cover
Contact Name
Nurul Rochmah
Contact Email
nurul-rochmah@untag-sby.ac.id
Phone
+6285964020699
Journal Mail Official
jurnalextrapolasi@untag-sby.ac.id
Editorial Address
Jl. Semolowaru 45
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Extrapolasi
ISSN : 16938259     EISSN : 2721978X     DOI : https://doi.org/10.30996/ep.v20i02
Core Subject : Engineering,
Focus and Scope Extrapolasi is published by Department of Civil Engineering Faculty of Technology, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. The Extrapolasi editorial is very open in accepting articles related to : Building Materials and Structures Constructions Technology Constructions Management, Road and Bridge Engineering Earthquake Engineering, Geotechnical Engineering, Hydraulic Structures and Drainage Structural Engineering, Surveying and Geo-Spatial Engineering Transportation Engineering.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 02 (2014)" : 10 Documents clear
EVALUASI MANFAAT PROGRAM SANITASI LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT (SLBM) DI KABUPATEN BANGKALAN Setiawan, Andi
EXTRAPOLASI Vol 7 No 02 (2014)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v7i02.972

Abstract

Program Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat (SLBM) adalah salah satu program yang dilaksanakan di daerah dengan bantuan dari Pemerintah Pusat. Target Program Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat (SLBM) adalah mengembangkan kemampuan masyarakat dan pemerintah daerah serta mempersiapkan mereka dalam menjalankan peran dan wewenang baru yang dilimpahkan kepada daerah, sehubungan dengan desentralisasi pemerintah melalui pembangunan prasarana dasar.  Program Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat (SLBM) telah dilaksanakan di Kabupaten Bangkalan pada tahun 2010. Dengan berakhirnya program ini perlu dilakukan evaluasi sejauhmana manfaat Program SLBM di dalam pelaksanaannya membawa hasil sesuai tolok ukur yang telah ditentukan.  Jenis penelitian Evaluasi Manfaat Program Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat (SLBM) di Kabupaten Bangkalan adalah bersifat evaluatif dengan pengambilan sampel penelitian yang dilaksanakan pada penerima Program Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat (SLBM) Tahun 2010.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel: keikutsertaan masyarakat dalam pembangunan desa, kesadaran masyarakan untuk menghilangkan kebiasaan masyarakat Buang Air Besar Sembarangan (BABS), dan Pengelolaan air limbah permukiman melalui pengembangan kapasitas kelembagaan dan Sumber Daya Manusia (SDM) memiliki hubungan yang kuat dan signifikan terhadap Keberhasilan Program Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat (SLBM) di Kabupaten Bangkalan dimana masing-masing nilai korelasi yang dihasilkan lebih besar dari r tabel = 0,254.Kata kunci: Kesejahteraan, Kesehatan, Kelembagaan SDM
PENGENDALIAN BIAYA DAN WAKTU DENGAN METODE EARNED VALUE (Studi Kasus : Proyek Struktur dan Arsitektur Production Hall-02 Pandaan) Kartikasari, Dwi
EXTRAPOLASI Vol 7 No 02 (2014)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v7i02.963

Abstract

Dalam pelaksanaan suatu proyek jarang ditemui suatu proyek yang berjalan tepat sesuai dengan yang direncanakan. Untuk menghindari kerugian dapat dilakukan pengendalian proyek baik dalam aspek biaya dan waktu dengan metode Earned Value. Pengendalian dilakukan pada proyek Struktur & Arsitektur Production Hall-02 Pandaan, karena pada pelaksanaan proyek mengalami keterlambatan selama empat minggu dari perencanaan. Dari data yang diperoleh dari kontraktor pelaksana, dilakukan perhitungan nilai ACWP (Actual Cost of Work Performance), BCWS (Budgeted Cost Work Schedule), dan BCWP (Budgeted Cost for Work Performed). Dari parameter tersebut dilakukan estimasi terhadap aspek biaya dan waktu. Selanjutnya menganalisa percepatan proyek pada lintasan kritis pekerjaan. Analisis Earned Value dilakukan pada minggu ke-14 dengan nilai ACWP Rp. 10.468.012.258,01, nilai BCWS Rp. 12.471.916.830,34 dan nilai BCWP Rp. 9.729.793.225,00. Hasil analisis data diperoleh estimasi nilai akhir proyek sebesar Rp. 18.339.852.330,84 dengan penyelesaian waktu pelaksanaan selama 170 hari.Kata kunci : Pengendalian proyek, earned value
IDENTIFIKASI DAN PENGENDALIAN SERTA ANALISIS BIAYA RESIKO TERHADAP K3 (KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA) PADA PROYEK PEMBANGUNAN UNIVERSITAS WIDYA MANDALA PAKUWON CITY SURABAYA Rahaded, Imelda Natalia
EXTRAPOLASI Vol 7 No 02 (2014)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v7i02.968

