cover
Contact Name
Anwar
Contact Email
anwar@unram.ac.id
Phone
+6281907801569
Journal Mail Official
agrimansion@unram.ac.id
Editorial Address
Jalan Majapahit No.62, Gomong, Selaparang, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. 83125,
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Agrimansion: Agribusiness Management & Extension
Published by Universitas Mataram
ISSN : 14118262     EISSN : 27985385     DOI : 10.29303
Jurnal Agrimansion adalah jurnal ilmiah yang memuat tulisan berupa hasil penelitian yang terkait dengan pemikiran/gagasan atau telaahan konseptual/teoritis yang mengkaji aspek-aspek agribisnis dan sosial ekonomi pertanian secara luas seperti manajemen produksi dan pemasaran produk pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, kebijakan pembangunan pertanian, perencanaan wilayah, analisis gender, gizi masyarakat dan sosiologi pedesaan. Naskah yang diterima adalah naskah asli yang belum pernah diterbitkan atau dalam proses penerbitan pada publikasi apapun, baik dalam maupun luar negeri.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 486 Documents
2 PERANAN SEKTOR PERTANIAN DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI REGIONAL NUSA TENGGARA BARAT Hirwan Hamidi
JURNAL AGRIMANSION Vol 3 No 1 (2002): JURNAL AGRIMANSION NOVEMBER 2002
Publisher : Department of Agricultural Social Economics Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v3i1.85

Abstract

ABSTRAK Hingga saat ini, sektor pertanian masih memegang peranan penting dalam pembangunan ekonomi regional Nusa Tenggara Barat. Berdasarkan harga konstan tahun 1993, sektor pertanian pada tahun 1999 menyumbang sekitar 35,85% dari total PDRB. Sementara pada tahun yang sama, sektor industri hanya menyumbang sekitar 4,86%. Demikian pula dengan perannya terhadap ekspor, terutama tahun 1998, meskipun terjadi krisis moneter pada tahun 1997, sumbangan sektor pertanian terhadap total ekspor melonjak tajam mencapai lebih dari dua pertiganya (81,79%). Dalam penyerapan tenaga kerja, sektor pertanian mampu menyerap 2,56 kali lebih tinggi dari sektor non pertanian. Akan tetapi, dilihat dari nilai tukar yang diterima petani tahun 2000 yang mencapai 89,67%, maka petani berada pada posisi merugi yang berarti petani tidak mampu melakukan investasi untuk meningkatkan teknik produksinya. ABSTRACT Up to now, the agricultural sector has played a sinificant role in regional economic development of West Nusa Tenggara Province. Based on 1993 constant price, agricultural sector in 1999 contributed about 35,85% of total GRDP. Meanwhile in the same year, the industrial sector only contributed about 4.86%. Same as its role on export, particularly in 1998, although monetary cristis in 1997, contribution of the agricultural sector to total export significantly increased upto 81,79%. In employment, the agricultural sector enabled to employ more than twice higher than non agricultural sectors. However, in term of farmers, term of trade, specialy 2000, only reached 89,67 %, meaning that farmers are in lost position and had no financial power to invest for inceasing their production technology.
3. IDENTIFIKASI AKTIVITAS PENGEBOMAN IKAN DAN ALTERNATIF PENANGGULANGANNYA: STUDI KASUS DI DESA PESISIR DAN PULAU KECIL DI KECAMATAN KERUAK, KABUPATEN LOMBOK TIMUR Addinul Yakin
JURNAL AGRIMANSION Vol 3 No 1 (2002): JURNAL AGRIMANSION NOVEMBER 2002
Publisher : Department of Agricultural Social Economics Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v3i1.86

