cover
Contact Name
zain sarnoto
Contact Email
jurnalstatement2021@gmail.com
Phone
+628129731518
Journal Mail Official
jurnalstatement2021@gmail.com
Editorial Address
Jl. Nusa Indah 1 No. 163 Perumnas 1 Jakasampurna Bekasi barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Statement : Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan
ISSN : 20892640     EISSN : 2797071X     DOI : https://doi.org/10.56745/js.v11i2.238
Core Subject : Religion, Education,
jurnal ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Studi Kebijakan yang bernaung dibwah Perkumpulan Masyarakat Peduli Pendidikan (PMPP), menerima naskah hasil penelitian dalam bidang ilmu sosial diantaranya pendidikan, agama dan kajian ilmu sosial lainnya
Articles 158 Documents
Peningkatan Kemampuan Mengerjakan Soal Ceritas Siswa Kelas III Sekolah Dasar Melalui Penggunaan Media Komik Edukatif di SDN Lubang Buaya 12 Pagi Budi Lestari
Jurnal Statement : Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2012): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan
Publisher : PMPP Lembaga Penelitian dan Studi Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.007 KB) | DOI: 10.56745/js.v2i1.11

Abstract

Matematika diharapkan dapat melatih siswa untuk memahami suatu masalah dan menentukan strategi pemecahan masalah sehari-hari. Namun, pada kenyataannya guru-guru mengeluhkan seringnya siswa-siswa mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal matematika, terutama saat menghadapi soal cerita. (National Council Of Teacher of Mathematics, 1990:17). Hasil penelitian Priatna (1994) mengungkapkan bahwa kemampuan siswa kelas IV SD dalam menyelesaikan soal cerita dan mengambil langkah-langkah penyelesaian masih rendah, yaitu 50,26%. (Suwarjana, 1998:112). Penggunaan media komik dalam pelajaran matematika dapat membuat pembelajaran lebih menarik dan melatih siswa untuk berpikir sistematis. Hal ini berkaitan dengan sifat komik yang sederhana, jelas, mudah dipahami, dan lebih personal (Rohani, 1997:21). Berdasarkan pertimbangan peneliti, banyak hal yang dapat diteliti dalam peningkatan kernampuan mengerjakan soal cerita siswa kelas III sekolah dasar. Peneliti membatasi penelitian ini pada peningkatan kemampuan mengerjakan soal cerita siswa kelas III sekolah dasar menggunakan media komik edukatif.
Peningkatan Kemampuan Membaca Dan Menulis Al-Qur'an Serta Hafal Surat Pendek Pilihan Dengan Menggunakan Metode Student Facilitator And Explaining Di Kelas VI SDN Cakung Timur 04 Pagi Maryati Maryati
Jurnal Statement : Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2012): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan
Publisher : PMPP Lembaga Penelitian dan Studi Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.758 KB) | DOI: 10.56745/js.v2i1.12

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah dewasa ini belum memuaskan banyak pihak, dan bahkan dinilai gagal. Pendidikan agama Islam dinilai masih terkesan berorientasi pada pengajaran agama yang bersifat kognitif dan hafalan, kurang berorientasi pada aspek pengamalan ajaran agama. Adanya kekerasan dan keberingasan yang dilakukan di kalangan pemuda, pelajar dan mahasiswa, masih marak diberitakan dalam media massa. Masalah mendasar yang dikeluhkan oleh beberapa guru khususnya di kelas VI Sekolah Dasar Negeri Cakung Timur 04 Pagi, Jakarta pada pembelajaran PAI adalah rendahnya kemampuan memahami pengetahuan Agama Islam pada pembelajaran menghapal ayat pendek. Gejala rendahnya kemampuan siswa dalam belajar PAI ditandai oleh (1) kemampuan siswa dalam menghapal ayat-ayat, sehingga hafal siswa hanya seadanya, (2) kemampuan siswa dalam memahami PAI, serta (3) masih rendahnya kemampuan dalam mengimplementasikan pelajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.
Penerapan Strategi Pembelajaran Kooperatif Model Think - Pair - Share Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Matematika Pada Siswa Kelas IV SDN Bambu Apus 02 Pagi Nurjaya Nurjaya
Jurnal Statement : Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2012): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan
Publisher : PMPP Lembaga Penelitian dan Studi Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (816.165 KB) | DOI: 10.56745/js.v2i1.13

