cover
Contact Name
Rudi Haryanto
Contact Email
rudiharyanto934@gmail.com
Phone
+6285264835131
Journal Mail Official
pmihubbulwathanduri@gmail.com
Editorial Address
Jl. Karya. KM.7 Desa Balai Makam. Kecamatan Bathin Solapan. Kabupaten Bengkalis. RIAU
Location
Kab. bengkalis,
Riau
INDONESIA
AL-QOLAM: Jurnal Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat
Published by STAI Hubbulwathan Duri
ISSN : 26572168     EISSN : 27749215     DOI : 10.35445
Core Subject : Religion, Social,
Al-Qolam: Jurnal Dakwah dan Pemberdayaan masyarakat (p-2657-2168) (e-2774-9215) dikelola oleh Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam dan diterbitkan oleh STAI Hubbulwathan Duri dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Hal ini memberikan kesempatan kepada peneliti, dosen, pakar dan praktisi, mahasiswa dan pihak lain untuk mempublikasikan hasil penelitiannya. Al-Qolam menerbitkan tulisan/karya ilmiah dalam bidang: 1) Dakwah 2) Konseling Islam 3) Manajemen Dakwah 4) Pemberdayaan Masyarakat Islam 5) Pengembangan Masyarakat Desa, Kota, Marjinalisasi 6) Pemberdayaan Spiritual, Ekonomi, Pendidikan dan Sosial.
Articles 72 Documents
Metode dakwah Nabi di Madinah Panji Ahmad Syuhada
AL-QOLAM : Jurnal Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 1, No 2 (2017): AL QOLAM: Jurnal Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan dakwah amat ditentukan oleh kepemimpinan (qiyadah) dakwah. Rasulullah saw. sebagai pemimpin dan manajer dakwah telah meletakkan visi dakwah sesuai ketentuan wahyu yakni menyeru kepada Islam dan membangun kehidupan Islam. Rasul saw. telah sukses mengantarkan Islam menjadi sebuah peradaban yang memimpin dunia dan bertahan belasan abad, menguasai dan menebarkan kebaikan kepada kaum muslimin dan non muslim. Awal peradaban Islam bermula setelah berdirinya kekuasaan Islam di Madinah. Strategi  dakwah  yang  sangat  menonjol  di  Madinah adalah dari segi respon terhadap objek dakwah, dimana aktivitas dakwah dilakukan melalui penerapan Islam secara praktis dalam negeri dan luar negeri.
Peran Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam Dalam Standarisasi Khatib Putri Kembar Kembar
AL-QOLAM : Jurnal Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2, No 2 (2018): AL QOLAM : Jurnal Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Standarisasi Khatib memiliki dua dimensi yang menyebabkan pro-kontra bagi para ulama, muballigh dan da’i. Sebagai upaya mewujudkan kompetensi dan kualifikasi yang baik bagi para khatib adalah hal yang sangat posisitf agar masyarakat pengguna (stake holder) menjadi tercerahkan. Jika ini yang diinginkan dari standarisasi, maka akan menjadi harapan dan keniscayaan bagi semua umat Islam. Melalui forum-forum silaturrahim kegiatan peningkatan kapasitas Khatib dapat dilakukan. Akan tetapi,  jika standarisasi dijadikan sebagai upaya seleksi, penilaian kredibilitas terkait grade studi yang ditempuh, atau pembatasan materi khutbah, maka ini bertentangan dengan eksistensi dari para khatib dan eksistensi masjid yang ada di Indonesia. Sebab, masjid yang berdiri di negeri ini adalah swadaya masyarakat dan yang memilih orang-orang untuk  menjadi  khatib  adalah  seleksi  berdasarkan  ukuran  moral  dan  kualifikasi religiusitas mereka. Maka dari itu, berdasarkan penelitian ini, standarisasi khatib belum diperlukan saat ini, dan Prodi Komunikasi Penyiaran Islam dipandang belum perlu melibatkan diri dalam persoalan standarisasi khatib.
