cover
Contact Name
Muhammad Ridwan
Contact Email
muhammadridwanjlegong@gmail.com
Phone
+62282-695415
Journal Mail Official
jurnalalmunqidz2@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat IAIIG Cilacap IAIIG Cilacap Jl. Kemerdekaan Barat No.17 Kesugihan Cilacap Kode Pos 53274
Location
Kab. cilacap,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kajian Keislaman
ISSN : 23020547     EISSN : 27158462     DOI : https://doi.org/10.52802/amk.v8i3
Al-Munqidz : Jurnal Kajian Keislaman dengan nomor terdaftar ISSN 2715-8462 (online), ISSN 2302-0547 (cetak) adalah jurnal yang berisi artikel penelitian tentang Kajian Keislaman yang dilakukan oleh dosen, peneliti dan praktisi yang berhubungan dengan pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi. Jurnal Al-Munqidz : Jurnal Kajian Keislaman merupakan jurnal yang dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Imam Ghozali (IAIIG) Calacap. Fokus dan ruang lingkup penerimaan artikel pada Jurnal Al-Munqidz : Jurnal ini membahas tentang semua kajian terkait ke Islaman Jurnal Al-Munqidz : Jurnal Kajian Keislaman, dalam setahun terbit tiga kali pada bulan Januari, Mei dan September
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2018)" : 9 Documents clear
ADVERTISING DAN BRANDING MEDIA DAKWAH DAN KOMUNIKASI nfn Tadzkiroh
Al-Munqidz : Jurnal Kajian Keislaman Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Institut Agama Islam Imam Ghozali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/amk.v5i1.50

Abstract

Sejatinya banyak sekali pakar dibidang Agama (baca:‘Alim ‘ulama), Cendekiawan muslim, yang ahli dibidang psikologis, kesehatan, politik bahkan ekonomi.terutama bidang keagamaan yang kepakarannya melebihi uztadz-ustadz yang muncul dilayar kaca. Tapi bisa karena alasan tertentu dalam hal ini persoalan khilafiyah yang tak bisa ditoleransi dalam bentuk apapun. Atau karena persoalan manajerial. Sehingga aktivitas mereka tidak terekam dan terpublikasikan secara massive di media Cetak maupun elektronik. Ini menjadi tantangan berat bagi generasi dalam kaderasisasi ulama walaupun sudah ada upaya oleh sebagian ulama .bail secara individu mapun secara kelembagaaan. Terutama produk dari Komunikasi Islam sangat dinantikan oleh gemerasi now yang sarat dengan persoalan -persoalan duniawi dan semakin garing dalam pengetahuan keagamaan. Ikhtiar sebagaian kecil Da’i televise yang mampu memanfaatkan media dakwah televise, melahirkan suatu pemahaman dan tradisi baru bahwa mensyiarkan islam dalam posisi tertentu(baca melalui media iklan), setara dalam hal menejemen menggunakan teori-teori pembuatan iklan pada umumnya.Kata Kunci: Advertising dan Branding, Media Dakwah, Komunikasi
MEMBUMIKAN DAKWAH DI ERA KINI Wakhiddin, Mukhammad
Al-Munqidz : Jurnal Kajian Keislaman Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Institut Agama Islam Imam Ghozali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/amk.v5i1.46

