Jurnal VORTEKS
Ruang lingkup utama VORTEKS JURNAL adalah menerbitkan artikel penelitian yang asli di bidang Teknik Mesin, Elektro, Sipil dan Industri . Tim editorial bertujuan untuk mempublikasikan penelitian dan inovasi berkualitas tinggi dan sangat terapan yang berpotensi untuk disebarluaskan, dengan mempertimbangkan potensi teknik mesin yang dapat dihasilkan dengan fokus khusus pada: Teknologi Material :Material Science, Composite and Smart Material, Micro and Nano Engineering, Powder Metallurgy. Teknologi Energy : Thermal Engineering, Energy Conversion, Energy Conservation, Renewable Energy, Energy Technology, Energy Management Teknologi Mekanikal : Applied Mechanics, Automobiles and Automotive Engineering, Tribology, Biomechanics, Dynamic and Vibration, Mechanical System Design, Mechatronics and Robotics. Electrical Power dan Energy : ketenaga listrikan, Telekomunikasi dan Proses Sinyal : sistem informasi web, sistem operasi, Kontrol Automasi : Teknik kendali, Manajemen data, Teknologi Informasi :Kecerdasan Buatan, jaringan komputer Energi terbarukan : Bio Disel, Bio Ethanol, Panel Surya, Energi keterlanjutan (perpetual), Turbin, Kincir Manajemen Proyek :Rekayasa Transportasi, Sumberdaya Air (Hidroteknik), Konstruksi Rekayasa : Struktur, Geoteknik, Lingkungan, Material, Perencanaan Wilayah dan Kota Manajemen Industri : Pengendalian kualitas, Pengendalian tenaga kerja,Pemeliharaan dan perawatan mesin industri, Forecasting, Pengendalian Bahan baku, Proses Produksi, Perencanaan Biaya dan Ekonomis Ergonomi dan Analisa Perancangan Kerja : Keselamatan Kerja, Antropometri, Analisa tempat kerja dan bahan Rantai Pasok : Analisa Jaringan Kerja, Manajemen Risiko Sistem Pendukung keputusan (DSS) : Database Sistem, Pengelolaan Informasi Riset Operasi dan Sistem Modeling
Articles
90 Documents
Pengendalian kualitas produk pulp dengan menggunakan metode Kaizen di PT. Toba Pulp Lestari, Tbk
Thony Herman Napitu;
Uun Novalia Harahap;
Jumadi Suratman
Jurnal VORTEKS Vol. 3 No. 1 (2022): Sustainable Energy and IoT
Publisher : Program Studi Teknik mesin, Fakultas Teknik, Universitas Al Azhar Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54123/vorteks.v3i1.155
Peningkatan kualitas produksi perusahaan keseluruhan dapat dilakukan dengan penurunan jumlah produk yang mengalami kerusakan atau off grade produk serta menghilangkan pemborosan berupa pengerjaan ulang akibat kerusakan produk secara terus menerus.tujuan penelitian ini dilakukan yaitu menganalisis kualitas produk di PT.Toba Pulp Lestari, Tbk dimana data hasil produksi 3 tahun terakhir diperoleh rata-rata off grade 2,68 %/ tahun sehingga dilakukan pendekatan dengan metode Kaizen yang menghasilkan kecacatan tertinggi yaitu jenis pulp low brightness sebesar 53,29 % dan nilai silica acid yang out spect sebesar 26,81% yang dilihat pada diagram pareto. Off grade yang berada diluar batas control menunjukkan bahwa proses yang terjadi dalam keadaan tidak stabil dikarenakan mengalami kenaikan dan penurunan.
