cover
Contact Name
Ernyasih
Contact Email
ummi.rifali@gmail.com
Phone
+6281381032704
Journal Mail Official
jurnal_eohsj@umj.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Jakarta Jl. KH. Ahmad Dahlan, Cireundeu, Ciputat Tangerang Selatan, 15419, email: jurnal_eohsj@umj.ac.id
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL
ISSN : -     EISSN : 27453863     DOI : 10.24853/eohjs.1.1.1-8
EOHSJ (Environmental Occupational Health and Safety) : merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta dalam bidang ilmu kesehatan masyarakat. Tujuan jurnal ini adalah untuk mempublikasikan artikel yang berkualitas untuk semua aspek perkembangan terkini di bidang kesehatan lingkungan dan kesehatan keselamatan kerja. Skala terbitan Jurnal dua kali Setahun pada Januari dan Juli. E-ISSN: 2745-3863 Ruang Lingkupnya mencakup lingkungan udara, air, tanah, sanitasi makanan, limbah, vektor dan hama, kesehatan dan keselamatan kerja. Jurnal ini terbit setiap enam bulan sekali (Juli dan Januari). Publikasi dijurnal ini terlebih dahulu dilakukan proses peer review.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2021): EOHSJ" : 10 Documents clear
Kesehatan Lingkungan Dan Kesehatan Kerja Dalam Perspektif Negara Hukum A Kahar Maranjaya
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 1, No 2 (2021): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.1.2.245-254

Abstract

Kesehatan adalah keadaan yang sehat, baik fisik dan mental maupun spiritual dan sosial, yang memungkinkan setiap orang dapat hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Oleh karena itu dalam Negara Hukum Republik Indonesia, masalah kesehatan termasuk didalamnya kesehatan lingkungan serta keselamatan dan kesehatan kerja menjadi hal yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. Kesehatan Lingkungan bertujuan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat secara fisik, kimiawi, biologis, dan sosial untuk mencegah penyakit dan / atau gangguan kesehatan yang disebabkan oleh faktor lingkungan dan bahaya. Sementara perlindungan Keselamatan dan kesehatan kerja bagi pekerja merupakan langkah preventif agar tidak terjadi kecelakaan kerja dan penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan. Oleh karena itu, keselamatan dan kesehatan kerja harus dimasukkan dalam kontrak kerja, karena keselamatan dan kesehatan kerja merupakan hak standar pekerja dan harus disediakan oleh perusahaan., sebagai wujud Negara hadir memberi perlindungan kepada warganya.---Health is a healthy condition, both physically and mentally as well as spiritually and socially, which enables everyone to live productively socially and economically. Therefore, in the constitutional state of the Republik of Indonesia, health issues including environmental health and safety and occupational health are things that are regulated in statutory regulations. Environmental health is an activity or a series of activities aimed at a healthy environmental quality from physical, chemical, biological, and social aspects in order to prevent disease and/or health problems caused by environmental risk factors. Meanwhile, the protection of occupational safety and health that is provided to workers is a preventive measure so that there are no occupational accidents and occupatinal diseases. Therefore, occupational safety and health are the normative right of workers that must be granted by companies, as a form of the state being present to provide protection to its citizens.
Analisa Bahaya Covid-19 Sebagai Pencegahan Penyebaran Virus Di Terminal Dengan Metode HIRAC Ziven Shaquilla A; Gibrant Alif Abikhairi; Marsya Imara S; Muhammad Luqman N; Ayu Risnawati; Chandra Sukri SD
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 1, No 2 (2021): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.1.2.119-127

Abstract

Pada saat pandemi COVID-19 saat ini banyak sekali masyarakat yang melakulan perjalanan ke kampung halamannya masing-masing dikarenakan pekerjaan yang tidak dapat dilakukan saat pandemi COVID-19.Salah satu  fasilitas umum untuk mendapatkan akses perjalanan ke kampung halaman salah satunya terdapat di terminal angkutan darat.Bedasarkan studi literatur, terminal merupakan tempat yang rawan terhadap penularan COVID-19.Oleh karena itu,untuk menghindari hal tersebut ialah dengan memperhatikan kesehatan dan keselamatan kerja(K3).Penelitian ini menggunakan metode Hazard Identification and Risk Assessment(HIRA) yang dilakukan dengan cara memperluas objek pengamatan pada tahapan aktivitas yang terdapat di terminal yang akan membantu mengendalikan bahaya lingkungan kerja, sehingga dapat meminimalisir khususnya penularan virus corona di kawasan terminal---At the time of the COVID-19 pandemic, many people were traveling to their hometowns due to work that could not be done during the COVID-19 pandemic. . Based on literature studies, the bus station is a place that is prone to transmission of COVID-19. Therefore, to avoid this is to pay attention to occupational health and safety (K3). This research uses the Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA) method which is carried out with how to expand the object of observation at the activity stage contained in the bus station that will help control the hazards of the work environment, so as to minimize especially transmission of the corona virus in the bus station
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Aman Berkendara (Safety Riding) pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Jakarta Tahun 2020 Anisa Nur Aeni; Luqman Effendi; Munaya Fauziah; Dadang Herdiansyah
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 1, No 2 (2021): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.1.2.191-204

