Statement : Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan
jurnal ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Studi Kebijakan yang bernaung dibwah Perkumpulan Masyarakat Peduli Pendidikan (PMPP), menerima naskah hasil penelitian dalam bidang ilmu sosial diantaranya pendidikan, agama dan kajian ilmu sosial lainnya
Articles
158 Documents
Penggunaan Metode Kerja Kelompok Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Penjumlahan Pecahan Kelas V di SDN Pondok Kopi 04 Pagi
M Rokayah
Jurnal Statement : Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2014): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan
Publisher : PMPP Lembaga Penelitian dan Studi Kebijakan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (588.867 KB)
|
DOI: 10.56745/js.v4i2.70
Tujuan pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar (SD) sebagaimana yang diamanatkan dalam kurikulum 1994 (Depdikbud, 1994: 9.6) adalah “agar siswa dapat menggunakan Matematika dan pola pikir Matematika dalam kehidupan sehari-hari dan dalam mempelajari berbagai ilmu pengetahuan secara logis, rasional, kritis, cermat, jujur dan efektif. Pembelajaran Matematika akan dapat memberikan pengalaman yang bermakna bagi siswa kelas V dalam proses belajar, bila siswa dalam memahami berbagai konsep tentang keterampilan hitung dan cara memecahkan masalah dalam bentuk soal cerita melalui pembelajaran langsung dan terstruktur. Untuk itu menjadi tanggung Jawab guru untuk memilih penerapan metode Berdasarkan uraian-uraian latar belakang masalah di atas maka dapat diuraikan rumusan masalah sebagai berikut: Apakah metode Kerja Kelompok dapat meningkatkan prestasi belajar Matematika siswa Kelas V SDN Pondok Kopi 04 Pagi, Jakarta Timur tahun 2011/2012”? Berdasarkan pada perumusan masalah di atas, maka tujuan perbaikan ini adalah untuk membuktikan bahwa penggunaan metode Kerja Kelompok dapat meningkatkan belajar Matematika Siswa Kelas V SDN Pondok Kopi 04 Pagi, Jakarta Timur tahun 2011/2012.
Peningkatan Hasil bElajar IPA Tentang Benda Dan Sifatnya Melalui Pendekatan “Cooperative Learning” (PTK di Kelas III SDN Paseban 11 Pagi)
Sri Nooryati
Jurnal Statement : Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2014): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan
Publisher : PMPP Lembaga Penelitian dan Studi Kebijakan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (564.453 KB)
|
DOI: 10.56745/js.v4i2.71
Anak terlihat pasif, karena anak tidak diberi kegiatan belajar IPA yang benar. Hasil belajar menurun karena tidak ada interaksi antara siswa dan guru, siswa dengan siswa, karena siswa hanya sekedar mendengarkan penjelasan guru saja. Agar siswa menjadi aktif guru harus memberikan kegiatan di dalam pembelajaran, agar pembelajaran menjadi lebih bermakna seorang guru harus mengetahui metode yang tepat dalam mengajar sehingga hasil belajar IPA dapat meningkat. Menurut siswa pembelajaran IPA sulit, sehingga hasil belajar yang diperoleh siswa lebih rendah dibandingkan dengan nilai mata pelajaran yang lain. Untuk mengatasi kesulitan tersebut maka seorang guru harus mempunyai strategi belajar yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh data empirik tentang pemanfaatan pendekatan cooperative learning dalam upaya meningkatkan hasil belajar IPA di kelas III SDN Paseban 11 Pagi, Jakarta. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III SDN Paseban 11 Pagi, Jakarta berjumlah 39 siswa. Kolaborator dalam penelitian ini adalah teman sejawat yang merupakan guru kelas IV yang bertindak sebagai observer/pengamat. Hasil penelitian ini dapat dibuktikan pada siklus I hasil belajar meningkat sebesar 65% dibandingkan sebelum penelitian dilaksanakan, dan proses pembelajaran dengan menggunakan Cooperative Learning sebesar 75%. Sedangkan pada siklus II hasil belajar meningkat sebesar 80% dan proses pembelajaran dengan menggunakan Cooperative Learning sebesar 100%. Dengan demikian dengan menggunakan pendekatan Cooperative Learning pembelajaran dapat menjadi lebih efektif dan efisien sehingga hasil belajar siswa kelas III SDN Paseban 11 Pagi, Jakarta dapat meningkat. Berdasarkan analisis dan pembahasan dalam penelitian yang dilaksanakan di SDN Paseban 11 Pagi, Jakarta pada siswa kelas III, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar IPA dengan pendekatan Cooperative Learning meningkat.