Abstract

Masalah Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara umum di Indonesia masih sering terabaikan.Hal ini ditunjukkan dengan masih tingginya angka kecelakaan kerja. Pada penelitian ini akan diteliti mengenali identifikasi resiko K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), bagaimana tindakan penanganan/ pengendalian K3, serta analisis biaya K3 yang berkaitan dengan kegiatan proyek pembangunan Universitas Widya Mandala Pakuwon City Surabaya.  Dalam penelitian ini akan digunakan metode penilaian menggunakan matriks penilaian resiko yang bersumber dari Suardi 2005:80 penilaian resiko. Setelah diidentifikasi dan dinilai resiko-resiko tersebut akan dilakukan usulan perbaikan menggunakan metode RCA (Root Cause Analysis). Selanjutnya dilakukan analisis biaya terhadap usulan pengendalian resiko. Dari penelitian ini diperoleh tiga resiko tertinggi, yaitu : bongkar bekesting kolom terdapat resiko orang jatuh dengan indeks resiko sebesar 7,92, pekerjaan jasa dan saluran terdapat resiko longsornya galian dengan indeks resiko sebesar 7,56, pekerjaan galian slub terdapat resiko longsornya galian dengan indeks resiko sebesar 6,48. Dengan biaya yang diusulkan untuk pengendalian sebesar Rp. 170.160.400 (seratus tujuh puluh juta seratus enam puluh ribu empat ratus rupiah). Disarankan bahwa dalam penelitian tersebut perlu dilakukan penelitian mengenali sistem reward and punishment yang efektif untuk sistem manajemen resiko.Kata kunci :  Identifikasi resiko, Pengendalian resiko, Analisis biaya
PERENCANAAN PENGGUNAAN ALAT BERAT DAN BIAYA (Studi Kasus Kegiatan Pembangunan Sekolah Terpadu Samarinda) Oetomo, Wateno; ., Rudiansyah
EXTRAPOLASI Vol 7 No 02 (2014)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v7i02.964

Abstract

Sekolah merupakan tempat belajar, agar memenuhi kriteria bertaraf internasional atau disebut sekolah terpadu haruslah dilengkapi ruangan belajar yang sangat memadai serta fasilitas-fasilitas pendukung baik diarahkan untuk turut mendukung dalam pengembangan pendidikan di provinsi Kalimantan Timur, untuk itu Pemerintah Kota Samarinda menyusun langkah strategis melakukan pengembangan dan meningkatkan status sekolah tersebut yang dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat (konsumen) di wilayahnya. Waktu pelaksanaan proyek yang semula direncanakan dalam 430 hari kalender (Mei 2008-Juli 2009) pada akhirnya mengalami re-schedule (Mei 2010). Pelaksanaan pekerjaan pematangan lahan (land clearing) pada Kegiatan Pembangunan Sekolah Terpadu Samarinda didominasi oleh penggunaan alat berat. Pemilihan dan penentuan komposisi setiap peralatan tergantung pada karakteristik penggunaan, pemilihan dan penentuan jumlah alat yang tepat agar peralatan dapat beroperasi secara efektif, biaya alat berat dapat ditekan seminimal mungkin sehingga tidak berakibat kesalahan dan kerugian.  Penyusunan penelitian ini menggunakan teori produktifitas alat berat, penentuan jenis dan jumlah alat sesuai dengan medan, lokasi dan jenis tanah yang digali. Komposisi alat yang dipakai akan mempengaruhi waktu dan biaya yang dibutuhkan dengan tujuan mencari hubungan antara biaya dan waktu yang optimum pada pelaksanaan pekerjaan galian dan timbunan pada pematangan lahan Pembangunan Sekolah Terpadu Samarinda pada jam kerja normal yaitu 8 jam.   Hasil perolehan waktu optimum yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan galian dan timbunan tanah pada Kegiatan Pembangunan Sekolah Terpadu Samarinda didapatkan hasil perhitungan yaitu 1.360 jam (170 hari) dengan jam kerja normal. Biaya yang dibutuhkan adalah sebesar Rp. 3.276.810.025,00 (Tiga milyar dua ratus tujuh puluh enam juta delapan ratus sepuluh ribu dua puluh lima rupiah).Kata kunci : Alat Berat, Optimalisasi
ANALISIS RESIKO KONSTRUKSI SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM UMBULAN Dewi Kurnia Sari, Firta Riyanti
EXTRAPOLASI Vol 7 No 02 (2014)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v7i02.969

