cover
Contact Name
-
Contact Email
didin@untag-sby.ac.id
Phone
+6281249846916
Journal Mail Official
jurnaltanda@gmail.com
Editorial Address
Nginden Intan Timur XV No. 11 Surabaya
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra
ISSN : -     EISSN : 27970477     DOI : -
TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra ber e-ISSN 2797-0477 ini adalah jurnal open access, peer-review dua bulanan dalam satu tahun yang diterbitkan oleh Aksiologi Surabaya. TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra ini mendorong artikel asli tentang berbagai isu dalam Studi Bahasa dan Sastra, tidak terbatas pada filsafat, sastra, linguistik, antropologi, sejarah, studi budaya, seni, dan ilmu informasi yang berfokus pada studi dan penelitian budaya Indonesia. TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra menerima publikasi komposisi seimbang dari artikel penelitian teoritis atau empiris berkualitas tinggi, studi komparatif, studi kasus, makalah review, makalah eksplorasi, dan resensi buku. Semua manuskrip yang diterima akan dipublikasikan secara online.
Articles 131 Documents
ANIME-INDUCED TOURISM DI JEPANG KONTEMPORER: PERAN BUDAYA POPULER DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA DAN INTERAKSI MULTIKULTURAL Zida Wahyuddin; Eva Amalijah
TANDA Vol 6 No 04 (2026): BAHASA DAN BUDAYA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v6i04.2826

Abstract

Perkembangan budaya populer Jepang dalam bentuk anime, manga, game, dan berbagai produk industri kreatif lainnya telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan sektor pariwisata Jepang dalam beberapa dekade terakhir. Fenomena anime-induced tourism atau anime pilgrimage menunjukkan bahwa anime tidak lagi berfungsi hanya sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai faktor yang memengaruhi motivasi wisatawan untuk mengunjungi berbagai destinasi di Jepang. Kondisi ini turut menciptakan ruang interaksi multikultural antara wisatawan internasional dan masyarakat lokal yang semakin intensif seiring meningkatnya mobilitas wisata global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran budaya populer Jepang, khususnya anime, dalam mendorong perkembangan pariwisata serta mengkaji kontribusinya terhadap terbentuknya interaksi multikultural dalam masyarakat Jepang kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka (library research) melalui analisis berbagai artikel ilmiah, buku, laporan resmi, dan publikasi akademik yang relevan terbit pada periode 2021–2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anime telah berkembang menjadi instrumen soft power Jepang yang efektif dalam menarik wisatawan domestik maupun internasional melalui fenomena anime tourism dan otaku tourism. Selain memberikan dampak ekonomi bagi destinasi wisata, fenomena tersebut juga menciptakan ruang pertukaran budaya yang memperkuat pemahaman lintas budaya antara wisatawan dan masyarakat lokal. Di sisi lain, perkembangan wisata berbasis budaya populer juga menghadapi tantangan berupa overtourism, komersialisasi budaya, dan kebutuhan pengelolaan destinasi yang berkelanjutan. Luaran penelitian ini berupa penguatan kajian mengenai hubungan antara budaya populer, pariwisata, dan multikulturalisme yang dapat menjadi referensi akademik serta bahan pertimbangan dalam pengembangan kebijakan pariwisata berbasis industri kreatif di Jepang maupun Indonesia.
VARIASI BAHASA MAHASISWA GORONTALO DALAM INTERAKSI IN-GROUP DAN OUT-GROUP DI YOGYAKARTA: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Nurkholis Pilomonu; Muslem; Siti Qori' Atun Hizbaeni; Eka Desi Susanti; Monika Sari
TANDA Vol 6 No 04 (2026): BAHASA DAN BUDAYA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v6i04.2831