Abstract

Di zaman kini, ilmu pengetahuan mendominasi kehidupan umat manusia. Seiring berjalannya waktu ia semakin berkembang pesat, tidak terkecuali dalam bidang teknologi komunikasi dan informasi yaitu dengan munculnya internet. Dengan kemajuan tersebut telah memudah masyarakat dalam mengakses setiap hal, terlebih dengan munculnya internet yang membuat dunia seakan berada di genggaman tangan. Dalam pengertian yang luas, dakwah adalah upaya untuk mengajak seseorang atau sekelompok orang (masyarakat) agar memeluk dan mengamalkan ajaran Islam atau untuk mewujudkan ajaran Islam kedalam kehidupan yang nyata. Dakwah dalam konteks ini dapat bermakna pembangunan kualitas sumber daya manusia, pengentasan kemiskinan,memerangi kebodohan dan keterbelakangan serta pembebasan melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan. Ada beberapa hal yang mesti menjadi perhatian bersama dalam upaya membumikan dakwah di era kini, yaitu dengan cara menyeimbangkan antara peluang dan tantangan dakwah melalui media internet. Peluang tersebut diantaranya adalah sifat internet yang dapat menjangkau dengan luas dan murah; semakin meningkat pengguna internet setiap tahunnya; dan kesempatan bagi komunikator dakwah untuk berkreatifitas dalam berdakwah. Sedangkan tantangannya ialah masih banyak komunikator dakwah yang belum bisa memaksimalkan dan meningkatkan SDM nya dalam penggunaan internet; Kurangnya pengetahuan atau pemahaman tentang aturan yang berkaitan dengan penggunaan media internet; dan masih kurangnya ketertarikan para pengguna internet terhadap aplikasi maupun konten-konten dakwah. Kata Kunci: Dakwah, Internet, Peluang dan Tantangan
UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PAI MELALUI PENERAPAN METHODE KOPERATIF JIGSAW LEARNING PADA SISWA KELAS XI IPS 2 SEMESTER1 TAHUN PELAJARAN 2017/2018 SMA NEGERI 2 CILACAP Siti Kuza’emah
Al-Munqidz : Jurnal Kajian Keislaman Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Institut Agama Islam Imam Ghozali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/amk.v5i1.51

Abstract

Proses belajar mengajar merupakan inti pendidikan di sekolah. Disini guru sebagai pendidik berperan besar, salah satu faktor pendukung keberhasilan guru dalam melaksanakan pembelajaran adalah kemampuan guru dalam menguasai dan menerapkan metode pembelajaran.Mengaktifkan siswa dalam kegiatan pembelajaran merupakan salah satu cara melatih memori siswa agar berkembang optimal.Dengan metode belajar aktif, siswa mampu memecahkan masalahnya, yang penting melakukan tugasnya sesuai dengan pengetahuan yang mereka miliki. Metode Jigsaw Learning adalah suatu tipe pembelajaran koopertaif yang terdiri dari beberapa anggota dalam satu kelompok yang bertanggung jawab atas penguasaan bagian materi belajar dan mampu mengajarkan bagian tersebut kepada anggota lain dalam kelompoknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Jigsaw Learning pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas XI IPS 2 Semester 1 Tahun Pelajaran 2017/2018 SMA Negeri 2 Cilacap sudah cukup efektif.Kata Kunci: Efektifitas, Metode Jigsaw Learning, Pembelajaran PAI
KONSEP KEWAJIBANDAN PENTINGNYA ILMU PENGETAHUAN DALAM AL-QUR’AN Umiyati, nfn
Al-Munqidz : Jurnal Kajian Keislaman Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Institut Agama Islam Imam Ghozali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/amk.v5i1.47