Abstract

Proyek SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) Umbulan merupakan proyek prioritas  Pemerintah  yang terdapat dalam MP3EI dengan  masa konsesi berlangsung selama 25 tahun. Jangka waktu yang panjang ini akan menimbulkan banyak resiko, karena kondisi yang “uncertainty”.  Masing-masing resiko tersebut spesifik dan kompleks. Resiko dalam bidang konstruksi itu sendiri sangat beragam dan kompleks dan diperlukan analisa resiko secara detail. Resiko dalam bidang konstruksi sangat berpengaruh terhadap kesuksesan kerjasama. Penelitian ini bertujuan untuk mencari urutan tingkat resiko, serta menentukan metode konstruksi yang tepat untuk pemasangan pipa transmisi SPAM Umbulan.  Penelitian dilakukan dengan analisa kuantitatif dengan menggunakan purposive sampling yaitu pada personil yang terlibat langsung pada pemasangan SPAM. Berdasarkan model yang dikembangkan dari teori yang relevan dengan melakukan pengujian atas model dengan menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA) berbasis AMOS. Analisa kualitatif digunakan untuk menentukan metode pemasangan pipa sesuai dengan kondisi lebar jalan yang ada. Metode pemasangan pipa dibedakan menjadi 3 metode sesuai dengan konsisi lahan, yaitu  metode open trench, metode microtunnel dan metode pipe bridge.  Dengan menggunakan analisa Confirmatory Factor Analysis pada metode open trench diperoleh bahwa resiko tertinggi terdapat pada variabel kondisi lahan dengan loading factor 0.937, pada metode microtunnel  diperoleh bahwa resiko tertinggi terdapat pada variabel teknik dan konstruksi dengan loading factor 0,963, sedangkan pada metode pipe bridge  diperoleh resiko tertinggi terdapat pada variabel peralatan  dengan loading factor 0,926. Pada penggalian Tipe A dan Tipe B dilakukan dengan menggunakan alat berat sehingga pekerjaan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan dengan biaya yang lebih rendah. Sedangkan pada penggalian Tipe C dengan cara manual membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan alat, dan karena lamanya proses tersebut mengakibatkan biaya yang lebih besar.Kata kunci: Resiko konstruksi, metode konstruksi.
STUDI KELAYAKAN PROYEK PENGENDALIAN BANJIR PADA DAS KALI BUNTUNG KABUPETAN SIDOARJO BERDASARKAN ANALISIS BIAYA MANFAAT DAN EFISIENSI BIAYA Miarso, Bambang Tjatur
EXTRAPOLASI Vol 7 No 02 (2014)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v7i02.965

