cover
Contact Name
Kuntoro
Contact Email
metafora@ump.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
metafora@ump.ac.id
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan, PO BOX 202, Purwokerto 53182 Kembaran, Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra
ISSN : 24072400     EISSN : 27766020     DOI : http://dx.doi.org/10.30595/metafora
Core Subject : Education,
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra menyediakan forum untuk menerbitkan artikel dan laporan penelitian yang berfokus pada bidang: 1. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 2. Kajian Linguistik Bahasa Indonesia 3. Kajian Sastra Indonesia
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2015): METAFORA" : 10 Documents clear
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERCERITA DENGAN TEKNIK TUTUR BERSAMBUNG PADA SISWA KELAS IX D SMP NEGERI 1 PATIKRAJA SEMESTER 1 TAHUN 2014-2015 Sukesi Trisnowati
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Vol 1, No 2 (2015): METAFORA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/mtf.v1i2.279

Abstract

Abstrak: Kemampuan bercerita siswa kelas IX D SMP Negeri 1 Patikraja pada semester gasal tahun pelajaran 2014-2015 dinyatakan masih rendah. Dalam kegiatan pembelajaran bercerita tersebut, sebagian besar siswa mengalami kesulitan dan kendala psikologis yakni rasa malu, khawatir, dan kurang percaya diri saat bercerita di depan kelas. Kebanyakan siswa merasa bingung dengan cerita yang akan dibawakannya karena mereka kurang menguasai isi cerita yang telah dibacanya serta khawatir tidak dapat menyelesaikan ceritanya. Berdasarkan kondisi tersebut, perlu diupayakan solusinya. Penulis memilih teknik tutur bersambung agar siswa dapat bercerita dengan baik dari awal hingga akhir sesuai dengan isi cerita yang dibacanya tanpa rasa malu, khawatir, dan kurang percaya diri. Teknik tutur bersambung merupakan teknik bercerita secara kelompok (2 - 4 orang) yakni bercerita dengan cara bergantian, beruntun, atau bersambungan dari siswa pertama hingga yang terakhir. Dengan menggunakan teknik tersebut, kesulitan dan kendala psikologis dapat teratasi serta hasil belajar pun lebih baik. Kemampuan bercerita menjadi meningkat. Hal ini terbukti, nilai rata-rata kelas meningkat dari 68 menjadi 80. Persentase ketuntasan belajar klasikal juga meningkat dari 70,58% menjadi 94,11%. Kata kunci : kemampuan bercerita, teknik tutur bersambung
ANALISIS BUTIR SOAL UJIAN MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SEKOLAH DASAR TAHUN PELAJARAN 20013/2014 DI KABUPATEN PURBALINGGA Dwi Haryanto
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Vol 1, No 2 (2015): METAFORA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/mtf.v1i2.275

Abstract

Abstrak: Ujian Sekolah Dasar sebagai salah satu penilaian yang berfungsi untuk (1) pemetaan mutu satuan pendidikan, (2) dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya, (3) penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan, dan (4) dasar pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upayanya meningkatkan mutu satuan pendidikan harus memenuhi kriteria sebagai instrumen penilaian (tes) yang bermutu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas/ mutu butir soal ujian sekolah secara empiris ditinjau dari kesahihan/ validitas, ketepercayaan/ reliabilitas, tingkat kesulitan, daya pembeda dan efektifitas butir pengecoh (distraktor). Data penelitian dikumpulkan melalui teknik dokumentari, yaitu dengan menggunakan lembar jawab ujian yang telah ada. Analisis datanya dengan menggunakan statistik deskriptif dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa butir yang memenuhi criteria validitas sebanyak 47%, tingkat kesulitan soal 38%, daya beda 42%, dan efektifitas butir pengecoh 94% serta tingkat reliabilitas memenuhi persyaratan. Dari penggabungan keseluruhan kriteria tersebut, diketahui ada 14 butir soal atau 28% memenuhi semua kriteria yang ditetapkan (layak) dan 36 butir soal atau 72% tidak memenuhi satu atau lebih kriteria sehingga dinyatakan tidak layak. Secara keseluruhan soal ujian sekolah tersebut kualitasnya masih rendah sehingga masih perlu diperbaiki untuk menjadi soal ujian. Kata kunci: analisis butir soal, ujian, Sekolah Dasar, bahasa Indonesia
Pemanfaatan Media Sosial Facebook Untuk Media Pembelajaran Bahasa Indonesia Mayasari Sasmito
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Vol 1, No 2 (2015): METAFORA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/mtf.v1i2.280

