cover
Contact Name
Ebni Sholikhah
Contact Email
ebnisholikhah@uny.ac.id
Phone
+6282220388720
Journal Mail Official
kebijakan_pendidikan@uny.ac.id
Editorial Address
Prodi Kebijakan Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta Jln Colombo No 1, Karangmalang Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 2746007X     DOI : https://doi.org/10.21831/sakp.v10i2
Spectrum Analisis Kebijakan Pendidikan is an open access, and peer-reviewed journal. This journal focuses on publishing articles on student research results for undergraduate, postgraduate, and doctoral students. This journal is published every three months. The theme of this journal covers the results of research in the field of education and education policy.
Articles 314 Documents
ANAK DI SD NEGERI NGUPASAN YOGYAKARTA Sutrisna, Yahya
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 7, No 2 (2018): spektrum analisis kebijakan pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v7i2.13079

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan implementasi Kebijakan sekolah ramah anak serta faktor pendukung dan penghambatnya di SD Negeri Ngupasan Yogyakarta.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskreptif kualitatif. Subyek dari penelitian ini yaitu kepala sekolah, guru, siswa, dan pegawai dinas dengan obyek penelitian meliputi Implementasi Kebijakan Sekolah Ramah Anak di SD Negeri Ngupasan Yogyakarta. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Milles dan Huberman meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dan uji keabsahan data menggunakan trianggulsi sumber.Hasil penelitian menunjukan bahwa Implementasi Kebijakan Sekolah Ramah Anak di SD Negeri Ngupasan Yogyakarta meliputi: (1) tujuan kebijakan sekolah ramah anak sudah terlihat, bisa dilihat dari sikap para siswa yang telah merasa aman dan nyaman berada disekolah; (2) sumber daya manusia, dan sumberdaya sarana parasarana yang mendukung implementasi kebijakan sekolah ramah anak dan sumber daya finansial yang bersumber dari dinas; (3) badan pelaksana yang bertanggung jawab dalam menjalankan kebijakan sekolah ramah anak adalah tim sekolah ramah anak terdiri dari guru dan juga paguyuban wali murid; (4) dampak setelah adanya sekolah ramah anak adalah dukungan positif dari berbagai pihak terutama siswa dan orang tua siswa; (5) sikap setelah adanya kebijakan sekolah ramah anak tentunya semua pihak mendukung dalam keberhasilan kebijakan tersebut terutama guru dan kepala sekolah; (6) komunikasi, adanya sosialisasi mengenai kebijakan sekolah ramah anak kepada guru, siswa, dan orang tua serta merangkul instansi dan dinas terkait. Faktor Pendukung berupa sikap positif dan dukungan dari berbagai pihak serta adanya komitmen dari pihak sekolah dalam keberhasilan kebijakan sekolah ramah anak. Faktor penghambat berupa waktu pelaksanan kebijakan, komunikasi, kurangnya pemenuhan sarana dan prasarana yang ramah anak terutama anak berkebutuhan khusus.Kata Kunci : implementasi Kebijakan, Sekolah Ramah Anak. SD Negeri Ngupasan YogyakartaABSTRACTThis research is aimed to descripe the implementation of children-friendly school policy and its supporting and hampering factors at Ngupasan State Primary School Yogyakarta.This research utilizes descriptive qualitative research type. The subjects of this research are headmaster, teachers, students, and official staff. The object of this research includes The Implementation of children-friendly school policy at Ngupasan State Primary School Yogyakarta. The data collection techniques are observation, interview, and documentation. The data analysis technique uses Miles and Huberman’s model which includes data reduction, presentation and conclusion remarks. The data validity test uses source triangulation.The research result indicates that the Implementation of the policy of Children-friendly school at Ngupasan State Primary School includes: (1) the objective of the chidlren-friendly school policy has been fullfilled. It is seen from the students’ attitude who feel safe and comfortable to stay at school; (2) the human resource and facilities resource which support the implementation of children-friendly school policy and financial resource which is sourced from the government service; (3) the implementer agency which is responsible in carrying out the children-friendly school policy is the team of children-friendly school that consists of teachers and students’Anak di SD…(Yahya Sutrisna) 191guardian; (4) the effect of the school existence is positive support given by many parties, especially students and their parents; (5) the attitude after the implementation of children-friendly school is that all parties support the success, especially the teachers and headmaster: (6) communication. The socialization on children-friendly school policy which is performed towards teachers, students and parents and embrace relevant institutions and official. The supporting factors are in form of positive attitude and support given by various parties and the commitmet of school in the success of children-friendly school policy. The hampering factors are in forms of the policy implementation, communication and lack fullfilment of facilities and acommodation which are children-friendly, for example for special need children.Keywords: Policy implementation, Children-friendly school, Nggupasan State Primary School Yogyakarta
PENANAMAN KARAKTER KEMANDIRIAN ANAK DALAM KELUARGA MENIKAH USIA MUDA DI SEMIN GUNUNGKIDUL Meyleni, Meyleni
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 8, No 1 (2019): spektrum analisis kebijakan pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v8i1.15839

