cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 551 Documents
HUBUNGAN GAYA BELAJAR VISUAL DENGAN HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Timor, Rizki Ananda; Astuti, Farida Herna; Sulastri, Ni Made
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.9964

Abstract

ABSTRACT Learning outcomes are an important indicator for assessing the success of the learning process, which is influenced by various factors, including students’ learning styles. However, not all students fully understand their own learning styles, which may affect the achievement of their learning outcomes. This study aims to analyze the relationship between visual learning styles and the learning outcomes of eighth-grade students at SMP Negeri 1 Gunungsari. This research employed a quantitative approach with a correlational design. The population consisted of 351 students, with a sample of 30 students selected using simple random sampling. Data were collected through questionnaires as the primary instrument, supported by documentation. Data analysis was conducted using the product moment correlation test at a 5% significance level. The results showed that the correlation coefficient was 0.153, which falls into a very low category. This value is lower than the r-table value (0.153 < 0.361), indicating that the alternative hypothesis was rejected and the null hypothesis was accepted. Therefore, it can be concluded that there is no significant relationship between visual learning styles and students’ learning outcomes. These findings suggest that learning outcomes may be influenced by other factors beyond visual learning styles. ABSTRAK Hasil belajar merupakan indikator penting untuk menilai keberhasilan proses pembelajaran, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk gaya belajar siswa. Namun, belum semua siswa memahami gaya belajar yang dimilikinya secara optimal, sehingga berpotensi memengaruhi pencapaian hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara gaya belajar visual dengan hasil belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Gunungsari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian berjumlah 351 siswa, dengan sampel sebanyak 30 siswa yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket sebagai instrumen utama, didukung oleh dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi product moment pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien korelasi sebesar 0,153 yang berada pada kategori sangat rendah. Nilai tersebut lebih kecil dibandingkan dengan r tabel (0,153 < 0,361), sehingga hipotesis alternatif ditolak dan hipotesis nol diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara gaya belajar visual dengan hasil belajar siswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa hasil belajar kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain di luar gaya belajar visual.
EFEKTIVITAS TEKNIK DESENSITISASI SISTEMATIKA DALAM MENGURANGI KECEMASAN SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Apriliani, Apriliani; Astuti, Farida Herna
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.9965

Abstract

ABSTRACT Test anxiety is a common problem experienced by students and can negatively affect concentration and academic performance when it occurs excessively. This study aims to examine the effect of systematic desensitization techniques on the anxiety levels of eighth-grade students at SMPN 14 Mataram. This research employed a quantitative approach with a pre-experimental design using a one-group pre-test and post-test model. The population consisted of 60 students, with a sample of 8 students identified as having high levels of anxiety based on initial assessments. Data were collected using questionnaires as the primary instrument, supported by observation, interviews, and documentation. The data were analyzed using a t-test to determine differences in anxiety levels before and after the treatment. The results showed a decrease in students’ anxiety levels after the implementation of systematic desensitization techniques. This is evidenced by the calculated t-value of 7.031, which is higher than the t-table value of 2.365 at a 5% significance level (df = 7). Therefore, it can be concluded that systematic desensitization techniques have a significant effect on reducing students’ anxiety in facing examinations. These findings indicate that the technique can be used as an alternative strategy in guidance and counseling services in schools. ABSTRAK Kecemasan dalam menghadapi ujian merupakan masalah yang umum dialami siswa dan dapat berdampak pada penurunan konsentrasi serta performa akademik apabila terjadi secara berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik desensitisasi sistematika terhadap tingkat kecemasan siswa kelas VIII di SMPN 14 Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental melalui model one group pre-test dan post-test. Populasi penelitian berjumlah 60 siswa, dengan sampel sebanyak 8 siswa yang memiliki tingkat kecemasan tinggi berdasarkan hasil pengukuran awal. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket sebagai instrumen utama, serta didukung oleh observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan uji t untuk mengetahui perbedaan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan setelah penerapan teknik desensitisasi sistematika. Hal ini dibuktikan dengan nilai t hitung sebesar 7,031 yang lebih besar dibandingkan t tabel sebesar 2,365 pada taraf signifikansi 5% (db = 7). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa teknik desensitisasi sistematika berpengaruh signifikan dalam menurunkan kecemasan siswa dalam menghadapi ujian. Temuan ini menunjukkan bahwa teknik tersebut dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif strategi dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolah.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT SOSIAL EKONOMI ORANG TUA DENGAN KEMANDIRIAN PADA SISWA SMA Alfarizin, Alfarizin; Astuti, Farida Herna; Utami, Wiwiek Zainar Sri
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.9966

