cover
Contact Name
Rifki Sakinah Nompo
Contact Email
sentanijurnal@gmail.com
Phone
+6282399677431
Journal Mail Official
sentanijurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Youmakhe Jalan Masuk Pasar Baru Sentani Depan Lap. Futsal Kabupaten Jayapura
Location
Kab. jayapura,
P a p u a
INDONESIA
Sentani Nursing Journal
ISSN : 2615286X     EISSN : 27985075     DOI : https://doi.org/10.52646/snj
Core Subject : Health,
Sentani Nursing Journal merupakan publikasi ilmiah berupa hasil-hasil peneitian dalam bidang ilmu keperawatan dan ilmu kesehatan
Articles 78 Documents
LITERATURE REVIEW PENGARUH RENDAM KAKI AIR HANGAT TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI Alfi Nur Isnaeni; Sudiarto Sudiarto; Fida Dyah P
Sentani Nursing Journal Vol. 4 No. 1 (2021): Februari
Publisher : Jayapura Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52646/snj.v4i1.89

Abstract

Latar belakang : Penuaan merupakan salah satu fase dalam kehidupan manusia yang dalam prosesnya seseorang akan mengalami penurunan fungsi berbagai organ tubuh yang salah satunya terjadi pada sistem kardiovaskuler yaitu jantung dan pembuluh darah. Penyakit yang terjadi pada jantung dan pembuluh darah salah satunya yaitu hipertensi yang diakibatkan dari menurunnya elastisitas pembuluh darah. Penatalaksanaan hipertensi salah satunya yaitu dengan metode komplementer rendam kaki air hangat yang mengakibatkan pembuluh darah vasodilatasi dan melancarkan aliran darah sehingga tekanan darah menurun. Tujuan : Untuk mengetahui efek dari rendam kaki menggunakan air hangat untuk menurunkan tekanan darah pada lansia. Hasil : Pada penelitian literature review ini didapatkan hasil terjadi penurunan sebanyak 3,27 mmHg untuk sistolik dan 2,75 mmHg untuk diastolik yang dilakukan selama 7 kali berturut-turut dalam 2 minggu. Terjadi penurunan setelah dilakukan terapi rendam kaki selama 3 minggu dengan nilai mean pada minggu ketiga 19,444 dengan P Value 0,000 untuk sistolik dan nilai mean 13,333 dengan P Value 0,000 untuk diastolik. Berdasarkan data diatas terapi rendam kaki air hangat efektif menurunkan tekanan darah pada lansia. Kesimpulan : Adanya pengaruh dari terapi rendam kaki menggunakan air hangat terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Rendam kaki air hangat dapat menjadi salah satu pengobatan non farmakologi bagi lansia dengan hipertensi untuk menurunkan tekanan darah. Kata kunci : Rendam Kaki Air Hangat, Lansia, Hipertensi
LITERATURE REVIEW PENGARUH TEKNIK RELAKSASI GENGGAM JARI TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA PASIEN POST OPERASI APPENDIKTOMI Salis Nur Hanafi; Eko Julianto; Sudiarto Sudiarto
Sentani Nursing Journal Vol. 4 No. 1 (2021): Februari
Publisher : Jayapura Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52646/snj.v4i1.95

