cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 55 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2025)" : 55 Documents clear
STUDI LITERATUR PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CIRC DENGAN TEKNIK CLOSE READING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA KRITIS DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Mariyati, I Gusti Ayu; Sutama, I Made; Dewantara, I Putu Mas; Wirahyuni, Kadek
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i2.6183

Abstract

Critical reading skills, namely the ability to understand, analyze, and evaluate information in depth, are fundamental competencies in learning Indonesian. The low mastery of these skills is the background to the need for the implementation of effective learning models. This study focuses on the study of the Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) learning model integrated with the Close Reading Technique as an alternative to improve students' critical reading skills. An important stage in this approach is combining the teamwork structure of the CIRC model, which hones reading and writing skills in an integrated manner, with the in-depth analysis process of the Close Reading Technique. This technique encourages students to examine the text repeatedly to reveal the structure, choice of diction, and ideas contained therein. The results of the study show that the synergy between these two approaches creates a systematic and in-depth learning process. It is concluded that the application of the CIRC model with the Close Reading Technique is a strategic alternative that has been proven to be implemented effectively to significantly improve students' critical reading skills in learning Indonesian. ABSTRAKKeterampilan membaca kritis, yaitu kemampuan untuk memahami, menganalisis, dan mengevaluasi informasi secara mendalam, merupakan kompetensi fundamental dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Rendahnya penguasaan keterampilan ini menjadi latar belakang perlunya penerapan model pembelajaran yang efektif. Penelitian ini berfokus pada pengkajian model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) yang diintegrasikan dengan Teknik Close Reading sebagai alternatif untuk meningkatkan keterampilan membaca kritis siswa. Tahapan penting dalam pendekatan ini adalah menggabungkan struktur kerja sama tim dari model CIRC, yang mengasah kemampuan membaca dan menulis secara terpadu, dengan proses analisis mendalam dari Teknik Close Reading. Teknik ini mendorong siswa untuk memeriksa teks secara berulang guna mengungkap struktur, pilihan diksi, dan gagasan yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergi antara kedua pendekatan ini menciptakan proses pembelajaran yang sistematis dan mendalam. Disimpulkan bahwa penerapan model CIRC dengan Teknik Close Reading merupakan sebuah alternatif strategis yang terbukti dapat diimplementasikan secara efektif untuk meningkatkan keterampilan membaca kritis siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia secara signifikan.
STUDI LITERATUR PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TIME TOKEN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA Jayanti, Gusti Made Dwi; Sutama, I Made; Dewantara, I Putu Mas; Wirahyuni, Kadek
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i2.6184

Abstract

Speaking ability is a crucial aspect in education and daily life. However, many students face obstacles in developing it, such as shyness, lack of confidence, and limited vocabulary, which hinder active participation in class. This background is what drives the need for innovative learning models to overcome these problems. This study focuses on the assessment of the application of the Time Token Cooperative Learning Model as a strategy to improve students' speaking skills. Using a qualitative descriptive method with a literature study approach, this study systematically describes the main characteristics, implementation steps, and analyzes the advantages and disadvantages of this model, complete with solutions to overcome them. The main findings of this study indicate that the Time Token structure that provides equal opportunities to speak to each student has proven to be effective in encouraging active participation. This model has succeeded in building self-confidence and creating an interactive and enjoyable learning atmosphere. Thus, it is concluded that the Time Token Cooperative Learning Model is a very effective approach and can be implemented to significantly improve students' speaking skills. ABSTRAKKemampuan berbicara merupakan aspek krusial dalam pendidikan dan kehidupan sehari-hari. Meskipun demikian, banyak siswa menghadapi kendala dalam mengembangkannya, seperti rasa malu, kurang percaya diri, dan keterbatasan kosakata, yang menghambat partisipasi aktif di kelas. Latar belakang inilah yang mendorong perlunya model pembelajaran inovatif untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini berfokus pada pengkajian penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe Time Token sebagai strategi untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa. Menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, penelitian ini menguraikan secara sistematis karakteristik utama, langkah-langkah implementasi, serta menganalisis kelebihan dan kekurangan model ini, lengkap dengan solusi untuk mengatasinya. Temuan utama dari studi ini menunjukkan bahwa struktur Time Token yang memberikan kesempatan berbicara secara merata kepada setiap siswa terbukti efektif mendorong partisipasi aktif. Model ini berhasil membangun kepercayaan diri dan menciptakan suasana belajar yang interaktif serta menyenangkan. Dengan demikian, disimpulkan bahwa model pembelajaran Kooperatif Tipe Time Token merupakan pendekatan yang sangat efektif dan dapat diimplementasikan untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa secara signifikan.
INTEGRASI TEKNOLOGI AUGMENTED REALITY DENGAN MODEL BLENDED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN PANGANGGE TENGENAN Sari, Ni Putu Diana; Sutama, I Made; Dewantara, I Putu Mas; Wirahyuni, Kadek
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i2.6185