Abstract

ABSTRACT This study is motivated by the persistent issue of low levels of independence among some students, which is presumed to be related to the socioeconomic conditions of their parents. The purpose of this study is to analyze the relationship between parents’ socioeconomic status and the independence of eleventh-grade students at SMA Negeri 1 Sanggar. This research employs a quantitative approach with a correlational design. The subjects consisted of 29 students selected from a population of 116 using proportional random sampling. Data were collected באמצעות questionnaires and analyzed using the product moment correlation technique. The results indicate a significant relationship between parents’ socioeconomic status and students’ independence, with a correlation coefficient of 0.582, which falls into the moderate category. These findings suggest that family socioeconomic conditions contribute to the development of student independence, but are not the sole determining factor. Therefore, appropriate parenting practices and supportive learning environments are needed to optimize the development of student independence. The findings of this study are expected to serve as a basis for developing educational programs oriented toward enhancing student independence in a sustainable manner. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya rendahnya tingkat kemandirian pada sebagian siswa yang diduga berkaitan dengan kondisi sosial ekonomi orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat sosial ekonomi orang tua dengan kemandirian siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Sanggar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 29 siswa yang dipilih dari populasi 116 siswa melalui teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket dan dianalisis dengan teknik korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat sosial ekonomi orang tua dengan kemandirian siswa dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,582 yang berada pada kategori sedang. Temuan ini menegaskan bahwa kondisi sosial ekonomi keluarga berkontribusi terhadap pembentukan kemandirian siswa, namun bukan sebagai satu-satunya faktor penentu. Oleh karena itu, diperlukan dukungan pola asuh dan lingkungan belajar yang tepat untuk mengoptimalkan perkembangan kemandirian siswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan program pendidikan yang berorientasi pada peningkatan kemandirian siswa secara berkelanjutan.
PERAN GROWTH MINDSET TERHADAP ACADEMIC BURNOUT PADA SISWA SMA Lakshmi, Putu Aninditha Veera; Setiyanti, Kornelia Erista; Gunawan, Johanes Marcell; Tanzil, Abigail Theodora; Sonata, Shella
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9701

