Articles
164 Documents
HUBUNGAN PEMBERIAN STIMULASI OLEH IBU DENGAN PERKEMBANGAN BAHASA PADA ANAK USIA 3-4 TAHUN DI DESA PUNDUNGSARI
Ika Yulitaningtyas; Sri Wahyuningsih;
Agustina Widayati
MEDICAL JURNAL OF AL-QODIRI Vol. 8 No. 1 (2023): Edisi Maret
Publisher : Program Studi Keperawatan dan Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bhakti Al-Qodiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52264/jurnal_stikesalqodiri.v8i1.226
Pendahuluan: Salah satu aspek dari indikator perkembangan anak yang perlu mendapatkan perhatian yaitu perkembangan bahasa anak. pendidik dan orangtua perlu meberikan perhatian lebih terhadap tahap perkembangan bahasa anak. Masalah perkembangan perlu perhatian khusus yaitu perkembangan bahsa semakin yahun mengalmi peningkatan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan pemberian stimulasi oleh ibu dengan perkembangan bahasa pada anak usia 3-4 tahun di desa Pundungsari. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Observasional analitik merupakan jenis penelitian yang digunakan, serta desain penelitian menggunakan cross sectional. Penelitian telah dilakukan di Desa Pundungsari pada bulan Agustus tahun 2022. Jumlah populasi sebanyak 46 anak, dengan jumalh sampel sebanyak 46 anak. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Analisis bivariat menggunakan korelasi pearson. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan distribusi pemberian stimulasi oleh ibu pada anak usia 3-4 tahun sebagian besar tidak optimal sebanyak 20 orang (43,5%). Distribusi perkembangan bahasa anak usia 3-4 tahun sebagian besar suspek sebanyak 26 anak (56,5%). Hasil analisis menggunakan uji korelasi person menunjukkan nilai p-value 0,007, artinya p-value<α=0,05, yang berarti signifikan. Kesimpulan: ada hubungan pemberian stimulasi oleh ibu dengan perkembangan bahasa pada anak usia 3-4 tahun di desa Pundungsari.
HUBUNGAN POLA AKTIFITAS SEKSUAL DENGAN JUMLAH KASUS ABORTUS PADA IBU HAMIL TRIMESTER 1
Anggi Meryani Indiyanti;
Sunanto;
Iis Hanifah
MEDICAL JURNAL OF AL-QODIRI Vol. 8 No. 1 (2023): Edisi Maret
Publisher : Program Studi Keperawatan dan Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bhakti Al-Qodiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52264/jurnal_stikesalqodiri.v8i1.227
Setiap orang memiliki kebutuhan dasar yang harus dipenuhi, salah satunya kebutuhan akan seksualitas yang dapat mengoptimalkan kualitas hidup. Tujuan dari seks bagi pasangan adalah untuk mempererat hubungan, menciptakan kehangatan dan kemesraan, serta mengekspresikan cinta dan kepuasan. Studi ini bertujuan guna mengaanlisa hubungan pola aktifitas seksual dengan jumlah kasus abortus pada ibu hamil trimester 1 di Puskesmas Leces Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo. Studi ini termasuk studi kuantitatif yang didesain secara korelasional menggunakan pendekatan studi deskriptif retropektif. Data ini di ambil dari data kuesioner dan rekam medik yang berkunjung di puskesmas leces pada tahun 2020 sampai 2021 dengan jumlah populasi 30 ibu abortus, sampel yang di teliti sebanyak 30 responden dan di ambil dengan cara total sampling. Pengumpulan data meliputi coding, editing, tabulating, lalu data dianalisis secara manual dan computer dengan chi-square test, Hasil uji statistik dengan uji chi-square di nyatakan bahwasanya pola aktifitas seksual Sebagian besar aktif yaitu sejumlah 19 orang (63,3%) dan abortus Sebagian besar Abortus Inkomplit yaitu sejumlah 15 orang (50%), hasil Analisa uji regresi logistic terdapat hubungan antara pola aktifitas seksual dengan jumlah kasus abortus trimester 1 dengan nilai p value 0,000 (p˂0,05). Hasil yang diperoleh x2 melebihi nilai p sehingga dapat di simpulkan terdapat hubungan pola aktifitas seksual dengan jumlah kasus abortus pada ibu hamil trimester 1 di Puskesmas Leces Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo. Hasil studi dapat menjadi tambahan informasi bagi puskesmas leces bahwa masih tingginya angka kejadian abortus sehingga disarankan poli kebidanan terutama pada bidan, untuk lebih mengoptimalkan program Kesehatan masyarakat seperti penyuluhan dan pendeteksian dini atas kehamilan yang berisiko, serta berpartisipasi dalam kegiatan peminimalisiran kejadian abortus dan pelaksanaan program keluarga berencana.
