Articles
164 Documents
Hubungan Perilaku Ibu Hamil Trimester 1 Tentang Skrining Triple Eliminasi Dengan Kepatuhan Pemeriksaan K1 Anc Di Puskesmas Lojejer
Ninik Susanti;
Grido Handoko S;
Tutik Hidayati
MEDICAL JURNAL OF AL-QODIRI Vol. 8 No. 2 (2023): Edisi Oktober
Publisher : Program Studi Keperawatan dan Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bhakti Al-Qodiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52264/jurnal_stikesalqodiri.v8i2.295
Pendahuluan: Kehamilan dapat meningkatkan risiko ibu-ibu terkena penyakit HIV/AIDS, Hepatitis, dan Sifilis. Upaya untuk mencegah penularan penyakit-penyakit ini melalui deteksi dini dilakukan dengan menguji ibu hamil pada trimester pertama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi apakah perilaku ibu hamil pada trimester pertama terkait dengan skrining triple eliminasi memiliki dampak pada kepatuhan ibu hamil dalam menjalani pemeriksaan K1 ANC di Puskesmas Lojejer. Metode penelitian yang digunakan adalah Cross Sectional, dengan populasi seluruh ibu hamil trimester pertama di Wilayah Kerja Puskesmas Lojejer sebanyak 74 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah metode total sampling. Data primer dan sekunder dikumpulkan, dan analisis data dilakukan dengan menggunakan program SPSS (Statistical Package for the Social Science). Uji statistik yang digunakan adalah uji Contingency Coefficient (CC) untuk menilai hubungan antara variabel independen dan dependen, dengan tingkat signifikansi α sebesar 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku ibu hamil terkait dengan skrining triple eliminasi memiliki hubungan signifikan dengan kepatuhan ibu hamil dalam menjalani pemeriksaan K1 ANC di Puskesmas Lojejer. Kesimpulan: Terbentuknya perilaku ibu hamil dalam hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pengalaman pribadi, budaya, pengaruh orang lain yang dianggap penting, media massa, lembaga pendidikan, lembaga agama, dan faktor emosi individu. Selain itu, kurangnya edukasi mengenai manfaat program seperti pelayanan ANC dapat menyebabkan ibu hamil memiliki sikap negatif yang pada gilirannya dapat mempengaruhi kepatuhan ibu hamil dalam menjalani pemeriksaan skrining triple eliminasi.
Analisis Praktik Klinik Keperawatan Pada Pasien Anemia Ec Melena Dengan Riwayat Penggunaan Obat Non Steroid Anti Inflamatory Drugs (Nsaid) Di Rumah Sakit Umum Daerah Prof.Dr.H. Aloei Saboe Kota Gorontalo
Nurliah;
Fadli Syamsuddin;
Sri Susanti Abdullah
MEDICAL JURNAL OF AL-QODIRI Vol. 8 No. 2 (2023): Edisi Oktober
Publisher : Program Studi Keperawatan dan Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bhakti Al-Qodiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52264/jurnal_stikesalqodiri.v8i2.296
Penyakin Anemia Ec Melena merupakan penyakit yang disebabkan oleh penggunaan obat non steroid anti inflamatori drugs yang berlebihan dan dalam jangka waktu yang panjang. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis praktik klinik keperawatan pada pasien anemia ec melena dengan riwayat penggunaan obat non steroid anti-inflamatory drugs di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo. Penelitian ini, yang mengambil bentuk laporan kasus deskriptif, meneliti sejarah penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid pada kejadian melena. Ini juga berisi penilaian perawat, diagnosis keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan, evaluasi keperawatan, serta untuk melihat Riwayat penggunaan obat non steroid anti inflammatory drugs (Nsaid) terhadap kejadian melena. Sampel penelitian terdiri dari 7 peserta yang mengalami anemia ec melena. Data dikumpulkan dengan wawancara, pemeriksaan kesehatan, dokumentasi, dan observasi. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa ketujuh peserta dengan anemia ec melena memiliki riwayat mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid dalam dosis yang lebih tinggi dari yang direkomendasikan oleh dokter, selama periode waktu yang lama, menyebabkan erosi lapisan perut dan pendarahan di dinding perut.