Upaya Dan Peran Kepala Sekolah Dalam Meningkatan Mutu Pendidikan
Sugiyono Sugiyono
Jurnal Statement : Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2014): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan
Publisher : PMPP Lembaga Penelitian dan Studi Kebijakan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (538.993 KB)
|
DOI: 10.56745/js.v4i2.72
Pada tingkat paling operasional, kepala sekolah adalah orang yang berada di garis terdepan yang mengkoordinasikan upaya meningkatkan pembelajaran yang bermutu. Kepala sekolah diangkat untuk menduduki abatan yang bertanggung jawab mengkoordinasikan upaya bersama mencapai tujuan pendidikan pada level sekolah masing-masing. Dalam praktik di Indonesia, kepala sekolah adalah guru senior yang dipandang memiliki kualifikasi menduduki jabatan itu. Tidak pernah ada orang yang bukan guru diangkat menjadi kepala sekolah. Jadi, seorang guru dapat berharap bahwa jika "beruntung" suatu saat kariernya akan berujung pada jabatan kepala sekolah. Biasanya guru yang dipandang baik dan cakap sebagai guru diangkat menjadi kepala sekolah. Dalam kenyataan, banyak di antaranya yang tadinya berkinerja sangat bagus sebagai guru, menjadi tumpul setelah menjadi kepala sekolah. Umumnya mereka tidak cocok untuk mengemban tanggung jawab manajerial. Kepala Sekolah kadang kala kurang bersemangat karna ada sebagian orang berpendapat sebagai “bos” sehingga tinggal perintah pada bawahan tanpa memperhatikan kaidah dan norma acuan yang berlaku
Upaya Meningkatkan Pemahaman Materi Pembelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia Melalui Metode Bervariasi di Kelas I SDN Makasar 01 Pagi Jakarta Timur
Suwarti Suwarti
Jurnal Statement : Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2014): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan
Publisher : PMPP Lembaga Penelitian dan Studi Kebijakan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (640.479 KB)
|
DOI: 10.56745/js.v4i2.73
Mata pelajaran Matematika merupakan mata pelajaran yang kurang disenangi banyak siswa karena dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit. Persepsi negatif tentang matematika dalam benak siswa menjadi salah satu kendala yang menyebabkan rendahnya motivasi siswa untuk mengikuti pelajaran matematika. Tidak jauh berbeda dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia yang juga kurang disenangi karena sebagian besar siswa tidak suka membaca dan menulis. Oleh sebab itu, apabila guru selalu menggunakan ceramah tanpa variasi metode lain, akan sangat membosankan sehingga kurang meningkatkan minat siswa untuk mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia. Hal tersebut menyebabkan tingkat penguasaan membaca menjadi rendah bagi siswa. Secara klasikal tingkat penguasaan materi pada mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia di SDN Makasar 01 Pagi, Jakarta Timur untuk kelas I pada semester pertama tahun pelajaran 2011/2012 tercermin dari rata-rata nilai yang diperoleh siswa dalam ulangan bersama di sekolah yaitu 6,4 untuk mata pelajaran matematika dan 66 untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. Tujuan penulisan, Penulis bermaksud melaksanakan perbaikan kegiatan pembelajaran dengan tujuan meningkatkan penguasaan materi siswa pada mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia. Adapun proses perbaikan pembelajaran yang dilakukan pelaksanaannya mulai dari penyusunan rencana perbaikan pembelajaran, pelaksanaan perbaikan pembelajaran yang dilakukan dalam 3 siklus Matematika dan 3 siklus Bahasa Indonesia sehingga dengan evaluasi pembelajaran serta penulisan laporan dapat terselesaikan. Hasil pembelajaran pada siklus III yang dilaksanakan pada tanggal 24 Maret 2012 adalah sebagai berikut : Berdasarkan siklus I dan II yang masih kurang memuaskan dalam materi pembelajaran, maka guru tetap memberikan motivasi dan penjelasan yang terus-menerus mamasuki aspek-aspek ketrampilan dasar mengajar. Dengan menggunakan metode bervariasi siswa lebih bersemangat lagi dalam pembelajaran. Hal ini dikarenakan penjelasan mudah dipahami. Kesimpulan penelitian adalah Aktifitas guru pada perbaikan pembelajaran dari siklus I sampai siklus III untuk Matematika maupun Bahasa Indonesia, mengalami peningkatan secara bertahap. Dari hasil pengamatan observer tentang aktifitas penulis dalam upaya peningkatan pemahaman materi pembelajaran pada siklus I dapat dikategorikan kurang.