Abstract

Pendidikan Islam adalah suatu usaha orang dewasa yang diarahkan kepada pembentukan kepribadian anak yang sesuai dengan ajaran Islam. Sesuai yang telah disyari’atkan oleh Nabi Muhammad melalui Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya, memberitahukan kepada seluruh manusia bahwa betapa pentingnya menuntut ilmu. Sebagai makhluk yang diberi akal dan pikiran, manusia dituntut untuk berpikir serta menggali ilmu karena Islam sendiri telah mewajibkan untuk menuntut ilmu pengetahuan. Berbicara tentang Ilmu Pengetahuan dalam hubungannya dengan Al-Qur’an, ada persepsi bahwa Al-Qur’an itu adalah kitab Ilmu Pengetahuan. Sekarang ini, di saat semua teknologi sudah canggih, dunia membuktikan dengan banyaknya temuan-temuan terkini yang ternyata semuanya sudah terdapat dalam Al-Qur’an. Penafsiran Al-Quran sendiri seolah tidak pernah selesai, karena setiap saat bisa muncul sesuatu yang baru, sehingga Al-Quran terasa selalu segar karena dapat mengikuti perkembangan zaman.Menuntut ilmu dari dalam kandungan sampai manusia meninggal, ilmu tidak akan lepas dalam diri manusia. Jadi sudah sangat jelas bahwa kewajiban menuntut ilmu bagi setiap muslim itu wajib, dan sangat penting ilmu pengetahuan untuk keberlangsungan hidup manusia dalam menjalani kehidupanKata Kunci : Kewajiban, Ayat Pendidikan. 
PERAN KURIKULUM PENGKADERAN PMII UIN SUNAN KALIJAGA DALAM PEMBENTUKKAN KARAKTER MAHASISWA Bustomi, Ahmad
Al-Munqidz : Jurnal Kajian Keislaman Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Institut Agama Islam Imam Ghozali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/amk.v5i1.52

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi kemunculan organisasi ekstra kampus yang memiliki gagasan yang bertentangan dengan pancasila sebagai ideologi negara dan sistem demokrasinya yang menurut peneliti sangat mengancam keutuhan NKRI. Disisi lain banyak berita di berbagai media yang memunculkan kerancuan- kerancuan antara misi Islam yang menjadi spirit organisasi mahasiswa Islam dengan praktik para kader di lapangan seperti tauran antar mahasiswa Islam, perusakan terhadap kampus atau fasilitas-fasilitas umum. Kurikulum perkaderan menjadi hal yang paling pokok untuk dikaji lebih, mengingat dari sanalah akan terlihat arah gerakan mahasiswa ini berjalan, latar belakangnya serta spirit berorganisasinya. Oleh karena penting untuk dikaji terutama terkait peran kurikulum pengkaderan PMII UIN Sunan Kalijagadalam pembentukkan karakter mahasiswa. Pemilihan organisasi di sekitar UIN Sunan Kalijaga dipilih dikarenakan pertama letaknya di Yogyakarta yang banyak menjadi tempat berdirinya organisasi-organisasi kemahasiswaan dan UIN Sunan Kalijaga sendiri memiliki iklim oganisasi yang massif. PMII yang merupakan salah satu organisasi yang eksistensinya tidak diragukan lagi dan menghegemoni di berbagai perguruan tingi Islam menjadi penting untuk dikaji lebih dalam mengenai peran kurikulum pengkaderannya dalam membentuk karakter kader Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran organisasi mahasiswa Islam ekstra kampus dalam pembentukan karakter mahasiswa dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek penelitian (informan) yang yaitu Sofiullah. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Milles Huberman dengan teknik reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, Implementasi kurikulum pengkaderan secara umum sama dengan metode memiliki MOT/Instruktur/Pemandu sebagai perangkat pegkaderan yang bertugas memandu jalannya pembelajaran di kelas, pemateri yang lebih mengutamakan diambil dari alumni organisasinya, tempatang jauh dari hiruk pikuk kota, fasilitas kamar dan ruang belajar memadai dan kondusif untuk belajar serta metode belajar yang terdiri dari metode ceramah, tanya jawab, dialog, serta diahiri dengan forum group discussion/small group discussion. Kedua, peran kurikulum memunculkan 10 karakter, yaitu religius, toleransi, disiplin, demokratis, semangat kebangs, cinta tanah air, bersahabat/komunikatif, peduli sosial, peduli lingkungan dan tanggug jawab. memerangi kebodohan dan keterbelakangan serta pembebasan melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan. Ada beberapa hal yang mesti menjadi perhatian bersama dalam upaya membumikan dakwah di era kini, yaitu dengan cara menyeimbangkan antara peluang dan tantangan dakwah melalui media internet. Peluang tersebut diantaranya adalah sifat internet yang dapat menjangkau dengan luas dan murah; semakin meningkat pengguna internet setiap tahunnya; dan kesempatan bagi komunikator dakwah untuk berkreatifitas dalam berdakwah. Sedangkan tantangannya ialah masih banyak komunikator dakwah yang belum bisa memaksimalkan dan meningkatkan SDM nya dalam penggunaan internet; Kurangnya pengetahuan atau pemahaman tentang aturan yang berkaitan dengan penggunaan media internet; dan masih kurangnya ketertarikan para pengguna internet terhadap aplikasi maupun konten-konten dakwah.Kata Kunci: Dakwah, Internet, Peluang dan Tantangan
ḤIFẒ AL-NAFS: MENILAI EFETIVITAS HUKUM PIDANA INDONESIA PERSPEKTIF MAQĀṢID AL-SYARĪAH Sulaiman, Akhmad
Al-Munqidz : Jurnal Kajian Keislaman Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Institut Agama Islam Imam Ghozali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/amk.v5i1.48

