cover
Contact Name
-
Contact Email
didin@untag-sby.ac.id
Phone
+6281249846916
Journal Mail Official
jurnaltanda@gmail.com
Editorial Address
Nginden Intan Timur XV No. 11 Surabaya
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra
ISSN : -     EISSN : 27970477     DOI : -
TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra ber e-ISSN 2797-0477 ini adalah jurnal open access, peer-review dua bulanan dalam satu tahun yang diterbitkan oleh Aksiologi Surabaya. TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra ini mendorong artikel asli tentang berbagai isu dalam Studi Bahasa dan Sastra, tidak terbatas pada filsafat, sastra, linguistik, antropologi, sejarah, studi budaya, seni, dan ilmu informasi yang berfokus pada studi dan penelitian budaya Indonesia. TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra menerima publikasi komposisi seimbang dari artikel penelitian teoritis atau empiris berkualitas tinggi, studi komparatif, studi kasus, makalah review, makalah eksplorasi, dan resensi buku. Semua manuskrip yang diterima akan dipublikasikan secara online.
Articles 131 Documents
DARI SYAIR KE KOMENTAR: PERGESERAN LOCUS SASTRA LISAN DALAM TAYANGAN RITUAL MOTIMU’ALO DI RUANG DIGITAL Isnawati Mutiara Molamahu
TANDA Vol 6 No 04 (2026): BAHASA DAN BUDAYA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v6i04.3075

Abstract

Media sosial kini menjadi panggung baru bagi tradisi lisan lokal, mengubah cara ritual sakral direpresentasikan dan dikonsumsi publik. Penelitian ini membahas reproduksi digital Motimu'alo, ritual pelarung duka pasca-kematian di Gorontalo, dengan fokus pada fenomena video yang tidak menyertakan mantra/sastra lisan, melainkan hanya menampilkan performa fisik dan visual prosesi ritual. Dengan mensintesiskan teori Performansi Richard Bauman dan pendekatan resepsi sastra (reader-response) Wolfgang Iser, artikel ini mengkaji bagaimana representasi visual tersebut bertindak sebagai medium baru (locus pengganti) bagi narasi kultural, sekaligus menciptakan "celah kosong" (indeterminacy) yang mengundang keterlibatan audiens digital. Mengacu pada tesis homologi tradisi lisan dan teknologi internet (OT-IT) serta konsep tiga arena komunikasi yakni, oAgora, tAgora, eAgora yang diajukan John Miles Foley, studi ini membaca migrasi Motimu'alo dari arena lisan (oAgora) ke arena digital (eAgora), di mana penonton daring memanfaatkan kolom komentar untuk mendekode tanda visual dan mengisi kekosongan narasi lewat memori personal serta respons emosional mereka. Penelitian ini menerapkan pendekatan etnografi digital dan analisis teks terhadap video Motimu'alo terpilih beserta komentar penggunanya. Temuan awal memperlihatkan artikulasi duka komunal baru di ruang siber melalui proyeksi memori personal penonton yang digerakkan dialek lokal, seperti komentar "dapa inga pas ti oma ada maninggal