cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN : 2775717X     EISSN : 27757188     DOI : 10.51878
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2022)" : 11 Documents clear
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SEPAK BOLA DENGAN PERMAINAN BOTAK (BOLA TANGAN KAKI) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENJASORKES KELAS XIII SMA NEGERI 10 BONE A. JUFRI
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v2i2.1289

Abstract

This research is a classroom action research conducted at SMA Negeri 10 Bone and aims to determine the improvement of students' physical education learning outcomes through the soccer learning model with the foot ball game. This study used two cycles with steps for each cycle consisting of: action planning, action implementation, observation and evaluation, and reflection. This is so that when researchers find problems that need improvement, they can be carried out in the next cycle. The research subjects were students of class XII MIA SMA Negeri 10 Bone in the 2021/2022 school year, totaling 32 people with varying levels of ability and student absorption. Data collection was carried out using a learning outcome test in the form of an essay. The collected data were analyzed using quantitative and qualitative analysis. In addition, to determine student activity in the learning process, observation sheets were used during teaching and learning activities. The results showed that: (a) after being given an action with a soccer learning model with a foot ball game there was an increase in the average score of physical and physical education learning outcomes for Class XII MIA SMA Negeri 10 Bone which at the end of Cycle I was 79,28 to 85,94 at the end of Cycle II; (b) after being given an action with a soccer learning model with a foot ball game there was an increase in learning mastery for Class XII MIA SMA Negeri 10 Bone which at the end of Cycle I was 84.38% to 96.97% at the end of Cycle II; (c) an increase in student learning activity in the learning process from Cycle I to Cycle II; and (d) based on the standard category, the score of physical education learning outcomes is categorized as high. From the results above, it can be concluded that the soccer learning model with the foot ball game can improve physical education learning outcomes for Class XII MIA students at SMA Negeri 10 Bone. ABSTRAKPenelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di SMA Negeri 10 Bone dan bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar penjasorkes siswa melalui model pembelajaran sepak bola dengan permainan botak (bola tangan kaki). Penelitian ini menggunakan dua siklus dengan langkah-langkah untuk setiap siklus terdiri dari: perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, serta refleksi. Hal ini dimaksudkan agar manakala peneliti menemukan permasalahan yang perlu perbaikannya, dapat dilaksanakan pada siklus berikutnya. Subjek penelitian adalah siswa kelas XII MIA SMA Negeri 10 Bone pada tahun pelajaran 2021/2022 yang berjumlah 32 orang dengan tingkat kemampuan dan daya serap siswa yang sangat bervariasi. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes hasil belajar dalam bentuk essay. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif. Di samping itu, untuk mengetahui keaktifan siswa dalam proses pembelajaran digunakan lembar observasi selama kegiatan belajar mengajar berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) setelah diberikan tindakan dengan model pembelajaran sepak bola dengan permainan botak (bola tangan kaki) terjadi peningkatan skor rata-rata hasil hasil belajar penjasorkes siswa Kelas XII MIA SMA Negeri 10 Bone yang pada akhir Siklus I sebesar 79,28 menjadi 85,94 pada akhir Siklus II; (b) setelah diberikan tindakan dengan model pembelajaran sepak bola dengan permainan botak (bola tangan kaki) terjadi peningkatan ketuntasan belajar Kelas XII MIA SMA Negeri 10 Bone yang pada akhir Siklus I sebesar 84.38% menjadi 96.97 % pada akhir Siklus II; (c) terjadi peningkatan keaktifan belajar siswa dalam proses pembelajaran dari Siklus I ke Siklus II. Dari hasil di atas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran sepak bola dengan permainan botak (bola tangan kaki) dapat meningkatkan hasil belajar penjasorkes siswa Kelas XII MIA SMA Negeri 10 Bone
ANALISIS KURIKULUM PONDOK PESANTREN MU'ADALAH SEBAGAI PEMBAHARUAN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM SURIP SURIP
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v2i2.1290