Evaluasi sistem penggroundingan tower base transceiver station pada PT. X
Panangian Mahadi;
Ela Vonica;
Sri Indah Rezkika;
Sari Novalianda
Jurnal VORTEKS Vol. 3 No. 1 (2022): Sustainable Energy and IoT
Publisher : Program Studi Teknik mesin, Fakultas Teknik, Universitas Al Azhar Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kebutuhan layanan telekomunikasi nirkabel telah mendorong peningkatan jumlah tower di Indonesia yang berfungsi sebagai pemancar dan penerima (Base Transceiver Station – BTS) sinyal komunikasi. Hal ini diperlukan untuk menjamin kelancaran layanan telekomunikasi diantara pengguna layanan telekomunikasi. Namun, untuk memastikan tujuan tersebut dapat tercapai maka tower dirancang dengan ketinggian lebih dari 30 m dari permukaan tanah. Sehingga, hal tersebut menyebabkan tower berpeluang terhadap dampak sambaran petir khususnya pada daerah dengan jumlah petir pertahun yang tinggi. Dengan demikian, peluang kerusakan peralatan tower atau BTS akibat sambaran petir juga tinggi. Untuk mengatasi masalah tersebut maka pada tower dipasang sebuah sistem penangkal petir yang umumnya tersusun dari penangkal petir eksternal dan penangkal petir internal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja sistem penangkal petir eksternal khususnya pada bagian tahanan pentanahan di salah satu BTS di Kota Medan. Untuk mengetahui kinerja tahanan pentanahan tersebut maka telah dilakukan perbandingan hasil pengukuran tahanan pentanahan terhadap standar PUIL 2000. Selain itu, dilakukan juga perbandingan nilai tahanan pentanahan berdasarkan hasil pengukuran dan hasil perhitungan. Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan data spesikasi sistem pentanahan pada BTS yang diperoleh dari lapangan maka diketahui nilai tahanan pentanahan pada BTS sebesar 0,43?, nilai tahanan pentanahan kaki tower sebesar 0,70? dan tahanan pentanahan penangkal petir 0,78?. Sedangkan hasil pengukuran tahanan pentanahan menggunakan alat earth tester diperoleh nilai tahanan pantanahan BTS sebesar 0,5?, tahanan pentanahan kaki tower 0,70? dan tahanan pentanhan penangkal petir 0,78?. Dengan demikian, tahanan pentanahan pada BTS tersebut telah memenuhi Standar PUIL 2000 yaitu tidak lebih dari 1 Ohm
Pengaruh kepemimpinan dan insentif terhadap motivasi kerja karyawan di PT. Matahari Jayatama Teknikal
Abdullah Sani;
Margie Subahagia Ningsih;
Nabila Yudisha;
Refiza Refiza
Jurnal VORTEKS Vol. 3 No. 2 (2022): Komputasi Quantum dan Green Teknologi
Publisher : Program Studi Teknik mesin, Fakultas Teknik, Universitas Al Azhar Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54123/vorteks.v3i2.158
Kepemimpinan sangat berperan penting untuk mencapainya target titik tujuan dari perusahaan. Pemimpin yang dikategorikan baik dapat memberikan nilai positif, dorongan motivasi kepada karyawan agar terciptanya antusias semangat kerja hingga meningkatkan produktivitas. PT. Matahari Jayatama Teknikal adalah perusahaan yang bergerak di bidang distributor penyuplai produk Generating Set yang berlokasi di Jalan Jemadi No. 148 Kelurahan Pulo Brayan Darat II Kec. Medan Timur Kota Medan. Berdasarkan survei pendahuluan terdapat ketidak efektifan kepemimpinan dengan pemberian insentif yang belum merata pemimpin sering mengubah keputusan dari yang telah disepakati. sehingga tingkat disiplin karyawan rendah seperti kemangkiran tugas, terlambat datang istirahat tidak sesuai waktu di tentukan. Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh kepemimpinan, insentif motivasi kerja kepada karyawan di PT. Matahari Jayatama Teknikal. Hasil penelitian ini menunjukkan jika bahwa variabel kepemimpinan, insentif di PT. Matahari Jayatama Teknikal tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap motivasi kerja, ini ditunjukkan dari hasil Uji T Parsial (Uji T) Uji Anova (Uji F) yang menyatakan H1 di terima. Usulan perbaikan untuk meningkatkan motivasi karyawan ialah dapat diberikan penghargaan hasil kinerja karyawan berprestasi, perlu ada kesetaraan insentif pemimpin dapat mendelegasikan wewenang dengan baik.
