cover
Contact Name
-
Contact Email
didin@untag-sby.ac.id
Phone
+6281249846916
Journal Mail Official
jurnaltanda@gmail.com
Editorial Address
Nginden Intan Timur XV No. 11 Surabaya
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra
ISSN : -     EISSN : 27970477     DOI : -
TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra ber e-ISSN 2797-0477 ini adalah jurnal open access, peer-review dua bulanan dalam satu tahun yang diterbitkan oleh Aksiologi Surabaya. TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra ini mendorong artikel asli tentang berbagai isu dalam Studi Bahasa dan Sastra, tidak terbatas pada filsafat, sastra, linguistik, antropologi, sejarah, studi budaya, seni, dan ilmu informasi yang berfokus pada studi dan penelitian budaya Indonesia. TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra menerima publikasi komposisi seimbang dari artikel penelitian teoritis atau empiris berkualitas tinggi, studi komparatif, studi kasus, makalah review, makalah eksplorasi, dan resensi buku. Semua manuskrip yang diterima akan dipublikasikan secara online.
Articles 107 Documents
KEMAMPUAN MENULIS TEKS PROSEDUR SISWA KELAS VII SMP HAYATI KOTA DUMAI Fivi Yulianti; Mangatur Sinaga; Charlina
TANDA Vol 6 No 03 (2026): BAHASA DAN BUDAYA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v6i03.2758

Abstract

Penelitian ini memfokuskan pada teks prosedur karena bertujuan mengukur kemampuan siswa dalam menyusun instruksi berdasarkan pengalaman sehari-hari. Peneliti akan menjelaskan konsep teks prosedur secara rinci melalui demonstrasi praktik langsung di kelas, sehingga materi dapat diaplikasikan dalam kehidupan siswa. Jenis teks prosedur yang digunakan adalah teks prosedur protokol. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis metode penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan di SMP Hayati dari Mei 2024 sampai April 2026. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Hayati Kota Dumai, teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik total sampling, dengan jumlah sampel sebanyak populasi yaitu 50 siswa. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tes, dalam hal ini responden akan menulis teks prosedur yang berbasis keterampilan, dengan tujuan untuk mengukur pencapaian anggota sampel. Dalam penelitian ini, instrumen yang digunakan berupa tes menulis teks prosedur yang bertujuan untuk mengukur kemampuan siswa dalam menulis teks prosedur. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji t satu sampel. Berdasarkan hasil analisis data kemampuan menulis teks prosedur siswa kelas VII SMP Hayati Kota Dumai, dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan siswa telah mencapai kategori mampu dalam menulis teks prosedur. Hal ini ditunjukkan oleh rata-rata skor 77,86 yang memenuhi kriteria ketuntasan minimal dan kemampuan siswa dalam menyusun teks prosedur dengan struktur yang tepat, penggunaan bahasa yang sesuai, serta langkah-langkah yang runtut dan jelas. Dengan demikian, kemampuan menulis teks prosedur siswa kelas VII SMP Hayati Kota Dumai sudah terlaksana dengan baik dan menunjukkan perkembangan yang positif.
PRAANGGAPAN DALAM FILM AGAK LAEN KARYA MUHADKLY ACHO Hanna Maria Manalu; Mangatur Sinaga; Charlina
TANDA Vol 6 No 03 (2026): BAHASA DAN BUDAYA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v6i03.2765

