cover
Contact Name
zain sarnoto
Contact Email
jurnalstatement2021@gmail.com
Phone
+628129731518
Journal Mail Official
jurnalstatement2021@gmail.com
Editorial Address
Jl. Nusa Indah 1 No. 163 Perumnas 1 Jakasampurna Bekasi barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Statement : Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan
ISSN : 20892640     EISSN : 2797071X     DOI : https://doi.org/10.56745/js.v11i2.238
Core Subject : Religion, Education,
jurnal ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Studi Kebijakan yang bernaung dibwah Perkumpulan Masyarakat Peduli Pendidikan (PMPP), menerima naskah hasil penelitian dalam bidang ilmu sosial diantaranya pendidikan, agama dan kajian ilmu sosial lainnya
Articles 158 Documents
Urgensi Supervisi Pengajaran Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Ahmad Zain Sarnoto
Jurnal Statement : Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2012): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan
Publisher : PMPP Lembaga Penelitian dan Studi Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.136 KB) | DOI: 10.56745/js.v2i2.22

Abstract

Supervisi adalah bantuan yang diberikan kepada seluruh guru/staf sekolah untuk mengembangkan sekolah secara maksimal. Sedangkan yang dimaksud dengan supervisi di sini bukanlah sebagai inspeksi dari orang yang merasa serbatahu (superior) kepada orang yang dianggap belum tahu sama sekali (inferior). Tapi, supervisi dalam bentuk pembinaan dan bantuan yang diberikan kepada guru/pendidik untuk mengembangkan situasi belajar mengajar agar menjadi lebih baik. Sehingga guru-guru selalu mengadakan perbaikan dalam hal cara mereka mengajarkan suatu mata pelajaran dan meningkatkan efektivitas kerja mereka yang pada akhirnya meningkatkan mutu pendidikan di sekolah tersebut
Upaya Meningkatkan Ketrampilan Berbicara Bahasa Inggris Pada Pokok Bahasan Bargaining Melalui Penerapan Metode Bermain Peran Pada Kelas Xi Tehnik Furniture Semester Genap Tahun Ajaran 2011/2012 Di Smkn 52 Jakarta Nunung Nurhayati
Jurnal Statement : Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2012): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan
Publisher : PMPP Lembaga Penelitian dan Studi Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1138.602 KB) | DOI: 10.56745/js.v2i2.23

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Inggris tentang Upaya meningkatkan ketrampilan berbicara bahasa Inggris pada pokok bahasan bargaining melalui penerapan metode bermain peran pada kelas XI Tehnik Furniture semester genap tahun ajaran2011/2012 SMKN 52 . Jenis penelitian ini termasuk penelitian deskripsi dengan pendekatan bermain peran. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI tehnik Furniture semester genap tahun ajaran 2011/2012 SMKN 52 . Hasil analisis deskripsi mengungkapkan, bahwa dengan data sebagai berikut: Siklus I, rata-rata hasil belajar Bahasa Inggris adalah 69 dengan prosentase ketuntasan 89 %, dan pada siklus II, rata-rata hasil belajar Bahasa Inggris mengalami kenaikan menjadi 77 dengan prosentase 100%, prosentase keaktifan siswa di kelas adalah sebagai berikut : Siklus I rata-rata prosentase keaktifan belajar siswa dari 56,2% menjadi 84,2 %. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar Bahasa Inggris tentang Bargaining dapat ditingkatkan dengan menggunakan pendekatan bermain peran.Subyek penelitian ini adalah siswa kelas xi tehnik furniture semester genap tahun ajaran 2011/2012 SMKN 52 Jakarta.
Karakteristik Dan Tuntutan Perkembangan Sekolah Menengah Kejuruan Rien Riany
Jurnal Statement : Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2012): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan
Publisher : PMPP Lembaga Penelitian dan Studi Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.834 KB) | DOI: 10.56745/js.v2i2.24