Abstract

This paper examines the integration of Augmented Reality (AR) technology with the Blended Learning (BL) model in the teaching of Pangangge Tengenan, a component of the grammatical structure in Balinese script. The study addresses challenges such as students’ low interest and limited comprehension of symbolic and abstract material, as well as the constraints of conventional media in visualizing the forms and functions of pangangge concretely. Employing a library research method, this study reviews various relevant sources to formulate the conceptual foundation, implementation strategies, and pedagogical implications of integrating AR and BL in culturally based learning. The findings suggest that AR facilitates understanding through interactive three-dimensional visual representations, while blended learning offers flexibility in time, access, and collaborative interaction between teachers and learners. The instructional syntax developed combines online and offline learning stages, with AR utilized during visualization and symbolic practice phases. These findings demonstrate that the integration of AR and BL has significant potential to support culturally grounded grammatical instruction and contributes to the preservation of Balinese script through pedagogical strategies that are innovative, participatory, and contextually relevant. ABSTRAKTulisan ini mengkaji tentang integrasi teknologi Augmented Reality (AR) dengan model Blended Learning (MBL) dalam pembelajaran Pangangge Tengenan sebagai bagian dari struktur gramatikal aksara Bali. Permasalahan yang diangkat dalam kajian ini berkaitan dengan rendahnya minat dan pemahaman siswa terhadap materi yang bersifat simbolik dan abstrak, serta keterbatasan media konvensional dalam memvisualisasikan bentuk dan fungsi pangangge secara konkret. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah berbagai sumber literatur yang relevan untuk merumuskan konsepsi, implementasi, dan implikasi integrasi AR dan MBL dalam konteks pembelajaran berbasis budaya lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan AR mampu memfasilitasi pemahaman melalui representasi visual objek tiga dimensi yang interaktif, sedangkan pendekatan blended learning memberikan fleksibilitas waktu, akses, serta ruang kolaboratif antara guru dan peserta didik. Sintaks pembelajaran yang dikembangkan dalam kajian ini mengombinasikan tahapan daring dan luring secara terpadu dengan penerapan teknologi AR pada tahapan visualisasi dan praktik simbolik. Temuan ini memperlihatkan bahwa kolaborasi AR dan MBL memiliki potensi signifikan dalam mendukung pembelajaran gramatikal berbasis budaya, serta memberikan kontribusi terhadap pelestarian aksara Bali melalui strategi pedagogis yang inovatif, partisipatif, dan kontekstual.
ANALISIS PROGRAM PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER JIWA NASIONALISME DI KELAS 4 SD NEGERI 6 SUWAWAL Rizani, Achmad Hisyom; Wiranti, Dwiana Asih
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i2.6439

