DedikasiMU: Journal of Community Service
Jurnal DedikasiMU merupakan jurnal pengabdian kepada masyarakat yang mewadai hasil pengabdian dosen, praktisi atau mahasiswa kepada masyarakat yang menerapkan model ataupun konsep dalam bidang pendidikan, teknik, kesehatan, psikologi, sosiologi, hukum, pertanian, ekonomi dan keagamaan yang bertujuan dalam rangka berpartisipasi dalam mewujudkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang mandiri, kreatif dan sejahterah.
Articles
350 Documents
PEMANFAATAN SEKAM PADI MENJADI BRIKET SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF STUDI KASUS DESA WOTANSARI – BALONG PANGGANG
Dahdah, Said Salim
DedikasiMU(Journal of Community Service) Vol 2 No 1 (2020): DedikasiMU (Journal of Community Service)
Publisher : universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30587/dedikasimu.v2i1.1202
Pengabdian telah dilaksanakan di Desa Wotansari, Kecamatan Balong Panggang, Kabupaten Gresik. Pelaksanaan pengabdian selama 13 minggu dari bulan 26 Juli 2019 sampai 27 Oktober 2019. Tujuan dari pengabdian yaitu memanfaatkan limbah sisa penggilingan padi menjadi Briket sebagai enegi alternatif. Agar limbah Sekam padi hasil panen pertanian masyarakat di Desa Wotansari bisa di manfaatkan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini dapat membantu pemanfaatan limbah yang ada di sekitar kawasan desa Wotansari . Pemanfaatan ini menggunakan metode ceramah dan pengenalan hasil jadi briket secara langsung. Dimana yang pertama dilakukan adalah penyuluhan dengan metode ceramah yang berisikan penyampaian materi dan fungsi mengenai briket itu sendiri. Untuk metode pengenalan hasil jadi briket secara langsung yaitu berupa penjelasan briket yang sudah jadi dari sekam padi ke masyarakat.
PEMBERDAYAAN KARANG TARUNA DESA GLATIK MELALUI PELATIHAN PENGELASAN SMAW
Nasrul Hidayat;
Muhammad Aufa;
Sukaris Sukaris;
Nur Fauziyah;
Andi Rahmad Rahim
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol 3 No 2 (2021): DedikasiMU (Journal of Community Service), Juni 2021, ISSN: 2716-5140, E-ISSN: 27
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30587/dedikasimu.v3i2.2675
Teknolgi pengelasan SMAW merupakan teknologi pengelasan yang umum dan mudah diterapkanan dan diaplikasikan dalam produk, baik produk dalam skala besar maupun skala kecil. Penerapan teknologi pengelasan dapat dilakukan didunia pendidikan maupun dimasyarakat, didunia pendidikan dapat dilakukan dengan pendidikan formal sedangkan dimasyarakat dapat dilakukan dengan pelatihan. Pelatihan pengelasan dimasyarakat kami lakukan dengan program pengabdian yaitu pengabdian pelatihan pengelasan di Desa Glatik Kecamatan Ujung Pangkah Kabupaten Gresik, pelatihan ini penerapkan teknologi pengelasan hingga menghasilkan produk. Pelatihan dimulai dari pengenalan, teknik pengelasan hingga aplikasi pengelasan untuk membuat produk, produk yang dihasilkan berupa pagar yang digunakan untuk kantor Desa Glatik. Pelatihan ini telah memberikan dampak positif bagi masyarakat, yang mana sebelumnya masyarakat belum begitu dapat memahami teknologi pengelasan, dari pelatihan ini bisa dijadikan modal untuk mengembangkan wirausaha. Kata kunci: pengelasan, masyarakat, produk
MANAJEMEN KONFLIK DENGAN SELF-AWARENESS
Dodi Jaya Wardana;
Nur Fauziyah;
Andi Rahmad Rahim;
Sukaris Sukaris
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol 2 No 4 (2020): DedikasiMU (Journal of Community Service), Desember 2020, ISSN: 2716-5140, E-ISSN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30587/dedikasimu.v2i4.2063
Timbulnya konflik baik dari konflik individu itu sendiri hingga konflik dengan lingkungan sekitar mengakibatkan kurangnya interaksi yang positif antar individu dan lingkungannya, hal ini dapat diminimalisir apabila setiap individu memiliki kesadaran akan dirinya sendiri dan lingkungan sekitarnya . Pengabdian masyarakat telah dilaksanakan pada penduduk Dusun Bekanang dengan target Karang Taruna dan Ibu/Bapak Dusun Bekanang pada Jumat 09 Agustus 2019 . Tujuan kami mengadakan sharing / diskusi adalah agar penduduk Dusun memahami akan pentingnya manajemen konflik melalui kesadaran diri, selain itu agar terjalinnya hubungan yang baik antar individu dan lingkungan sekitarnya. Dari kegiatan ini diharapkan pula dapat membantu penduduk Dusun untuk menyelesaikan konflik atau masalah yang timbul dengan tetap memperhatikan sikap dan norma-norma yang ada. Dari hasil survey didapat bahwa penduduk Dusun Bekanang baru mengetahui akan pentingnya kesadaran diri dalam menyelesaikan masalah dan permasalahan yang banyak sekali timbul adalah antara orang tua dengan anaknya.
