cover
Contact Name
Asvic Helida
Contact Email
kppfpump@gmail.com
Phone
+6281210404178
Journal Mail Official
jurnalsylvaump@gmail.com
Editorial Address
JL. Jend.A.Yani 13 Ulu Palembang, South Sumatra, Indonesia
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Sylva: Jurnal Ilmu-ilmu Kehutanan
ISSN : 23014164     EISSN : 25495828     DOI : DOI: https://doi.org/10.32502/sylva.v8i1
Sylva: Jurnal Ilmu-ilmu Kehutanan publishes original research articles on all aspects of forestry and environmental sciences, including, but not limited to, the following subjects: forest and natural resource management, biodiversity conservation and management, wood science and timber technology, agroforestry and social forestry, and forest products and forestry. It serves as a primary platform for the dissemination of both theoretical and experimental research, as well as technical reviews. This journal publishes one volume per year, consisting of two issues in July and December. This journal was published by the Faculty of Agriculture, Muhammadiyah University of Palembang.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2019)" : 5 Documents clear
SIFAT FISIKA DAN KIMIA TANAH PADA LAHAN HUTAN GAMBUT BEKAS TERBAKAR: STUDI KASUS KABUPATEN OGAN KOMERING ILIRSUMATERA SELATAN, INDONESIA PHYSICAL AND CHEMICAL PROPERTIES OF BURNT PEAT LAND FOREST: CASE STUDY IN OGAN KOMERING ILIR REGENCY, SOUTH SUMATRA, INDONESIA Yuningsih, Lulu; Bastoni, Bastoni; Yulianty, Taty; Harbi, Jun
Sylva : Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Kehutanan Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sylva.v8i1.1854

Abstract

Kebakaran di hutan gambut telah mengubah karakteristik lahan tersebut. Ironisnya, saat ini perhatian berupa riset terhadap sifat fisik dan kimia lahan gambut yang mengalami perubahan tersebut masih sangat rendah. Padahal sifat fisik dan kimia gambut merupakan faktor penting yang mempengaruhi kemampuan tanah untuk berproses. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk kondisi fisik dan kimia tanah pada lahan gambut pasca kebakaran tahun 2006 dan 2015. Studi ini dilakukan pada tahun 2017 di Kebun Konservasi Plasma Nutfah, Indonesia dan analisis dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah, Universitas Sriwijaya dan Balai Riset Standarisasi Industri Palembang (Baristand). Berdasarkan analisis uji lanjutan Beda Nyata Jujur (BNJ) pada sifat fisika tanah menunjukkan bahwa ada perbedaan nyata terhadap perubahan kadar air dan bulk density di lahan pasca terbakar tahun 2015 dan lahan pasca terbakar tahun 2006 yang sudah dilakukan kegiatan rehabilitasi. Pada sifat kimia, pH, C-Organik, Phospor, dan Kalium menunjukkan adanya perubahan nyata terhadap kebakaran di lahan gambut pasca terbakar tahun 2006 dan di lahan gambut pasca terbakar tahun 2015, akan tetapi terhadap N-total adanya perubahan akan tetapi tidak terlalu nyata di kedua lokasi. Masih dibutuhkan informasi lebih komprehensif terhadap unsur fisika dan kimia lainnya serta  sifat biologi tanah sehingga dapat menjadi acuan yang lebih presisi. Fires in peat forests have changed the characteristics of the land. Ironically, current attention includes research on the physical and chemical properties of peatlands that have changed is still scarce. Though the physical and chemical properties of peatlands is an essential factor affecting the ability of the soil to process. So, the purpose of this research is to analyze the physical and chemical properties of soil on peatlands after burning in 2006 and 2015. This study was conducted in 2017 at the Kebun Konservasi Plasma Nutfah (Germplasm Conservation Garden), Indonesia and analysis were carried out at the Soil Science Laboratory, Sriwijaya University and the Palembang Industrial Standardization Research Center (Baristand). Based on further analysis of Honest Significant Difference (BNJ) on the physical properties of soil shows that there are significant differences in changes of water content and bulk density in post-burnt land in 2015 and post-burnt land in 2006 that have been carried out rehabilitation activities. In the analysis of chemical properties consisting of analysis of pH, C-Organic, Phosphor, and Potassium showed a real change in fires in peatlands after burning in 2006 and peatlands after burning in 2015. However, at the N-total values, changes occurred but not too real in both locations. More comprehensive information is still needed on other physical and chemical elements as well as soil biological characteristics so that they can become more precise references.
PENGARUH DOSIS SUSPENSI TAPE SINGKONG DAN JENIS INSEKTISIDA DALAM MENGENDALIKAN KUMBANG PENGGEREK BATANG AMBROSIA PADA TANAMAN KRASIKARPA (Acacia crassicarpa) DI PT. BUMI MEKAR HIJAU Saputra, Candra; Aluyah, Cik
Sylva : Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Kehutanan Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sylva.v8i1.1855

