J-Sil (Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan)
J-Sil (Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan or Journal of Civil and Environmental Engineering) was established in 2016 and managed by the Department of Civil and Environmental Engineering, IPB University (Bogor Agricultural University). The journal aims at disseminating original and quality academic papers that deemed potential to contribute to the advancement of science and technology in the field of civil and environmental engineering to support sustainable developments. The journal covers any scopes within civil and environmental engineering, such as structure, irrigation, drainage, water quality, water construction, hydrology, water management, groundwater conservation, soil mechanics, foundation, soil improvement, slope stability, liquefaction, and soil modeling, road engineering, transportation management, construction management, environmental atmosphere and climate change environment (control of greenhouse gases, air quality models, climate change locally and globally), renewable energy and waste management (recovery of energy from waste, incineration, landfills, and green energy, biotechnology environment (nano-bio sensors, bioenergy, environmental eco-engineering), technology, physical, biological, and chemical (membrane technology, the process of advanced oxidation technology Physico-chemical, biological treatment of water), engineering environmental control (desalination, ICA (instruments, control , and automation), and water reuse technologies) and Applied Geomatics. The journal receives original papers from various contributors, such as academicians, scientists, researchers, practitioners, and students from all over the world.
Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 8 No. 3: Desember 2023"
:
12 Documents
clear
Analisis Kekuatan Struktur Pada Bangunan 8 Lantai Berdasarkan Respon Spektrum SNI 03-1726-2019 Menggunakan SAP2000
Hukama, Raihan Daffa;
Erizal
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 8 No. 3: Desember 2023
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, IPB University and The Institut of ENgineering Indonesia (PII), Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jsil.8.03.127-136
Suatu struktur bangunan gedung terdiri atas beberapa elemen struktur penyusunnya seperti kolom, balok, pelat lantai, shearwall, pondasi, dan rangka atap. Indonesia merupakan daerah rawan terhadap gempa karena dilalui oleh jalur pertemuan 3 lempeng tektonik. Provinsi Jawa Barat mengalami sebanyak 141 gempa bumi pada bulan Januari 2023 menurut Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kabupaten Bogor mengalami gempa bumi sebanyak 16 kali dalam rentang tahun 2012-2022. Upaya mitigasi kegagalan struktur di Indonesia akibat gempa sangat perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi kinerja struktur bangunan tersebut terhadap gempa. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan pemodelan menggunakan software SAP2000 serta menganalisis kekuatan struktur pada bangunan 8 lantai terhadap gempa dengan mengacu pada SNI 1726-2019 tentang tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung. Penelitian dilakukan dengan menggunakan tiga skenario dengan metode respon spektrum. Pengujian kuat tekan beton digunakan menggunakan hammer test. Penyesuaian as built drawing perlu dilakukan karena terdapat perbedaan antara gambar rencana dengan kondisi existing. Pada hasil identifikasi kegagalan struktur Gedung X terdapat kegagalan pada saat beban gempa diinputkan. Terdapat 2 frames yang mengalami overstress pada skenario tiga. Berdasarkan hasil analisis simpangan antar lantai dan efek P-Δ, Gedung X dinilai aman karena nilai yang didapat tidak melebihi simpangan izin dan batas stabilitas struktur. Rekomendasi ini bertujuan untuk perencanaan pembangunan berikutnya. Rekomendasi struktur berupa penambahan dimensi kolom menjadi 500 mm 500 mm, serta pembesaran diameter tulangan menjadi 32 mm.
Analisis Kenyaman Ruang Menggunakan Simulasi Software Ecotect Analysis pada Masjid Kawasan Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor
Fauzan Hakim, Fadli;
Febrita, Joana
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 8 No. 3: Desember 2023
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, IPB University and The Institut of ENgineering Indonesia (PII), Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jsil.8.03.137-146
Indonesia berada di iklim tropis lembab, yang menyebabkan suhu cenderung tinggi dan kecepatan angin rendah. Keadaan ini berpengaruh pada tidak tercapainya kenyamanan ruang dalam masjid. Kenyamanan ruangan dapat meningkatkan kondisi kesehatan, kenyamanan, dan produktivitas seseorang. Tujuan penelitian ini adalah menentukan tingkat kenyamanan ruang lima masjid yang berada di Kawasan kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor dan melakukan simulasi modifikasi menggunakan Software Ecotect Analysis. Penelitian ini dilakukan dengab pengukuran langsung di lapangan yang meliputi pengukuran suhu dan kelembapan, intensitas cahaya, dan kebisingan kemudian dilakukan modifikasi menggunakan Software Ecotect Analysis. Terdapat lima masjid yang belum memenuhi kriteria kenyamanan termal dan audial, serta terdapat tiga masjid yang belum memenuhi kenyamanan visual. Modifikasi menggunakan Timber Clad Masonry (pasangan batu bata berplaster dengan lapisan kayu) dan Concrete Block Plaster (dinding berbahan beton dengan plaster). Hasil modifikasi terbaik terdapat pada Masjid Agung dengan modifikasi 2 terjadi penurunan sebesar MRT 21,9%, penurunan menurunkan PPD sebesar 75%, meredam arah suara sebesar 49,9% dan meningkatkan pencahayan sebesar 297%.
