cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
Jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SECONDARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM)
ISSN : 27748022     EISSN : 27745791     DOI : -
Core Subject : Education,
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM) terbit 4 (Empat) kali setahun pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober, berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 265 Documents
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING MENGENAI SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA YUYU IIS
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v2i3.1363

Abstract

Based on observations in Class VIII-H of MTs Negeri 3 Bandung that the Integrated Science learning process has not used a learning model that is in accordance with the characteristics of students, thus causing the value of science subjects is still low. The value obtained by students is below the standard value, namely 68, while the standard value is 72, it can be said that the implementation of the teaching and learning process is less than optimal. This requires learning improvements that are supported by learning models that are in accordance with teaching and learning activities. One learning model that allows students to learn optimally is the Quantum teaching learning model. The general research objective to be achieved in this study is to improve student learning outcomes through quantum teaching learning about the human excretory system in Class VIII-H MTs Negeri 3 Bandung. The method that will be used in this research is classroom action research (CAR). The considerations that underlie this research method, because the research steps are quite simple, so they are easily understood and implemented by researchers. The results showed that: Learning planning in improving student learning outcomes through quantum teaching learning about the excretory system in humans in Class VIII-H MTs Negeri 3 Bandung, in the first cycle got an average score of 2.71 or 67.85% and the second cycle obtained an average score of 3.57 or 89.28%. Implementation of learning in improving student learning outcomes through quantum teaching learning about the excretory system in humans in Class VIII-H MTs Negeri 3 Bandung: Teacher activity in the first cycle with an average score of 2.81 or 70.45%, and the second cycle with a score an average of 3.54 or 88.63%, student activities in the first cycle got an average score of 2.75 or 68.75% and the second cycle got an average score of 3.25 or 81.25%. Student learning outcomes through quantum teaching learning about the excretory system in humans in Class VIII-H MTs Negeri 3 Bandung have increased, namely, in the first cycle the average value is 71, in the second cycle the average value is 81. ABSTRAKBerdasarkan hasil pengamatan di Kelas VIII-H MTs Negeri 3 Bandung bahwa proses pembelajaran IPA Terpadu belum menggunakan model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa, sehingga menyebabkan nilai mata pelajaran IPA masih rendah. Adapun nilai yang diperoleh siswa di bawah nilai standar yaitu 68, sedangkan nilai standar yaitu 72 maka dapat dikatakan bahwa dalam pelaksanaan proses belajar mengajar kurang optimal. Hal ini, diperlukan perbaikan pembelajaran yang ditunjang oleh model pembelajaran yang sesuai dengan kegiatan belajar mengajar. Salah satu model pembelajaran yang memungkinkan siswa belajar secara optimal adalah model pembelajaran Quantum teaching. Tujuan penelitian secara umum yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui pembelajaran quantum teaching mengenai sistem ekskresi pada manusia di Kelas VIII-H MTs Negeri 3 Bandung. Metode yang akan digunakan dalam penelitian adalah jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Pertimbangan yang mendasari penelitian metode ini, karena langkah-langkah penelitian cukup sederhana, sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan oleh peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Perencanaan pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar siswa melalui pembelajaran quantum teaching mengenai sistem ekskresi pada manusia di Kelas VIII-H MTs Negeri 3 Bandung, pada siklus I mendapat skor rata-rata 2,71 atau 67,85% dan siklus II memperolah skor rata-rata 3,57 atau 89,28%. Pelaksanaan pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar siswa melalui pembelajaran quantum teaching mengenai sistem ekskresi pada manusia di Kelas VIII-H MTs Negeri 3 Bandung: Aktivitas guru pada siklus I dengan skor rata-rata 2,81 atau 70,45%, dan siklus II dengan skor rata-rata 3,54 atau 88,63%, aktivitas siswa pada siklus I mendapat skor rata-rata 2,75 atau 68,75% dan siklus II mendapat skor rata-rata 3,25 atau 81,25%. Hasil belajar siswa melalui pembelajaran quantum teaching mengenai sistem ekskresi pada manusia di Kelas VIII-H MTs Negeri 3 Bandung mengalami peningkatan yaitu, pada siklus I nilai rata-rata sebesar 71, pada siklus II nilai rata-rata sebesar 81.
BENTUK DAN GAYA BAHASA PANTUN PADA LIRIK LAGU CILOKAQ SASAK PEPAO-JANEPRIE DALAM ALBUM “SAQTEKANGEN” SERTA KAITANNYA DENGAN PEMBELAJARAN SASTRA MUHAMMAD RIANDI
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v2i3.1389