Evaluasi sistem penggroundingan tower base transceiver station pada PT. X
Panangian Mahadi;
Ela Vonica;
Sri Indah Rezkika;
Sari Novalianda
Jurnal VORTEKS Vol. 3 No. 1 (2022): Sustainable Energy and IoT
Publisher : Program Studi Teknik mesin, Fakultas Teknik, Universitas Al Azhar Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54123/vorteks.v3i1.160
Kebutuhan layanan telekomunikasi nirkabel telah mendorong peningkatan jumlah tower di Indonesia yang berfungsi sebagai pemancar dan penerima (Base Transceiver Station – BTS) sinyal komunikasi. Hal ini diperlukan untuk menjamin kelancaran layanan telekomunikasi diantara pengguna layanan telekomunikasi. Namun, untuk memastikan tujuan tersebut dapat tercapai maka tower dirancang dengan ketinggian lebih dari 30 m dari permukaan tanah. Sehingga, hal tersebut menyebabkan tower berpeluang terhadap dampak sambaran petir khususnya pada daerah dengan jumlah petir pertahun yang tinggi. Dengan demikian, peluang kerusakan peralatan tower atau BTS akibat sambaran petir juga tinggi. Untuk mengatasi masalah tersebut maka pada tower dipasang sebuah sistem penangkal petir yang umumnya tersusun dari penangkal petir eksternal dan penangkal petir internal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja sistem penangkal petir eksternal khususnya pada bagian tahanan pentanahan di salah satu BTS di Kota Medan. Untuk mengetahui kinerja tahanan pentanahan tersebut maka telah dilakukan perbandingan hasil pengukuran tahanan pentanahan terhadap standar PUIL 2000. Selain itu, dilakukan juga perbandingan nilai tahanan pentanahan berdasarkan hasil pengukuran dan hasil perhitungan. Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan data spesikasi sistem pentanahan pada BTS yang diperoleh dari lapangan maka diketahui nilai tahanan pentanahan pada BTS sebesar 0,43?, nilai tahanan pentanahan kaki tower sebesar 0,70? dan tahanan pentanahan penangkal petir 0,78?. Sedangkan hasil pengukuran tahanan pentanahan menggunakan alat earth tester diperoleh nilai tahanan pantanahan BTS sebesar 0,5?, tahanan pentanahan kaki tower 0,70? dan tahanan pentanhan penangkal petir 0,78?. Dengan demikian, tahanan pentanahan pada BTS tersebut telah memenuhi Standar PUIL 2000 yaitu tidak lebih dari 1 Ohm
Pemanfaatan Duckweed/rumput bebek untuk konservasi air tawar dalam sistem perikanan
Wiwin Nurzanah
Jurnal VORTEKS Vol. 3 No. 2 (2022): Komputasi Quantum dan Green Teknologi
Publisher : Program Studi Teknik mesin, Fakultas Teknik, Universitas Al Azhar Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54123/vorteks.v3i2.212
Tulisan ini bertujuan untuk menyajikan aspek-aspek kunci dari penggunaan Duckweed / rumput bebek dalam aplikasi industri dan konsep untuk menggunakan bio filter rumput bebek dalam sistem akuakultur. Rumput bebek adalah tanaman yang beradaptasi dengan sistem perairan dan dianggap sebagai salah satu tanaman terkecil di dunia, dengan diameter 1-15 mm. Meskipun merupakan tanaman kecil, sifat-sifatnya membuatnya cocok untuk keperluan industri (produksi bahan bakar nabati, aquaponik, sumber makanan, pengolahan air limbah). Beberapa aspek pengelolaan tanaman rumput bebek disebutkan dalam tulisan ini. Telah terbukti bahwa spesies rumput bebek tertentu berhasil menurunkan Chemical Oxygen Demand (COD), Kebutuhan Biological Oxygen Demand (BOD), nitrogen total (TN), fosfor total (TP) dan ortofosfat (OP).Penulis mengusulkan teknologi pengolahan air limbah baru dengan tangki rumput bebek untuk sistem budidaya resirkulasi.
