cover
Contact Name
Rifki Sakinah Nompo
Contact Email
sentanijurnal@gmail.com
Phone
+6282399677431
Journal Mail Official
sentanijurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Youmakhe Jalan Masuk Pasar Baru Sentani Depan Lap. Futsal Kabupaten Jayapura
Location
Kab. jayapura,
P a p u a
INDONESIA
Sentani Nursing Journal
ISSN : 2615286X     EISSN : 27985075     DOI : https://doi.org/10.52646/snj
Core Subject : Health,
Sentani Nursing Journal merupakan publikasi ilmiah berupa hasil-hasil peneitian dalam bidang ilmu keperawatan dan ilmu kesehatan
Articles 78 Documents
HUBUNGAN IMPLEMENTASI KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN KEPUASAN PASIEN MALARIA DI PUSKESMAS HARAPAN DISTRIK SENTANI TIMUR KABUPATEN JAYAPURA Maria Parera; Nurhidayah Amir; Salmon Fairyo
Sentani Nursing Journal Vol. 2 No. 1 (2019): Februari
Publisher : Jayapura Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52646/snj.v2i1.32

Abstract

Latar belakang: Komunikasi terapeutik adalah komunikasi yang dilakukan oleh perawat direncanakan secara sadar, tujuan dan kegiatan difokuskan untuk kesembuhan pasien. Jenis Penelitian: deskriptif analitik bertujuan untuk mengetahui Implementasi Komunikasi Terapeutik Perawat dengan Kepuasan Pasien Malaria. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Harapan Distrik Sentani Timur Kabupaten Jayapura. Dengan menggunakan teknik penelitian: desain cross section dengan 66 orang pasien malaria sebagai responden dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi yang ditetapkan peneliti. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji statistic yaitu uji Fisher. Hasil penelitian: Implementasi Komunikasi terapeutik perawat baik 58 responden (87,9%), cukup 8 responden (12,1%) dan kepuasan pasien malaria baik 63 responden (95,5), cukup 3 responden (4,5%). Kesimpulan: ada hubungann antara Implementasi Komunikasi Terapeutik Perawat Dengan Kepuasan Pasien Malaria di Puskesmas Harapan Distrik Sentani Timur Kabupaten Jayapura (P=0.037).
HUBUNGAN FUNGSI KOGNITIF DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA DI PANTI BINA LANJUT USIA SENTANI KABUPATEN JAYAPURA Rahma Yusnita; Mohamad Huri; Arvia Arvia
Sentani Nursing Journal Vol. 2 No. 2 (2019): Agustus
Publisher : Jayapura Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52646/snj.v2i2.33

Abstract

Latar belakang: Proses menua dan bertambahnya usia menjadi lebih tua menyebabkan terjadinya penurunan fisik dan psikologis. Penurunan fisik berdampak pada fungsi kognitif lansia yang berdampak pada meningkatkan tingkat depresi pada lansia. Tujuan penelitian: untuk mengetahui hubungan fungsi kognitif dengan tingkat depresi pada lansia di Panti Bina Lanjut Usia Sentani Kabupaten Jayapura. Metode penelitian: Jenis penelitian desktriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study yang berlokasi di Panti Bina Lanjut Usia Sentani yang dilaksanakan pada tanggal 17 Mei sampai dengan 12 Juli 2018. sampel dalam penelitian ini adalah lansia sebanyak 49 orang responden. Data diperoleh menggunakan kuesioner MMSE dan kuesioner GDS yang dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian: Secara umum lansia mengalami gangguan fungsi kognitif sebesar 42,9%, kemungkinan kognitif terganggu sebesar 42,9% dan fungsi kognitif normal sebesar 14,3%. Tingkat depresi lansia tertinggi mengalami depresi ringan sebesar 57,1%, depresi sedang sebesar 24,5%, depresi berat sebesar 10,2% dan sedikit yang tidak depresi sebesar 8,2%. Hasil uji statistik antara fungsi kognitif lansia dengan tingkat depresi diperoleh p value = 0,028 < 0,05. Kesimpulan: Ada hubungan antara fungsi kognitif lansia dengan tingkat depresi pada lansia di Panti Bina Lanjut Usia Sentani Kabupaten Jayapura. Saran: Untuk meningkatkan fungsi kognitif pada lansia, bisa dilakukan dengan banyak membaca serta melakukan kegiatan yang dapat mencegah terjadinya depresi, juga adanya dukungan yang kuat dari perawat, pengelola panti serta keluarga.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PENYAKIT BENIGNA PROSTATE HYPERPLASIA (BPH) TERHADAP PENGETAHUAN PASIEN DI RUANG BEDAH PRIA RSUD JAYAPURA Aldrin Onesimus Sarauw; Rifki Nompo; Arvia Arvia
Sentani Nursing Journal Vol. 3 No. 1 (2020): Februari
Publisher : Jayapura Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52646/snj.v3i1.35

