cover
Contact Name
Nurul Rochmah
Contact Email
nurul-rochmah@untag-sby.ac.id
Phone
+6285964020699
Journal Mail Official
jurnalextrapolasi@untag-sby.ac.id
Editorial Address
Jl. Semolowaru 45
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Extrapolasi
ISSN : 16938259     EISSN : 2721978X     DOI : https://doi.org/10.30996/ep.v20i02
Core Subject : Engineering,
Focus and Scope Extrapolasi is published by Department of Civil Engineering Faculty of Technology, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. The Extrapolasi editorial is very open in accepting articles related to : Building Materials and Structures Constructions Technology Constructions Management, Road and Bridge Engineering Earthquake Engineering, Geotechnical Engineering, Hydraulic Structures and Drainage Structural Engineering, Surveying and Geo-Spatial Engineering Transportation Engineering.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 01 (2015)" : 10 Documents clear
ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI PEMBANGUNAN PERUMAHAN DI TABANAN BALI Parwata, I Wayan
EXTRAPOLASI Vol 8 No 01 (2015)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v8i01.981

Abstract

Kebutuhan akan rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar (home needs) bagi manusia setelah pangan dan sandang, dimana setiap manusia akan memprioritaskan kebutuhan dasar tersebut dan berusaha untuk memenuhinya dengan memperhatikan selera dan kemampuan yang ada. Provinsi Bali yang mayoritas penduduknya adalah pendatang, menjadikan peluang bisnis properti khususnya pembangunan perumahan. Dengan demikian pembangunan perumahan memerlukan rancangan dan rencana yang matang untuk mencapai tujuan guna meminimalkan risiko dan mengoptimalkan pendanaan. Karena investasi pada pembangunan proyek ini memerlukan biaya yang besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kelayakan investasi pembangunan perumahan di Tabanan Bali yang ditinjau dari aspek pasar, aspek teknis, dan  aspek finansial.  Jenis penelitian ini termasuk penelitian deskriptif. Jenis data dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Sumber data yang digunakan pada studi kelayakan dalam penelitian ini berupa data sekunder. Data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari berbagai sumber untuk mencari data mengenai beberapa aspek financial yang meliputi Net Present Value (NPV), Internal Rate of Returns (IRR), Profitability Indeks (PI), dan Payback Period (PP).   Kesimpulan dalam penelitian ini adalah: 1) Proyek perumahan yang berlokasi di Kabupaten Tabanan menunjukkan bahwa telah layak jika ditinjau dari aspek pemasaran. 2). Proyek pembangunan perumahan yang berlokasi di Kabupaten Tabanan layak ditinjau dari aspek teknis. 3) Ditinjau dari aspek financial menunjukkan bahwa proyek perumahan yang berlokasi di Kabupaten Tabanan dikatakan layak dengan indikator sebagai berikut : a) Net Present Value dengan nilai positif yaitu sebesar Rp. 6.167.703.024,-. b) Internal Rate of Return lebih tinggi dari tingkat suku bunga 12% yaitu 24,72%. c) Profitability Index menghasilkan nilai positif yaitu 124,93%. d) Payback Period terjadi pada tahun ke 2 bulan ke 4.Kata Kunci : Aspek Pasar, Aspek Teknis, dan Aspek Finansial 
VALUE ENGINEERING ANTARA PERANCAH KONVENSIONAL DENGAN SCALFOLDING PADA PROYEK KONTRUKSI (Studi Kasus pada Gedung Bertingkat di SMPN 10 Denpasar Bali) ASTINA, I NYOMAN
EXTRAPOLASI Vol 8 No 01 (2015)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v8i01.977