Abstract

Kabupaten Sidoarjo merupakan daerah yang mempunyai nilai ekonomi yang tinggi dan sangat strategis, hal ini tercermin dari pesatnya pembangunan dikawasan wilayah ini. Dari tahun ke tahun pembangunan industri dan pemukiman sangat dominant, sehingga mengakibatkan terjadinya perubahan tata guna lahan (land use) yang sangat berarti bagi sistem pengaliran air. Tujuan penelitian ini adalah Untuk menganalisis rencana pembangunan proyek “Dam” di daerah aliran sungai (DAS) kali Buntung dengan menggunakan standar pembebanan biaya yang paling efisien, sesuai dengan metode pembebanan biaya dengan menggunakan analisis “Activity Based Costing”, Untuk menganalisis rencana pembangunan proyek “Dam” di daerah aliran sungai (DAS) kali Buntung dengan menggunakan analisis biaya manfaat (Cost Benefit Analysis) dalam pengambilan keputusan proyek, dan untuk mengetahui apakah proyek pembangunan “Dam” di kali Buntung dapat efektif digunakan untuk pengendalian banjir di Kabupaten Sidoarjo.  Penelitian ini menggunakan populasi adalah sepanjang daerah aliran sungai (DAS) di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis pembebanan biaya berdasarkan metode ”activity based costing” (ABC), analisis biaya dan manfaat untuk perencanaan proyek pengendali banjir.  Hasil dari penelitian ini adalah keputusan pembangunan 1 (satu) buah DAM pada tahun 2010, maka dapat melakukan penghematan dari PAD Kabupaten Sidoarjo sebesar :  Rp 799,124,507,943.89 -2,914,352,597.95,-. = Rp 796,210,155,345.94,-, dengan hasil NPV proyek pembangunan 1 (satu) buah DAM yang > 0, maka keputusan pembangunan proyek 1 (satu) buah DAM di DAS Kali Buntung Sidoarjo dapat diterima, Dengan melihat besarnya tingkat efektivitas biaya sebesar 97,34%, maka dapat disimpulkan bahwa keputusan investasi dengan proyek 1 (satu) Dam dapat memberikan manfaat yang cukup besar terhadap pengendalian banjir pada DAS Kali Buntung selama prediksi tahun 2010 sampai dengan 2013.Kata kunci : Efisien, Bemanfaat (Net Present Value) dan Efektif
ANALISIS KELAYAKAN PEMBANGUNAN GEDUNG SERBAGUNA DI KOTA LAMONGAN Ariawarman, Rounaz Perdana
EXTRAPOLASI Vol 7 No 02 (2014)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v7i02.970

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menentukan : (1) nilai investasi dan waktu pengelolaan yang layak,  (2) mendapatkan harga sewa ruang Gedung Serbaguna, (3) mendapatkan lama waktu kerjasama yang paling optimal dengan pihak investor dengan menggunakan sistem kerjasama Build – Operate – Transfer (BOT). Setelah dilakukan analisis didapatkan bahwa Proyek pembangunan Gedung Serbaguna memerlukan dana investasi sebesar Rp 45.082.490.000. Dengan asumsi nilai yang diharapkan 8% per tahun,  inflasi 6,5% per tahun, serta lama investasi 20 tahun, maka didapatkan kelayakan waktu pengembalian nilai investasi selama 17 tahun 7 bulan. Nilai NPV > 0 yaitu sebesar Rp 8.110.306.740, nilai tingkat pengembalian investasi (IRR) sebesar 9,52%, BEP usaha penyewaan Gedung Serbaguna terjadi pada tahun ke 6 lebih 6 bulan, tepatnya pada tahun 2019. (2) Biaya sewa yang optimal untuk setiap jam adalah Rp 1.350.000, suku bunga per bulan dalam investasi Pembangunan Gedung Serbaguna di Kota Lamongan adalah sebesar 0,79%. (3) Waktu kerjasama dengan pihak investor pembangunan Gedung Serbaguna Lamongan dengan menggunakan sistem kerjasama Build – Operate – Transfer (BOT). Berdasarkan nilai Payback Period (PBP) dari usaha Gedung Serbaguna adalah 17 tahun 7 bulan, lebih cepat dibandingkan dengan masa investasi 20 tahun. Hal ini menjelaskan bahwa usaha Gedung Serbaguna ini layak untuk dijalankan, karena pengembalian investasi dibuktikan dari nilai PBP lebih cepat dari umur proyek yang direncanakan.Kata kunci : Gedung Serbaguna,  kelayakan investasi, Build Operate Transfer
ANALISA FAKTOR KETERLAMBATAN PROYEK PEMBANGUNAN JALAN MERR-IIC TAHUN 2010 DI KOTA SURABAYA Reboono, Sapril
EXTRAPOLASI Vol 7 No 02 (2014)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v7i02.966