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang penanaman karakter kemandirian anak dalam keluarga menikah usia muda di Semin, Gunungkidul. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, yang akan menggambarkan keadaan sebenar-benarnya yang terjadi di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasangan menikah pada usia muda menanamkan kemandirian dalam aspek emosi, sosial, dan intelektual pada anak sejak usia dini dengan menggunakan metode keteladanan, pembiasaan, dialog, ganjaran, dan internalisasi. Pola asuh yang digunakan adalah demokratis yaitu pola asuh yang memberikan kebebasan kepada anak untuk mengeksplorasi pengetahuan dan menanamkan kemandirian, pola asuh otoriter digunakan untuk kontrol yang berbahaya. Ada tiga faktor pendukung yaitu, anak memiliki sifat aktif dan kreatif, memiliki keluarga besar (extended family), anggota keluarga ikut berperan dalam penanaman kemandirian anak. Faktor penghambat ada tiga yaitu, ketika anak rewel dan sulit diatur, ketika anak bersama dengan temannya yang tidak mau mendengar nasehat orangtua, usia anak yang masih terlalu dini belum paham himbauan.Kata kunci : penanaman kemandirian, pasangan menikah usia muda, keluarga.AbstractThe purpose of this study was to describe the planting of children's independence in the family of married couples at a young age at Semin, Gunungkidul. This research is a descriptive qualitative research, which will describe the true situation that occurred at the research location. The results showed that married couples at a young age instill independence in the emotional, social, and intellectual aspects of children from an early age by using democratic parenting patterns, namely parenting that gives children freedom to explore knowledge and instill independence. Exemplary method is a method often used by parents, besides that there are other methods of habituation, dialogue, rewards, and internalization. There are three supporting factors, namely, the child has an active and creative nature, has a lot of family members, family members play a role in planting children's independence. There are three inhibiting factors, namely, when the child is fussy and difficult to manage, when the child is fussy and difficult to manage, when the child, together with a friend who does not want to hear parental advice, the age of the child who is still too early is still difficult to explain.Keywords: self-reliance planting, married couple young age, family.
PENDIDIKAN KARAKTER DI KAWASAN BERESIKO PROSTITUSI PASAR KEMBANG : STUDI KASUS DI TK PKK SOSROWIJAYAN YOGYAKARTA Fauzi, Yulia
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 7, No 3 (2018): spektrum analisis kebijakan pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v7i3.13092