Abstract

There are two problems in this research. First, what is the form and style of the rhyme language in the lyrics of the song Cilokaq Sasak Pepao-Janeprie in the album “Saqtekangen”; second, how it relates to literary learning. The purpose of this study is to describe the form and style of the rhyme language in the lyrics of the song Cilokaq Sasak Pepao-Janeprie in the album "Saqtekangen" and its relation to literary learning. The method used in this study is a qualitative descriptive method. The technique of collecting data in this study used a listening and note-taking technique. The research subjects were four songs in the album "Saqtekangen" in the form of rhymes. After analyzing the data, it was found that (1) the form of the rhyme in the lyrics of the cilokaq song Sasak Pepao-Janeprie in the album "Saqtekangen" includes (a) the rhyme stanza consists of four lines in each stanza, (b) the number of words in each rhyme line consists of 4- 6 words or 8-12 syllables, and (c) the final rhyme of the rhyme with a cross pattern of a-b-a-b, (2) The use of rhyme language styles include: imagery, repetition, onomatopoeia hyperbole, irony, and litotes. (3) In relation to literature learning, the form and style of the rhyme language can be used as a medium for learning Indonesian Language and Literature which is innovative and creative at the junior high school level in accordance with the Basic Competence (KD) class VII semester I, namely identifying and studying the linguistic structure of local folk poetry (rhymes) that are read and heard. ABSTRAKAda dua permasalahan dalam penelitian ini. Pertama, bagaimana bentuk dan gaya bahasa pantun pada lirik  lagu Cilokaq Sasak Pepao-Janeprie dalam album “Saqtekangen”; kedua, bagaimana kaitannya dengan pembelajaran sastra. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk dan gaya bahasa pantun pada lirik lagu Cilokaq Sasak Pepao-Janeprie dalam album “Saqtekangen” serta kaitannya dengan pembelajaran sastra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan  data penelitian ini menggunakan teknik simak dan  catat. Subjek penelitian berupa empat buah lagu dalam album “Saqtekangen” yang berbentuk pantun. Setelah dilakukan analisis data ditemukan bahwa (1) Bentuk pantun pada lirik lagu cilokaq Sasak Pepao-Janeprie dalam album “Saqtekangen” meliputi (a) bait pantun terdiri atas empat larik pada setiap baitnya, (b) jumlah kata setiap larik pantun terdiri atas 4-6 kata atau 8-12 suku kata, dan (c) sajak akhir pantun dengan pola silang a-b-a-b, (2) Pemakaian gaya bahasa pantun meliputi: citraan (imagery), gaya bahasa repetisi, onomatope hiperbola, ironi, dan litotes. (3) Kaitannya dengan pembelajaran sastra, bentuk dan gaya bahasa pantun dapat dijadikan sebagai media pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia yang inovatif dan kreatif pada jenjang SMP sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD) kelas VII semester I, yaitu mengidentifikasi dan menelaah struktur kebahasaan puisi rakyat setempat (pantun) yang dibaca dan didengar.
PEMANFAATAN GOOGLE FORM UNTUK MENINGKATKAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS KELAS VII MTS ASY-SYAFI’IYYAH JATIBARANG WAWAN ERAWAN
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v2i3.1399