Abstract

Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk menilai efektivitas hukum pidana yang diterapkan di Indonesia dalam persektif maqāṣid al-syarīah.Penulis memfokuskan pada hukum pidana pembunuhan. Dalam dsikursus maqāṣid al-syarīah, terdapat dua unsur penting yaitu maqṣad dan wasīlah. Ḥifẓ al-nafs merupakan maqṣad sedangkan qiṣāṣ merupakan wasīlah. Karena ḥifẓ al-nafs adalah tujuannya, qiṣāṣ bisa diganti dengan wasīlah lain seperti hukuman penjara yang diatur dalam KUHP. Dengan melihat fakta bahwa kasus-kasus pembunuhan masih terjadi bahkan meningkat, penulis menyimpulkan bahwa hukuman penjara tidak efektif dan harus diganti dengan hukuman qiṣāṣ setelah melalui proses objektivikasi agar bisa diterima oleh semua warga negara Indonesia baik muslim maupun non- muslim. Objektivikasi merupakan proses penerjemahan ajaran-ajaran internal agama ke dalam ketegori-kategori objektif agar bisa diterapkan, diaktualisasikan dan diterima manfaatnya oleh semua orang. Di samping itu, penguatan pendidikan keluarga dan sekolah dengan menekankan aspek moral merupakan langkah preventif guna mencapai tujuan ḥifẓ al-nafs.Kata Kunci: ḥifẓ al-nafs, hukum pidana, maqāṣid al-syarīah, qiṣāṣ
BENARKAH KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN, RELASI SUAMI ISTRI ADA CAMPUR TANGAN AGAMA? nfn Ismah
Al-Munqidz : Jurnal Kajian Keislaman Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Institut Agama Islam Imam Ghozali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/amk.v5i1.54