Peta Dakwah Dalam Pembinaan Keagamaan di Kabupaten Solok Alzikri .; Hanif Gunawan
AL-QOLAM : Jurnal Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 2 (2020): AL QOLAM: Jurnal Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan serta mendata kegiatan dakwah di Kabupaten Solok. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dalam pendekatan metodologi penelitian pengembangan (development research) dengan perspektif tujuan yang ingin dicapai. Bentuk kekuatan dakwah yang dimiliki nagari-nagari di Kabupaten Solok sangatlah luar biasa, hanya saja belum digerakkan secara maksimal oleh pemangku kebijakan. Perlu ada hal baru yang membuat potensi ini bergerak lebih kuat agar terjadinya perubahan signifikan. Bentuk dari potensi tersebut, setiap suku memiliki Malin yang menangani bidang agama dalam suku. Sedangkan di pemerintah nagari, kerapatan adat nagari, memiliki sandaran filosofi pembangunan seperti halnya filosofi minangkabau, adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah.
Analisis Peran Generasi Milenial Pada Strategi Fundraising Dompet Dhuafa di Kota Pekanbaru mohd fikri Azhari; yona fitri
AL-QOLAM : Jurnal Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3, No 2 (2019): AL QOLAM: Jurnal Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengumpulan dana atau sering disebut fundraising adalah kegiatan yang sangat penting bagi lembaga pengelolaan zakat, infaq dan sedekah. Apabila kegiatan fundraising tidak dilakukan oleh sebuah lembaga pengelola zakat, bisa dipastikan kegiatan tidak akan berjalan dengan lancar. Karena fundraising ini tidak identik dengan uang semata, melainkan ruang lingkupnya lebih luas dan mendalam. Salah satu Lembaga Pengelola Zakat di Indonesia yaitu Dompet Dhuafa (DD) yang telah menerapkan konsep fundraising. Maka dalam hal ini, proses fundraising diharapkan dapat menjadi konsep yang tepat guna sehingga dana dapat terkumpul secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi fundraising yang dilakukan Dompet Dhuafa di kota Pekanbaru, untuk mengetahui peran generasi milenial pada strategi fundraising Dompet Dhuafa, dan untuk mengetahui factor pendorong dan penghambat Dompet Dhuafa pada strategi fundraising. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Data yang digunakan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Sedangkan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pimpinan dan staf Dompet Dhuafa dengan sampel sebanyak 3 orang yakni manajer dan staff REMO (fundraising) dengan metode wawancara. Berdasarkan penelitian diperoleh hasil sebagai berikut bahwa Strategi fundraising yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa terdiri atas 2 yaitu direct (secara langsung) dan indirect (secara tidak langsung). Peran generasi milenial pada strategi fundraising adalah melalui sebuah proses fundraising yaitu dengan cara mempengaruhi, memberitakan, mengingatkan, membujuk dan mendorong hal tersebut gunanya untuk menimbulkan kesadaran, motivasi dan kepedulian calon muzakki. Faktor pendukung Dompet Dhuafa dalam menggalang dana adalah letak geografis Dompet Dhuafa yang terletak di pusat provinsi dan terletak ditengah kota, mempunyai payung hukum yang jelas, memiliki manajemen pengelolaan yang baik, mempunyai program unggulan serta memanfaatkan  media social dan rekening bank sehingga memudahkan para donator yang ingin menyumbangkan dananya. Faktor penghambatnya yaitu, banyaknya perusahaan yang belum bisa diajak kerjasama, keterbatasan pengetahuan SDM, keterbatasan fasilitas dan ketidakmampuan lembaga karena masih banyaknya masyarakat yang kurang tahu. Fundraising or often called fundraising is a very important activity for zakat, infaq and alms management institutions. If the fundraising activities are not carried out by an institution that manages zakat, we can be sure that the activities will not run smoothly. Because fundraising is not synonymous with money alone, but the scope is broader and deeper. One of the Zakat Management Institutions in Indonesia, Dompet Dhuafa (DD), has implemented the concept of fundraising. So in this case, the fundraising process is expected to be an appropriate concept so that funds can be maximally collected. This study aims to determine the fundraising strategy carried out by Dompet Dhuafa in Pekanbaru city, to determine the role of millennial generation in the Dompet Dhuafa fundraising strategy, and to determine the driving and inhibiting factors of Dompet Dhuafa in the fundraising strategy. Data collection techniques are carried out through observation, interviews, documentation and literature study. The data used uses descriptive qualitative analysis. While the population in this study were all leaders and staff of Dompet Dhuafa with a sample of 3 people namely managers and REMO staff (fundraising) with the interview method. Based on the research, the following results are obtained that the fundraising strategy carried out by Dompet Dhuafa consists of 2 namely direct (indirect) and indirect (indirectly). The role of millennial generation in fundraising strategies is through a fundraising process that is by influencing, preaching, reminding, persuading and encouraging it to generate awareness, motivation and care for prospective muzakki. The supporting factors of Dompet Dhuafa in raising funds are the geographical location of Dompet Dhuafa which is located in the center of the province and is located in the center of the city, has a clear legal umbrella, has good management, has a superior program and utilizes social media and bank accounts making it easier for donors who want to donating funds. The inhibiting factors are that there are many companies that cannot be invited to collaborate, limited human resources knowledge, limited facilities and the inability of institutions because there are still many people who do not know.
