cover
Contact Name
Indah Permatasari
Contact Email
indah@ittelkom-pwt.ac.id
Phone
+6281329288910
Journal Mail Official
jtece@ittelkom-pwt.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Telkom Purwokerto, Jl. D.I. Panjaitan No. 128, Purwokerto, 53147, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Telecommunication, Electronics and Control Engineering (JTECE)
Published by Universitas Telkom
ISSN : -     EISSN : 26548275     DOI : 10.20895/jtece
Core Subject : Engineering,
Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering is published twice a year, every January and July, with the scopes and focus of the research areas that are: Telecommunication: Modulation and Signal Processing, Information Theory and Coding, Antenna and Wave Propagation, Wireless and Mobile Communication, Radio Communication, Satellite Communication, Fiber Optic, Telecommunication Network and System, RADAR. Electronic: Microelectronic System, VLSI Design, Biomedical Instrument, Embedded System, Robotics, Communication Electronic, Optoelectronic, Internet of Things, Adaptive System, System Identification. Control: Analog and Digital Control, Intelligent control, Programmable Logic Control (PLC), Control Theory and Applications, Process Control.
Articles 97 Documents
Perancangan Sistem Informasi Peminjaman Alat dan Peralatan Laboratorium Berbasis RFID Akhmad Choerudin; Jaka Windarta; Sumardi Sumardi
Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE) Vol 3 No 1 (2021): Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Telkom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/jtece.v3i1.251

Abstract

Laboratorium membutuhkan sebuah perancangan sistem informasi otomatis untuk mempermudah dalam proses pinjam meminjam barang. Perancangan sistem peminjaman alat dan barang berbasis RFID di Laboratorium Teknik Elektro IT Telkom Purwokerto diharapkan dapat membantu mempermudah manajemen peminjaman alat dan barang dan memoderenisasi sistem yang ada pada saat ini. Alat ini bekerja dengan cara membaca Frequency RFID Tag yang terdapat dikartu identitas peminjam menggunakan sensor RFID reader, kemudian menampilkan pesan pada layar Liquid Cristal Display (LCD) berupa kode RFID Tag tersebut. RFID reader ini dapat membaca dengan jarak efektif kurang dari 5 cm dengan sudut kemirringan pembacaan ideal 0º. Percobaan pembacaan RFID Tag dilakukan dengan total 15 Kartu RFID, dengan skenario pengujian pembacaan sensor RFID reader terhadap jarak dari 1 cm sampai dengan 3 cm mendapatkan hasil pembacaan baik, pada jarak 4cm terdapat 4 kartu yang dapat dibaca dan 11 kartu yang gagal, dan pada jarak 5cm – 7cm kartu RFID semuanya gagal terbaca. Pembacaan kartu RFID berdasarkan sudut kemiringan 15º sampai dengan 90º mendapatkan hasil 15º - 80º kartu dapat terbaca dengan baik, sedangkan pada sudut 90º semua kartu gagal dibaca. Serta pengambilan data QOS (Quality of Service) dengan variasi waktu yang berbeda beda yaitu 1 menit, 3 menit, 5 menit, 7 menit, 10 menit, 13 menit dan 15 menit didapatkan rata rata Delay 2,49 detik, throughtput 958,14 bps, dan Packet Loss -0,0014%.
Sistem Pemantauan Kondisi Air Hidroponik Berbasis Internet of Things Menggunakan NodeMCU ESP8266 Randi Adzin Murdiyantoro; Ahmad Izzinnahadi; Edmund Ucok Armin
Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE) Vol 3 No 2 (2021): Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Telkom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/jtece.v3i2.258