Pemikiran Pendidikan Islam : Doktrin Islam Tentang Pendidikan
Ahmad Zain Sarnoto
Jurnal Statement : Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2014): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan
Publisher : PMPP Lembaga Penelitian dan Studi Kebijakan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (564.363 KB)
|
DOI: 10.56745/js.v4i2.74
Pada kenyataanya, struktur dari peradaban Islam, dari semenjak perkembagan Islam paling awal secara keseluruhan berasal dari spirit Alquran di samping konsep-konsep ilmu yang ada dalam Alquran. Kemudian prinsip ini dijadikan sebagai Weltanschauung yang melatarbelakangi keberadaan manusia secara global dan diinspirasikan dari era bagaimana konsep ilmu itu didefinisikan. Lebih dari itu, konsep serupa ini memformulasikan model pikiran dan penelitian yang dilakukan oleh umat Islam dalam rangka melihat realitas mengembangkan masyaraka yang tentunya lewat usaha-usaha pendidikan. Konsep ilmu sendiri yang termuat dalam Alquran seperti dinyatakan Ziaudding Sadar adalah sebuah nilai yang menakala dipahami dengan baik dari bingkai Islam, akan melahirkan sesuatu mengenai konsep Islam itu sendiri. Dalam Islam berlaku rumusan, semakin seseorang berilmu, semakin bertakwa kepada Allah. Nilai syari’ah memotivasi bahwa ilmu harus melahirkan prilaku yang dihalalkan dan bukan prilaku yang diharamkan Allah. Dan terakhir, nilai khalifah yang menjadikan ilmu harus mencerminkan sistem dan metode mewujudkan tugas khalifah umat manusia sebagai amanah Allah yang wajib ditunaikan guna mewujudkan Islam sebagai rahmata li al’alamin
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Teks Recount Lisan Dengan Menggunakan Model Absorb Learning Bagi Siswa Kelas X-4 Sma Negeri 93 Jakarta Timur Semester-2 Tahun Pelajaran 2013-2014
Dahlia Hutadjulu
Jurnal Statement : Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2015): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan
Publisher : PMPP Lembaga Penelitian dan Studi Kebijakan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (68.724 KB)
|
DOI: 10.56745/js.v5i1.75
Pembelajaran Bahasa Inggris perlu dikembangkan oleh guru dengan menggunakan konsep pakem yaitu pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan dan menggunakan metode yang tepat. Perkembangan bahasa siswa sangat mempengaruhi pada keterampilan siswa memahami teks recount lisan, dengan semakin banyak kosakata yang mereka miliki dan pengalaman yang mereka dapat akan semakin mudah siswa menyesuaikan diri dengan bahan simakan yang terdiri atas teks recount lisan. Kegiatan memahami teks recount lisan juga menyita waktu yang paling banyak dalam melakukan setiap kegiatan berkomunikasi.Berdasarkan permasalahan yang peneliti hadapi, peneliti mencoba menggunakan metode Absorb learning, yaitu metode yang menyerap lisan yang diucapkan guru dan menirukannya kembali dalam meningkatkan keterampilan memahami teks recount lisan siswa kelas X-4 SMA NEGERI 93 JAKARTA TIMUR. Hasil temuan menunjukkan pembelajaran dengan menerapkan Absorb learning di kelas X-4 menunjukkan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dan kegiatan pembelajaran lebih berfokus kepada siswa dibandingkan dengan pembelajaran yang konvensional. Kurang lebih 80% siswa sudah tampak aktif. Kondisi seperti inilah yang diharapkan guru sebagai bahan untuk merencanakan tindakan berikutnya. Kegiatan ini juga mengaktifkan siswa melalui menjawab pertanyaan, membuat peta pikiran, dan menceritakan kembali teks narative yang didengarnya. Berdasarkan analisis data dan temuan penelitian, pembelajaran dengan Absorb learning dapat meningkatkan kemampuan siswa memahami teks recount lisan. Hal ini dikarenakan, pembelajaran dengan Absorb learning membuat siswa terbiasa berfikir sistematis dan terarah, sehingga siswa dapat mengungkapkan ide-ide dan gagasannya secara runtut.