Abstract

Pendahuluan: Benigna prostate hyperplasia (BPH) adalah penyakit yang terjadi akibat penekanan pada uretra menembus prostat, sehingga menyulitkan untuk berkemih atau mengurangi kekuatan aliran urin, serta paling sering terjadi pada laki-laki berisia diatas 50 tahun akibat penuaan. Pasien biasanya datang ke rumah sakit setelah keadaan BPH semakin berat atau parah sehingga dalam pengobatannya harus dilakukan operasi. Hal ini mungkinan disebabkan ketidaktahuan masyarakat terhadap penyakit BPH yang dapat mempengaruhi derajat kesehatan. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode Quasi Eksperimen One Group Pre Test-Post Test, dengan menggunakan uji analisa Wilcoxon. Penelitian dilakukan pada bulan Juni sampai dengan Agustus 2019. Menggunakan 30 orang sampel. Kuesioner yang digunakan berjumlah 23 item pernyataan dan telah dilakukan Uji Validitas didapatkan mean validitas = 0.624, serta Uji Reabilitas 0.935. Hasil: Tingkat pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan tentang BPH dengan kriteria baik 1 orang (3.3%), cukup 9 orang (30.0%), dan kurang 20 orang (66.7%). Tingkat pengetahuan setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang BPH dengan kriteria baik 9 orang (30.0%), cukup 20 orang (66.7%), dan kurang 1 orang (3.3%). Hasil uji pengaruh menggunakan Wilcoxon  (Asymp. Sig. (2-tailed) = 0.000 < 0.05. Kesimpulan: Peneliti menyimpulkan ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang benigna prostate hyperplasia (BPH) terhadap pengetahuan pasien di Ruang Bedah Pria RSUD Jayapura. Hal ini terlihat dari peningkatan yang signifikan pada tingkat pengetahuan sebelum dan setelah pendidikan kesehatan dilakukan dan diharapkan agar klien dapat meningkatkan kemampuannya dalam mencari informasi.Kata Kunci: Benigna Prostate Hyperplasia, Pendidikan Kesehatan, Pengetahuan
PENGARUH TUGAS PERKEMBANGAN KELUARGA TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK USIA PRA SEKOLAH DI PUSKESMAS SP-3 WADIO KABUPATEN NABIRE Angelia Adii; Viertianingsih Patungo; Marthinus Tame
Sentani Nursing Journal Vol. 3 No. 1 (2020): Februari
Publisher : Jayapura Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52646/snj.v3i1.36

Abstract

Perkembangan anak pada usia prasekolah berpengaruhterhadap perkembangan pada periode berikutnya hingga anak menjadi dewasa.Anakbelajar mengenai berbagai hal termasuk dalam mengembangkan kemampuan motorik, kognitif,bahasa, serta sosial emosional. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan yaitu perkembangan sosial emosional, sehingga dibutuhkan tugas keluarga dalam perkembangan anak yang baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh tugas perkembangan keluarga terhadap perkembangan sosial anak usia pra sekolah (family with preschool) di Puskesmas SP-3 Wadio Kabupaten Nabire. Metode penelitian berupa penelitian dengan metode korelasi dengan pendekatan cross sectional study di Puskesmas SP-3 Wadio pada 39 responden ibu yang dilaksanakan pada bulan Juni sampai Agustus 2019. Data diperoleh menggunakan kuesioner yang dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan tugas perkembangan keluarga anak pra sekolah di Puskesmas SP-3 Wadio Kabupaten Nabire didapatkan pada kategori kurang sebanyak 10 orang (25,6%) dan kategori baik sebanyak 29 orang (74,4%). Perkembangan sosial anak kategori negatif sebanyak 11 orang (28,2%) dan kategori positif sebanyak 28 orang (71,8%). Ada hubungan tugas perkembangan keluarga terhadap perkembangan sosial anak pra sekolah di Puskesmas SP-3 Wadio Kabupaten Nabire (p-value = 0,000). Kesimpulan penelitian yaitu ada pengaruh tugas perkembangan keluarga terhadap perkembangan sosial anak pra sekolah di Puskesmas SP-3 Wadio Kabupaten Nabire. Saran bagi orang tua untuk dapat membentuk perkembangan sosial anak dengan berkomunikasi kepada anaknya agar lebih meningkatkan kepercayaan diri anak, sehingga perkembangan sosial anak memberikan banyak kegiatan yang positif agar belajar berinteraksi sosial dan mandiri yang pada akhirnya dapat hidup bermasyarakat dengan baik.Kata kunci: Tugas Perkembangan, Keluarga, Anak Pra Sekolah
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG INFEKSI SALURAN NAPAS AKUT (ISPA) TERHADAP PENGETAHUAN KELUARGA DI RUANG IGD RSUD JAYAPURA Juliana Hursepuny; Rifki Nompo; Arvia Arvia
Sentani Nursing Journal Vol. 3 No. 1 (2020): Februari
Publisher : Jayapura Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52646/snj.v3i1.37