Pemberdayaan Karang Taruna Melalui Program Pelatihan Hidroponic di RW 09 Desa Balai Makam hary anto
AL-QOLAM : Jurnal Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5, No 1 (2021): AL QOLAM: Jurnal Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan analisis situasi diketahui bahwa sebagian besar karang taruna RW 09 Desa Balai Makam berprofesi sebagai buruh lepas, sehingga mempunyai waktu yang cukup banyak untuk melakukan kegiatan yang mampu menambah penghasilan. Tujuan dari program ini adalah untuk memberdayakan   karang taruna dengan memberi pelatihan bercocok tanam dengan sistem hidroponik. Konsep “Hidroponik” merupakan budidaya menanam dengan memanfaatkan air/larutan mineral bernutrisi tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi. Sistem bertanam “Hidroponik” merupakan konsep bertanam yang cocok  untuk  daerah perkotaan dan  lahan terbatas.  Luaran  jangka panjang  yang  diharapkan dari pengabdian ini adalah peningkatakan penghasilan dan peningkatan kesejahteraan. Guna mencapai target  luaran  yang  telah  direncanakan,  kegiatan  pengabdian  dilakukan  dengan  tahapan  sebagai berikut: (1) pemaparan materi “Hidroponik”; (2) Pelatihan kepada masyarakat dan Praktik Pembuatan “Hidroponik” dan (3) Pendampingan selama dua bulan atau praktik berkebun dengan sistem “Hidroponik” serta (4) Evaluasi kegiatan.   Hasil dari pengabdian ini adalah terbentuknya kebun hidroponik yang ditempatkan di Kantor Balai Desa Balai Makam yang dikelola bersama antara Kelompok Karang Taruna dan sangat respon dan antusias serta akan mengembangkannya di rumah masing-masing.
Jual Beli Bahan Bakar Premiun Eceran yuli ana
AL-QOLAM : Jurnal Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3, No 1 (2019): AL QOLAM: Jurnal Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi, karena adanya pengurangan takaran kuantitas perliter premium eceran. Fenomena yang berdasarkan surve di lapangan bahwa ada beberapa   pola premium eceran yang menjadi latar belakang yaitu pola penjualan premium eceran dengan pola pertamini, penjualan premium eceran dengan pola botolan disertai harga, dan penjualan premium eceran dengan pola botolan disertai pengurangan kuantitas. Adapun rumusan  masalah bagaimana Jual Beli Bahan Bakar Premium Eceran? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  bermuamalah yang benar atau salah, sudah sesuai dengan syariat Islam  berlandaskan  al-Quran dan Hadis, bagi masyarakat umum terhadap jual beli bahan bakar minyak premium eceran. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif (field reseach) yaitu mengumpulkan data yang bersumber dari subjek yang diteliti. Setelah melakukan penelitian lapangan dan mendapatkan kesimpulan mengunakan metode qiyas untuk menggali hukum syara’ dari apa yang simpulkan dari lapangan
Prinsip Pemberdayaan Ekonomi di Pesantren Mariatul Fitri; Khairuddin .
