cover
Contact Name
Rendika Vhalery
Contact Email
rendikavhalery31@gmail.com
Phone
+6281271777755
Journal Mail Official
focus@neolectura.com
Editorial Address
Graha Mampang 3rd Floor Suite 305 Mampang Prapatan Raya Kav-100 Pancoran, South Jakarta 12760
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
FOCUS: Journal of Social Studies
Published by Neolectura
ISSN : -     EISSN : 27982181     DOI : https://doi.org/10.37010/fcs
FOCUS is a Journal of Social Studies Manuscripts for FOCUS must fall into one of the following categories: 1. Sociology 2. Anthropology 3. Psychology 4. Economy 5. Social Geography 6. Politics 7. History 8. Other Social Issues
Articles 172 Documents
Analisis Yuridis Pidana Pemecatan dari Dinas Militer terhadap Anggota Militer yang Melakukan Nikah Siri Banurea, Bryand A.; Widiarto, Bambang
FOCUS Vol 6 No 2 (2025): FOCUS: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Neolectura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37010/fcs.v6i2.2219

Abstract

Pernikahan siri yang dilakukan oleh prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI), khususnya dalam konteks poligami tanpa izin dan tanpa pencatatan negara, merupakan perbuatan yang tidak hanya melanggar hukum perkawinan nasional, tetapi juga berdampak serius terhadap disiplin dan kehormatan institusi militer. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara yuridis penerapan pidana tambahan pemecatan dari dinas militer terhadap prajurit TNI yang melakukan poligami melalui pernikahan siri, serta menilai efektivitas sanksi tersebut sebagai instrumen penegakan disiplin keprajuritan. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, dengan menganalisis ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Militer (KUHPM), Undang-Undang tentang Tentara Nasional Indonesia, Undang-Undang tentang Hukum Disiplin Militer, serta peraturan terkait perkawinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif pidana tambahan pemecatan memiliki dasar hukum yang kuat dan rasional untuk diterapkan terhadap prajurit pelaku pernikahan siri. Namun demikian, dalam praktik peradilan militer masih ditemukan ketidakkonsistenan putusan hakim dalam menjatuhkan sanksi pemecatan pada perkara yang serupa. Kondisi tersebut menimbulkan persoalan kepastian hukum dan melemahkan efektivitas pemecatan sebagai sarana pembinaan dan pencegahan pelanggaran. Oleh karena itu, diperlukan harmonisasi dan standardisasi pertimbangan hukum dalam putusan pengadilan militer guna menjamin kepastian hukum, keadilan, serta efektivitas penegakan disiplin prajurit TNI.
Kerugian Keuangan Negara Dalam Tindak Pidana Korupsi Tabungan Wajib Perumahan TNI AD (Analisis Putusan Kasasi No: 407K/Mil/2023 Tanggal 7 Desember 2023) Kantor, Kantor; Sujono, Sujono
FOCUS Vol 7 No 1 (2026): FOCUS: Jurnal Kajian Sosial
Publisher : Neolectura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37010/fcs.v7i1.2220

Abstract

The determination of state financial loss constitutes a fundamental element in proving corruption offenses. Legal complexities arise when the managed funds do not originate directly from the State Budget, such as the Mandatory Housing Savings Fund (Tabungan Wajib Perumahan/TWP) of the Indonesian National Armed Forces (Army). Although the TWP fund is collected through mandatory salary deductions from military personnel for welfare purposes, its management is conducted within the structure of a state institution, giving rise to legal debates regarding its status. This article aims to provide a juridical analysis of the qualification of the TWP Army fund as state finances and its implications for proving corruption offenses, based on the Supreme Court Decision of the Republic of Indonesia Number 407K/MIL/2023 dated 7 December 2023. This study employs a normative legal research method using statutory and case approaches. The findings indicate that the TWP Army fund can be normatively classified as part of state finances due to its control, management, and accountability by a state institution. The Supreme Court, through the decision, affirmed that the misuse of the TWP fund resulted in state financial loss, thereby fulfilling an essential element of corruption offenses. This decision provides legal certainty in interpreting the concept of state finances and strengthens accountability as well as the enforcement of anti-corruption law within the military environment.