Pengaruh Bendungan Leuwikeris dan Tanggul dalam Mereduksi Banjir di Kota Banjar
Fatma Nurkhaerani;
Cahya Suryadi;
Amalia Rizka Sugiarto
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 8 No. 3: Desember 2023
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, IPB University and The Institut of ENgineering Indonesia (PII), Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jsil.8.03.223-232
Banjir merupakan masalah serius yang memerlukan perhatian dari pemerintah dan masyarakat. Penyebab banjir termasuk curah hujan berlebih, fluktuasi suhu, kerusakan tanggul, pelelehan salju cepat, dan gangguan aliran air. Pengendalian banjir bisa dilakukan melalui pendekatan fisik (struktur) dan non-fisik (non struktur). Waduk Leuwikeris dibangun untuk pengembangan irigasi dan air baku, serta mengurangi banjir. Pada tahun 2016, banjir di Kota Banjar mengakibatkan kerusakan rumah dan perlu kajian untuk alternatif penanggulangan banjir. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan alternatif penanggulangan banjir yang dapat mereduksi banjir yang terjadi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat efektivitas waduk dalam reduksi banjir yaitu penurunan debit puncak di titik tinjau sekitar 300 m3/s, dengan penurunan luas area genangan banjir sekitar 450 ha, penurunan rata-rata kedalaman genangan sebesar 28 cm, penurunan jumlah desa tergenang sebanyak 11 desa. Dalam pemodelannya, lebar tanggul direncanakan sebesar 6 meter, koefisien 1,66 dan Panjang masing-masing tanggul yaitu 1859.8, 3548.34, 3088.87, 3910.38 dan 1766.06.
Potensi Sampah TPA Banyuroto Kabupaten Kulon Progo sebagai Bahan Baku Refuse Derived Fuel (RDF)
Afifah, Nuha Amiratul;
Muizzati Shabrina, Husna;
Sobirin, Ahmad;
Pratiwi, Distika
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 8 No. 3: Desember 2023
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, IPB University and The Institut of ENgineering Indonesia (PII), Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jsil.8.03.147-156
Permasalahan pengelolaan sampah salah satunya terkait dengan ketersediaan lahan yang terbatas masih belum dapat teratasi terlebih di wilayah-wilayah urban dengan pertumbuhan penduduk yang pesat. Selain itu, pertumbuhan penduduk juga berimbas kepada peningkatan konsumsi energi primer yang didominasi oleh bahan bakar fosil yang sifatnya tidak terbarukan dan menghasilkan emisi berbahaya bagi lingkungan sekitar. Refused Derived Fuel (RDF) merupakan salah satu alternatif solusi bagi kedua permasalahan tersebut. RDF adalah bahan bakar atau bahan baku yang dibuat sebagai hasil pengolahan sampah untuk menghasilkan bahan bakar yang memiliki kualitas yang konsisten. Timbulan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Banyuroto Kulon Progo dianalisis untuk dapat diketahui potensinya sebagai bahan baku RDF. Penelitian dilakukan untuk menghitung timbulan sampah combustible, menghitung persentase kadar air sampah combustible, dan nilai kalor sampah combustible di TPA Banyuroto. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa timbulan sampah di TPA Banyuroto adalah sebesar 94.11%, kadar air timbulan sampah di TPA Banyuroto adalah 25.7% dan nilai kalor timbulan sampah di TPA Banyuroto adalah sebesar 5544.569 Kkal/kg, sehingga timbulan sampah di TPA Banyuroto terkategori sebagai potensial untuk bahan bakar RDF dengan potensi sebesar 29.84 ton/hari.