Abstract

The high curriculum pressure at the senior high school level in Indonesia often triggers the phenomenon of academic fatigue, which negatively impacts students' psychological well-being. The focus of this study is to examine how the role of a growth mindset can mitigate academic burnout syndrome, which includes aspects of emotional exhaustion, cynicism, and the emergence of feelings of inadequacy as a student. This study used a quantitative approach with a simple linear regression method on a sample of 349 students in Bogor selected using quota sampling techniques. The systematic research stages included data collection using the Dweck Adaptive Mindset Scale and the School Fatigue Questionnaire, followed by a series of normality and linearity assumption tests before hypothesis analysis was conducted. The results of the quantitative data analysis showed that the regression model was highly significant with a statistical value of F = 34.571 (p < 0.05). The research findings revealed that a growth mindset has a negative and significant influence on academic fatigue (β = -0.301; p < 0.05), meaning that the stronger an individual's belief that abilities can be improved through effort, the lower the level of academic fatigue experienced. This mindset variable provided an effective contribution of 9.1%, while the rest was influenced by other external factors. The main conclusion emphasizes that internalizing a growth mindset is crucial as a preventive strategy to build mental resilience and maintain students' learning motivation more optimally. ABSTRAK Tingginya tekanan kurikulum pada jenjang pendidikan sekolah menengah atas di Indonesia sering kali memicu fenomena kelelahan belajar yang berdampak buruk pada kesejahteraan psikologis para siswa. Fokus masalah dalam penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana peran pola pikir berkembang mampu memitigasi sindrom kelelahan akademik yang meliputi aspek kelelahan emosional, sikap sinis, serta munculnya rasa ketidakmampuan diri sebagai pelajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linear sederhana terhadap sampel sebanyak 349 siswa di Bogor yang dipilih menggunakan teknik kuota sampling. Tahapan penelitian secara sistematis meliputi pengumpulan data menggunakan skala pola pikir adaptasi Dweck serta kuesioner kelelahan sekolah, yang dilanjutkan dengan serangkaian uji asumsi normalitas serta linearitas sebelum analisis hipotesis dilakukan. Hasil analisis data kuantitatif menunjukkan bahwa model regresi terbukti sangat signifikan dengan nilai statistik F = 34,571 (p < 0,05). Temuan penelitian mengungkapkan bahwa pola pikir berkembang memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap kelelahan akademik (β = -0,301; p < 0,05), bermakna bahwa semakin kuat keyakinan individu bahwa kemampuan dapat ditingkatkan melalui usaha, maka semakin rendah tingkat kelelahan akademik yang dialami. Variabel pola pikir ini memberikan sumbangan efektif sebesar 9,1%, sementara sisanya dipengaruhi faktor eksternal lain. Simpulan utama menegaskan internalisasi pola pikir berkembang tersebut sangat krusial sebagai strategi preventif membangun ketahanan mental dan memelihara motivasi belajar siswa secara lebih optimal.
HUBUNGAN GREEN PRODUCT, GREEN ROOM LAYOUT, DAN SERVICE QUALITY TERHADAP REPURCHASE INTENTION PADA PEMBELAJARAN MAHASISWA KAMPUS X Christanto, Budi; Panjaitan, Christy Ayu Sarah; Tanzil, Abigail Theodora; Gregory, Christian
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9702

Abstract

Growing environmental awareness has encouraged higher education institutions to integrate sustainability principles into learning activities. The implementation of environmentally friendly concepts on campus, such as green products, green room layout, and improved service quality, is believed to influence students’ learning experiences and foster their loyalty to educational institutions. This study aims to analyze the effects of green product, green room layout, and service quality on students’ repurchase intention in the learning context at Campus X. This research employs a quantitative approach using a survey method. Data were collected through questionnaires distributed to 176 students selected using purposive sampling, with the sample size determined using the Slovin formula. Data analysis was conducted using Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4. The results indicate that green product has a positive and significant correlation on students’ repurchase intention. Furthermore, green room layout also shows a positive and significant correlation on repurchase intention. Service quality emerges as the most dominant variable, exerting a strong and significant correlation on repurchase intention compared to the other variables. Simultaneously, green product, green room layout, and service quality explain 63.2% of the variance in students’ repurchase intention. These findings highlight that the implementation of an integrated green campus concept supported by high-quality educational services can create sustainable learning experiences, enhance student loyalty, and promote environmental awareness within higher education institutions. ABSTRAK Peningkatan kesadaran terhadap isu lingkungan mendorong perguruan tinggi untuk mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam kegiatan pembelajaran. Penerapan konsep ramah lingkungan di lingkungan kampus, seperti penggunaan green product, green room layout, dan peningkatan service quality, diyakini dapat memengaruhi pengalaman belajar mahasiswa serta mendorong loyalitas mereka terhadap institusi pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh green product, green room layout, dan service quality terhadap repurchase intention mahasiswa pada pembelajaran di Kampus X. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 176 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dengan jumlah sampel ditentukan berdasarkan rumus Slovin. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa green product berhubungan positif dan signifikan terhadap repurchase intention mahasiswa. Selain itu, green room layout juga terbukti memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap repurchase intention. Variabel service quality menunjukkan hubungan paling dominan dan signifikan terhadap repurchase intention dibandingkan variabel lainnya. Secara simultan, ketiga variabel tersebut mampu menjelaskan 63,2% variasi repurchase intention mahasiswa. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan konsep green campus yang terintegrasi dengan kualitas layanan pendidikan yang baik dapat menciptakan pengalaman belajar yang berkelanjutan, meningkatkan loyalitas mahasiswa, serta menumbuhkan budaya kepedulian lingkungan di lingkungan perguruan tinggi.  
PERAN PENDIDIK MEMBENTUK KARAKTER SISWA SD MELALUI IPS BERBASIS SDGS DALAM MENGHADAPI TANTANGAN GLOBALISASI Febrianto, Priyono Tri; Solikhah, Makhfudhotus; Salamah, Siti; Khusnah, Aprilia Nurul; Fadila, Anisa Nur
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.10173

