cover
Contact Name
Alfredo Tutuhatunewa
Contact Email
alfredo.tutuhatunewa@fatek.unpatti.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ale2021@fatek.unpatti.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik Universitas Pattimura Jl. Ir. M. Putuhena Kampus Poka Ambon - 97233
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Archipelago Engineering
Published by Universitas Pattimura
ISSN : 26203995     EISSN : 27987310     DOI : https://doi.org/10.30598/ale
Core Subject : Engineering,
Prosiding “Archipelago Engineering” adalah prosiding yang diterbitkan oleh Fakultas Teknik Universitas Pattimura, sebagai sarana publikasi hasil Seminar Nasional "Archipelago Engineering (ALE)", yang merupakan dari hasil penelitian, studi kepustakaan dan sharing dalam bidang teknik mesin, teknik industri dan teknik kelautan serta teknik sipil dan perencanaan wilayah. Prosiding ini memuat artikel yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya yang berupa artikel hasil penelitian ataupun penelitian terapan, artikel telaah yang berkaitan dengan perkembangan teknologi. Informasi tentang pedoman penulisan artikel dan prosedur pengiriman artikel terdapat pada setiap penerbitan. Semua artikel yang masuk akan melalui “peer-review process”. Artikel dipublikasikan pada Prosiding, setelah memenuhi persyaratan sesuai pedoman penulisan artikel dan telah dipresentasikan pada Seminar Nasional ALE. Prosiding ini diterbitkan dalam setahun sekali.
Articles 31 Documents
Search results for , issue "Vol 1 (2018): Archipelago Engineering (ALE)" : 31 Documents clear
POTENSI PENINGKATAN EFISIENSI KAPAL MASA DEPAN: TINJAUAN ASPEK DESAIN DAN OPERASIONAL KAPAL I Ketut Aria Pria Utama
ALE Proceeding Vol 1 (2018): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.1.2018.1-15

Abstract

Fenomena kerusakan lingkungan seperti emisi gas rumah kaca, polusi, sibakan gelombang (wash) dan kebisingancenderung meningkat. Masalah lingkungan ini ditinjau dari faktor ekonomi, seperti kenaikan biaya kebutuhan bahanbakar, merekomendasikan usaha untuk meminimalkan kebutuhan daya dorong kapal.Berbagai metode dan perangkat untuk mengurangi daya dorong ditinjau dan dibahas. Metode yang palingmenguntungkan, dari sudut pandang yang layak dan praktis, diidentifikasi dan diukur. Ditemukan bahwa potensipengurangan pada hambatan bentuk lambung yang ada relatif kecil, namun pengoptimalan interaksi lambung,baling-baling dan kemudi menawarkan prospek perbaikan yang sangat menjanjikan. Potensi penghematan terbesarpada daya yang timbul adalah dari strategi optimasi strategi operasional seperti pemilihan desain trim, kecepatan danrute berdasarkan cuaca.Potensi konflik kepentingan saat mempertimbangkan persyaratan ekonomi dan lingkungan diselidiki dandidiskusikan. Metodologi dan prosedur perancangan yang sesuai, dengan mempertimbangkan faktor ekonomi danlingkungan, disarankan untuk merancang kapal masa depan.
KARAKTERISASI BAMBU LAMINASI SEBAGAI BAHAN PEMBANGUNAN KAPAL PERIKANAN Akhmad Basuki Widodo
ALE Proceeding Vol 1 (2018): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.1.2018.16-25