Abstract

Safety riding dapat diartikan sebagai cara berkendara yang aman dan nyaman baik bagi pengendara, safety riding mengacu kepada perilaku berkendara yang secara ideal harus memiliki tingkat keamanan yang cukup. Data dari Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia mencatat jumlah kecelakaan di Indonesia sepanjang 2018 sebanyak 109.215, jumlah tersebut naik 4,69% dibandingkan pada tahun 2017 dengan 104.327 kejadian, selama kurun waktu 2014-2018, jumlah kecelakaan lalu lintas mengalami kenaikan rata-rata 3,30% per tahun. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui “Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Aman Berkendara (Safety Riding) pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Jakarta tahun 2020”.Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional dengan jumlah responden dalam penelitian yaitu 107 sampel. Metode pengambilan data menggunakan kuesioner dalam bentuk google form. Adapun analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji statistik chi-square pada perangkat lunak statistikAda hubungan yang signifikan antara jenis kelamin, pengetahuan, dan self efficacy dengan perilaku aman berkendara (safety riding) (P value = 0,000), tidak ada hubungan yang signifikan antara masa berkendara dengan perilaku aman berkendara (safety riding) (P value = 0,171).Faktor-faktor yang memiliki hubungan dengan perilaku aman berkendara (safety riding) yaitu jenis kelamin, pengetahuan, dan self efficacy. Perlunya pihak universitas dapat bekerja sama dengan pihak kepolisian lalu lintas dalam mengadakan penyuluhan atau pelatihan untuk para mahasiswa terkait perilaku aman berkendara (safety riding).---Safety riding can be interpreted as a way of driving safely and comfortably for drivers, safety riding refers to ideal driving manners with adequate safety level for drivers. Data from the Indonesian Police Traffic Corps recorded the number of accidents in Indonesia throughout 2018 as many as 109,215, this number increased by 4,69% compared to 2017 with 104,327 incidents, during the 2014-2018 period, the number of traffic accidents increased by an average of 3,30% per year.The purpose of this study is to discover Factors Related to Safety Riding Behavior on Students of the Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Muhammadiyah Jakarta in 2020. This study is a quantitative research with cross sectional experiment design with 107 samples of respondents. Questionnaire through google form is used for data collection. The data analysis in this study used the chi-square statistical test in the SPSS 23 application.There is a significant correlation between gender, knowledge of driving, and self efficacy with safety riding (P value = 0,000) while there is no significant correlation between driving time with safety riding (P value = 0,171).This study indicates that gender, knowledge and self efficacy are the influencing factors of safety riding. It’s necessary to joint action between university and government/police officials is needed to provide seminar or training programs regarding safety riding for university students.
Determinan Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri Petugas Laundry, Dapur, UPS RS Hermina Jatinegara Tahun 2017 Novia Zulfa Hanum
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 1, No 2 (2021): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.1.2.143-152

