cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
plusminus@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Jalan Terusan Pahlawan No 32, Sukagalih, Tarogong Kidul, Garut, Jawa Barat, Indonesia
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 27982904     EISSN : 27982920     DOI : -
Core Subject : Education,
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2798-2904 & e-ISSN: 2798-2798) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Plusminus terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Maret, Juli, dan November. Penerbit Plusminus adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2024): July" : 15 Documents clear
Dominant Visual Learning Styles Among Students: Implications for Differentiated Learning Kartina, Tina; Afriansyah, Ekasatya Aldila
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2024): July
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v4i2.2093

Abstract

Dalam pembelajaran berdiferensiasi, gaya belajar siswa harus diperhatikan agar guru dapat menentukan strategi pembelajaran yang tepat untuk memenuhi semua kebutuhan belajar siswa, Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan melakukan pengecekkan terhadap gaya belajar siswa. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. disimpulkan bahwa gaya belajar siswa kelas VII SMP Negeri 3 Banyuresmi didominasi oleh gaya belajar visual. Hasil pengumpulan angket, wawancara, dan observasi dilakukan sebagai cara untuk melakukan pengecekan (klarifikasi) atas hasil tes gaya belajar yang dilakukan pada laman akupintar. Ternyata ketiga siswa yang diambil sebagai objek penelitian menunjukkan hasil dominan gaya belajar visual, padahal menurut hasil tes pada laman akupintar siswa tersebut memiliki gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik. Tes gaya belajar ini perlu dilakukan agar guru dapat mempersiapkan strategi pembelajaran berdiferensiasi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa sesuai dengan gaya belajar yang berbeda-beda. In differentiated learning, students' learning styles must be taken into account so that teachers can determine appropriate strategies to meet all students' learning needs. This research aims to describe and analyze students' learning styles. The method used is a qualitative descriptive approach. The findings indicate that the learning styles of Class VII students at SMP Negeri 3 Banyuresmi are predominantly visual. Questionnaires, interviews, and observations were conducted to cross-check and clarify the results of the learning style tests administered on the Akupintar platform. The analysis revealed that the three students selected as research subjects exhibited dominant visual learning styles, even though the test results on the Akupintar platform indicated that these students possessed a combination of visual, auditory, and kinesthetic learning styles. Conducting learning style assessments is essential for enabling teachers to design suitable differentiated learning strategies that address the diverse learning needs of students.
Efektivitas Model Problem-Based Learning terhadap Kemampuan Spasial Matematis Siswa Pitriyani, Pitriyani; Sundayana, Rostina; Maryati, Iyam
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2024): July
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v4i2.2203

Abstract

Kemampuan spasial merupakan salah satu kemampuan matematis yang sangat penting dimiliki siswa khususnya dalam menyelesaikan masalah geometri. Untuk meningkatkan kemampuan spasial matematis perlu diterapkan model pembelajaran yang sesuai, yaitu model Problem-Based Learning (PBL). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas model PBL dalam meningkatkan kemampuan spasial matematis. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metod quasi experimental dan desain penelitian adalah pre-experimental. Dengan teknik purposive sampling, peneliti mengambil sampel siswa kelas VIII-I dari salah satu sekolah yang ada di kabupaten Garut. Pengumpulan data menggunakan tes dan observasi. Hasil uji-t, uji-z dan uji gain dapat disimpulkan bahwa penerapan model problem-based learning efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan spasial matematis siswa. Spatial ability is one of the mathematical skills that is very important for students, especially in solving geometry problems. To improve mathematical spatial ability, it is necessary to apply an appropriate learning model, namely the Problem-Based Learning (PBL) model. The purpose of this study is to determine the effectiveness of the PBL model in improving mathematical spatial ability. This study is quantitative research with a quasi-experimental method and the research design is pre-experimental. With the purposive sampling technique, the researcher took a sample of students in grades VIII-I from one of the schools in Garut district. Data collection uses tests and observations. The results of the t-test, z-test and gain test can be concluded that the application of the problem-based learning model is effectively used to improve students' mathematical spatial ability.
Assessing Problem-Solving Proficiency in Mathematics: Insights from Seventh-Grade Students Yeni Talia; Afriansyah, Ekasatya Aldila; Sumartini, Tina Sri
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2024): July
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v4i2.2206