Abstract

Penggunaan bambu dibidang konstruksi sampai saat ini masih sangat terbatas dan hanya digunakan pada struktur ringan. Pengembangan penggunaan bambu dibidang struktur, khususnya dibidang pembangunan kapal, dapat dikatakan masih belum tersentuh. Dengan adanya teknologi laminasi dan dengan perlakuan tertentu, diharapkan pemanfaatan bambu dapat diperluas pada penggunaan struktur dan dibidang perkapalan, khususnya kapal non baja. Dari hasil penelitian dan pengujian ditunjukkan bahwa komposit kayu jati dan/atau bambu betung mempunyai sifat fisis dan sifat mekanis yang lebih baik dibandingkan dengan kayu jati yang selama ini digunakan sebagai bahan pembangunan kapal kayu. Sebagai bahan pembangunan kapal kayu, komposit bambu mempunyai kerapatan (density) yang lebih tinggi dibandingkan dengan kayu jati solid dan komposit lainnya. Kerapatan bahan sangat berpengaruh terhadap berat kapal yang akhirnya akan berpengaruh pula terhadap ruang muat (palka), kecepatan kapal dan kebutuhan bahan bakar. Tetapi komposit kayu jati dan bamboo betung dengan jumlah lapisan 5 dengan komposisi kayu jati-nya 2/3 dari keseluruhan, mempunyai kerapatan yang lebih rendah dibandingkan dengan kayujatin solid. Secara keseluruhan, sifat mekanis komposit kayu jati dan bambu betung lebih baik dibandingkan dengan kayu jati solid, rata-rata kenaikan kekuatannya mencapai 40 %.Pengaruh ruas bambu terhadap kekuatan bending dan tarik (tension) dibandingkan tanpa ruas, kekuatannya menurun sekitar 10 persen tergantung dari jumlah lapisan dan jenis kayu. Tetapi dengan jumlah lapisan dan jenis kayu yang sama, maka komposit bambu dengan kayu jati mempunyai tingkat penurunan yang paling kecil (+ 7,35 persen).Ketahanan komposit kayu jati dan/atau bambu betung terhadap beban bergerak, komposit bambu mempunyai ketahanan terhadap beban dinamis yang paling baik. Hal ini ditunjukkan dengan adanya kekuatan sisa (residual strength) yang masih tinggi. Sesuai dengan regulasi Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) untuk Ketentuan Kapal Kayu, maka komposit kayu jati dan bambu betung memenuhi persyaratan bahan untuk bahan pembangunan kapal non baja.Disain kapal dengan menggunakan bahan utama komposit bambu dengan ukuran 5 gross tonnage (GT) dengan ukuran utama (principal dimension) panjang secara keseluruhan (LOA) = 9.47 meter, lebar kapal (B) = 2.80 meter dan tinggi badan kapal (D) = 1.20 meter. Kecepatan 8.0 knot dengan waktu operasi (endurance) selama 3 hari dengan 4 personil. Mesin yang digunakan 52 kW dengan ruang muat ikan sebesar 4.00 m3.
APLIKASI HELMHOLTZ RESONATOR DENGAN VARIASI JUMLAH MONONECK DALAM ARAH LONGITUDINAL PADA INLET MANIFOLD MOTOR DIESEL SUPERCHARGING 4 TAK Mesak F. Noya; Abdul Hadi
ALE Proceeding Vol 1 (2018): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.1.2018.26-30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Circular Helmholtz Resonator dengan variasi jumlah Mononec pipa kapiler terhadap Supercharging yang digerakan elektromotor. Penelitian eksperimenal ini dilakukan dengan 6 variasi Mononeck yang dipasang secara longitudinal up side down. Piezotronics, National Instrument dan Matlab digunakan untuk mengakuisisi data menjadi lebih akurat. Hasil pengukuran selisih rata-rata tekanan output dan input menyatakan bahwa Circular Helmholtz Resonator berpengaruh terhadap tekanan udara keluaran yang merupakan tekana udara input motor diesel.
ANALISIS PENGARUH MODEL SAMBUNGAN TERHADAP KEKUATAN STRUKTUR AKIBAT GETARAN MESIN INDUK PADA KAPAL KAYU DENGAN METODE EXPERIMENTAL MODAL ANALYSIS DAN SIMULASI Debby R. Lekatompessy
ALE Proceeding Vol 1 (2018): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.1.2018.31-37

Abstract

Mesin induk pada kapal yang beroperasi menghasilkan getaran. Getaran yang dihasilkan diteruskan ke struktur pondasi mesin melalui kanal dan balok pondasi. Getaran sisa akan diteruskan ke struktur konstruksi di daerah kamar mesin. Distribusi beban dinamis pada konstruksi dipengaruhi oleh kondisi sambungan-sambungan yang ada. Agar getaran mesin induk dapat terdistribusi merata maka sambungan konstruksi di daerah kamar mesin harus kaku atau terikat dengan baik.Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi amplitude yang terjadi pada titik-titik sambungan dengan melakukan analisa terhadap karakteristik getaran pada model sambungan di daerah kamar mesin struktur kapal kayu. Penelitian ini juga ingin membuktikan bahwa resonansi lokal dapat diatasi dengan memperbaiki model sambungan dan melalui peningkatan nilai kekakuan sambungan. Penelitian ini fokus pada 4 model sambungan. Penelitian awal difokuskan pada eksperimen model sambungan. Uji defleksi dilakukan untuk memperoleh nilai elastisitas dan kekakuan material. Kemudian dilakukan Uji eksitasi. Pemodelan sambungan dilakukan dengan bantuan simulasi. Kemampuan masing-masing model sambungan dalam mendistribusikan beban dinamis terlihat melalui nilai amplitude yang terjadi. Sedangkan pola defleksi dapat diperoleh dengan menganalisa mode shape masing-masing model sambungan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa model sambungan berpengaruh pada nilai amplitude yang terjadi pada sistem. Pada penggunaan alat sambung yang sama, masing-masing model menghasilkan amplitude yang berbeda.
ANALISA SIFAT FISIK DAN SIFAT KIMIA MATERIAL BATANG KULIT POHON SAGU (CORTEX METROXYLON SAGO) SEBAGAI MATERIAL ALTERNATIF BANGUNAN KAPAL Fella Gaspersz; Andjela Sahupala; Hedy C. Ririmasse
ALE Proceeding Vol 1 (2018): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.1.2018.38-42