Abstract

Untuk meningkatkan daya saing dan produktifitas rumah sakit dibutuhkan penerapan budaya K3 salah satunya adalah penggunaan APD. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan pendidikan, pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan penggunaan alat pelindung diri pada petugas bagian laundry, dapur, dan unit pelayanan sterilisasi RS Hermina Jatinegara Tahun 2017. Metode penelitian adalah analisis kuantitatif dengan desain cross sectional dilakukan di RS Hermina Jatinegara, pada Maret-Agustus 2017. Populasi berjumlah 110 orang dengan jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 95 orang. Metode pengambilan sampel yaitu accidental sampling. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat, bivariat. Hasil penelitian menunjukkan variabel pengetahuan dan sikap tidak berhubungan signifikan dengan penggunaan APD. Sedangkan variabel yang berhubungan signifikan dengan penggunaan APD adalah pendidikan (OR 3,920).---To improve the competitiveness and productivity of hospitals, it is necessary to apply the OSH culture. One indicator is the use of PPE. The purpose of research is to to know the relationship of education, knowledge, and attitude of use PPE in laundry, kitchen, and sterilization unit RS Hermina Jatinegara in 2017. Laundry, kitchen, and sterilization units have a high risk for working accidents and occupational diseases. The research method is quantitative analysis method with cross sectional design at RS Hermina Jatinegara, in March-August 2017. Population in this research totally 110 persons. The sample used in this study 95 people with accidentally sampling method. The analysis used in this research is univariate, bivariate. The results showed that knowledge and attitude did not significantly correlate with the use of PPE. While the variables significantly related to the use of PPE are education (OR 3,920)
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Santri MTS di Pondok Pensantren Al-Amanah Al-Gontory Tahun 2020 Ernyasih Ernyasih; Melinda Mega Sari
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 1, No 2 (2021): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.1.2.205-216

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) ditatanan pesantren merupakan perpaduan dari tatanan institusi pendidikan dan tatanan rumah tangga yang bertujuan untuk membudayakan PHBS bagi santri, pendidik dan pengelola pesantren agar mampu mengenali dan mengatasi masalah kesehatan dilingkungan pesantren dan sekitarnya. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Santri MTS di Pondok Pensantren Al-Amanah Al-Gontory tahun 2020. Desain penelitian menggunakan cross sectional dengan sampel 134, teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Adapun analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji statistik chi-square. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan PHBS diketahui adalah pengetahuan (p value=0,000), sikap (p value =0,009), sarana prasarana (p value =0,000) peran guru (p value =0,000) dan peran teman sebaya (p value =0,000). Sedangkan variabel yang tidak berhubungan yaitu umur (p value =0.184) dan jenis kelamin (p value =0,610). Diharapkan pondok pesantren membentuk peraturan terkait PHBS serta melakukan kegiatan penyuluhan rutin tentang manfaat dari penerapan PHBS.---Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) in a pesantren setting is a combination of educational institutions and household structures that aim to cultivate PHBS for students, educators and pesantren managers to be able to recognize and overcome health problems in the pesantren environment and its surroundings. The purpose of this study was to determine the factors associated with Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) in MTS Santri at Al-Amanah Al-Gontory Islamic Boarding School in 2020. The research design used a cross sectional study with a sample of 134, the sampling technique used random sampling. . The data analysis in this study used the chi-square statistical test. The results of the analysis show that the variables related to PHBS are known to be knowledge (p value = 0,000), attitude (p value = 0.009), infrastructure (p value = 0,000), the role of the teacher (p value = 0,000) and the role of peers (p value. = 0,000). Meanwhile, the unrelated variables were age (p value = 0.184) and gender (p value = 0.610). It is hoped that Islamic boarding schools will form regulations related to PHBS and carry out routine outreach activities about the benefits of implementing PHBS.
Analisis Penerapan Sistem Proteksi Kebakaran Pasif dan Sarana Penyelamatan dalam Upaya Program Emergency Response Plan di Jakarta Eye Center Kedoya Tahun 2020 Gori Gogendra; Andriyani Andriyani
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 1, No 2 (2021): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.1.2.129-142

