cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 513 Documents
PENGGUNAAN MEDIA TIKTOK DALAM MENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA DI MTSN 4 GUNUNGKIDUL GIARTI SUPRIHATIN
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v2i1.1007

Abstract

This Classroom Action Research uses Tiktok Media in the learning process which aims to improve science learning outcomes for class VIIIE students. The Covid-19 pandemic has affected children's learning process from offline to online. The increasing use of media affects learning outcomes. This study uses observation to determine the learning process using Tiktok media, and evaluation tests to determine student learning outcomes. The research results obtained are: (1) The process of using Tiktok media in learning is as follows: 1: motivation; 2: delivery of materials; 3: evaluation. (2) The increase in science learning outcomes for class VIIIE MTsN 4 Gunungkidul students can be seen in the percentage of students in the Unfinished Condition Initial which is less than the KKM 50%, which drops to 38% in the first cycle and then decreases to 25% in the second cycle. Students' Completeness Score is the same as the KKM of 38%, increasing to 46% in the first cycle and then increasing to 53% in the second cycle. The Complete Exceeding KKM 12% increased to 16% in the first cycle and then increased to 22% in the second cycle. ABSTRAKPenelitian Tindakan Kelas ini menggunakan Media Tiktok dalam proses pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA pada peserta didik klas VIIIE . Pandemi Covid-19 mempengaruhi proses belajar anak dari luring (offline ) ke daring (online). Meningkatnya penggunaan media mempengaruhi hasil belajar. Penelitian ini menggunakan observasi untuk mengetahui proses pembelajaran menggunakan media Tiktok, dan tes evaluasi untuk mengetahui hasil belajar pserta didik. Hasil penelitian yang didapat adalah: (1) Proses penggunaan media Tiktok dalam pembelajaran sebagai berikut: 1: motivasi; 2: penyampaian materi; 3: evaluasi. (2) Peningkatan hasil belajar IPA pada peserta didik klas VIIIE MTsN 4 Gunungkidul terlihat pada prosentase peserta didik pada Kondisi yang belum tuntas Awal yang kurang dari KKM 50 % turun menjadi 38% pada siklus I kemudian turun menjadi 25 % pada siklus II. Nilai Tuntas Peserta didik sama dengan KKM 38% naik menjadi 46% pada siklus I kemudian naik menjadi 53% pada siklus II. Nilai Tuntas Melampaui KKM 12% naik menjadi 16 % pada siklus I kemudian naik 22% pada siklus II.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL DI MTs NEGERI 2 PURBALINGGA ESTI NURCAHYATI
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v2i1.1008

Abstract

This research is classroom action research. What is examined in this research is the application of learning with Audio Visual media, improving student learning outcomes, and how active students are during the learning process. This study uses observation to determine the process of Audio Visual Learning, and to determine the active learning of students, while the test is used to determine student learning outcomes. From the results of this study it was found that: (1) The learning process using the Audio Visual learning model is as follows: 1: Exploration, Step 2: Elaboration, and Step 3: Confirmation. (2) By using Audio Visual Learning Media in Class IXG MTs Negeri 2 Purbalingga for the 2019/2020 academic year in science subjects, student learning outcomes have increased after the action has been taken. The percentage of students who have not completed has decreased from cycle 1 to cycle 2 (from 36.36% to 15.63%. The percentage of students who have completed has increased from cycle 1 to cycle 2 (from 63.64% to 84.85%). ABSTRAKPenelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Yang diteliti pada penelitian ini adalah penerapan pembelajaran dengan media Audio Visual, peningkatan hasil belajar peserta didik, dan bagaimana keaktifan belajar peserta didik selama mengikuti proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan observasi untuk mengetahui proses Pebelajaran Audio Visual, dan untuk mengetahui keaktifan belajar peserta didik ,sedangkan tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar peserta didik. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa:(1) Proses pembelajaran dengan menggunakan model pebelajaran Audio Visual adalah sebagai berikut: 1: Eksplorasi, Langkah 2: Elaborasi, dan Langkah 3: Konfermasi. (2) Dengan menggunakan Media Pebelajaran Audio Visual di Kelas IXG MTs Negeri 2 Purbalingga Tahun Pelajaran 2019/2020 mata pelajaran IPA hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan setelah dilakukan tindakan. Persentase peserta didik yang belum tuntas mengalami penurunan dari siklus 1 ke siklus 2 (dari 36.36% menjadi 15.63%. Persentase peserta didik yang sudah tuntas mengalami kenaikan dari siklus 1 ke siklus 2 (dari 63.64% menjadi 84.85%).
UPAYA PENERAPAN TEKNIK MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI EKOLOGI SISWA KELAS X IPA 3 MAN 2 KOTA CILEGON FEMY AFRIANI
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v2i1.1009