HUBUNGAN PERILAKU MAKAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI DESA KREGENAN KRAKSAAN PROBOLINGGO
Hosmiati;
Ro’isah;
Ainul Yaqin Salam
MEDICAL JURNAL OF AL-QODIRI Vol. 8 No. 1 (2023): Edisi Maret
Publisher : Program Studi Keperawatan dan Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bhakti Al-Qodiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52264/jurnal_stikesalqodiri.v8i1.228
Pendahuluan: Anemia merupakan kondisi individu yang jumlah eritrosit atau kadar hemoglobinnya rendah sehingga tidak memenuhi kebutuhan tubuh sebaliknya Perilaku makan Ialah suatu aksi yang sanggup membangun hubungan individu serta makanan semacam kebiasaan makan serta perasaan yang muncul saat sedang makan, Aspek perilaku makan meliputi Emotional Eating, External Eating dan Restrained eating apa apabila seorang tidak sanggup melaksanakan control yang baik makan perihal ini bisa merangsang Anemia. riset ini bertujuan buat mengenali Jalinan Perilaku Makan Dengan peristiwa Anemia pada ibu hamil di Desa Kregegnan Kraksaan Probolinggo. Metode: Penelitian ini berjenis analitik korelasi dengan Sistemrancangan penelitian Crooss Sectional, Metode pengambilan sample adalah dengan menggunakan Acidental Sampling, sampel yang di ambil sebanyak 35 responden yaitu pasien ibu hamil yang pernah mengalami Anemia di desa kregenan Kraksaan Probolinggo, data diambil dengan menggunakan Dutch Eating Behavior Questionnaire (DEBQ). Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian Menunjukan bahwa Hubungan Perilaku Makan di dapatkan data bahwa Perilaku makan Kurang sejumlah 17 responden (48,6%) sedangkan Kejadian Anemia pada ibu hamil di dapatkan data Anemia Ringan sejumlah 31 responden (88,6%) berdasarkan hasil penghitungan uji statistik Spearman Rank pada taraf signifikan p = 0,109 > α = 0,05. Sehingga bisa di simpulkan kalau tidak ada korelasi Perilaku makan dengan peristiwa Anemia pada Penderita di Desa Kregenan Kraksaan Probolinggo. Kesimpulan: Melihat hasil penenlitian tersebut makan perlu kiranya Tenaga kesehatan terus memberikan informasi tentang pentingnya perilaku makan yang baik dan di imbangi dengan pemenuhan gizi yang di perlukan oleh tubuh.
HUBUNGAN PERSEPSI IBU HAMIL TM III TENTANG COVID 19 DENGAN TINGKAT KECEMASAN MENJELANG PERSALINAN PADA MASA PANDEMI
Alfi Wahyuningati;
Sunanto;
Iis Hanifah
MEDICAL JURNAL OF AL-QODIRI Vol. 8 No. 1 (2023): Edisi Maret
Publisher : Program Studi Keperawatan dan Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bhakti Al-Qodiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52264/jurnal_stikesalqodiri.v8i1.230
Pendahuluan: Persepsi ibu hamiltentang COVID-19 muncul dnegan cara mempersepsipak suatu hal. Supaya persepsi itu bias menghasilkan yang baik maan harus adanya keseimbangan proses antar fisik, Fisiologis serta Psikologi. Riset ini memiliki tujuan untuk menganalisis hubunganatau ikatan antara persepsi ibu hamil TM III tentang Covid 19 dengan tingkaat kecemasan menjelang persalinan pada masa paandemi. Metode: Penelitian ini merupakan desain penelitian kuantitatif yang didesain secara korelasional dengan pendekatan studi cross sectional dengan 35 responden menggunakan tekhnik accidental sampling. Pengumpulan data meliputicoding, editing dan tabulating, kemudian dianalisis secara manual dan computer denganUji Spearman Rank. Hasil dan pembahasan: Berdasarkan data dari 35 responden sebagian besar persepsi tidak baik sejumlah 35 responden meliputi yang mengalami tidak ada kecemasan tidak ada seorang pun (0%), kecemasan ringan sejumlah tidak ada seorang pun (0%), kecemasan sedang sejumlah 23 orang (51.1%) serta yang mengalami kecemasan berat sejumlah 12 orang (26.7%) diperoleh P Value : 0,005 dana 0,05 artinya r
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Stress Pada Lansia di Kecamatan Suboh Situbondo
Abdul Aziz Azari;
Ishana Balaputra
MEDICAL JURNAL OF AL-QODIRI Vol. 8 No. 1 (2023): Edisi Maret
Publisher : Program Studi Keperawatan dan Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bhakti Al-Qodiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52264/jurnal_stikesalqodiri.v8i1.231
Pendahuluan: Lansia memasuki sebuah masa dimana individu sangat rentang baik dalam fisik maupun psikologis sehingga mudah sekali mengalami stress. Stress merupakan suatu kondisi dimana individu berada kesulitan dan berada dalam sebuah tekanan yang dapat mempengaruhi segala aspek dalam kehidupannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan stress pada lansia di Kecamatan Suboh Kabupaten Situbondo. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional yang terdiri dari 100 sampel lansia yang diambil secara purposive sampling. Analisa data dilakukan dengan menggunakan SPSS. Hasil: Hasil analisis menunjukkan; terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan stress, terdapat hubungan antara status penyakit dengan stress, terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan stress dan terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan stress pada lansia di Kecamatan Suboh Situbondo. Kesimpulan: Terdapat banyak faktor yang berhubungan dengan stress yang dialami oleh lansia oleh karena itu perlu adanya dukungan yang baik terhadap lansia sehingga terjadi peningkatan kesehatan mental lansia.