Abstract

By using a descriptive qualitative research method through a field study approach. Problem solving procedures are carried out based on problems that arise after being identified, regarding data collection techniques using observation, interviews, data collection and documentation techniques. The results of the research on this theme are that through the mu'dalam curriculum (hereinafter referred to as mu'dalam) Islamic educational institutions can develop the quality of education by creating alumni of Islamic boarding schools to continue their further education, either at home or abroad. The quality of Islamic educational institutions can be seen from the quality of their outcomes, the Al-Amanah Al-Gontory Islamic Boarding School has carried out an MOU with Al-Azhar Cairo in November 2021 as a form of improving the quality of future education, with the hope that alumni can continue the undergraduate program. 1st and 2nd strata in the pyramid country, while at the same time adding experience and insight in accordance with the five souls of the lodge, namely broad-minded. Through the mu'adah program with Al-Azhar Cairo for alumni of Islamic boarding schools as embryos for the development of knowledge and a form of renewal of Islamic educational institutions, besides that, students and teachers have the opportunity to take part in a cycle organized by Al-Azhar University for 3 (three) month, this can open up opportunities for improving the quality of Arabic knowledge and skills. With mu'adah, Islamic boarding schools no longer seem exclusive but are open at the level of inward looking (micro) and outward looking (macro). ABSTRAKDengan menggunakan penelitian Metode kualitatif deskriptif melalui pendekatan studi lapangan. Prosedur pemecahan masalah dilakukan berdasarkan permasalahan yang timbul setelah diidentifikasi, mengenai Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, pengumpulan data dan dokumentasi. Hasil Penelitian dari tema ini bahwa melalui kurikulum mu'adalah (selanjutnya disebut mu'adalah) pada lembaga pendidikan Islam dapat mengembangkan mutu pendidikan dengan menciptakan alumni pondok pesantren untuk melanjutkan pendidikan tingkat lanjut, baik di dalam negeri atau di luar negeri. Kualitas lembaga pendidikan Islam bisa dilihat dari kualitas outcomenya, Pondok Pesantren Al-Amanah Al-gontory telah melakukan MOU mu'adalah dengan Al-Azhar cairo pada bulan November 2021 sebagai bentuk peningkatan mutu pendidikan masa depan, dengan penuh harapan agar alumni bisa melanjutkan program strata 1 dan strata 2 di negeri piramida, sekaligus menambah pengalaman dan wawasan sesuai dengan panca jiwa pondok yaitu berwawasan luas. Dengan melalui program mu'adalah dengan Al-Azhar cairo untuk para alumni pondok pesantren sebagai embrio pengembangan ilmu dan bentuk pembaharuan lembaga pendidikan Islam, salain itu santri dan guru mendapat kesempatan untuk ikut daurah yang diselenggarakan oleh pihak Universitas Al-Azhar selama 3 (tiga) bulan, ini bisa membuka peluang untuk peningatan kualitas ilmu dan keterampilan bahasa arab. Dengan mu'adalah maka pondok pesantren sudah tidak lagi terkesan eksklusif akan tetapi terbuka dalam tataran inward looking (mikro) dan outward looking (makro).
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING DENGAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICSS EDUCATION (RME) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA YETTI WIDIARTI; HANIFAH HANIFAH; SALEH HAJI
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v2i2.1291

Abstract

This study aims to determine whether there is an effect of the learning model Blended Learning with the Realistic Mathematics Education (RME) approach on students' conceptual understanding. This type of research is an experimental study with a quasi-experimental design which was carried out at The Junior High School Student Number 11 Bengkulu City in the even semester of the 2020/2021 school year with the research population being all students of class VIII totaling 248 students and the research sample totaling 60 students consisting of 2 classes namely class VIII.E as the experimental class and VIII.F as the control class. Based on the Mancova analysis test, it shows that there is a significant effect of thelearning model Blended Learning with the approach Realistic Mathematics Education on understanding concepts. The understanding of students' mathematical concepts in the class taught with thelearning model Blended Learning with the approach Realistic Mathematics Education is higher than the class taught with the conventional model. The average understanding of concepts in the experimental class is 75.67 while in the control class it is 67.83. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh model pembelajaran Blended Learning dengan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) terhadap pemahaman konsep siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain quasi eksperimental yang dilaksanakan di SMPN 11 Kota Bengkulu pada semester genap tahun pelajaran 2020/2021 dengan populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII yang berjumlah 248 siswa dan sampel penelitian berjumlah 60 siswa yang terdiri dari 2 kelas yaitu kelas VIII.E sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII.F sebagai kelas kontrol. Berdasarkan uji analisis Mancova, menunjukan bahwa terdapat pengaruh signifikan model pembelajaran Blended Learning dengan pendekatan Realistic Mathematics Education terhadap pemahaman konsep. Pemahaman konsep matemaika siswa pada kelas yang diajar dengan model pembelajaran Blended Learning dengan pendekatan Realistic Mathematics Education lebih tinggi dibandingkan kelas yang diajar dengan model konvensional. Rata – rata pemahaman konsep pada kelas eksperimen sebesar 75,67 sedangkan pada kelas kontrol sebesar 67,83.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF METODE JIGSAW PADA MATERI BILANGAN BULAT NEGATIF PADA SISWA KELAS VI SD NEGERI 085/IV KOTA JAMBI HERIANTO HERIANTO
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v2i2.1292