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis variasi bahasa mahasiswa Gorontalo dalam interaksi in-group (sesama mahasiswa Gorontalo) dan out-group (penutur non-Gorontalo) di Yogyakarta, serta mengidentifikasi faktor sosial yang memengaruhi penggunaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi partisipatif, perekaman tuturan, dan wawancara semi-terstruktur. Informan dipilih secara purposive, terdiri dari enam mahasiswa Gorontalo yang tinggal di asrama daerah. Analisis data dilakukan dengan mentranskripsi tuturan secara verbatim, mengelompokkan data berdasarkan konteks interaksi, dan mengaitkannya dengan teori pilihan bahasa Fishman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam ranah privat asrama yang homogen, mahasiswa cenderung menggunakan bahasa Gorontalo untuk menegaskan identitas kedaerahan dan solidaritas kelompok. Dalam situasi santai, bahasa Gorontalo disertai unsur candaan dan fleksibilitas gaya tutur sebagai bentuk permainan bahasa yang mencerminkan dinamika identitas linguistik. Dalam interaksi lintas etnis dan ranah formal akademik, mahasiswa menyesuaikan bahasa dengan menggunakan bahasa Indonesia dan sapaan kultural seperti “mas” untuk menjaga kesopanan dan keharmonisan sosial. Fenomena peralihan bahasa ini menunjukkan negosiasi identitas linguistik, di mana mahasiswa menyeimbangkan identitas kedaerahan dengan tuntutan kesantunan sosial di lingkungan perantauan. Penelitian ini menegaskan bahwa pilihan bahasa mahasiswa Gorontalo bukan sekadar alat komunikasi, tetapi praktik sosial yang kompleks, mencerminkan strategi akomodasi, adaptasi sosial, dan penegasan identitas.
WACANA DAN BUDAYA MASYARAKAT BATAK: ANALISIS TRADISI MARTAROMBO DAN STRATEGI KELUGASAN BERBAHASA Mahmud Sujai; Baiq Hikmatussofa; Nur Kholis Pilomonu; Muhammad Reko
TANDA Vol 6 No 04 (2026): BAHASA DAN BUDAYA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v6i04.2832

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meluruskan stereotip negatif mengenai pola komunikasi masyarakat Batak Toba yang sering disalahartikan sebagai perilaku agresif dan tidak santun oleh masyarakat luar. Dengan menggunakan pendekatan etnopragmatik, penelitian ini menganalisis hubungan dialektis antara praktik wacana dan nilai budaya yang melatarbelakanginya. Data dikumpulkan melalui metode observasi partisipatif dan teknik pancingan (elicitation) dalam latar alamiah, khususnya di kedai tuak (Lapo) dan acara adat. Analisis data menerapkan teori Sosiopragmatik Geoffrey Leech dan norma Komunitas Praktis Jonathan Culpeper. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, tradisi Martarombo berfungsi sebagai tindak tutur performatif wajib untuk navigasi sosial guna menentukan status kekerabatan sebelum interaksi inti dimulai. Kedua, strategi kelugasan (directness) dan intonasi keras bukanlah manifestasi arogansi, melainkan beroperasi sebagai Mock Impoliteness (ketidaksantunan semu) yang bertujuan memperkuat solidaritas dan mencerminkan nilai Haburjuon (kejujuran). Ketiga, pertanyaan terkait ranah privasi merupakan implikatur budaya yang merepresentasikan kepedulian kolektif yang berakar pada filosofi Dalihan Na Tolu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa apa yang dianggap "kasar" sesungguhnya adalah bentuk kesantunan positif dalam logika internal komunitas, dan kompetensi etnopragmatik mutlak diperlukan untuk menghindari kegagalan pragmatik lintas budaya.
EKSPRESI IMAN DALAM BUDAYA TORAJA: STUDI INKULTURASI PERAYAAN PASKAH DI PAROKI ST. THERESIA RANTEPAO I Made Markus Suma; Anthonius Michael; Salvius Aris
TANDA Vol 2 No 06 (2022): BUDAYA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v2i06.2883