Pengetahuan, Sikap, dan Praktik Penggunaan Terapi Komplementer Pada Penderita Diabetes Mellitus (DM)
Superzeki Zaidatul Fadilah;
Dwi Indah Lestari
MEDICAL JURNAL OF AL-QODIRI Vol. 8 No. 1 (2023): Edisi Maret
Publisher : Program Studi Keperawatan dan Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bhakti Al-Qodiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52264/jurnal_stikesalqodiri.v8i1.232
Pendahuluan: Diabetes Mellitus (DM) saat ini disebut sebagai sillent killer, karena angka kejadiannya yang terus tinggi dan menjadi salah satu penyebab kematian di dunia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengetahuan, sikap dan praktik penggunaan terapi komplementer pada penderita DM. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Analisa data menggunakan aplikasi SPSS 25. Pearson’s Chi-square test untuk menguji hubungan 2 variabel. Hasil: Hampir semua pasien (n = 260; 99,6%) pernah mendengar tentang terapi komplementer dan setengah dari sampel (n = 112; 42,9%) tahu bahwa terapi komplementer efektif dan 101 (38,7%) percaya bahwa terapi komplementer aman. Sikap peserta dinilai terhadap penggunaan terapi komplementer, disimpulkan bahwa 77% pertama-tama akan mendiskusikan penggunaan terapi komplementer dengan dokter mereka saat ini, 8% akan menggunakan terapi komplementer bahkan jika dokter mereka tidak menyarankannya, dan 49% juga akan menggunakan mereka. Obat T2DM bersama dengan terapi komplementer. Sebagian besar pasien (57,5%) menyebutkan bahwa mereka akan menggunakan terapi komplementer karena efek samping yang lebih rendah dan 49% percaya bahwa terapi komplementer akan membantu. Kesimpulan: Herbal dan diet khusus adalah cara umum praktik penggunaan terapi komplementer
Pengaruh Terapi Bekam Basah terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Klien Gastritis
Yuly Abdi Zainurridha;
Achmad Afifil Afton
MEDICAL JURNAL OF AL-QODIRI Vol. 8 No. 1 (2023): Edisi Maret
Publisher : Program Studi Keperawatan dan Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bhakti Al-Qodiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52264/jurnal_stikesalqodiri.v8i1.233
Orang menganggap bahwa penyakit lambung merupakan dari makanan yang keliru. Cara makan dibutuhkan good knowledge and attitude dimana setiap individu harus bisa mencegah penyakit lambung. Mengidentifikasi intervensi terapi bekam basah untuk klien gastritis. Design yang digunakan pra eksperimental satu kelompok sebelum dan sesudah. Sampel berjumlah 25 Klien, dengan total sampling. Alat ukur dipenelitian ini menggunakan lembar isian, dan stetoskop. Analisa yang digunakan Wilcuxon. Nilai pada klien gastritis dengan nilai p-value < α untuk TD sistolik dan p-value < α untuk TD diastolik. Intervensi bekan basah mempengaruhi tekanan darah kepada klien gastritis. Untuk klien gastritis, agar klien gastritis yang mempunyai hipertensi tidak selalu menggunakan obat-obatan.