MENCIPTAKAN KREATIFITAS RUANG KELAS RANGKAIAN LISTRIK DENGAN MENGGUNAKAN APELDA DI SDN 1 TENGGOR
Denny Irawan
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol 2 No 2 (2020): DedikasiMU (Journal of Community Service)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30587/dedikasimu.v2i2.1436
SDN 1 TENGGOR merupakan salah satu lembaga pendidikan yang terletak di wilayah Kecamatan Balongpanggang Kabupaten Gresik tepatnya di dusun Bangle Desa Tenggor. Berdasarkan observasi di SDN 1 Tenggor menunjukan bahwa guru cenderung menggunakan metode ceramah, siswa pasif, kurangnya alat peraga, siswa kesulitan dalam memahami materi pelajaran. Alat Peraga merupakan alat-alat yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat mempengaruhi cara berfikir, perasaan, dan kemauan belajar siswa sehingga dapat terjadi proses belajar pada peserta didik, disisi lain alat peraga sangat berperan penting dalam kegiatan belajar. Oleh sebab itu perlu penggunaan alat peraga untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar mengajar peserta didik SDN 1 Tenggor. Melalui Program kerja “Sosialisasi APELDA (Alat Peraga Listrik Dasar)”, bertujuan agar peserta didik lebih aktif, kreatif dan mudah dalam memahami materi pelajaran IPA tentang Rangkaian Listrik. Hasil dari kegiatan sosialisasi menunjukan bahwa penggunaan alat peraga dalam pembelajaran dapat meningkatkan keaktifan dan kreatifitas peserta didik. Hal ini dapat dilihat dari antusiasme peserta didik SDN 1 Tenggor untuk mencoba alat peraga dan mempraktekan hasil pembelajaran.
Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Melalui Pemanfaatan Limbah Ampas Tahu Studi Kasus Desa Jangran
admin;
Muhammad Aufa
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol 1 No 1 (2019): DedikasiMU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30587/dedikasimu.v1i1.1110
Penduduk di desa jagran mayoritas bercocok tanam, seperti cabai,jagung,padi,brokoli, dan kacang tanah. Dari fenomena tersebut kami melakukan penelitian mengenai pemanfaatan limbah tahu cair untuk dijadikan pupuk organik cair. Pupuk organik dihasilkan dari proses dekomposisi bakteri mikroorganisme bakteri, fungi , jamur pada bahan organik untuk menurunkan C/N rasio agar hara pada bahan organik cepat tersedia dan dapat di serap oleh tanah dan tanaman. Bahan organik yang digunakan untuk membuat pupuk organik cair yaitu limbah cair tahu, dengan EM4 yang merupakan mikroorganisme yang bisa ”dibiakkan”, fungsinya adalah sebagai starter dalam pembuatan pupuk organik padat maupun cair. . manfaat limbah cair tahu sebagai pupuk organik dalam meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman. Dengan pemanfaatan limbah ini, maka secara pelan – pelan mampu menghemat biaya pembelian pupuk dan sekaligus mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Penggunaan pupuk organik secara berkelanjutan akan memperbaiki lahan dan diharapkan dapat mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas tanaman.Hasil dari program kerja yang diadakan oleh program studi Teknik Industri kelompok 13 dengan melaksanakan pembuatan pupuk organik cair dari limbah cair tahu dapat membantu mengurangi pencemaran yang ada dilingkungan sekitar home industy tahu. dan juga sebaiknya pemerintah desa dapat melakukan peninjauan mendalam sehingga dapat memberikan kemajuan dan keuntungan bersama baik untuk masyarakat maupun pemerintah.