Abstract

Pembelajaran yang baik dan efektif adalah pembelajaran yang mampu memberikan kemudahan belajar kepada peserta didik secara adil dan merata sehingga mereka dapat mengembangkan potensinya secara optimal. Pembelajaran merupakan suatu proses yang komplek dan melibatkan berbagai aspek yang saling berkaitan. Terdapat beberapa pendekatan dari model pembelajaran kooperatif, yaitu: Student Team Achievement Division (STAD), Jigsaw, Investigasi Kelompok (IK), Numbered-Head-Together (NHT), dan Think-Pair-Share (TPS). Pembelajaran kooperatif melatih siswa untuk saling membantu antar anggota dalam memahami pelajaran ataupun dalam menyelesaikan tugas belajar. Siswa yang lemah akan mendapat bantuan dari temannya yang lebih pandai. Hipotesis Adapun hipotesis dalam penelitian ini adalah jika straregi kooperatif model think-pair-share diterapkan dalam pembelajaran matematika maka dapat meningkatkan motivasi belajar pada siswa kelas IV SDN Bambu Apus 02 Pagi, Jakarta. Adapun ruang lingkup penelitian meliputi siswa. Yang dimaksud siswa disini adalah khusus siswa kelas IV SDN Bambu Apus 02 Pagi, Jakarta, karena dalam kelas IV siswanya sangat heterogen dan motivasi belajar Matematika siswa masih kurang. Model think–pair–share ini mempunyai 3 tahap, yaitu think (berfikir) yaitu guru memberikan pertanyaan yang berhubungan dengan pelajaran, kemudian siswa diminta untuk memikirkan pertanyaan tersebut secara mandiri untuk beberapa saat, kemudian Pair (berpasangan) yaitu guru meminta siswa untuk berpasangan dengan siswa lain untuk mendiskusikan apa yang telah mereka pikirkan pada tahap pertama dan yang terakhir adalah Share (berbagi) yaitu guru meminta beberapa pasang siswa untuk berbagi hasil diskusi masing-masing kepada seluruh kelas.
Peningkatan Hasil Pendidikan Agama Islam Untuk Aspek Berperilaku Disiplin Dengan Pemanfaatan Sumber Belajar Di Lingkungan SDN Makasar 06 Pagi Nining Nining
Jurnal Statement : Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2012): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan
Publisher : PMPP Lembaga Penelitian dan Studi Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.015 KB) | DOI: 10.56745/js.v2i1.14

Abstract

Pendidikan Agama Islam memiliki peranan sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional siswa, serta memberikan nilai-nilai yang harus dimiliki oleh peserta didik beragama Islam untuk menuntun siswa kearah kebenaran yang sesungguhnya. Pendidikan Agama Islam besar sekali peranannya bagi proses pembentukan akhlak seseorang. Dengan perkataan lain, kita sebagai siswa sebagai penganut agama tersebut harus memahami secara baik ajar-ajaran agamanya agar memiliki integritas yang tinggi sebagai orang terpelajar. Mengingat pengaruh globalisasi pada setiap aspek kehidupan yang akan di hadapi peserta didik dimasa depan, maka program pendidikan Agama Islam harus mempunyai kompetensi agar dapat memperkecil pengaruh negatif dari globalisasi tersebut. Sarana belajar pendidikan Agama Islam yang akan lebih lanjut di bicarakan di sini adalah sarana belajar yang berupa peralatan, yang di harapkan dengan sarana belajar tersebut dalam pembelajaran pendidikan Agama Islam siswa akan lebih tertarik tanpa di bebani rasa takut, dan menjadi lebih aktif dalam pembelajaran pendidikan Agama Islam. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah seberapa jauh keefektifan sarana belajar dalam meningkatkan hasil belajar pendidikan Agama Islam bagi siswa SD Negeri Makasar 06 Pagi Jakarta Timur. Tujuan penelitian ini untuk memaparkan bahwa penggunaan sarana belajar sebagai model pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa SD Negeri Makasar 06 Pagi Jakarta Timur.
Upaya Meningkatkan Pemahaman Materi Pembelajaran Matematika Dan Bahasa Indonesia Melalui Metode Bervariasi Di Kelas 1 SDN Lubang Buaya 02 Pagi Rusi Rusmiati
Jurnal Statement : Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2012): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan
Publisher : PMPP Lembaga Penelitian dan Studi Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.996 KB) | DOI: 10.56745/js.v2i1.15

Abstract

Mata pelajaran Matematika merupakan mata pelajaran yang kurang disenangi banyak siswa karena dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit. Persepsi negatif tentang matematika dalam benak siswa menjadi salah satu kendala yang menyebabkan rendahnya motivasi siswa untuk mengikuti pelajaran matematika. Tidak jauh berbeda dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia yang juga kurang disenangi karena sebagian besar siswa tidak suka membaca dan menulis. Laporan hasil perbaikan pembelajaran ini disusun berdasarkan catatan dan observasi penulis yang dibantu oleh teman sejawat sebagai pengamat serta memberi masukan / ide sebagai acuan. Dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran penulis melakukan untuk 6 siklus, yaitu : 3 siklus untuk mata pelajaran Matematika dan 3 siklus Bahasa Indonesia. Dari masalah-masalah yang teridentifikasi penulis dengan dibantu teman sejawat menganalisis faktor penyebab timbulnya masalah-masalah yang terjadi selama pembelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia.
Uang Elektronik Berdasarkan Hukum Positif dan Hukum Islam Analisis PBI No. 18/17/PBI/2016 dan Fatwa DSN No. 116/DSN-MUI/IX/2017 Acep Jurjani
Jurnal Statement : Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2020): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan
Publisher : PMPP Lembaga Penelitian dan Studi Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.325 KB) | DOI: 10.56745/js.v10i1.16

Abstract

Kemajuan teknologi informasi yang begitu cepat mendorong perilaku ekonomi yang berkembang pesat, diantaranya terciptanya uang digital atau uang elektronik. Uang Elektronik adalah alat pembayaran yang diterbitkan atas dasar nilai uang yang disetorkan telebih dahulu oleh pemegang kepada penerbit. Kemudian uang tersebut disimpan secara elektronik dalam suatu media uang elektronik yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran kepada pedagang dan bukan penerbit. Lahirnya uang elektronik ini menimbulkan kontroversi di kalangan praktisi ekonomi syariah, diantaranya Dewan Pengawas Syariah Bank Muamalat Dr. Oni Sahroni, M.A yang mengatakan bahwa e-money yang digunakan saat ini adalah konvensional atau mengandung unsur ribawi karena beberapa hal: (1) Kontrak yang terjadi antara pihak e-money itu tidak jelas (gharar) dan tidak mengikuti skema transaksi syariah sehingga hak dan kewajiban para pihak tidak diketahui. (2) Bunga atas penempatan dana di Bank konvensional sebagai mitra penerbit e-money. (3) Hak pemegang kartu menjadi hilang pada saat kartu yang dimilikinya hilang. Untuk menjawab kegaduhan mengenai penggunaan uang elektronik ini, Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) mengeluarkan fatwa tentang uang elektronik (e-money) syariah.
Kecerdasan Emosional Dalam Perspektif Al-Qur’an Ahmad Zain Sarnoto; Sri Tuti Rahmawati
Jurnal Statement : Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2020): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan
Publisher : PMPP Lembaga Penelitian dan Studi Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1208.616 KB) | DOI: 10.56745/js.v10i1.17