Abstract

Material kayu banyak digunakan dalam pembuatan kapal kayu serta bagian interior kapal baja atau kapal fiberglass. Material kayu yang digunakan untuk konstruksi kapal haruslah memenuhi syarat kualifikasi (Biro Klasifikasi Indonesia) dengan kategori kelas kuat dan kelas awet sehingga dapat digunakan pada bagian konstruksi serata badan kapal. Dewasa ini pemakaian kebutuhan kayu untuk keperluan struktur dalam jumlah besar dengan kualitas tinggi semakin sulit diperoleh. Hal ini menyebabkan harga kayu untuk keperluan material kapal sangat tinggi. Sehingga diperlukan material alternatif dalam membangun kapal kayu. Material Batang Kulit Pohon Sagu sejak jaman primitif telah digunakan pada kapal yang sederhana atau bagian interior konstruksi kapal namun material ini belum dikaji secara teknik. Potensi Pohon Sagu oleh masyarakat lokal masih sebatas memanfaatkan pati sagunya sebagai bahan makan pokok dan daunnya sebagai atap rumah, sedangkan Batang Kulit Pohon Sagu tidak dimanfaatkan dan dibiarkan sebagai limbah hasil pengolahan sagu. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kelas awet dan kelas kuat material Batang Kulit Pohon Sagu berdasarkan analisa sifat kimia dan sifat mekanis material Limbah Batang Kulit Pohon Sagu. Hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata kadar air berkisar antara 5,13% - 6,89%, Rata-rata Berat Jenis material Limbah Batang Kulit Pohon Sagu berkisar antara 0,86 kg/m3.Pengujian tarik (Tensile Test) dan pengujian Tekan (Compressive Test) mengunakan pengujian standard ASTM D 3039/3039 M dan ASTM D 3410/3410M. Kekuatan tarik rata-rata dari kelima jenis Pohon Sagu yang tersebar di Provinsi Maluku adalah 1019 kg/cm2 – 1101,29 kg/cm2, kekuatan tekan rata-rata adalah 458,87 kg/cm2 – 520,05 kg/cm2. Dengan demikian material Batang Kulit Pohon Sagu masuk dalam kualifikasi Kelas Kuat II menurut standard BKI untuk Kapal Kayu.Penentuankelas awet yang dilakukan dengan menggunakan prosedur standar SNI 01-7207-2006 tentang uji ketahanan kayu dan produkkayu terhadap organisme perusak kayu dilaut dengan rata-rata intesitas serangan sebesar 16%. Namun kelemahan dari material ini adalah ketebalan Batang Kulit Pohon Sagu yang berkisar antara 1 cm – 2 cm sehingga harus dilakukan rekayasa model untuk mendapatkan bentuk profil sesuai dengan ketebalan profil pada bangunan kapal.
RANCANG BANGUN WAS (Weather Automatic Station) PENDETEKSI CUACA SECARA REAL TIME DAN TERINTEGRASI GUNA MENDUKUNG KESELAMATAN PELAYARAN KAPAL RAKYAT DI MALUKU Jacob D. C. Sihasale; Sonya T. A. Lekatompessy
ALE Proceeding Vol 1 (2018): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.1.2018.43-49