Hubungan ASI Eksklusif dengan Kejadian Balita Stunting Usia 6-59 Bulan di Desa Jambekumbu
Romlah Nur Asih;
Sunanto;
Tutik Ekasari
MEDICAL JURNAL OF AL-QODIRI Vol. 8 No. 2 (2023): Edisi Oktober
Publisher : Program Studi Keperawatan dan Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bhakti Al-Qodiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52264/jurnal_stikesalqodiri.v8i2.297
Pendahuluan: Stunting merupakan permasalahan berkaitan dengan kekurangan gizi kronis dan menyebabkan balita mengalami gangguan pertumbuhan karena kekurangan asupan gizi yang tidak memadai untuk waktu yang lama. Tidak memberikan ASI eksklusif pada bayi adalah salah satu penyebab stunting balita. Studi ini menyelidiki hubungan antara ASI eksklusif dan kasus balita stunting di Desa Jambekumbu yang berusia antara 6 dan 59 bulan. Metode: Jenis penelitian menggunakan observasi analitik dan metode cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 410 ibu dan balita di Desa Jambekumbu yang berusia antara 6 dan 59 bulan. Metode sampel acak sederhana digunakan untuk menguji 69 individu. Pengumpulan data yang telah dilaksanakan pada bulan Agustus 2022 dengan menggunakan lembar penelitian. Pengujian data menggunakan uji statistik chi-square dengan tingkat kemaknaan α <0,05. Hasil: Hasil Penelitian yang diperoleh menampilkan balita yang tidak mendapatkan ASI eksklusif lebih sering mengalami stunting (51,7%) daripada balita yang mendapatkan ASI eksklusif. Balita yang mendapatkan ASI eksklusif juga lebih sedikit mengalami stunting (15%). Hasil analisis menunjukkan hubungan eksklusif antara ASI dan kasus balita stunting di Desa Jambekumbu yang berusia antara 6 dan 59 bulan, dengan p-value = 0,001 (p-value <α). Kesimpulan: ASI eksklusif berhubungan dengan stunting pada balita berusia 6 hingga 59 bulan. Rekomendasi: Untuk mengurangi angka stunting, peran dan keterlibatan multisektor diperlukan untuk meningkatkan capaian ASI eksklusif.
Hubungan Usia Ibu Hamil Dengan Kejadian Preeklamsia Di Wilayah Kerja Puskesmas Pasrujambe Kabupaten Lumajang
Septin Purwanti;
Sunanto;
Tutik Ekasari
MEDICAL JURNAL OF AL-QODIRI Vol. 8 No. 2 (2023): Edisi Oktober
Publisher : Program Studi Keperawatan dan Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bhakti Al-Qodiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52264/jurnal_stikesalqodiri.v8i2.298
Pendahuluan: Preeklamsia - Eklamsia merupakan penyakit pada kehamilan dengan ditandai hipertensi >140/90 mmHg, oedema, dan proteinurea. Kejadian Preeklamsia berisiko pada perempuan dengan usia ekstrim yaitu <20 dan >35 tahun. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan usia ibu hamil dengan kejadian pre eklamsia. Metode: observasional analitik jenis penelitian ini, adapun desain penelitian adalah cross sectional. Data di ambil dari buku KIA ibu hamil yang berkunjung di Puskesmas Pasrujambe yang di laksanakan pada tanggal 26 Juli hingga 12 Agustus 2022 dengan jumlah populasi 88 ibu hamil, sampel yang di teliti 72 responden dan di ambil dengan cara simple random sampling. Pengumpulan data meliputi coding, editing dan tabulating. Kemudian data di analisis secara manual dan komputer dengan Chi Square test. Hasil: Kasus preeklamsia di wilayah kerja Puskesmas Pasrujambe selama kurun waktu Juli hingga Agustus 2022 sebanyak 30 (41,67)%. Dari 72 responden yang di teliti 50% pada usia berisiko, sedangkan sebagian besar responden (44,44%) berpendidikan SD, jenis pekerjaan responden sebagian besar ibu rumah tangga (59,72%), paritas responden sebagian besar multi gravida (63,89%). Analisis hasil penelitian menggunakan Chi Square test didapatkan nilai p-value: 0,031 karena p-value < α (0,05) maka H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya ada hubungan usia ibu hamil dengan kejadian preeklamsia. Kesimpulan: Ada hubungan usia ibu hamil dengan kejadian preeklamsia di wilayah Puskesmas Pasrujambe Kabupaten Lumajang. Rekomendasi: Di harapkan Puskesmas Pasrujambe Lumajang melakukan ANCT jemput bola lebih sering untuk deteksi dini preeklamsia dan pencegahan terjadinya komplikasi serta penelitian lebih lanjut perlu di lakukan agar hasil lebih valid.