Abstract

Kebakaran merupakan salah satu bencana yang disebabkan oleh kelalaian manusia (human error) yang berdampak kerugian harta benda, terhentinya usaha, trauma dan bahkan korban jiwa. Area tempat kerja yang mungkin terjadi kebakaran yaitu pada Rumah Sakit. Perencanaan dan penerapan sistem tanggap darurat menjadi metode yang digunakan dalam manajemen proteksi kebakaran. Tujuan penelitian ini yaitu menjelaskan gambaran standar penerapan sistem proteksi kebakaran pasif dan sarana penyelamatan di Jakarta Eye Center Kedoya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan komparatif yaitu menggali informasi secara mendalam dan observasi dilapangan, kemudian hasil akan dibandingkan dengan peraturan terkait bencana dan atau penanggulangan kebakaran sehingga didapat kesesuaian standar penerapan sarana penyelamatan dan sistem proteksi kebakaran pasif di Jakarta Eye Center Kedoya. Hasil penelitian yang dilakukan pada sistem proteksi kebakaran pasif dan sarana penyelamatan berdasarkan skala likert yaitu 5 (lima) yang berarti sudah sangat sesuai dengan Permen PU No:26/PTR/M/2008 tentang Persyaratan teknis sistem proteksi kebakaran pada bangunan gedung dan lingkungan. Pembandingan yang diperoleh dari hasil observasi dan wawancara dengan kesesuaian penerapan berdasarkan peraturan didapat bahwa penerapan sistem proteksi kebarakan di Jakarta Eye Center Kedoya sudah sangat sesuai dengan peraturan yang berlaku. Saran dan rekomendasi untuk Jakarta Eye Center Kedoya dapat terus mempertahankan, terus memperbaiki dan mengembangkan program Emergency Response Plan sebagai upaya Management safety sesuai peraturan dan kebijakan nasional.---Fire is one of the disasters caused by human error which results in loss of property, business cessation, trauma and even fatalities. Areas of work that may occur in a fire that is at the hospital. Planning and implementing an emergency response system is a method used in fire protection management. The purpose of this study is to explain the standard description of the application of passive fire protection systems and rescue facilities at Jakarta Eye Center Kedoya. This research uses a descriptive method with a comparative approach that is digging in-depth information and field observations, then the results will be compared with regulations related to disaster and or fire management so that the standard of safety rescue and passive fire protection systems in the Jakarta Eye Center Kedoya will be compared. The results of research conducted on passive fire protection systems and rescue facilities based on a Likert scale is 5 (five) which means it is very corresponding by Permen PU No: 26/PTR/M/2008 concerning the technical requirements of fire protection systems in buildings and environment. Comparisons obtained from observations and interviews with the suitability of the application based on the regulations found that the implementation of the fire protection system in Jakarta Eye Center Kedoya is very corresponding by applicable regulations. Recomendation to Jakarta Eye Center Kedoya can continue to maintain, improve and develop the Emergency Response Plan program as a safety management effort following national regulations and policies.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Stres Kerja Pada Pengendara Ojek Online Saat Terjadi Pandemi COVID-19 Di Kota Tangerang Selatan Tahun 2020 Khilda Khoirunnisa; Luqman Effendi; Munaya Fauziah; Triana Srisantyorini
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 1, No 2 (2021): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.1.2.217-232

Abstract

International Labor Organization (2012),  mengatakan bahwa stres kerja merupakan salah satu masalah terbesar dari berbagai negara dan jenis pekerjaan. Data statistik stres, depresi, atau kegelisahan yang berhubungan kerja di Inggris Raya pada tahun 2017 menunjukkan 526.000 pekerja yang menderita stres kerja, depresi atau kegelisahan. Di Indonesia telah banyak peneliti yang mengkaji mengenai stres kerja, seperti yang telah dilakukan oleh Siregar (2018) pada pengendara gojek community Medan menunjukkan bahwa terdapat 66,7% responden mengalami stres ringan, 31,3% responden mengalami stres sedang, dan 2,1% responden mengalami stres berat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan stres kerja pada pengendara ojek online saat terjadi pandemi COVID-19 di Kota Tangerang Selatan tahun 2020. Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif bersifat cross sectional dengan jumlah responden 132 pada 2 perusahaan ojek online di Kota Tangerang Selatan dan teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Adapun analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian analisis bivariat menunjukkan bahwa diketahui p-value umur (0,009),  status pernikahan (0,086), status pekerjaan (0,612), lama kerja (0,029), pendapatan (0,028), dukungan sosial (0,000), dan hubungan interpersonal (0,000). Faktor yang memiliki hubungan bermakna dengan stres kerja adalah variabel umur, lama kerja, pendapatan, dukungan sosial, dan hubungan interpersonal dan status pernikahan dan status pekerjaan tidak memiliki hubungan yang bermakna antara stres kerja. Pengendara ojek online melakukan manajemen stres dengan berpikir positif terhadap kemampuan diri dan mengembangkan keterampilan diri dalam bekerja serta membangun relasi dengan rekan kerja ataupun atasan di perusahaan.---International Labor Organization (2012), said that work stress is one of the biggest problems for various countries and types of work. Statistics on work-related stress, depression or anxiety in the United Kingdom in 2017 showed 526,000 workers were suffering from work stress, depression or anxiety. In Indonesia there have been many researchers who have studied work stress, as has been done by Siregar (2018) on the motorbike taxi drivers in the Medan community, showing that 66.7% of respondents experienced mild stress, 31.3% of respondents experienced moderate stress, and 2.1. % of respondents experienced severe stress. The purpose of this study was to determine the factors related to work stress in online motorcycle taxi drivers during the COVID-19 pandemic in South Tangerang City in 2020. The research method used a cross-sectional quantitative descriptive study with 132 respondents at 2 online motorcycle taxi companies in Tangerang City. South and the sampling technique using accidental sampling. The data analysis in this study used the chi-square statistical test. The results of the bivariate analysis showed that the known p-value was age (0.009), marital status (0.086), employment status (0.612), length of work (0.029), income (0.028), social support (0.000), and interpersonal relationships (0.000). . Factors that have a significant relationship with work stress are variables of age, length of work, income, social support, and interpersonal relationships and marital status and work status do not have a significant relationship between work stress. Online motorcycle taxi drivers do stress management by thinking positively about their own abilities and developing personal skills at work and building relationships with colleagues or superiors in the company
Determinan Perilaku Tidak Aman Pada Pegawai Di Unit Pelayanan Transmisi (UPT) Cawang Tahun 2020 Yasinta Rahmawati; Izza Hananingtyas
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 1, No 2 (2021): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.1.2.153-168