Abstract

ABSTRAK Kegiatan pengeboman ikan telah disinyalir oleh banyak kalangan telah menimbulkan degradasi lingkungan perairan laut yang serius, sehingga tulisan ini telah mengkaji tentang keberadaan kegiatan ini dan bagaimana alternative pemecahannya dari sisi nelayan sendiri. Penentuan responden dilakukan secara snowballing proses dan dipilih 20 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) faktor-faktor yang mendorong terjadinya kasus pengeboman ikan inilah adalah: tuntutan kebutuhan hidup, kemudahan memperoleh bahan perakit bom, serta tidak adanya sanksi yang tegas dari pihak aparat; (2) Model penegakan hukum formal dipandang sebagai solusi terbaik bagi perubahan prilaku masyarakat disamping model penyuluhan (hukum), model penggunaan hukum adat (awiq-awiq) dan model pengembangan usaha ekonomi yang lain. Oleh karena itu, maka disarankan hal-hal sebagai berikut: (1) penegakan hukum dalam arti represif (penindakan) dan preventif (pencegahan) guna menjaga dan memelihara kualitas lingkungan agar lestari dan berkelanjutan haruslah menjadi intrumen utama; (2) kegiatan penyuluhan tentang bahaya pengeboman terhadapdegradasi lingkungan perairan laut harus terus dilakukan dengan metode pendekatan orang dewasa/partisipatif; (2) Dalam rangka pengembangan ekonomi masyarakat pesisir pembinaan yang intensif serta bantuan modal merupakan alternatif pemecahan yang strategis dipadukan dengan kegiatan pelatihan dan pendampingan. ABSTRACT Fishing bombing activity has been concerned by many observers dan has considerably degraded marine resources. In this relation, this paper has tried to identify the existence of the case and policy options to handle the problem from fishermen's point of view. Twenty respondents were selected using snowballing process Results of the study show that (1) factors encouraging fish bombing activity were basic needs; easy to get bom materials, and so strict sanction and law enforcement; and (2) Law enforcement is a primary tool to handle the case besides law extension, in troducing awiq-awiq and developing other economic activities. Therefore, it is recommended to have; (1) better law enforcement both in preventive and repressive ways in order to ensure environmental quality of marine resources; (2) Extension program on law awereness and on fish bombing impacts on the environment should also be conducted; (3) Developing other economic activities through managerial and capital incentives together with training and partnership pattern may also be crucial.
4. DAYA SAING BERBAGAI JENIS KOMODITI TERHADAP TEMBAKAU VIRGINIA DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR L. Sukardi
JURNAL AGRIMANSION Vol 3 No 1 (2002): JURNAL AGRIMANSION NOVEMBER 2002
Publisher : Department of Agricultural Social Economics Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v3i1.87

Abstract

ABSTRAK Adanya anggapan masyarakat (petani) bahwa tembakau virginia memiliki keuntungan usahatani tertinggi mengakibatkan kurangnya motivasi mereka untuk mengusahakan tanaman lainnya. Karena itu kajian terhadap daya saing berbagai komoditi terhadap tembakau virginia perlu dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis sejauhmana daya saing berbagai jenis komoditi serta berapa tingkat produksi dan harga minimal (tingkat hasil dan harga kompetitif) masing-masing komoditi untuk dapat bersaing dengan tembakau virginia. Penelitian ini dilakukan pada 7 kecamatan, yaitu : Kec. Keruak, Selong, Sakra, Masbagik, Aikmel, Sukamulia, dan Pringgabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) berbagai jenis komoditi palawija seperti kedelai, jagung, kacang tanah, dan kacang hijau di Kabupaten Lombok Timur tidak memiliki daya saing (keuntungan kompetitif) terhadap tembakau virginia; (2) untuk dapat bersaing dengan tembakau virginia, maka produksi atau harga palawija saat ini harus dapat ditingkatkan, bahkan untuk Kecamatan sakra harus ditingkatkan lebih dari 200 %; dan (3) Hanya ada dua komoditi yang memiliki daya saing (keuntungan kompetitif) terhadap tembakau virginia, yaitu : (1) cabe di Kecamatan Selong, Masbagik, dan Sukamulia, dan (2) tembakau rajangan di Kecamatan Keruak, Selong, Sukamulia, dan Pringgabaya. ABSTRACT Since many people consider that Virginia tobacco gives the highest farm benefit, results in various kinds of other crops less attractive to be cultivated by farmers. The aims of the study are to analyse the competitiveness of other crops to Virginia tobacco; and how much should the minimum (competitive) production and price be decided in order the crops are able to compete with the virginia tobacco. This study was conducted in 7 subdistrict, namely Keruak, Selong, Sakra, Masbagik, Aikmel, Sukamulia, and Pringgabaya. The result of the study indicated that (1) the crops such as soybean, corn, peanut, and mungbean competitiveless to virginia tobacco; (2) in order to compete with Virginia tobacco, the present production or price of those crops should be increased. In Sakra Subdistrict, specially, the production or price should be increased more than 200 %; and (3) There are two commodities only that have comparative advantage to virginia tobacco, namely (1) pepper in Selong, Masbagik, and Sukamulia Subdistrict ; and (2) cut tobacco in Keruak, Selong, Sukamulia, and Pringgabaya Subdistricts.
6. SIKAP MASYARAKAT PERDESAAN TERHADAP KOMUNIKASI PUBLIK DAN PROGRAM PENGEMBANGAN MASYARAKAT PT NNT DI LINGKAR TAMBANG BATU HIJAU KABUPATEN SUMBAWA Agus Purbathin Hadi
JURNAL AGRIMANSION Vol 3 No 1 (2002): JURNAL AGRIMANSION NOVEMBER 2002
Publisher : Department of Agricultural Social Economics Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v3i1.89