Studi Komparatif Storytelling Dan Hipnoterapi Untuk Menurunkan Kecemasan Akibat Hospitalisasi Pada Anak Usia Pra Sekolah Di Rsud Alihsan
Mochamad Salman Hasbyallah;
Niknik Nursita;
Rosa Ina;
Marzita Wardany
MEDICAL JURNAL OF AL-QODIRI Vol. 8 No. 2 (2023): Edisi Oktober
Publisher : Program Studi Keperawatan dan Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bhakti Al-Qodiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52264/jurnal_stikesalqodiri.v8i2.299
Hospitalisasi seringkali menimbulkan kecemasan pada anak usia prasekolah sehingga diperlukan terapi bermain untuk mengatasinya. Storytelling merupakan suatu prosedur perawatan bermain yang bertujuan untuk melibatkan anak dan membuat mereka merasa senang sehingga dapat membantu anak usia prasekolah mengatasi ketakutannya saat dirawat di klinik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Storytelling dan hipnoterapi dalam menurunkan kecemasan anak akibat hospitalisasi. Teknik eksplorasi menggunakan pendekatan semi trial dengan rencana two mengumpulkan pre-post test sebanyak 15 contoh mendapatkan perlakuan narasi dan 15 contoh mendapatkan hipnoterapi. Uji terukur menggunakan uji Matched T-test, sedangkan untuk melihat perbedaan antara kelompok benchmark dan kelompok mediasi digunakan uji t independent. Hasil eksplorasi ini disebarluaskan di buku harian publik Sienta.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Self Regulation Pada Remaja di MA
Navi Mayyoulanda;
Sunanto;
Ainul Yaqin Salam
MEDICAL JURNAL OF AL-QODIRI Vol. 8 No. 2 (2023): Edisi Oktober
Publisher : Program Studi Keperawatan dan Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bhakti Al-Qodiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52264/jurnal_stikesalqodiri.v8i2.300
Masa remaja sering kali dikaitkan dengan periode kehidupan yang dipenuhi oleh kebahagiaan, kesenangan, kebebasan, dan seringkali diwarnai dengan eksperimen dalam mencoba hal-hal baru. Hal ini merupakan bukti dari lemahnya moral dan regulasi diri di kehidupan remaja yang semakin melemah. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisa hubungan dukungan keluarga dengan self regulation pada remaja di MA Miratul Ulum Desa Liprak Kulon Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik korelasional dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian ini di lakukan di Sekolah MA Mirqatul Ulum Desa Liprak Kulon Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo. Populasi penelitian sejumlah 56 responden. Teknik sampel yang di gunakan adalah Purposive Sampling dengan sampel sejumlah 49 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner SRQ (Self Regulation Questionnaire). Analisa data yang di gunakan pada penelitian ini menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian ini menunjukkan data dukungan keluarga sebagian besar adalah dukungan keluarga sedang yaitu 27 responden (55,1%). Dan self regulation sebagian besar adalah self regulation sedang yaitu 31 responden (63,3%). Hasil uji spearman rank dii dapatkan nilai p = 0,000< α=0,05. Hal ini menunjukkan ada Hubungan dukungan keluarga dengan self regulation pada remaja di harapkan responden meningkatkan dukungan yang baik dengan keluarga untuk meminimalisir terjadinya kenakanalan remaja.