Abstract

This Best Practice was prepared to find out the increase in students' understanding and ability in learning English subjects for Class VII MTs Asy-syafi, Iyyah Jatibarang, Brebes Regency during the period from the Covid-19 pandemic to the epidemic. This Best Practice is implemented in the even semester of the 2021/2022 academic year, namely January-June 2021. This Best Practice describes the learning process using Google Form media to support limited face-to-face learning. It is expected that students can improve their learning competencies than before. By using google form media supported by videos and images, it is hoped that the learning will be interesting and can motivate students. Student learning outcomes previously under the Minimum Completeness Criteria (KKM) became even better above the KKM. Before Google Form was applied, 60.6% of students were good at it. After Google Form was applied, the achievement of students' competence in English lessons increased to 80.6% or 20% of completeness. ABSTRAKBest Practice ini disusun untuk mengetahui peningkatan pemahaman dan kemampuan peserta didik dalam pembelajaran mata pelajaran Bahasa Inggris Kelas VII MTs Asy-syafi,iyyah Jatibarang Kabupaten Brebes selama masa dari Pandemi Covid-19 ke edemi. Best Practice  ini dilaksanakan pada semester genap  tahun pelajaran 2021/2022 yaitu bulan Januari-Juni 2021. Best Practice ini menggambarkan tentang proses pembelajaran dengan menggunakan media Google Form mendukung pembelajaran tatap muka terbatas. Diharapkan siswa dapat meningkatkan kompetensi pembelajaranya dari pada sebelumnya  Dengan menggunakan media google form didukung video dan gambar diharapkan pembelajaran tersebut menjadi mertarik dan dapat memotifasi siswa. Hasil belajar siswa yang sebelumnya dibawah Kreteria Ketuntasan Minimal (KKM) menjadi lebih baik lagi diatas KKM. Sebelu diterapkan media google form siswa yang tuntar 60,6 %, setelah diterapkan media google form, pencapaian kompetensi siswa dalam pelajaran Bahasa Inggris meningkat menjadi 80,6 % atau meningkat 20 % ketuntasannya.
MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR BAHASA INGGRIS SISWA KELAS IX SMPN 9 KONAWE SELATAN MELALUI METODE TUTOR SEBAYA PADA MATERI NARRATIVE TEXT ALFIAH ALFIAH
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v2i3.1400

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of peer tutoring learning model on improving English learning activities of class IX A students of SMPN 9 Konawe Selatan in learning activities of narrative text materials. The research was conducted at SMP Negeri 9 Konawe Selatan, Konawe Selatan Regency, class IX A with 26 students. The research was carried out in semester 2 (Even) of the 2021/2022 Academic Year from January to February 2022. The classroom action research design was planned to consist of two cycles. In the first cycle, class IX A students of SMP Negeri 9 Konawe Selatan carried out PBM activities with peer tutor learning methods to read the mouse deer and crocodile fairy tale in English at the first meeting and read the wolf and the lamb fairy tale at the second meeting. The second cycle activities of class IX A students of SMP Negeri 9 Konawe Selatan carried out PBM activities with the English peer tutor learning method by reading the fairy tale of the lake Toba at the first meeting, and at the second meeting the students reading the snow white fairy tale. For data collection Classroom Action Research (CAR) are as follows, (1) observation and (2) student learning activity questionnaire. The conclusion of the study is that peer tutoring methods are used as a reference for implementing an independent curriculum (IKM) in schools because it involves students significantly and can increase student learning activities in PBM. ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model belajar tutor sebaya terhadap peningkatan aktivitas belajar bahasa Inggris siswa kelas IX A SMPN 9 Konawe Selatan pada kegiatan pembelajaran materi narrative text. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 9 Konawe Selatan Kabupaten Konawe Selatan, kelas IX A dengan jumlah siswa 26 orang. Penelitian dilaksanakan pada semester 2 (Genap) Tahun Pelajaran 2021/2022 pada bulan Januari sampai bulan Februari tahun 2022. Desain penelitian tindakan kelas direncanakan terdiri dari dua siklus. Siklus pertama siswa kelas IX A SMP Negeri 9 Konawe Selatan melaksanakan kegiatan PBM dengan metode belajar tutor sebaya membaca dongeng mouse deer and crocodile dalam bahasa Inggris pada pertemuan pertama dan membaca dongeng the wolf and the lamb pada pertemuan kedua. Kegiatan siklus kedua siswa kelas IX A SMP Negeri 9 Konawe Selatan melaksanakan kegiatan PBM dengan metode belajar tutor sebaya bahasa Inggris dengan membaca dongeng the lake Toba pada pertemuan pertama, dan pada pertemuan kedua siswa membaca dongeng snow white. Untuk pengumpulan data Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini adalah sebagai berikut, (1) observasi dan (2) angket aktivitas belajar siswa. Kesimpulan penelitian adalah metode belajar tutor sebaya dijadikan referensi implementasi kurikulum merdeka (IKM) di sekolah karena melibatkan siswa secara nyata dan dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam PBM.
PERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT PERI-URBAN SERTA POTENSINYA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SOSIOLOGI DI SMA/MA DESTARIO SAGITA FAHMI
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v2i3.1410