Abstract

Manusia adalah homo symbolicum, yakni makhluk yang menggunakan simbol atau lambang untuk menyatakan suatu maksud tertentu. Nyaris seluruh tindakan manusia diungkapkan melalui simbol, termasuk dalam ekspresi keagamaannya. Salah satu ekspresi keagamaan yang menarik untuk diteliti adalah perayaan Paskah yang ditampilkan oleh umat Katolik di Rantepao. Oleh karena itu, penelitian ini secara khusus mengkaji perjumpaan antara iman Gereja Katolik dan budaya lokal Toraja yang teraktualisasi dalam perayaan Paskah di Rantepao. Paroki St. Theresia Rantepao berupaya menghadirkan nuansa perayaan Paskah yang berbeda dengan membingkainya dalam khazanah budaya Toraja. Beragam simbol kedaerahan diangkat untuk semakin memeriahkan perayaan, sehingga perayaan agung iman Kristiani diekspresikan dalam alam pikir masyarakat Toraja. Penelitian ini menemukan bahwa inkulturasi tersebut memperkaya penghayatan iman umat sekaligus menyisakan sejumlah catatan kritis yang menuntut kajian teologis, liturgis, antropologis, dan pastoral yang lebih mendalam.
PEMANFAATAN ALAT PERAGA BERBASIS BUDAYA LAMPUNG DALAM PERKULIAHAN PGMI UNTUK MENDUKUNG PELESTARIAN BUDAYA LOKAL Ratna Dewi; Elsa Nanda Shabrina
TANDA Vol 6 No 04 (2026): BAHASA DAN BUDAYA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v6i04.2909

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pelestarian budaya lokal di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital yang memengaruhi minat generasi muda terhadap budaya daerah. Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) memiliki peran strategis dalam mempersiapkan calon guru yang mampu mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan alat peraga berbasis budaya Lampung dalam perkuliahan PGMI serta kontribusinya dalam mendukung pelestarian budaya lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Program Studi PGMI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Intan Lampung. Subjek penelitian terdiri atas dosen pengampu mata kuliah dan mahasiswa PGMI yang terlibat dalam perancangan, pembuatan, dan praktik penggunaan alat peraga berbasis budaya Lampung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan alat peraga berbasis budaya Lampung dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu penguatan konsep budaya Lampung, pembuatan alat peraga, dan praktik penggunaan alat peraga dalam pertunjukan seni. Alat peraga yang dikembangkan meliputi siger Saibatin Way Handak, siger Krui, siger Melinting, siger Kalianda, lidah-lidah, dan topeng skura. Keterlibatan aktif mahasiswa dalam proses perancangan, pembuatan, dan penggunaan alat peraga mampu meningkatkan pemahaman terhadap budaya Lampung, menumbuhkan rasa bangga dan kepedulian terhadap budaya lokal, serta mengembangkan kreativitas, kemampuan bekerja sama, keterampilan komunikasi, dan kompetensi pedagogik. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan alat peraga berbasis budaya Lampung merupakan strategi pembelajaran yang efektif dalam mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam perkuliahan PGMI sekaligus mendukung upaya pelestarian budaya lokal.
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM KOLOM KOMENTAR TIKTOK PADA VIDEO TENTANG PEMBERITAAN PAJAK DAN BEACUKAI : KAJIAN PRAGMATIK Nadila Putri Larasati; Muncar Tyas Palupi
TANDA Vol 6 No 04 (2026): BAHASA DAN BUDAYA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v6i04.2929