Pengaruh Pemberian Terapi Komplementer (Akupresure) Dalam Mengurangi Stres Pada Lansia di Kecamatan Mayang Jember
Achmad Afifil Afton
MEDICAL JURNAL OF AL-QODIRI Vol. 8 No. 2 (2023): Edisi Oktober
Publisher : Program Studi Keperawatan dan Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bhakti Al-Qodiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52264/jurnal_stikesalqodiri.v8i2.301
Pendahuluan: Setiap individu akan mengalami fase perkembangan yang akhirnya akan mencapai usia lanjut yang mana sangat rentang baik dalam fisik maupun psikologis sehingga mudah sekali mengalami stress. Stres merupakan kondisi di mana individu berada pada tahap titik terbawah yaitu kesulitan dan tekanan yang dapat mempengaruhi aspek kehidupan individu tersebut. Salah satu terapi komplementer yang dapat mengurangi stres adalah dengan pemberian akupresur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak pemberian terapi komplementer (akupresure) dalam mengurangi stres pada lansia di kecamatan mayang jember. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre eksperimen dengan pre dan post test without control desaign. Seluruh 50 sampel dilakukan pengecekan terlebih dahulu apakah mengalami stres atau tidak, bila mengalami stres lalu di berikan perlakukan yaitu dengan terapi komplementer akupresur. Apakah setelah di lakukan perlakuan apa ada perubahan atau penurunan stresor yang di alami lansia. Hasil: penelitian ini menunjukan bahwa tingkat stres lansia yang tidak mengalami perubahan setalah di beri perlakuan terapi akupuntur akupresur pada lansia terbanyak yaitu tidak ada perubahan 35 lansia (92%).dan ada perubahan setelah dilakukan perlakuan sebanyak 40 lansia (80%). Kesimpulan: Diketahui tingkat stres pada lansia di kecamatan mayang jember sebanyak 40 lansia (80%) mengalami stres ringan.
Perbedaan Terapi Musik dan Aromaterapi Lemon Terhadap Nyeri Persalinan Kala I pada Ibu Bersalin di Wilayah Puger Jember
Siti Romlah
MEDICAL JURNAL OF AL-QODIRI Vol. 8 No. 2 (2023): Edisi Oktober
Publisher : Program Studi Keperawatan dan Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bhakti Al-Qodiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52264/jurnal_stikesalqodiri.v8i2.302
Pendahuluan: Nyeri yang dialami oleh ibu saat proses persalinan kala 1 adalah salah satu komponen dari proses persalinan normal. Kala 1 adalah tahap awal dari persalinan dan biasanya berlangsung dari saat mulai munculnya kontraksi hingga pembukaan serviks mencapai sekitar 10 sentimeter. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatahui perbedaan nyeri persalinan kala 1 ibu bersalin dengan menggunakan terapi music dan aromaterapi Lemon. Metode: Penelitian ini merancang eksperimen kuasi dengan uji pra dan pasca tanpa kelompok kontrol. Sebanyak 10 peserta (5 peserta dalam kelompok terapi musik dan 5 peserta dalam kelompok aromaterapi Lemon) diambil sebagai sampel menggunakan metode sampel probabilitas (pengambilan sampel acak sederhana). Analisis statistik yang diterapkan dalam penelitian ini adalah uji t sampel berpasangan.). Hasil: Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terapi musik dan aromaterapi Lemon menghasilkan perbedaan yang signifikan dalam penurunan tingkat. nyeri, dengan nilai p sebesar 0,002 pada tingkat signifikansi α = 0,05. Kesimpulan: dapat disimpulkan bahwa kedua jenis intervensi ini memiliki dampak yang serupa terhadap penurunan nyeri persalinan kala 1. Dengan demikian, penelitian ini dapat dianggap sebagai salah satu alternatif terapi yang dapat digunakan untuk membantu ibu bersalin untuk mengurangi nyeri yang timbul saat persalinan sedang berlangsung. Rekomendasi: Adanya nyeri saat persalinan dapat mengganggu kenyamanan ibu bersalin sehingga perlu dilakukan terapi dalam menangani hal tersebut dan peneliti menyarankan untuk menggunakan kombinasi terapi musik dan aromaterapi Lemon.