Abstract

This study aims to examine the social changes of the Kunciran community of Tangerang City caused by the development of the Alam Sutera area of ??Tangerang while at the same time trying to explain its potential as a sociological learning material in the classroom on social change material. This study uses a qualitative approach with data collection through observation, interviews, and literature study. The results showed that there were social changes in the community in the form of 1) changes in community occupation from agriculture to non-agriculture, 2) changes in the land tenure system, 3) changes in the system of social relations. Social change in the people of Tangerang City can be used as a sociological learning material for social change material that includes cognitive, affective, and psychomotor aspects. In the cognitive aspect, students can understand and explain the material of social change in theory, form, and impact of social change. In the affective aspect, students can respond to various social changes that occur in society. In the psychomotor aspect, students can make simple scientific writings from the results of simple research on social changes that occur in the surrounding environment and discuss the results of their research in front of the class. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan sosial masyarakat Kunciran Kota Tangerang yang disebabkan karena adanya pembangunan kawasan Alam Sutera Tangerang sekaligus mencoba menjelaskan potensinya sebagai bahan pembelajaran sosiologi di kelas pada materi perubahan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan sosial pada masyarakat berupa 1) berubahnya okupasi masyarakat dari pertanian ke non-pertanian, 2) perubahan pada sistem kepemilikan lahan, 3) perubahan pada sistem relasi sosial. Perubahan sosial masyarakat di Kota Tangerang bisa dimanfaatkan sebagai media pembelajaran sosiologi pada materi perubahan sosial yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Pada aspek kognitif, peserta didik dapat memahami dan menjelaskan materi perubahan sosial secara teoritis, bentuk, dan dampak perubahan sosial. Pada aspek afektif, peserta didik dapat menyikapi berbagai perubahan sosial yang terjadi di masyarakat. Pada aspek psikomotorik, peserta didik dapat membuat tulisan ilmiah sederhana dari hasil penelitian sederhana mengenai perubahan sosial yang terjadi di lingkungan sekitarnya serta mendiskusikan hasil penelitiannya di depan kelas.
GOOGLE WORKSPACE MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA VIVIN AGUSTIN ANGGRAINI
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v2i3.1411

Abstract

This research is a qualitative research that aims to determine the improvement of mathematics learning outcomes by utilizing features in Google Workspace. The method in this research is carried out through two stages, the first is the preparation stage and the second is the implementation stage. The preparation stage is the teacher prepares lesson plans, classes and lesson topics on Google Classroom and schedules on Google Calendar. Then the teacher also prepares material on Google Slieds, pretest and posttest questions along with answer keys and points or scores on Google Forms whose results can be seen in Google Sheets. At the implementation stage, the teacher starts the class by greeting students in Google Classroom and starts a virtual face-to-face discussion with students using Google Meet by discussing learning materials. From the results of this study, it can be seen that there is an increase in students' mathematics learning outcomes in the pretest score before using Google Workspace with the posttest score after using Google Workspace. Google Workspace can also realize digital-based learning, students are more interested because they can learn wherever and whenever they are. Teachers are also easier in delivering all information and storing learning documents. ABSTRAKPenelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika dengan memanfaatkan fitur-fitur di Google Workspace. Metode dalam penelitian ini yaitu dilakukan melalui dua tahapan, yang pertama tahap persiapan dan yang kedua tahap pelaksanaan. Tahap persiapan yaitu guru mempersiapkan RPP, kelas dan topik pelajaran pada Google Classroom dan jadwal di Google Calender. Kemudian guru juga mempersiapkan materi di Google Slieds, soal pretest dan posttest beserta kunci jawaban dan poin atau nilai pada Google Form yang hasilnya dapat dilihat di Google Sheets. Pada tahap pelaksanaan, guru memulai kelas dengan menyapa peserta didik di Google Classroom dan memulai berdiskusi dengan tatap maya bersama peserta didik menggunakan Google Meet dengan mendiskusikan materi pembelajaran. Dari hasil penelitian tersebut dapat dilihat peningkatan hasil belajar matematika siswa pada nilai pretest sebelum memanfaatkan Google Workspace dengan nilai posttest setelah memanfaatkan Google Workspace. Google Workspace juga dapat mewujudkan pembelajaran berbasis digital, siswa lebih tertarik karena bisa belajar dimanapun dan kapanpun berada. Guru juga lebih mudah dalam penyampaian segala informasi dan penyimpanan dokumen pembelajaran.
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR MEMBUAT SURAT LAMARAN PEKERJAAN MELALUI METODE TUTOR SEBAYA DENGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN PESERTA DIDIK KELAS XII IPS 1 DI MAN 2 BANJARNEGARA SUTIYANI SUTIYANI
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v2i3.1412