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan maksim kesantunan berbahasa serta mengetahui kecenderungan penggunaan maksim kesantunan oleh warganet dalam kolom komentar TikTok pada beberapa video Purbaya Yudhi Sadewa terkait isu pajak dan bea cukai. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa komentar warganet pada tiga video TikTok Purbaya Yudhi Sadewa yang membahas isu pajak dan bea cukai. Sebanyak 1.850 komentar berhasil dikumpulkan, kemudian diseleksi berdasarkan prinsip kesantunan berbahasa menurut teori Geoffrey Leech sehingga diperoleh 1.367 komentar yang memenuhi kriteria penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak dan catat, sedangkan analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam maksim kesantunan berbahasa yang digunakan oleh warganet, yaitu maksim pujian sebanyak 729 komentar, maksim kesepakatan sebanyak 216 komentar, maksim simpati sebanyak 211 komentar, maksim kebijaksanaan sebanyak 173 komentar, maksim kedermawanan sebanyak 37 komentar, dan maksim kerendahan hati sebanyak 1 komentar. Berdasarkan hasil tersebut, maksim pujian merupakan maksim yang paling dominan digunakan oleh warganet. Temuan penelitian menunjukkan bahwa komentar warganet dalam kolom komentar TikTok cenderung bersifat apresiatif, suportif, dan konstruktif terhadap Purbaya Yudhi Sadewa serta isu pajak dan bea cukai yang dibahas.
ANALISIS RELASI GENDER DALAM NOVEL MUSTIKA ZAKAR CELENG KARYA ADIA PUJA Rita Haryani; Iswadi Bahardur; Samsiarni
TANDA Vol 6 No 02 (2026): BAHASA DAN BUDAYA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v6i02.2935

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan relasi gender dalam novel Mustika Zakar Celeng karya Adia Puja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan  metode deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Mustika Zakar Celeng karya Adia Puja menggambarkan dinamika relasi gender yang kompleks. Relasi gender tersebut mencakup bentuk dominasi, subordinasi, dan setara. Dominasi terlihat dari bagaimana laki-laki, terutama tokoh Tobor, memegang kendali dalam hubungan. Subordinasi tergambar melalui tokoh perempuan seperti Nurlela yang sering kali menekan perasaannya, dan menghindari konflik dalam relasi. Namun, novel ini juga menghadirkan momen-momen setara, ketika tokoh laki-laki dan perempuan saling menghargai dan menunjukkan sikap saling menerima dalam menghadapi keterbatasan.
KLASIFIKASI EMOSI TOKOH UTAMA DALAM NOVEL KADARWATI WANITA DENGAN LIMA NAMA KARYA PANDIR KELANA Anisa Khalimatul Sakdiah; Samsiarni; Ria Satini
TANDA Vol 6 No 02 (2026): BAHASA DAN BUDAYA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v6i02.2955

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengklasifikasikan emosi yang dialami oleh tokoh utama dalam novel Kadarwati Wanita Dengan Lima Nama karya Pandir Kelana. Novel ini menggambarkan perjuangan seorang wanita muda yang terjebak dalam konflik emosional dan situasi sosial yang menekan selama masa penjajahan Jepang. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif analisis, penelitian ini mengidentifikasi tujuh klasifikasi emosi utama yang dialami Kadarwati: rasa bersalah, rasa bersalah yang dipendam, menghukum diri sendiri, rasa malu, kesedihan, kebencian, dan cinta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa emosi kebencian merupakan yang paling dominan, terutama sebagai reaksi terhadap perlakuan tidak adil yang diterimanya dari tentara Nippon. Kadarwati mengalami perasaan bersalah yang mendalam, baik terhadap orang tuanya maupun dirinya sendiri yang menunjukkan beban psikologis yang berat akibat konflik antara harapan dan realitas pahit. Selain itu, rasa malu muncul ketika ia harus menyembunyikan nasibnya yang memalukan dari orang-orang terdekatnya, sedangkan kesedihan terlihat jelas saat ia menyadari bahwa impian dan harapannya untuk menjadi dokter hancur. Penelitian ini tidak hanya mengungkapkan kompleksitas emosi yang dialami oleh Kadarwati, tetapi juga menggambarkan bagaimana emosi-emosi tersebut memengaruhi tindakan dan keputusan yang diambilnya. Dengan demikian, analisis ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pemahaman tentang psikologi karakter dalam karya sastra, serta relevansinya dengan pengalaman hidup nyata. Melalui penggalian emosi dalam karya sastra, pembaca diharapkan dapat belajar untuk lebih memahami diri sendiri dan orang lain serta mengelola emosi dengan lebih baik untuk mencapai kesejahteraan mental dan hubungan sosial yang lebih baik.
ANALISIS KESALAHAN PENULISAN KATA DAN TANDA BACA PADA BERITA PADA KORAN SINGGALANG.COM EDISI MARET-APRIL 2025 Viola Aulia Rezki; Yulia Sri Hartati; Silvia Marni
TANDA Vol 6 No 02 (2026): BAHASA DAN BUDAYA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v6i02.2956