Abstract

Berdasarkan data kecelakaan di Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB) PT. PLN (Persero) dari tahun 2017 hingga 2019 mengalami peningkatan. Hasil wawancara peneliti dengan biro pengendali K3L UIT JBB, diketahui sebagian besar kecelakaan tersebut berawal dari unsafe act atau perilaku tidak aman.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan perilaku tidak aman pada Pegawai di PT. PLN (Persero) Unit Pelayanan Transmisi (UPT) Cawang dalam masa pandemi COVID-19 Tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional, jumlah responden sebanyak 93 pegawai yang diambil dengan cara proportional random sampling. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui 57% pegawai UPT Cawang berperilaku tidak aman (unsafe act) dengan kategori rendah. Terdapat 4 variabel yang berhubungan dengan perilaku tidak aman diantaranya masa kerja (0,035), persepsi (0,001), motivasi (0,004), kepatuhan (0,000).  Variabel masa kerja, persepsi, motivasi, dan kepatuhan berhubungan signifikan secara statistik dengan perilaku tidak aman sehingga perlu meningkatkan sosialisasi melalui safety briefing maupun safety talk, meningkatkan pelatihan terkait keselamatan kelistrikan, membuat Safety Training Observation Program (STOP) Card.---Based on accidental data at the West Java Main Transmission Unit (UIT JBB) PT. PLN (Persero) from 2017 to 2019 which has increased. The results of interview done with the K3L control bureau UIT JBB, that most of the accidents originated from unsafe acts. This study aims to determine the determinants of unsafe behavior among employees at PT. PLN (Persero) Cawang Transmission Service Unit (UPT) during the COVID-19 pandemic in 2020. This research is a quantitative study with a cross-sectional study design, a total of 93 employees taken by proportional random sampling. Based on the research results, it is known that 57% of UPT Cawang employees have a low unsafe act. There are 4 variables related to unsafe behavior including years of service (0.035), perception (0.001), motivation (0.004), compliance (0.000). The variables of years of service, perception, motivation, and compliance were statistically significant with unsafe act, so it is increase socialization through safety briefings and safety talks, improving training related to electrical safety, creating a Safety Training Observation Program (STOP) Card.
IDENTIFIKASI BAHAYA DENGAN METODE HIRA DI RUMAH SAKIT DALAM MENCEGAH PENULARAN COVID-19 Nida Faerus A; Radhia Aulia Yusuf; Sabila Sabila Nurfarizki; Haditama Haditama; Widi Hartati R; Zalva Nabila A
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 1, No 2 (2021): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.1.2.233-244