Metode Pemberian Reward Dan Punishmen Dalam Upaya Meningkatkan Disiplin Kerja Pada Guru Di Smp Negeri 177 Jakarta Selatan Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2014-2015
Ngadiman Ngadiman
Jurnal Statement : Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2015): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan
Publisher : PMPP Lembaga Penelitian dan Studi Kebijakan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (68.74 KB)
|
DOI: 10.56745/js.v5i1.76
Dalam bekerja seorang pemimpin tidak mungkin bekerja sendiri. Ia pasti membutuhkan atau memerlukan bantuan dari orang lain dalam hal ini adalah para anggota dari kelompok yang bertugas melaksanakan kegiatan-kegiatan sekolah yang sudah disusun secara teratur, rapi, tertib, cermat dan tepat, sehingga tujuan dari kelompok atau sekolah dapat tercapai dengan baik. Keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan nasional ini tergantung dari kesempurnaan aparatur negara dan kesempurnaan aparatur negara pada pokoknya tergantung pada kesempurnaan PNS melalui pendisiplinan kerja. Dengan memberikan Reward dan Punishmen kepada guru diharapkan guru tersebut mau bekerja dengan giat dan berkeinginan untuk mencapai hasil kerja yang maksimal, Untuk mempermudah penelitian ini maka penulis akan membatasi ruang lingkup penelitian, hal ini dimaksudkan agar penulisan ini dapat lebih terarah dan mudah untuk dipahami sesuai dengan tujuan pembahasan. Ruang lingkup dan batasan masalah pada penulisan karya ilmiah ini yaitu pada pelaksanaan pemberian Reward dan Punishmen. Pemberian Reward dan Punishmen yang dilakukan pimpinan atau intansi terhadap para gurunya. Dan pelaksanaan tingkat disiplin kerja guru pada SMP Negeri 177 Jakarta Selatan
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Ipa Materi Memahami Biologi Sebagai Ilmu Melalui Metode Implementasi Kerja Kelompok Bagi Siswa Kelas X-6 Sma Negeri 93 Jakarta Timur Semester-2 Tahun Pelajaran 2012-2013
Riah Ukur
Jurnal Statement : Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2015): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan
Publisher : PMPP Lembaga Penelitian dan Studi Kebijakan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (68.747 KB)
|
DOI: 10.56745/js.v5i1.77
Strategi belajar kelompok yang dikembangkan saat ini adalah mengacu pada bidang studi yang masuk UN dan yang dianggap sulit bagi pandangan siswa. Salah satu mata pelajaran yang dianggap sulit dan masuk dalam UN adalah mata pelajaran biologi. Biologi merupakan salah satu pelajaran yang kurang mendapatkan tempat dihati siswa Kelas X-6 SMA Negeri 93 Jakarta Timur, karena mata pelajaran biologi dianggap sulit dan kurang menarik, sehingga membawa dampak terhadap rendahnya hasil belajar siswa Kelas X-6. Kegiatan belajar kelompok di SMA Negeri 93 Jakarta Timur belum dikembangkan dan dibina secara sehingga hanya bersifat sukarela dan belum dilakukan evaluasi terhadap perkembangan dari belajar optimal, pengawasan serta kelompok tersebut. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah a) Untuk mengetahui tentang strategi belajar kelompok yang diterapkan pada siswa Kelas X-6 SMA Negeri 93 Jakarta Timur dalam belajar biologi. b) Untuk mengetahui apakah belajar kelompok dapat meningkatkan hasil belajar siswa Kelas X-6 SMA Negeri 93 Jakarta Timur dalam belajar biologi. c) Untuk mengetahui kontribusi belajar kelompok terhadap hasil belajar siswa Kelas X-6 SMA Negeri 93 Jakarta Timur dalam belajar biologi. Hasil penelitian ini adalah bahwa belajar kelompok memberikan masukan yang beragam dari sudut pandang yang berbeda antara anggota kelompok, sehingga siswa diajarkan untuk bisa saling berdiskusi dan mengutarakan pendapatnya. Dengan melalui diskusi dalam mengerjakan soal dan memecahkan masalah Biologi yang dihadapinya, maka siswa diajarkan untuk musyawarah. Terbukti dengan belajar kelompok, siswa Kelas X-6 mampu meningkatkan hasil belajarnya.