Abstract

This study aims to improve student biology learning outcomes using mind mapping techniques and develop mind mapping learning techniques in improving student learning outcomes. The method used in this research is classroom action research with data collection obtained through tests and questionnaires. The research subjects are students of class X MAN 2 Cilegon City. The results showed that student learning outcomes increased by 43.74%. The percentage of students who finished studying was 28.13% at the end of the first cycle and 71.87% at the end of the second cycle. Then the results of the mind mapping assessment made by students in learning biology were obtained: mind mapping in the first cycle an average score of 69.3% with a sufficient score, and mind mapping in the second cycle an average score of 72.25% with a score of 72.25%. good. Student responses to learning with mind mapping learning techniques are very positive. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar biologi siswa menggunakan teknik mind mapping dan mengembangkan teknik pembelajaran mind mapping dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan pengambilan data diperoleh melalui tes dan angket.Subyek penelitian yaitu siswa kelas X MAN 2 Kota Cilegon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan sebesar 43,74%. Persentase siswa yang tuntas belajar sebesar 28,13% pada akhir siklus I dan 71,87% pada akhir siklus II . Kemudian hasil penilaian mind mapping yang dibuat siswa dalam pembelajaran biologi diperoleh: mind mapping pada siklus I skor rata-rata persentase nilai 69,3% dengan nilai cukup, dan mind mapping pada siklus II skor rata-rata persentase nilai 72,25% dengan nilai baik. Respon siswa terhadap pembelajaran dengan teknik belajar mind mapping sangat positif.
PENINGKATAN AKTIFITAS PEMBELAJARAN SEJARAH DI MASA PANDEMI COVID-19 MELALUI MODEL BLENDED LEARNING SARI FATOLLAH
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v2i1.1010

