cover
Contact Name
Supriando
Contact Email
jurnal.musica@gmail.com
Phone
+6281277696805
Journal Mail Official
jurnal.musica@gmail.com
Editorial Address
Institut Seni Indonesia Padangpanjang Jl. Bahder Johan 27128, Sumatera Barat (0752) 82077
Location
Kota padang panjang,
Sumatera barat
INDONESIA
Musica: Journal of Music
ISSN : -     EISSN : 28071026     DOI : http://dx.doi.org/10.26887/musica.v1i1
Core Subject : Art,
Musica: Journal of Music is an academic journal published by Department of Music, Faculty of Performing Arts, Institut Seni Indonesia Padangpanjang twice a year. This journal publishes original articles with focuses on the results of studies in the field of music. The coverage of topics in this journal includes: Western Music Studies, Composition or Arrangement, Musical Performances Such as Orchestra/Ensemble/Chamber Music, History of music, Theory of Music or Analysis, Music Education, Instrument of Music, Music Technology, Popular or Traditional Music.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2021): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC" : 6 Documents clear
Interpretasi Repertoar Danzas Espanolas Op.37, Concerto De Aranjuez, Aek Sekotak, dan Moliendo Café pada Pertunjukan Gitar (Interpretation of the Repertoire of Danzas Espanolas Op.37, Concerto De Aranjuez, Aek Sekotak, and Moliendo Café on Guitar performances) Muhammad egi; Supriando Supriando; Awerman Awerman
MUSICA : Journal of Music Vol 1, No 2 (2021): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (817.152 KB) | DOI: 10.26887/musica.v1i2.1736

Abstract

Artikel ini memuat tentang pertunjukan musik dan interpreatsi penyaji terhadap musik yang dipertunjukkan. Pertunjukan yang disajikan berasal dari berbagai era seperti romantik, modern, melayu dan popular yang dikemas kedalam sebuah pertunjukan solis gitar dengan menggunakan kaidah pertunjukan konvensional. Repertoar pertama dalam pertunjukan adalah repertoar era romantik yang berjudul Danzas Espanolas Op.37 dengan komposer Pantaleon Enrique Joaquen Granados atau yang lebih dikenal sebagai Enrique Granados. Repertor kedua adalah Concerto De Aranjuez dengan komposer Joaquin Radrigo Radrigo yang ditampilkan dalam format orkestra. Repertoar ketiga adalah Aek Sekotak merupakan lagu melayu daerah Provinsi Jambi yang diciptakan oleh NN (No Name). Moliendo Café disajikan sebagai repertoar terakhir yang merupakan komposisi musik ciptaan komposer Venezuela Jose Manzo Perroni pada tahun 1961. Masalah dalam artikel ini adalah terkait bagaimana penyaji gitar melakukan interpretasi terhadap karya yang dimainkan. Tujuan penulisan artkel ini adalah untuk menjabarkan interpretasi penyaji untuk mewujudkan sebuah pertunjukan yang baik. Hasil dalam artikel ini berupa interpretasi penyaji terhadap seluruh komposisi musik yang dimainkan dalam pertunjukan.Kata kunci: Pertunjukan; Gitar Klasik; Solis; Teknik; InterpretasiABSTRACTThis article contains about musical performances and the interpretation of the music presenters who are performed. The shows presented are from various eras such as romantic, modern, Malay and popular which are packaged in a solo guitar performance using conventional performances. The first repertoire in the show is a repertoire-era romance entitled Danzas Espanolas Op.37 with Pantaleon composer Enrique Joaquen Granados or better known as Enrique Granados. The second repertoire is the Concerto De Aranjuez with composer Joaquin Radrigo Radrigo performed in an orchestral format. The third repertoire is Aek Sekota, a Malay song from the Jambi Province, which was created by NN (No Name). Moliendo Café is presented as the last repertoire which is a musical composition created by Venezuelan composer Jose Manzo Perroni in 1961. The problem in this article is related to how guitar presenters interpret the works played. The purpose of writing this article is to describe the interpretation of the presenter to create a good show. The results in this article are in the form of the presenter's interpretation of all musical compositions played in the show.Keywords: Performance; Classical Guitar; Solis; Technique; Interpretation
Fungsi Musik pada Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck (The Function of Music in the Sinking of the Van Der Wijck Ship) Abdul Rozak; Haria Nanda Pratama
MUSICA : Journal of Music Vol 1, No 2 (2021): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.161 KB) | DOI: 10.26887/musica.v1i2.2101