Abstract

Penelitian ini membahas praanggapan dalam film Agak Laen karya Muhadkly Acho. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis praanggapan dan fungsi tuturan praanggapan yang terdapat dalam film tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Data penelitian berupa tuturan antar tokoh dalam film Agak Laen yang mengandung praanggapan, sedangkan sumber data penelitian adalah film Agak Laen yang tayang pada tahun 2024 dengan durasi 119 menit. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak dan catat. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat delapan jenis praanggapan dalam film Agak Laen, yaitu praanggapan eksistensial, faktif, nonfaktif, leksikal, struktural, konterfaktual, implikatif, dan waktu/temporal. Jenis praanggapan yang paling dominan adalah praanggapan eksistensial dan struktural, sedangkan yang paling sedikit ditemukan ialah praanggapan implikatif dan konterfaktual. Selain itu, ditemukan pula empat fungsi tuturan praanggapan, yaitu fungsi asertif, direktif, komisif, dan ekspresif. Fungsi tuturan yang paling dominan adalah fungsi direktif. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan praanggapan dalam dialog film berperan penting dalam membangun komunikasi, menyampaikan makna tersirat, serta memperkuat unsur humor dan konteks sosial dalam film.
ANALISIS KONOTASI PADA LIRIK LAGU DALAM ALBUM DIGDAYA KARYA LAZE Khairul Rizky; Hasnah Faizah; Oki Rasdana
TANDA Vol 6 No 02 (2026): BAHASA DAN BUDAYA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v6i02.2766

Abstract

Song lyrics often employ non-literal meanings, particularly connotative meaning, as a medium for conveying messages. This study aims to identify and describe the types of connotative meanings found in the song lyrics of the Digdaya album by Laze and to explain their role in message delivery. This research applies a qualitative approach using a descriptive method. The data consist of words, phrases, and sentences containing connotative meanings taken from 13 songs in the Digdaya album. Data were collected through documentation techniques using listening, reading, and note-taking methods, while data analysis was conducted using Creswell’s spiral analysis technique. The results reveal 187 instances of connotative meaning, comprising 85 positive connotations and 102 negative connotations. These findings indicate that connotative meaning plays an important role in constructing emotional expression, conveying social criticism, and enhancing the depth of meaning in rap song lyrics.
AMBIGUITAS LEKSIKAL DAN AMBIGUITAS PRAGMATIK DALAM MANGA DARK GATHERING KARYA KENICHI KONDO Cuk Yuana; Andrean Tedja Hartono
TANDA Vol 6 No 03 (2026): BAHASA DAN BUDAYA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v6i03.2787

Abstract

Penelitian ini membahas ambiguitas leksikal dan pragmatik dalam manga Dark Gathering karya Kenichi Kondo, dengan tujuan mendeskripsikan dan menganalisis bentuk ambiguitas yang ditemukan dalam dialog antar karakter. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan pragmatik yang digunakan untuk memfokuskan pada penggunaan kata yang mengandung ambiguitas leksikal dan ambiguitas pragmatik oleh beberapa karakter dalam berbagai scene. Dengan menggunakan teori Berry (2003:12), penelitian ini mengeksplorasi tentang bentuk khususnya ambiguitas ambiguitas leksikal dan ambiguitas pragmatik yang ditemukan dalam kutipan dialog. Setelah melakukan analisis, diperoleh hasil penelitian sebagai berikut : 8 data yang mengandung ambiguitas leksikal yang terdiri atas bentuk homofon sebanyak 1 data, homograf sebanyak 4 data , dan polisemi sebanyak 3 data. Selain itu, terdapat 6 data yang mengandung ambiguitas pragmatik yang terdiri atas 4 data berbentuk kesalahpahaman niat dan 2 data yang berbentuk kesalahpahaman literal.
VARIASI FONEM KONSONAN DALAM BAHASA MELAYU RIAU DIALEK KAMPAR PADA SEPULUH DESA DI KECAMATAN KAMPAR Adinda Salsabilla; Charlina; Oki Rasdana
TANDA Vol 6 No 03 (2026): BAHASA DAN BUDAYA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v6i03.2791