Abstract

Latar Belakang: Infeksi Saluran Napas Akut (ISPA) merupakan penyakit pada saluran pernapasan bagian atas dan bawah, terjadi pada saluran pernapasan dimulai dari hidung, telinga tengah, faring (tenggorokan), kotak suara (laring), bronchi, bronkhioli dan paru. Jenis penyakit infeksi saluran pernapasan bagian atas yaitu batuk, pilek, sakit telinga (otitis media) dan radang tenggorokan (faringitis), sedangkan jenis penyakit yang termasuk infeksi saluran pernapasan bagian bawah yaitu bronchitis, bronkhiolitis dan pneumonia. ISPA berada pada daftar 10 penyakit terbanyak di rumah sakit, episode penyakit batuk dan pilek terjadi 3-6 kali pertahun terutama balita dan anak-anak. Metode Penelitian: Menggunakan Quasi Eksperimen One Group Pre Test-Post Test tanpa kelompok kontrol. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Agustus – Oktober 2019. Peneliti menggunakan minimal sampling 30 responden. Menggunakan Wilcoxon Test untuk melihat pengaruh pendidikan kesehatan sebelum dan setelah terhadap pengetahuan keluarga tentang ISPA. Hasil: Diketahui tingkat pengetahuan keluarga sebelum diberikan pendidikan kesehatan tentang ISPA dengan kriteria baik 15 orang (50.0%), cukup 6 orang (20.0%), dan kurang 9 orang (30.0%). Tingkat pengetahuan keluarga setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang ISPA dengan kriteria baik 30 orang (100.0%). Hasil uji Wilcoxon  (Asymp. Sig. 2-tailed) = 0.000 < 0.05. Kesimpulan & Saran: Hasil penelitian diketahui ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang infeksi saluran napas akut (ISPA) terhadap pengetahuan keluarga di Ruang IGD RSUD Jayapura. Diharapkan perawat dapat lebih mengembangkan diri sebagai educator dengan mengikuti pelatihan-pelatihan yang dapat meningkatkan rasa percaya dan keilmuan sebagai perawat dalam menyebarkan informasi dan memberikan sosialisasi khususnya tentang ISPA.Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Pengetahuan Keluarga, ISPA
PENGETAHUAN PERAWAT DALAM PENANGANAN PASIEN GAWAT DARURAT SISTEM KARDIOVASKULER DI IGD RSUD JAYAPURA Marlina Jenusi; Nurhidayah Amir; Dewi Suhardi
Sentani Nursing Journal Vol. 3 No. 1 (2020): Februari
Publisher : Jayapura Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52646/snj.v3i1.38