Abstract

ABSTRAK Dukungan masyarakat sekitar perusahaan penting bagi keberlangsungan suatu perusahaan, sehingga suatu perusahaan seperti perusahaan pertambangan PT Newmont Nusa Tenggara (PT NNT), perlu melakukan komunikasi publik dan memberdayakan masyarakat di sekitar lingkar pertambangan Batu Hijau. PT NNT telah melakukan upaya-upaya komunikasi publik dan pengembangan masyarakat, akan tetapi masih dijumpai berbagai permasalahan sosial di kawasan pertambangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan komunikasi publik PT NNT dan kebijakan pengembangan masyarakat perdesaan lingkar tambang yang dilaksanakan PT NNT, serta hubungannya dengan sikap masyarakat setempat terhadap PT NNT. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, dan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan diskusi kelompok terarah. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kebijakan komunikasi publik dan program pengembangan masyarakat yang dilaksanakan perusahaan belum mampu menciptakan sikap positif masyarakat terhadap perusahaan. Untuk itu, kepada PT NNT disarankan untuk merevitalisasi kebijakan komunikasi publiknya dengan lebih memperhatikan pendekatan budaya, dan terkait dengan kebijakan pengembangan masyarakat agar disesuaikan dengan harapan dan kebutuhan masyarakat ABSTRACT Community support is esential for company success and sustainability, and therefore a mining company such as PT Newmont Nusa Tenggara (PT NNT) needs to promote effective public communication and community development, especially with the community around the mining area Batu Hijau. Even thought public communication and community development have been done by PT NNT, various social problems and issues are found around the mining area. This study was carriedout to know public communication and community develpoment policies taken by PT NNT, and their relation with community attitudes. Descriptive method was applied to the study while interview and focus group discussion were used for data collection. This study found that public communication and community development policies and programs failed to promote community’s favourable attitudes toward the company . Therefore. This study sugest the company to revitalise its public communication policy with more attention to community culture while community development policy and program should be based on community expectation and needs.
7. PROFIL PEMASARAN DAN KEUNTUNGAN USAHATANI KEDELE DI KABUPATEN SUMBAWA Amry Rakhman
JURNAL AGRIMANSION Vol 3 No 1 (2002): JURNAL AGRIMANSION NOVEMBER 2002
Publisher : Department of Agricultural Social Economics Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v3i1.90