Abstract

Latar belakang : Apendiksitis dapat didefinisikan sebagai radang usus buntu dan merupakan penyebab paling umum dari abdomen akut apendiksitis membentuk peradangan pada apendiks atau usus buntu yang berakibat penyempitan atau penyumbatan. Di Indonesia peristiwa apendikitis berjumlah sekitar 7% dari jumlah penduduk yaitu kurang lebih 179.000 orang. Tindakan pada pasien apendiksitis salah satunya adalah dengan cara pembedahan atau yang disebut appendiktomi. Penatalaksanaan appendiktomi ini dapat dilakukan dengan farmakologis maupun non farmakologis. Salah satu terapi non farmakologisnya yaitu dengan cara relaksasi genggam jari. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi genggam jari terhadap penurunan nyeri pada pasien post operasi appendiktomi. Hasil : Pada jurnal I setelah diberikan intervensi genggam jari terdapat penurunan tingkat nyeri dari nyeri sedang menjadi tidak nyeri sebanyak 8 orang. Dan pada jurnal II setelah diberikan intervensi genggam jari terdapat penurunan tingkat nyeri dari skala nyeri sedang menjadi skala nyeri ringan. Hal ini dikarenakan pada setiap jari-jari yang terhubung dengan berbagai organ terdapat saluran atau meridian energi. Kondisi relaksasi alamiah akan memicu pengeluaran hormon endorfin atau hormon analgesik alami yang berada di tubuh sehingga menjadikan nyeri berkurang. Kesimpulan : Adanya pengaruh teknik relaksasi genggam jari terhadap penurunan tingkat nyeri pada pasien post apendiktomi. Kata Kunci: Apendiksitis, Tingkat Nyeri, Relaksasi Genggam Jari
LITERATURE REVIEW GAMBARAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI ; HALUSINASI PENDENGARAN DENGAN MENGGUNAKAN TERAPI KOGNITIF Apri Danu Pangestu; Christina Trisnawati Setiawan; Roni Purnomo
Sentani Nursing Journal Vol. 4 No. 1 (2021): Februari
Publisher : Jayapura Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52646/snj.v4i1.96

Abstract

Latar belakang : Menurut WHO pada tahun 2017 terdapat ±450 juta penderita gangguan jiwa didunia termasuk skizofernia. Tingginya angka halusinasi perlu solusi dari perawat dengan melakukan tindakan asuhan keperawatan untuk pasien gangguan persepsi sensori : halusinasi pendengaran. Terapi kognitif mengacu pada pemrosesan informasi serta perilaku seseorang yang depresif. Penatalaksanaan halusinasi pendengaran salah satunya dengan terapi kognitif, individu diarahkan agar dapat berfikir lebih logis, sehingga individu mampu mengidentifikasi pikiran yang muncul sebagai sebuah gejala psikologis yang dialamin, bukan suatu hal fakta atau realita yang sedang terjadi, sehingga frekuensi halusinasi dapat turun Tujuan : Untuk mengetahui tentang gambaran tentang tindakan asuhan keperawatan pada pasien halusinasi pendengaran terapi kognitif. Metode : Penelitian deskriptif hanya menggambarkan atau memaparkan variable yang diteliti tanpa menganalisa hubungan antar variable . Hasil : Pada penelitian literature review ini didapatkan hasil terjadinya penurunan frekuensi halusinasi Tn. A dari 5 kali sehari menjadi 2 kali sehari, sedangkan pada Ny.Y tidak ditemukan adanya penurunan frekuensi halusinasi dengan frekuensi halusinasi tetap 4 kali dalam sehari. Kesimpulan : Adanya pengaruh terapi kognitif terhadap penurunan frekuensi halusinasi pada pasien halusinasi pendengaran. Terapi kognitif dapat digunakan sebagai pengobatan non-farmakologi bagi pasien dengan halusinasi pendengaran untuk menurunkan frekuensi halusinasi pendengaran. Kata kunci : Gangguan Persepsi Sensori, Terapi Kognitif, Halusinasi Pendengaran
HUBUNGAN KARAKTERISTIK INDIVIDU DENGAN PENGETAHUAN TENTANG PENCEGAHAN CORONAVIRUS DISEASE 2019 PADA MASYARAKAT DI KECAMATAN PUNGGING MOJOKERTO Harnanik Nawangsari
Sentani Nursing Journal Vol. 4 No. 1 (2021): Februari
Publisher : Jayapura Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52646/snj.v4i1.97

