cover
Contact Name
Fatimah Azzahra
Contact Email
atimah.azzahra@faperta.unsika.ac.id
Phone
+628999055250
Journal Mail Official
jurnalagrimanex@unsika.ac.id
Editorial Address
Jalan HS Ronggo Waluyo, Pasurjaya, Teluk Jambe Timur, Kabupaten Karawang, 41361 Tel / fax : 026-7641177 / 026-7641177
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Agrimanex: Agribusiness, Rural Management, and Development Extension
ISSN : 27233391     EISSN : 27237702     DOI : -
Jurnal Agrimanex: Agribusiness, Rural Management, and Development Extension is a media for communicating all research activities in Agribusiness and disseminating result of research in agribusiness, rural management, and development extension.
Articles 83 Documents
Peningkatan Pengetahuan Petani Sekolah Lapang Budidaya Kopi di Kabupaten Serang Provinsi Banten Okta Wulandono
Jurnal Agrimanex: Agribusiness, Rural Management, and Development Extension Vol. 2 No. 1 (2021): September
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/agrimanex.v2i1.5544

Abstract

Coffee is one of the leading plantation commodities in Banten Province. There are challenges in developing this commodity. But there are also many opportunities and potentials from coffee cultivation. Various programs are implemented to increase production, productivity, and post-harvest development of coffee commodities, one of which is field schools. In 2021, a coffee cultivation field school be held in Cinangka District, Serang Regency, Banten Province. This study uses data from the pre-test and post-test results of field school teaching materials. The purpose of this study is to see the level of effectiveness of the field school. The purpose of this research is also to see the change of farmers' knowledge, before and after the program. This study uses the category of knowledge level analysis, Shapiro Wilk normality test, paired t-test, and analysis of the level of effectiveness. The results showed that the field school was able to change the knowledge level of farmers from the medium category (33.67%) to the high knowledge level category (70.50%). Based on the Shapiro Wilk normality test, the research databases were normally distributed in all pre-test post-test learning materials given. The calculation of paired t-test shows that there are differences in the level of knowledge of farmers before and after the field school, with the average t value for all materials at 24.510 and t table 2.045. The overall implementation of the field school shows a fairly effective level of effectiveness.
Analisis Penerapan Sistem Usahatani Terintegrasi di Provinsi Bali I Ketut Manu Mahatmayana
Jurnal Agrimanex: Agribusiness, Rural Management, and Development Extension Vol. 2 No. 1 (2021): September
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/agrimanex.v2i1.5581

Abstract

Integrated Farming System (IFS) is a systems that combine livestock, aquaculture, agriculture and agro-industry in an expanded synergistic system, the waste of one process become the input for other process, with or without treatment to provide the means of production, such as energy, fertilizer, and feed for optimum productivity at minimum cost. There are two IFS models that implemented in Bali, integrated in unit at farmer (IFS unit) and integrated in area at group of farmer (IFS group). The level of implementation of IFS in both model is vary and it’s effect on farm income is still unknown. This study aimed to compare the performance of IFS model in farm unit and group. Analyse the factors that influance the performance of IFS. Analyze and compare the farm income and farm efficiency. Cross-secional data were collected from 67 farmer purposively selected. Descriptive analysis, analysis of farm income and R/C ratio were performed. The result indicated that the performance of IFS group model was higher than IFS unit model. The performance of IFS on both models were affected by farmers age, distance, farmers experience and road access. The income of IFS group model was higher and more efficient than IFS unit model. It’ imply that IFS should be applied to group model.
Saluran dan Tingkat Efisiensi Pemasaran Bawang Merah di Kabupaten Majalengka Suhaeni Suhaeni; Sri Ayu Andayani
Jurnal Agrimanex: Agribusiness, Rural Management, and Development Extension Vol. 1 No. 1 (2020): September
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/agrimanex.v1i1.4745