Abstract

ABSTRAK Usahatani kedele di Kabupaten Sumbawa dalam tiga tahun terakhir mengalami penurunan, baik dalam realisasi luas lahan maupun jumlah petaninya. Penyebab utamanya adalah keadaan pemasaran, terutama harga pasar kedele yang sering berfluktuasi dan cenderung menurun, sehingga sulit memprediksi keuntungan usahatani dan keuntungan pelaku pasar komoditas kedele. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mengidentifikasi profil pemasaran kedele yang meliputi: struktur pasar, rantai pemasaran dan margin pemasaran; dan (2) menganalisis keuntungan usahatani kedele di Kabupaten Sumbawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) profil pemasaran kedele di Kabupaten Sumbawa tahun 2002 meliputi: struktur pasar berbentuk “oligopsoni”, saluran pemasaran ada tujuh buah dengan melibatkan dua - lima pelaku pasar, margin pemasaran pada setiap saluran pemasaran berkisar Rp. 31.500/ku – Rp. 50.959/ku dengan share produsen lebih besar dari 80 %, sedang keuntungan pemasaran pada setiap pelaku pasar relatif merata, sehingga pemasaran kedele tergolong “efisien”; dan (2) rata-rata keuntungan usahatani kedele tahun 2002 Rp. 418.222/ha/MT. ABSTRACT In the last three years, the performance of soybean farming in Sumbawa Regency declined significantly in terms of area and the number of farmers. It was caused by the marketing condition of soybean, particularly the fluctuation of market price of soybean, so as it is difficult to predict the profits of soybean farming and soybean traders. The objectives of this study were: (1) to identify the marketing profile of soybean including: market structure, marketing channels, and marketing margin; and (2) to analyze the profitability of the soybean farming in Sumbawa Regency. The results of the study showed that: (1) the marketing profile of soybean in Sumbawa Regency for the year 2002 were as follows: the market structure was “oligopsony”, marketing channel consisted of seven channels involving two to five traders, marketing margin for each marketing channel were Rp.31.500/ku– Rp. 50.959/ku with share of producer more than 80 %, while marketing profit for each trader was relatively equal, so that the soybean marketing was efficient; and (2) the average of the profits of soybean farming for the year 2002 was Rp. 418.222 per hectares per growing season.
8. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN RUMAH TANGGA DI SEKITAR KAWASAN HUTAN PRODUKSI REMPEK – MONGGAL Moh. Huzaini
JURNAL AGRIMANSION Vol 3 No 1 (2002): JURNAL AGRIMANSION NOVEMBER 2002
Publisher : Department of Agricultural Social Economics Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v3i1.91

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang paling dominan mempengaruhi tingkat pendapatan rumah tangga di sekitar kawasan hutan produksi Rempek-Monggal. Metode pengumpulan data menggunakan Survey; dan penentuan jumlah responden berdasarkan purposive random sampling yaitu sebanyak 50 Kepala Keluarga. Responden dalam penelitian ini adalah rumah tangga yang tinggal di sekitar /kawasan hutan produksi Rempek-Monggal Desa Rempek Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Barat. Analisis data menggunakan Analisis Kuantifikasi Hayashi I, Analisis Komponen Utama, dan Regresi Linear Berganda. Hasil analisis data menunjukkan bahwa peubah yang paling dominan mempengaruhi pendapatan rumah tangga adalah kombinasi peubah luas lahan garapan, harga jual tanaman pokok dan harga jual tanaman tumpangsari. Untuk meningkatkan pendapatan, kesejahteraan dan memberdayakan masyarakat, maka redistribusi lahan dalam arti “pengelolaan” menjadi prioritas utama kebijakan pemerintah. Disamping itu peran kelompok tani, koperasi dan lembaga keuangan perdesaan sangat penting dalam menjaga fluktuasi harga komoditi pertanian. ABSTRACT The purpose of this research is to find out the most dominant factor that affecting household income. Data was collected through survey and the total samples are 50 respondent sellected by purposive sampling. Respondent in this research were those households who live in Rempek-Monggal forest zone, Rempek village, Gangga Sub District west Lombok District. Data analysis uses Hayashi Quantification Analysis 1, Principal Component Analysis, and Multiple Lenear Regression The result of this research shows that the most dominant variabel affecting household income rate are the combination of extention farming, the value of main crops and multicroping variabel. To increase in term of management must be the priority of government policy the income, welfare and commmunity empowerment the farm redistribution in term of “Management” must be the priority of government policy. Beside farmer action, cooperation and rural financial institutions will be very important in keeping the fluctuation of the price of agricultural comodity.
1. Pendekatan Kelompok dalam Penyuluhan Pertanian di Indonesia: Perlunya Pergeseran Paradigma Muktasam Muktasam
JURNAL AGRIMANSION Vol 3 No 2 (2003): JURNAL AGRIMANSION MEI 2003
Publisher : Department of Agricultural Social Economics Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v3i2.93