Abstract

This study aims to increase motivation and learning outcomes of elementary school students at SD Negeri 85/IV Jambi City through the Jigsaw method of cooperative learning. The research design used is classroom action research. The research design setting was carried out in Class VI (six) State Elementary School 85 Jambi City in the Mathematics subject with negative integers. The subjects of the study were sixth grade teachers and sixth grade students at SDN 85 Jambi City in the 2021/2022 academic year with a total of 30 students. Data collection techniques using observation and documentation. The data analysis technique used qualitative analysis techniques and descriptive analysis. The instrument used to collect research data consisted of tests and observation sheets. Research data were analyzed descriptively by using percentages to see the trends that occur in learning activities. The research procedure was carried out cyclically. Each cycle consists of planning activities, implementing actions, observing, and reflecting activities. Based on the class actions in the first, second and third rounds, it was shown that the Jigsaw method in learning could increase student activity and learning outcomes on negative integers in 6th grade students of State Elementary School 85 Jambi City. The results of observations and tests on the learning process carried out obtained information that students' readiness to receive lessons, activeness and learning outcomes that the Reflection of Cycle I observations in the field of students showed interest in learning Students' readiness to receive lessons was 65%; active students as much as 65% and the average learning outcomes of 70.3. The action performed by the method is still used. In reflection II, the students' observations in the field showed interest in learning. Students' readiness to receive lessons was 80%; active students as much as 90% and the average learning outcomes of 72.3. The action performed by the method is still used. In Reflection III, observations in the field showed students' interest in learning. Students' readiness to receive lessons was 100%; active students as much as 100% and the average learning outcomes of 80. The actions taken by the method are still used. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa Sekolah Dasar SD Negeri 85/IV Kota Jambi melalui model pembelajaran Kooperatif metode Jigsaw. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Setting desain penelitian dilaksanakan di Kelas VI (enam) Sekolah Dasar Negeri 85 Kota Jambi pada mata pelajaran Matematika materi bilangan bulat negatif. Subyek penelitian adalah guru kelas VI dan siswa kelas VI SDN 85 Kota Jambi Tahun Pelajaran 2021/2022 dengan jumlah siswa sebanyak 30 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis kualitatif dan analisis deskriptif. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian terdiri dari tes dan lembar observasi. Data penelitian dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan persentase untuk melihat kecenderungan yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran. Prosedur penelitian dilakukan secara bersiklus. Pada setiap siklusnya terdiri dari kegiatan-kegiatan perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan kegiatan refleksi. Berdasarkan tindakan kelas pada putaran kesatu, kedua dan ketiga menunjukkan bahwa metode Jigsaw dalam pembelajaran dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada materi bilangan bulat negatif pada siswa kelas 6 Sekolah Dasar Negeri 85 Kota Jambi. Hasil observasi dan tes pada proses pembelajaran yang dilakukan diperoleh informasi bahwa kesiapan siswa menerima pelajaran, keaktifan dan hasil belajar bahwa Refleksi Siklus I pengamatan di lapangan siswa menunjukkan minat belajar Kesiapan siswa menerima pelajaran sebanyak 65%; siswa aktif sebanyak 65 % dan hasil belajar rata-rata sebesar 70,3. Tindakan yang dilakukan metode tetap digunakan. Pada refleksi II pengamatan di lapangan siswa menunjukkan minat belajar Kesiapan siswa menerima pelajaran sebanyak 80 %; siswa aktif sebanyak 90 % dan hasil belajar rata-rata sebesar 72,3. Tindakan yang dilakukan metode tetap digunakan. Pada Refleksi III pengamatan di lapangan siswa menunjukkan minat belajar Kesiapan siswa menerima pelajaran sebanyak 100 %; siswa aktif sebanyak 100 % dan hasil belajar rata-rata sebesar 80. Tindakan yang dilakukan metode tetap digunakan.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MATA PELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENERAPAN MODELBELAJAR MAKE -A MATCH PADA PESERTA DIDIK KELAS XII IPS 4 MAN KOTA TEGAL SEMESTER GASAL TAHUN 2018/2019 WAHYUNINGSIH WAHYUNINGSIH
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v2i2.1293

