cover
Contact Name
Sulistiono
Contact Email
ecep_s@apps.ipb.ac.id
Phone
+6281317011347
Journal Mail Official
jurnalfpik.ipb@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor Jalan Agatis, Kampus IPB Dramaga, Bogor 16680, Indonesia
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan
ISSN : 20874871     EISSN : 25493841     DOI : https://doi.org/10.24319
Tujuan Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan yaitu menyebarluaskan informasi ilmiah tentang perkembangan teknologi perikanan dan kelautan antara lain: teknologi perikanan tangkap, teknologi kelautan, inderaja kelautan, akustik dan instrumentasi, teknologi kapal perikanan, teknologi pengolahan hasil perikanan, teknologi budidaya perikanan, bioteknologi kelautan, teknik manajemen pesisir dan kelautan, teknik manajemen lingkungan perairan, dan sosial ekonomi perikanan dan kelautan.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 1 (2017): MEI 2017" : 10 Documents clear
PENGEMBANGAN EKOWISATA BAHARI BERBASIS SUMBERDAYA PULAU-PULAU KECIL DI PULAU SAYAFI DAN LIWO, KABUPATEN HALMAHERA TENGAH Kismanto Koroy; Fredinan Yulianda; Nurlisa A. Butet
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 8 No 1 (2017): MEI 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5758.881 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.8.1-17

Abstract

Kawasan pesisir pulau Sayafi dan Liwo memiliki potensi sumberdaya alam hayati yang tergolong masih cukup tinggi. Potensi sumberdaya alam yang dimiliki kedua pulau ini dapat dilihat pada ekosistem terumbu karang, ikan karang, ikan hias, padang lamun dan perikanan. Selain memiliki fungsi ekologis, ekosistem ini juga memiliki nilai estetika yang tinggi untuk pengembangan wisata bahari (marine tourism). Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan kelas kesesuaian dan daya dukung ekowisata bahari untuk jenis kegiatan diving dan snorkeling yang dapat di manfaatkan di pulau Sayafi dan Liwo Kecamatan Patani Utara Kabupaten Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas kesesuaian ekowisata bahari pulau Sayafi dan Liwo berada dalam kategori sesuai dan sangat sesuai, dengan daya tampung untuk jenis kegiatan wisata diving sebanyak 260 orang/ hari dengan area pemanfaatan sebesar 18.07 ha, dan untuk wisata snorkeling dengan area pemanfaatan sebesar 16.01 ha, mampu menampung wisatawan sebanyak 231 orang/ hari. Dengan demikian total wisatawan yang dapat ditampung kedua jenis kegiatan wisata sebesar 491 orang/hari.
ANALISIS STRUKTUR KOMUNITAS MAKROALGA EKONOMIS PENTING DI PERAIRAN INTERTIDAL MANOKWARI, PAPUA BARAT Hendrik Victor Ayhuan; Neviaty Putri Zamani; Dedi Soedharma
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 8 No 1 (2017): MEI 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5147.688 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.8.19-38

Abstract

Macroalga in Manokwari area has higher species biodiversity, however this organism is very risk to environmentkondition change either nature or anthropogenic pressure. This study aimed to composition species of algae (clasification and identification) and community assemblage analysis of macroalgae species surrounding Manokwari coastal area. Collecting data was done during east season period (from June 2014 to September 2014) from two different main coastal areas, mainland and outland coastal area. Twenty eight macroalga species were identified and consisted taxonomically of three divisions, three classes, eleven orders, sixteen families, and nineteen genus. Three divisions of macroalga species were green alga (Chlorophyta), red alga (Rhodophyta), and brown alga (Phaeophyta), which each division comprised with 14 species, 8 species, and 6 species respectively. Total of density average of macroalga species in outland was higher than that of in mainland. Structure analysis of macroalga community in outland areas (Mansinam and Lemon) had higher biodiversity index than that of in mainland areas (Rendani, Pasir Putih, and Arfai). Evenness index in both mainland and outland areas were closed to 1, which meant individual of macroalga from each species distributed uniformly and there was no dominant macroalga species. While dominancy index in either mainland or outland reached closely to zero, which meant macroalga community were stable.
PEMETAAN PERUBAHAN EKOSISTEM WILAYAH PESISIR KECAMATAN DULLAH UTARA KOTA TUAL Imanuel M. Thenu; Marvin M. Makailipessy
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 8 No 1 (2017): MEI 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4063.752 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.8.39-48