Abstract

Latar Belakang: Coronaviru Disease 2019 (Covid-19) saat ini menjadi permasalahan dunia yang serius dengan jumlah kasusnya yang selalu mengalami peningkatan setiap harinya. Tujuan: Untuk mengetahui pengetahuan masyarakat Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto tentang pencegahan Covid-19 beserta faktor karakteristik individu. Metode: Desain cross sectional dengan sampel berjumlah 1192 orang yang dipilih dengan menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner google form. Hasil: Dari 1192 masyarakat yang menjadi responden merupakan masyarakat dengan kategori umur remaja yaitu sebesar 93,7%, status pekerjaan tidak bekerja sebesar 77,2%, berjenis kelamin perempuan sebesar 66,3%, posisi dalam keluarga sebagai anggota rumah tangga yaitu sebesar 97,8%, dan mempunyai pengetahuan yang baik tentang pencegahan Covid-19 sebesar 69,2%. Hasil uji chi square menunjukan nilai p antara umur, jenis kelamin, pendidikan, status pekerjaan dan posisi dalam keluarga dengan pengetahuan tentang pencegahan Covid-19 adalah 0,386, 0,013, 0,428, 0,515, dan 0,999. Kesimpulan: Umur, pendidikan, status pekerjaan dan posisi dalam keluarga dengan tidak memiliki hubungan dengan pengetahuan tentang pencegahan Covid-19. Namun, jenis kelamin memiliki hubungan dengan pengetahuan tentang pencegahan Covid-19. Kata Kunci : Pengetahuan, Pencegahan Coronavirus Disease
HUBUNGAN FREKUENSI BABY SPA DENGAN KUALITAS TIDUR BAYI USIA 3-12 BULAN (Di BPM Ny. Farochah Kalami, SST Desa Pulo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang) Tri Mei Wulandari; Harnanik Nawangsari; Dovi Dwi M
Sentani Nursing Journal Vol. 3 No. 2 (2020): Agustus
Publisher : Jayapura Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52646/snj.v3i2.103

Abstract

Tidur merupakan masalah yang sering dikeluhkan pada bayi yang berusia di bawah satu tahun. Tetapi masalah yang dialami adalah bayi yang sulit tidur dimalam hari dan jika tidak ditangani dengan serius ada gangguan perilaku. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan peneliti dengan metode wawancara dengan 10 ibu yang memiliki bayi usia 3-12 bulan 7 ibu bayinya sering rewel, dan 3 orang tua mengatakan bayinya tidur lebih lelap karena sering dilakukan baby spa. Tujuan penelitian adalah Mengetahui Hubungan Frekuensi Baby Spa dengan kualitas tidur bayi usia 3-12 bulan. Jenis penelitian ini adalah “Cross Sectional” dengan rancangan “Analitik Correlational”. Populasi penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki bayi usia 3-12 bulan di BPM Ny. Farochah Kalami, SST Desa Pulo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang. Sampel penelitian sebagian ibu yang memiliki bayi usia 3-12 bulan, diambil secara “Simple Random Sampling”. Variabel independent adalah Frekuensi Baby Spa dan variabel dependent adalah Kualitas tidur bayi. Instrument penelitian menggunakan kuesioner. Pengolahan data menggunakan Editing, Coding, Scoring, Tabulating dan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi baby spa sebagian besar dilakukan secara rutin yaitu 24 responden (60,0%) kualitas tidur bayi menunjukkan bahwa sebagian besar mengalami nyenyak yaitu 23 responden (57,5%). Uji statistik Chi-Square menunjukkan bahwa nilai signifikan p value = 0,006 < α (0,05), sehingga H1 diterima. Kesimpulan penelitian ini ada hubungan frekuensi baby spa dengan kualitas tidur bayi usia 3-12 bulan di BPM Ny. Farochah Kalami, SST Desa Pulo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang. Kata kunci : Bayi Usia 3-12 bulan, Frekuensi Baby Spa, Kualitas Tidur.
PENGARUH KOMPRES RIMPANG BANGLE (Zingiber Purpureum Roxb.) TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PADA PENDERITA OSTEOARTHRITIS (Dusun Lebak Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro) Hartini Hartini; Hariyono Hariyono; Ucik Indrawati
Sentani Nursing Journal Vol. 3 No. 2 (2020): Agustus
Publisher : Jayapura Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52646/snj.v3i2.105

