cover
Contact Name
Nafiah Solikhah
Contact Email
nafiahs@ft.untar.ac.id
Phone
+6281329380937
Journal Mail Official
jurnalstupa@ft.untar.ac.id
Editorial Address
Jurusan Arsitektur dan Perencanaan Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara Kampus 1, Gedung L, Lantai 7 Jl. Letjend. S. Parman No. 1, Jakarta Barat 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa)
ISSN : 26855631     EISSN : 26856263     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/stupa
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal STUPA merupakan Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur dan Perencanaan, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara sebagai wadah publikasi artikel ilmiah dengan tema: Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (STUPA)
Articles 78 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2019): APRIL" : 78 Documents clear
ARENA OLAHRAGA BULUTANGKIS CENGKARENG Ratna Chandra; Doddy Yuono
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3813

Abstract

Olahraga bulutangkis Indonesia kini sedang menjadi sorotan berbagai pihak.Prestasinya yang menurun membuat peminat bulutangkis tanah air berkurang. Padahal olahraga bulutangkis merupakan olahraga andalan Indonesia. Dengan menurunnya peminat bulutangkis ini menyebabkan regenerasi atlet menjadi lambat sehingga menambah keterpurukan bulutangkis Indonesia. Proyek ini memiliiki tujuan agar dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat luas di kemudian hari.Berikut tujuan pembangunan proyek Arena pertandingan bulutangkis adalah Memberikan fasilitas pertandingan dan latihan bulutangkis ,Sebagai wadah klub klub bulutangkis yang tidak mempunyai fasilitas,Membantu mengajak anak anak usia ideal untuk lebih mengenal olahraga bulutangkis. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yaitu metode yang menjelaskan dan memaparkan data – data yang telah dikumpulkan,berdasarkan fakta fakta yang ada kemudian dianalisis dan menghasilkan kesimpulan.Data yang diperlukan dalam perencanaan arena bulutangkis adalah data primer dan data sekunder.Konsep saling menindih diterapkan pada bentuk bangunan yang di ambil dari bentuk shuttercock, Stadium terbagi dalam 3 area , yaitu area asrama,area publik dan area pertandingan sehingga tidak mengganggu antar aktifitas. Adanya pengklasifikasian pengunjung dan atlet juga membawa kenyamanan bagi masing masing pihak.Proyek ini menampung 3500 penonton , dengan area pertandingan dengan standart nasional. Untukmemacu dan membangkitkan antusiasme masyarakat terhadap olahraga bulutangkis.
RUANG EDUKASI DAN HIBURAN BERSAMA HEWAN Sheren Pricillia; Sidhi Wiguna Teh
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3992

Abstract

Kesehatan mental masyarakat kota yang disebabkan oleh gaya hidup di kota metropolis merupakan tujuan utama perancangan proyek. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi gaya hidup masyarakat kota seperti daya saing, sifat individualis serta kota itu sendiri yang mengalami penurunan daya tampung akibat perkembangan penduduk. Hewan peliharaan merupakan salah satu terapi alternatif yang dapat membantu menenangkan jasmani dan rohani manusia. Sebuah ruang interaksi antara manusia dan hewan sebagai sarana rekreasi yang edukatif. Pendekatan perancangan berupa kajian pustaka, studi literatur, studi lapangan serta analisis terhadap program-program yang memiliki kemiripan. Metode ini digunakan untuk menambah pengetahuan dalam proses perancangan proyek. Program utama dalam proyek ini adalah sebuah kebun binatang yang memberikan kesempatan pada pengunjung untuk bermain bersama hewan. Terdapat beberapa fasilitas pendukung lainnya seperti discovery center, Aquarium, Bird & Butterfly Aviary dan 4D Cinema. Tujuan utama dari proyek ini adalah untuk memberikan pengalaman edukatif yang menarik sehingga masyarakat khususnya anak-anak dapat berkembang melalui interaksinya dengan hewan. Interaksi dengan hewan membawa sejumlah dampak positif bagi anak-anak, seperti melatih rasa empati sejak dini dan membangun kecerdasan terutama dalam hal emosi dan sosial. Proyek ini diharapkan dapat membantu meringankan dan mengurangi tingkat stress masyarakat dan kota Jakarta itu sendiri serta menimbulkan efek yang baik bagi kawasan sekitarnya. 
STADIUM TURNAMEN E-SPORT DI JAKARTA Brian Martin; Dewi Ratnaningrum
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3984