Abstract

Abstract The ever-increasing development of globalization has had a significant impact on the world of education, especially in efforts to shape the character of elementary school students. Increasingly easy access to information through digital technology not only has a positive impact, but also has the potential to influence students' attitudes and behavior if not accompanied by appropriate guidance. This study aims to analyze the role of teachers in shaping students' character through social studies learning integrated with the values ​​of the Sustainable Development Goals (SDGs). The method used is a qualitative descriptive approach with a literature study type with a span of 2020-2025, namely by reviewing various literature sources relevant to the research topic. The results of the study indicate that teachers have a very important role, not only as a deliverer of material, but also as a guide, motivator, and role model in instilling character values ​​such as responsibility, social care, tolerance, and environmental awareness. The implementation of SDGs values ​​in social studies learning can be done by linking the material to everyday life, cultivating a positive attitude, and providing good examples in the school environment. In addition, character building is not only the responsibility of the school, but also requires the participation of families and the community. Through this collaboration, it is hoped that students can develop into individuals who not only excel academically, but also have good character and are able to face the challenges of globalization. ABSTRAK Abstrak Perkembangan globalisasi yang terus meningkat membawa pengaruh yang cukup signifikan dalam dunia pendidikan, terutama dalam upaya membentuk karakter siswa sekolah dasar. Akses informasi yang semakin mudah melalui teknologi digital tidak hanya memberikan dampak positif, tetapi juga berpotensi memengaruhi sikap dan perilaku siswa apabila tidak disertai dengan pendampingan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam membentuk karakter siswa melalui pembelajaran IPS yang terintegrasi dengan nilai-nilai Sustainable Development Goals (SDGs). Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis studi pustaka dengan rentang 2020-2025, yaitu dengan menelaah berbagai sumber literatur yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran yang sangat penting, tidak hanya sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai pembimbing, motivator, sekaligus teladan dalam menanamkan nilai-nilai karakter seperti tanggung jawab, kepedulian sosial, toleransi, serta kesadaran terhadap lingkungan. Implementasi nilai-nilai SDGs dalam pembelajaran IPS dapat dilakukan dengan mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari, membiasakan sikap positif, serta memberikan contoh yang baik di lingkungan sekolah. Selain itu, pembentukan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan peran serta keluarga dan masyarakat. Melalui kerja sama tersebut, diharapkan siswa dapat berkembang menjadi pribadi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang baik dan mampu menghadapi tantangan globalisasi.
EFEKTIVITAS EDUKASI BERBAGAI TEKNIK PEMADAMAN API PADA GURU DAN PENGURUS PESANTREN Amaliah, Suci; Pribadi, Amiroel; Marfiana, Pipit; Anton, Muhammad; Harmiharti, Nirmala
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.10188