Abstract

Bawang adalah salah satu komoditas pertanian yang bernilai ekonomi tinggi dan memiliki prospek pasar yang besar. Namun demikian, masih menyimpan beberapa permasalahan. Diantaranya adalah nilai yang diterima petani lebih rendah dibandingkan dengan pelaku lain. Tujuan dari penelitian adalah untuk menganalisis saluran dan efisiensi pemasaran bawang merah. Pengumpulan data primer dilakukan dengan teknik wawancara dengan menggunakan kuesioner. Responden meliputi petani bawang merah, bandar, kelompok tani, penebas, pengecer, dan narasumber lain yang dibutuhkan. Data sekunder diperoleh dari Dinas Pertanian Kabupaten dan Provinsi, Badan Pusat Statistik (BPS) dan Lembaga terkait lainnya. Teknik penentuan sampel menggunakan non probabilistik untuk menentukan pelaku utama, kemudian dilakukan penelusuran ke depan dan ke belakang dengan menggunakan snowball sampling. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif, sedangkan untuk mengetahui efisiensi pemasaran menggunakan analisis marjin pemasaran, keuntungan, farmer’s share dan efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola saluran pemasaran bawang merah terdapat 7 pola saluran. Sementara hasil analisis efisiensi pemasaran menunjukkan bahwa semua pola saluran pemasaran dikategorikan efisien.
Keragaan Produktivitas, dan Analisis Usaha Tani Kentang Granola di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Pada Masa Pandemi Covid-19 Wagiono Wagiono; Sulistyo Sidik Purnomo; Slamet Abadi
Jurnal Agrimanex: Agribusiness, Rural Management, and Development Extension Vol. 1 No. 1 (2020): September
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/agrimanex.v1i1.4746

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberlakuan Pembatasan Sosial Beskala Besar (PSBB) akibat adanya pandemi Covid-19 terhadap keragaan produktivitas, biaya produksi, penerimaan, pendapatan, dan efisiensi usaha tani tanaman kentang varietas Granola di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sukamanah dan Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, selama masa pandemi Covid-19, yaitu periode bulan Maret sampai Juli tahun 2020. Data primer didapatkan dari jawaban kuisioner oleh 41 responden petani kentang Granola di Desa Sukamanah dan Margamukti yang sedang mengalami panen kentang Granola selama waktu penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata produktivitas kentang Granola pada masa pemberlakuan PSBB akibat pandemi Covid-19 di Kecamatan Pangalengan sebanyak 19,8 ton per hektar, biaya produksi mencapai Rp.152.068.490/ha, penerimaan sebesar Rp. 240.810.000/ha dengan harga rata-rata kentang Granola konsumsi yang diterima petani adalah sebesar Rp.10.200 per kg dan harga rata-rata kentang Granola sebagai benih yang diterima petani adalah sebesar Rp.19.500 per kg. Rata-rata pendapatan bersih di luar pajak sebesar Rp.88.741.510 per hektar. Serta rasio R/C mencapai 1,58. Pendapatan petani kentang di Kecamatan Pangalengan tersebut tergolong besar sehingga petani kentang memiliki keberanian untuk mengambil resiko tetap menanam kentang Granola pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru mendatang.
Analisis Strategi Pengembangan Produk Kerajinan Anyaman Bambu di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat Nani Junaeni; Abubakar Abubakar
Jurnal Agrimanex: Agribusiness, Rural Management, and Development Extension Vol. 1 No. 1 (2020): September
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/agrimanex.v1i1.4747

Abstract

Di Pulau Lombok terdapat sentra-sentra kerajinan anyaman bamboo dengan potensi produksi yang tinggi, tetapi belum dikembangkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui strategi dalam pengembangan kerajinan anyaman bambu di Pulau Lombok baik pada aras pengrajin maupun pada aras pengambil kebijakan. Penelitian ini dilakukan di Pulau Lombok dengan lokasi di seluruh kabupaten yaitu Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara dan Lombok Timur. Metode penelitan menggunakan metode deskriptif dengan pengumpulan data primer melalui wawancara mendalam (indepth interview) dengan stakeholders dari dinas instansi terkait dan pelaku usaha, serta wawancara terstruktur dengan pengrajin anyaman bambu terpilih pada lokasi penelitian. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis SWOT (Strength, Weaknesess Opportunities dan Treath). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: strategi pada tingkat pengrajin berturut-turut adalah: (1) meningkatkan kerjasama antara stakeholders terkait baik pengepul mapun pengusaha untuk pengembangan produk agar dapat bersaing di pasar, (2) meningkatkan kemampuan SDM dengan mengikuti pelatihan dari dinas instansi terkait, dan (3) memperkuat organisasi kelompok pengrajin. Sedangkan strategi pada tingkat pengambil kebijakan berturut-turut adalah: (1) mengembangkan infrastruktur, (2) mempermudah perijinan, (3) menerapkan kebijakan pemerintah pusat melalui peraturan yang dapat dipedomani oleh pemerintah daerah, (4) memfasilitasi pelatihan keterampilan pengrajin, (5) memperluas akses informasi, (6) mengundang investor baru, (7) memperluas akses pasar, dan (8) memperbesar kredit untuk investasi.
Peranan Penyuluh Pertanian Perusahaan Swasta (Kasus di Kabupaten Bandung Barat Provinsi Jawa Barat) Kuswarini Sulandjari; Yusuf Muhyiddin
Jurnal Agrimanex: Agribusiness, Rural Management, and Development Extension Vol. 1 No. 1 (2020): September
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/agrimanex.v1i1.4748