Abstract

Fenomena yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah mengenai suatu proyek konstruksi pembangunan gedung bertingkat di SMPN 10 Denpasar yang memerlukan biaya banyak. Salah satu komponen penting dalam pengerjaan struktur yang perlu diperhatikan oleh sebagian besar kontraktor adalah perancah. Dalam manajemen konstruksi dibutuhkan value engineering. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan value engineering antara perancah konvensional dengan scalfolding pada proyek kontruksi gedung bertingkat di SMPN 10 Denpasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui dua sumber yaitu data primer dan sekunder, dimana data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh dari data proyek seperti gambar kerja, Rencana Anggaran Biaya dan Rencana Kerja serta Syarat-syarat.  Hasil dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan perancah konvensional lebih murah daripada scaffolding namun perlu di ingat dalam memilih cara konvensional juga perlu diperhatikan waktu pelaksanaan proyek agar waktu yang tersedia tidak tersedot untuk kegiatan bongkar pasang perancah dan ini bisa menghemat biaya proyek terutama biaya tenaga kerja.Kata Kunci: value engineering, perancah konvensional, scalfolding 
ANALISIS PENGGUNAAN PONDASI MINI PILE DAN PONDASI BORPILE TERHADAP BIAYA DAN WAKTU PELAKSANAAN PEMBANGUNAN RUANG KELAS SMPN 10 DENPASAR Pagehgiri, Juniada
EXTRAPOLASI Vol 8 No 01 (2015)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v8i01.982

Abstract

Pemilihan jenis pondasi secara garis besar ditentukan berdasarkan faktor teknis, ekonomis dan lingkungan. Mengingat pentingnya tahap pemilihan jenis pondasi dalam perencanaan bangunan, perencana seringkali mengalami kesulitan dalam memilih jenis pondasi jika bangunan akan dibangun di daerah dengan daya dukung tanah relatif rendah atau tinggi bangunan yang tanggung (tidak tinggi ataupun rendah, antara 3 sampai 8 lantai). Jika menggunakan pondasi dalam, misalnya dengan tiang pancang, maka harga bangunan akan naik hingga 30%, sedangkan jika digunakan pondasi dangkal harus mempertimbangkan resiko penurunan bangunan secara tidak merata (irregular differential settlement) ditambah dengan total settlement.  Proyek pembangunan ruang kelas SMPN 10 Denpasar merupakan salah satu proyek konstruksi bangunan gedung dua lantai yang juga memerlukan suatu cara pemilihan alternatif desain pondasi yang akan digunakan. Hal ini disebabkan karena terdapat beberapa kriteria dan alternatif dalam penentuan jenis pondasi yang perlu diperhitungkan dalam pengambilan keputusan.  Hasil dari penelitian ini didapatkan untuk Pondasi Bor Pile, Total Biaya = Rp. 70,309,270.33 (Tujuh Puluh Juta Tiga Ratus Sembilan Ribu Dua Ratus Tujuh Puluh Tiga Rupiah), Total Durasi = 22.51 hari. Untuk Pondasi Mini Pile didapatkan hasil Total Biaya = Rp. 104,439,399.30 (Seratus Empat Juta Empat Ratus Tiga Puluh Sembilan Ribu Tiga Ratus Sembilan Puluh Sembilan Rupiah) dan Total Durasi = 33.78 hariKata kunci : Biaya, Waktu, Bor Pile, Mini Pile
ALTERNATIF PENERAPAN METODE CRASH PROGRAM PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG PASCA SARJANA STTAL KOBANGDIKAL SURABAYA ., Kusnan
EXTRAPOLASI Vol 8 No 01 (2015)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v8i01.973