Abstract

Suara atau musik merupakan salah satu untur sinematik pada film, musik menjadi hal terpenting dalam membangun efek dramatis pada setiap adegan pada film untuk mempengaruhi mood penonton. Artinya musik pada film merepresentasikan efek pendengaran terhadap pengalaman visual. Objek material pada penelitian ini yaitu Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, sedangkan objek formal yaitu fungsi musik yang menjadi pendukung dalam membangun suasana serta mempengaruhi mood penonton. Tujuan Penelitian ini adalh untuk mengetahui fungsi musik dalam film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini berupa metode kualitatif. Hasil dari penelitian ini antara lain menutup suara yang tak diinginkan (noise); menjaga kesinambungan antar shots; menuntun perhatian kepada hal-hal penting dalam film melalui struktur atau hal-hal yang kongruen; mempengaruhi perasaan meskipun digunakan untuk mengiringi hal yang tidak berhubungan (dengan emosi); menyampaikan maksud kelanjutan cerita, khususnya dalam situasi (adegan) yang membingungkan; berintegrasi dengan film dan memungkinkan simbolisasi terhadap masa lalu dan masa depan melalui teknik leitmotiv; meningkatkan rasa nyata dari sebuah film; dan menambah nilai seni dari sebuah film.Kata Kunci: Fungsi; Musik; Film Tenggelamnya Kapal Van Der WijckABSTRACTSound or music is one of the cinematic elements in the film, music is the most important thing in building a dramatic effect on every scene in the film to affect the mood of the audience. This means that the music in the film represents the auditory effect on the visual experience. The material object in this study is the film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, while the formal object is the function of music which is a supporter in building the atmosphere and influencing the mood of the audience. The purpose of this study was to determine the function of music in the film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. The research method used in this study is a qualitative method. The results of this study include closing unwanted sounds (noise); maintain continuity between shots; directing attention to important things in the film through congruent structures or things; affect feelings even if used to accompany things that are not related (with emotions); convey the meaning of the continuation of the story, especially in a confusing situation (scene); integrates with film and enables symbolization of the past and future through leitmotiv techniques; enhance the real feel of a film; and add to the artistic value of a film.Keywords: Function; Music; The Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Movie
Brainwave Stimulation: Konsep Binaural Beats dalam Produksi Musik Digital (Brainwave Stimulation: The Concept of Binaural Beats in Digital Music Production) Yos Hendra; Ganesh Hariamansyah
MUSICA : Journal of Music Vol 1, No 2 (2021): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2075.809 KB) | DOI: 10.26887/musica.v1i2.2097

Abstract

Brainwave Stimulation merupakan karya musik digital yang berangkat dari objek material klasifikasi frekuensi gelombang otak manusia yang dikenal dengan nama Brainwave. Frekuensi Brainwave tersebut diolah dengan konsep Binaural Beats audio. Konsep Binaural Beats digunakan sebagai media replikasi bunyi dari klasifikasi frekuensi Brainwave. Karya ini menghadirkan bunyi dari beberapa klasifikasi Brainwave yang terdiri dari frekuensi dalam range Alpha, Betha, Theta, dan Delta serta dipadukan dengan musik yang konsep penciptaannya diambil dari idiom musik minimalis dalam bentuk  free form. Penggarapan karya dilakukan sepenuhnya dengan menggunakan software DAW Presonus Studio One 5 dan berbagai VSTi serta samplepack tanpa menggunakan record audio terhadap instrumen musik, dan sumber suara lainnya. Masalah dalam penggarapan karya ini adalah bagaimana cara memproduksi musik digital dengan konsep Binaural Beats. Artikel karya Brainwave Stimulation ini bertujuan untuk mengurai langkah kerja yang digunakan dalam produksi musik digital dengan menggunakan konsep Binaural Beats. Metode yang digunakan dalam penggarapan karya adalah eksplorasi, eksperimen, dan perwujudan. Hasil dari artikel ini merupakan sebuah karya seni musik digital dengan judul Brainwave Stimulation.Kata Kunci: Brainwave Stimulation; Binaural Beats; Musik DigitalABSTRACTBrainwave Stimulation is a digital musical work that departs from the object of classifying the frequency of human brain waves known as Brainwave. Brainwave frequencies are processed with the concept of Binaural Beats audio. The concept of Binaural Beats is used as a medium for sound replication from Brainwave frequency classification. This work presents sounds from several Brainwave classifications consisting of frequencies in the Alpha, Betha, Theta, and Delta ranges and is combined with music whose concept of creation is taken from minimalist music idioms in free form. The work is done entirely using the DAW Presonus Studio One five software and various VSTi and sample packs without audio recordings of musical instruments and other sound sources. The problem in working on this work is how to produce digital music with the concept of Binaural Beats. This article by Brainwave Stimulation aims to describe the work steps used in digital music production using the concept of Binaural Beats. The methods used in the production of the work are exploration, experimentation, and embodiment. The result of this article is a digital music artwork with the title Brainwave Stimulation.Keywords: Brainwave Stimulation; Binaural Beats; Digital Music
Teknik Permainan Instrumen Musik Gondang Hasapi Oleh Grup Musik Palito Batak Toba di Kota Palembang (Gondang Hasapi Musical Instrument Playing Techniques by the Toba Batak Palito Music Group in Palembang City) Cristina Adelia; Feri Firmansyah; Rio Eka Putra
MUSICA : Journal of Music Vol 1, No 2 (2021): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (941.37 KB) | DOI: 10.26887/musica.v1i2.2098