Abstract

Pendidikan kejuruan yang dikembangkan di Indonesia diantaranya adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dirancang untuk menyiapkan peserta didik atau lulusan yang siap memasuki dunia kerja dan mampu mengembangkan sikap profesional di bidang kejuruan. Lulusan pendidikan kejuruan, diharapkan menjadi individu yang produktif yang mampu bekerja menjadi tenaga kerja menengah dan memiliki kesiapan untuk menghadapi persaingan kerja. Kehadiran SMK sekarang ini semakin didambakan masyarakat; khususnya masyarakat yang berkecimpung langsung dalam dunia kerja. Dengan catatan, bahwa lulusan pendidikan kejuruan memang mempunyai kualifikasi sebagai (calon) tenaga kerja yang memiliki keterampilan vokasional tertentu sesuai dengan bidang keahliannya. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai salah satu institusi yang menyiapkan tenaga kerja, dituntut mampu menghasilkan lulusan sebagaimana yang diharapkan dunia kerja. Tenaga kerja yang dibutuhkan adalah sumber daya mansia yang memiliki kompetensi sesuai dengan bidang pekerjaannya, memiliki daya adaptasi dan daya saing yang tinggi. Atas dasar itu, pengembangan kurikulum dalam rangka penyempurnaan pendidikan menengah kejuruan harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan dunia kerja
Pengembangan Pusat Sumber Belajar Dalam Upaya Meningkatan Mutu Pendidikan Sulistyowati Sulistyowati
Jurnal Statement : Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2012): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan
Publisher : PMPP Lembaga Penelitian dan Studi Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.37 KB) | DOI: 10.56745/js.v2i2.25

Abstract

Salah satu langkah kongkrit peningkatan mutu pendidikan di Indonesia yakni dengan peningkatan kualitas dan layanan pusat sumber belajar (PSB). Melalui PSB inilah menjadikan proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik, dengan ini pulalah sebagai layanan proses pendidikan yang bermutu pula. Pusat sumber belajar sebagai salah satu aspek keberhasilan pendidikan atau proses pembelajaran harus dikelola dengan seefektif mungkin. Dengan pengelolaan peran aktif dari semua pihak, dan tidak menempatkan sumber belajar pada segi seorang pendidik saja. Namun lebih dari itu, sumber belajar dapat berupa lingkungan sekitar pendidikan. Proses pendidikan haruslah berorientasi pada keberhasilan siswa, kreatifitas dan pengembangan dari para pengelola pendidikan harus mulai diaplikasikan pada proses pendidikan yang ada, sehingga pengembangan pusat sumber belajar pada giliranya akan membantu meningkatkan mutu pendidikana.
Peningkatan Kemampuan Guru Bahasa Inggris Dalam Memanfaatkan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar Melalui Diskusi Mgmp Pada Smk Di Jakarta Timur Tri Hartini
Jurnal Statement : Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2012): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan
Publisher : PMPP Lembaga Penelitian dan Studi Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (919.242 KB) | DOI: 10.56745/js.v2i2.26

Abstract

Penelitian ini dirancang dalam bentuk Penelitian Tindakan Sekolah yang direncanakan dilaksanakan dalam tiga siklus, dimana setiap siklusnya dilaksanakan dalam dua sampai tiga kali pertemuan. Adapun subyek penelitian ini adalah guru-guru SMK di Jakarta Timur yang terdiri dari 40 orang guru bidang studi bahasa Inggris. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui meningkatkan kemampuan guru bahasa Inggris dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar melalui diskusi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) pada SMK di Jakarta Timur Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) dan Prosedur penelitian yang dilakukan adalah menggunakan model penelitian tindakan sekolah yang dikembangkan oleh Kemmis & Taggart dalam E. Mulyasa (2010), dimana pada prinsipnya ada empat tahap kegiatan yaitu, perencanaan tindakan (planning), pelaksanaan tindakan (action), observasi dan evaluasi proses tindakan (observation and evaluation) dan melakukan refleksi (reflecting). Hasil analisis deskripsi mengungkapkan, bahwa dengan data sebagai berikut: Pada siklus I,dan hasil analisis dan pembahasan siklus I, II dan siklus III tersebut di atas dengan perolehan nilai rata-rata peningkatan kemampuan guru memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar yaitu nilai rata-rata observasi hasil kegiatan diskusi 77,4 di siklus I menjadi 79,77 di siklus II dan pada siklus III menjadi 82,72 ada peningkatan yang signifikan, kegiatan penyusunan skenario pembelajaran nilai rata-rata 78 di siklus I menjadi 79,42 di siklus II dan pada siklus III menjadi 83,72 ada peningkatan yang signifikan, sedangkan kegiatan pembelajaran atau dalam proses belajar mengajar nilai rata-rata 77,4 di sklus I menjadi 79,77 di siklus II dan pada siklus III menjadi 82,72 ada peningkatan yang signifikan dan memenuhi kriteria yang ditetapkan, maka peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa ada peningkatan kemampuan guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar melalui pendekatan diskusi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) pada SMK Jakarta Timur Berdasarkan keberhasilan tersebut di atas disarankan kepada guru-guru SMK di Jakarta Timur agar lebih mengoptimalkan pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar dengan memperbanyak variasi metode pembelajaran dalam penyusunan skenario pembelajaran maupun dalam pelaksanaan pembelajaran.
Meningkatkan Hasil Belajar IPA Melalui Pemanfaatan Infocus Siswa Kelas VI di SDN Ciracas 16 Petang Rena Sitorus
Jurnal Statement : Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2013): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan
Publisher : PMPP Lembaga Penelitian dan Studi Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.032 KB) | DOI: 10.56745/js.v3i2.35

Abstract

Melalui pembelajaran audio visual dengan memanfaatkan infocus, siswa diharapkan dapat melihat gambaran langsung secara visual dan konkret tentang materi tata surya. Peneliti memberikan penjelasan tambahan untuk menambah pemahaman siswa sesuai dengan dokumenter. Pada slide dokumenter tersebut dikisahkan bagaimana planet bumi dan bulan mengelilingi matahari yang tetap konstan pada garisnya Berdasarkan hasil penelitian bahwa pemanfaatan infocus sangat tepat digunakan dalam pembelajaran IPA dengan tema tata surya. Hal ini terlihat dari meningkatnya perolehan nilai rata-rata siswa tiap siklusnya. Pada siklus I perolehan nilai rata-rata mencapai 6,53 dan terdapat 3 siswa (7,89 %) yang memperoleh nilai 5, namun pada siklus II tidak ada siswa yang memperoleh nilai 5 dengan nilai rata-rata 7,46. Setelah melewati dua siklus, pada siklus III, hasil perolehan nilai siswa meningkat secara signifikan sebesar 8,25 dengan nilai terendah adalah 7 sebanyak 4 siswa (11,11 %) dan nilai tertinggi adalah 10 sebanyak 5 siswa (13,89 %)
Perulangan Materi Gelombang di Kelas XII IPA 3 dan XII IPA 4 SMA Negeri 51 Jakarta Melalui Perbandingan Metode Problem Posing Dan Konvensional Sri Wahyuningsih
Jurnal Statement : Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2013): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan
Publisher : PMPP Lembaga Penelitian dan Studi Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.485 KB) | DOI: 10.56745/js.v3i2.36

Abstract

Pembelajaran IPA (sains) khususnya fisika saat ini masih menggunakan sistem pembelajaran yang bersifat konvensional yaitu pembelajaran terpusat pada guru (teacher centered). Sistem pembelajaran tersebut juga diterapkan di SMA Negeri 51 Jakarta, hal itu akan dapat menyebabkan siswa menjadi pasif. Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) mengetahui prestasi belajar fisika manakah yang lebih tinggi antara siswa yang diajar melalui pendekatan problem posing berbasis aktivitas dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan pendekatan konvensional, (2) mengetahui kemampuan siswa dalam merumuskan soal pada kelas yang diajar dengan pendekatan problem posing berbasis aktivitas. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 12 SMA N 51 Jakarta tahun ajaran 2012/2013. Diantara 10 kelas yang ada dilakukan pengambilan sampel secara acak. Penelitian ini bersifat eksperimental semu, yang melibatkan variabel perlakuan berupa model pembelajaran dengan menggunakan pendekatan problem posing berbasis aktivitas yang dikenakan pada kelas eksperimen dan pada kelas kontrol menggunakan pendekatan konvensional untuk pokok bahasan getaran dan gelombang. Rancangan ini melibatkan dua kelas sampel, maka desain penelitian yang digunakan adalah Pre-test dan Post-test Control Group Desain. Kerangka rancangan dimulai dari uji coba instrumen dan pengambilan data, analisis uji instrumen dan analisis data serta uji hipotesis menggunakan uji-t satu pihak. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) prestasi belajar fisika bagi siswa yang diajar melalui pendekatan problem posing berbasis aktivitas lebih tinggi dibandingkan dengan prestasi belajar fisika bagi siswa yang diajar melalui pendekatan konvensional, yang terlihat dari nilai rata-rata prestasi untuk kelas eksperimen adalah 84,47 sedangkan nilai rata-rata prestasi untuk kelas kontrol adalah 68,50 dan juga dilihat dari thitung > ttabel yaitu diperoleh thitung = 7,426 sedangkan ttabel (72; .05) = 2,647 (2) kemampuan merumuskan soal bagi kelas yang diajar melalui pendekatan problem posing berbasis aktivitas tergolong sangat baik yaitu mencapai 84,7 %.
Meningkatkan Hasil Belajar PKN Hidup Rukun Melalui Metode Bermain Peran Siswa Kelas I di SDN Kebon Pala 07 Pagi Suratmi Suratmi
Jurnal Statement : Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2013): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan
Publisher : PMPP Lembaga Penelitian dan Studi Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.214 KB) | DOI: 10.56745/js.v3i2.37