Abstract

Sektor swasta merupakan salah satu stakeholder penyuluhan pertanian di Indonesia. Diantara penyuluh swasta adalah penyuluh pertanian perusahaan swasta. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peranan penyuluh pertanian perusahaan swasta. Merupakan peneltian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus dan lokus penelitian ditentukan secara purposive dengan pertimbangan secara kuantitas dan kualitas terdapat aktifitas yang dilakukan oleh penyuluh pertanian perusahaan swasta lebih tinggi dibandingkan dengan di wilayah lainnya. Narasumber ditentukan secara purposive yang mewakili informasi, terdiri dari penyuluh perusahaan swasta, Ketua Gapoktan, Ketua Kelompok Tani, petani, pemilik kios sarana produksi pertanian. Data diambil dengan cara observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Analisis data pada penelitian ini dengan teknik tematik. Hasil penelitian, peranan penyuluh pertanian perusahaan swasta diantaranya : memasarkan, penjual, berdagang, perantara antara perusahannya dengan petani, agen informasi teknologi, agen perubahan, pengajar, pelatih, membimbing, konsultan, memberi semangat, pemberi layanan ketersediaan input produksi, mengisi kekosongan penyuluhan, menyediakan media interaksi antar petani, memberi hiburan.
Perilaku Petani Rumput Laut dalam Menghadapi Perubahan Iklim (Kasus di Desa Laea Boasing Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara) Wa Ode Sifatu; Kuswarini Sulandjari
Jurnal Agrimanex: Agribusiness, Rural Management, and Development Extension Vol. 1 No. 1 (2020): September
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/agrimanex.v1i1.4749

Abstract

Petani, termasuk pada budidaya rumput laut, biasa mengalami gagal panen akibat perubahan iklim. Namun tidak terdapat aturan untuk melindungi petani karena masalah iklim diatur melalui Undang-Undang (UU) Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang tidak pernah bersinggungan dengan petani. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami perilaku petani pada budidaya rumput laut dalam mengatasi masalah perubahan iklim. Teori untuk membaca data adalah pemikiran Bourdieu tentang capital. Hasil, petani berpedoman pada pengetahuan leluhur melalui kondisi daun pepohonan tertentu menentukan terjadinya perubahan iklim. Terdapat dua jenis musim, yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Keduanya dapat mematikan tanaman rumput laut. Petani mengatasinya dengan memindahkan tanaman, yaitu: pada musim penghujan dan terdapat banjir, tanaman dipindahkan ke wilayah yang jauh dari muara sungai. Sedangkan pada musim kemarau tanaman dipindahkan ke wilayah muara sungai. Pengetahuan memindahkan tanaman merupakan kearifan lokal yang berkembang selama bertani rumput laut. Petani yang memiliki dua wilayah sekaligus di muara dan jauh dari muara biasanya tidak mengalami gagal panen terbantu oleh kearifan lokalnya. Pemerintah perlu hadir untuk pemilihan bibit, pencegahan penyakit tanaman, mengawasi interval masa panen, pengelolaan pascapanen, dan pemasaran hasil panen yang memberdayakan.
Strategi Pengembangan Agribisnis Jamur Merang di Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat Luthfi Nur’azkiya; Suhaeni Suhaeni; I Putu Eka Wijaya
Jurnal Agrimanex: Agribusiness, Rural Management, and Development Extension Vol. 1 No. 1 (2020): September
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/agrimanex.v1i1.4750