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan tentang pelaksanaan pendidikan karakter di TK PKK Sosrowijayan, 2) mengidentifikasi karakter yang terbentuk dalam pendidikan karakter di TK PKK Sosrowijayan, dan 3) mendeskripsikan tantangan dalam pelaksanaan pendidikan karakter di TK PKK Sosrowijayan.Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini yakni siswa, guru, kepala sekolah, dan orangtua siswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode wawancara, observasi dan kajian dokumen. Keabsahan data yang digunakan yakni triangulasi data, perpanjangan penelitian dan diskusi teman sejawat.Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) pelaksanaan pendidikan karakter di TKK PKK Sosrowijayan menggunakan metode belajar sambil bermain dan karyawisata. Guru menggunakan metode pembiasaan, dan teladan pada siswa, yang juga diberikan reward bagi siswa, 2) Karakter yang terbentuk yakni religius, kesopanan, cinta kebersihan dan keberanian, 3) tantangan dalam pelaksanaannya yakni lingkungan prostitusi yang tidak mendukung, rasa ingin tahu anak yank tinggi, dan mencari guru honorer untuk pelajaran seni lukis, seni tari dan marching band.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Taman Kanak-kanak, Kawasan ProstitusiAbstractThis study aims to 1) describe the implementation of character education in TK PKK Sosrowijayan,2) to identify the character formed in character education in TK PKK Sosrowijayan, and 3) to describe the challenge in the implementation of character education in TK PKK Sosrowijayan.This research is a case study research using qualitative approach. Subjects in this study ie students, teachers, principals, and parents. Data were collected using interview method, observation and document review. The validity of the data used is data triangulation, research extension and peer discussion.The results showed that 1) the implementation of character education in TKK PKK Sosrowijayan using learning methods while playing and field trip. The teacher uses the method of habituation, and the example on the students, which is also given rewards for students, 2) the character that is formed that is religious, politeness, love cleanliness and courage, 3) the challenge in the implementation of the environment prostitution is not supportive, , and looking for honorary teachers for painting, dance and marching band lessons.Keywords: Character Education, Kindergarten, Prostitution Area
IMPLEMENTASI PROGRAM PENDIDIKAN PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA BERBASIS SEKOLAH DI SMPN 9 YOGYAKARTA Novianto, Suryo Fajar
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 8, No 2 (2019): spektrum analisis kebijakan pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v8i2.15850

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program pendidikan pencegahan penyalahgunaan narkoba berbasis sekolah yang dilaksanakan di SMPN 9 Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan program dilakukan dengan kegiatan penyuluhan, razia dan lomba yang bertemakan narkoba. Dengan adanya program ini membantu siswa untuk mengetahui dampak dari penyalahgunaan narkoba dan dapat menghindarinya. Sedangkan untuk faktor pendukung dan penghambat dalam program pendidikan pencegahan penyalahgunaan narkoba di SMPN 9 Yogyakarta, faktor pendukung: adalah adanya sinergitas antara stakeholder program sekolah dan fasilitas yang memadai. Faktor penghambat: terletak pada SDM yaitu banyaknya kegiatan siswa dan belum adanya pelatihan untuk guru pendamping serta belum adanya pendanaan.Kata kunci : Implementasi, Penyalahgunaan Narkoba, Program SekolahAbstractThis study aims to describe the implementation of the school-based drug abuse prevention education program held in Junior High School 9 of Yogyakarta.This study used a descriptive qualitative approach. The results of the study showed that the program was carrid out with counseling activities, raids, and drug-themed competitions. The existence of this program helps students to know the effects of drug abuse and can sense it.. As for the supporting and inhibiting factors in the prevention of drug abuse education program in Junior High School 9 of Yogyakarta, supporting factors: is the synergy between the school program stakeholders and adequate facilities. The inhibiting factor: lies in Human Resources, namely the number of student activities and the absence of training for accompanying teachers and the lack of funding.Keywords: Implementation, Drug Abuse, School Program
URGENSI TRANSFORMASI PENDIDIKAN KETERAMPILAN DI SMA N 1 PATUK GUNUNGKIDUL D.I. YOGYAKARTA Anjarwati, Ririn
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 7, No 5 (2018): spektrum analisis kebijakan pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v7i5.13152