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis adalah kemampuan dalam melakukan prosedur matematika untuk memecahkan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP kelas VII pada materi persamaan linear satu variabel. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif jenis deskriptif dengan subjek penelitian tiga orang siswa kelas VII yang memiliki kemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah. Instrumen yang digunakan adalah soal tes tulis, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan matematika tinggi bisa memenuhi 3-4 indikator, siswa dengan kemampuan matematika sedang dapat memenuhi 2-3 indikator, dan siswa dengan kemampuan matematika rendah hanya bisa memenuhi 1-2 indikator saja. Mathematical problem-solving ability refers to the capacity to perform mathematical procedures to solve problems. This study aims to analyze the mathematical problem-solving abilities of seventh-grade junior high school students on the topic of linear equations with one variable. This research is a qualitative descriptive study involving three seventh-grade students with high, medium, and low mathematical abilities as the subjects. The instruments used in the study included written test questions, interviews, and observations. The results indicated that students with high mathematical abilities were able to meet 3–4 indicators, students with medium mathematical abilities met 2–3 indicators, and students with low mathematical abilities met only 1–2 indicators.
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa yang mendapatkan Pembelajaran Student Teams Achievement Divison dan Problem Based Learning Nurmeliyanti, Astri; Nuraeni, Reni; Puspitasari, Nitta
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2024): July
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v4i2.2223

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang mendapatkan pembelajaran STAD dan PBL, kualitas kemampuan pemecahan masalah matematis terhadap kedua model. Metode penelitian adalah kuasi eksperimen. Instrumen yang digunakan berupa tes berbentuk uraian. Teknik analisis data menggunakan analisis kuantitatif yang diperoleh dari pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran STAD dan PBL; kualitas peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang mendapatkan model pembelajaran STAD dan PBL menunjukkan kualitas sedang. The research aimed to determine the differences in the improvement of mathematical problem-solving abilities between students who received STAD and PBL learning, as well as the quality of mathematical problem-solving abilities in both models. The research employed a quasi-experimental method. The instrument used was a descriptive test. The data analysis technique involved quantitative analysis based on pretest and posttest results. The findings indicate significant differences in the improvement of mathematical problem-solving abilities between students who received STAD and PBL learning. Furthermore, the quality of the improvement in mathematical problem-solving abilities for students exposed to both the STAD and PBL learning models was categorized as moderate.
Inquiry-Based Online Learning Model Using Metacognitive Strategy to Enhance Mathematics Critical Thinking Ability Luritawaty, Irena Puji; Rahmawati, Ulpah
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2024): July
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v4i2.2226

Abstract

Kemampuan berpikir kritis calon guru sangat menentukan perannya sebagai mentor dan fasilitator pendidikan. Untuk itu, diperlukan proses pembelajaran yang lebih fleksibel dan bersinergi dengan perkembangan zaman untuk mendorong eksplorasi dan keterlibatan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan berpikir kritis matematika menggunakan pembelajaran online berbasis inkuiri dengan strategi metakognitif. Penelitian ini melibatkan 60 orang siswa calon guru matematika, 30 orang dikelompokkan sebagai kelas eksperimen, dan 30 orang lainnya sebagai kelas kontrol. Masing-masing kelompok dibagi berdasarkan pengetahuan awal yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang mendapat pembelajaran online berbasis inkuiri dengan strategi metakognitif menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir kritis matematika yang lebih signifikan. Tren ini diamati di semua tingkat pengetahuan matematika awal. Secara keseluruhan, siswa yang mendapat pembelajaran online berbasis inkuiri dengan strategi metakognitif menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir kritis matematika pada semua kategori. The critical thinking ability of prospective teacher is crucial to their role as mentors and educational facilitators. For this reason, a learning process is needed that is more flexible and synergistic with current developments to encourage exploration and involvement. Therefore, this study aimed to examine the critical thinking ability of mathematics using inquiry-based online learning with a metacognitive strategy. This research involved 60 prospective mathematics teacher students, 30 people were grouped as the experimental class, and 30 other people as the control class. Each group is divided according to initial knowledge, namely high, medium, and low. The results showed that students who received inquiry-based online learning with metacognitive strategy demonstrated more significant improvement in mathematics critical thinking ability. This trend was observed across all initial mathematics knowledge levels. Overall, students who received inquiry-based online learning with metacognitive strategy demonstrated improved mathematics critical thinking ability in all categories.

Page 2 of 2 | Total Record : 15