cover
Contact Name
-
Contact Email
didin@untag-sby.ac.id
Phone
+6281249846916
Journal Mail Official
jurnaltanda@gmail.com
Editorial Address
Nginden Intan Timur XV No. 11 Surabaya
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra
ISSN : -     EISSN : 27970477     DOI : -
TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra ber e-ISSN 2797-0477 ini adalah jurnal open access, peer-review dua bulanan dalam satu tahun yang diterbitkan oleh Aksiologi Surabaya. TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra ini mendorong artikel asli tentang berbagai isu dalam Studi Bahasa dan Sastra, tidak terbatas pada filsafat, sastra, linguistik, antropologi, sejarah, studi budaya, seni, dan ilmu informasi yang berfokus pada studi dan penelitian budaya Indonesia. TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra menerima publikasi komposisi seimbang dari artikel penelitian teoritis atau empiris berkualitas tinggi, studi komparatif, studi kasus, makalah review, makalah eksplorasi, dan resensi buku. Semua manuskrip yang diterima akan dipublikasikan secara online.
Articles 96 Documents
RESENSI PUISI BERJUDUL “MELUKISMU” KARYA ACHLUDDIN IBNU ROCHIM Hakim, Lukman
TANDA Vol 3 No 03 (2023): KEBUDAYAAN
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v3i03.2054

Abstract

The poem “Melukismu” by Achluddin Ibnu Rochim is a representation of love expressed through the aesthetic language of poetry. This work conveys admiration and devotion toward a beloved figure using artistic metaphors, portraying love as a creative and spiritual force. This study aims to reveal the meaning, symbolism, and poetic structure within the poem using a qualitative-descriptive approach. Theories employed include structuralism (A. Teeuw), semiotics (Roland Barthes), and the psychology of love (Erich Fromm). The analysis shows that love in this poem is not merely emotional affection, but a creative force that gives birth to artistic expression. Symbols such as canvas, color, and words reinforce the idea of transcending personal emotion into an aesthetic creation. This poem demonstrates that language can serve as a medium to subtly and symbolically express the deepest of feelings.
STRUKTUR KEBATINAN DALAM PUISI PADA PIANO KARYA ACHLUDDIN IBNU ROCHIM Retnosari, Putri
TANDA Vol 3 No 04 (2023): KEBUDAYAAN
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v3i04.2055

Abstract

Puisi Pada Piano karya Achluddin Ibnu Rochim menampilkan ekspresi kontemplatif yang melibatkan perpaduan antara suasana batin, elemen musik, dan penghayatan spiritualitas. Melalui struktur puisi yang metaforis dan reflektif, penyair menghadirkan dinamika relasi antara "aku", "kau", dan alam semesta dalam suatu dialog batin yang mendalam. Penelitian ini bertujuan mengungkap struktur kebatinan dalam puisi tersebut dengan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif-analitik sastra. Teori yang digunakan adalah strukturalisme spiritual (Zamroni), teori ekspresivisme sastra, serta pendekatan fenomenologi sastra. Hasil analisis menunjukkan bahwa puisi ini membentuk struktur kebatinan yang kuat, tercermin dalam relasi antara suara-suara batin penyair dengan simbol-simbol alam, musik, dan waktu. Puisi ini mengajak pembaca untuk merasakan proses reflektif dalam menghadapi kenyataan sosial dan eksistensial.
QUEST FOR THE TRUTH AS REFLECTED IN EMMA DONOGHUE’S THE WONDER Sari, Nurul Novita; Wahyono, Danu
TANDA Vol 5 No 03 (2025): BAHASA DAN SASTRA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v5i03.2372

Abstract

This study explores quest for the truth in Emma Donoghue’s The Wonder. It aims to discuss how a woman searches for the truth. Meanwhile the objectives of the study are the motivation to search the truth, and the struggles of searching the truth. It uses a qualitative method as the research design and psychological approach as a literary approach. In addition, Katsoff’s theory is used as theoretical framework. The result shows that Lib, a nurse, is assigned to investigate her patient, Anna O'Donnell who is reported to be able to survive without food for a couple of months. It challenges her because she sees the strong beliefs of the environment. She realizes that questing the truth is not just about finding the proofs. It is a belief system that demands her excessive sacrifice. She has a strong motivation to fight to find the truth. She gets profession-responsibility to investigate her patient. She struggles to manage her patient and has a commitment to bring Anna O'Donnell to a new life. Her struggles to quest the truth are not only internal, but also external. She faces strong resistance from Anna’s family and the fanatical village community. She conducts a great effort to quest the truth of her patient’s case. She is able to save Anna's life by reviving Anna's soul as a new identity.
PENDEKATAN KOGNITIF DALAM PEMBELAJARAN KAIDAH NAHWU UNTUK PENUTUR NON-ARAB Amalia, Yuni; Ashari, Wafiq Azizah; Tanaya, Syifa Wiri; Fahmi, Muhammad Zaky
TANDA Vol 5 No 03 (2025): BAHASA DAN SASTRA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v5i03.2074