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai perumusan kebijakan sekolah mengenai pendidikan keterampilan di SMA N 1 Patuk dan memaparkan deskripsi urgensi transformasi pendidikan keterampilan yang diselenggarakan oleh SMA N 1 Patuk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi pendidikan keterampilan di SMA N 1 Patuk menjadi sebuah hal yang urgen, karena kondisi sekolah. Perumusan kebijakan pendidikan keterampilan dengan menggunakan pendekatan social demand approach. Perumusan kebijakan dilakukan melalui 3 fase yaitu: sasaran dan identifikasi kebutuhan, pembuatan kebijakan dan perancangan anggaran. Faktor penghambat dalam perumusan kebijakan adalah ruang keterampilan yang kurang luas dan status guru keterampilan yang masih honorer. Faktor pendukung dalam perumusan kebijakan adalah tersedianya ruang praktik keterampilan. Penyelenggaraan pendidikan keterampilan sudah memenuhi 2 syarat dari 4 syarat transformasi pendidikan yaitu adanya hubungan edukatif dan suasana yang memadai. Syarat yang belum cukup terpenuhi adalah sarana dan perlengkapan pendidikan keterampilan serta metode pendidikan yang sesuai.Kata Kunci: pendidikan keterampilan, transformasi pendidikan, peserta didikAbstracsThis study aims to provide an overview of the formulation of school policy on skills education in SMA N 1 Patuk and describes a description of the urgency of the transformation of skills education organized by SMA N 1 Patuk. This research uses qualitative approach with case study method. The results showed that the formulation of school policy using social demand approach approach through 3 fases: identify of needs, poliy’s formulation, and budgeting. Inhibiting factors in policy formulation are lesser skill spaces and still-honored teacher-teacher status. The supporting factor in policy formulation is the availability of skills practice space. Implementation of skills education has met the 2 requirements of the four conditions of education transformation that is the relationship of education and atmosphere adequate. Requirements that have not been adequately met are the requirements of educations methods and appropriate skills education’s tools.Keywords: skills education, policy, students
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN SPEKTRUM KEAHLIAN DI SMKN 2 DEPOK SLEMAN Darmawan, Muhammad Rizky
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 8, No 4 (2019): spektrum analisis kebijakan pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v8i4.15867

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan implementasi kebijakan spektrum keahlian, serta faktor pendukung dan penghambat implementasi kebijakan spektrum keahlian di SMKN 2 Depok Sleman. Penelitian implementasi kebijakan ini mengacu pada teori implementasi kebijakan Edward III yang menekankan pada empat aspek pokok implementasi yakni, komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teori dari Miles dan Huberman yakni, pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian (1) Implementasi kebijakan spektrum keahlian di SMKN 2 Depok Sleman didukung oleh: a) Komunikasi dengan mengadakan workshop spektrum keahlian dengan mengundang dari pihak Balai Dikmen dan Dinas Pendidikan Provinsi DIY dan sosialisasi kepada orang tua siswa. b) Sumber daya didukung oleh sumber daya manusia melalui staf manajemen sekolah, sumber dana dari pemerintah, orang tua, komite sekolah, perguruan tinggi dan pihak dunia usaha dan dunia industri (DUDI). c) Disposisi didukung dengan komitmen penuh dalam menjalankan kebijakan. d) Struktur birokrasi didukung oleh tim staf manajemen sekolah yang termuat didalam SK dari sekolah. (2) Faktor pendukung berupa adanya dukungan dari staf manajemen sekolah dan para implementator kebijakan lainnya. Sedangkan faktor penghambatnya berupa penyelenggaraan bidang keahlian tidak bisa dilakukan secara serentak, masih kurangnya anggaran untuk kelengkapan alat dan instrumen.Kata kunci: Implementasi kebijakan, Spektrum keahlian, SMKN 2 Depok SlemanAbstractThis study aims to describe the spectrum expertise policy implementation, as well as supporting and inhibiting factors in the spectrum of policy implementation in SMK 2 Depok Sleman. This research on policy implementation refers to the theory policy implementation of Edward III which emphasizes four main aspects of implementation, namely, communication, resources, disposition and bureaucratic structure. Data collection techniques used by researchers were observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques use the theory of Miles and Huberman, namely, data collection, data condensation, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study are as follows: (1) Implementation of the spectrum of expertise policies at Depok Sleman 2 Vocational Schools supported by: a) Communication by organizing a spectrum of expertise workshops invited from the DIY Dikmen and DIY Provincial Education Offices and dissemination to parents students. b) Resources are supported by human resources through school management staff, funding sources from the government, parents, school committees, universities, and DUDI (business and industrial world). c) Disposition is supported by full commitment in carrying out policies. d) The bureaucratic structure is supported by a team of school management staff contained in the decree from the school. (2) Supporting factors in the form of support from school management staff and other policy implementers. while inhibiting factors in the form of organizing the field of expertise cannot be carried out simultaneously, there is still a lack of budget for completing tools and instruments.Keyword: Policy implementation, spectrum of expertise, SMKN 2 Depok Sleman
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP (LIFE SKILL)DI SMK NEGERI 1 TRUCUK KLATEN Syafiq, Athfin Risqi
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 5, No 5 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v5i5.5316