Hubungan Kelelahan Kerja Terhadap Kinerja Perawat Rumah Sakit
Fika Indah Prasetya
MEDICAL JURNAL OF AL-QODIRI Vol. 8 No. 1 (2023): Edisi Maret
Publisher : Program Studi Keperawatan dan Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bhakti Al-Qodiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52264/jurnal_stikesalqodiri.v8i1.234
Latar Belakang: Tenaga perawat memiliki urutan teratas dalam segi jumlah SDM di Rumah Sakit. Perawat memiliki waktu lebih panjang bertemu dengan pasien dibandingkan dengan profesi tenaga kesehatan lainnya, Sangat penting bagi Institusi Kesehatan menjaga kinerja perawat. Factor yang dapat dipertimbangkan dalam kinerja perawat adalah beban kerja yang dapat menyebab kan kelelahan. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan antara kelelahan dan kinerja. Metode penelitian yang digunakan metode penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional,dengan sampel keseluruhan (total sampling) yakni 44 perawat pelaksana, dengan uji pada tingkat kemaknaan 95% (α = 0,05). Hasil Penelitian dapat disimpulkan bahwa kelelahan kerja perawat berada pada kategori tidak lelah sebanyak 34 (77,5%) responden. kinerja yang sebagian besar termasuk dalam kategori baik yaitu 40 (90,9%) responden, dengan nilai p 0,021 < α = 0,05. Kesimpulan ada hubungan antara kelelahan kerja dengan kinerja perawat RS Jember Klinik.
Pengaruh Pemberian Rebusan Air Daun Kelor (Moringa oleifera) pada Ibu Hamil Terhadap Berat Badan Bayi Baru Lahir
Rifzi Devi Nurvitasari;
Descha Giatri Cahyaningrum;
Endah Sri Utami
MEDICAL JURNAL OF AL-QODIRI Vol. 8 No. 1 (2023): Edisi Maret
Publisher : Program Studi Keperawatan dan Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bhakti Al-Qodiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52264/jurnal_stikesalqodiri.v8i1.236
Kehamilan seorang ibu merupakan sumber gizi bagi anak yang dikandungnya. Untuk menilai status gizi ibu hamil, hal ini dilakukan pada awal pemeriksaan kehamilan dan selanjutnya dipantau secara terus menerus sepanjang kehamilan. Berat ibu selama kehamilan secara langsung mempengaruhi berat bayi. Kandungan daun kelor dapat mengatasi salah satunya adalah kekurangan nutrisi selama kehamilan. Pemanfaatan daun kelor masih belum banyak diketahui, kebanyakan hanya dikenal sebagai menu vegetarian. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh rebusan air daun kelor pada ibu hamil terhadap berat badan bayi baru lahir di Kecamatan Pakusari Kabupaten Jember. Metode penelitian: sampel ditentukan dengan random sampling termasuk kriteria inklusi dan eksklusi. Eksperimental post test only control group adalah desain penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rerata berat badan bayi baru lahir pada kelompok yang diberikan rebusan daun kelor dan kelompok kontrol (p=0,026 > 0,05). Daun kelor memainkan peran penting dalam pemenuhan nutrisi, terutama selama kehamilan dan berpengaruh dengan status gizi pada bayi baru lahir.
Pengaruh Tingkat Pendidikan Dan Pengetahuan Terhadap Kejadian Preeklampsia
Erisa Yuniardiningsih;
Yuri Wardatul Hasanah
MEDICAL JURNAL OF AL-QODIRI Vol. 8 No. 1 (2023): Edisi Maret
Publisher : Program Studi Keperawatan dan Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bhakti Al-Qodiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52264/jurnal_stikesalqodiri.v8i1.237
Pendahuluan: Tingginya masalah kesehatan terutama pada ibu hamil menjadi penyebab kematian ibu. Kematian ibu yang dilaporkan secara global hingga regional salah satunya disebabkan oleh preeclampsia. Metode: Pendekatan pada penelitian menggunakan metode kuantitatif, dengan jenis observasional analitik serta desain yang digunakan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 30 orang, dengan teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil dan pembahasan: Hasil analisis menunjukkan ada pengaruh antara tingkat pendidikan dan pengetahuan terhadap kejadian preeclampsia. Pendidikan berbanding lurus dengan pengetahuan. Pengetahuan yang baik pada seseorang dilatarbelakangi oleh pendidikan yang tinggi. Pendidikan dan pengetahuan yang baik akan mempengaruhi perilaku kesehatan Kesimpulan: Ada pengaruh pada pendidikan terakhir dan pengetahuan terhadap kejadian preeclampsia. Penelitian selanjutnya dapat mengkaji parietas dan frekuensi kunjungan ANC merupakan salah satu menurunkan risiko preeclampsia.