Abstract

This study aims to increase learning motivation and student learning outcomes in making job application letters through peer tutoring methods using learning videos in class XII IPS 1 at MAN 2 Banjarnegara. In this classroom action research, the researcher uses the Action Research Spiral model developed by Kemmis and Mc. Taggart. The research subjects used were students of class XII IPS 1 odd semester at MAN 2 Banjarnegara in the 2020/2021 academic year. With a total of 40 students, consisting of 32 boys and 8 girls. Based on the results of the research, it can be concluded that using the peer tutor method with learning video media can increase students' learning motivation. Based on a questionnaire from 35% to 67% in cycle 1 and 91% in cycle 2. Medium based on sociometry on the aspect of success orientation from 52.5% to 75%. Aspect Anticipation of failure from 52.5% to 70%. The innovation aspect increased from 57.5% to 70%, and the responsibility aspect increased from 55% to 70%. Learning with peer tutoring methods with learning video media can improve student learning outcomes. The increase was seen from 30% to 71.25% in cycle 1 and 93% from cycle 2. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar siswa dalam membuat surat lamaran pekerjaan melalui metode tutor sebaya dengan menggunakan video pembelajaran pada kelas XII IPS 1 di MAN 2 Banjarnegara. Dalam penelitian tindakan kelas ini peneliti menggunakan model Action Research Spiral yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc. Taggart. Subjek penelitian yang digunakan adalah peserta didik  kelas XII IPS 1 semester gasal  MAN 2 Banjarnegara tahun pelajaran 2020/2021. Dengan jumlah peserta didik 40 anak, yang terdiri dari laki-laki 32 anak dan perempuan 8 anak. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dikemukakan dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode Tutor sebaya dengan media video pembelajaran dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Berdasarkan angket dari 35% menjadi 67% pada siklus 1 dan 91% pada siklus 2. Sedang berdasarkan sosiometri pada aspek orientasi keberhasilan dari 52,5% menjadi 75%. Aspek Antipasi kegagalan dari 52,5% menjadi 70%. Aspek inovasi dari 57,5% naik memnjadi 70%, dan aspek tanggung jawab dari 55% menjadi 70%. Pembelajaran dengan metode Tutor sebaya dengan media video pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Peningkatan itu terlihat dari 30% menjadi 71,25% pada siklus 1 dan 93% dari siklus 2.
PENGARUH GUIDED DISCOVERY TERHADAP KETERAMPILAN PROSES DAN PEMAHAMAN KONSEP DARI TINGKAT KETERAMPILAN BERPIKIR SISWA SMA HASAN AIDI ANDA
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v2i3.1430