Abstract

This Best Practice writing aims to describe the increase in history learning activities during the COVID-19 pandemic through the blended learning model. The subjects of this Best Practice writing are XII IPS 3 students at SMA N I Karangrayung semester 1 of the 2021/2022 academic year, totaling 33 students. Best Practice writing uses descriptive method. This writing is motivated by efforts to increase student learning activities, since the issuance of the four ministerial decrees that allow schools to organize limited face-to-face learning using a blended learning model that combines online and face-to-face activities. The implementation of blended learning can improve history learning activities as shown in student learning outcomes. Based on the results of the evaluation before the action, the individual scores of students who finished studying with a score of 70 or more were 15 students or (45.45%) while those who had not finished studying were 18 students or (54.55%) the average score. 62.91 with the highest score of 80 and the lowest score of 45, after using the blended learning model of student activities there was an increase, this can be seen from the achievement results, from 15 students (45.45%) completed to 30 students (90.9 ,%). Meanwhile, those who have not finished have decreased from 18 students (54.56%) to 3 students (09.09%), 5 students (15.15) high, 10 students (30.3%) with sufficient achievement. In addition, students with very low criteria amounted to 3 students (09.09%). The students with low criteria amounted to 4 people (12.12%), and students with very low criteria were 3 people (9.09%), while for very high criteria there were none. very high achievement criteria are 9 people (27.27%), high achievement are 12 people (36.36%), enough are 9 people (27.27%), besides students with low criteria are 3 people (9, 09%), and there are no students with very low criteria. ABSTRAKPenulisan Best Practice ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan aktivitas pembelajaran sejarah di masa pandemi covid -19 melalui model pembelajran blended leaning Subyek penulisan Best Practice ini adalah siswa XII IPS 3 di SMA N I Karangrayung semester 1 tahun pelajaran 2021/2022 yang berjumlah 33 siswa. Penulisan Best Practice menggunakan metode deskriptif. Penulisan ini dilatarbelakangi oleh upaya untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa, sejak terbitnya SKB empat menteri yang memperbolehkan sekolah untuk menyelenggarakan Pembelajaran tatap muka terbatas menggunakan model blended learning mengombinasikan kegiatan daring dan tatap muka. Implemantasi pembelajran blended learning dapat meningkatkan aktifitas belajar sejarah sebagaimana ditunjukkan dalam hasil belajar peserta didik. Berdasarkan hasil evaluasi sebelum tindakan, nilai secara indivdu peserta didik yang tuntas belajar dengan nilai 70 atau lebih ada 15 siswa atau sebesar (45,45 %), Sedangkan yang belum tuntas belajar ada 18 siswa atau sebesar (54,55 %) nilai rata rata 62,91 dengan nilai tertinggi 80 dan nilai terendah 45, setelah menggunakan model blended learning aktifitas peserta didik terdapat kenaikan hal ini dapat terlihat dari hasil prestasi,dari yang tuntas 15 peserta didik (45,45%) menjadi 30 peserta didik (90,9,%). Sedangkan yang belum tuntas mengalami penurunan dari 18 peserta didik (54,56%) menjadi 3 peserta didk(09,09%), Tinggi berjumlah5 orang (15,15)%),prestasi cukup berjumlah 10 orang (30,3%),selain itu peserta didik dengan kriteria sangat rendah berjumlah 3peserta didik(09,09%).Berdasarkan data ,peserta didik dengan kirteria prestasi tinggi berjumlah 5 orang (15,15%),predikat cukup berjumlah 10 orang (30,3%),selain itu peserta didik dengan kriteria rendah berjumlah 4 orang (12,12%), dan Peserta didik dengan kriteria sangat rendah berjumlah 3 orang (9,09%),sedangkan untuk kriteria sangat tinggi tidak ada.Setelah dilakukan kegiatan,perolehan nilai peserta didik dengan kriteria prestasi sangat tinggi berjumlah 9 orang (27,27%),prestasi tinggi berjumlah 12 orang (36,36%),cukup berjumlah 9 orang (27,27%),selain itu peserta didik dengan kriteria rendah berjumlah 3 orang(9,09%),dan peserta didik dengan kriteria sangat rendah tidak ada.
PENERAPAN METODE INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA TUNARUNGU MATERI PENJUMLAHAN PECAHAN DI SLBN TALUN BLITAR SRI HARTATI
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v2i1.1117