Analisis kapasitas produksi menggunakan metode Rought Cut Capacity Planning (RCCP)
Fathur Rahman Bandio;
Rini Halila Nasution;
Zufri Hasrudy Siregar
Jurnal VORTEKS Vol. 3 No. 2 (2022): Komputasi Quantum dan Green Teknologi
Publisher : Program Studi Teknik mesin, Fakultas Teknik, Universitas Al Azhar Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54123/vorteks.v3i2.213
Melakukan Penelitian di Home Industry Tahu Tempe Kembar, Medan Tembung Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang pancing JL.Tanah GarapanPenelitian yang di lakukan adalah Analisis Kapasitas Produksi Menggunakan Metode Rought Cut Capacity Planning (RCCP). Adapun produk yang dihitung kapasitasnya adalah tahu putih dan tahu goreng. Masalah yang sering terjadi Home Industry Tahu Tempe Kembar adalah ketidak mampuan perusahaan dalam memenuhi permintaan konsumen yang berfluktuasi. Untuk mengatasi masalah ini perlu dilakukan perencanaan kebutuhan kapasitas yang tepat agar terjadi keseimbangan antara kebutuhan dan kemampuan produksi.Hal seperti ini tentunya perlu mendapatkan perhatian dan penanganan yang serius untuk memperbaiki keadaan kegiatan produksi home industry Tahu Tempe Kembar. tujuan dari dilakukannya perencanaan kebutuhan kapasitas adalah Untuk mengetahui kapasitas waktu produksi yang optimal,Membuat Master Production Schedule (MPS),Membuat Rought Cut Capacity Planning (RCCP) dengan menggunakan rencana produksi dan kapasitas produksi, Master Production Schedule (MPS), dan perhitungan Rought Cut Capacity Planning (RCCP). Dari hasil pengolahan data dengan menggunakan metode perencanaan kapasitas adalah Capacity Planning with Overall Factors (CPOF) karena dengan menggunakan metoda ini dapat dilihat jumlah kebutuhan kapasitas yang diperlukan dengan mengkalikan waktu total berdasarkan proporsi tiap produk dengan jumlah produk dari Jadwal Induk Produksi. Adapun kapasitas yang dibutuhkan perbulan untuk semua stasiun kerja sebesar 92356800 detik lebih besar dari waktu yang tersedia, maka digunakan alternatif untuk memenuhi kapasitas yang dibutuhkan.Adapun perencanan yang disarankan adalah pertama dengan penambahan jam kerja dari 1 shift menjadi 3 shift, sehingga waktu tersedia diperoleh sebesar 10368000 detik. Kedua dengan penambahan tenaga kerja dari 4 orang menjadi 16 orang, sehingga waktu tersedia bertambah menjadi 13824000 detik
Analisis hubungan antara volume, kecepatan, dan kerapatan lalu lintas dengan model Greenshield, Greenberg, dan Underwood pada ruas jalan gereja kota Tanjungbalai
Muhammad Irwansyah;
Clara Apriani Siringoringo
Jurnal VORTEKS Vol. 3 No. 2 (2022): Komputasi Quantum dan Green Teknologi
Publisher : Program Studi Teknik mesin, Fakultas Teknik, Universitas Al Azhar Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54123/vorteks.v3i2.214
Pergerakan warga masyarakat yg terus meningkat sejalan dengan perkembangan yang terjadi sehingga meningkatnya arus lalu lintas Jalan Gereja merupakan daerah pertokoan dan lebarnya relatif sempit, ini meyebabkan meningkatnya masalah yang timbul sehingga menyebabkan menurunnya kecepatan arus lalu lintas dan menurunnya kapasitas arus lalu lintas yang dilalui oleh jalan tersebut. Studi penelitian yang dilakukan pada ruas jalan Gereja Kota Tanjungbalai dilakukan untuk memperoleh gambaran terhadap pergerakan arus lalu lintas di ruas jalan tersebut dengan menggunakan korelasi antara volume, kecepatan dan kerapatan dengan tiga model, yaitu Greenshield, Greenberg, Underwood. Dari hasil analisa tersebut, diperoleh model Greenberg merupakan pendekatan terbaik untuk ruas jalan Gereja Kota Tanjungbalai dengan koefisien determinan mendekati +1 (nilai R2 = 0,514, dan R2 = 0,348). Model persamaan adalah sebagai berikut : 37,287 – 4,927Ln D (Us –D) 40,937D – 6,201 D LnD (Q - D) 736,329Us (Q – Us) Dari hasil Model Greenberg ini diperoleh volume maksimum terbesar (QM) pada hari Sabtu dan Minggu sebesar 1682,486 smp/jam dan 3524,09 smp/jam , kecepatan maksimum terbesar (UM) pada hari Sabtu dan Minggu sebesar 6,211 km/jam dan 4,940 km/jam dan kepadatan saat macet terbesar (DM) pada hari Sabtu dan Minggu sebesar 270,880 smp/km dan 711,867 smp/km. Ini juga menjadi alasan bahwa Metode Greenberg inilah lebih tepat dalam menganalisis hubungan volume, kecepatan, dan kerapatan arus lalu lintas untuk ruas jalan Gereja Kota Tanjungbalai