Abstract

Fire safety is a crucial aspect in the educational environment. Teachers and Islamic boarding school administrators are a vulnerable group to fire risks because many of them lack knowledge about the steps to take when a fire breaks out. This study evaluates the effectiveness of an educational program that teaches teachers and administrators of the Darul Falah Indramayu Islamic Boarding School how to use various fire extinguishing methods, such as fire extinguishers (APAR), fire blankets, and manual isolation methods. This experimental research implements a one-group pretest-posttest design. The data analysis applied to assess the effectiveness of the treatment is the gain normality test (N-Gain). The results showed an increase in respondents' knowledge before and after the material presentation. The average pretest score of 36.31 increased to 85.26 in the posttest. An average N-Gain score of 0.77 was obtained, which falls into the high category. In addition, the N-Gain effectiveness assessment reached 77.21%, which is included in the effective category. It can be concluded that education and training on early fire extinguishing techniques successfully and significantly increased the knowledge of teachers and boarding school administrators. ABSTRAK Keselamatan kebakaran merupakan aspek krusial di lingkungan pendidikan. Para guru dan pengurus pesantren merupakan kelompok yang rentan terhadap risiko kebakaran karena banyak di antara mereka yang tidak memiliki pengetahuan tentang langkah-langkah yang harus diambil ketika api berkobar. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas program edukasi yang mengajarkan guru dan pengurus pesantren Darul Falah Indramayu cara menggunakan berbagai macam metode pemadaman api, seperti APAR, fire blanket, dan metode isolasi manual. Penelitian eksperimental ini menerapkan desain one-group pretest-posttest. Analisis data yang diterapkan untuk menilai keefektifan perlakuan adalah uji normalitas gain (N-Gain). Hasil penelitian memperlihatkan adanya kenaikan pengetahuan responden sebelum dan sesudah pemaparan materi. Nilai rata-rata pretest sebesar 36,31 meningkat menjadi 85,26 pada posttest. Didapatkan skor rata-rata N-Gain sebesar 0,77 yang masuk dalam kategori tinggi. Selain itu, penilaian efektivitas N-Gain dalam bentuk persentase mencapai 77,21% yang termasuk dalam kategori efektif. Disimpulkan bahwa edukasi dan pelatihan teknik pemadaman api dini berhasil meningkatkan pengetahuan guru dan pengurus pesantren secara signifikan.
EFEKTIVITAS METODE BERNYANYI BERBANTUAN MEDIA JARI TANGAN DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL BILANGAN 1–10 PADA ANAK KELOMPOK A PAUD Syamsiah, Raden Ulfah Nurfajar; Hadianti, Asti Nur; Marlina, Rina
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.10469

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of the singing method assisted by finger media in improving the ability to recognize numbers 1–10 in Group A children at PAUD Baitul Ulum Manggahang. The background of this study is based on the low level of early numeracy skills in children, as indicated by difficulties in recognizing number symbols, counting objects, and arranging numbers independently. The study employed a Classroom Action Research (CAR) approach with three cycles, consisting of planning, implementation, observation, and reflection stages. The research subjects were 11 children aged 4–5 years. Data collection techniques were conducted through observation, documentation, and field notes, and then analyzed descriptively using a qualitative approach. The results showed a gradual improvement in children's abilities in each cycle. In Cycle I, children began to show interest and active participation, although they still required assistance from the teacher. Cycle II showed a significant improvement in counting skills and recognizing number symbols. In Cycle III, almost all children reached the category of Very Well Developed (BSB) and were able to recognize, count, and sequence numbers 1–10 independently. These findings indicate that the singing method assisted by finger media is effective because it integrates auditory, visual, and kinesthetic aspects in accordance with the developmental characteristics of early childhood. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode bernyanyi berbantuan media jari tangan dalam meningkatkan kemampuan mengenal bilangan 1–10 pada anak Kelompok A PAUD Baitul Ulum Manggahang. Latar belakang penelitian didasarkan pada rendahnya kemampuan numerasi awal anak yang ditunjukkan melalui kesulitan mengenal lambang bilangan, membilang jumlah benda, dan mengurutkan angka secara mandiri. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan tiga siklus yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 11 anak usia 4–5 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan anak secara bertahap pada setiap siklus. Pada siklus I, anak mulai menunjukkan ketertarikan dan partisipasi aktif, meskipun masih memerlukan bantuan guru. Siklus II memperlihatkan peningkatan signifikan dalam kemampuan membilang dan mengenal lambang bilangan. Pada siklus III, hampir seluruh anak mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) dan mampu mengenal, membilang, serta mengurutkan bilangan 1–10 secara mandiri. Temuan ini menunjukkan bahwa metode bernyanyi dengan media jari tangan efektif karena mengintegrasikan aspek auditori, visual, dan kinestetik sesuai karakteristik perkembangan anak usia dini.  
PENINGKATAN KOSAKATA ANAK MELALUI PERMAINAN KOTAK MISTERI PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN Isnaeni, Isrovia Nur Atika; Aerin, Wafa
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.10474