Abstract

Gondang Hasapi adalah ansambel musik yang digunakan untuk mengiringi upacara adat Batak Toba. Biasanya ansambel musik ini digunakan sebagai pengiring tari, upacara adat pernikahan, dan sebagai hiburan (Opera Batak). Gondang Hasapi pada saat ini memiliki formasi instrumen yang beragam. Alat musik yang digunakan oleh Grup Musik Palito Batak Toba pada saat permainan musik Gondang Hasapi yaitu hasapi, taganing, seruling, dan sarune etek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan teknik permainan instrumen musik Gondang Hasapi yang terdiri dari teknik Hasapi dan Taganing oleh Grup Musik Palito Batak Toba yang masih eksis dalam kegiatan acara pesta adat pernikahan di Kota Palembang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya data yang telah dikumpulkan di analisis data dengan tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian didapatkan bahwa teknik bermain Hasapi disebut dengan teknik mamiltik (dipetik) dan taganing, yaitu teknik memainkan dengan cara memukul dengan pola permainan mangodop-odopi, manganak-anaki, dan mangarapat.Kata Kunci: Tekinik permainan; Gondang Hasapi; Palito Batak TobaABSTRACTGondang Hasapi is a musical ensemble used to accompany Toba Batak traditional ceremonies. Usually this musical ensemble is used as a dance accompaniment, traditional wedding ceremonies, and as entertainment (Batak Opera). Gondang Hasapi currently has a variety of instrument formations. The musical instruments used by the Palito Batak Toba Music Group during the Gondang Hasapi music game are hasapi, taganing, flute, and sarune etek. The purpose of this study was to determine and describe the technique of playing the Gondang Hasapi musical instrument consisting of the Hasapi and Taganing techniques by the Palito Batak Toba Music Group which still exists in traditional wedding events in Palembang City. Data collection techniques used in this study were observation, interviews and documentation. Furthermore, the data that has been collected in the data analysis with the stages of data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results showed that the Hasapi playing technique was called the mamiltic technique (plucked) and taganing, namely the technique of playing by hitting with the pattern of playing mangodop-odopi, manganak-anaki, and mangarapat.Keywords: Playing technique; Gondang Hasapi; Palito Batak Toba
Musik Programa Sebagai Alternatif Pendokumentasian Peristiwa Masa Lalu (Programme Music as an Alternative for Documenting Past Events) Vindo Alhamda Putra; Hafif HR; Ahmad Zaidi
MUSICA : Journal of Music Vol 1, No 2 (2021): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.888 KB) | DOI: 10.26887/musica.v1i2.1913