Abstract

This study aims to determine; 1) the effect of guided discovery (GD) learning with direct learning on the average value of science process skills (KPS) and understanding of biological concepts without or based on students' critical thinking skills (KBKS), 2) the difference in the average value of KPS and understanding of biological concepts between learning guided discovery with direct learning without or based on the KBKS level. This research is a quasi-experimental with Nonequivalent Control Group Design Factorial 2X2. Determination of the sample by purposive sampling technique. Screening of sample data with a description test which includes; 1) moderator variable using students' critical thinking skills, 2) the dependent variable is science process skills and understanding of biological concepts. Research result; 1) 31.17% science process skills and 21.08% N-gain understanding of biological concepts are influenced by GD and direct learning. 2) 39.53% of science process skills and 23.64% of N-gain concept understanding are influenced by the level of students' critical thinking skills. 3). The mean of science process skills 01-03 learning GD 70.94 > direct learning 58.25, N-gain understanding of learning biology concepts GD 0.41 > 0.17 direct learning. 4). The mean of science process skills 01-03 high-level GD learning is 71.94 > high-level direct learning is 62.63. The mean of science process skills 01-03 GD low level 69.90 > low level direct learning 53.88. GD learning with high and low levels of critical thinking skills of students has an N-gain understanding of the medium category of biological concepts. Direct learning of high and low levels of critical thinking skills of students has a low N-gain understanding of biological concepts. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1) pengaruh antara pembelajaran guided discovery (GD) dengan pembelajaran langsung terhadap rerata nilai keterampilan proses sains (KPS) dan pemahaman konsep biologi tanpa maupun berdasarkan tingkat keterampilan berpikir kritis siswa (KBKS), 2) perbedaan rerata nilai KPS dan pemahaman konsep biologi antara pembelajaran guided discovery dengan pembelajaran langsung tanpa maupun berdasarkan tingkat KBKS. Penelitian ini merupakan quasi eksperimen dengan Nonequivalent Control Group Design Factorial 2X2. Penentuan sampel dengan teknik pursposive sampling. Penjaringan data sampel dengan tes uraian yang meliputi; 1) variabel moderator dengan menggunakan keterampilan berpikir kritis siswa, 2) variabel terikat keterampilan proses sains dan pemahaman konsep biologi. Hasil penelitian; 1) 31,17% keterampilan proses sains dan 21,08% N-gain pemahaman konsep biologi dipengaruhi oleh pembelajaran GD dan langsung. 2) 39,53% keterampilan proses sains dan 23,64% N-gain pemahaman konsep dipengaruhi oleh tingkat keterampilan berpikir kritis siswa. 3). Rerata keterampilan proses sains 01-03 pembelajaran GD 70,94 > pembelajaran langsung 58,25, N-gain pemahaman konsep biologi pembelajaran GD 0,41 > 0,17 pembelajaran langsung. 4). Rerata keterampilan proses sains 01-03 pembelajaran GD tingkat tinggi 71,94 > pembelajaran langsung tingkat tinggi 62,63. Rerata keterampilan proses sains 01-03 GD tingkat rendah 69,90 > pembelajaran langsung tingkat rendah 53,88. Pembelajaran GD tingkat keterampilan berpikir kritis siswa tinggi dan rendah memiliki N-gain pemahaman konsep biologi kategori sedang. Pembelajaran langsung tingkat keterampilan berpikir kritis siswa tinggi dan rendah memiliki N-gain pemahaman konsep biologi kategori rendah.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR DALAM MATERI ZAKAT MELALUI MEDIA E-LEARNING BERBASIS QUIPPER SCHOOL PADA PESERTA DIDIK KELAS X IPA 4 SMAN 3 PONTIANAK DEWI AMINAH
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v2i3.1431

Abstract

The purpose of this study is to find out about the learning outcomes of students in class X IPA 4 SMA N 3 Pontianak in the matter of the testicles through the Quipper School-based e-learning media. the results showed that before the study the KKM achievement of students only reached 52% to 55%, only 20-21 of 38 students reached the KKM standard of 76. The rest had learning outcomes below the KKM, then after using Quipper School-based E-Learning media experienced an increase, in the first cycle it increased to 63% - 68%, in the second cycle it reached a percentage of 95% - 98%, there were 36-37 students who had learning outcomes in accordance with the KKM target. The rest have learning outcomes that have not reached the KKM standard of 76. Then there is an increase in learning outcomes in cycle II by 27%-35% of learning outcomes in cycle I. The use of Quipper School-Based E-Learning media is proven to improve learning outcomes of zakat material on students class X IPA 4 SMA N 3 Pontianak in the 2019/2020 academic year, both at KD 3.9. Analyzing the wisdom of zakat worship for individuals and society, as well as for KD. 4.9. Simulates Zakat Fitrah Worship. ABSTRAKTujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui tentang untuk mengetahui hasil belajar peserta didik kelas X IPA 4 SMA N 3 Pontianak dalam materi zakar melalui media e-learning berbasis quipper school. hasil penelitian menunjukkan sebelum peneltiian ketercapaian KKM pada peserta didik hanya mencapai 52% hingga 55%, hanya 20-21 dari 38 peserta didik yang mencapai standar KKM 76. Selebihnya memiliki hasil belajar dibawah KKM, lalu setelah menggunakan media E-Learning berbasis Quipper School mengalami peningkatan, pada siklus I meningkat hingga 63% - 68%, pada siklus II mencapai persentase 95% - 98%, terdapat 36-37 peserta didik yang memiliki hasil belajar yang sesuai dengan target KKM. Selebihnya memiliki hasil belajar yang belum mencapai standar KKM 76. Maka terdapat peningkatan hasil belajar pada siklus II sebesar 27%-35% dari hasil belajar pada siklus I. Penggunaan media E-Learning Berbasis Quipper School terbukti dapat meningkatkan hasil belajar materi zakat pada peserta didik kelas X IPA 4 SMA N 3 Pontianak Tahun Pelajaran 2019/2020, baik pada KD 3.9 . Menganalisis hikmah ibadah zakat bagi individu dan masyarakat, maupumn pda KD. 4.9. Mensimulasikan Ibadah Zakat Fitrah.
PENGARUH KEMAMPUAN BERDISKUSI DAN MENULIS CERITA TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA SRI HADININGSIH
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v2i3.1492