Pengaruh Terapi Bekam Terhadap Penurunan Sesak Nafas Pada Pasien TB Paru
Yuly Abdi Zainurridha;
Riko Kirana Alfandik
MEDICAL JURNAL OF AL-QODIRI Vol. 8 No. 2 (2023): Edisi Oktober
Publisher : Program Studi Keperawatan dan Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bhakti Al-Qodiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52264/jurnal_stikesalqodiri.v8i2.303
Tuberkulosis (TB) ialah penyakit yang jadi prioritas paling tinggi di dunia dengan jumlah kesakitan serta kematian yang terus bertambah tiap tahunnya. Penyakit sistem pernafasan ini sangat beresiko bila pengidap lalai minum obat. Pemicu tingginya angka TB Paru disebabkan masyarakat tidak mengidentifikasi bahaya TB Paru, salah satu indikasi TB Paru merupakan sesak napas, dimana sesak napas ini nantinya hendak di pengobatan bekam. Tujuan dari riset ini merupakan buat mengenali serta menganalisis pengaruh pengobatan bekam terhadap penyusutan sesak napas pada penderita TB Paru. Desain riset yang digunakan pada riset kuantitatif ini merupakan pra eksperimental rancangan 1 kelompok saat sebelum serta sehabis. Dalam riset ini ilustrasi yang digunakan 20 responden. Tempat riset dilaksanakan di Rumah sakit Paru Jember di Poli ataupun di rawat inap. Pengumpulan informasi dengan metode informasi primer serta informasi sekunder, analisa informasi yang digunakan merupakan uji wilcuxon. Hasil dari ulasan dan analisis yang telah dicoba berjudul pengaruh pengobatan bekam terhadap penyusutan sesak napas pada penderita TB Paru di Rumah sakit Paru Jember, hingga periset berkesimpulan pengetahuan keluarga tentang TB Paru sebagian besar lumayan, yang maksudnya pvalue<α.
Hubungan Terapi Herbal Dengan Lama Ruptur Perineum Pada Masa Nifas
Erisa Yuniardiningsih;
Putri Rizkiyah Salam
MEDICAL JURNAL OF AL-QODIRI Vol. 8 No. 2 (2023): Edisi Oktober
Publisher : Program Studi Keperawatan dan Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bhakti Al-Qodiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52264/jurnal_stikesalqodiri.v8i2.304
Pendahuluan: Rupture perineum merupakan salah satu masalah yang terjadi pada masa nifas, Persalinan dengan proses spontan sebesar 75% mengalami rupture perineum. Metode: Pendekatan pada penelitian menggunakan metode kuantitatif, dengan jenis observasional analitik serta desain yang digunakan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 34 orang, dengan teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil dan pembahasan: Mayoritas responden dengan usia antara 20-35 tahun, paritas mayoritas primipara, mayoritas responden pada masa nifas menggunakan terapi herbal dan lama ruptur perineum <7 hari. Hasil analisis usia (p=0,021) dan terapi herbal (p=0,000) signifikan. paritas (p=0,0298) tidak signifikan. Usia responden sebagian besar produktif sehingga mempengaruhi terhadap regenerasi jaringan pada ruptur perineum, dampaknya lama ruptur perineum mayoritas <7 hari. Paritas tidak mempengaruhi lama ruptur perineum, biasanya paritas mempengaruhi terhadap asupan gizi responden. penelitian ini tidak ada hubungan, sebab mayoritas responden dengan paritas primipara. Kesimpulan: Ada hubungan usia dan terapi herbal dengan lama ruptur perineum. Tidak ada hubungan paritas dengan lama ruptur perineum.