Abstract

Salah satu bagian penting di rumah sakit adalah sumber daya manusia. Oleh karena itu, diperlukan perlindungan sumber daya manusia. Berdasarkan studi literatur dari internet, rumah sakit rentan terhadap penyebaran COVID-19. Oleh karena itu diperlukan analisis bahaya dengan menggunakan metode identifikasi bahaya Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA) yang dapat menganalisis dan mengidentifikasi Keselamatan dan Sistem Manajemen Kesehatan Kerja (SMK3). Hasil identifikasi dan analisis adalah bahwa masih ada potensi bahaya dalam proses operasi sehingga rumah sakit perlu meningkatkan risiko kecelakaan dalam dua kategori, yaitu keselamatan kerja dan sistem manajemen kesehatan, serta lingkungan kerja. Dari hasil analisis HIRA, ada 10 unit aktivitas yang dapat memicu penularan virus COVID-19. Ada 8 aktivitas yang termasuk dalam risiko sedang dan 2 aktivitas yang termasuk dalam risiko ekstrem.---An important part of the hospital is human resources. Therefore, protection of human resources is needed. Based on literature studies from the internet, hospitals are vulnerable to the spread of COVID-19. Therefore a hazard analysis is required using the Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA) hazard identification method that can analyze and identify Occupational Health Safety and Management Systems (SMK3). The result of identification and analysis is that there are still potential dangers in the operation process so that hospitals need to increase the risk of accidents in two categories, namely occupational safety and health management systems, and the work environment. From the results of the HIRA analysis, there are 10 units of activity that can trigger the transmission of the COVID-19 virus. There are 8 activities that are included in moderate risk and 2 activities that are included in extreme risk.
FAKTOR-FAKTOR DETERMINAN STRES KERJA PADA PEKERJA (ABK) KAPAL PENGANGKUT LNG DI PT. X Irenia Tennovia Yulius; Siti Rahmah Hidayatullah Lubis
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 1, No 2 (2021): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.1.2.169-190

Abstract

Pekerjaan sebagai pelaut (Anak Buah Kapal) merupakan pekerjaan yang berisiko menimbulkan stres kerja. Umumnya, pelaut (ABK) menghabiskan sekitar setengah dari setiap tahunnya bekerja dan tinggal jauh dari rumah di lingkungan kerja yang unik. Selain itu, kondisi internal di dalam kapal pun berbeda-beda serta berbagai latar belakang pekerja dapat menyebabkan kondisi stres kerja. Hasil studi awal dari 30 orang pelaut ABK LNG di PT. X diketahui 2 mengalami stress kerja sangat berat, 9 orang mengalami stress kerja berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan hubungan faktor-faktor determinan stres kerja di Kapal pengangkut LNG di PT. X.Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional. Penentuan sampel menggunakan teknik total sampling berjumlah 71 orang. Data dikumpulkan menggunakan 3 kuesioner yaitu kuesioner Depression, Anxiety, Stress Scale 42 (DASS-42), HSE management standart indicator tools dan The Glazer-Stress Control Life-Style Questionnaire. Hasil penelitian menunjukan 53 orang (74,6%) mengalami keluhan stres kerja dan 18 orang (25,4%) sisanya tidak mengalami stres kerja. sementara itu dari 11 variabel independen yang diteliti, faktor kontrol terhadap pekerjaan, dukungan sosial, peran, perubahan organisasi, faktor keluarga memilki Pvalue < 0,05 yang artinya terbukti memiliki hubungan terhadap stres kerja. sedangkan faktor lainnya tidak berhubungan. Saran bagi perusahaan diharapkan dapat menciptakan dan memfasilitasi dalam pembentukan komunitas konseling untuk pekerja (ABK) diatas kapal, sebagai sarana penampung keluhan terkait permasalahan sosial diatas kapal dan sarana pendekatan antar pekerja. Serta perusahaan dapat memfasilitasi pembentukan kegiatan olahraga/meditasi komunitas rutin pada tiap minggunya.---Work as a seafarers is a job that risks of work stress. Generally, seafarers spend around half of each year working and living away from home in a unique work environment. In addition, the internal conditions inside the vessel also vary and various backgrounds of workers can cause conditions of job stress. Based on the results of a preliminary study on 30 LNG vessels crew in PT. X, there are 2 workers have very heavy job stress, 9 workers have heavy job stress. This study aims to determine the description and relationship of job stress determinant factors on LNG vessels in PT. X.This study used a cross sectional design. Determination of samples using  total sampling with a total of 71 people. Data were collected using Depression, Anxiety, Stress Scale 42 (DASS-42), HSE management standard indicator tools and The Glazer-Stress Control Life-Style Questionnaire, and the author's modified questionnaire related to family factors.The results showed 53 people (74.6%) have job stress complaints and the remaining 18 (25.4%) didn’t experience job stress. Meanwhile from 11 independent variables studied, control at work, social support, role, organizational change, family factors have a Pvalue of <0.05, which means it has a relationship to job stress. while other factors are not related.Suggestions for companies are expected to be able to create and facilitate the establishment of counseling communities for workers (seafarers crew) on board, as a means of accommodating complaints related to social problems on board and means of approach between workers. And the company can facilitate the establishment of regular sports / community meditation activities on a weekly basis.

Page 1 of 1 | Total Record : 10