Abstract

Percepatan waktu pelaksanaan pekerjaan (crashing) adalah cara mempersingkat waktu dari aktivitas pekerjaan dengan menambah sumber daya dan biaya langsung yang harus ditetapkan aktivitas mana dan berapa besar aktivitas tersebut. Sebagai owner TNI-AL ingin mempercepat pelaksanaan pekerjaan Pembangunan Gedung Pasca Sarjana STTAL Kobangdikal Surabaya agar gedung segera digunakan sebelum berakhirnya masa kontrak. Perubahan jadwal ini tentu akan membawa pengaruh  terhadap  biaya secara umum, maka yang perlu di lakukan  menghitung kembali berapa sisa waktu dan biaya akibat percepatan pekerjaan. Sedangkan tujuan penelitian ini untuk mengetahui waktu dan besarnya biaya percepatan pekerjaan proyek.  Mempercepat waktu (crash duration)  penyelesaian proyek adalah suatu usaha penyelesaian proyek lebih awal dari waktu penyelesaian dalam keadaan normal. Dengan diadakannya percepatan proyek akan terjadi pengurangan durasi kegiatan yang akan diadakan crash program. Project crashing dilakukan agar pekerjaan selesai dengan pertukaran silang waktu dan biaya dan dengan menambah jumlah shift kerja, jumlah jam kerja, jumlah ketersediaan bahan, serta memakai peralatan yang lebih produktif. Salah satu metode yang digunakan untuk critical part method (CPM) adalah suatu metode dengan menggunakan diagram anak panah untuk menentukan lintasan kritis.              Untuk mempercepat pelaksanaan pekerjaan Pembangunan Gedung Pasca Sarjana STTAL Kobangdikal Surabaya yang harus dilakukan membuat net work planning guna mengidentifikasi jalur kritis yang selanjutnya menghitung kurun waktu yang dipersingkat (crash duration) dan biaya tambahan pekerja (crash cost) serta cost slope masing-masing pekerjaan.  Dari hasil penelitian proyek pembangunan Gedung Pasca Sarjana STTAL Surabaya, dengan menambah 1 jam pekerjaan lembur maka dapat mempercepat waktu 5 hari, 2 jam mempercepat waktu 19 hari, 3 jam mempercepat waktu 40 hari,  4 jam mempercepat waktu 66 hari. Besarnya biaya akibat penambahan 1 jam pekerjaan lembur Rp. 1.028.541,12-, 2 jam sebesar Rp. 10.049.229,91-, 3 jam  sebesar Rp. 39.255.118,01-, 4 jam sebesar Rp. 118.253.391,57-.Kata kunci : Percepatan waktu pekerjaan (crash program) 
ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI KOMPLEK PERTOKOAN DI JALAN RAYA PETITENGET KEROBOKAN KUTA-BALI Sumayasa, I Dewa Made
EXTRAPOLASI Vol 8 No 01 (2015)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v8i01.978

Abstract

Permasalahan yang terjadi ialah  izin-izin pendirian toko dari aspek hukum, yang begitu kompleks, sehingga penulis mengharapkan terpenuhi semua aspek studi kelayakan dalam pendirian kompleks pertokoan di Jalan Raya Patitenget Kerobokan Kuta-Bali. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pembangunan dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dari aspek finansial dan berapa besar biaya investasi Komplek Pertokoan Dijalan Raya Patitenget Kerobokan Kuta – Bali. Metode yang  digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian survey dan interview. Metode analisis data menggunakan langkah – langkah analisis keuangan meliputi Payback Period, Profitability Index, Net Present Value, dan Internal Rate of Return. Hasil kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah : a) Pembangunan komplek pertokoan di jalan patitenget sangat tepat karena berada di lokasi yang strategis untuk berpromosi dan mengembangan pemasaran; b) Dilaksanakan dengan dana investasi sebesar Rp. 530.000.000,-, pada saat tingkat suku bunga mencapai 12% dan laju inflasi 4,014; dan c) Hasil analisa kelayakan menunjukkan bahwa pembangunan komplek pertokoan layak untuk dijalankan dengan indikator yaitu mempunyai NPV positif sebesar Rp. 6.565.234.357,-, memiliki IRR 17,67% lebih tinggi dari tingkat suku bunga, PP terjadi pada tahun ke 9 bulan ke 9 serta PI sebesar 10,3%.Kata Kunci : Studi Kelayakan, Investasi 
OPTIMALISASI WAKTU DAN BIAYA DENGAN LINEAR SCHEDULING METHOD PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG ARSIP DINAS PEKERJAAN UMUM KALIMANTAN TENGAH DI PALANGKA RAYA ., Syayuti
EXTRAPOLASI Vol 8 No 01 (2015)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v8i01.974