Abstract

Abstrak Salah satu bentuk kemajuan di bidang teknologi informasi adalah platform Internet of Things (IoT). Salah satu aspek yang dapat menerapkan konsep ini adalah aspek industri pertanian. Para petani biasanya menggunakan tanah sebagai media tanam, tetapi dalam kemajuan infrastruktur di Indonesia membuat lahan pertanian kian berkurang. Akan tetapi kebutuhan akan pangan harus tetap terpenuhi. Hidroponik adalah salah satu metode budidaya tanaman menggunakan air dan larutan nutrisi sebagai media tanam. Kondisi air dalam hidroponik sangat penting untuk di periksa secara berkala karena berpengaruh terhadap serapan hara dan ketersedian nutrisi, hal tersebut dipengaruhi oleh kondisi pH larutan, konduktivitas listrik, komposisi nutrisi dan suhu. Untuk menghasilkan keputusan yang tepat petani membutuhkan data realtime tentang kondisi air. Pada penelitian ini NodeMCU ESP8266 diimplementasikan sebagai mikrokontroller pada sistem pemantauan kondisi air hidroponik berbasis IoT. Sensor yang digunakan antara lain Sensor Ultrasonik HC-SR04, Sensor Suhu DS18B20, dan Sensor pH E-201C. Data hasil baca dari seluruh sensor dapat di lihat secara realtime di dalam sebuah website yang dapat diakses melalui smartphone. Kata Kunci: NodeMCU ESP8266, Ultrasonik, pH E-201C, Internet of Things, Hidroponik. Abstract The Internet of Things (IoT) platform is a form of advancement in the field of Information Technology applied in the farming industry. Farmers often use soil to grow crops. Though the soil is essential for farming, the use for agriculture steadily reduced because of Indonesia's infrastructure advancement. However, the country's have to fulfill their food needs. Hydroponics is a method of growing crops using water and nutritious solutions as a growing media. In this method, monitoring water conditions from time to time is a must to ensure the crops absorb enough nutrients. The water parameters are pH, electrical conductivity, temperature, and nutritions composition. The real-time values of those parameters are important to decide the treatment of the crop. In this experiment, NodeMCU ESP8266, a microcontroller, was implemented as a monitoring system based on IoT. The sensors for this system are Ultrasonic HC-SR04, DS18B20 temperature sensor, and E-201C pH sensor. The results of all sensors can be accessed in real-time on a website by smartphone. Keywords: NodeMCU ESP8266, Ultrasonic, pH E-201C, Internet of Things, Hydroponic.
Optimalisasi Bit Error Rate (BER) Jaringan Optik Hybrid Pada Sistem DWDM Berbasis Soliton Rama Panji Prakoso; Eka Wahyudi; Kholidiyah Masykuroh
Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE) Vol 3 No 2 (2021): Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Telkom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/jtece.v3i2.320

Abstract

Abstrak Bit Error Rate (BER) merupakan perbandingan antara kesalahan (error) dengan bit yang dikirimkan keseluruhan. Bit Error Rate berfungsi untuk menguji seberapa banyak kesalahan pembacaan di sisi penerima setiap detiknya. Berdasarkan pengertian dari BER peneliti akan melakukan penelitian performansi Bit Error Rate terhadap pengaruh perubahan daya input laser mulai dari -4, -2, 0, 2, 4 dan perubahan panjang serat optik 20 km, 60 km, dan 100 km. Peneliti akan membentuk dua sistem simulasi DWDM dengan menggabungkan dua penguat optik yaitu Raman Optical Amplifier (ROA) dan Erbium Doped Fiber (EDFA) posisi dari penguat optik diletakkan secara Booster-Preamplifier dan Inline-Preamplifier. Berdasarkan perbedaan pada daya input laser BER mengalami peningkatan kelayakan sistem saat daya laser dinaikkan mulai dari -4 dBm sampai 4 dBm. Unjuk kerja yang dihasilkan paling baik adalah 8.97E-23 pada Skenario Inline-Preamplifier. Berdasarkan perbedaan panjang serat optik, semakin jauh panjang serat optik maka kelayakan sistem menurun dengan BER terburuk adalah 0.001 pada panjang serat optik 100 km. Kata kunci: Bit Error Rate, Booster, Inline, Daya input, Preamplifier Abstract Bit Error Rate (BER) is a comparison between the error (error) with the bit sent as a whole. Bit Error Rate is used to test how many errors are read on the receiving end every second. Based on the understanding of BER, researchers will conduct research on the performance of Bit Error Rate on the effect of changes in laser input power ranging from -4, -2, 0, 2, 4 and changes in optical fiber length of 20 km, 60 km, and 100 km. Researchers will form two DWDM simulation systems by combining two optical amplifiers, namely Raman Optical Amplifier (ROA) and Erbium Doped Fiber (EDFA). Based on the difference in the input laser power, the BER experienced an increase in the feasibility of the system when the laser power was increased from -4 dBm to 4 dBm. The best performance is 8.97E-23 in the Inline-Preamplifier Scenario. Based on the difference in optical fiber length, the farther the length of the optical fiber, the lower the feasibility of the system with the worst BER is 0.001 at 100 km optical fiber length. Keywords: Bit Error Rate, Booster, Inline, Input power, Preamplifier
Penggunaan RFID (Radio Frequency Identification) CT-1809 Untuk Prototype Pendeteksi Sarana Berbasis Arduino Uno Teguh Arifianto; Dwiki Bagas Setyawan; Sunaryo Sunaryo
Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE) Vol 3 No 2 (2021): Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Telkom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/jtece.v3i2.328