Abstract

Keberadaan hama dan penyakit di Hutan Tanaman Industri (HTI) tidak saja menyebabkan penurunan produksi namun juga dapat menyebabkan penurunan kualitas produk akhir yang dihasilkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dosis suspensi tape singkong dan jenis insektisida dalam mengendalikan hama kumbang penggerek batang ambrosia pada tanaman krasikarpa. Penelitian ini dilaksanakan di PT. Bumi Mekar Hijau Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Propinsi Sumatera Selatan selama 1,5 bulan pada bulan Juni sampai dengan Juli 2014. Pelaksanaan penelitian dilakukan dalam dua tahap yaitu tahap pertama adalah menghitung tingkat kerusakan tanaman akibat serangan hama kumbang ambrosia pada tanaman krasikarpa, dan tahap kedua memberikan perlakuan pengendalian terhadapkumbang ambrosia dengan metode percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas serangan kumbang ambrosia pada tanaman krasikarpa umur 2 tahun berkisar antara 23,52 % sampai 52,94 %, hal ini berarti kondisi tanaman yang mengalami kerusakan berkisar antara ringan sampai dengan berat. Perlakuan dosis suspensi tape singkong  berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah populasi kumbang ambrosia, perlakuan jenis insektisida berpengaruh nyata, sedangkan interaksi kedua perlakuan berpengaruh tidak nyata. Dari hasil uji BNJ diketahui perlakuan jenis insektisida J1 (jenis insektisida Thuricide HP)berbeda nyata dengan perlakuan J2 (jenis insektisida Manuver), dalam hal ini perlakuan J1 memberikan hasil yang lebih efektif dalam mengendalikan kumbang ambrosia  dibandingkan dengan perlakuan J2 
MENGHITUNG CADANGAN KARBON YANG TERSIMPAN DI TAMAN PURBAKALA BUKIT SIGUNTANG PALEMBANG SUMATERA SELATAN Akbar, Taufik; Sosilawati, Endang
Sylva : Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Kehutanan Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sylva.v8i1.1856

Abstract

Taman Purbakala Bukit Siguntang merupakan situs purbakala yang terletak di atas bukit yang ditumbuhi pepohonan yang rindang, dan berperan penting dalam menyerap  CO2 yang berada di wilayah perkotaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cadangan karbon yang tersimpan di Taman Purbakala Bukit Siguntang, kota Palembang, provinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini dilaksanakan di Taman Purbakala Bukit Siguntang, kota Palembang, provinsi Sumatera Selatan. Waktu pelaksanaan penelitian selama 3 bulan  dari bulan Februari 2016 sampai bulan April 2016. Data yang dikumpulkan dari penelitian ini didapatkan dari pengamatan/analisis langsung di lapangan. luas areal Bukit Siguntang sebesar 12,8 ha, luas plot 0,04 ha, dan intensitas sampling  2 %  maka banyaknya plot sampel adalah 6 plot,  yang tersebar pada areal penelitian. Hasil penelitian menunjukkan Indek Nilai Penting (INP) pohon angsana 47 %, Biomassa atas permukaan (Bap) memiliki nilai yang paling besar 8,003 kg, sedangkan untuk Biomassa bawah permukaan (Bbp) sebesar 3,201 kg. Potensi cadangan karbon yang tersimpan di Taman Purbakala Bukit Siguntang, kota Palembang, provinsi Sumatera Selatan cukup besar, yaitu 71.80 ton C/Ha dengan luas 12.8 hektar, maka total cadangan karbon yang tersimpan sebesar 919.03 ton C.
KONTRIBUSI TANAMAN SUB SEKTOR KEHUTANAN TERHADAP PENDAPATAN MASYARAKAT DI DESA PEMATANG KASIH KECAMATAN PEMATANG PANGGANG KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR (OKI) PROVINSI SUMATERA SELATAN Syachroni, Sasua Hustati; Iskandar, Sutarmo; Deris, Mad
Sylva : Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Kehutanan Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sylva.v8i1.1857