Kinerja Program Soil and Water Assessment Tools (SWAT) yang Dimodifikasi untuk Menduga Debit Sub-DAS Cimanuk Hulu
Dzulfiqar, Muhammad Fakhri;
Sapei, Asep
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 8 No. 3: Desember 2023
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, IPB University and The Institut of ENgineering Indonesia (PII), Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jsil.8.03.157-166
Soil and Water Assessment Tool (SWAT) merupakan sebuah model hidrologi yang dikembangkan di Amerika Serikat untuk menganalisis dampak dari perubahan tata guna lahan terhadap hasil air (debit) dan sedimentasi. Model ini telah banyak diterapkan di Asia. Akan tetapi, neraca air di dalam model SWAT menggunakan neraca air untuk tanaman yang ditanam pada lahan kering (up land) termasuk tanaman padi. Di Asia, khususnya di Indonesia, tanaman padi umumnya ditanam di lahan sawah. Untuk menyesuaikan dengan kondisi lahan sawah, model SWAT telah dimodifikasi dengan mengacu kepada algoritma sawah yang dikembangkan oleh Sakaguchi et.al. (2014). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja model SWAT yang dimodifikasi untuk menduga debit Sub-DAS Cimanuk Hulu yang bersawah. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model SWAT yang dimodifikasi dapat menduga debit relative lebih baik dibandingkan dengan modul SWAT original (tanpa algoritma sawah) yang ditunjukkan oleh nilai determinasi (R2) dan Nash-Sutcliffe efficiency (NSE). Nilai R2 dari hasil kalibrasi model SWAT yang dimodifikasi, SWAT original lahan kering dan model SWAT pot-hole berturut-turut adalah 0.569, 0.494 dan 0.544. Sedangkan nilai NSE dari hasil kalibrasi model SWAT yang dimodifikasi, SWAT original lahan kering dan model SWAT pot-hole berturut-turut adalah 0.521, 0.420 dan 0.503
Pengaruh Pelaksanaan Pekerjaan Timbunan terhadap Stabilitas Bendungan Urugan Selama Masa Konstruksi
Husni Mubarak Kurnia Zain, Ahmad;
Wikan Sadono, Kresno;
Prabandiyani Retno Wardani, Sri
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 8 No. 3: Desember 2023
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, IPB University and The Institut of ENgineering Indonesia (PII), Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jsil.8.03.167-176
Abstrak: Pembangunan bendungan harus sesuai dengan tiga pilar Konsepsi Keamanan Bendungan, yaitu keamanan struktur, pemantauan, pemeliharaan, dan operasi, serta kesiapsiagaan tindak darurat. Keamanan bendungan salah satunya dapat ditinjau dari kestabilan lereng pada tubuh bendungan. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi geologi dan geologi teknik, spesifikasi material timbunan dan analisis faktor keamanan lereng tubuh bendungan. Faktor keamanan yang dianalisis adalah selama pelaksanaan konstruksi bertahap timbunan dan saat konstruksi timbunan telah selesai tanpa beban gempa. Metode analisis stabilitas lereng yang digunakan menggunakan pemodelan dengan perangkat lunak Geostudio. Analisis stabilitas menggunakan bidang gelincir yang stabilitasnya dievaluasi dan dibagi menjadi beberapa irisan dan tegangan normal yang bekerja pada dasar setiap lapisan timbunan. Pada penelitian ini dilakukan pemodelan skenario kenaikan timbunan. Skenario yang dimodelkan sebanyak 10 lapisan dengan tiap lapisan setinggi 7 (tujuh) meter. Initial static stress masing-masing lapisan timbunan didapatkan dari Parent analysis. Hasil analisis pemodelan stabilitas lereng menunjukkan nilai FK cenderung menurun seiring bertambahnya ketinggian lapisan pekerjaan timbunan. Pada pekerjaan timbunan kondisi disipasi tekanan air pori yang dihasilkan saat akhir konstruksi tanpa waktu tunggu disipasi lebih besar dibandingkan dengan adanya waktu tunggu disipasi 7 hari. Perbedaan ketinggian timbunan dan kemiringan tanah dasar dapat mempengaruhi nilai faktor keamanan terutama pada timbunan yang tinggi dan kemiringan tanah dasar yang curam. Kata kunci: pekerjaan timbunan, stabilitas lereng, faktor keamanan, bendungan urugan, Geostudio
Pengaruh Pembatasan Jenis Kendaraan Terhadap Kinerja Ruas Jalan
Sudibyo, Tri
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 8 No. 3: Desember 2023