Abstract

This study aims to (1) obtain an overview of the implementation of mathematics learning in the material of adding fractions at SLB Negeri Talun by using the inquiry method and (2) describing the implementation of the results of increasing understanding of the material for adding fractions using the guided inquiry method at SLB Negeri Talun. This research was conducted in the odd semester of the 2021/2022 academic year. This study focuses on the mathematics subject matter of adding fractions in class V by applying the guided inquiry method. The time of this research was carried out in two cycles, the first cycle on 20 to 21 September 2021 while the second cycle on 27 to 28 September 202I. The object of this research are three students of class V Deaf SLB Negeri Talun, Blitar district. This study uses a classroom action research (CAR) design. The conclusions of this study are as follows: (1) The application of the guided inquiry method in improving students' understanding, especially in understanding the material for adding fractions has a positive influence, namely it can increase students' interest in learning which is indicated by an increase in the percentage of student interest in learning from the first cycle of 33.00% to 100% on slikus. This means, students' interest in learning belongs to the very active category because the increase in student interest in learning is 67.00% and (2) The application of learning outcomes of fraction addition material with understanding using the guided inquiry method has increased very well. It can be seen that in the first cycle, of the 3 students who completed as many as 1 student (33%) and who had not completed only 2 students (66%) while in the second cycle, all students who completed were all students (100%) and none unfinished (0%). From cycle I to cycle II there was an increase in learning outcomes by 66%. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk (1) Memperoleh gambaran pelaksanaan pembelajaran matematika materi penjumlahan pecahan di SLB Negeri Talun dengan menggunakan metode inkuiri dan (2) Mendiskripsikan penerapan hasil peningkatan pemahaman terhadap materi penjumlahan pecahan dengan menggunakan metode inkuiri terbimbing di SLB Negeri Talun. Penelitian ini dilakukan pada semester ganjil tahun pelajaran 2021/2022. Penelitian ini menitikberatkan pada mata pelajaran matematika materi penjumlahan pecahan kelas V dengan menarapkan metode inkuiri terbimbing. Waktu penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, siklus I pada tanggal 20 s.d 21 September 2021 sedangkan siklus II pada tanggal 27 s.d 28 September 202I. Objek penelitian ini adalah tiga siswa kelas V Tunarungu SLB Negeri Talun, kabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas (PTK). Kesimpulan dari penelitian ini ialah sebagai berikut: (1) Penerapan metode inkuiri terbimbing dalam meningkatkan pemahaman siswa terutama dalam memahami materi penjumlahan pecahan mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan minat belajar siswa yang ditunjukan dengan peningkatan prosentase minat belajar siswa dari siklus I sebesar 33.00% menjadi 100% pada slikus. Hal ini berarti, minat belajar siswa tergolong dalam kategori sangat aktif karena peningkatan minat belajar siswa sebesar 67.00 % dan (2) Penerapan hasil belajar materi penjumlahan pecahan dengan pemahaman mengunakan metode inkuiri terbimbing terbimbing mengalami kenaikan yang sangat baik. Hal ini dapat dilihat bahwa pada siklus I, dari 3 siswa yang tuntas sebanyak 1 siswa (33%) dan yang belum tuntas hanya sebanyak 2 siswa (66%) sedangkan pada siklus II, siswa yang tuntas semua siswa (100%) dan tidak ada yang belum tuntas (0%). Dari siklus I ke siklus II ada peningkatan hasil belajar sebesar 66 %.
ANALISIS KESIAPAN TECHNOLOGICAL, PEDAGOGICAL, CONTENT KNOWLEDGE GURU DALAM PEMBELAJARAN DARING DI ERA PANDEMI COVID-19 CYPRIANUS MAU
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v2i2.1203

Abstract

This study was conducted to examine whether teachers have Technological, Pedagogical, Content Knowledge (TPACK) readiness in online learning in the era of the covid-19 pandemic so that the method used is descriptive qualitative. A total of 101 teachers from 43 schools at the SD, MI, SMP, MTS, SMA/SMK, and MA levels, both public and private schools in Belu district, NTT were used as the subjects of this research after responding by filling out a survey in the form of a Google Form. After analyzing the collected data, it was found that the teachers in Belu Regency were not ready with TPACK. This can be seen from the dominance of one learning media, namely Whatsapp. Learning outcomes also illustrate the lack of readiness where 62, 38% said that students were less active and 50,49% reported that students' learning outcomes had decreased. Moreover, 81.19% delegated the responsibility for this lack of learning outcomes to parents. Therefore, cooperation between the Ministry of Education and Culture through the Provincial and District Education Offices, schools and parents needs to be improved to support the readiness of teachers' TPACK before implementing online learning. ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk menelaah apakah para guru memiliki kesiapan Technological, Pedagogical, Content Knowledge (TPACK) dalam pembelajaran daring di era pandemi covid-19 sehingga metode yang dipakai adalah deskriptif kualitatif. Sebanyak 101 guru dari 43 sekolah pada tingkat SD, MI, SMP, MTS, SMA/SMK, dan MA baik sekolah negeri maupun swasta di kabupaten Belu, NTT dijadikan sebagai subjek penelitian ini setelah memberi respons dengan mengisi survei dalam bentuk Google Form. Setelah dilakukan analisis terhadap data yang dikumpulkan, diperoleh hasil bahwa para guru di Kabupaten Belu belum siap dengan TPACK. Hal ini terlihat dari dominasi satu media pembelajaran yaitu Whatsapp. Hasil pembelajaran juga turut memberi gambaran kurangnya kesiapan yang mana 62, 38% mengatakan bahwa siswa kurang aktif dan 50,49% melaporkan jika hasil belajar peserta didik menurun. Lebih dari itu, 81,19% melimpahkan tanggung jawab atas kurangnya hasil belajar ini kepada orang tua. Oleh karena itu, kerja sama antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Dinas Pendidikan Provinsi maupun Kabupaten, pihak sekolah dan orang tua perlu ditingkatkan untuk mendukung kesiapan TPACK guru sebelum melaksanakan pembelajaran online.
PENERAPAN MODEL PETA KONSEP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PAI DI SMP NEGERI 4 LHOKSEUMAWE TARMIZI TARMIZI
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v2i2.1218