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendekatan kognitif dalam pembelajaran kaidah nahwu bagi penutur non-Arab serta menganalisis efektivitasnya dalam meningkatkan pemahaman siswa. Pendekatan kognitif digunakan untuk mengoptimalkan proses berpikir peserta didik, membantu mereka membangun konsep secara aktif, dan mengaitkan informasi baru dengan struktur kognitif yang telah ada. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, studi literatur, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kognitif seperti mind mapping, analisis pola kalimat, elaborasi makna, dan problem-based learning efektif dalam membantu siswa memahami kaidah nahwu secara mendalam. Selain itu, pendekatan ini mampu meningkatkan daya ingat jangka panjang, kemampuan analitis, serta motivasi belajar peserta didik. Namun, keberhasilan implementasi sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kesiapan kognitif siswa, kompetensi guru, ketersediaan media belajar, serta waktu pembelajaran yang tersedia. Kesimpulannya, pendekatan kognitif memberikan kontribusi positif terhadap penguasaan kaidah nahwu bagi penutur non-Arab, asalkan didukung dengan strategi pembelajaran yang sistematis dan kreatif.
NILAI ESTETIKA DALAM CERITA RAKYAT SENI BARONGAN KUDUS Atiqoh, Farikhatul; Firdausi, Yukhanit; Ningrum, Tiffani Soffia; Silvianingrum, Indah; Kanzunnudin, Mohammad
TANDA Vol 5 No 03 (2025): BAHASA DAN SASTRA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v5i03.2263

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai estetika dalam cerita rakyat Seni Barongan Kudus. Seni Barongan Kudus adalah salah satu bentuk cerita rakyat yang berkembang di masyarakat Kudus. Seni Barongan tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media penyampai nilai estetika yang terletak pada jalan cerita. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data utama diperoleh dari buku Cerita Rakyat Pesisir Timur karya Mohammad Kanzunnudin (2024), dengan teknik pengumpulan data berupa simak dan catat. Salah satu penggalan cerita menggambarkan sosok makhluk berkepala harimau yang menari di bawah pohon beringin, diiringi suara gamelan mistis, yang dipercaya sebagai simbol pelindung desa. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur estetika tercermin dalam tema, alur, tokoh, latar, gaya bahasa, dan amanat. Cerita mengandung pesan moral yang disampaikan secara halus melalui simbol dan struktur cerita yang khas. Seni Barongan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana pelestarian nilai budaya dan pendidikan karakter.
PELESTARIAN BUDAYA: SINERGI TEKNOLOGI DAN KEARIFAN LOKAL DI DESA WISATA MOJOKEMBANG, KABUPATEN MOJOKERTO Wahyuddin, Zida; Amalijah, Eva
TANDA Vol 5 No 05 (2025): BAHASA DAN BUDAYA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v5i05.2462

Abstract

Artikel ini menganalisis sinergi antara teknologi digital dan kearifan lokal dalam pelestarian budaya di Desa Wisata Mojokembang, Kabupaten Mojokerto. Latar belakang kajian ini dilandasi oleh tantangan modernisasi yang kerap menggeser nilai-nilai budaya lokal, serta peluang pemanfaatan teknologi sebagai sarana pelestarian berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pemerintah desa dan masyarakat lokal, serta dokumentasi berbagai kegiatan budaya dan digitalisasi video yang telah dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi dalam bentuk digitalisasi kegiatan bersih desa yang disertai dengan pertunjukan budaya antar dusun di Desa Mojokembang melalui media sosial, serta pengembangan sistem informasi desa berbasis budaya telah memberikan dampak signifikan terhadap keberlanjutan identitas budaya lokal. Kegiatan seperti pengajian, nyekar (berziarah), dan parade budaya yang sebelumnya bersifat lokal kini dapat diakses lebih luas oleh masyarakat nasional maupun internasional. Selain itu, pelatihan literasi digital kepada warga desa juga meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan desa wisata dan pelestarian budaya. Namun, keberhasilan sinergi ini tidak terlepas dari sejumlah tantangan seperti keterbatasan infrastruktur digital, resistensi sebagian warga terhadap perubahan, serta keterbatasan sumber daya manusia dalam pengelolaan konten digital. Meski demikian, dengan dukungan pemerintah daerah dan komitmen komunitas lokal, sinergi antara teknologi dan kearifan lokal terbukti mampu memperkuat identitas budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata berkelanjutan.

Page 10 of 10 | Total Record : 96