Abstract

Pendahuluan : Osteoarthritis merupakan penyakit tersering yang menyebabkan timbulnya nyeri dan disabilitas gerakan. Osteoarthritis lebih banyak ditemukan pada perempuan jika dibandingkan dengan laki-laki yaitu 68,67%. Osteoarthritis dapat menyerang semua sendi, namun predileksi yang tersering adalah pada sendi-sendi yang menanggung beban berat badan seperti panggul, lutut, dan sendi tulang belakang bagian lumbal bawah. Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh kompres rimpang bangle terhadap penurunan intensitas nyeri osteoarthritis di Dusun Lebak. Metode : Desain penelitian Quasi eksperimen dengan one group pre test – post test desain jumlah populasi dalam penelitian ini adalah sebagian penderita oesteoarthritis di Dusun Lebak sejumlah 60, sampel 56 responden, menggunakan simple random sampling. Variabel independent kompres rimpang bangle (zingiber purpureum roxb.) dan variabel dependen penurunan intensitas nyeri osteoarthritis, pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Uji statistiknya menggunakan uji statistic Wilcoxon. Hasil : Hasil penelitian tingkat intensitas nyeri osteoarthritis sebelum diberikan kompres rimpang bangle (zingiber purpureum roxb.) adalah sebagian besar nyeri berat sejumlah 46 responden (82,1%) . Tingkat intensitas sesudah diberikan kompres rimpang bangle (zingiber purpureum roxb.) adalah sebagian besar Nyeri sedang sejumlah 36 responden (63,4%). Berdasarkan uji Wilcoxon menunjukkan bahwa nilai signifikansi p=0,000 < α (0,05) , sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Kesimpulan : Kesimpulan ada pengaruh kompres rimpang bangle (zingiber purpureum roxb.) terhadap penurunan intensitas nyeri pada penderita osteoarthritis di Dusun Lebak Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro. Saran : Dengan adanya penggunaan kompres rimpang bangle (zingiber purpureum roxb) diharapkan dapat membantu mengurangi intensitas nyeri pada penderita osteoarthritis di Dusun Lebak. Kata Kunci : Osteoarthritis , Rimpang Bangle, Intensitas Nyeri
GAMBARAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II SEBELUM DAN SESUDAH TERAPI BEKAM (Studi Di Dusun Dawu Desa Dawu Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi) Riris Ayu Novita Sari; Lilis Majidah; Hindyah Ike Suhariati
Sentani Nursing Journal Vol. 1 No. 2 (2018): Agustus
Publisher : Jayapura Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan Diabetes melitus (DM) dapat menyerang semua organ tubuh, penyakit ini sering disebut dengan the great iminator. Diabetes melitus tipe II mengalami regulasi gula darah acak yang tidak stabil yang dapat menimbulkan berbagai keluhan. Tujuan penelitian untuk mengetahui kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II sebelum dan sesudah terapi bekam di Dusun Dawu Desa Dawu Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi. Metode Rancangan penelitian ini deskriptif observasional. Variabel penelitian ini adalah kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II sebelum dan sesudah terapi bekam. Populasi seluruh responden diabetes melitus sebanyak 40 responden. Sampel pasien diabetes melitus tipe II sebanyak 12 responden. Teknik sampling dengan metode purposive sampling. Instrumen penelitian ini berupa lembar observasi. Hasil penelitian Terapi bekam terhadap perubahan nilai kadar gula darah acak sesudah pemberian terapi bekam selama 1 kali terapi pada responden diabetes melitus tipe II, hampir seluruh responden turun sebanyak 9 responden (75%). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada perubahan kadar gula darah acak pada diabetes melitus tipe II sebelum dan sesudah terapi bekam di Dusun Dawu Desa Dawu Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi. Saran Bagi responden diabetes mellitus tipe II dapat menfaatkan terapi bekam sebagai terapi alternatif yang dapat digunakan untuk mengontrol kadar gula darah agar tetap stabil. Kata Kunci: Gula Darah, Diabetes Melitus Tipe II, Terapi Bekam
LITERATURE REVIEW: DISTRAKSI AUDIOVISUAL DAPAT MENURUNKAN INTENSITAS NYERI PEMASANGAN INFUS PADA ANAK USIA PRASEKOLAH SP. Intan Zahra; Diah Ayu Agustin
Sentani Nursing Journal Vol. 3 No. 2 (2020): Agustus
Publisher : Jayapura Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52646/snj.v3i2.110