Abstract

Penelitian yang berjudul Implementasi Kebijakan Pendidikan Kecakapan Hidup Di SMK Negeri 1 Trucuk, dilatar belakangi karena permasalahan yang terjadi dalam pelaksanaan proses pembelajaran pendidikan kecakapan hidup (life skills). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan yang digunkan di SMK Negeri 1 Trucuk dalam pelaksanakan pendidikan kecakapan hidup. Selain itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaan pendidikan kecakapan hidup serta sejauh mana peran SMK Negeri 1 Trucuk dalam mengembangkan pendidikan kecakapan hidup.Penelitian ini menggunkan jenis penelitian dengan pendekatan diskriptif yang bersifat eksploratif. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru dan siswa yang diambil sempelnya. Teknik yang digunakan dalam pengambilan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik analisis data Deskriptif dengan langkah-langkah berupa reduksi data, kategorisasi data, dan sintesisasi data.Berdasarkan hasil penelitian tentang implementasi pendidikan kecakpan hidup di SMK Negeri 1 Trucuk, dapat ditarik kesimpulan bahwa: 1) kebijakan sekolah terhadap pendidikan life skil dipergunakan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional Indonseia. Maka dari itu, sekolahan menerapkan pendidikan life skil. 2) Usaha yang dilakukan sekolah dalam upaya menerapkan pendidikan kecakapan  hidup  di SMK Negeri  1  Trucuk adalah dengan  menyesuaikan kurikulum yang digunakan dengan pendidikan kecakapan hidup. Penyesuian yang dilakuakn adalah dengan menerapkan ”life skill educations”. 3) Dukungan yang diberikan sekolah bersifat pengembangan dari kurikulum yang ada.Kata kunci: pendidikan life skill, implementasi, kebijakan
KONSTRUKSI KELUARGA PADA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DARING SELAMA PANDEMI COVID-19 DI DESA CIBANGKONG KABUPATEN BANYUMAS Agusty, Awalia Hening
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 10, No 2 (2021): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v10i2.17354