Abstract

Abstrak: Inovasi pembelajaran bahasa Indonesia sangat perlu dilakukan agar pembelajaran tidak membosankan. Salah satunya dengan menggunakan facebook. Facebook adalah salah satu media sosial yang memiliki fitur-fitur aplikasi yang digunakan untuk berkomunikasi dengan pengguna lainnya, mulai dari pendidikan, bisnis, dan entertaiment. Banyak kegiatan kehidupan yang dikembangkan di situs jejaring sosial ini. Dengan facebook guru bisa berperan aktif dengan cara membuat grup yang berhubungan dengan mata pelajaran bahasa Indonesia. Dengan facebook pula guru dapat bersosialisasi dengan peserta didik tentang berbagai materi pelajaran bahasa Indonesia. Selain itu, dengan facebook guru bisa berbagi (sharing) materi, baik itu berupa link, gambar dan video. Hal ini untuk menambah bahan ajar. Ruang konsultasi dan ringkasan materi pada note, dapat dijadikan media latihan/ evaluasi dengan cara siswa menjawab latihan atau quiz yang diberikan oleh guru di facebook. Kata kunci: inovasi, pembelajaran, facebook
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TEKNIK JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS IX F PADA SEMESTER GASAL TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Ilyas Ilyas
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Vol 1, No 2 (2015): METAFORA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/mtf.v1i2.276

Abstract

Abstrak: Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di IX F SMP Negeri 2 Pekuncen, bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa melalui penerapan model pembelajaran cooperative learning teknik jigsaw. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX F SMP Negeri 2 Pekuncen. Fokus penelitian pada penerapan model pembelajaran cooperative learning teknik jigsaw. Pelaksanaan penelitian melibatkan guru Bahasa Indonesia yang lain sebagai kolaborator. Melalui data yang ada dan refleksi awal, prosedur penelitian tindakan kelas ini meliputi 1) perencanaan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) observasi, dan 4) refleksi dalam setiap siklus. Data diperoleh melalui observasi, angket, wawancara, dan tes tertulis/kuis. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya meningkatkan keterampilan berbicara siswa, dan minat belajar bahasa Indonesia dapat dicapai dengan menerapkan model pembelajaran cooperative learning teknik jigsaw. Peningkatan pada siklus I ke siklus II ditunjukkan dengan adanya peningkatan aspek keaktifan siswa mengikuti pelajaran dari 80% menjadi 100%, aspek keberanian bertanya dari 63% menjadi 76.63%, aspek mengajukan pendapat dari 73% menjadi 83.3%, aspek menjawab pertanyaan dari 56.6% menjadi 66.6%, dan aspek bekerja sama dari 80% menjadi 93.3%. Peningkatan hasil belajar juga dibuktikan pada kemampuan siswa melengkapi isi laporan dari 86.66 menjadi 90, aspek pilihan kata dari 81.66 menjadi 8.66, aspek pelafalan dari 72.5 menjadi 76.6, aspek jeda dari 66.66 menjadi 72.5, dan aspek gerak/mimik dari 64.16 menjadi 65.8. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran cooperative learning teknik jigsaw dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa, dan meningkatkan partisipasi siswa belajar berbicara. Kata kunci: cooperative learning, jigsaw, keterampilan berbicara
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS FUNGSIONAL PENDEK MELALUI TEKNIK PEMBELAJARAN WORD SQUARE DAN FOUR SQUARE Rakum Partoyo
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Vol 1, No 2 (2015): METAFORA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/mtf.v1i2.282

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan menulis teks fungsional pendek dengan menggunakan teknik pembelajaran word square dan four square. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus yaitu siklus 1 dan siklus 2. Subjek penelitian berjumlah 33 siswa. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan yang signifikan baik hasil belajar maupun motivasi belajar siswa. Dari data awal nilai rata-rata kelas: 74,00 menjadi 65,19 pada siklus 1 dan 80,48 pada siklus 2. Sedangkan persentase keaktifan siswa dalam proses pembelajaran meningkat dari data awal: 61,00% naik menjadi 81,81% pada siklus 1 dan 90,90% pada siklus 2. Kata kunci: teks fungsional, word square, four square
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERHADAP MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR MEMAHAMI TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI Rumijati Rumijati
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Vol 1, No 2 (2015): METAFORA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/mtf.v1i2.277