Abstract

Tindak kekerasan terhadap perempuan relasi suami istri merupakan kekerasan berbasis gender, kekerasan yang dapat mengakibatkan penderitaan fisik psikis,seksual dan penelantaran ekonomi, Termasuk didalamnya ancaman, pemaksaan maupun secara sengaja membatasi kebebasan perempuan. Dan pelakunya adalah orang yang paling dekat dengan istri yaitu suaminya sendiri. Secara umum perempuan dan lingkungan tidak bereaksi untuk menolak tindak kekerasan ini, bahkan bersikap apatis terhadap tindak kekerasan yang dihadapi. Sikap korban kekerasan didukung oleh sikap- sikap pembenarann serta pemakluman. Sikap pembenaran ternyata didasarai dari pemahaman teks-teks agama yang berbicara tentang relasi dan kedudukan suami dn istri dan sikap pemakluman juga semakin mendudukan posisi perempuan pada situasi suami lebih dominan terhadap istri, dianggap sebagai budaya yang terus menerus dianut masyarakat setempat. . Dampak kekerasan terhadap istri adalah istri mengalami sakit fisik, tekanan mental, kehilangan rasa percaya diri, tidak berdaya, mempunyai ketergantungan pada suami yang sudah menyiksa dirinya, mengalami trauma, ketergantungan ekonomi dan penelantaran, sungguh sebuah ironi dari tujuan pernikahan yang yang selalau dikampanyekan, bahwa pernikahan adalah jalan memupuk pahala, lewat pernikahan sesorang dapat terpenuhi kebutuhan lahir dan batin. Dampak kekerasan ini harus segera dicari akar masalah, jika disebut sebut salah satu penyebabnya adalah cara pandang yang salah dalam memahami ayat ayat yang berbicara tentang hubungan suami istri, maka perlu ada pemahaman ulang tentang tafsiran-tafsiran yang mengakibatkan penderitaan istri.Kata kunci: Kekerasan dalam keluarga, Suami istri memerangi kebodohan dan keterbelakangan serta pembebasan melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan. 
GUGATAN CLASS ACTION DITINJAU DARI HUKUM ISLAM Adhim, Fathul
Al-Munqidz : Jurnal Kajian Keislaman Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Institut Agama Islam Imam Ghozali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/amk.v5i1.49

Abstract

Negara Indonesia sebagai negara hukum yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 bertujuan mewujudkan tata kehidupan negara dan bangsa yang aman, tentram, tertib dan sejahtera. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, dinyatakan bahwa apabila terjadi berbagai masalah lingkungan hidup yang merugikan perikehidupan masyarakat, maka mereka berhak mengajukan gugatan perwakilan (class action). Hukum Islam mengenal istilah al-Wakālah yang berarti pelimpahan kekuasaan oleh orang yang bersangkutan kepada orang lain dalam hal yang dapat diwakilkan. Sedangkan gugatan perwakilan (class action) merupakan gugatan hukum yang diajukan oleh sekelompok orang untuk kepentingan mereka yang dirugikan atau untuk kepentingan orang lain dengan menunjukalah seorang di antara mereka sebagai perwakilan, dengan keluhan dan penderitaan yang sama. Pada prinsipnya, gugatan perwakilan (class action) tidak bertentangan dengan hukum Islam atau al-Wakālah, karena gugatan tersebut adalah usaha untuk memperjuangkan hak individu dan kepentingan bersama. Class action merupakan bentuk tolong- menolong kepada masyarakat dan mencegah serta menuntut pihak yang membuat kerusakan (misal: akibat pencemaran lingkungan) yang telah merugikan masyarakat. Hal ini sangat relevan dengan ketentuan hukum Islam yang melarang manusia untuk berbuat kerusakan dan kemudaratan di muka bumi. Dengan cara gugatan perwakilan (class action) merupakan cara yang tepat untuk mencapai kemaslahatan manusia dari pencemaran dan perusakan lingkungan.Kata kunci: Class action, al- Wakālah, hukum Islam
INTEGRASI IMTAQ DAN IPTEK DALAM PENDIDIKAN Imam Hidayat
Al-Munqidz : Jurnal Kajian Keislaman Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Institut Agama Islam Imam Ghozali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/amk.v5i1.161

Abstract

Pengetahuan umum dan pengetahuan agama adalah dua poin utama sains yang saling mendukung untuk menciptakan generasi yang unggul. Maka pendekatan integrasi ilmu agama dengan ilmu umum menjadi salah satu solusi dan itu penting dilakukan. Dengan pendekatan integrasi tersebut dapat dipahami bahwa antara pendidikan agama Islam dengan ilmu umum pada dasarnya adalah satu atau terikat oleh iman dan tauhid sehingga peserta didik memiliki kepribadian yang beriman dan bertakwa (IMTAQ) serta menguasai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (ILMU dan teknologi). Dan pada akhirnya akan menciptakan keseimbangan antara kebutuhan dunia pendidikan dan akhirat.

Page 1 of 1 | Total Record : 9