Abstract

Karawang merupakan salah satu daerah sentra produksi jamur di Jawa Barat. Usaha jamur merang di Karawang dari hulu sampai hilir memiliki potensi untuk dikembangkan, tetapi masih belum optimal karena terdapat beberapa kendala faktor internal dan faktor external. Secara umum, usaha jamur merang di Kecamatan Jatisari Kabupaten Karawang memiliki beberapa permasalahan, antara lain; minimnya pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengelola budidaya jamur merang, ketersediaan bibit jamur merang berkualitas belum memadai, modal usaha terbatas, kurangnya akses dalam sistem pemasaran dan informasi, dan lembaga pemasaran yang terlalu panjang membuat penjualan jamur merang dikuasai oleh pedagang pengumpul. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan agribisnis jamur merang di Kecamatan Jatisari Kabupaten Karawang guna menyejahterakan petani. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif melalui wawancara yang mendalam (indepth interview) dan terstruktur baik kepada stakeholder maupun pakar, penyuluh, petani, dan pedagang yang terpilih di lokasi penelitian. Metode analisis data penelitian menggunakan analisis SWOT dan analisis arsitektur strategik. Berdasarkan hasil analisis SWOT diperoleh dua belas strategi dalam pengembangan agribisnis jamur merang di Kecamatan Jatisari Kabupaten Karawang yang diarahkan untuk menyejahterakan petani. Dari dua belas strategi yang telah dihasilkan tersebut, kemudian dijabarkan ke dalam dua puluh delapan program-program yang direkomendasikan. Program tersebut dibagi menjadi dua kelompok, yaitu program rutin dan program bertahap untuk dijalankan sesuai road map yang disusun dengan jangka waktu tertentu
Model Penguatan Kelembagaan Asosiasi Kopi Minang Sumatera Barat Menuju Manajemen Inovasi dalam Memperkuat Kearifan Lokal Siti Khairani Elhakim; Angelia Leovita
Jurnal Agrimanex: Agribusiness, Rural Management, and Development Extension Vol. 1 No. 1 (2020): September
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/agrimanex.v1i1.4751

Abstract

Kopi sebagai salah satu komoditas unggulan Indonesia yang memiliki peluang pasar dalam negeri hingga luar negeri. Minuman olahan kopi kini semakin digemari oleh masyarakat dari berbagai kalangan sehingga membuat pertumbuhan konsumsi kopi nasional terus meningkat. Walau demikian, nasib petani kopi tidak berbanding lurus dengan tren konsumsi minuman kopi masyarakat Indonesia yang semakin tinggi. Permasalahan yang dihadapi oleh petani kopi seperti sebuah cyrcle line yang sulit untuk diputuskan, seperti luas lahan kecil, produktivitas rendah, kualitas rendah, harga ditingkat petani rendah, iklim tidak menentu dan masalah HPT. Semua masalah ini berakibat pada rendahnya penerimaan finansial petani sehingga sulit bagi petani memperluas kebun kopinya. Salah satu upaya mengatasi berbagai permasalahan tersebut dengan membentuk sebuah institusi (kelembagaan) yang melibatkan stakeholder terkait. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merumuskan model penguatan kelembagaan pada Asosiasi Kopi Minang menuju manajemen inovasi untuk memperkuat kearifan lokal. Metode dasar yang digunakan deskriptif kualitatif, dilakukan analisa data primer untuk merumuskan model penguatan kelembagaan melalui siklus prototipe Asosiasi Kopi Minang. Hasil penelitian ini menemukan bahwa AKM memiliki dua core masalah utama yaitu masih lemahnya sumberdaya pengurus AKM dan masih lemahnya kelembagaan AKM, pada akhirnya dibangun model kelembagaan baru untuk mendukung tumbuh kembangnya Asosiasi Kopi Minang.
Strategi Pengembangan Kelembagaan Usaha Kecil Menengah: Studi Kasus UKM NR I Putu Eka Wijaya; Suhaeni Suhaeni; Luthfi Nur’azkiya
Jurnal Agrimanex: Agribusiness, Rural Management, and Development Extension Vol. 1 No. 1 (2020): September
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/agrimanex.v1i1.4752

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor eksternal dan faktor internal serta strategi yang dapat diterapkan untuk pengembangan UKM NR. Penelitian ini dilakukan di Desa Mulyasari, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang. Metode analisis yang digunakan adalah analisis SWOT. Faktor strategis internal dan eksternal yang mempengaruhi strategi pengembangan UKM NR adalah SDM, kemampuan produksi produk yang tinggi, bersertifikat halal dan PIRT, permodalan berupa uang dan harta bergerak sudah tersedia, pemasaran produk belum terkoordinasi secara berkelompok, administrasi tidak terstruktur dengan rapi, belum memiliki rumusan strategi, perencanaan tidak optimal dan tidak mempunyai visi misi jangka panjang, tidak ada struktur organisasi yang terstruktur dan belum melibatkan pekerja dalam keluarga, belum berbadan hukum, persaingan antar perusahaan masih lemah, tidak memiliki lokasi yang strategis sebagai tempat persediaan atau penjualan khusus produk NR. Strategi yang dapat diterapkan dalam mengembangkan UKM NR adalah Strategi S-O.