Abstract

Kebutuhan data real time Cuaca di daerah pelayaran sangat di butuhkan, ini demi keamanan dan keselamatan sebuah pelayaran. Penyedia data real time di daerah pelayaran khususnya di daerah maluku tengah dapat dikatakan tidak tersedia dan tidak dapat diakses secara on line oleh pelaku pelayaran maupun para calon penumpang sebuah pelayaran di Maluku Tengah.Kehadiran data WAS ( Weather Automatic Station) secara real time dan akurasinya dibutuhkan dalam sistim pelayaran dan manejeman transportasi laut, juga di butuhkan dalam dunia pendidikan guna berbagai ke butuhan penelitian lainnya. Ketersediaan WAS yang terbatas merupakan tantangan yang perlu dicari solusinya.Keamanan sebuah Pelayaran membutuhkan data cuaca yang tepat dan akurat, ini sangat tergantung dari ketersedianya data WAS ( Weather Automatic Station) yang berada dekat dengan lokasi pelayaran. Data yang di peroleh dapat di akses dari berbagai media secara cepat dan tepat oleh penyedia pelayaran, calon penumpamg pengawas dan regulator pelayaran serta berbagai pihak yang berhubungan dengan pelayaran.Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan untuk mendapatkan data real time Cuaca daerah pelayaran Maluku Tengah melalui WAS yang di bangun di Pulau saparua, WAS Tulehu kemudian ditambah dengan WAS Wipirit dan WAS Liang. Data yang diterima Sensor paremeter cuaca WAS kemudian di kirim melalui radio VHF ke station Penerima yang berlokasi di Kampus Fakultas Teknik Unpatti Ambon, yang kemudian diolah dan didistirbusikan ke berbagai media dan di simpan guna kepentingan penelitian lainnya.Dari data yang di dapat diharapkan pengetahuan para pelaku pelayaran serta calon penumpang akan kondisi cuaca sesaat dapat merekomendasikan keamanan dan kenyamanan sebuah pelayaran.
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN PERILAKU PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI TERHADAP KESEHATAN AWAK KAPAL IKAN TIPE POLE AND LINE Monalisa Manuputty
ALE Proceeding Vol 1 (2018): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.1.2018.50-56

Abstract

Lingkungan kerja di kapal dipengaruhi oleh faktor–faktor fisika seperti getaran, kebisingan dan suhu. Paparan dari getaran, kebisingan dan suhu yang dirasakan oleh awak kapal dapat mempengaruhi kesehatannya. Selain itu perilaku penggunaan alat pelindung diri yang mengikuti aturan dapat melindungi awak kapal dari paparan faktor-faktor tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh paparan pada lingkungan kerja dan perilaku penggunaan alat pelindung diri terhadap kessehatan awak kapal dalam hal ini kondisi tekanan darah, denyut jantung dan stress kerja. Responden dalam penelitian ini adalah awak kapal ikan tipe pole and line. Analisis data menggunakan Partial Least Square (PLS). Hasil analisis dengan nilai R square sebesar 0,685 menunjukkan bahwa lingkungan kerja dengan indikator getaran, kebisingan dan suhu serta perilaku penggunaan alat pelindung diri secara bersama mempengaruhi kesehatan awak kapal sebesar 68,5 % dan 31,5 % dipengaruhi oleh faktor lain. Lingkungan kerja dengan indikator getaran, kebisingan dan suhu mempengaruhi kesehatan awak kapal sebesar 37% sedangkan 63% dipengaruhi oleh faktor lain. Dengan nilai T-statistik 1,843 > 1,67 pada alpha 0,05, dapat dikatakan lingkungan kerja secara signifikan mempengaruhi kesehatan kerja. Perilaku penggunaan alat pelindung diri berupa pakaian kerja, sepatu kerja dan alat pelindung telinga mempengaruhi kesehatan awak kapal sebesar 58,4% sedangkan 41,6% dipengaruhi oleh faktor lain. Dengan nilai Tstatistik 1,712 > 1,67 pada alpha 0,05, dapat dikatakan perilaku penggunaan alat pelindung diri secara signifikan mempengaruhi kesehatan kerja.
ANALISA PENGARUH HAULING DAN PURSSING KAPAL PURE SEINE DI MALUKU Obed Metekohy
ALE Proceeding Vol 1 (2018): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.1.2018.57-62