Abstract

This study aims to analyze the significance of the influence of the ability to discuss and write stories partially and together and analyze the dominant variables that influence the learning outcomes of Indonesian in students of class XII MIPA at SMA Negeri 1 Karangrayung. This research method uses correlational quantitative research with 2 independent variables (discussion ability and story writing ability) and 1 dependent variable (Indonesian learning outcomes). The total population is 174 students and the sample is 40 students. The results showed that the instrument used in this study was valid and reliable. The data used for data analysis has met the classical assumption test (collinearity test and normality test). The results of the t-test showed that the partial regression coefficient (t-test) for the ability to discuss variables showed a value of t = 2.884 with a significant value of 0.007 <0.05 and the partial regression coefficient (t-test) for the variable of ability to write stories showed a value of t = 4.755 with a significant value. 0.000 <0.05, which means that the ability to discuss and write stories has a significant influence on the learning outcomes of Indonesian in class XII MIPA students of SMA Negeri 1 Karangrayung. The results of the F test for the simultaneous regression test in this study obtained the results of the F test calculation = 29.920 with a significant value of 0.000 <0.05 which means that the ability to discuss and write stories together has a significant effect on learning outcomes of Indonesian in class students. XII MIPA SMA Negeri 1 Karangrayung. The results of the determination test (R2) obtained the value of Adjusted R Square = 0.597 which means that the contribution of the influence of the independent variables (discussion ability and story writing ability) on students of class XII MIPA SMA Negeri 1 Karangrayung is 59.7% while 40.3% is influenced by by other variables outside the independent variables in this study. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis signifikansi pengaruh kemampuan berdiskusi dan menulis cerita secara parsial dan secara bersama-sama serta menganalisis variabel yang dominan pengaruhnya terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia pada peserta didik kelas XII MIPA di SMA Negeri 1 Karangrayung. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif korelasional dengan 2 variabel bebas (kemampuan berdiskusi dan kemampuan menulis cerita) dan 1 variabel terikat (hasil belajar Bahasa Indonesia). Jumlah populasi sebanyak 174 peserta didik dan sampel sebanyak 40 peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen yang digunakan pada penelitian ini valid dan reliabel. Data yang digunakan untuk analisis data telah memenuhi uji asumsi klasik (uji kolinieritas dan uji normalitas). Hasil uji t didapatkan hasil koefisien regresi parsial (uji t) untuk variabel kemampuan berdiskusi menunjukkan nilai t = 2,884 dengan nilai signifikan 0,007 < 0,05 dan koefisien regresi parsial (uji t) untuk variabel kemampuan menulis cerita menunjukkan nilai t = 4,755 dengan nilai signifikan 0,000 < 0,05, yang berarti kemampuan berdiskusi dan kemampuan menulis cerita mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia pada peserta didik kelas XII MIPA SMA Negeri 1 Karangrayung. Hasil uji F untuk uji regresi serentak pada penelitian ini didapatkan hasil perhitungan uji F = 29,920 dengan nilai signifikan 0,000 < 0,05 yang berarti kemampuan berdiskusi dan kemampuan menulis cerita secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia pada peserta didik kelas XII MIPA SMA Negeri 1 Karangrayung. Hasil uji determinasi (R2) didapatkan nilai Adjusted R Square = 0,597 yang berarti besarnya sumbangan pengaruh variabel bebas (kemampuan berdiskusi dan kemampuan menulis cerita) pada peserta didik kelas XII MIPA SMA Negeri 1 Karangrayung sebesar 59,7% sedangkan yang 40,3% dipengaruhi oleh variabel lain di luar variabel bebas pada penelitian ini.

Page 10 of 27 | Total Record : 265