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan penulisan kata dan tanda baca pada berita pada koran Singgalang.Com edisi Maret-April 2025. Jenis penelitian ini adalah deksriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode simak dengan teknik catat, yaitu dengan menyimak penggunaan bahasa tulis pada berita di koran Singgalang.com edisi Maret–April 2025. Analisis data dalam penelitian ini mengikuti model Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat kesalahan penulisan kata pada berita singgalang.com edisi Maret, yaitu gabungan kata sebanyak 5 kesalahan, dan kata depan sebanyak 12 kesalahan. Sedangkan pada edisi bulan April, yaitu gabungan kata sebanyak 5 kesalahan, dan kata depan sebanyak 4 kesalahan. Kesalahan tanda baca pada berita singgalang.com edisi Maret, yaitu tanda titik 6 kesalahan, tanda koma sebanyak 21 kesalahan, dan tanda pisah sebanyak 2 kesalahan. Sedangkan pada edisi April, yaitu tanda titik sebanyak 3 kesalahan, tanda koma sebanyak 24 kesalahan, dan tanda pisah sebanyak 4 kesalahan. Kesalahan yang paling dominan adalah kesalahan penggunaan tanda koma, sedangkan kesalahan yang paling sedikit adalah pada penggunaan tanda pisah. Oleh sebab itu, penulis redaksi dan editor diharapkan lebih berhati-hati lagi dalam penulisan kata di berita harian singgalang.com
TINDAK TUTUR ILOKUSI DEKLARATIF DALAM ANIME TENSURA OLEH FUSE Fajar Muttaqin; Roni Roni; Miftachul Amri
TANDA Vol 6 No 04 (2026): BAHASA DAN BUDAYA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v6i04.2968

Abstract

Penelitian ini mengkaji bentuk tindak tutur ilokusi deklaratif dalam anime Tensei Shitara Slime Datta Ken (Tensura) karya Fuse musim ke-1 dan ke-2. Tindak tutur deklaratif dipilih karena jarang diteliti secara spesifik meskipun memiliki kedudukan istimewa: tuturannya secara langsung mengubah realitas sosial begitu diucapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pendekatan pragmatik, metode simak bebas libat cakap (SBLC), teknik catat, serta metode padan referensial berdasarkan klasifikasi Searle (1979) dan Searle serta Vanderveken (1985). Hasil penelitian menemukan 92 tuturan deklaratif yang terbagi menjadi tiga bentuk: deklaratif institusi-sosial (64 tuturan), deklaratif non-institusi (21 tuturan) yang mencakup kategori supernatural dan kebahasaan, serta deklaratif asertif (7 tuturan). Bentuk menunjuk (appoint), menyatakan (declare), dan menyetujui (approve) paling dominan seiring alur cerita pembentukan Federasi Jura Tempest oleh tokoh Rimuru. Temuan pada kategori supernatural memperluas cakupan teori Searle yang semula berbasis institusi manusia, dan menunjukkan bahwa otoritas deklaratif dalam fiksi juga dapat bersumber dari entitas transendental.