Abstract

The problem of this research is the low learning achievement of mathematics, especially in understanding the material for students in class X Social Sciences 4. To overcome this, the authors apply learning using the Make A Match Learning method for students. This study aims to improve learning achievement in Mathematics in the Trigonometry chapter. This research was carried out in class X IPS 4 MAN Tegal City for the 2018/2019 academic year with a total of 30 students consisting of 20 female students and 10 male students. The research procedure includes the following stages: (a) planning, (b) implementation of actions, (c) observation and interpretation, (d) analysis and reflection. Based on the results of the study, it can be concluded that the Make-A Match learning method can improve mathematics learning achievement for students, in this case the Trigonometry chapter. This is evident from the increase in the percentage level of classical completeness of students who have reached the Minimum Completeness Criteria (KKM), namely from the initial conditions that have been completed only 26.67%, in the first cycle which has been completed 56.67%, in cycle 2. or increased to 86.67%. ABSTRAKMasalah penelitian ini adalah rendahnya prestasi belajar matematika terutama dalam memahami materi pada peserta didik kelasX IPS 4. Untuk mengatasi hal tersebut penulis menerapkan pembelajaran menggunakan metode Pembelajaran Make A Match pada Pesertadidik. Penelitian ini bertujuan meningkatkan prestasi belajar Matematika pada bab Trigonometri. Penelitianini dilaksakan di kelas X IPS 4 MAN Kota Tegal tahun pelajaran 2018/2019 dengan jumlah peserta didik 30 terdiri dari 20 peserta didik perempuan dan 10peserta didik laki-laki.. Prosedur penelitian meliputi tahap: (a) perencanaan, (b) pelaksanaan tindakan, (c) observasi dan interprestasi, (d)analisisdan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa metode Pembelajaran Make-A Match dapat meningkatkan prestasi belajar Matematika pada peserta didik dalam hal ini bab Trigonometri. Halini terbukti dari kenaikan tingkat prosentase ketuntasan klasikal peserta didik telah yang telah mencapai Kreteria Ketuntasan Minimum (KKM) yaitu dari kondisi awal yang yang sudah tuntas hanya 26,67%, pada siklus I yang sudah tuntas 56,67%, pada siklus 2.atau mengalami kenaikan menjadi 86,67 %.
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATERI FUNGSI ADE FERDIANSYAH
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v2i2.1294