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, IPB University and The Institut of ENgineering Indonesia (PII), Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jsil.8.03.177-182
Kemacetan adalah gangguan lalu lintas yang jamak terjadi di kota-kota besar maupun kota berkembang di Indonesia. Terdapat berbagai macam skenario manajemen lalu lintas yang diterapkan untuk mengurangi masalah ini. Salah satu contoh manajemen lalu lintas yang banyak dipakai adalah pembatasan jenis kendaraan tertentu di wilayah, ruas jalan, atau jam tertentu, yang diharapkan dapat mengurangi potensi gangguan lalu lintas. Mengacu pada Manual Kapasitas Jalan Indonesia tahun 1997, kendaraan motor di Indonesia terbagi atas kendaraan berat (HV), ringan (mobil penumpang, LV) dan sepeda motor (MC). Di antara jenis kendaraan ini, kendaraan berat seperti truk dan bus sering menjadi sasaran dalam skenario pembatasan masuk di ruas jalan tertentu. Studi ini mencoba menggali keefektifan skenario ini dengan membandingkan kinerja ruas jalan tertentu melalui perubahan jenis kendaraan yang melintas melalui suatu konversi kendaraan. Upaya konversi untuk menyamakan besaran dampak tiap jenis kendaraan di dalam analisis transportasi dikenal dengan istilah ekuivalensi. Diantara jenis ekuivalensi yang paling umum dipakai adalah ekuivalensi mobil penumpang yang menjadikan setiap jenis kendaraan memiliki padanan dalam satuan mobil penumpang, smp atau pcu (passenger car unit). Analisis di studi ini dilakukan melalui pendekatan simulasi mikro, dimana variasi kendaraan dilakukan berdasarkan ekuivalensi mobil penumpang. Penilaian kinerja jalan dilakukan berdasarkan parameter kecepatan sesuai Peraturan Menteri Perhubungan RI no 96 Tahun 2015. Studi ini dibangun dengan 3 buah model: Model 1: kondisi asli, Model 2: transformasi HV ke LV, Model 3: transformasi HV ke MC, Model 4: penghilangan HV. Hasil penelitian menunjukkan penggantian HV ke LV maupun MC pada tingkat V/C yang sama dapat meningkatkan kecepatan lalu lintas. Lebih lanjut, penghapusan HV tanpa konversi ke kendaraan lain meningkatkan kinerja jalan secara keseluruhan.
Evaluasi Geometri Jalan Menggunakan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) pada Jalan Lingkar Dramaga Bogor
Simanjorang, Bernando Agung Saputra;
Sutoyo, Sutoyo;
Mentari, Sekar;
Sudibyo, Tri
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 8 No. 3: Desember 2023
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, IPB University and The Institut of ENgineering Indonesia (PII), Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jsil.8.03.183-192
Di Indonesia umumnya evaluasi geometri jalan dilakukan dengan cara konvensional seperti menggunakan theodolite atau total station. Kegiatan evaluasi merupakan bagian dari monitoring untuk memantau setiap perubahan kondisi jalan baik profil, kepadatan kendaraan dan lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi kondisi eksisting geometri jalan menggunakan UAV serta menganalisis ketelitian fotogrametri. Lokasi yang diambil dalam penelitian ini bertempat di Jalan Lingkar Dramaga. Kegiatan dilakukan dengan pengambilan foto udara menggunakan UAV bereferensi Titik Kontrol Bantu BIG pada beberapa Ground Control Point (GCP). Evaluasi dilakukan terhadap alinyemen horizontal dan alinyemen vertikal jalan. Evaluasi ini dilakukan setelah dilakukan proses orthophoto terhadap hasil foto udara. Alinyemen horizontal yang dievaluasi berupa sudut belokan, radius belokan, panjang belokan, dan sisipan antar dua tikungan. Evaluasi alinyemen vertikal berupa panjang lengkung dan kelandaian jalan. Hasil uji akurasi berdasarkan kondisi eksisting jalan sebesar 99.2% untuk orthophoto tanpa koreksi dan 99.6% untuk orthophoto terkoreksi ground control point. Berdasarkan hasil evaluasi terhadap kondisi eksisting jalan, alinyemen horizontal jalan telah memenuhi SNI T-14-2004 sedangkan pada alinyemen vertikal terdapat nilai kelandaian yang melebihi pada segmen A1-A2 sehingga dilakukan rekomendasi perbaikan berupa penambahan elevasi sebesar 0.50 m pada STA 0+390 berupa penambahan lapisan perkerasan.