Abstract

ABSTRACT The Indonesian government has put farmer groups in a strategic position within the system of Agricultural Extension. Farmer groups have been used to promote community participation and community learning, the key processes in sustainable agricultural and rural development. Moreover, according to the new policies of agricultural extension, farmer groups are expected to run a Rural Extension Center (REC). The focus of this paper is to discuss the existing situation of Indonesian extension, especially the farmer groups. Review of extension policies and our findings on farmer groups’ role performance are presented in this paper. Based on the three years longitudinal study using Modified Participatory Action Research (MPAR) method, this study indicates that most groups failed to perform critical roles in supporting sustainable agricultural and rural development. The learning outcomes generated through the study revealed the needs for paradigm shifts in the implementation of agricultural extension policies to meet the existing demand for changes. ABSTRAK Pemerintah Indonesia menempatkan kelompok tani pada posisi strategis dalam sistem penyuluhan pertanian. Kelompok tani telah digunakan untuk mendorong partisipasi dan pembelajaran, yang keduanya merupakan kunci dari proses pembangunan berkelanjutan. Lebih dari itu, dalam kebijakan Nasional penyuluhan pertanian kelompok tani diharapkan menjadi lembaga terdepan dalam proses penyuluhan. Fokus dari tulisan ini adalah membahas tentang situasi terkini penyuluhan pertanian, khususnya yang berkenaan dengan kelompok tani. Review atas kebijakan dan temuan penelitian tentang peran kelompok dalam penyuluhan juga dilakukan dalam tulisan ini. Atas dasar kajian longitudinal selama tiga tahun dengan menggunakan metode Modified Participatory Action Research (MPAR), studi ini menunjukkan bahwa banyak kelompok tidak mampu berperan dalam mendukung pembangunan pertanian dan pedesaan secara berkelanjutan. Hasil penelitian ini menunjukkan perlunya pergeseran paradigma dalam implementasi kebijakan penyuluhan dalam rangka menghadapi tantangan perubahan saat ini.
4. STRATEGI AGROINDUSTRIALISASI DI DAERAH PEDESAAN: KASUS PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI UBI KAYU DI PEDESAAN LOMBOK Halil Halil
JURNAL AGRIMANSION Vol 3 No 2 (2003): JURNAL AGRIMANSION MEI 2003
Publisher : Department of Agricultural Social Economics Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v3i2.95

Abstract

ABSTRAK Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan hasil kajian empiris tentang strategi agroindustrialisasi di pedesaan. Penelitian difokuskan pada proses agroindustrialisasi di pedesaan dengan menggunakan agroindustri ubi kayu sebagai kasus. Tujuannya adalah untuk mengkaji proses agroindustrialisasi guna menyusun konsep strategi yang erfektif dalam mengembangkan agroindustri di pedesaan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kaji tindak partisipatif jangka panjang dengan menggunakan pendekatan partisipasi masyarakat desa. Introduksi agroindustri dilaksanakan dengan memfasilitasi dan memberikan bantuan teknis kepada kelompok sasaran tentang prosedur pengolahan ubi kayu menjadi berbagai produk olahan bernilai ekonomi dan berdaya saing tinggi. Pengamatan difokuskan pada perkembangan kelompok sasaran dan proses adopsi teknologi oleh kelompok sasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Agroindustrialisasi di pedesaan perlu proses dan memerlukan waktu yang cukup lama. Pengembangan jangka pendek, menengah dan panjang sangat memerlukan dukungan pasar, modal, sarana dan prasarana transportasi, kemitraan, SDM agribisnis yang terampil, pemerintah, lembaga perbankan, lembaga penelitian dan pengembangan di perguruan tinggi serta dukungan partisipasi masyarakat. Oleh karena itu pengembangan agroindustri ke depan harus secara simultan dan memfokuskan perhatian pada aspek-aspek daya saing, kerakyatan, desentralisasi, dan berkesinambungan serta kelestarian lingkungan, serta fokus perhatian pada Sentra Pengembangan Agribisnis Komoditas Unggulan (SPAKU). ABSTRACT The overal goal of this article is to discuss broadly the result of an empirical study of agroindustrialisation strategy in the rural area. The research was focused on the agroindustrial process, and the agroindustrial development of cassava has been used as a case. The main objective of the study is to find out the most effective strategy to develop agroindustry in the rural area and change a traditional and subsistence attitude of rural community to a modern and commercial attitude. By using longitudinal participatory action research and applying a model of Rural Community Participatory Approach, processing technology of cassava was introduced to the rural community. The target groups were facilitated and provided a technical assitanece to create a high economic value and competitive advantage of a variety of processed products of cassava in order to enhance their income. The agroindustrialisation takes time through a process to convince the member of rural community to adapt the innovation we deliver. Therefore, the development of agroindustry, whether short term or intermediate and long term needs supporting factors, including marketing strategies, capital, infrastructure facilities, partnership, natural resources, skilled human resources, government agencies, financial funding, research and development, as well as university involvement and community participation. Therefore, it is recommended that agroindustry enterprises have to be developed simultaneously in the future and focusing the attention on the following aspects, including competitive power, community, decentralization, sustainability and sustainable environment, as well as the center of agribusiness development for advantage commodities.
3. STUDI DAMPAK PROYEK FARMER MANAGED IRRIGATION SYSTEM (FMIS) TERHADAP ASPEK EKONOMI DI PROPINSI NTB Markum Markum
JURNAL AGRIMANSION Vol 3 No 2 (2003): JURNAL AGRIMANSION MEI 2003
Publisher : Department of Agricultural Social Economics Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v3i2.96