Abstract

Artikel ini memuat tentang karya musik programma yang berangkat dari peristiwa galodo yang terjadi di Bukik Tui Padangpanjang pada tanggal 4 Mei 1987. Peristiwa ini terjadi pada sore menjelang magrib dan memakan korban 133 jiwa. Pengkarya menghadirkan suasana sesuai alur cerita sebelum terjadinya galodo sampai setelah terjadinya peristiwa tersebut. Konsep garapan yang dihadirkan berupa musik multimedia, dengan menggunakan software Digital Audio Workstation. Masalah dalam artikel mencakup tentang bagaimana produksi musik digital yang dalam menjadi alternatif pendokumentasian peristiwa. Metode yang digunakan pada karya ini adalah eksplorasi dan eksperimen dari sample audio yang diolah, dimana bahan bakunya bersumber dari suara sound fx dan Virtual Sound Technology (VST) dengan menggunakan Cubase Pro 10.5 sebagai wadah pengolahannya. Tujuan penulisan artikel ini adalah menjabarkan karya Music of Screen: Galodo Bukik Tui yang dapat menjadi alternatif pendokumentasian peristiwa. Hasil dari artikel ini adalah gambaran langkah kerja produksi Music of Screen: Galodo Bukik Tui sebagai alternatif pendokumentasian peristiwa.Kata kunci: Peristiwa; Musik Programma; Musik Multimedia; Sound fx; Virtual Sound TechnologyABSTRACTThis article describes a musical program that started from the Galodo incident that occurred in Bukik Tui Padangpanjang on May 4, 1987. This incident occurred at sunset and claimed 133 lives. The author presents the atmosphere according to the storyline before the Galodo event until it occurs after the event. The concept presented is in the form of multimedia music, using Digital Audio Workstation software. The problem in the article covers how digital music production is an alternative for documenting events. The method used in this work is exploration and experimentation of processed audio samples, where the raw materials are sourced from sound fx and Virtual Sound Technology (VST) using Cubase Pro 10.5 as the processing container. The purpose of writing this article is to describe the work of Music of Screen: Galodo Bukik Tui which can be an alternative for documenting events. The result of this article is an overview of the steps in the music production of Music of Screen: Galodo Bukik Tui as an alternative for documenting events.Keywords: Incident; Program Music; Multimedia Music; Sound fx; Virtual Sound Technology
Strategi Pembelajaran Ensamble Violin Di Purwacaraka Musik Studio Padang (Violin Ensamble Learning Strategy at Purwacaraka Music Studio Padang) Melisa Fitri Rahmadinata
MUSICA : Journal of Music Vol 1, No 2 (2021): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (841.263 KB) | DOI: 10.26887/musica.v1i2.2096

Abstract

Purwacaraka Music Studio (PCMS) Padang merupakan lembaga musik nonformal yang menawarkan berbagai macam jenis les musik, salah satunya violin. Strategi pembelajaran di PCMS Padang ialah berupa les privat dengan metode satu guru satu siswa. Namun yang menjadi pembeda les di Purwacaraka dengan tempat les musik lainnya ialah adanya kegiatan ensamble untuk masing-masing instrument. Kegiatan pembelajaran secara ensamble ini merupakan kegiatan ekstra sebagai peningkatan skill siswa-siswi dalam bermain bersama. Penelitian ini memaparkan bagaimana strategi pembelajaran ensambel violin di PCMS Padang, baik dari segi metode pembelajaran dan materi yang dipelajari. Adapun strategi pembelajaran dianalisis dan dikemukakan berdasarkan metode jenis penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data penelitian dilakukan melalui tiga tahapan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa strategi pembelajaran ensambel violin di PCMS Padang menggunakan empat metode pembelajaran yaitu metode ceramah, metode demonstrasi, metode drill, dan evaluasi pembelajaran.Kata Kunci: Strategi Pembelajaran; Ensamble Violin; PCMS PadangABSTRACTPurwacaraka Music Studio (PCMS) of Padang was a non-formal music institution that had branches in almost all of Indonesia, one of them was in the city of which offered various types of music lessons, one of them was the violin. The learning strategy at PCMS Padang was in the form of private lessons with the one teacher, one student method. However, what distinguishes at Purwacaraka lessons different from other music lessons was the ensemble activity for each instrument. This ensemble learning activity was an extra activity as an increase in students' skills in playing together. This study described how the violin ensemble learning strategy at PCMS Padang, both in terms of learning methods and the material studied. The learning strategies were analyzed and put forward based on the type of qualitative descriptive research method. Research data collection was carried out through three stages, observation, interviews, and documentation. The results of this study explained that the violin ensemble learning strategy at PCMS Padang used four learning methods; the lecture method, demonstration method, drill method, and learning evaluation.Keywords: Learning Strategy; Violin Ensemble; PCMS Padang

Page 1 of 1 | Total Record : 6