Analisis pengecoran timah murni terhadap laju korosi
Safriadi Gultom;
Andri Ramadhan;
Mawardi Mawardi
Jurnal VORTEKS Vol. 3 No. 2 (2022): Komputasi Quantum dan Green Teknologi
Publisher : Program Studi Teknik mesin, Fakultas Teknik, Universitas Al Azhar Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54123/vorteks.v3i2.216
Proses korosi terjadi bila logam bersentuhan langsung dengan air atau udara. Timah adalah logam ringan dengan ketahanan korosi dan konduktivitas yang sangat baik. Berdasarkan penelitian pengkorosian pada material juga dapat dilakukan dengan metode Anodizing dimana semakin lama proses anodizing semakin tinggi juga laju korosi benda Aluminium. penelitian menyatakan dalam penelitiannya bahwa bila arus di tingkatkan dari 1 sampai 3 A/dm2 laju korosi akan menurun, namun bila di atas 3 A/dm2 laju korosi akan meningkat. Adapun tujuan penelitian adalah melihat dampak korosi air laut terhadap timah. Dan hasilnya hasil yang diperoleh selama penelitian yaitu berat timah tidak mempengaruhi laju korosi dimana berat awal Sn1 sebesar 10,9360 gr, menjadi 103 mg, Sn2 sebesar 8,9238 gr menjadi 10 mg dan Sn3 sebesar 6,6185 gr menjadi 18 mg
Pengujian Karakteristik Sepatu Kuda Bahan Komposit Polymeric Foam Berpenguat Fiberglass Menggunakan Uji Gesek Dan Pengamatan Mikroskop
Mawardi Mawardi;
Bustami Syam
Jurnal VORTEKS Vol. 1 No. 1 (2020): Oktober 2020
Publisher : Program Studi Teknik mesin, Fakultas Teknik, Universitas Al Azhar Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54123/vorteks.v1i1.10
Hasil pengujian gesek (keausan) Spesimen A nilai rata-rata untuk lebar jejak keausan (?) 1616 ?m kedalaman jejak keausan () 546.17 ?m, volume keausan eksperimental (Vp) 9.575 mm³ dan laju keausan (?p) 0.10 mm3/s. Spesimen B dengan nilai rata-rata untuk lebar jejak keausan ( ?) 2526.26 ?m, kedalaman jejak keausan () 2033.18 ?m, volume keausan eksperimental (Vp) 2.573 mm³ dan laju keausan (?p) 0.31 mm3/s. Spesimen C nilai rata-rata untuk lebar jejak keausan (?) 1079.87 ?m, kedalaman jejak keausan () 266.10 ?m, volume keausan eksperimental (Vp) 1.253 mm³ dan laju keausan (?p) 0.041 mm3/s. Spesimen D nilai rata-rata untuk lebar jejak keausan (?) 1728.20 ?m, kedalaman jejak keausan () 712.27 ?m, volume keausan eksperimental (Vp) 3.354 mm³ dan laju keausan (?p) 0.11 mm3/s. Spesimen E nilai rata-rata untuk lebar jejak keausan (?) 1788.32 ?m, kedalaman jejak keausan () 1101.40 ?m, volume keausan eksperimental (Vp) 5.187 mm³ dan laju keausan (?p) 0.17 mm3/s.
Studi Koordinasi Pengaman Motor Arus Bolak-Balik
Sari Novalianda;
Sri Indah Rezkika;
Susilawati Susilawati;
Wahyu Adrian
Jurnal VORTEKS Vol. 1 No. 1 (2020): Oktober 2020
Publisher : Program Studi Teknik mesin, Fakultas Teknik, Universitas Al Azhar Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54123/vorteks.v1i1.11
Sejalan dengan perkembangan teknologi dalam bidang sistem tenaga listrik dan penggunaan mesin mesin listrik sebagai penggerak industri. Motor arus bolak balik (AC) berperan penting dalam dunia industri sebagian besar penggerak yang terdapat didalam pabrik menggunakan motor – motor listrik tersebut, baik dengan supply tiga fasa maupun satu fasa. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai studi koordinasi pengaman motor arus bolak balik maka diperoleh setting rele untuk beban lebih sebesar 0.08 dari arus nominal dan setting waktu 20 detik, setting rele untuk arus lebih sebesar 0.58 dari arus nominal dan setting waktu 0.1 detik, setting rele untuk tegangan lebih sebesar 0.7 dari tegangan nominal, setting arus untuk rele gangguan tanah 5A sampai 20A dengan setting waktu 1 time dial, setting rele panas lebih untuk CB pada suhu 171.95 oC dan setting sinyal alarm 162.9 oC. Untuk menjaga kehandalan dari sistem pengaman maka perlu digunakan rating dan setting arus serta waktu yang tepat pada rele pengaman. Hal ini perlu diperhatikan karena jika menggunakan setting yang keliru akan mengakibatkan arus gangguan yang besar timbul melewati motor dimana akan mengakibatkan kerusakan motor.