Abstract

ABSTRAK Tujuan studi adalah untuk melakukan penilaian sebelum dan sesudah adanya proyek FMIS khususnya yang berkaitan dengan aspek ekonomi dan biofisik dengan mengkaji beberapa parameter yaitu : produksi padi, nilai produksi, pendapatan, pengeluaran rumah tangga petani, pola tanam, dan perubahan tata guna lahan. Studi menerapkan metode deskriptif dengan menggunakan teknik survei, dan teknik Focus Group Discussion (FGD). Area studi mencakup seluruh kabupaten yang ada di Propinsi NTB, dengan mengambil sampel 90 Daerah Irigasi (DI) dari 149 DI FMIS yang ada di NTB. Untuk menguji dampak perubahan proyek FMIS digunakan uji T-test dengan tingkat kepercayaan 95 %. Hasil studi menunjukkan bahwa setelah masuknya proyek FMIS ada peningkatan produksi rata-rata 0,67 ton/ha per tahun. Pertambahan produksi tersebut rata-rata diperoleh dari musim tanam I (MT I) sebesar 0,43 ton/ha, dan pada MT II sebesar 0,23 ton/ha. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa meskipun secara matematik terjadi perubahan rata-rata produktivitas, namun dari hasil uji statistik menunjukkan tidak ada beda signifikan sebelum dan sesudah proyek FMIS baik pada MT I maupun pada MT II. ABSTRACT The objective of the study was to analysis an economic impacts influenced of the project of FMIS (Farmer Managed Irrigation System), focused impacts on sereval parameters : rice production, farmer income, and land use system. The study used a description method and used survey and Focus Group Discussion (FGD) techniques. A Study area covered all regions in province of NTB, by collecting data in 90 sample of the Area of Irrigations (AI), from all number of AI is 149. To analysis the impact of the project wether significant or not significant to the rice production was used t-test analysis by a significant level 95 %. The result of the study show that the project of FMIS had increased average rice production of 0.67 ton/year. The statistic analysis proved that improve of production, however, is not significantly different between post and pra project of FMIS.
4. KAJIAN EKONOMI DAN PERILAKU MASYARAKAT PESISIR TERHADAP PENATAAN KAWASAN SUAKA PERIKANAN DI TIGA TELUK KABUPATEN LOMBOK TIMUR Syarif Husni
JURNAL AGRIMANSION Vol 3 No 2 (2003): JURNAL AGRIMANSION MEI 2003
Publisher : Department of Agricultural Social Economics Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v3i2.97

Abstract

ABSTRAK Dalam upaya pemanfaatan sumberdaya perikanan laut secara optimal dan berkelanjutan adalah melalui penataan wilayah suaka perikanan dengan harapan dapat memberikan kontribusi terhadap perbaikan sosial ekonomi masyarakat pesisir. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pendapatan nelayan di wilayah suaka perikanan dan mengetahui sikap masyarakat pesisir terhadap penataan suaka perikanan di tiga kawasan teluk Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik survei melalui wawancara mendalam dengan sejumlah responden. Kemudian dari tiga kawasan teluk dipilih sebanyak 88 responden secara proportional random sampling. Hasil studi menunjukkan: 1) pendapatan nelayan di wilayah suaka perikanan adalah Rp dan Rp 63.866/trip penangkapan; dan 2) perilaku masyarakat pesisir terhadap penataan kawasan suaka perikanan termasuk dalam kategori baik. ABSTRACT The optimum and sustainability of marine fisheries resources was with fish sanctuaries estbilishment area to contribution better sosioeconomic condition of coastal community. The research objectives were to identity of the income fisherman in fish sanctuaries area and to know coastal community behavior at three Bays in East Lombok. Descriptive method was used with data were collected though indepth survey technique from 88 respondents.The result were: (1) income of fisherman in fish sanctuaries area Rp 63,866/trip, and (2) the behavior of coastal community were in better category.