Abstract

Tingginya aktivitas pemanfaatan serta kurangnya informasi dan data tentang ekosistem sebagai acuan dasar pengelolaan di wilayah pesisir Kecamatan Dullah Utara. Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi dan sebaran ekosistem terumbu karang dan lamun serta menganalisis laju perubahannya dalam periode waktu tertentu berdasarkan hasil interpretasi citra. Berdasarkan hasil analisis citra akan diketahui luasan dan sebaran ekosistem, kemudian dibandingkan dengan beberapa citra pada periode waktu lampau untuk menganalisis laju perubahannya. Penelitian ini dilakukan di wilayah pesisir Kecamatan Dullah Laut Kota Tual. Metode analisis citra yang digunakan adalah teknik transformasi depth invariant indeks dan klasifikasi terbimbing. Hasil interpretasi citra Landsat 8 tahun 2014 menunjukkan luasan terumbu karang sebesar 1.934,82 ha sedangkan luasan lamun sebesar 614.43 ha. Pada tahun 2004 ke 2009 terjadi peningkatan luas ekosistem terumbu karang sebesar 133.56 Ha (4.78%), sedangkan ekosistem lamun terjadi peningkatan luas sebesar 84.69 ha (14.58%). Pada tahun 2009 ke 2014 ekosistem terumbu karang mengalami penurunan luas sebesar 992.16 ha (33.89%) sedangkan untuk ekosistem lamun mengalami penurunan luas sebesar 51.21 ha (7.69%).
INTRODUKSI HIGH POWER LED PADA PERIKANAN BAGAN TANCAP Septian Eka Satriawan; Gondo Puspito; Roza Yusfiandayani
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 8 No 1 (2017): MEI 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5898.92 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.8.49-58

Abstract

Penggunaan lampu TL (tubular lamp) sebagai alat bantu untuk mengumpulkan ikan pada bagan tancap memiliki kekurangan yaitu pancaran cahaya yang terlalu menyebar dan mahalnya harga bahan bakar. Penggunaan lampu HPL (high power led) sebagai lampu hemat energi diharapkan mampu mensubtitusi lampu TL untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah membuktikan penggunaan lampu HPL pada bagan tancap mampu menghasilkan komposisi jenis dan berat hasil tangkapan lebih tinggi dibandingkan dengan lampu TL. Pengujian menggunakan dua bagan tancap, masing-masing menggunakan lampu HPL dengan tudung bereflektor kertas perak dan lampu TL dengan tudung seng. Hasilnya menunjukan bahwa lampu HPL 90o menghasilkan area sebaran cahaya sebesar 120o sedangkan lampu TL mencapai 300o Odengan nilai iluminasi tertinggi masing-masing 1.358 lux (180o) dan 299 lux (50o). Komposisi jenis dan berat hasil tangkapan bagan tancap dengan menggunakan lampu HPL menghasilkan 14 jenis organisme dengan berat total 97.363 g (78.39%), lebih tinggi dibandingkan dengan lampu TL yang menghasilkan 9 jenis organisme dengan berat 26.829 g (21.61%).
ANALISIS DAERAH PENANGKAPAN IKAN MADIDIHANG (Thunnus albacares) BERDASARKAN SUHU PERMUKAAN LAUT DAN SEBARAN KLOROFIL-A DI PERAIRAN PROVINSI ACEH Samsul Bahri; Domu Simbolon; Mustaruddin Mustaruddin
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 8 No 1 (2017): MEI 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3973.016 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.8.95-104