Abstract

This research aims to describe the implementation and impact of the Nationalism Character Education Strengthening Program in Grade IV at SD Negeri 6 Suwawal, as well as to identify supporting and inhibiting factors in its execution. Employing a qualitative descriptive approach, data were collected via in-depth interviews and questionnaires involving both teachers and students. The study analyzed three core activities: cleaning the school environment, singing and playing national songs, and the implementation of the 5S program (Smile, Greet, Salute, Be Polite, and Show Courtesy). The findings indicate that the school cleaning activity not only creates a clean and conducive learning environment but also fosters a sense of pride and love for the country among students. Moreover, the activity of singing and playing national songs has proven effective in internalizing patriotism, honoring national heroes, and strengthening cultural identity. Meanwhile, the 5S program contributes to developing disciplined, courteous, and mutually respectful behaviors between students and teachers, indirectly reinforcing nationalistic character values. The study underscores that the success of the program largely depends on the active involvement of all stakeholders and the consistent implementation of activities accompanied by periodic evaluations. This research offers significant contributions to the development of character education strategies at the elementary level and advocates for reinforcing national values from an early age to meet the challenges of globalization. Consequently, integrating such activities into the curriculum can serve as an effective model for shaping young citizens with a strong national identity and loyalty to their homeland. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi dan dampak program Penguatan Pendidikan Karakter Nasionalisme di kelas IV SD Negeri 6 Suwawal serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan kuesioner yang melibatkan guru serta peserta didik. Adapun kegiatan yang dianalisis meliputi tiga program inti: pembersihan lingkungan sekolah, penyanyian dan pemutaran lagu nasional, serta program 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas pembersihan lingkungan sekolah tidak hanya menciptakan suasana belajar yang bersih dan kondusif, tetapi juga membangkitkan rasa bangga dan cinta tanah air di kalangan peserta didik. Penyanyian dan pemutaran lagu nasional terbukti efektif dalam menginternalisasi nilai-nilai patriotisme, menghargai jasa para pahlawan, dan memperkuat identitas budaya. Sementara itu, penerapan program 5S membantu membentuk perilaku disiplin, sopan, dan saling menghormati antar siswa serta guru, yang secara tidak langsung mendukung pembentukan karakter nasionalisme. Temuan penelitian juga menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat dipengaruhi oleh keterlibatan aktif seluruh pihak dan konsistensi pelaksanaan aktivitas yang disertai evaluasi berkala. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan strategi pendidikan karakter di sekolah dasar dan mengusulkan agar nilai-nilai nasionalisme terus diperkuat sejak usia dini untuk menghadapi tantangan globalisasi. Dengan demikian, integrasi kegiatan-kegiatan tersebut dalam kurikulum dapat menjadi model efektif dalam membentuk generasi muda yang memiliki identitas bangsa yang kuat dan loyal terhadap tanah air.
PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM PAI BERBASIS MULTIKULTURAL Islakh, Ahmad Nur; Pujianto, Pujianto; Adibah, Ida Zahara
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i2.6440

Abstract

Indonesia is a country rich in ethnic, cultural, and religious diversity, which requires an educational system that fosters tolerance and inclusivity. Islamic schools (madrasahs) have a strategic role in shaping student character through an Islamic Religious Education (PAI) curriculum responsive to multicultural values. This study aims to analyze the role of school principals in developing a multicultural-based PAI curriculum. The research uses a descriptive qualitative approach through literature review of relevant academic sources. The results show that principals act as visionary leaders who integrate local values, collaborate with community figures, and design learning materials that reflect the diversity of Islamic traditions. Challenges include limited teacher training and resistance to pluralistic values. Supporting factors include stakeholder collaboration, use of local wisdom, and policy support. Therefore, adaptive and transformative leadership becomes essential to realizing inclusive, contextual, and peaceful Islamic education in a multicultural society. ABSTRAKIndonesia merupakan negara yang kaya akan keberagaman suku, budaya, dan agama, sehingga membutuhkan sistem pendidikan yang menumbuhkan toleransi dan inklusivitas. Madrasah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter siswa melalui kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) yang responsif terhadap nilai-nilai multikultural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepala sekolah dalam mengembangkan kurikulum PAI berbasis multikultural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui kajian pustaka terhadap sumber-sumber akademis yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan sebagai pemimpin visioner yang mengintegrasikan nilai-nilai lokal, berkolaborasi dengan tokoh masyarakat, dan merancang materi pembelajaran yang mencerminkan keberagaman tradisi Islam. Tantangan yang dihadapi antara lain terbatasnya pelatihan guru dan resistensi terhadap nilai-nilai pluralistik. Faktor pendukung antara lain kolaborasi pemangku kepentingan, pemanfaatan kearifan lokal, dan dukungan kebijakan. Oleh karena itu, kepemimpinan yang adaptif dan transformatif menjadi penting untuk mewujudkan pendidikan Islam yang inklusif, kontekstual, dan damai dalam masyarakat multikultural.