Abstract

Bencana alam seperti banjir dan longsor merupakan suatu halangan bagi suatu perjalanan transportasi khususnya kereta api,yang dapat merugikan dari segi materi maupun korban jiwa. Banjir dapat menyebabkan rel putus dan error pada track circuit karena pada LCP terdeteksi terdapat sarana diatas jalur. Penelitian ini bertujuan untuk membuat alat deteksi sarana menggunakan teknologi RFID (Radio Frequency Identification) yang dapat mengantisipasi banjir saat mendeteksi sarana. Diperlukannya sebuah teknologi untuk mendeteksi sarana dengan lebih efisien, penulis menggunakan mikrokontroler Arduino Uno untuk mengontrol dan transfer data RFID dari transmitter ke receiver, proses transfer data tersebut menggunakan komunikasi nrikabel nRF24L01 dan menghasilkan output berupa identitas kereta pada LCD 16x2. Pendeteksian sarana menggunakan RFID mampu berjalan dengan baik pada jarak 250 cm, untuk pengirman data menggunakan nRF24l01 terdapat range delay memiliki range delay dari 1,64 detik sampai 3,25 detik.
Analisis Konfigurasi Repeater-ed dengan Penguat EDFA pada Jaringan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Link Jawa (Surabay) – Makassar Menggunakan Optisystem Kholidiyah Masykuroh; Imam Muhammadi Pradono Budi; Retno Agustias
Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE) Vol 3 No 2 (2021): Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Telkom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/jtece.v3i2.350

Abstract

Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) digunakan untuk menyediakan koneksi internet antar pulau di Indonesia. Karena jarak jangkauan yang sangat jauh, pada SKKL menggunakan fiber optik dengan menerapkan DWDM. Salah satu konfigurasi penguatan yang digunakan pada SKKL yaitu konfigurasi repeater-ed. Penelitian ini akan membahas mengenai performa SKKL pada link Surabaya-Makassar dengan jarak 869 Km. Jenis konfigurasi yang diterapkan adalah repeater-ed. Jenis penguat yang digunakan adalah EDFA. Link Surabaya – Makassar dipilih sebagai wilayah penelitian karena padatnya kebutuhan koneksi internetnya. Link ini memiliki. Jarak tempuh yang jauh, semakin jauh jarak tempuh tentu menyebabkan penurunan daya. Pemodelan simulasi dilakukan dengan konfigurasi menggunakan penguat atau dikenal sebagai repeater-ed. Selain itu, simulasi menggunakan 30 kanal dan spasi kanal 80 GHz. Lima variasi Daya Pengirim dengan nilai selisih antar daya sebesar 2 dBm. Kelima variasi Daya Pengirim () tersebut adalah -2 dBm, 0 dBm, 2 dBm, 4 dBm, dan 6 dBm. Parameter yang digunakan meliputi: BER, Q-Factor, Daya Penerima (), dan SNR. Berdasarkan hasil simulasi menunjukan bahwa seluruh kanal memiliki kinerja yang baik karena hasil atau nilai sudah memenuhi bahkan ada beberapa yang mendekati nilai standar yang telah ditentukan. Akan tetapi pada daya 6 dBm mengalami nilai BER yang sangat tinggi. Nilai rata-rata terbaik didapatkan pada variasi Daya Pengirim = 2 dBm dan = 4 dBm.
Sistem Pemantau Densitas Debu Gudang Elektronik: Perancangan dan Analisanya Adelia Kencana Putri; Anantia Prakasa; Mas Aly Afandi
Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE) Vol 3 No 2 (2021): Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Telkom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/jtece.v3i2.367