AL-QOLAM : Jurnal Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 1, No 1 (2017): AL QOLAM: Jurnal Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesantren sebagai   bagian integral masyarakat   mempunyai tanggung jawab untuk mengembangkan dan memberdayakan masyarakat dalam segala bidang termasuk dalam bidangan ekonomi. Hal ini merupakan tugas baru bagi pesantren yang sementara ini berkutat dalam bidang ilmu-ilmu keagamaan. Walaupun sifatnya masih sporadis, kurang terkoordinasi, tidak institusional dan belum disertai dengan visi dan misi yang jelas, serta perangkat pendukungnya. Peran ini memang tidak mudah bagi pesantren yang selama ini lebih berkonsentrasi pada bidang keagamaan dari pada bidang sosial kemasyarakatan, terutama dalam bidang ekonomi. Ini merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh pesantren, untuk merubah pola dakwah yang menitikberatkan cara bil lisan menjadi pola dawah bil hal di tengah-tengah masyarakat yang semakin komplek.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Meningkatkan Kemandirian Kelompok Tani (Studi Kasus Kelompok Tani Indah Sakato Jorong Kasai Kenagarian Kasang Kecamatan Batang Anai ) SARI DUSNI
AL-QOLAM : Jurnal Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2, No 1 (2018): AL QOLAM: Jurnal Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article is titled Community Empowerment in Increasing the Independence of Farmers' Groups (A Case Study of Indah Sakato Farmers Group in Jorong Kasai Kenagarian Kasang in Batang Anai District). The method used is descriptive qualitative method. This article aims to describe and find out the form of the independence of the Indah Sakato Farmer Group at the Jorong Kasai Kenagarian Kasang in Batang Anai Subdistrict whether it is in accordance with the indicators of success in community empowerment. The results of the study illustrate that indicators of success in empowering farmer groups are still far from independence because there are still limited farmer groups to seek knowledge, because members generally go to elementary school so they cannot read, between members lack familiarity so empowerment is not smooth and seeks knowledge Organic fertilizer does not run smoothlyKey words: people empowerment, autonomy, farmer group.
Percampuran Budaya Jawa Dengan Islam Dalam Tradisi Nyumbang Mantu di Kecamatan Pinggir Budi Kurni Kurniawan
AL-QOLAM : Jurnal Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 1 (2020): AL QOLAM: Jurnal Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Jawa sangat kental dengan tradisi gotong royong dengan beragam bentuknya. Fokus kajian dalam artikel ini terutama masyarakat Jawa  Di Kecamatan Pinggir. Masyarakat Jawa  termasuk dalam kategori masyarakat agraris yang mengandalkan mata pencarian dari hasil cocok tanam padi dan hasil perkebunan  lainnya. Gotong royong dalam acara mantu di kalangan masyarakat Jawa kecamatan Pinggir tersebut terwujud dalam bentuk budaya nyumbang mantu. Yang menarik dari fenomena ini adalah bahwa budaya nyumbang mantu mengalami perkembangan dari nyumbang secara apa adanya sebagai sodaqoh menjadi nyumbang   mantu   sebagai   ‘arisan’   atau   ‘resiprositas’   dalam   istilah antropolgi. 
Strategi Berdakwah di Rumah Tahanan Negara (Studi Kasus Strategi Dakwah Profesor Salmadanis Bagi Warga Binaan Pemasyarakatan di Rumah Tahanan Negara Klas IIB Padang) ASRUL HARAHAP
AL-QOLAM : Jurnal Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2, No 1 (2018): AL QOLAM: Jurnal Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Da'wah to the inmates is not an easy matter, but da'wah is needed to make them aware. In order for da'wah to be delivered to the assisted citizens to change their attitudes, then the right da'wah strategy is needed and about the goals. Basically the people who are inmates in Prison Houses are people who are subject to criminal sanctions as a result of their behavior, therefore detention houses or prisons are used as psychological shock to what they bear from situations of social alienation to improve themselves.