Abstract

Selain pengendalian amarah, kecerdasan emosional juga mampu mengontrol dosa verbal tanpa sadar seperti dosa verbal dalam dunia virtual. Perkembangan tekhnologi yang mampu menembus batas-batas privasi, menjadikan manusia mudah mengakses dan menyalurkan emosinya. Ekspresi emosi bisa terjadi tiap saat, tanpa batasan waktu diberbagai media sosial seperti whattsapp, twitter, Instagram. Inilah sebuah kondisi dimana manusia dituntut untuk memiliki kecerdasan emosional yang tinggi. Penggunaan emoticon atau emotional dan sticker gambar yang merupakan ekspresi emosi masing-masing orang menunjukkan kemampuan seseorang dalam membangun hubungan yang sehat dengan orang lain. Namun kesalah fahaman dalam menerjemahkan emoticon juga akan mudah tergelincir pada dosa verbal yang tak disadari seperti fenomena ghibah
Urgensi Perguruan Tinggi Dalam Perspektif Islam Condro Sujalmo
Jurnal Statement : Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2020): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan
Publisher : PMPP Lembaga Penelitian dan Studi Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.944 KB) | DOI: 10.56745/js.v10i1.18

Abstract

Makalah ini menguraikan tentang urgensi pendidikan tinggi dalam perspektif Islam. Saat ini minat masyarakat untuk belajar di lembaga pendidikan Islam cukup tinggi, hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi lambaga – lambaga pendidikan Islam terutama pada pendidikan tingginya karena harus bisa bersaing dengan lembaga sejenis lainnya. Pendidikan Islam merupakan usaha mengubah tingkah laku dalam kehidupan, baik individu atau bermasyarakat serta berinteraksi dengan alam sekitar melalui proses berpendidikan berlandaskan nilai Islam. Pendidikan Islam ialah pendidikan yang teori-teorinya disusun berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits. Perguruan tinggi agama Islam di Indonesia masih dianggap sebagai lembaga pendidikan yang menempati urutan terakhir setelah perguruan tinggi yang dimiliki kalangan non Islam. Kenyataan ini sungguh memprihatinkan terutama ditinjau dari perspektif umat Islam di Indonesia sebagai populasi terbesar di negeri khatulistiwa ini. Hal ini secara sepintas dapat dipahami bahwa umat Islam di Indonesia ternyata belum mampu mengembangkan perguruan tinggi Islam yang memiliki daya Tarik di masyarakat dan memiliki daya saing dengan perguruan tinggi-perguruan tinggi maju, yang berada di dalam negeri maupun luar negeri. Harapan kami agar para praktisi, akademisi serta lembaga-lembaga pendidikan Islam menyadari akan kekurangan, sehingga berupaya memperbaikinya agar tidak semakin jauh ketinggalan. Sebenarnya SDM, pendanaan serta sarana prasarana yang dimiliki oleh kalangan umat Islam cukup memadai untuk mengembangkan mutu dan kualitas pendidikan Islam di Indonesia
Model Pembelajaran CTL (Contextual Teaching And Learning) Pada Mata Pelajaran PAI dan Implementasinya di SMP Islam Asysyakirin Pinang Kota Tangerang EE Junaedi Sastradiharja; Siskandar Siskandar; Irtifa’an Khoiri
Jurnal Statement : Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2020): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan
Publisher : PMPP Lembaga Penelitian dan Studi Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1348.002 KB) | DOI: 10.56745/js.v10i1.19