Abstract

Pemantauan kualitas udara dalam gudang elektronik sangat penting untuk menjaga kesehatan manusia dan kualitas barang elektronik. Penelitian ini bertujuan untuk memantau nilai densitas debu pada suatu ruangan khususnya pada gudang elektronik, dan mengetahui hubungan antara densitas debu, suhu, dan kelembaban. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dan uji statistik. Dan untuk uji statistik yang digunakan menghasilkan bahwa tidak ada hubungan antara densitas debu dan suhu hal ini dibuktikan dengan nilai chi-square hitung (0,265) lebih kecil dari chi-square tabel (1,645) dan tidak ada hubungan antara densitas debu dan kelembaban hal ini dibuktikan dengan nilai chi-square hitung (0,1023) lebih kecil dari chi-square tabel (1,645). Tingkat debu pada Gudang Elektronik Depo Pelita pada tanggal 22 juli 2021 sampai dengan 30 Juli 2021 memiliki rata-rata 0,13 mg/m3 atau 130 µg/m3. Hasil penelitian ini yaitu debu tidak dapat dipengaruhi oleh suhu dan kelembaban melainkan dipengaruhi oleh aktifitas yang berada disekitar.
Simulasi Optimasi Jaringan LTE 1800 dengan Menggunakan Metode Physical Tunning di Kota Sukoharjo Ilham Ferdiansah; Muntaqo Alfin Amanaf; Eka Wahyudi
Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE) Vol 3 No 2 (2021): Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Telkom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/jtece.v3i2.376

Abstract

Seiring dengan berkembangnya zaman penggunaan jaringan seluler semakin meningkat, dengan kondisi dari tahun 2020 hingga sekarang banyak kantor yang menerapkan WFH (Work From Home), bahkan dalam pendidikan sampai sekarang masih banyak yang menerapkan WFH, hal ini yang menyebabkan permintaan pelayanan jaringan seluler di Indonesia meningkat terutama pada daerah yang belum terjangkau oleh layanan jaringan tersebut. Penambahan site pada daerah yang belum terjangkau oleh jaringan seluler adalah solusi yang diguanakan untuk memperluas jangkauan, namun site tersebut perlu dilakukan proses optimasi guna meningkatkan kualitas layanan yang akan diberikan, metode optimasi yang akan digunakan adalah physical tunning. Dalam penelitian ini menggunakan aplikasi ATOLL untuk proses planning dengan tujuan untuk memperkirakan hasil sebelum dilakukan optimasi pada site tersebut, proses drive test digunakan untuk mengambil data setelah proses optmasi berupa data RSRP, SINR yang nantinya akan diolah dengan menggunakan aplikasi Genex, ProbeAssistant , dan MapInfo. Proses optimasi yang dilakukan diharapkan dapat mencapai target KPI yang telah ditentukan sebesar 70% dan dari hasil optimasi tersebut baik pada parameter RSRP dan parameter SINR telah mencapai target KPI sebesar 70% dengan 70,08% pada parameter RSRP dan 78,13 pada parameter SINR. Kata kunci: Drive Test, Optimasi, 4G LTE, RSRP, SINR, Atoll Abstract Along with the development of the era, the use of cellular networks is increasing, with conditions from 2020 until now that many offices implement WFH (Work From Home), even in education until now there are still many who apply WFH, this has caused the demand for cellular network services in Indonesia to increase. especially in areas that have not been reached by the network service. The addition of sites in areas that have not been reached by the cellular network is a solution used to expand coverage, but the site needs an optimization process to improve the quality of the services to be provided, the optimization method that will be used is physical tunning. In this study using the ATOLL application for the planning process with the aim of estimating the results before optimization at the site, the drive test process is used to retrieve data after the optimization process in the form of RSRP, SINR data which will later be processed using the Genex, ProbeAssistant, and MapInfo applications. The optimization process carried out is expected to achieve the predetermined KPI target of 70% and from the optimization results both the RSRP parameter and the SINR parameter have reached the KPI target of 70% with 70.08% on the RSRP parameter and 78.13 on the SINR parameter. Keywords: Test Drive, Optimization, 4G LTE, RSRP, SINR, Atoll
Pengaruh Penggunaan Repeater Back-to-Back pada Perancangan Microwave Menggunakan Teknik Space Diversity Miftakhul Jannah; Eka Wahyudi; Muntaqo Alfin Manaf
Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE) Vol 4 No 1 (2022): Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Telkom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/jtece.v4i1.340