Abstract

Ikan tuna madidihang (Thunnus albacares) merupakan sumberdaya ikan unggulan yang tersebar di wilayah perairan Provinsi Aceh. Sejauh ini, para nelayan ikan tuna madidihang mengalami kendala dalam menentukan titik operasional daerah penangkapan ikan. Penentuan daerah penangkapan ikan dapat diduga dari kondisi perairan yang merupakan habitat dari suatu spesies dan biasanya digambarkan dengan parameter oseanografi. Suhu permukaan laut (SPL) dan klorofil-a merupakan parameter oseanografi yang penting untuk mengetahui keberadaan ikan tuna madidihang dan mempermudah dalam menganalisis daerah penangkapan ikan yang potensial. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengkaji dan menganalisis daerah penangkapan ikan tuna madidihang berdasarkan parameter SPL dan sebaran klorofil-a, di perairan Provinsi Aceh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini antara lain pengambilan data hasil tangkapan ikan tuna madidihang di lapangan secara purposive sampling di perairan Provinsi Aceh, serta analisis SPL dan klorofil-a menggunakan data citra satelit Aqua Modis yang diolah dengan software ArCGIS. Hasil penelitian menunjukkan sebaran SPL di perairan Provinsi Aceh berkisar antara 26.19- 32.8 °C. Nilai kisaran SPL tertinggi mencapai 32.87 °C terjadi pada bulan Maret, serta SPL terendah 26.19 °C terjadi pada bulan April. Analisis sebaran klorofil-a di perairan Provinsi Aceh berkisar antara 0.02- 3.47 mg/m3. Nilai klorofil-a tertinggi 3.47 mg/m3 terjadi pada bulan Mei, sedangkan nilai klorofil-a terendah 0.02 mg/m3 terjadi pada bulan Mei. Produktivitas hasil tangkapan ikan tuna madidihang tertinggi (435 kg) dicapai pada nilai SPL 28 °C dan klorofil 0.44 mg/m3. Berdasarkan analisis regresi linier berganda, sebaran SPL dan klorofil-a tidak berpengaruh nyata terhadap hasil tangkapan ikan tuna madidihang di perairan Provinsi Aceh.
HUBUNGAN ANTARA KONSENTRASI KLOROFIL-A DENGAN TINGKAT PRODUKTIVITAS PRIMER MENGGUNAKAN CITRA SATELIT LANDSAT-8 Mulkan Nuzapril; Setyo Budi Susilo; James P. Panjaitan
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 8 No 1 (2017): MEI 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3836.056 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.8.105-114

Abstract

Chlorophyll-a is a phytoplankton pigment involved in photosynthesis. Chlorophyll-a concentration detection through satellite orbiting can only be infered the concentration of chlorophyll-a at sea surface and could not estimate the sea primary productivity. Sea Primary productivity may last up to a depth of compensation or the depth at which the intensity of light stayed at least 1% of sea surface light intensity. However, the aim of this study is tofind out the relationships between the concentration of chlorophyll-a and primary productivity so that the concentration of chlorophyll-a could be used to predict primary productivity. The linear regression equation have been applied to construct model explaing relationship between the chlorophyll-a concentration and sea primary productivity. The equation explaing on chlorophyll-a concentrations with primary productivity is PP = 22.746 + 95.536Keu (R²) = 0.66 where PP is the sea primary productivity, Keu is the average of chlorophyll-a concentration throughout the water column. The results of these equations can be applied to satellite imagery so that it can assist in monitoring water quality conditions.
HASIL TANGKAPAN IKAN MADIDIHANG DARI ASPEK TEKNIS DAN BIOLOGI MENGGUNAKAN ARMADA PANCING TONDA DI PERAIRAN PALABUHANRATU Muhammad Ihsan; Roza Yusfiandayani; Mulyono S. Baskoro; Wazir Mawardi
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 8 No 1 (2017): MEI 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3738.436 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.8.115-123

Abstract

Pembangunan perikanan di daerah terdiri dari berbagai aspek, salah satunya adalah aspek teknis dan aspek biologis. Aspek biologis memiliki peranan penting untuk pengembangan perikanan di suatu daerah. Aspek teknis digunakan untuk melihat bagaimana cara madidihang tertangkap dan aspek biologis digunakan dalam penelitian ini berguna untuk mengetahui perkembangan penangkapan pada objek ikan yang tertangkap dalam hal ini adalah madidihang yang mendarat di PPN Palabuhanratu. Sampel madidihang diambil pada Agustus 2015 sampai Desember 2015 dari seorang nelayan di PPN Palabuhanratu. Dalam pengoperasian armada pancing tonda, digunakan 4 alat jenis alat tangkap yaitu taber, tomba, pancing ulur, dan layang-layang yang mempunyai fungsi dan jenis hasil tangkapan yang berbeda. Pengukuran total panjang total berat dan analisis korelasi panjang-berat. Data yang telah dihitung antara korelasi dari jumlah panjang dan jumlah-berat madidihang yang issometric dengan b nilai 3.304. Panjang tuna madidihang yang didaratkan secara keseluruhan berkisar antara 39–68cm FL. Distribusi frekuensi panjang tuna madidihang selama lima bulan didominasi oleh ukuran < 100 cm FL. Berdasarkan pengamatan armada pancing tonda, tiap alat tangkap yang digunakan mempunyai cara yang berbeda-beda dalam operasi penangkapannya dengan hasil tangkapan yang berbeda. Berdasarkan analisis korelasi panjang-berat, madidihang memiliki hasil isometrik yang dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan madidihang berkembang dengan baik. Hasil tangkapan bedasarkan analisis selang kelas panjang madidihang menunjukan 55% hasil tangkapan berada pada ukuran jouvenile.
KUANTIFIKASI KAPAL KARAM BERMATERIAL LOGAM MENGGUNAKAN MULTIBEAM ECHOSOUNDER Ari Wahyudi; Henry M. Manik; Indra Jaya
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 8 No 1 (2017): MEI 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3989.515 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.8.59-65