Abstract

This study aims to improve the learning outcomes of mathematics learning outcomes for students of SMK Negeri 2 Tangerang Regency using a problem based learning model. This type of research is classroom action research. The subjects of this study were students of class X TKJ 2 SMK Negeri 2 Tangerang Regency in the even semester of the 2021/2022 academic year, totaling 42 people. The data collection instrument in this study was a test question sheet on the student worksheet. The research method uses a descriptive quantitative approach. This research was carried out in two cycles and each cycle consisted of three meetings, for the teaching and learning process and tests. The results showed that by using the Problem Based Learning learning model, student learning outcomes increased. This can be seen from student learning outcomes in the first cycle the percentage of class completeness reaches 70.77%. While in the second cycle the percentage of class completeness increased to 88.50%. Thus, the researchers concluded that using the PBL learning model could improve student learning outcomes in mathematics lessons on the function of students in class X TKJ 2 SMK Negeri 2 Tangerang Regency. Therefore, teachers should use a variety of appropriate learning models according to the character of students and it needs to be applied continuously to optimize learning, so as to create conditions that can encourage students to achieve competence in the learning provided by the teacher. With the application of appropriate and appropriate learning models, students are able to achieve abilities in the cognitive, affective, psychomotor domains and can improve interpersonal skills. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika materi fungsi pada siswa SMK Negeri 2 Kabupaten Tangerang menggunakan model pembelajaran problem based learning. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X TKJ 2 SMK Negeri 2 Kabupaten Tangerang pada semester genap tahun pelajaran 2021/2022 yang berjumlah 42 orang. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah lembar soal tes yang ada pada lembar kerja siswa. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dan masing – masing siklus terdiri dari tiga kali pertemuan, untuk proses belajar mengajar dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning hasil belajar siswa meningkat. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar siswa pada siklus I persentase ketuntasan kelas mencapai 70,77%. Sedangkan pada siklus II persentase ketuntasan kelas meningkat menjadi 88,50%. Dengan demikian peneliti menyimpulkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran PBL dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran matematika materi fungsi siswa kelas X TKJ 2 SMK Negeri 2 Kabupaten Tangerang. Oleh karena itu, para guru sebaiknya menggunakan berbagai macam model pembelajaran yang tepat sesuai dengan karakter peserta didik dan itu perlu diterapkan secara berkelanjutan untuk mengoptimalkan pembelajaran, sehingga dapat menciptakan kondisi yang dapat mendorong peseta didik agar dapat mencapai kompetensi dalam pembelajaran yang diberikan oleh guru. Dengan diterapkannya model pembelajaran yang tepat dan sesuai, peserta didik mampu mencapai kemampuan dalam ranah kognitif, afektif, psikomotorik dan dapat meningkatkan kemampuan interpersonal.
PENGEMBANGAN SOAL MATEMATIKA TIPE PISA DENGAN KONTEKS CABANG OLAHRAGA BULU TANGKIS DEDI YANSEN
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v2i2.1295

Abstract

This study aims to produce PISA-like math problems with uncertainty and data content in the context of the badminton sport that is valid and practical, as well as to see the potential effect of the questions made on the mathematical literacy skills of class X high school students. The research subjects were students of class X SMA Negeri 3 Prabumulih. The research methodology used is design research with the type of development study, which is divided into 2 stages, those are preliminary and formative evaluation. The preliminary stage includes analysis of research subjects, curriculum, PISA framework, mathematical literacy skills, and making question instruments. The formative evaluation stage includes one to one along with an expert review, then a small group, then a field test. The results of the research data analysis showed that: (1) the PISA-like questions that had been developed were declared valid and practical. Valid based on expert review. Practically based on one to one and small group. (2) PISA-like questions that have been developed have a potential effect on students' mathematical literacy skills. The most widely applied mathematical literacy skills are communication skills. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menghasilkan soal matematika tipe PISA konten uncertainty and data dengan konteks cabang olahraga bulu tangkis yang valid dan praktis, serta melihat efek potensial dari soal yang dibuat terhadap kemampuan literasi matematis siswa kelas X SMA. Subyek penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 3 Prabumulih. Metodologi penelitian yang digunakan adalah design research dengan tipe development study, yang terbagi menjadi 2 tahap yaitu preliminary dan formative evaluation. Tahap preliminary meliputi analisis subjek penelitian, kurikulum, framework PISA, kemampuan literasi matematis, dan membuat instrumen soal. Tahap formative evaluation meliputi one to one yang bersamaan dengan expert review, selanjutnya small group, kemudian field test. Hasil dari analisis data penelitian diperoleh bahwa: (1) soal-soal tipe PISA yang telah dikembangkan dinyatakan valid dan praktis. Valid berdasarkan pada expert review. Praktis berdasarkan pada one to one dan small group. (2) soal-soal tipe PISA yang telah dikembangkan memiliki efek potensial terhadap kemampuan literasi matematis siswa. Kemampuan literasi matematis yang paling banyak diterapkan yaitu kemampuan komunikasi.
PENERAPAN MODEL FLIPPED CLASSROOM DAN JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI VEKTOR ITA TRISTIANA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v2i2.1296