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi Tanaman Sub Sektor kehutanan terhadap pendapatan masyarakat di Desa Pematang Kasih Kecamatan Pematang Panggang Kabupaten OKI. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pematang Kasih Kecamatan Pematang Panggang Kabupaten Ogan Komering Ilir Propinsi Sumatera Selatan. Penentuan lokasi dipilih secara sengaja (Purposive) dengan pertimbangan bahwa di Desa Pematang Kasih umumnya petani mengusahakan tanaman karet dan tanaman sub sektor kehutanan lainnya. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei 2018 sampai dengan bulan Agustus 2018. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan hasil penelitian yang diambil dari populasi dan menggunakan quisioner sebagai alat pengumpul data pokok. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode Acak Sederhana (Simple Random Sampling), dimana semua populasi petani contoh berasal dari Desa Pematang Kasih. Populasi KK yang dijadikan responden contoh dalam penelitian ini adalah petani karet yang sudah berproduksi di sekitar DAS Wai Mesuji sebanyak 10% dari jumlah 227 KK yaitu 23 KK. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder.  Pendapatan total petani contoh perbulan berasal dari pendapatan pokok dan pendapatan tambahan. Pendapatan total petani contoh 100,00% perbulan berasal dari pendapatan pokok sebanyak 75,97% dan pendapatan tambahan sebanyak 24,03%, sedangkan pekerjaan sampingan dari petani contoh terbanyak adalah pencari kayu gelam dengan jumlah 7 orang (30,43%) dan pekerjaan sampingan dari petani contoh terendah dengan jumlah 2 orang (8,70%) adalah petani singkong.
RESPON SKLARIFIKASI BENIH SENGON BUTO (Enterolobium cyclocarpum) PADA TANAH PASCA PENAMBANGAN BATUBARA DENGAN BERBAGAI JENIS PUPUK Rosianty, Yuli; Khotimah, Khusnul; Sanjaya, Yogis Tri
Sylva : Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Kehutanan Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sylva.v8i1.1858

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon terbaik pertumbuhan benih Sengon Buto (Enterolobium cyclocarpum) dari pemberian pupuk CRF, pupuk kandang dan pupuk bokasi pada tanah pasca penambangan batubara. Tanah tambang yang digunakan berasal dari  tanah pasca penambangan batubara PT. Bukit Asam (Persero) TBK. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan pada bulan Februari-April 2019, menggunakan Rancangan acak lengkap (RAL) dengan lingkungan yang dikondisikan homogen menggunakan sungkup, dengan 3 perlakuan dan 9 ulangan dalam setiap ulangan terdapat 5 benih, sehingga benih yang  dibutuhkan 135 benih. Parameter  yang diamati adalah persentase perkecambahan, nilai perkecambahan, kecepatan tumbuh, laju perkecambahan, tinggi dan diameter. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa respon benih sengon buto yang diberikan berbagai jenis pupuk memberikan  berpengaruh nyata terhadap persentase perkecambahan, nilai perkecambahan, laju perkecambahan, tinggi dan diameter, namun berpengaruh tidak nyata terhadap kecepatan tumbuh. Respon pertumbuhan benih Sengon Buto (Enterolobium cyclocarpum) terlihat bahwa parameter persentase perkecambahan yang paling tinggi ada pada  media tanah pasca penambangan batubara yang diberikan pupuk CRF dengan persentase  sebesar 82,22% dibandingkan pupuk kandang(68,89%) dan pupuk Bokasi (57,78%), sementara pada parameter laju perkecambahan yang paling baik ada pada media tanah pasca penambangan batubara yang diberikan pupuk bokasi dengan persentase 33,09% dibandingkan Pupuk kandang (12,07) dan pupuk CRF(10,84). This study aimed to determine the best response to the growth of Sengon Buto (Enterolobium cyclocarpum) seeds from CRF fertilizer, manure and localized fertilizer on post-mining coal soils. Mining land that is used comes from the post-coal mining land of PT. Bukit Asam (Persero) TBK. This research was conducted for 3 months in February-April 2019, the using a completely randomized design (CRD) with a homogeneous conditioned environment using hoods, with 3 treatments and 9 replications in each replication there were 5 seeds so that the seeds needed were 135 seeds. The parameters observed were the percentage of germination, germination value, growth speed, germination rate, height, and diameter. The results of this study indicate that the response of sengon buto seeds given various types of fertilizers gives a significant effect on the percentage of germination, germination value, germination rate, height and diameter, but no significant effect on growth speed. The growth response of Sengon Buto (Enterolobium cyclocarpum) seed showed that the highest percentage of germination parameters existed in the post-mining soil media which was given CRF fertilizer with a percentage of 82.22% compared to manure (68.89%) and the location of fertilizer (57, 78%), while the best germination rate parameter was found in the post-mining coal media soil which was given bokashi fertilizer with a percentage of 33.09% compared to Manure (12.07) and CRF fertilizer (10.84).

Page 1 of 1 | Total Record : 5