Abstract

Bermain peran dalam pembelajaran PKn merupakan usaha untuk memecahkan masalah melalui peragaan, serta langkah-langkah identifikasi masalah, analisis, pemeranan, dan diskusi. Untuk kepentingan tersebut, sejumlah peserta didik bertindak sebagai pemeran dan yang lainnya sebagai pengamat. Seorang pemeran harus mampu menghayati peran yang dimainkannya. Melalui peran, peserta didik berinteraksi dengan orang lain yang juga membawakan peran tertentu sesuai dengan tema yang dipilih yang dapat melatih sikap empati, simpati, rasa benci, marah, senang, dan peran lainnya Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa metode bermain peran dapat meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas I serta dapat menjadi alternatif tindakan untuk menyelesaikan permasalahan ketidakmampuan siswa dalam memahami pelajaran PKn melalui metode ceramah.
Klasifikasi Kognitif Siswa Retardasi Mental Di Sekolah Luar Biasa (SLB) Wacana Asih Padang Berdasarkan Pengukuran Stanford Binet Scale Rozi Sastra Purna; Yantri Mapitra; Kuwardani Susari Putri
Jurnal Statement : Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2013): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan
Publisher : PMPP Lembaga Penelitian dan Studi Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.956 KB) | DOI: 10.56745/js.v3i2.38

Abstract

Retardasi mental merupakan kasus yang paling banyak ditemui di SLB yang ada di i Indonesia, tidak terkecuali SLB yang ada di Padang. SLB Wacana Asih merupakan SLB Swasta yang terkemuka di kota Padang, namun belum ada pemetaan klasifikasi kognitif anak menurut tingkat inteligensi yang dimiliki. Sampel penelitian ini berjumlah 20 orang siswa yang ada di SDLB Wacana Asih. Sedangkan analisis data mengunakan teknik deskriptif kuantitaif dengan mengunakan persentase. Hasil pengukuran intigensi berdasarkan skala Stanford Binet yang dilakukan di SLB Wacana Asih didapatkan dari 20 siswa retardasi mental terdapat 11 siswa yang tergolong kedalam klasifikasi mampu didik yakni 55%,dan 9 siswa tergolong dalam klasifikasi mampu latih yakni 45%..
Madrasah Diniyah: Studi Kebijakan Wajib Belajar di Purwakarta Ahmad Zain Sarnoto
Jurnal Statement : Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2013): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan
Publisher : PMPP Lembaga Penelitian dan Studi Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.281 KB) | DOI: 10.56745/js.v3i2.39

Abstract

Kepala Daerah sebagai penyelenggara pemerintahan daerah bertindak mewakili pemerintah dalam segala hubungan hukum. Ia mempunyai kewenangan terhadap pengaturan kebijakan publik maupun privat. Dengan demikian dalam praktek pembuatan peraturan perundang-undangan dapat lahir berdasarkan inisiatif badan legislatif atau inisiatif badan eksekutif. Kebijakan publik yang dikeluarkan oleh pemerintah/pemerintah daerah akan berdampak kepada masyarakat secara langsung maupun tidak langsung. Berdasarkan studi kebijakan publik dapat dikatakan bawah kebijakan wajib belajar madrasah diniyah di kabupaten Purwakarta menunjukkan dampak positif terhdap penyelenggaraan pendidikan Islam. Indikator perubahan kearah yang lebih baik ditunjukkan oleh: (1) meningkatnya partisipasi peserta didik, (2) keragaman kualifikasi tenaga pendidik, (3) adanya standarisasi kurikulum, (4) tersedianya sarana pendidikan, (5) tersedianya pembiayaan, (6) terlaksananya kegiatan belajar mengajar sesuai kalender pendidikan, dan (7) pengelolaan pendidikan bersifat terbuka

Page 3 of 16 | Total Record : 158


Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15 No 2 (2025): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol 15 No 1 (2025): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol 14 No 2 (2024): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol 14 No 1 (2024): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol 13 No 2 (2023): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol 13 No 1 (2023): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol 12 No 2 (2022): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 12 No. 2 (2022): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2022): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol 12 No 1 (2022): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2021): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2021): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2020): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2020): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2019): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2019): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2018): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2018): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2017): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2017): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol 6 No 2 (2016): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol 6 No 1 (2016): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2015): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2015): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2014): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2014): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2013): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2013): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2012): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2012): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2011): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol 1 No 1 (2011): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan More Issue