Abstract

Linier Scheduling Method (LSM) adalah metode penjadualan yang khusus dipergunakan untuk proyek repetitif, tetapi sejauh mana penggunaan Linier Scheduling Method (LSM) pada pembangunan gedung bertingkat dan seberapa pengaruhnya. Dalam penelitian ini telah dicoba dengan menggunakan Linier Scheduling Method (LSM) tetapi tidak ada dampaknya pada pembangunan gedung bertingkat sedikit. Dapat diyakini untuk pembangunan gedung bertingkat banyak manfaat dari Linier Scheduling Method (LSM) sangat banyak. Setelah menggunakan Linier Scheduling Method (LSM), terbukti tidak perlu dilakukan dan oleh karena itu dilakukan cara biasa. Untuk menganalisis waktu dibutuhkan biaya sebesar Rp. 3.804.319.821,36 dengan waktu normal 207 hari kalender dengan orang-hari (man-days) 9 (2x12 OH). Biaya yang dibutuhkan tetap sebesar Rp. 3.804.319.821,36 dengan waktu percepatan 175 hari kalender. Biaya yang dibutuhkan dengan biaya lembur dalam 30 hari (1 bulan) sebesar Rp. 71.280.000,00 sehingga biaya total naik sebesar Rp. 3.875.599.821,36 dengan waktu percepatan 145 hari kalender dengan orang-hari (man-days) 9 (2x12 OH).  Proyek repetitif yang ditinjau adalah proyek dengan jenis yang sama, yaitu gedung bertingkat banyak. Dari masing – masing kegiatan tersebut dihitung berapa durasi proyek yang bisa dipercepat dengan memakai Linier Scheduling Method (LSM) sebagaimana yang telah disebutkan. Metode percepatan durasi dengan Linier Scheduling Method (LSM) bisa menguntungkan untuk dilakukan, dan layak untuk diterapkan apabila metode percepatan tidak bisa dilakukan.Kata Kunci : Percepatan waktu, optimalisasi.
ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI PASAR TRADISIONAL DESA PADANGSAMBIAN DI DENPASAR BALI PUJA, I MADE
EXTRAPOLASI Vol 8 No 01 (2015)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v8i01.979

Abstract

Permasalahan Pasar tradisional di Desa Padangsambian Denpasar Bali ialah tidak dapat menampung jumlah pedagang dan pengunjung yang semakin ramai. Sehubungan dangan itu, salah  satu pemecahan masalah tersebut adalah dengan melakukan pembangunan pasar tradisional.  Dalam proses pembangunan diperlukan analisis studi kelayakan investasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pembangunan dan berapa besar biaya investasi pasar tradisional Desa Padangsambian di Denpasar Bali dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dari aspek finansial. Jenis penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara interview, observasi dan dokumentasi. Teknik analisa data dalam penelitian ini menggunakan studi kelayakan aspek keuangan yang meliputi Net Present Value, Internal Rate of Return, dan Payback Period.   Hasil kesimpulan dalam penelitian ini menunjukan bahwa : a) Proyek Pasar Tradisional ini berlokasi di Desa Padang Sambian, Denpasar Provinsi Bali menelan investasi sebesar Rp. 6.608.446.000,- dengan masa investasi 10 tahun. Dibangun saat tingkat suku bunga pada posisi 12% / tahun dengan laju inflasi menurut data BPS Propinsi Bali yaitu 4,014%;  b) Stand yang dibangun sebanyak 108 lapak/los dan 108 kios. Disewakan dengan harga sewa Rp. 400.000,- per bulan untuk kios dan Rp. 300.000,- per bulan untuk lapak/los; dan  c) Analisa kelayakan menunjukan bahwa proyek pasar tradisional ini layak untuk dijalankan dengan perolehan Net Present Value menghasilkan nilai positif yaitu sebesar Rp. 1.213.909.306,-, Internal Rate of Return lebih tinggi dari tingkat suku bunga 12% yaitu 16,06%, dan Payback Period terjadi pada tahun ke 4 bulan ke 9 lebih cepat dari masa investasi.Kata Kunci : Studi Kelayakan Investasi 
ANALISIS INVESTASI PEMBANGUNAN KOMPLEK VILA SWAGRIYA DI NYANYI TABANAN Gunawan, I Wayan
EXTRAPOLASI Vol 8 No 01 (2015)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v8i01.975