Abstract

Jakarta merupakan sebuah kota metropolis yang menjadi sebuah tempat / pusat perekonomian dan dengan jumlah kepadatan penduduk yang sangat tinggi yang pastinya juga membuat aktivitas di kota ini berjalan dengan sangat cepat. Hal ini berdampak pada tingkat stress yang cukup tinggi dan di alami oleh hampir semua orang yang tinggal dan beraktivitas dengan frekuensi yang cukup tinggi di kota Jakarta. Oleh karna itu, membutuhkan sebuah wadah tempat rekreasi yang baru di tengah – tengah tempat rekreasi yang sudah ada di kota Jakarta ini khususnya untuk tempat bermain dengan teknologi yang tengah berkembang saat ini namun masih belum memiliki wadah khusus. Tempat bermain dengan teknologi yang tengah berkembang saat ini salah satunya ialah E-sport. E-sport ini sendiri adalah sebuah jenis permainan yang tengah sangat berkembang di seluruh penjuru dunia dan juga tentunya di Indonesia juga, namun belum memiliki sebuah wadah yang khusus untuk kita bisa menikmati bersama E-sport itu , khususnya di kota Jakarta yang sangat padat ini. E-Sport ini sendiri menunjukan perkembangan yang sangat pesat di Indonesia. Salah satunya adalah cabang E-sport yang di perlombakan pada ajang Asean Games 2018. Untuk itu penulis mengkaji dan menganalisis tentang E-sport ini sendiri untuk dapat merancang sebuah wadah E-sport yang belum ada di Jakarta. Selain dapat menjadi sebuah wadah baru , tempat berwisata yang fresh, dan juga bisa menjadi salah satu ladang baru untuk mencari nafkah yang dapat di lakukan oleh semua kalangan dan umur dari anak anak hingga orang tua.  
TRANS STUDIO ANIMASI Erica Hosanna; Mieke Choandi
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3953

Abstract

Animasi merupakan sebuah prospek yang sedang meningkat dalam Indonesia, tetapi perkembangan ini tidak dapat apresiasi dengan baik. Disini munculah kesempatan untuk menggunakan animasi sebagai atraksi wisata lokal.Trans Studio Animasi merupakan sebuah indoor theme park dengan tema animasi. Dengan lokasinya yang terletak pada CBD Puri Kembangan, diharapkan bahwa Trans Studio Animasi dapat membuat kawasan menjadi kawasan Tourism Bussiness District yang lebih baik.
GEDUNG GALERI KESENIAN DI MENTENG, JAKARTA PUSAT Stefanus Kevin; Stephanus Huwae
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3958

Abstract

Bidang pariwisata merupakan sebuah bidang yang sangat berpotensi meningkatkan penghasilan devisa suau negara ataupun daerah. Architourism of The Metropolis merupakan tema Tugas Akhir semester 8 di Universitas Tarumanagara. Dengan adanya tema ini, arsitek diminta merancang sebuah kawasan pariwisata di tengah kota Jakarta dengan sub tema hiburan dan pertunjukan. Hiburan pertunjukan sendiri memiliki sebuah wisata pertunjukan di mana sebuah kawasan tersebut memberikan tontonan bagi wisatawan yang datang dan memberikan penagalman berbeda dari keseharian pengunjung.
EKSIBISI DAUR ULANG SAMPAH ANORGANIK Andy Abeng; Lina Purnama
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3967