Page 6 of 49 | Total Record : 486


Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 26 No 3 (2025): Jurnal Agrimansion Desember 2025 Vol 26 No 2 (2025): Jurnal Agrimansion Agustus 2025 Vol 26 No 1 (2025): Jurnal Agrimansion April 2025 Vol 25 No 3 (2024): Jurnal Agrimansion Desember 2024 Vol 25 No 2 (2024): Jurnal Agrimansion Agustus 2024 Vol 25 No 1 (2024): Jurnal Agrimansion April 2024 Vol 24 No 3 (2023): Jurnal Agrimansion Desember 2023 Vol 24 No 2 (2023): Jurnal Agrimansion Agustus 2023 Vol 24 No 1 (2023): Jurnal Agrimansion April 2023 Vol 23 No 3 (2022): Jurnal Agrimansion Desember 2022 Vol 23 No 2 (2022): Jurnal Agrimansion Agustus 2022 Vol 23 No 1 (2022): Jurnal Agrimansion April 2022 Vol 22 No 3 (2021): Jurnal Agrimansion Desember 2021 Vol 22 No 2 (2021): Jurnal Agrimansion Agustus 2021 Vol 22 No 1 (2021): Jurnal Agrimansion April 2021 Vol 21 No 3 (2020): Jurnal Agrimansion Desember 2020 Vol 21 No 2 (2020): Jurnal Agrimansion Agustus 2020 Vol 21 No 1 (2020): Jurnal Agrimansion April 2020 Vol 20 No 3 (2019): Jurnal Agrimansion Desember 2019 Vol 20 No 2 (2019): Jurnal Agrimansion Agustus 2019 Vol 20 No 1 (2019): Jurnal Agrimansion April 2019 Vol 19 No 3 (2018): JURNAL AGRIMANSION DESEMBER 2018 Vol 19 No 2 (2018): JURNAL AGRIMANSION AGUSTUS 2018 Vol 19 No 1 (2018): JURNAL AGRIMANSION APRIL 2018 Vol 18 No 1 (2017): Jurnal Imiah Agrimansion Vol 16 No 1 (2015): JURNAL ILMIAH AGRIIMANSION APRIL 2015 Vol 16 No 3 (2015): Jurnal Imiah AGRIMANSION Vol 15 No 1 (2014): JURNAL ILMIAH AGRIIMANSION APRIL 2014 Vol 11 No 2 (2010): Jurnal Ilmiah Agribisnis Agustus 2010 Vol 10 No 1 (2009): JURNAL AGRIMANSION APRIL 2009 Vol 9 No 3 (2008): JURNAL AGROMINSION DESEMBER 2008 Vol 9 No 2 (2008): Jurnal AGROMINSION AGUSTUS 2008 Vol 9 No 1 (2008): Jurnal AGROMINSION APRIL 2008 Vol 8 No 3 (2007): JURNAL AGROMINSION DESEMBER 2007 Vol 8 No 2 (2007): JURNAL AGROMINSION Agustus 2007 Vol 8 No 1 (2007): JURNAL AGRIMANSION DESEMBER 2007 Vol 7 No 3 (2006): JURNAL AGRIMANSION DESEMBER 2006 Vol 7 No 2 (2006): JURNAL AGRIMANSION AGUSTUS 2006 Vol 7 No 1 (2006): JURNAL AGRIMANSION APRIL 2006 Vol 5 No 1 (2004): JURNAL AGRIMANSION NOVEMBER 2004 Vol 4 No 2 (2004): JURNAL AGRIMANSION MEI 2004 Vol 4 No 1 (2003): JURNAL AGRIMANSION November 2003 Vol 3 No 2 (2003): JURNAL AGRIMANSION MEI 2003 Vol 3 No 1 (2002): JURNAL AGRIMANSION NOVEMBER 2002 Vol 2 No 2 (2002): JURNAL AGRIMANSION MEI Vol 2 No 1 (2001): JURNAL AGRIMANSION NOVEMBER 2001 Vol 1 No 2 (2001): JURNAL AGRIMANSION MEI 2001 Vol 1 No 2 (2001): Jurnal AGRIMANSION (AGRIBUSINESS MANAGEMENT & EXTENSION) MEI More Issue