Abstract

Dalam penelitian ini dilakukan penelitian tentang pembangunan penginapan  atau villa, salah satunya adalah pembangunan villa yang berada di Villa Swagriya Nyanyi, Desa Braban, Tabanan, Bali. Maka dari itu diperlukan analisis kelayakan investasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kelayakan investasi pembangunan Komplek Vila Swagriya di Nyanyi Tabanan.  Jenis penelitian ini termasuk penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan melakukan interview, observasi dan wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis studi kelayakan keuangan meliputi Net Present Value, Revenue Cost Ratio, dan Internal Rate of Return.  Hasil kesimpulan yang diperoleh ialah : a) Proyek pembangunan villa dan restoran ini menelan investasi sebesar Rp. 1.991.523.593,- dengan rincian bangunan Rp. 1.680.523.595,- dan peralatan Rp. 311.000.000,-. Jangka waktu investasi 5 tahun dengan nilai sisa 10% untuk bangunan. Laju Inflasi menurut data BPS per September 2014 sebesar 4,14% dan tingkat suku bunga 12%; b) Villa ini dilengkapi dengan 20 kamar serta restoran. Target okupansi sebesar 50% untuk senin sampai jun’at dan 80% untuk sabtu sampai minggu. Tarif sewa untuk villa sebesar Rp. 400.000,- untuk senin sampai jum’at sedangkan untuk sabtu dan minggu sebesar Rp. 500.000,-; dan c) Analisis kelayakan proyek pembangunan villa dan restoran dengan diperoleh Net Present Value menunjukkan nilai positif sebesar Rp.1.618.532.039,-., Internal Rate of Return menunjukkan nilai positif sebesar 25,63711198% dibulatkan 25,64%., dan Revenue and Cost Ratio menunjukkan nilai positif sebesar 3,924.Kata kunci : Studi Kelayakan Investasi 
KAJIAN TERHADAP RESIKO KUALITAS HUBUNGAN KONTRAKTUAL ANTARA KONTRAKTOR DAN SUBKONTRAKTOR BERKAITAN DENGAN PEKERJAAN SPESIALIS PADA PROYEK KONSTRUKSI Oetomo, Wateno
EXTRAPOLASI Vol 8 No 01 (2015)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v8i01.980

Abstract

Pekerjaan spesialis yang tidak dilaksanakan sendiri oleh kontraktor pada proyek konstruksi merupakan keniscayaan. Salah satu kebutuhan kontraktor untuk melaksanakan pekerjaan spesialis tersebut dibutuhkan subkontraktor, keberadaan subkontraktor untuk suatu kerjasama yang saling menguntungkan kedua belah pihak berkaitan dengan biaya, mutu dan waktu sangat diperlukan. Untuk dapat melaksanakan kegiatan tersebut harus didukung oleh suatu kerjasama yang diikat dengan subkontrak meskipun pada kenyataannya masih belum dapat dilaksanakan dengan seadil-adilnya, utamanya menyangkut ketentuan dalam subkontrak yang berkaitan dengan resiko kualitas. Dalam penelitian ini akan mengkaji kaitannya dengan ketentuan terhadap isi yang ada dalam pasal-pasal subkontrak antara kontraktor dengan subkontraktor yang ada di Jawa Timur. Metode penelitian adalah mengkaji dari berbagai kasus (case study) terhadap isi dokumen terhadap 20 (duapuluh) subkontrak yang diambil secara acak (random sampling), dengan cara accidental sampling yang ditetapkan dari penelitian ini dari pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan subkontrak. Temuan dari penelitian ini menunjukkan pasal-pasal terhadap adanya penghindaran resiko kualitas dari hasil pekerjaan yang tidak memnuhi persyaratan, dan yang terjadi adalah lebih banyak mengatur tentang kewajiban-kewajiban subkontraktor, dan kurang dapat menjelaskan dampak hasil kualitas. Hal ini menunjukkan bahwa kurang mencerminkan adanya kerjasama yang baik diantara kontraktor dan subkontraktor. Saran dari penelitian ini adalah supaya dalam menentukan pasal-pasal subkontrak dapat ditetapkan seadil-adilnya terhadap resiko kualitas untuk menghindari terjadinya ketidak sesuaian kualitas yang tidak diharapkan.Kata Kunci : Kontrak, Kontraktor, Subkontraktor.
ANALISIS INVESTASI ALAT BERAT PADA PEKERJAAN PENGASPALAN JALAN LAPIS PENETRASI MACADAM DI KABUPATEN BUTON UTARA SULAWESI TENGGARA Bahar, Syamsul Bahri
EXTRAPOLASI Vol 8 No 01 (2015)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v8i01.976