Abstract

Kota Surabaya sebagai Ibukota Propinsi Jawa Timur memerlukan jaringan jalan dalam kota yang baik seiring dengan pertumbuhan lalu lintas yang makin pesat, sehingga dapat memberikan pelayanan transportasi yang baik. Dalam upaya pengembangan kawasan-kawasan yang strategis dalam Kota Surabaya Salah satu rencana pembangunan jaringan jalan di Kota Surabaya guna mengurangi dan mengalihkan arus lalu lintas di pusat kota adalah rencana Jalan Lingkar Timur  Dalam Kota Surabaya yang lebih dikenal dengan sebutan jalan MERR (Middle Eastern Ring Road). Dalam pembangunan MERR-IIC tahun 2010 terjadi keterlambatan dalam pelaksanaannya yang mengakibatkan waktu pelaksanaan menjadi mundur. Cara yang paling efektif untuk mengatasi keterlambatan adalah dengan mengetahui faktor penyebab terjadinya keterlambatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui factor penyebab keterlambatan Pembangunan MERR-IIC tahun 2010. Data yang dipakai adalah data primer berupa Kuesioner  dari beberapa orang yang terlibat langsung dalam pelaksanaannya dan data sekunder berupa data laporan pelaksanaan dari SNVT Preservasi dan Pembangunan Jalan dan Jembatan Metropolitan Surabaya. Dari data primer diperoleh faktor penyebab terjadinya keterlambatan adalah ; mobilisasi bahan ; tenaga kerja ; peralatan; cash flow kontraktor dan harga satuan penawaran yang rendah. Hal ini dapat dibuktikan juga melalui data sekunder yaitu pada saat diadakan rapat pembuktian (Show Cause Meeting/SCM ) yang diadakan sampai SCM2  dimana kontraktor diberikan uji target fisik sebesar 23,030 % dalam waktu 14 hari hanya tercapai 5,293 %. Demikian juga pada SCM2  diberikan uji target fisik sebesar 15,589 % dalam waktu 14 hari hanya tercapai 11,611 %.   Dalam SCM tersebut kontraktor tidak mampu menambah bahan, tenaga dan peralatan karena cash flow kontraktor tidak lancar atau modal kerja kurang. Dari analisa data primer dan data sekunder menunjukan bahwa faktor penyebab yang utama dari keterlambatan pelaksanaan adalah mobilisasi bahan ; tenaga kerja ; peralatan yang mana hal ini disebabkan karena harga satuan penawaran yang rendah dan modal kerja yang kurang.  Karena pembangunan Jalan MERR-IIC ini akan berkelanjutan sampai dengan tahun 2013 maka cara yang paling efektif untuk mengurangi keterlambatan pelaksanaannya ditekankan pada saat proses pengadaan/pelelangan agar panitia tidak memilih calon pemenang hanya berdasarkan penawaran terendah saja namun  lebih selektif lagi dan perlunya klarifikasi terhadap kesiapan mobilisasi bahan, alat dan tenaga kerja yang dimilikinya termasuk terhadap kepada subkontrak maupun perusahaan penyuplai lainnya.Kata kunci : Transportasi, mobilisasi bahan
ANALISIS PENGARUH BIAYA MATERIAL DAN PERALATAN TERHADAP PENAMBAHAN BIAYA PROYEK PERBAIKAN RUAS JALAN DI KABUPATEN HALMAHERA TIMUR (Studi Kasus Proyek Peningkatan Jalan Tanah ke Sirtu/Lapen Ruas Gotowase-Peteley Lebar 4,5M) Mashari, Agus Luqman
EXTRAPOLASI Vol 7 No 02 (2014)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v7i02.971