Abstract

Metropolis atau di sebut sebagai ibukota yang fungsinya adalah sebagai kota industri dan perdagangan, dengan tingkat kepadatan yang tinggi (satu hingga tiga juta penduduk). Metropolis menjadi suatu tempat yang memiliki peran penting dalam mengatur perekonomian dan politik. Sementara itu untuk menggerakkan roda perekonomian metropolis salah satu caranya yaitu melalui pariwisata (2016 kontribusi total perjalanan dan turisme terhadap PDB dunia sebesar 7.613.3 juta USD dan semakin naik pada tahun 2017 sebesar 3.6% dan diperkirakan akan terus naik) (World Travel & Tourism Council, n.d.). Setelah melakukan pencarian data dengan melakukan survei di beberapa titik dan mengkaji literatur, maka digunakan teori architourism di metropolis untuk membantu mengembangkan perekonomian metropolis. Akan tetapi selain memiliki dampak positif, pariwisata juga memiliki dampak negatif terhadap metropolis yaitu banyaknya sampah yang di hasilkan oleh wisatawan (USA TODAY, 2018). Solusi yang dapat menyelesaikan permasalahan tersebut yaitu dengan dibuatnya sebuah ruang untuk mengedukasi masyarakat dan turis mengenai pentingnya menjaga lingkungan dari sampah, menunjukkan nilai guna dari sampah kemudian mengolah sampah-sampah tersebut menjadi sesuatu yang berguna, menjadikan hal tersebut sebagai tontonan maupun alat interaktif bagi turis sehingga mampu menarik perhatian turis tetapi juga dapat meringankan permasalahan sampah yang ada di kota metropolis. Solusi-solusi tersebut di padukan menjadi sebuah ruang ekshibisi daur ulang sampah anorganik yang dapat mengubah pola pikir turis-turis yang datang mengenai keburukan sampah dari suatu benda yang tidak bernilai menjadi memiliki nilai dan guna. 
PAGELARAN SENI TARI INDONESIA Siti Nuryani; Martin Halim
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.4020

Abstract

Ketertarikan masyarakat Indonesia terhadap seni dan budaya tradisional saat ini mulai memudar, terutama seni tari tradisional, sebagai contoh Jakarta. Jakarta sebagai daerah tujuan wisata semakin pesat dan meluas, hal yang paling menonjol dari pariwisata Kota Jakarta adalah sejarah dan belanja. Kawasan Senen, Jakarta Pusat merupakan kawasan yang memiliki sejarah melekat tentang Seniman Senen. Namun kondisi Kawasan Senen sudah tidak lagi memberikan ruang untuk para senimannya mengekpresikan dirinya, untuk itulah perlu di buat sebuah ruang yang dapat menampung kegiatan para seniman di kawasan ini. Pagelaran Seni Tari Indonesia yang dirancang di Kawasan Senen, Jakarta Pusat bertujuan untuk mendongkrak dan ‘memperkenalkan kembali’ tarian tradisional Indonesia kepada masyarakat Indonesia. Dengan mengadakan kembali aktivitas yang hilang ‘Pagelaran Seni Tari Indonesia’ merupakan sebuah ruang pertunjukan yang menampilkan berbagai macam tarian daerah yang berbeda, yang dilengkapi dengan ruang-ruang pendukung sebagai sarana melestarikan seni tari tradisional dengan menciptakan ruang yang modern namun tidak kehilangan nuansa tradisionalnya, dan dilengkapi dengan rencana penataan ruang terbuka hijau untuk mewadahi program aktivitas kesenian budaya bagi para seniman yang tidak memiliki wadah untuk mengekpresikan dirinya. Adapun yang menjadi target adalah : wisatawan mancanegara/lokal, pengunjung dalam dan luar kota Jakarta, serta masyarakat sekitar. Sehingga dengan dibangunnya Pagelaran Seni Tari Indonesia di kawasan ini diharapkan dapat memunculkan kembali kesenian tradisional ke tengah kota yang sudah mulai melemah kecintaannya terhadap seni tradisional, khususnya di Kawasan Senen yang sudah kehilangan jati dirinya sebagai kawasan seniman.  
MENTRANSFORMASIKAN SANG HEDONIS Ansyla Arsita; Agustinus Sutanto
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3804

Abstract

Pariwisata dan Arsitektur bagi kota merupakan elemen penting yang sangat berpengaruh. Beda dengan area rural yang daya tariknya berasal dari alam, kota merupakan area yang didominasi oleh bangunan sehingga aktivitas di area kota tidak bisa lepas dari bangunan dan hal ini ditopang oleh arsitektur. Arsitektur dalam kota memiliki dua peran, hal ini dikemukakan oleh Jan Specht, yaitu Arsitektur Wisata dan Wisata Arsitektur. Membawa konsep Architourism ke dalam konteks Metropolis akan memberikan tantangan kepada penulis dalam menerapkan pendekatan Tourism Architecture. Untuk itu dalam merancang sebuah program wisata di area Metropolis, penulis akan berhadapan dengan kompleksitas karakter-karakter tersebut, guna menghasilkan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat metropolis. Dengan ini penulis mengangkat isu mengenai paham duniawi, dimana paham duniawi ini memiliki tiga bagian yaitu Konsumerisme, Hedonisme, dan Sekuralisasi. Penulis mengangkat isu ini karena ingin menghadirkan sebuah wisata rohani ditengah kota jakarta yang penuh dengan orang-orang yang menganut paham duniawi. Proyek ini ditujukan dan diharapkan agar para penggunanya dapat sadar mengenai prihal paham duniawi, sehingga kehidupan mereka dapat menjadi lebih baik dan berarti.
WISATA EKSPLORASI AIR Septiawan Perdana Putro; Eduard Tjahjadi
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3989