Abstract

Latar belakang: Perawat di IGD dituntut untuk selalu menjalankan perannya diberbagai situasi dan kondisi yang meliputi tindakan penyelamatan pasien secara profesional khususnya pada pasien gawat darurat sistem kardiovaskuler. Instalasi gawat darurat sebagai gerbang utama penanganan kasus gawat darurat di rumah sakit memegang peranan penting dalam penyelamatan pasien. Pengetahuan perawat harus selalu ditingkatkan untuk memenuhi pelayanan prima dalam penanganan kasus gawat darurat sistem kardiovaskuler. Tujuan : penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan perawat dalam penangan pasien gawat darurat sistem kardiovaskuler di instalasi gawat darurat rumah sakit umum daerah jayapura. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling berjumlah 34 responden, instrumen dalam penelitian ini mengunakan kuesioner berjumlah 25 pernyataan. Hasil penelitian menujukkan bahwa pengetahuan perawat di instalasi gawat darurat rumah sakit umum daerah jayapura memiliki pengetahuan dengan kategori baik sebanyak 25 responden (73,5%) dan kategori cukup sebanyak 9 responden (26,5%). Kesimpulan: Penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan perawat dalam penanganan pasien gawat darurat sistem kardiovaskuler tergolong baik.Kata kunci: Pengetahuan, Penanganan gawat darurat sistem kardiovaskuler
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG NAPZA (NARKOTIKA, PSIKOTROPIKA DAN ZAT ADIKTIF LAINNYA) DI SMA YPPK ASISI SENTANI Mulyadi Monni; Nurhidayah Amir; Enos Supriyanto
Sentani Nursing Journal Vol. 3 No. 1 (2020): Februari
Publisher : Jayapura Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52646/snj.v3i1.40

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: NAPZA (narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya) adalah bahan, zat, obat yang bila masuk ke dalam tubuh manusia akan mempengaruhi tubuh terutama otak atau susunan saraf pusat, sehingga menyebabkan gangguan kesehatan fisik, psikis, dan fungsi sosialnya karena terjadi kebiasaan, ketagihan serta ketergantungan terhadap NAPZA. Tujuan penelitian: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan Remaja tentang NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya) di SMA YPPK ASISI Sentani. Metode penelitian: Jenis penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian yang dilakukan berlokasi di SMA YPPK Asisi Sentani pada 30 sampel penelitian remaja yang dilaksanakan pada 23 November 2019. Data diperoleh menggunakan kuesioner dengan jumlah soal 25 pernyataan dandianalisa data dengan Komputer. Hasil penelitian: Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada 30 responden remaja didapatkan bahwa pengetahuan remaja tentang NAPZA di SMA YPPK Asisi Sentani sebagian besar memiliki berpengetahuan baik sebanyak 13 responden (43,3%), cukup 16 responden (53,3%), dan kurang sebanyak 1 responden (3,3%). Kesimpulan: Sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang cukup tentang NAPZA.Kata kunci: Pengetahuan, NAPZA, Remaja
HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT DENGAN KEPATUHAN MENCUCI TANGAN BERDASARKAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR DI RUANG ICU DAN RUANG HCU SARAF RUMAH SAKIT UMUM JAYAPURA Rukiah Sembiring; Puji Rahayu; Connie L. Todingbua Todingbua
Sentani Nursing Journal Vol. 3 No. 2 (2020): Agustus
Publisher : Jayapura Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52646/snj.v3i2.43

Abstract

Latar Belakang: Mencuci tangan adalah proses membuang kotoran dan debu secara mekanis dari kulit kedua belah tangan dengan memakain sabun atau air. Tujuan cuci tangan adalah untuk menghilangkan kotoran dan debu secara mekanis daari permukaan kulit dan mengurangi jumlah mikroorganisme. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan pengetahuan perawat dengan kepatuhan mencuci tangan berdasarkan standar operasional prosedur di ruang ICU dan ruang HCU Saraf RSUD Jayapura. Metode Penelitian: adalah metode deskriptif korelasional . Banyaknya jumlah sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampel yaitu 35 responden dengan criteria inklusi dan ekslusi. Analisis data berdasarkan presentase dan dideskripsikan dalam table distribusi frekuensi. Hasil: analisis korelasi Spearman memiliki nilai rs=0.717, hal ini menunjukkan adanya keeratan hubungan antara pengetahuan perawat dengan kepatuhan. Tanda positif pada nilai rs menunjukkan bahwa pola hubungan linier, artinya semakin meningkat pengetahuan perawat akan disertai dengan meningkatnya kepatuhan. Nilai Sig.(2-tailed)=0.000 menunjukkan adanya kemaknaan hubungan antara dua variabel tersebut. Kesimpulan: Cuci tangan merupakan suatu tindakan kecil yang harus dilakukan sesudah dan sebelum melakukan tindakan keperawatan. Mencuci tangan adalah membersihkan tangan dari segala kotoran, dimulai dari ujung jari sampai siku dan lengan dengan cara tertentu sesuai kebutuhan. Perilaku cuci tangan adalah salah satu bentuk kebersihan diri yang penting.Kata Kunci : Pengetahuan, Kepatuhan, Cuci tangan
HUBUNGAN PENGETAHUAN ORANG TUA PASIEN DENGAN PENANGANAN DIARE DI RUANG ANAK RSUD JAYAPURA Rita Rita; Nurhidayah Amir; Dewi Suhardi
Sentani Nursing Journal Vol. 3 No. 2 (2020): Agustus
Publisher : Jayapura Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52646/snj.v3i2.44