Abstract

Salah satu konsekwensi dari pemberlakuan Undang-Undang Otonomi Daerah adalah dituntutnya kemandirian pemerintah daerah untuk dapat mengelola dan melaksanakan proses pembangunan di wilayahnya. Penyelenggaraan jalan yang sebelumnya sebagian besar dibiayai oleh pemerintah  pusat, kini harus dibiayai sendiri dengan sumberdana yang kemampuannya terbatas.  Agar alokasi dana yang terbatas tersebut dapat memberikan manfaat sesuai tujuan penyelenggaraan jalan, maka perlu dipertimbangkan prioritas program peningkatan jalan pada ruas-ruas jalan yang ada, paling tidak ketersediaan alokasi dana yang ada dapat digunakan untuk pembangunan ruas yang nilai kemanfaatannya lebih besar dibanding pembangunan ruas lainnya serta berkesinambungan.  Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui seberapa besar biaya material dan pealatan berpengaruh terhadap Penambahan Biaya Proyek Perbaikan Ruas Jalan pada Kabupaten Halmahera Timur.  Populasi pada penelitian ini adalah Seluruh biaya material dan peralatan sesuai dengan RAB proyek PENINGKATAN JALAN  TANAH KE ASPAL/LAPEN RUAS GOTOWASE - PETELEY Lebar 4.5 m yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum Bidang Bina Marga Kabupaten Halmahera Timur dan segenap SKPD yang terlibat dalam pelaksanaan proyek serta pihak ketiga yang melaksanakan proyek Tahun anggaran 2009.  Variabel bebas dalam penelitian ini adalah variabel material dan peralatan, sementara variabel bebas adalah penambahan biaya proyek. Teknik analisis data yang dipakai dalam penelitian ini adalah Analisis Regresi Linier Berganda.  Kesimpulan yang didapat dalam penelitian ini adalah besar kontribusi biaya material terhadap penambahan biaya proyek perbaikan ruas jalan pada Kabupaten Halmahera Timur adalah sebesar 54,8% dan besar kontribusi biaya peralatan terhadap penambahan biaya proyek perbaikan ruas jalan pada Kabupaten Halmahera Timur adalah sebesar 63,4%.Kata kunci: Material, Peralatan dan Penambahan Biaya Proyek. 
KAJIAN STUDY KELEMBAGAAN KEBIJAKAN SERTA OPERASIONAL PENGOLAHAN IPAL (INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH) JALAN JELAWAT KOTA SAMARINDA Sugiyono, Sentot
EXTRAPOLASI Vol 7 No 02 (2014)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v7i02.967

Abstract

Pekerjaan pembangunan Interseptor Air Limbah dan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) Jalan Jelawat. Kota Samarinda merupakan salah satu paket pekerjaan yang termasuk dalam program jangka menengah (PJM) Kalimantan Urban Development Program (KUDP) tahun ke II s/d V. Pelaksanaan oleh Pemerintah Kota Samarinda melalui KUDP sector Sanitasi Samarinda. Program ini merupakan implementasi dari rencana garis besar (outline plan) system pembuangan air limbah domestic untuk Kota Samarinda yang disusun Direktorat Jendral Cipta Karya, Departemen Pekerjaan Umum pada tahun anggaran 1991/1992, dan tindak lanjutnya berupa perencanaan detail system pembuangan air limbah domestik Kota Samarinda dengan system terpusat meliput perencanaan pipa pengumpul air limbah dan instalasi pengolahannya. Sesuai perencanaan tersebut pada tahun anggaran 1993/1994. Ditjen Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum melalui Proyek Penyehatan Lingkungan Permukiman (PLP) Kalimantan Timur telah melaksanakan pemasangan konstruksi  jaringan pipa induk di lokasi jalan Jelawat sepanjang 700 m.Kata kunci: Konstruksi, limbah

Page 1 of 1 | Total Record : 10