Abstract

Concept map is a learning model by simplifying material from long descriptions to short in the form of maps to make it easier for students to understand a material. The concept map model is appropriate to be applied in PAI learning, especially Islamic Cultural History (SKI). Before using the concept map, student learning outcomes on SKI material were low. The low learning outcomes of students in PAI learning, especially in the field of SKI, one of which is due to the learning model used by the teacher is not right, students are asked to read the SKI material in the form of a fairly long description. This condition makes it difficult for students to find the core of the material they are learning, so that learning outcomes are low. Therefore, teachers need to apply appropriate learning models to be able to stimulate students to learn actively, creatively and innovatively, so as to improve their learning outcomes. This study was designed to conduct research on the application of the concept map model in improving student learning outcomes on SKI material. The research subjects were students of class VII SMP Negeri 4 Lhokseumawe with a total of 42 students. The results showed that the application of the concept map model can stimulate the learning process in the classroom, where students can contribute actively, critically, and innovatively, so that PAI learning outcomes can increase. This can be seen from the implementation of the first cycle, there has been an increase in learning outcomes compared to pre-cycle results, because the score in the first cycle obtained 25 people >70 (according to the KKM) with a percentage of 59.52%. Furthermore, the results of observer observations on teacher activities in the first cycle reached 80.76% and observer observations on student activities reached 78.84%. While the implementation of the second cycle experienced a significant increase, namely 42 students completed with a percentage of 93.23%, with observations on teacher activities reaching 95.19% and observations on student activities reaching 96.15%. ABSTRAKPeta konsep merupakan model pembelajaran dengan menyederhakan materi dari uraian panjang menjadi singkat dalam bentuk peta untuk memudahkan peserta didik memahami suatu materi. Model peta konsep tepat diterapkan dalam pembelajaran PAI khusunya Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Sebelum menggunakan peta konsep, hasil belajar siswa pada materi SKI rendah. Rendahnya hasil belajar peserta didik pada pembelajaran PAI, khususnya bidang SKI, salah satunnya disebabkan model pembelajaran yang digunakan guru belum tepat, peserta didik diminta untuk membaca materi SKI dalam bentuk uraian yang cukup panjang. Kondisi ini membuat peserta didik sulit menemukan inti materi yang dipelajarinya, sehingga hasil belajarnya rendah.Oleh karena itu guru perlu menerapkan model pembelajaran yang tepat agar mampu merangsang peserta didik untuk belajar aktif, kreatif dan inovatif, sehingga dapat meningkatkan hasil belajarnya. Penelitian ini didesain untuk melakukan penelitian terhadap penerapan model peta konsep dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi SKI. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VII SMP Negeri 4 Lhokseumawe dengan jumlah siswa 42 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model peta konsep dapat membangkitkan proses pembelajaran di dalam kelas, di mana peserta didik dapat berkonstribusi secara aktif, kritis, dan inovatif, sehingga hasil belajar PAI dapat meningkat. Hal tersebut terlihat dari pelaksanaan siklus I sudah mulai ada peningkatan hasil belajar dibandingkan hasil pra-siklus, karena perolehan nilai pada siklus I memperoleh 25 orang >70 (sesuai KKM) dengan persentase 59,52%. Selanjutnya hasil observasi pengamat terhadap kegiatan guru pada siklus I mencapai 80,76% dan observasi pengamat pada kegiatan siswa mencapai 78,84%. Sedangkan Pelaksanaan siklus II mengalami peningkatan secara signifikan, yaitu 42 orang siswa tuntas dengan persentase 93,23%, dengan hasil pengamatan terhadap kegiatan guru mencapai 95,19% dan hasil pengamatan terhadap kegiatan siswa mencapai 96,15%.
PENGGUNAAN EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (EFT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA CECE HERMAWAN
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v2i2.1229

Abstract

The purpose of this study was to determine the application of the Emotional Freedom Technique model to improve student learning outcomes in class VIII Mts. Darul Ulum YTM Tanjung Sari, Bogor Regency. and knowing the obstacles experienced by students regarding learning outcomes on prism and pyramid material. The method used in this study is a quasi-experimental method and data collection techniques with tests, questionnaires, and observations. The population in this study were students of class VIII Mts. Darul Ulum YTM Tanjung Sari, Bogor Regency. The sampling technique used was Cluster Random Sampling. The first hypothesis, the application of the Emotional Freedom Technique model can improve student learning outcomes in class VIII MTs. Darul Ulum YTM Tanjung Sari, Bogor Regency, was verified by looking at the results of the pretest and posttest. The average value of the initial test (pretest) in the EFT method class is 18,333 with an ability level of 18% which indicates a low level, while the average value of the final test (posttest) is 34,667 with an ability level of 34% which indicates a low level, in other words experienced an increase of 15% or 55. Based on these data, it can be seen that there was an increase in the learning process of students after using the Emotional Freedom Technique model. This shows a significant increase. Thus, the Emotional Freedom Technique model can improve student learning outcomes even though students experience obstacles. ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan model Emotional Freedom Technique untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada siswa kelas VIII Mts. Darul Ulum YTM Tanjung Sari Kabupaten Bogor.dan mengetahui kendala yang dialami siswa mengenai hasil belajar pada materi prisma dan limas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi eksperimen dan teknik pengumpulan data dengan tes, angket, dan observasi. Populasi dalam penelitian ini siswa kelas VIII Mts. Darul Ulum YTM Tanjung Sari Kabupaten Bogor. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan Cluster Random Sampling. Hipotesis pertama, penerapan model Emotional Freedom Technique dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada kelas VIII MTs. Darul Ulum YTM Tanjung Sari Kabupaten Bogor teruji kebenarannya dengan melihat hasil pretest dan posttest. Nilai rata-rata tes awal (pretest) di kelas metode EFT yaitu 18.333 dengan tingkat kemampuan 18% yang menunjukan taraf rendah, sedangkan nilai rata-rata tes akhir (posttest) yaitu 34.667 dengan tingkat kemampuan 34% yang menunjukan taraf kurang, dengan kata lain mengalami peningkatan 15% atau 55. Berdasarkan data tersebut dapat diketahui terjadi peningkatan dalam proses pembelajaran pada siswa setelah menggunakan model Emotional Freedom Technique. Hal tersebut menunjukan adanya peningkatan yang signifikan. Dengan demikian, model Emotional Freedom Technique dapat meningkatkan hasil belajar siswa meskipun siswa mengalami kendala.
OPTIMALISASI PERAN ORANG TUA/WALI DALAM PENDIDIKAN KARAKTER SISWA PADA MASA PANDEMI COVID-19 MAMBA’UL ULUM
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v2i2.1230

Abstract

The Covid-19 pandemic has a huge impact on the order of human life on earth. Currently, many Indonesia have been confirmed positive for Covid-19. In the education sector, the government quickly issued a Ministry of Education and Culture circular containing Online Learning to prevent the spread of Covid-19 in school environments. Online Learning certainly has a different impact on parents / guardians and students. Collaboration between teachers and parents / guardians is needed so that online learning can run properly. Moreover, character values ??through morning habituation before online teaching and learning activities can be directly practiced and controlled by parents / guardians. This character development will certainly have a very good impact on children's lives in the future. Research conducted using qualitative methods in which to use valid data was carried out by questionnaires to students of class 9K MTsN 2 Kediri City and their parents / guardians. It has a goal to find out what character education parents / guardians do when children study at home. The results of the research are that some of the roles of parents / guardians in character education are given to (1) Fostering disciplined character education in children, (2) Providing religious character education to children, (3) Fostering honest character education in children, (4) Fostering creative character education in children, (5) Fostering social character education in children. The hope is that this character education will be implemented optimally by children, not only because of this pandemic, but it will be carried out continuously ABSTRAKPandemi Covid-19 memberikan dampak yang sangat besar bagi tatanan kehidupan manusia di muka bumi. Indonesia saat ini sudah banyak yang dikonfirmasi positif Covid-19. Pada bidang pendidikan, pemerintah dengan cepat mengeluarkan edaran Kemendikbud yang berisi Pembelajaran Daring untuk mencegak penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah. Pembelajaran Daring ini tentunya memberikan dampak yang berbeda bagi orang tua / wali dan siswa. Perlu adanya kolaborasi antar guru dan orang tua / wali agar pembelajaran Daring berjalan dengan semestinya. Terlebih lagi nilai-nilai karakter melalui pembiasaan pagi sebelum KBM daring yang bisa langsung di praktekkan dan di kontrol secara langsung oleh orang tua / wali. Pengembangan karakter ini tentunya akan berdampak sangat baik bagi kehidupan anak di masa depan. Penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif di mana untuk menggunakan data yang valid dilakukan dengan angket kepada siswa kelas 9K MTsN 2 Kota Kediri dan orang tua / wali. Memiliki tujuan untuk mengetahui pendidikan karakter apa saja yang di lakukan orang tua / wali saat anak-anak belajar di rumah. Hasil dari penelitian yakni beberapa peran orang tua / wali pada pendidikan karakter yang diberikan kepada adalah (1) Menumbuhkan pendidikan karakter disiplin pada anak, (2) Memberikan pendidikan karakter religius kepada anak, (3) Menumbuhkan pendidikan karakter jujur pada anak, (4) Menumbuhkan pendidikan karakter kreatif pada anak, (5) Menumbuhkan pendidikan karakter sosial pada anak. Harapannya adalah pendidikan karakter ini akan di implementasikan secara maksimal oleh anak, bukan hanya karena ada pandemi ini, tapi akan dilakukan seterusnya.
IMPLEMENTASI STRUKTUR CERITA ARCHPLOT PADA FILM ANIMASI HYBRID BERJUDUL BHUMI SURASA SURASA; SEKAR KHAIRUNNISA ARUM MEIDINASARI
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v2i2.1231

Abstract

The structure of the storyline archplot is a storyline that has a goal orientation where the occurrence of a good or bad event that makes a character's life change, encourages the desire of the character to struggle consciously or unconsciously to restore his life as before. Characters will be encouraged to undergo a missionary journey based on their desire to fight the forces of antagonism (inner, personal, extra-personal). Characters may or may not achieve their goals. Archplot has the characteristics of 3 acts, 6 stages and 5 turning points. These three rounds consist of beginning/Set-Up (act 1), middle confrontation (act 2), end resolution (act 3). While the six parts consist of Set-Up, new situation, progress, complications & higher stakes, final push, and aftermath. Then, the turning point of the story consists of opportunity, change of plans, point of no return, major setback and climax. The animated film “BHUMI” was made using hybrid animation techniques. This technique is a combination of two-dimensional and three-dimensional animation media. ABSTRAKmerupakan alur cerita yang mempunyai orientasi tujuan dimana terjadinya suatu peristiwa baik atau buruk yang membuat kehidupan karakter berubah, mendorong keinginan dari karakter untuk berjuang secara sadar maupun tidak sadar untuk mengembalikan kehidupannya seperti semula. Karakter akan didorong untuk menjalani suatu perjalanan misi didasari keinginannya melawan kekuatan antagonisme (inner, personal, extra-personal). Karakter bisa atau tidak bisa mencapai tujuannya. Archplot mempunyai ciri-ciri terdapat 3 babak (acts), 6 bagian (stages) dan 5 titik balik cerita (turning points). Ketiga babak ini terdiri dari beginning/Set-Up (act 1), middle confrontation (act 2), end resolution (act 3). Sedangkan keenam bagian terdiri dari Set-Up, new situation, progress, complications & higher stakes, final push, dan aftermath. Lalu, titik balik cerita terdiri dari opportunity, change of plans, point of no return, major setback dan climax. Film animasi “BHUMI” ini dibuat dengan teknik animasi hybrid. Teknik ini merupakan kombinasi media animasi dua dimensi dan tiga dimensi.

Page 5 of 52 | Total Record : 513