Identifikasi Biaya Energi pada Sistem Penyediaan Air Minum Kota Bangkalan Perusahaan Umum Daerah Air Minum Sumber Sejahtera
Awad Akbar Taebe;
Slamet, Agus;
Bustomi
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 8 No. 3: Desember 2023
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, IPB University and The Institut of ENgineering Indonesia (PII), Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jsil.8.03.193-202
Permasalahan utama yang dialami Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Air Minum di Indonesia antara lain konsumsi energi yang sangat besar. Penggunaan energi dalam mendukung penyelenggaraan SPAM sebagian besar digunakan pada pengoperasian pompa, dimana dapat mencapai lebih dari 80% terhadap total penggunaan energi. Perusahaan Air Minum Sumber Sejahtera Kabupaten Bangkalan sebagai salah satu BUMD menggunakan sistem perpompaan secara penuh pada sistem distribusi, hal tersebut menjadikan konsumsi energi pada SPAM Kota Bangkalan cukup tinggi, sehingga perlu dilakukan identifikasi terkait evaluasi beban energi yakni dengan melakukan audit energi menggunakan analisis Audit Energi Terperinci (AET) yang mencangkup analisis nilai kualitas daya, efisiensi total pompa, dan spesific energy consumption (SEC). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan survei dan studi kasus. Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas daya untuk masingmasing pompa distribusi masih cukup baik dengan nilai ketidakseimbangan <1%. Tingkat efisiensi total pompa untuk masing-masing pompa distribusi masuk dalam kategori sangat rendah dengan nilai berkisar pada 35,22-51,46%. Nilai SEC pada masing-masing pompa distribusi belum dapat dikatakan ideal dengan nilai SEC berkisar 0,3-0,46 kWh/m3 . Jam operasi pompa juga memengaruhi dalam peningkatan biaya energi, dimana pompa distribusi dioperasikan secara penuh (24 jam). Pengoperasian pada waktu beban puncak (WBP) ini juga mengakibatkan perbedaan tarif pada tagihan energi.
Desain Ulang Instalasi Pengolahan Limbah Greywater dan Sistem Penyaluran Air Limbah (SPAL) Domestik Pada Rusunawa Gunung Anyar Surabaya
Pratama, Moh. Bara Wahyu;
Hutasoit, Eva Olivia;
Budhi, Wahyu Satyaning
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 8 No. 3: Desember 2023
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, IPB University and The Institut of ENgineering Indonesia (PII), Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jsil.8.03.203-212
Rusunawa Gunung Anyar merupakan salah satu rumah susun 5 lantai yang dikelola oleh Pemerintah Kota Surabaya. Pada Rusunawa Gunung Anyar terdapat permasalahan IPAL yaitu greywater dari kamar mandi langsung dialirkan ke drainase yang berdampak pada peningkatan pencemaran lingkungan. Selain itu juga terdapat penyumbatan pada pipa yang menyebabkan air meluap melalui kloset. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besaran volume tampung, dimensi unit pengolahan, minimum kemiringan dan beda elevasi dari hasil redesign instalasi pengolahan limbah greywater pada Rusunawa Gunung Anyar. Dalam penelitian ini, dilakukan perhitungan debit limbah greywater, volume tampung greywater, dimensi unit pengolahan sistem reaktor anaerob bersekat (SRAB), dan kemiringan serta beda elevasi dengan menggambar ulang sistem saluran greywater menuju unit pengolahan dengan mengacu pada SNI 8455:2017 dan SNI 8153:2015. Hasil yang didapatkan berupa besaran volume tampung greywater sebesar 6,8 m3 dan dimensi unit pengolahan greywater bak pengendap dengan ukuran 2 m x 1,1 m x 1 m, serta unit pengolahan SRAB berukuran 1,45 m x 1,1 m x 2 m. Selain itu didapatkan hasil kemiringan sistem penyaluran limbah greywater menuju unit pengolahan yaitu 1,1%. Beda elevasi jalur a-b dengan selisih 0,31 m, jalur b-c dengan selisih 0,73 m, jalur d-e dengan selisih 0,34 m, dan yang terakhir jalur e-f dengan selisih 0,43 m. Hasil redesign tersebut sudah sesuai standar yang diacu dan dapat menjadi alternatif instalasi pengolahan limbah greywater agar memenuhi baku mutu air limbah domestik.