkan keaktifan peserta didik kelas XI IPS 1 pada mata pelajaran Ekonomi. Jenis penelitian ini yaitu penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Pada setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa XI IPS 1. Hasil penelitian adalah: (1) Pelaksanaan kegiatan pembelajaran menggunakan tipe Giving Question pada materi inflasi sudah efektif, terlihat dari adanya peningkatan hasil observasi kegiatan guru pada siklus I sebesar 81% meningkat sebesar 90% pada siklus II yang masuk dalam kategori baik. (2) Setelah menerapkan tipe Giving Question Keaktifan peserta didik mengalami perubahan dari baseline hanya sebesar 10% mengalami peningkatan pada siklus I sebesar 18%, kemudian dengan guru melakukan perbaikan dapat meningkatkan keaktifan menjadi 28% pada siklus II.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KONSEP SISTEM EKSKRESI MANUSIA MELALUI PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW HERNETA FATIRANI
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v2i2.1143

Abstract

This research was conducted with the aim of analyzing the use of the jigsaw type cooperative learning model in an effort to improve student learning outcomes on the concept of the human excretory system. The subjects in this study were students of class VIII A of SMPN 16 Hulu Sungai Tengah, totaling 23 people. Data about student learning outcomes in this study were obtained through the results of the final test using multiple choice questions. Data about student learning outcomes were analyzed descriptively based on test scores and student learning completeness. The results showed an increase in learning outcomes as indicated by an increase in the class average score from 70.43 in the first cycle to 86.52 in the second cycle. For completeness learning also increased when viewed from the individual mastery of 18 students who were assessed as having completed their studies increased to 22 people. Likewise, seen from the percentage of classical learning completeness from 78% to 96%. So it can be concluded that the jigsaw cooperative learning model can improve student learning outcomes on the concept of the human excretory system. ABSTRAKPenelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menganalisis penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada konsep sistem ekskresi manusia. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII A SMPN 16 Hulu Sungai Tengah yang berjumlah 23 orang. Data tentang hasil belajar siswa pada penelitian ini diperoleh melalui hasil tes akhir dengan menggunakan soal pilihan ganda (multiple choice tes). Data tentang hasil belajar siswa dianalisis secara deskriptif berdasarkan nilai tes dan ketuntasan belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan nilai rata-rata kelas dari 70,43 pada siklus I menjadi 86,52 pada siklus II. Untuk ketuntasan belajar juga mengalami peningkatan jika dilihat dari ketuntasan secara individual dari 18 orang siswa yang dinilai tuntas belajarnya meningkat menjadi 22 orang. Demikian juga dilihat dari presentase ketuntasan belajar secara klasikal dari 78% menjadi 96%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada konsep sistem ekskresi manusia.

Page 8 of 23 | Total Record : 225