Abstract

Di era modern ini pertukaran informasi dan kecepatan data menjadi hal yang sangat penting dan dapat betukar informasi tanpa adanya gangguan. Dalam jurnal ini kami melakukan perancangan jaringan radio gelombang mikro dengan menggunakan space diversity dan repeater back to back dan penelitian pengaruh repeater back to back pada konfigurasi space diversity. Pada perancangan link microwave terdapat sebuah obstacle berupa perbukitan yang menjadi penghalang antara site Banjarnegara dengan site Jagung Pekalongan, obstacle pada perancangan menyebabkan terjadinya diffraction loss sehingga tidak mendapatkan hasil availability yang sesuai target. Penggunaan repeater back to back dan space diversity dalam satu link mampu menghasilkan kehandalan sistem yang optimal. Link transmisi yang jauh dan terrain roughness sebesar 42,67 meter, received signal level -97,66 dBm, fading margin 28,71 dan availability 99,99963% merupakan hasil penggunaan space diversity dengan spasi maksimum 200λ atau 8,58 meter dengan repeater back to back. Keywords: Gelombang mikro, space diversity, Repeater back to back, Availability, Pathloss 5.0.
Analisis dan Perancangan Aquascape menggunakan Protokol MQTT untuk Media Pengiriman Data Suhu dan pH Reza Kurniawan; Fikra Titan Syifa; M. Lukman Leksono
Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE) Vol 4 No 1 (2022): Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Telkom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/jtece.v4i1.344

Abstract

Aquascape merupakan sebuah seni mengatur tanaman air , ikan hias dan batu pada sebuah akuarium. Berbeda dengan akuarium pada umumnya aquascape menjadi tempat hidup dan berkembang ikan sekaligus tumbuhan air. Tumbuhan air untuk berkembang akan membutuhkan energi melalui proses fotosintesis. Proses fotosintesis tumbuhan air memerlukan pencahayaan sebagai pengganti sinar matahari. Sehingga dibuatlah suatu sistem media pengiriman data atau monitoring suhu air dan kualitas ph untuk mengetahui kualitas kesehatan aquascape tersebut. Suhu air ideal suhu air di dalam aquascape tersebut yaitu 20-28 derajat Celcius dan nilai PH yang baik adalah 6,0 – 8,0. Sistem ini berbasis mikrokontroler NodeMCU ESP8266 yang terhubung dengan sensor suhu DS18B20 dan PH Senor. Dengan dibuatnya sebuah sistem ini yang dihubungkan ke melalaui protokol MQTT, terdiri dari rangkaian alat - alat diatas diharapkan dapat melakukan pengiriman data atau monitoring suhu air dan kualitas PH secara realtime walaupun pengguna diluar rumah atau lokasi yang jauh dari aquascape tersebut, pengguna dapat memonitoring kesehatan aquascape tersebut.
Analisis Perencanaan Jaringan Wi-Fi untuk Mendukung Konsep Desa Digital di Wilayah Kota Tasikmalaya Anggun Fitrian Isnawati; Helmi Nurseha; Ahmad Rizal Danisya
Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE) Vol 4 No 1 (2022): Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Telkom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/jtece.v4i1.369

Abstract

Abstrak- Perkembangan teknologi di era serba digital menjadikan penggunaan internet sebagai media baru dan sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Perkembangan ini menimbulkan tantangan bagi pembangunan ekonomi pedesaan. Desa harus mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi dengan mengurangi kesenjangan digital melalui pengembangan desa digital. Digitalisasi desa bertujuan untuk mengembangkan potensi desa, mempermudah layanan publik dan mempercepat akses jaringan. Dalam mendukung penerapannya, pemerintah berupaya memberikan layanan internet dengan membangun infrastruktur teknologi jaringan Wi-Fi di pedesaan. Untuk itu dalam penelitian ini dilakukan perencanan jaringan Wi-Fi untuk mendukung konsep desa digital di daerah Desa Setiajaya. Perencanaan jaringan dilakukan menggunakan software Atoll dengan metode perencanaan berdasarkan cakupan dan kapasitas yang disimulasikan. Penelitian ini menggunakan parameter simulasi seperti signal level dan traffic maps. Dari dua perencanaan yang sudah dilakukan, berdasarkan cakupan memiliki 4 access point (AP), sedangkan berdasarkan kapasitas memiliki 10 AP. Dari hasil yang telah diuji, perencanaan berdasarkan kapasitas lebih baik dibanding perencanaan berdasarkan cakupan. Data yang diperoleh adalah daerah Desa Setiajaya seluas 1,886 km2 tercakup oleh Wi-Fi dengan memiliki signal level kurang dari -90 dBm. Banyaknya user yang dapat terhubung dengan Wi-Fi sebanyak 59,7% (total 1916 user) dan mendapatkan nilai throughput sebesar 137,04 Mbps.

Page 4 of 10 | Total Record : 97