Abstract

The development of technology makes everything easy and interesting. Technology is born from education, education should take advantage of technology. The use of technology can improve the quality of education so that learning models that use technology emerge. In this study, the researcher used a flipped classroom model combined with a jigsaw cooperative model to improve learning outcomes in class. Before the research, the researcher conducted a pre-cycle stage to provide an overview of the learning model that would be used as well as an initial test to see the students' basic abilities. In addition, the researchers also divided students into groups of origin and groups of experts. Researchers provide online learning resources and discussion materials for expert groups to study. At the time of face-to-face, students have more time to straighten out concepts, discuss things that have not been understood when studying online. Students also have more time to convey ideas and knowledge to their original group. This learning activity is student-centered. Students become more motivated, so they are more active in participating in a series of learning both online and face-to-face. Increased student learning outcomes can be seen from the results of observations and results of tests carried out by students at the end of each cycle. ABSTRAKPerkembangan teknologi menjadikan segala sesuatu menjadi mudah dan menarik. Teknologi terlahir dari pendidikan, selayaknya pendidikan perlu memanfaatkan teknologi. Pemanfaatan teknologi dapat meningkatkan mutu pendidikan sehingga bermunculanlah model-model pembelajaran yang memanfaatkan teknologi. Pada penelitian kali ini peneliti menggunakan model flipped classroom yang dipadukan dengan model kooperatif tipe jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar dikelas. Sebelum penelitan peneliti melakukan tahap pra siklus untuk memberi gambaran tentang model belajar yang akan dipakai sekaligus dibagikan tes awal untuk melihat kemampuan dasar siswa. Selain itu peneliti juga membagi siswa menjadi kelompok asal dan kelompok ahli. Peneliti memberikan sumber belajar dan bahan diskusi secara online pada kelompok ahli untuk dipelajari. Pada saat tatap muka, siswa memiliki waktu lebih banyak untuk meluruskan konsep, mendiskusikan hal - hal yang belum dimengerti saat belajar online. Siswa juga memiliki waktu lebih untuk menyampaikan gagasan dan ilmu kepada kelompok asalnya. Kegiatan pembelajaran ini berpusat pada siswa. Siswa menjadi lebih termotivasi, sehingga lebih aktif mengikuti rangkaian pembelajaran baik saat online maupun saat tatap muka. Hasil belajar siswa meningkat dapat dilihat dari hasil observasi dan hasil tes yang dilakukan siswa setiap akhir siklus.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA MATA PELAJARAN IPS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KEAKTIFAN SISWA KELAS IV SDN 2 MANTINGAN RIA WIDYASWATI; MARIA AGUSTINA AMELIA; MARCIANA SARWI
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v2i2.1297