Abstract

This study aims: to describe how families construct online learning policies are reviewed from the differentiation of economic background as well as supporting factors and inhibitory factors. The research approach uses descriptive qualitative. The subjects of the study were parents who had primary school-age children. Data collection techniques using observations, interviews, documentation. The data is analyzed using interactive methods. The validity of the data is tested by triangulation techniques and source triangulation. The results of the study: (1) Family construction on online learning, parents with upper-middle economic level can access education easily, while parents with lower economic levels have difficulty in accessing education. Parent role: Pre-learning: not playing an active role, Learning implementation: active role, Post-Learning: passive-active. (2) Supporting factors: availability of online learning tools, availability of WiFi as internet source, including tutoring children, support from family. Inhibitory factors: inadequate facilities, teacher's lack of creativity in designing online learning, changes in the learning environment make children lose learning motivation, lack of parental knowledge. Keywords: Family Construction, Economic Background, Online Learning
IMPLEMENTASI KELAS BILINGUAL DI SMP NEGERI 1 BATURETNO WONOGIRI Dewi, Tri Angga
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 5, No 2 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v5i2.5197

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Proses perumusan kelas bilingual di SMP Negeri 1 Baturetno, (2) Implementasi kelas bilingual di SMP Negeri 1 Baturetno, (3) Faktor pendukung dan penghambat penyelenggaraan kelas bilingual di SMP Negeri 1 Baturetno. Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif yang mempelajari masalah yang terjadi. Hasil analisis data berupa pemaparan tentang situasi yang terjadi dan berupa narasi. Subyek dari penelitian ini adalah wakil kepala sekolah, ketua program kelas bilingual, guru kelas bilingual, serta siswa kelas bilingual. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Trianggulasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah trianggulasi sumber dan teknik. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti, dengan menggunakan pedoman observasi, pedoman wawancara, dan pedoman dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Perumusan kebijakan kelas bilingual dibuat oleh warga sekolah, khususnya guru bahasa Inggris dan kepala sekolah atas rekomendasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten. (2) Implementasi kelas bilingual mencakup empat hal, yaitu komunikasi, sumber daya manusia, disposisi, dan struktur birokrasi. Komunikasi yang dimaksud adalah komunikasi yang terjadi antara guru dengan siswa, sekolah dengan dinas terkait, dan komunikasi yang terjadi antar warga sekolah. Sumber daya manusia yang dimaksud adalah guru dan warga sekolah yang mendukung penyelenggaraan kelas bilingual. Disposisi yang dimaksud yaitu dukungan dan motivasi warga sekolah dalam penyelenggaraan kelas bilingual. Kemudian struktur birokrasi yang dimaksud adalah struktur organisasi dalam kelas bilingual. Implementasi tersebut berjalan cukup baik, hal tersebut terlihat dari proses pembelajaran yang menggunakan dua bahasa pengantar, yaitu bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Akan tetapi, dalam proses pembelajaran tersebut masih terdapat guru yang mengalami kesulitan dalam penggunaan dua bahasa. Implementasi juga berjalan baik melalui berbagai kegiatan yang khusus dilakukan di kelas bilingual. kegiatan tersebut antara lain outbound, outting class, dan kunjungan ke kampung Inggris, Pare, Kediri. (3) Faktor pendukung implementasi kelas bilingual adalah semangat siswa yang tinggi, semangat guru yang tinggi, serta sarana prasarana yang memadai. (4) Faktor penghambat implementasi kelas bilingual adalah masih adanya guru yang kesulitan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.Kata kunci: Implementasi, Kelas Bilingual
KULTUR SEKOLAH DI SEKOLAH DASAR NEGERI PUJOKUSUMAN 1 YOGYAKARTA Murti, Elsa
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 9, No 1 (2020): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v9i1.17037