PEMBERDAYAAN PARA PEMUDA DALAM PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) TEMULAWAK (Curcuma Xanthorhiza) MENJADI OLAHAN ICE CREAM DI DESA SAMBOGUNUNG
Ainanda Al Fatina;
Nurtalitha Alifia Rochma;
Nadhifah Salsabilah;
Christiana Siska Sari;
Amalia Rahma;
Nur Fauziyah;
Sukaris Sukaris;
Andi Rahmad Rahim
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol 3 No 2 (2021): DedikasiMU (Journal of Community Service), Juni 2021, ISSN: 2716-5140, E-ISSN: 27
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30587/dedikasimu.v3i2.2666
Salah satu program yang dapat dilaksanakan oleh masyarakat dalam upaya peningkatan kesejahteraan keluarga, khususnya di bidang pangan adalah program penanaman dan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). TOGA adalah tanaman hasil budidaya rumahan yang berkhasiat sebagai obat. Penanaman TOGA dapat dilakukan di pot atau di lahan sekitar rumah. Desa sambogunung adalah salah satu desa di Kecamatan Dukun yang umumnya masyarakat di wilayah tersebut masih belum memahami khasiat dan cara pembuatan obat herbal dari TOGA. Oleh karena itu perlu dilakukan sosialisasi/penyuluhan tentang khasiat dan cara pembuatan obat herbal dari TOGA sehingga masyarakat dapat memiliki pengetahuan tentang khasiat dan cara pembuatan obat herbal dari TOGA. Sasaran kegiatan pengabdian ini adalah masyarakat desa sambogunung, Target sasaran berjumlah 20 orang dalam satu kelompok . Tujuan dari pengabdian masyarakat ini diharapkan setelah mengikuti sosialisasi Ketua kelompok mampu memahami dan mau memberikan motivasi kepada anggota kelompoknya tentang pentingnya penanaman TOGA.
MERINTIS AGROWISATA DESA LATUKAN UNTUK MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT
Wiharyanti Nur Lailiyah
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol 2 No 2 (2020): DedikasiMU (Journal of Community Service)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30587/dedikasimu.v2i2.1426
Proses pembentukan desa agrowisata terdiri dari beberapa tahap. Tahap pertama adalah identifikasi potensi, komitmen masyarakat,pembentukan lembaga, studi banding, pembuatan peraturan desa, dan dampak pariwisata. Kesmua tahap tersebut harus dilewati agar pembentukan desa agrowista berjalan dengan lancar dan sesuai dengan harapan.Dalam proses pembentukan desa agrowisata tahapan pertama adalah merintis berdirinya desa agrowisata. Dengan rintisan ini diharapkan dapat menjadi tolak ukur evaluasi dan sebagai penyemangat masyarakat dan pemerintah desa untuk serius mengerjakan program tersebut. Untuk menjadi desa agrowisata membutuhkan proses yang cukup panjang sehingga komitmen dan kesungguhan dari seluruh elemen masyarakat harus terus dijaga.
MEMPERKENALKAN PARIWISATA DESA MELALUI MEDIA SOSIAL DENGAN BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT
Dodi Jaya Wardana;
Edy Safitri;
Andi Rahmad Rahim;
Sukaris Sukaris;
Nur Fauziyah
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol 3 No 1 (2021): DedikasiMU (Journal of Community Service), Maret 2021, ISSN: 2716-5140, E-ISSN: 2
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30587/dedikasimu.v3i1.2351
Memperkenalkan pariwisata di media sosial sangatlah besar potensinya. Akan tetapi yang menjadi permasalahan adalah bagaimana agar media sosial tersebut dapat di kenal dan memiliki banyak pengikut agar konten yang di publikasikan dapat diterima orang banyak. Oleh karena itu dengan partisipasi masyarakat di sini yang melibatkan berbagai elemen masyarakat di daerah tersebut untuk ikut dalam mempromosikan pariwisata melalui media sosialnya masing-masing. Langkah awal tersebut dinilai lebih efektif karena dengan partisipasi masyarakat langsung lebih gampang untuk mempromosikan wisata daerah tersebut. Dengan mengunakan media sosial masyarakat maka akan menarik wisatawan yang dapat membagikan pengalaman mereka serta memperkenalkan lebih luas. Pemerintah daerah juga memfasilitasi dengan membuat sebuah komunitas untuk menjaring pengguna media sosial di daerah masing-masing sehingga dapat dengan mudah mengontrol dan mengelola pengguna-pengguna media sosial tersebut dalam mempromosikan pariwisata di daerah masing-masing.