Abstract

Anak yang dirawat di rumah sakit membutuhkan perawatan yang kompeten untuk meminimalisasi efek negatif dari hospitalisasi dan mengembangkan efek positif. Kejadian diare di indonesia masih terbilang tinggi. Masalah keperawatan yang sering muncul pada anak diare adalah kehilangan cairan dan elektrolit yang dapat mengancam jiwa, sehingga dibutuhkan upaya pencegahan dengan cara pemasangan infus. Pemasangan infus dapat menimbulkan nyeri, yang bila tidak diatasi dapat membuat anak menjadi tidak kooperatif dan menolak prosedur sehingga dapat menghambat proses penyembuhan. Oleh karena, dibutuhkan teknik untuk mengurangi nyeri, salah satunya teknik distraksi audiovisual. Hasil didapatkan 5 jurnal sejenis dan 1 jurnal pembanding. Kesimpulan teknik distraksi audiovisual dapat menurunkan skala nyeri yang dirasa oleh anak-anak prasekolah pada saat pemasangan infus.
LITERATURE REVIEW :BERMAIN PUZZLE DAPAT MENURUNKAN KECEMASAN HOSPITALISASI PADA ANAK USIA PRASEKOLAH Eva Wulandari; Silvana Evi Linda Linda
Sentani Nursing Journal Vol. 3 No. 2 (2020): Agustus
Publisher : Jayapura Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hospitalisasi pada anak dapat menimbulkan kecemasan dan stress dimana hal itu diakibatkan karena adanya perpisahan, kehilangan kontrol, ketakutan mengenai kesakitan pada tubuh, serta nyeri dimana kondisi tersebut belum pernah dialami sebelumnya. Tingkat kecemasan anak yang sedang menjalani hospitalisasi dapat diatasi dengan pemberian terapi bermain Tujuan memperoleh gambaran kajian literatur tentang pengaruh terapi bermain puzzle terhadap tingkat kecemasan pada anak usia prasekolah akibat hospitalisasi. Hasil didapatkan 5 jurnal sejenis dan 1 jurnal pembanding dengan intervensi yang berbeda. Kesimpulan pemberian terapi bermain puzzle dan mewarnai gambar sangat efektif bila digunakan dan dilakukan secara bersamaan.
PENGARUH DISCHARGE PLANNING TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN PADA PASIEN POST ORIF FRAKTUR DI RUANG ORTOPEDI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH JAYAPURA La ode Tamsir; Rifki Sakinah Nompo
Sentani Nursing Journal Vol. 2 No. 2 (2019): Agustus
Publisher : Jayapura Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Fraktur adalah patah tulang atau terganggunya kesinambungan jaringan tulang disebabkan oleh trauma langsung maupun tidak langsung. Fraktur memerlukan perlakuan dengan segera dan tindakan pembedahan adalah salah satu tindakan yang bisa dilakukan, namun tindakan pembedahan tersebut bisa menyebabkan kecemasan. Kecemasan dapat dicegah dan diminimalisirkan dengan pemberian discharge planning seperti obat-obatan, perawatan luka, nutrisi, tindakan non farmakologi dan kontrol kembali. Metode: menggunakan quasi eksperimen dengan rancangan pre-post test tanpa kelompok kontrol. Sebanyak 30 responden yang diambil dengan metode teknik random sampling. Pengukuran kecemasan menggunakan kuesioner Skala Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS), serta analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: sebelum dilakukan discharge planning dengan kriteria kecemasan berat 8 orang atau (26,7%), kecemasan sedang 22 orang atau (73,3%), sedangkan kecemasan sesudah dilakukan discharge planning responden mengalami kriteria kecemasan sedang 8 orang atau (26,7%), kecemasan ringan 22 orang atau (73,3%). Dan pengaruh discharge planning ρ =0,000. Kesimpulan: dari hasil penelitian diketahui terdapat pengaruh sebelum dan setelah dilakukan discharge planning terhadap penurunan kecemasan pasien post orif fraktur. Diharapkan discharge planning dapat menjadi salah satu cara dalam menurunkan tingkat kecemasan pasien. Kata kunci: Discharge planning, Kecemasan, Fraktur