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kultur sekolah di SD Negeri Pujokusuman 1 Yogyakarta. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif. Teknik analisis data yakni pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembudayaan kultur sekolah di SD Negeri Pujokusuman 1 Yogyakarta adalah sebagai berikut. (1) Artifak fisik yang dimiliki SD Negeri Pujokusuman 1 Yogyakarta telah menggambarkan kultur positif dan dapat memberikan suasana sejuk, sehat dan nyaman bagi seluruh warga sekolah. (2) Artifak non fisik yang dimiliki SD Negeri Pujokusuman 1 Yogyakarta berupa interaksi warga sekolah yang baik, dan kegiatan rutin sekolah seperti upacara bendera setiap hari senin, salam pagi yang dilakukan setiap hari sebelum pembe lajaran, serta menyanyikan lagu nasional. (3) Nilai-nilai yang dibudayakan di SD Negeri Pujokusuman 1 Yogyakarta adalah nilai kebersihan, berprestasi, kedisiplinan, religius, kejujuran dan sopan santun. (4) Program-program yang dilakukan dalam membangun kultur sekolah di SD Negeri Pujokusuman 1 Yogyakarta adalah program TPA, sholat Jumat, Jumat bersih, senam pagi setiap hari Jumat, ekstrakurikuler di bidang olahraga dan kesenian serta pembentukan 8 tim inti yaitu tim lomba, Ujian Nasional, adiwiyata, ramah Anak, literasi, pembelajaran, sarana dan prasarana, dan ekstrakurikuler. Kata kunci: Kultur Sekolah, SD Negeri Pujokusuman 1 Yogyakarta AbstractThis research aims at describing school culture in Elementary School of Pujokusuman 1 Yogyakarta.  This method of research uses a qualiti approach, The type of research is a qualitative descriptive. The results showed that the cultural culture of schools in Elementary School of  Pujokusuman 1 Yogyakarta is as follows. (1) Physical artifacts owned by Elementary School of  Pujokusuman 1 Yogyakarta has described a positive culture and can provide an atmosphere Cool, healthy and comfortable for all the school citizens. (2) Non-physical artifacts owned by Elementary School of  Pujokusuman 1 Yogyakarta form the interaction of good school citizens, and routine school activities such as the flag ceremony every Monday, greetings morning done every day before the study, and sing Anthem. (3) The values that are cultivated in Elementary School of  Pujokusuman 1 Yogyakarta is the value of cleanliness, achievement, discipline, religious, honesty and courtesy. (4) programs conducted in building school culture in Elementary School of  Pujokusuman 1 Yogyakarta is TPA Program, Friday prayers, SEMUTLIS,  clean Friday, morning gymnastics every Friday, extracurricular in the field of Sports and artistry and the establishment of 8 core teams, namely race teams, national examinations, adiwiyata, child-friendly, literacy, learning, facilities and infrastructure, and extracurricular. Keywords: School culture, Elementary School of  Pujokusuman 1 Yogyakarta

Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 14, No 4 (2025): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 14, No 3 (2025): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 14, No 2 (2025): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 14, No 1 (2025): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 13, No 4 (2024): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 13, No 3 (2024): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 13, No 2 (2024): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 13, No 1 (2024): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 12, No 4 (2023): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 12, No 3 (2023): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 12, No 2 (2023): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 12, No 1 (2023): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 11, No 4 (2022): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 11, No 3 (2022): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 11, No 1 (2022): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 10, No 4 (2021): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 10, No 3 (2021): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 10, No 2 (2021): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 10, No 1 (2021): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 9, No 3 (2020): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 9, No 2 (2020): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 9, No 1 (2020): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 8, No 4 (2019): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 8, No 3 (2019): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 8, No 2 (2019): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 8, No 1 (2019): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 7, No 6 (2018): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 7, No 5 (2018): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 7, No 4 (2018): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 7, No 3 (2018): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 7, No 2 (2018): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 7, No 1 (2018): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 6, No 8 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 6, No 7 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 6, No 6 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 6, No 5 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 6, No 4 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 6, No 3 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 6, No 2 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 6, No 1 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 5, No 7 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 5, No 6 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 5, No 5 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 5, No 4 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 5, No 3 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 5, No 2 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 5, No 1 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 4, No 2 (2015): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 4, No 1 (2015): spektrum analisis kebijakan pendidikan More Issue