PEMANFAATAN POTENSI DESA MELALUI BUAH SEMANGKA SEBAGAI OLAHAN YANG INOVATIF DALAM ASPEK PEREKONOMIAN DESA LATUKAN KECAMATAN KARANGGENENG, LAMONGAN
Darmawan Aditama;
Nur Fauziyah;
Sukaris Sukaris;
Andi Rahmad Rahim
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol 2 No 4 (2020): DedikasiMU (Journal of Community Service), Desember 2020, ISSN: 2716-5140, E-ISSN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30587/dedikasimu.v2i4.2054
Secara keadaan umum desa luas wilayah Desa Latukan menurut penggunaan pemukiman = 53,591 ha, pertanian sawah = 92,112 ha & 288,340 ha. Dengan curah hujan 1324 mm dengan ketinggian permukaan laut 4 meter dan topografi atau bentang lahan untuk daratan 484956 ha. Secara umum mata pencaharian warga Desa Latukan teridentifikasi ke dalam beberapa sektor yaitu petani, pedagang, pekerja TKI, dan sektor industri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan dan demonstrasi pengolahan buah semangka sebagai olahan yang inovatif dimana buah semangka sendiri sudah menjadi ciri khas Desa Latukan Kecamatan karanggeneng, Lamongan. Manfaat yang diperoleh adalah masyarakat menjadi mengetahui khasiat dari buah semangka terhadap tubuh manusia terutama pada warga Desa Latukan. Hasil dari program kerja yang diadakan oleh program studi Teknik Industri kelompok 5 dengan melaksanakan pembuatan Ice Cream semangka dapat membantu meningkatkan tingkat perekonomian desa dan pemerintah desa dapat melakukan peninjauan mendalam mengenai home industry sehingga dapat memberikan kemajuan dan keuntungan bersama baik untuk masyarakat maupun pemerintah desa khususnya Desa Latukan.
PEMBUATAN DAN PEMROGRAMAN MICROCONTROLLER ATMEGA
Denny Irawan
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol 2 No 3 (2020): DedikasiMU (Journal of Community Service), September 2020, ISSN: 2716-5140, E-ISS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30587/dedikasimu.v2i3.1656
Seiring dengan tuntutan akan peningkatan kualitas pendidikan, maka kompetensi guru harus mampu menghadapi tantangan perubahan yang terjadi di masyarakat. Kompetensi Professional dalam UU Nomor 14 tahun 2005 mensyaratkan tentang guru harus kompeten dalam proses pembelajaran. Lebih spesifik lagi guru kejuran bidang teknik yang dituntut untuk mampu melakukan transfer pengetahuan, sikap, dan ketrampilan bidang keahlian kejuruan kepada peserta didik. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pembelajaran yang dibarengi dengan peningkatan penguasaan substansi pembelajaran menjadi satu hal yang penting dan mendasar yang harus dikuasai oleh guru dalam rangka memperkuat penguasaan kompetensi keahlian. Berkenaan dengan sertifikasi kompetensi dalam menghadapi masyarat ekonomi Asean (MEA) yang telah dicanangkan tahun 2016, maka para siswa lulusan SMK harus mempunyai sertifikasi tentang keahlian tertentu. Dalam kasus ini, perguruan tinggi Universitas Muhammadiyah Gresik sebagai perguruan tinggi yang juga mempunyai kewajiban untuk melakukan pendidikan masyarakat berenca mengadakan pelatihan pembuatan modul microcontroller Atmega bagi pada siswa SMK Manbaul Ulum Gresik.