Abstract

Air merupakan kebutuhan utama bagi proses kehidupan di bumi, sehingga tidak ada kehidupan seandainya tidak ada air di bumi. Namun air dapat menjadi malapetaka jika tersedia dalam kondisi yang tidak baik dalam segi kualitas maupun kuantitas. Air yang bersih sangat dibutuhkan manusia, baik untuk keperluan sehari-hari, untuk keperluan industri, untuk kebersihan sanitasi kota, dan sebagainya.Di zaman sekarang air menjadi masalah yang memerlukan perhatian lebih serius. Untuk mendapatkan air yang baik sesuai dengan standar tertentu sudah cukup sulit untuk didapatkan. Hal ini dikarenakan air sudah tercemar oleh bermacam-macam limbah dari berbagai hasil kegiatan manusia. Makhlup hidup yang berada di air pun turut merasakan dampaknya mulai dari banyaknya ikan yang mati.Jakarta merupakan Ibu Kota Negara yang dijadikan sebagai pusat kegiatan pemerintahan, perdagangan dan perekonomian, untuk itu Jakarta dikatakan sebagai kota metropolis. Kehidupan masyarakat di kota-kota besar, seperti Jakarta menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap jiwa (psikis) dan rohani (psikologis). Masyarakat di kota-kota besar akan sangat dipengaruhi oleh dinamika kota tersebut. Pengaruh tersebut membawa dampak di dalam setiap strata sosial masyarakat. Beban kehidupan kota metropolitan merupakan faktor penekan beban kehidupan seseorang yang pengaruhnya sangat dominan, baik secara ekonomi, sosial, budaya, atau pun keamanan. Tekanan kehidupan yang begitu dominan tersebut akan berimbas kepada tinggi rendahnya stres seseorang, yang pada akhirnya stres yang tinggi disebabkan karena beban kehidupan masyarakat metropolitan yang sangat berat. 
RUANG WISATA CITRA TUBUH Geniefe Vivenda; Alvin Hadiwono
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3980

Abstract

Jakarta sebagai kota metropolis memiliki sekitar 47.000 media massa yang terdiri dari media cetak, radio, televisi dan media online, yang menjadikan Indonesia sebagai negara dengan jumlah media massa paling banyak di dunia. Media massa sendiri menjadi salah satu faktor yang melatarbelakangi penyebaran citra tubuh negatif (negative body-image) dalam bentuk pembentuk standar tubuh ideal. Citra tubuh negatif memberi dampak negatif baik secara individu maupun sosial, seperti isu-isu body shamming, gangguan mental dan bahkan gangguan makan yang banyak bermunculan belakangan ini. Penanganan terhadap isu citra tubuh negatif pun menjadi tujuan dari perancangan proyek architourism ini. Program arsitektural diterjemahkan dengan menggunakan metode fenomologi berupa penggunaan unsur air dan kelembaban dan dikombinasikan dengan teknik terapi psikologi berupa Cognitive Behavioural Therapy (CBT) dalam pengaplikasian programnya. Program yang dihasilkan akan lebih mengarah ke dimensi rohaniah (roh) guna mengimbangi dimensi rohaniah tubuh dalam proses pembaharuan persepsi yang pada umumnya lebih mengarah ke dimensi jasmaniah (fisikal). Penggunaan unsur air selain dapat memberikan makna pembaharuan bagi persepsi pengunjung yang berkaitan dengan citra tubuh saja, namun sekaligus menjadi katalis bagi citra kawasan sekitar, yakni Bukit Duri yang merupakan daerah permukiman KDB rendah nan padat serta memiliki citra rawan gusur dan banjir akibat lokasinya yang berada pada bibir sungai Ciliwung.