Abstract

Kapal ikan pure seine yang beroperasi di perairan Maluku termasuk sarana perikanan tangkap yang produktif. Tetapi mempunyai banyak kelemahan karena pembuatannya secara tradisional banyak menyimpang dari syarat teknis rancang bangun kapal. Stabilitas kapal yang diharapkan dapat menjamin kontinyutas pengoperasian penangkapan pada saat hauling sering menjadi kendala sehingga operasional penangkapan harus dihentikan, untuk menghindari terjadinyaresiko kecelakaan dilaut. Penelitian ini bertujuan menganalisa pengaruh stabilitas kapal dalam mengoperasikan alat tangkap pada saat hauling. Metode yang digunakan adalah metode survey terhadap ukuran pokok kapal yang sudah ada di perairan Maluku. Analisa stabilitas hauling menggunakan kriteria Stabilitas US Navy dan Metode Macchi untuk menganalisa Momen tarik alat tangkap dan hasil tangkapan. Hasil pengukuran stabilitas dinamis kapal penelitian pada saat hauling bergantung pada hasil tangkapan, semakin besar hasil tangkapan maka kemiringan kapal menjadi lebih besar, dengan hasil tangkapan 0.93 ton dan berat alat tangkap 3.237 ton membentuk sudut kemiringan sebesar 12° dengan nilai GZ = 0.20 meter kemudian setelah dianalisa menurut kriteria stabilitas US Navy menunjukkan ferforma stabilitasnya sangat baik, karena sudut C < 15° dan nilai GZ pada saat hauling ≤ 0.30 meter, namun kapal akan mengalami kondisi kritis sesuai hasil analisa Metode Macchi apabila momen tarik alat tangkap dan hasil tangkapnya melebihi momen tarik total maksimum yang diijinkan yaitu > 12.332 ton.meter pada sudut kemiringan dinamis > 24°
STUDI KORELASI HAMBATAN DAN SEAKEEPING KAPAL TRIMARAN UNTUK DAERAH PERAIRAN MALUKU Richard Benny Luhulima; Fella Gaspersz; Ruth P. Soumokil
ALE Proceeding Vol 1 (2018): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.1.2018.63-69

Abstract

Perairan Maluku termasuk tipikal perairan yang relatif tenang diantara pulau-pulau yang berdekatan dan sangat bergelombang untuk laut yang terbuka dan jarak antara pula-pulau yang cukup berjauhan. Penelitian difokuskan pada perhitungan hambatan dan dilanjutkan dengan perhitungan seakeeping untuk perairan tenang dan bergelombang. Penelitian tentang hambatan dilakukan dengan teknik CFD menggunakan CFX-code dan penelitian tentang seakeeping dilakukan dengan teknik CFD (ANSYS AQWA).Hasil kajian melalui numerik menunjukkan bahwa interferensi komponen hambatan pada lambung trimaran terhadap perubahan jarak antara lambung secara melintang (S/L). Semakin kecil jarak antara lambung trimaran (S/L) maka semakin besar hambatan dan interferensi/interaksi komponen hambatan yang terjadi. Kemudian korelasi yang terlihat antara hambatan dan seakeeping adalah adanya perbedaan karena adanya interferensi semakin besar interferensi maka gerakan heave dan pitch semakin berkurang. Namun inteferensi tidak mempengaruhi terhadap gerakan roll. Hasil analisa pengujian dan numerik menunjukkan bahwa pada S/L=0,4 menunjukkan hasil yang sangat baik untuk permorma hambatan dan seakeeping. Hasil yang diperolehdibandingkandenganpublished datadanmenunjukkankesesuaianhasil yang cukupbaik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya dan memperkuat database dalam mempresentasikan korelasi hambatan terhadap olah gerak pada lambung kapal trimaran dan selanjutnya dapat diaplikasikan secara langsung dalam perhitungan hambatan dan seakeeping yang digunakan pada tahap desain (preliminary design).
STUDI EKSPERIMENTAL LAJU KOROSI PADA KAPAL BAJA Sonya T. A. Lekatompessy; Gerard Richard Latuhihin
ALE Proceeding Vol 1 (2018): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.1.2018.70-73

Abstract

Korosi merupakan perkaratan, sedangkan perkaratan terjadi karena adanya reaksi reduksi- oksidasi. Peristiwa ini biasa terjadi di dalam pelat kapal sebagai akibat interaksi dengan lingkungan sekitarnya. Dalam penulisan ini disajikan hasil penelitian tentang analisa ketahanan korosi pada pelat baja yang biasa dipakai sebagai material kapal dengan mengamati perubahan massa yang hilang. Pengendalian korosi pelat baja dilakukan dengan melapiskan cat ke dalam permukaan baja selanjutnya ditempatkan di dalam lingkungan korosif. Penentuan suhu serta waktu tunggu pelapisan cat pada kapal merupakan fokus penelitan ini, karena produk cat yang seringkali dipakai di dok Perikani memiliki ketentuannya sendiri. Kemudian analisa ketahanan korosif plat baja dengan suhu dan waktu tunggu yang berbeda-beda meliputi beberapa pengujian di dalam laboratorium antara lain kekuatan dan daya lekat. Produk cat yang diambil ialah Internasional, sedangkan variable suhu dan waktu tunggu pengecatan masing-masing 2 yang selanjutnya disimulasikan pada pelat baja ST-40 dengan ketebalan 8 mm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa laju korosi pada plat baja yang diaplikasikan dengan suhu rendah dan waktu sedikit akan memiliki laju korosi yang cukup tinggi.

Page 1 of 4 | Total Record : 31