Abstract

The use of Multibeam echosounder (MBES) equipment for seabed detection has been done by several researchers, which provided intensity values of each research object. However, artificial targets (such as shipwreck) was very dangerous object for ship navigation hence its very important to quantify it. This research was conducted in the Sunda Strait to detect the target of metal shipwreck. The Kongsberg EM 2040 MBES was used along with supporting equipment and SIS software as a data recorder. MBES acquisition results then processed using software CARIS. Display of the results were presented using the software CARIS and Surfer. The results of this study showed that the detection of the shipwreck with MBES Kongsberg EM 2040 is very clear with 3-dimensional shape of the shipwreck. The shipwreck backscattering intensity values have range from -3 to +6.99 dB.
KERAGAAN ASPEK TEKNIS UNIT TEKNOLOGI PENANGKAPAN IKAN KURAU DI PAMBANG PESISIR KABUPATEN BENGKALIS PROVINSI RIAU Muhammad Natsir Kholis; Ronny I Wahju; Mustaruddin Mustaruddin
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 8 No 1 (2017): MEI 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4874.178 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.8.67-79

Abstract

Ikan kurau (Eleutheronema tetradactylum) merupakan salah satu jenis ikan yang mempunyai nilai ekonomi penting di Pambang pesisir Kabupaten Bengkalis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek teknis dan ekonomi (finansial) dari setiap unit teknologi penangkapan ikan kurau di Pambang pesisir. Pengumpulan data dilaksanakan pada bulan Juli sampai September 2016 di Pambang pesisir Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau dengan metode survei. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan finansial dengan menghitung nilai NPV, IRR, PP dan BCR. Hasil analisis aspek teknis menunjukkan karakteristik unit teknologi penangkapan ikan kurau di Pambang Pesisir untuk jaring kurau dan jaring tangsi menggunakan webbing berbahan PA (Polyamide) dan tangsi, mesh size yang digunakan berukuran 2.5 sampai 7 inci dan ukuran kapal berkisar 6 sampai 12m. Sedangkan rawai dan pancing menggunakan tali utama berbahan nilon 110, mata pancing bernomor 6 dan 7, dengan umpan ikan parang-parang, tenggiri, layur, udang dan lomek. Ukuran kapal yang digunakan berkisar 6 sampai 8m. Sedangkan hasil analisis ekonomi (finansial) menunjukkan bahwa seluruh unit teknologi penangkapan ikan kurau di Pambang Pesisir layak untuk dikembangkan dengan nilai NPV yang positif, nilai IRR melebihi bunga suku bank yang ditetapkan dan BCR >1.
MODEL KONSEPTUAL PENGEMBANGAN PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA BUNGUS SEBAGAI PUSAT PENDARATAN IKAN TUNA Suci Asrina Ikhsan; Iin Sholihin; Tri Wiji Nurani
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 8 No 1 (2017): MEI 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3954.33 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.8.81-93

Abstract

Development conceptual model of oceanic fishing port Bungus as landing tuna fish center was a system that involves various actors in development. The research objective had done were evaluation the performance of oceanic fishing port Bungus and create a conceptual models as tuna fish landing centers. Development of oceanic fishing port Bungus with soft system methodology (SSM), which saw the overall problems in fishing ports. The results of this study were four conceptual models to repair problems that occur in the present. The conceptual model was built by three aspects, the study of human resources and institutional aspects, service aspects, and facilities aspects. Implementation the conceptual models that can be done with a variety strategies, involving the entire actors such as government, fishermen and the processing industry.

Page 1 of 1 | Total Record : 10