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengurai, mengklasifikasikan, dan mendeskripsikan secara komprehensif bentuk-bentuk variasi fonem konsonan (bunyi kontoid) dalam Bahasa Melayu Riau dialek Kampar (Bahasa Ocu) di sepuluh desa Kecamatan Kampar. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif naturalistik dengan menerapkan analisis domain dan taksonomi model James Spradley. Data dikumpulkan melalui metode simak dengan teknik simak libat catat (SLC) dan teknik rekam terhadap penutur asli yang memenuhi kriteria informan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat kekayaan fonologis berupa 20 pola variasi fonem konsonan yang tersebar secara asimetris. Fonem frikatif velar bersuara /gh/ yang menjadi identitas autentik Bahasa Ocu merupakan elemen paling labil dan produktif mengalami pergeseran dalam 11 pola variasi. Secara sosiolinguistik dan geografis, variasi tertinggi ditemukan di Desa Air Tiris (18 variasi) karena letaknya di perlintasan jalur transportasi utama dengan mobilitas penduduk yang tinggi. Sebaliknya, variasi terendah ditemukan di Desa Rumbio (6 variasi) dan Penyasawan (7 variasi) yang berfungsi sebagai wilayah pertahanan linguistik (linguistic sanctuary) karena masih mempertahankan struktur adat secara kuat. Penelitian ini merekomendasikan adanya upaya konkret pertahanan bahasa (language maintenance) melalui jalur regulasi adat dan pengintegrasian ke dalam kurikulum muatan lokal sekolah dasar.
PENYAMPAIAN PESAN MELALUI KONOTASI POSITIF DALAM TRADISI LISAN BASIACUONG MASYARAKAT KAMPAR Raehan Kamil; Elmustian; Mangatur Sinaga
TANDA Vol 6 No 02 (2026): BAHASA DAN BUDAYA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v6i02.2798

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis makna konotasi postif serta makna yang ingin disampaikan dalam tradisi basiacuong masyarakat Kampar dalam bentuk petatah-petitih, ungkapan adat, dan dialog simbolik pada kegiatan adat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa tuturan basiacuong yang diperoleh melalui observasi, teknik rekam, dan wawancara Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 14 tuturan yang mengandung makna konotasi, terdiri atas 9 konotasi positif tinggi dan 6 konotasi positif rendah. Konotasi positif tinggi digunakan untuk menyampaikan penghormatan, kesepakatan, kebersamaan, dan penguatan keputusan adat. Sementara itu, konotasi positif rendah berfungsi menyampaikan kerendahan hati, kesantunan, kesiapan menerima keputusan, serta kejelasan maksud. Makna yang ingin disampaikan dalam tuturan basiacuong  meliputi ajakan bermusyawarah, penghormatan terhadap hierarki adat, penolakan secara halus, nasihat kehati-hatian, tanggung jawab, serta upaya menjaga keharmonisan hubungan sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa konotasi dalam basiacuong  mencerminkan nilai budaya masyarakat Kampar.
PENGEMBANGAN MEDIA COMIC STRIP DENGAN MODEL GUIDED WRITING UNTUK MENINGKATKAN BERPIKIR KREATIF DALAM PEMBELAJARAN MENULIS NARASI SEDERHANA DI KELAS V SD KOTA BLITAR Lailia Nur Azizah; Isna Khuni Mu'alimah; Mohamad Fatih
TANDA Vol 6 No 04 (2026): BAHASA DAN BUDAYA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v6i04.2805

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan, menguji kelayakan, dan efektivitas penggunaan media comic strip dengan metode guided writing untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas 5 SD di Kota Blitar dalam menulis cerita narasi. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation), data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, uji validasi, dan tes. Temuan penelitian membuktikan bahwa media yang dikembangkan masuk dalam kategori sangat valid, dibuktikan dengan perolehan skor 96% dari tim ahli dan 86% dari guru kelas. Di samping itu, kemampuan siswa mengalami peningkatan nyata, terlihat dari lonjakan rata-rata nilai dari 79 saat pretest menjadi 88 pada posttest, dengan indeks N-Gain sebesar 0,4574 (kategori sedang). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa integrasi media comic strip dan metode guided writing teruji layak serta efektif dalam mengoptimalkan kemampuan berpikir kreatif siswa untuk menulis narasi.

Page 11 of 11 | Total Record : 107