Abstract

Keputusan untuk melakukan investasi alat berat pada pekerjaan pengaspalan jalan lapis penetrasi makadam di kabupaten Buton Utara Sulawesi Tenggara, memerlukan analisis dan kajian-kajian yang mendalam, karena banyak melibatkan alat berat baik dari jenis, type maupun jumlahnya sehingga memerlukan modal awal yang cukup besar dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk pengembalian modal investasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai investasi dan waktu pengembalian modal masing-masing alat berat pada pelaksanaan pekerjaan pengaspalan jalan lapis penetrasi makadam asbutonlawele.  Studi kelayakan atau feasibility study merupakan suatu gagasan atau usulan diwujudkan menjadi kenyataan. Sebagai bahan pengambilan keputusan maka studi kelayakan harus mencakup beberapa aspek yang terkait sesuai lingkup usaha dan tujuannya. Aspek-aspek proyek atau investasi yang dikaji pada umumnya meliputi aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis, aspek ekonomi dan keuangan, aspek manajemen dan organisasi, aspek hukum.  Untuk menentukan nilai investasi dan waktu penaan jalan lapen gembalian modal pada pekerjaan pengaspalan jalan lapis penetrasi makadam di kabupaten Buton Utara Sulawesi Tenggara digunakan rumus net present value (NPV), internal rate of return (IRR), discounted payback period (DPP) dan break event point (BEP).  Hasil analisis biaya langsung Rp. Rp. 857.502.243,59,- dan biaya tidak langsung Rp.85.750.224,36,-. Biaya pekerjaan jalan Rp.9.933.810.000.00,- investasi asphalt sprayer Rp. 95.000.000, NPV Rp. 2.889.594,19, BEP 1.866 jam, concrete mixer Rp. 14.000.000, NPV Rp. 2.020.727,92, BEP 315 jam, dump truck Rp. 1.859.000.000, NPV Rp. 55.565.838,33, BEP 1.284 jam, excavator Rp. 1.450.000.000, NPV Rp. 4.282.331,62, BEP 2.816 jam, motor greder Rp. 1.300.000.000, NPV Rp. 24.332.632,25, BEP 2.536 jam, whell loader Rp. 650.000.000, NPV Rp. 9.973.600,83, BEP 1.894 jam, pneumatic tire roller Rp. 475.000.000,NPV Rp. 6.419.431,42, BEP 1.660 jam, vibrator roller Rp. 710.000.000, NPV Rp. 8.809.999,98, BEP 2.374 jam, stone crusher Rp. 1.125.000.000,NPV Rp. 1.179.847,79, BEP 1.861 jam, watertank truck Rp. 360.000.000,NPV Rp. 2.640.748,73, BEP 1.253 Jam.Kata kunci : Studi kelayakan investasi 

Page 1 of 1 | Total Record : 10