Abstract

The background of this research is the learning outcomes and learning activities of fourth grade students of SDN 2 Mantingan in social studies subjects are low so it requires improvements to improve learning outcomes and active learning of fourth grade students of SDN 2 Mantingan in social studies subjects. The purpose of this study was to find out the improvement of learning outcomes and active learning of fourth grade students of SDN 2 Mantingan in social studies subjects using a problem based learning model. The type of research used is classroom action research. This research was conducted at SDN 2 Mantingan with a total of 32 research subjects. Data collection techniques used are tests and observations. The validity of the data used is expert judgment. The results showed that the use of problem based learning models could improve learning outcomes and active learning of fourth grade students at SDN 2 Mantingan in social studies subjects. In the pre-cycle the average value obtained by students was 62.84 with a classical completeness of 31.25%. Then in the first cycle the average value obtained by students is 74.21 with classical completeness 32.14%. From the pre-cycle to the first cycle there was an increase in the average value of student learning outcomes which was 11.37 and an increase in classical completeness 0.89%. In the second cycle, the average score obtained by the students was 75.34 with a classical completeness of 84.61%. From cycle I to cycle II there was an increase in the average score of 1.13 and an increase in classical completeness as much as 52.47%. The average value of student activity in the pre-cycle is 46.15% and is included in the criteria for being very less active. In the first cycle, the average value of student learning activity was 71.78% and was included in the criteria for being quite active. From the pre-cycle to the first cycle, there was an increase in learning outcomes as much as 25.63%. In cycle II, the average value of student learning activity is 86.92% and is included in the very active criteria. From cycle I to cycle II there was an increase of 15.14%. ABSTRAKLatar belakang dari penelitian ini adalah hasil belajar dan kekatifan belajar siswa kelas IV SDN 2 Mantingan pada mata pelajaran IPS termasuk rendah sehingga memerlukan perbaikan untuk menigkatkan hasil belajar dan keaktifan belajar siswa kelas IV SDN 2 Mantingan pada mata pelajaran IPS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menegtahui peningkatan hasil belajar dan keaktifan belajar siswa kelas IV SDN 2 Mantingan pada mata pelajaran IPS dengan menggunakan model problem based learning. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 2 Mantingan dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 32 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan observasi. Validitas data yang digunakan adalah expert judgment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar dan keaktifan belajar siswa kelas IV SDN 2 Mantingan pada mata pelajaran IPS. Pada pra siklus nilai rata-rata yang diperoleh siswa adalah 62,84 dengan ketuntasan klasikal 31,25%. Kemudian pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh siswa adalah adalah 74,21 dengan ketuntasan klasikal 32,14%. Dari pra siklus ke siklus I terjadi peningkatan nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 11,37 dan peningkatan ketuntasan klasikal 0,89%. Pada siklus II nilai rata-rata yang dipeorleh siswa adalah 75,34 dengan ketuntasan klasikal 84,61%. Dari siklus I ke siklus II terjadi peningkatan nilai rata-rata sebanyak 1,13 dan peningkatan ketuntasan klasikal sebanyak 52,47%. Nilai rata-rata kekatifan siswa pada pra siklus adalah 46,15% dan masuk dalam kriteria sangat kurang aktif. Pada siklus I nilai rata-rata keaktifan belajar siswa adalah 71,78% dan masuk dalam kriteria cukup aktif. Dari pra siklus ke siklus I terjadi peningkatan hasil belajar sebanyak 25,63%. Pada siklus II nilai rata-rata keaktifan belajar siswa adalah 86,92% dan masuk dalam kriteria sangat aktif. Dari siklus I ke siklus II terjadi peningkatan sebanyak 15,14%.
PENGELOLAAN SATUAN PENDIDIKAN DALAM RANGKA MENCETAK INSAN GENERASI MUDA YANG UNGGUL DI SMK TRI’S MAROS KABUPATEN MAROS ANDI NUROCHMAH
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v2i2.1298

Abstract

The purpose of this study is discibe how the education management unit is in order to produce superior young people. This research method is evaluation. Data collection tools, namely, interviews, documentation and observation. Based on data processing, the management of education units in SMKTRI’S MAROS in order to produce superior young generation is determined by the ability of principals with teachers, supervisors, and parents of students, so that the readiness of school leaders and teachers can succees in SMK TRI’S MAROS to be able to produce young generation superior. Advice for SMK TIS’S Maros principals should always have an effort to improve the ability as a change leader and optimize coaching for teachers to become more qualified and professional. ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimanakahpengelolaan satuan pendidikan dalam rangka mencetak insan generasi muda yang unggul.Metode penelitian inievaluasi. Alat pengumpulan data yaitu, wawancara, dokumentasi dan observasi. Berdasarkan pengolahan data maka pengelolaan satuan pendidikan pada SMK dalam rangka mencetak generasi muda yang unggul adalah ditentukan oleh faktor kemampuan kepala sekolah bersama guru, pengawas, dan orang tua siswa, sehingga kesiapan pimpinan sekolah dan guru dapat menyukseskan pendidikan di SMK TRI’S Maros Kabupaten Maros dalam rangka mencetak generasi muda yang unggul.Saran untuk kepala sekolah SMK TRI”S MarosKabupaten Maros hendaknya selalu berupaya untuk meningkatkan kemampuannya sebagai pemimpin perubahan dan dapat mengoptimalkan pembinaan kepada guru agar menjadi lebih berkualitas dan profesional.

Page 1 of 2 | Total Record : 11