PENERAPAN METODE PENGULANGAN PASSING BAWAH PADA PERMAINAN BOLA VOLI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERMAIN BOLA VOLI PADA SISWA KELAS VIII-2 SMP NEGERI 212 JAKARTA SELATAN
Suryoto
Jurnal Statement : Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2015): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan
Publisher : PMPP Lembaga Penelitian dan Studi Kebijakan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (68.731 KB)
|
DOI: 10.56745/js.v5i1.78
Pendidkan jasmani sangat penting, karena bentuk – bentuk kegiatan jasmani atau olahraga didalamnya terdapat permainan dan kegiatan bila dilakukan secara insentif, baik secara perorangan maupun kelompok oleh anggota masyarakat termasuk didalamnya masyarakat sekolah dan dilakukan dengan cara sadar dan sistematik, maka akan memperoleh peningkatan keterampilan gerak jasmani, pertumbuhan, kecerdasan, pembentukan watak, dan pengembangan prestasi secara optimal. Di dalam permainan bola voli, yang pertama-tama harus diajarkan adalah bagaimana cara melakukan passing karena ini suatu unsure keterampilan yang merupakan proses gerak yang sangat rumit sehingga perlu diajarkan terlebih dahulu sebelum meningkatkan pada unsure keterampilan yang lain seperti service, smash, dan block maupun pertahanan serta penyerangan yang pada akhirnya meningkat pada pertandingan. Passing dalam permainan bola voli bertujuan untuk melontarkan atau mengarahkan bola ke teman sepermainan dalam hal ini pemain smasher tepat pada sasaran, sehingga smasher dapat melakukan smash dengan baik Karena atas dasar itu pula penulis tertarik untuk meneliti passing bawah permainan bola voli yang sudah dimiliki oleh para siswa khususnya para siswa kelas VIII-2 SMP Negeri 212 Jakarta Selatan dengan penelitian tindakan kelas karena peneliti mengajar pada Kelas tersebut, dan ternyata dari kelas VIII-1 sampai dengan Kelas VIII-6, setelah diadakan tes passing bawah hanya siswa kelas VIII-2 yang memiliki nilai paling jelek yaitu kurang dari 50 %, sedangkan kelas lain sudah diatas 50 % yang dapat melakukan passing bawah permainan bola voli. Seperti telah diuraikan diatas bahwa pendidikan olahraga yang diberikan di sekolah itu banyak, maka dalam hal ini peneliti hanya membatasi atau akan meneliti dengan materi pokok pada permainan bola voli saja yang kesemuanya berupa praktek
Membangun Karakter Bermasyarakat Dan Bernegara Dengan Nilai-Nilai Pancasila
Ahmad Zain Sarnoto
Jurnal Statement : Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2015): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan
Publisher : PMPP Lembaga Penelitian dan Studi Kebijakan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (68.714 KB)
|
DOI: 10.56745/js.v5i1.79
Penelitian ini ingin menemukan jawaban apakah Pancasila sebagai dasar negeara telah dijadikan landasan membangun karakter bermasyarakat dan bernegara. Mengingat begitu derasnya upaya budaya luar yang tidak sejalan dengan nilai-nilai dan budaya Indonesia. Perubahan suasana politik setelah reformasi memberikan kesan bahwa adanya dinamika perubahan dalam berbangsa dan bernegara. Rerfomasi telah membaha perubahan dalam beberapa hal, termasuk adanya amandemen UUD 1945, bagi Sebagian kalangan amandemen sebagai suatu hal yang biasa, tetapi Sebagian yang lain mengkuatirkan akan terjadinya disentegrasi bangsa, mengingat arus deras budaya luar yang masuk, dikuatirkan amandemen akan melemahkan nilainilai Pancasila dalam membangaun budaya dan karakter bangsa.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi Pustaka, dinama data didapat dari buku, jurnal dan karya ilmiah yang lainnya.Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa aktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam membangun karakter kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara merupakan suatu keniscayaan, agar Pancasila tetap menjadi pedoman dalam pengambilan kebijaksanaan dan pemecahan masalah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara