Al-I'jaz: Jurnal Studi Al-Qur'an, Falsafah, dan Keislaman
Focus Al-I jaz adalah jurnal yang terbit dua kali dalam setahun (Juni dan Desember), yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran dan Sains Al-Ishlah (STIQSI) Sendangagung Paciran Lamongan Jawa Timur. Fokus jurnal ini adalah untuk mendiseminasikan kajian akademis tentang Pemikiran Keislaman terkait Al-Qur’an, Falsafah dan Isu Keislaman Klasik dan Kontemporer, serta untuk memfasilitasi dialog akademis antara para akademisi dan peneliti yang berminat dalam kajian pemikiran keislaman terkait Al-Quran, Falsafah dan Isu Keislaman Klasik dan Kontemporer. Scope Al-I jaz memiliki ruang lingkup kajian dan penelitian yang mengkover beragam bidang terkait kajian Pemikiran Keislaman seperti: Tafsir, Hadits, Fiqh, Sejarah Islam, Hukum, Al-Quran dan Tafsir, Tasawuf, Ilmu Kalam, Politik, dan Filsafat serta Isu Keislaman Klasik dan Kontemporer (seperti relasi jender, demokrasi, Hak Azasi Manusia, Ekspresi dan Praktik Hidup masyarakat Muslim di seluruh dunia).
Articles
7 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2 No 2 (2020): December"
:
7 Documents
clear
Peran Tabayyun Sebagai Cerminan Sikap Kaum Mukminin dalam Model Matematika Penyebaran Rumor Melalui Jejaring Sosial Daring
Nailul Izzati;
Silmi Kaaffah
Jurnal Al I'jaz Vol 2 No 2 (2020): December
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Dan Sains Al-Ishlah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53563/ai.v2i2.35
Platform digital dan media sosial kini menjadi salah satu alat komunikasi dan sumber informasi. Perkembangan teknologi memberikan dampak positif sekaligus negatif bagi penggunanya. Derasnya arus informasi mengharuskan masyarakat memiliki filter yang kuat dan sikap yang bijak dalam menanggapi sebuah berita, terutama yang masih belum jelas kebenarannya. Suatu rumor dapat menjadi viral berkat komunikasi melalui jejaring sosial daring. Penelitian ini membahas model matematika untuk mengilustrasikan dinamika yang terjadi dalam jejaring sosial daring saat suatu rumor berhembus. Model matematika yang dimaksudkan mempertimbangkan sikap ideal kaum Mukminin berdasarkan Al- Qur’an dan Hadits, termasuk di antaranya adalah anjuran tabayyun serta larangan berprasangka, tajassus, dan ghibah. Model matematika yang diperoleh kemudian dianalisis titik kesetimbangannya dan disimulasikan menggunakan Metode Runge- Kutta. Hasil simulasi numerik menunjukkan bahwa penerapan sikap tabayyun dalam menanggapi suatu berita serta menahan diri untuk tidak berprasangka, tajassus, dan ghibah dalam model, dapat menekan laju penyebaran rumor dalam jejaring sosial daring.
Modernisasi Tafsir Al-Qur’an : (Studi Atas “Al-Qirôah Al-Hadâtsiyah” Sebagai Model Tafsir Alternatif)
Eko Suryadin
Jurnal Al I'jaz Vol 2 No 2 (2020): December
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Dan Sains Al-Ishlah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53563/ai.v2i2.37
Al qirôah al hadâtsiyah merupakan sebuah proyek besar modernisasi tafsir al-Qur’an yang digaungkan pertama kali oleh kaum modernis Islam di sepertiga awal abad ke 20 M. Proyek ini digadang-gadang bisa menjadi tafsir alternatif menggantikan tafsir klasik yang diklaim tidak mampu lagi mengejar lajunya perkembangan zaman apalagi memberikan solusi bagi beragam problem yang sedang dihadapi umat Islam di era modern. Dalam implementasinya, para ideolog proyek ini banyak menduplikasi metode-metode yang pernah dipakai oleh para pemikir Barat dalam menafsir ulang Bibel. Mereka meyakini bahwa penggunaan metode-metode tersebut dalam proses membaca ulang teks-teks alQur’an dapat menyingkap pemahaman baru yang lebih luas dan lebih dalam, lebih sesuai dengan tuntutan zaman, namun tetap selaras dengan maksud dan tujuan syariat Islam (maqôshid al syarî’ah). Sehingga keinginan untuk mengembalikan kejayaan Islam tidak lagi menjadi sebuah utopia. Akan tetapi, kenyataan tidak seindah harapan, sebab proyek ini justru menjadi dalang utama dekonstruksi sakralitas al-Qur’an secara khusus dan syariat Islam secara umum saat ini.
Tafsir Modern di Iran : (Kajian Tafsir al-Mizan Fi Tafsir al-Qur’an dan Tafsir al-Kashif)
Masrul Anam
Jurnal Al I'jaz Vol 2 No 2 (2020): December
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Dan Sains Al-Ishlah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53563/ai.v2i2.38
Artikel ini telah menemukan 38 kitab-kitab tafsir yang berasal dari Iran, baik Iran klasik maupun Iran Modern. Dari beberapa nama tafsir yang ada di Iran, penulis condong untuk membahas tentang Tafsir al-Mizan fi Tafsir al-Qur’an karya Tabataba’i karena tafsir ini masih tergolong tafsir yang moderat di kalangan Shi’ah. Selain itu, tafsir ini juga termasuk karya paling tebal dibandingkan yang lain. Pemilihan kedua pembahasan kali ini adalah tafsir al-Kashif karya Jawad Mughniyah, sebab ia adalah tokoh yang berpengaruh dalam dunia Muslim-Iran. Diantara yang menarik dalam tafsir Tabataba'i adalah apabila dikaji dari segi teologi tidak di ragukan lagi bahwa tafsir ini adalah milik Shi’ah Ithna ‘Ashariyah sehingga doktrin dan penafsirannya condong kepada teologinya sendiri. Misalnya dalam menafsirkan tentang surat al-Nisa’ [4]: 24 tentang nikah Mut’ah. Sedangkan dalam tafsir al-Kashif pada surat al-Baqarah [2] ayat 283, Shekh Jawad menafsirkan wala taktum al-shahadah waman yaktumha fainnahu athimun qalbuh (jangan menyembunyikan shaha>dah barangsiapa yang menyembunyikannya, maka hatinya berdoasa). Dalam menafsirkan ayat ini Shekh Jawad mengutip pendapat Imam Zainal Abidin yang menyatakan bahwa Barangsiapa yang di dalam lehernya terdapat shahadah maka ia tidak akan terkena marabahaya, sebab kekuatannya. Dari kedua sampel di atas paling dapat ditarik kesimpulan bahwa kedua tafsir tersebut cenderung kepada syi’ah, hal ini dapat dibuktikan dengan tema yang dikaji dan banyaknya riwayat yang diambil dari jalur Ahli Bait, bukan dari yang lain. Begitu juga penulis ingin membantah asumsi yang menyatakan bahwa Shi’ah memiliki al-Quran tandingan, yang berbeda dengan al-Qur’an di dunia Sunni. Shi’ah telah dituduh mendistorsi dan mereduksi al-Qur’an yang beredar sekarang ini. Padahal kenyataannya tidak ada perbedaan antara al-Qur’an Sunni dan Shi’ah.
Sistem SFH (School From Home) di Era Pandemi Covid-19 dan Korelasinya dengan Konsep Parenting dalam Perspektif Al-Qur’an
Anis Ulfiyatin
Jurnal Al I'jaz Vol 2 No 2 (2020): December
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Dan Sains Al-Ishlah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53563/ai.v2i2.39
Kajian ini memfokuskan pembahasan tentang kebijakan pemerintah Indonesia dalam merespon issue wabah pandemi Covid-19. Khususnya keputusan kementrian pendidikan yang menghentikan proses kegiatan belajar mengajar di seluruh lembaga pendidikan dan menggantinya dengan sistem School from Home (SFH). Bahwa dalam pengimplementasian kebijakan tersebut ditemukan banyak kendala, baik karena faktor eksternal maupun faktor internal. Kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan kebijakan SFH di Indonesia, juga untuk melihat sejauh mana konsep islamic parenting dapat digunakan sebagai solusi atas permasalahan dalam implementasi SFH di Indonesia, serta, bagaimana teori pilihan rasional dalam kajian sosiologi melihat hal ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dan memfokuskan penelitiannya pada satu kasus tertentu (case study). Informan yang terlibat adalah beberapa orang tua yang memiliki anak sekolah pada jenjang PAUD-SD. Proses pengumpulan data dilakukan secara purposive dengan teknik observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Data kemudian direduksi dan didisplay ulang sehingga dapat ditarik kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah (1) kajian ini menyimpulkan bahwa ada banyak kendala yang dihadapi orang tua, anak, dan juga guru dalam penerapan sistem SFH, (2) Kurikulum pendidikan dalam perspektif Al-Qur’an mampu menjadi solusi atas permasalahan SFH di Indonesia, (3) Perilaku kelompok yang menerapkan kurikulum pendidikan dalam perspektif Al-Qur’an dalam menjalankan program SFH adalah mekanisme pilihan yang sesuai dengan asumsi-asumsi dari teori Pilihan rasional dalam kajian Sosiologi
Bahagia Menurut Al-Qur'an
Muhammad Arwani Rofi'i Rofi'i
Jurnal Al I'jaz Vol 2 No 2 (2020): December
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Dan Sains Al-Ishlah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53563/ai.v2i2.41
Bahagia merupakan suatu hal yang diinginkan oleh semua makhluq yang berakal. Akan tetapi kebahagiaan antara manusia yang satu dengan lainnya berbeda-beda, karena kebahagian relatif sesuai pada tujuan hidup seseorang. Orang yang menginginkan kehidupan dunia yang berkecukupan akan merasa bahagia apabila hal tersebut tercapai. Berbeda dengan orang yang di dunia hanya mencari iman dan takwa. Oleh karena kebahagian tersebut berubah-ubah penulis menginginkan suatu pedoman dari al-Qur’an sebagai sumber utama umat Islam sehingga dapat diketahui hakikat kebahagian. Tujuan penulis adalah menghadirkan ayat-ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan kebahagiaan sehingga dapat memahami maksud yang terkandung dalam ayat tersebut. Penelitian ini merupkan jenis penelitian pustaka (library research) dengan menggunakan metode tafsir mawdu‘i (tafsir tematik) dengan cara mengumpulkan ayat-ayat yang terkandung di dalamnya arti kebahagiaan. Penulis menggunakan metode content analyst dalam mengolah informasi yang telah diperoleh dari al-Qur’an, kitab-kitab tafsir dan kitab lainnya yang berkaitan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat banyak lafal dalam al-Qur’an yang bermakna kebahagiaan. Akan tetapi, penulis hanya berfokus pada kata fariha-yafrahu-farihan dan bentuk-bentuk lainnya yang diambil dari kata tersebut kemudian dikaitkan dengan kata-kata lain yang menunjukkan arti kebahagian. Secara umum al-farih mempunyai arti kebahagiaan namun dalam kesempatan lain juga dapat diartikan kesombongan dan ridha. Mayoritas ayat yang mencantumkan lafal al-farih terdapat dalam surat Makkiyah, hal ini karena kebahagiaan merupakan pondasi utama penguatan iman penduduk Makkah. Bahagia tidak hanya menjadi sifat manusia namun juga termasuk sifat fi‘liyyah Allah. Bahagia dibagi menjadi dua bagian. Pertama, bahagia terpuji seperti bahagianya umat Islam setelah mendapat berita diterimanya taubat mereka setelah terjadinya peristiwa perang Tabuk. Kedua, bahagia tercela seperti pada kasus Karun yang merasa bahagia atas kekuasaan dan hartanya namun jauh dari Allah subhanahu wa ta‘ala.
Relevansi Pendidikan Karakter dalam Perspektif Filsafat Al-Ghazali
Amiruddin Hadi Wibowo
Jurnal Al I'jaz Vol 2 No 2 (2020): December
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Dan Sains Al-Ishlah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53563/ai.v2i2.42
Pendidikan di Indonesia pada abad ke-21 dihadapkan pada sejumlah peluang dan tantangan yang berbeda dengan zaman-zaman sebelumnya. Oleh sebab itu, diperlukan langkah antisipasi untuk menyesuaikan diri dengan berbagai tuntutan dan dinamika perubahan yang sedang dan akan terus berlangsung. Bangsa Indonesia selayaknya senantiasa mengasah kemampuan yang dibutuhkan dalam menghadapi berbagai perubahan, salah satunya pada bidang pendidikan yang mungkin akan terjadi dengan sangat revolusioner. Pendidikan karakter penting diimplementasikan karena lebih menitikberatkan pada kualitas tindakan, perbuatan, atau perilaku manusia. Pada implementasi pendidikan karakter, terdapat relevansi erat dengan konsep pendidikan akhlak (karakter) dalam filsafat Al-Ghazali. Konsep pendidikan karakter dalam kajian pemikiran Al-Ghazali dalam kitab Ayyuhal Walad sangat relevan dengan tujuan pendidikan karakter itu sendiri, yaitu tumbuhnya nilai-nilai moral dalam pribadi anak. Tulisan ini akan menganalisis pandangan filsafat akhlak Al-Ghazali dan relevansinya dengan urgensi pendidikan karakter pada abad ke-21.
Peran Islam dalam Perkembangan Ilmu Kedokteran
Rosydina Robi'aqalbi
Jurnal Al I'jaz Vol 2 No 2 (2020): December
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Dan Sains Al-Ishlah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53563/ai.v2i2.43
Seiring dengan majunya perkembangan zaman belakangan ini, banyak masyarakat Indonesia yang beranggapan bahwa ilmu kedokteran berasal dari Barat. Oleh sebab itu, banyak yang meninggalkan karena mereka menganggap terapi berdasarkan ilmu kedokteran modern tidak dianjurkan dalam Islam. Selain itu, anggapan bahwa obat-obatan tersebut mengandung bahan kimia berbahaya. Padahal jika kita mau menelusuri dan menelaah lebih lanjut tentang peran Islam dalam perkembangan ilmu kedokteran, maka Islam memiliki kontribusi yang sangat besar, termasuk menjadi pelopor ilmu kedokteran, dan berkembang pesatnya ilmu tersebut pada masa kegemilangannya. Penelitian ini bermaksud mempelajari sejarah peran Islam dalam perkembangan ilmu kedokteran pada era kegemilangan Islam. Metode yang digunakan adalah pengumpulan sumber data, verifikasi sumber data, kemudian menginterpretasikan dan dilaporkan sebagai hasil penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ilmu kedokteran dalam masa kegemilangan Islam berkembang begitu pesat. Hal tersebut terbukti dengan lahirnya tokoh-tokoh gemilang dalam dunia kedokteran dan karya-karya monumentalnya. Karya tersebut hingga saat ini masih banyak dibaca oleh para ilmuwan, serta metode terapinya yang sampai masih diterapkan hingga sekarang.