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) pengaruh model pembelajaran penemuan (discovery learning) terhadap motivasi belajar peserta didik dalam memahami teks laporan hasil observasi; 2) pengaruh model pembelajaran penemuan terhadap prestasi belajar peserta didik dalam memahami teks laporan hasil observasi. Jenis penelitian ini adalah eksperimen-kuasi dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VII SMP Negeri 3 Kaliwiro Kabupaten Wonosobo yang berjumlah 143 orang, dengan kelas VII A, VII C, VII E sebagai kelompok eksperimen dan kelas VII B, VII D sebagai kelompok kontrol. Data penelitian diperoleh melalui angket dan tes. Angket, berupa skala sikap yang terdiri atas 20 butir, digunakan untuk mengetahui motivasi belajar. Tes berupa soal pilihan ganda berjumlah 40 butir. Tes ini digunakan untuk mengetahui prestasi belajar memahami teks laporan hasil observasi. Hasil analisis data dengan taraf signifikasi α=0,05 menunjukkan bahwa: 1) terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran penemuan terhadap motivasi belajar peserta didik; 2) terdapat pengaruh model pembelajaran penemuan terhadap prestasi belajar peserta didik. Kata kunci: pembelajaran penemuan, motivasi, prestasi belajar
PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGANALISIS UNSUR INTRINSIK TEKS DRAMA Nurkanti Nurkanti
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Vol 1, No 2 (2015): METAFORA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/mtf.v1i2.284

Abstract

Abstrak: Pembelajaran sastra merupakan salah satu pembelajaran yang dirasakan berat oleh siswa, terutama ketika siswa harus menikmati suatu karya sastra. Meskipun karya sastra drama sering dihadapi oleh siswa namun ketika harus menikmati, dalam arti menganalisis naskah drama, siswa masih banyak mengalami kesulitan. Kegagalan siswa dalam menganalisis teks drama tampak ketika hanya siswa tertentu yang dapat menyebutkan unsur intrinsik teks drama. Selama ini, guru kurang menyadari bahwa metode diskusi yang diterapkan ternyata kurang efektif. Sebagian siswa hanya menggantungkan diri pada teman sekelompok. Pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) ini memberikan perbaikan sekaligus solusi terhadap rendahnya tingkat apresiasi sastra. Hal ini tampak ketika setiap siswa akan dapat menganalisis unsur intrinsik teks drama. Dengan pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) ini semua siswa betul-betul mampu menganalisis teks drama dan mempunyai keberanian untuk menyampaikan hasil pekerjaannya. Pembelajaran sastra akan menyenangkan apabila guru dapat menggunakan model pembelajaran yang tepat. Hal ini berdampak pada meningkatnya hasil belajar dan keaktivan siswa di kelas. Kata kunci: analisis, teks drama, NHT
PENANDA VERBA PASIF DALAM BAHASA JAWA Suwartono Suwartono
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Vol 1, No 2 (2015): METAFORA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/mtf.v1i2.278

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sistem atau aturan penanda verba pasif dalam bahasa Jawa. Analisis dilakukan berdasarkan pada data ragam lisan/tuturan, yakni yang paling umum digunakan pada komunikasi lisan sehari-hari dalam bahasa Jawa. Data ini mengacu kepada bahasa Jawa ragam rendah (Ngoko). Peneliti sendiri seorang penutur asli bahasa Jawa. Namun demikian, untuk mendukung validitas penelitian dua orang ahli yang dinilai memiliki kapasitas sebagai narasumber (berlatarbelakang pendidikan relevan) – seorang dosen pendidikan bahasa Jawa dan seorang guru bahasa Jawa Sekolah Menengah Pertama – telah diwawancarai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam bahasa Jawa verba pasif ditandai dengan awalan di- atau ke-, atau gabungannya bersama akhiran -i, -ni, -an, atau -en. Sisipan -in- ditemukan hanya pada variasi dalam bidang seni/sastra, yang juga sering terdengar digunakan oleh pembawa acara dalam prosesi pernikahan adat Jawa. Dalam bahasa Jawa ragam tinggi (Krama), dipun- atau gabungannya bersama akhiran -i atau -aken digunakan untuk menggantikan penanda verba pasif untuk versi yang lebih rendah di-, sementara ke-/ka- masih dijumpai sama seperti pada ragam rendah Ngoko. Kata kunci: penanda verba pasif, ragam tinggi, ragam rendah, krama, ngoko
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MEMPRODUKSI TEKS HASIL OBSERVASI DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK SMP Ruti Sumarni
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Vol 1, No 2 (2015): METAFORA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/mtf.v1i2.286