Abstract

This research is a qualitative descriptive study, the subjects in this study are the principal of Asysyakirin Middle School, WAKA Curriculum, Homeroom 7.4 and Islamic Subjects. Data collection techniques used are: observation, and interviews. This research was conducted from August to October 2018. The results of this study showed that some Islamic Religious Education teachers in Asysyakirin Middle School had understood the meaning of the contextual learning model, the teacher just needed to deepen and gradually introduced the CTL (Contextual Teaching and Learning) learning model to student. The implementation of Islamic Religious Education learning more or less has reflected the application of the CTL (Contextual Teaching and Learning) learning model which includes 5 principles and 7 pillars of contextual learning, with the results of implementing the components of the CTL (Contextual Teaching and Learning) learning model as follows: interest (related), direct experience (esprecing), application (appliying), cooperation (cooperating), transfer of knowledge (transfering), constructivism (contruktivisem), finding (inquiry), asking (questioning), learning communities (learning comunity), modeling (modeling), reflection (reflection), true assessment (authentic assessment). It is expected that all teachers can use active learning, to develop the learning process one of them by using the CTL learning model, because the implementation of CTL can activate students in the learning process and increase student motivation. Because there are still inhibiting factors in the implementation of CTL, it is expected to frequently attend seminars and workshops and frequently read books related to CTL learning to better master and deepen how the application of CTL is good and right. So that it can improve the quality of education on an ongoing basis and establish better interactions to be able to achieve the expected learning goals
Urgensi Minat Menghafal Al-Qur’an dan Kemampuan Berbahasa Arab Bagi Peningkatan Prestasi Tahfizh Al-Qur’an Gamal Abdel Nasier
Jurnal Statement : Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2020): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan
Publisher : PMPP Lembaga Penelitian dan Studi Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1091.599 KB) | DOI: 10.56745/js.v10i1.20

Abstract

Secara umum tujuan pengajaran bahasa Arab di Indonesia tidak terlepas dari fungsinya sebagai sarana untuk mengkaji dan mendalami ilmu agama Islam, kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan sebagai sarana komunikasi antar bangsa. Oleh karena itu pelaksanaan pengajaran bahasa Arab di Indonesia haruslah memperhatikan keseimbangan antara pengusaan secara lisan dan tulisan. Mempelajari bahasa Arab bagi masyarakat non Arab, tetap saja memiliki banyak kendala dan problematika yang dihadapi karena bahasa Arab bukanlah bahasa yang mudah untuk dikuasai secara total. Namun mempelajarinya menjadi sesuatu yang tak bisa diabaikan begitu saja. Kebutuhan akan bahasa Arab bagi masyarakat dunia saat ini cukup tinggi, baik bagi muslim maupun non muslim. Sebagaimana telah dijelaskan di atas kandungan bahasa Al-Qur’an yang berasal dari bahasa Arab memberikan keunikan tersendiri bagi setiap orang untuk menghafal Al-Qur’an, mengingat bahasa setiap negara berbeda hal ini merupakan tantangan bagi setiap individu yang akan memantapkan diri untuk menghafal Al-Qur’an. Adanya kekhususan bahasa Al-Qur’an ini telah memberikan semangat dan kemauan masyarakat dalam belajar bahasa Arab. Upaya yang dilakukan tersebut adalah untuk mempermudah dalam menghafal Al-Qur’an. Selain itu dengan memahami bahasa Arab memungkinkan seseorang seseorang dapat dengan mudah mengerti dan memahami isi kandungan Al-Qur’an. Minat menghafal Al-Qur’an dan kemampuan berbahasa Arab kiranya dapat menjadi pengaruh seseorang dalam berprestasi terhadap hafalan Al-Qur’an

Page 2 of 16 | Total Record : 158


Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15 No 2 (2025): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol 15 No 1 (2025): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol 14 No 2 (2024): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol 14 No 1 (2024): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol 13 No 2 (2023): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol 13 No 1 (2023): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 12 No. 2 (2022): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol 12 No 2 (2022): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2022): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol 12 No 1 (2022): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2021): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2021): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2020): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2020): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2019): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2019): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2018): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2018): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2017): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2017): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol 6 No 2 (2016): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol 6 No 1 (2016): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2015): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2015): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2014): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2014): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2013): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2013): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2012): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2012): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2011): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol 1 No 1 (2011): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan More Issue