Abstract

Latar Belakang: Diare merupakan salah satu masalah kesehatan utama dinegara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Masih banyak orang tua balita yang belum cukup mampu memberikan penanganan yang baik dan tepat. Hal ini disebabkan karena pengetahuan orang tua tentang penanganan diare yang masih rendah. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan orang tua pasien dengan penanganan diare di Ruang Anak Rumah Sakit Umum Daerah Jayapura. Metode: Menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif korelasi pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh Anak yang menderita diare di Ruang Anak Rumah Sakit Umum Daerah Jayapura sebanyak 60 penderita. Sampelnya menggunakan teknik sampling random sederhana dengan jumlah 52 penderita dari tanggal 02 Agustus sampai dengan 31 Oktober 2018. Analisa menggunakan kruskal-wallis. Hasil: Diperoleh bahwa pengetahuan orang tua pasien di Ruang Anak Rumah Sakit Umum Daerah Jayapura berpengetahuan dalam kategori baik sebanyak 6 orang (11,5%), kategori cukup sebanyak 29 orang (55,8%) dan kategori kurang sebanyak 17 orang (32,7%). Penanganan diare yang dilakukan orang tua dalam kategori baik sebanyak 19 orang (36,5%), kategori cukup sebanyak 21 orang (40,4%) dan kategori kurang sebanyak 12 orang (23,1%). Kesimpulan: Terdapat hubungan pengetahuan orang tua pasien dengan penanganan diare di Ruang Anak Rumah Sakit Umum Daerah Jayapura dengan signifikansi p-value 0,013.Kata Kunci: Pengetahuan, Penanganan Diare
TINGKAT KEPATUHAN PERAWAT DALAM IMPLEMENTASI FIVE MOMENTS CUCI TANGAN DI RSUD YOWARI KABUPATEN JAYAPURA Risma Pangaribuan; Viertianingsih Patungo; Sudarman Sudarman
Sentani Nursing Journal Vol. 3 No. 2 (2020): Agustus
Publisher : Jayapura Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52646/snj.v3i2.45

Abstract

Five moments for hand hygiene atau five moments cuci tangan merupakan salah satu upaya pencegahan penularan infeksi dari setiap tindakan yang dilakukan oleh petugas kesehatan. Angka kejadian infeksi di rumah sakit (infeksi nosokomial) ini disebabkan adanya faktor endogen (umur, jenis kelamin, penyakit penyerta, daya tahan tubuh, kondisi-kondisi lokal) atau faktor eksogen (lama penderita dirawat, kelompok yang merawat, alat medis, lingkungan). Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat kepatuhan perawat dalam implementasi five moments cuci tangan di RSUD Yowari Kabupaten Jayapura. Metode enelitian yaitu penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode pendekatan non participant observation. Kuesioner menggunakan lembar observasi five moments for hand hygiene dari WHO. Jumlah sampel 30 orang. Penelitian ini dilakukan di Ruang Rawat Bedah dan Ruang ICU, pada bulan November 2019. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepatuhan perawat dalam implementasi five moments cuci tangan pada kategori patuh 5 orang (16.7%) dan tidak patuh 25 orang (83.3%). Selain itu juga peneliti menemukan bahwa implementasi five moments cuci tangan masih rendah terutama pada moments pertama (sebelum kontak dengan pasien), kedua (sebelum melakukan prosedur aseptik), dan kelima (setelah menyentuh peralatan disekitar lingkungan). Kesimpulan penelitian yaitun tingkat kepatuhan perawat sebagian besar berada pada kategori tidak patuh, sehingga masih perlunya peningkatan pengetahuan dan kebiasaan five moments cuci tangan pada setiap perawat. Rumah sakit juga dapat memicu peningkatan kebiasaan ini dengan menggunakan sistem reward sebagai daya tarik bagi para perawat dalam menjalankan kepatuhan dalam melakukan five moments cuci tangan.Kata Kunci: Kepatuhan, Perawat, Five Moments Cuci Tangan