Abstract

Abstrak: Bahan ajar merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan proses pembelajaran yang keberadaannya memegang peran penting bagi peserta didik maupun guru. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan: (1) mengetahui kelayakan bahan ajar teks hasil observasi; dan (2) mengetahui keefektifan bahan ajar terhadap hasil belajar aspek pengetahuan dan aspek keterampilan, motivasi belajar, dan kreativitas belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan. Hasil yang diperoleh: 1) pengembangan bahan ajar teks hasil observasi untuk SMP dinyatakan sangat layak oleh ahli dan guru Bahasa Indonesia dengan komponen penilaian kelayakan isi skor rerata 3,73, kebahasaan skor rerata 3,58, dan penyajian materi skor rerata 3,77. Adapun kualitas kegrafikan dinilai oleh ahli desain grafis dan guru Bahasa Indonesia dengan rerata skor 3,85. Respon peserta didik terhadap modul juga sangat baik , kelayakan isi 88,4%, kebahasaan 86,8%, penyajian materi 88,8%, dan kualitas kegrafikaan 86,6%. 2) Hasil uji keefektifan dengan uji-t independen menunjukkan bahwa modul teks hasil observasi sangat efektif digunakan sebagai penunjang pembelajaran. Hal tersebut dibuktikan melalui hasil uji statistik t-Test terhadap hasil belajar, motivasi, dan kreativitas belajar yang menunjukkan bahwa nilai t hitung ˃ nilai t tabel, sehingga disimpulkan: (a) hasil belajar peserta didik yang menggunakan modul meningkat dan berbeda signifikan dibandingkan dengan peserta didik yang hanya menggunakan buku teks dari sekolah; (b) motivasi belajar peserta didik berbeda signifikan antara peserta didik yang menggunakan modul dengan yang tidak menggunakan; (c) kreativitas belajar peserta didik yang menggunakan modul lebih tampak dan berbeda signifikan dibandingkan dengan peserta didik yang tidak menggunakan modul. Kata kunci: pengembangan, modul, teks hasil observasi, pendekatan scientific.
PEMBELAJARAN SASTRA DI SEKOLAH DAN KURIKULUM 2013 Suminto A Sayuti
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Vol 1, No 2 (2015): METAFORA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/mtf.v1i2.274

Abstract

Abstrak: Kurikulum 2013 secara material berisi seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran tertentu. Di samping secara fungsional, kurikulum 2013 hendaknya diperhitungkan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan bidang-bidang tertentu; termasuk untuk bidang Bahasa dan Sastra Indonesia, baik dalam posisinya sebagai mata pelajaran wajib maupun peminatan. Oleh karena itu, jika terkait dengan materi dan pelaksanaan pembelajaran sastra di sekolah, bagi saya, kurikulum apa pun dan mana pun tidak perlu digelisahkan. Alasannya, secara esensial tujuan utama pembelajaran sastra itu tidak pernah berubah. Tujuan itu pasti berorientasi pada literary knowledge dan literary appreciation. Orientasi itu dapat diturunkan menjadi knowing, doing, dan being sastra; apresiasi, ekspresi, dan produksi sastra; atau dapat dirumuskan dalam (istilah Jawa) nga-3: ngerti, nglakoni, dan ngrasakke sastra. Dalam hubungannya dengan hal itu, strategi pembelajaran sastra menjadi penting untuk diperhatikan dan hal ini pula yang diisyaratkan oleh Kurikulum 2013, yakni pola umum kegiatan guru-siswa yang aktualisasinya berupa kegiatan belajar-mengajar sastra di kelas. Mengajarkan sastra pada dasarnya merupakan sebuah upaya menciptakan suatu sistem lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses belajar sastra. Sistem lingkungan ini terdiri atas komponen-komponen yang saling mempengaruhi yakni: (a) tujuan instruksional yang ingin dicapai; (b) teks sastra yang diajarkan; (c) guru-siswa yang harus memainkan peranan serta ada dalam hubungan sosial tertentu; (d) bentuk kegiatan pembelajaran yang dilakukan; serta (e) sarana dan prasarana belajar-mengajar yang tersedia. Agar pembelajaran sastra menjadi menyenangkan dan efektif, strategi transaksional merupakan salah satu strategi yang tepat dan perlu dikembangkan karena siswa menjadi terlibat secara aktif. Kata kunci: kurikulum, sastra, pembelajaran

Page 1 of 1 | Total Record : 10