Abstract

Language development, particularly vocabulary mastery, is a crucial foundation for communication and academic success in early childhood, yet students at BA Aisyiyah 1 Wanadadi exhibit limited verbal expression. This study focuses on improving the vocabulary of 4-5 year old children through the innovation of the mystery box game. The method applied is Classroom Action Research (CAR) using the Kemmis and McTaggart model which includes the stages of planning, implementation, observation, and reflection in two cycles on twenty-two research subjects. Data collection instruments include systematic observation, visual documentation, and field notes to accurately record children's cognitive and affective development. Quantitative findings show a significant increase in vocabulary mastery: from the pre-action condition of only 36%, increasing to 68% in cycle I, and reaching the success criteria of 85% in cycle II. These results prove that stimulation through touching and guessing objects in the mystery box effectively triggers curiosity and strengthens children's linguistic memory in a multisensory manner. In conclusion, the mystery box game is an effective and fun pedagogical strategy to transform children from passive to active speakers, so it is highly recommended for PAUD educators in optimizing the golden age of students' language development in the school environment to realize brilliant academic achievements through continuous and educational interactions for them. ABSTRAK Pengembangan kemampuan bahasa, khususnya penguasaan kosakata, merupakan fondasi krusial bagi komunikasi dan kesuksesan akademik anak usia dini, namun peserta didik di BA Aisyiyah 1 Wanadadi menunjukkan keterbatasan ekspresi verbal. Penelitian ini berfokus pada peningkatan kosakata anak usia 4-5 tahun melalui inovasi permainan kotak misteri. Metode yang diterapkan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menggunakan model Kemmis dan McTaggart yang mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi dalam dua siklus terhadap dua puluh dua subjek penelitian. Instrumen pengumpulan data meliputi observasi sistematis, dokumentasi visual, dan catatan lapangan untuk merekam perkembangan kognitif serta afektif anak secara akurat. Temuan kuantitatif menunjukkan lonjakan signifikan dalam penguasaan kosakata: dari kondisi pra-tindakan yang hanya mencapai 36%, naik menjadi 68% pada siklus I, hingga mencapai kriteria keberhasilan sebesar 85% pada siklus II. Hasil ini membuktikan bahwa stimulasi melalui perabaan dan penebakan benda dalam kotak misteri efektif memicu rasa ingin tahu serta memperkuat daya ingat linguistik anak secara multisensori. Simpulannya, permainan kotak misteri merupakan strategi pedagogis yang efektif serta menyenangkan untuk mentransformasi anak dari pasif menjadi aktif berbicara, sehingga sangat direkomendasikan bagi pendidik PAUD dalam mengoptimalkan masa keemasan perkembangan bahasa peserta didik di lingkungan sekolah guna mewujudkan prestasi akademik yang gemilang melalui interaksi yang berkelanjutan serta edukatif bagi mereka.  
IMPLEMENTASI MODEL SANTUN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SEKOLAH DASAR Putri, Rahmah Eka; Prihandoko, Yogi; Noorhapizah, Noorhapizah; Darmiyati, Darmiyati
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7527

Abstract

This research is motivated by the suboptimal critical thinking skills of grade VA students at SDN Kuin Selatan 1 due to the monotonous and minimally stimulating Pancasila Education learning process. The gap between the curriculum's demands for critical thinking and the reality of passive learning necessitates intervention. The focus of this research is to improve students' critical thinking skills on the topic "My Identity and My Environment" through the application of the SANTUN model (a combination of  Problem Based Learning, Numbered Heads Together, and Word Square). This study used a qualitative Classroom Action Research (CAR) method implemented over four meetings. Data collection was conducted through a written essay test at the end of each meeting, which was analyzed based on five critical thinking indicators (interpretation, analysis, evaluation, inference, and explanation). The results showed progressive and significant progress in students' critical thinking skills, increasing from 43% (Fair) in the first meeting, to 62% (High), then 81% (Very High), and reaching a peak of 86% (Very High) in the fourth meeting. It was concluded that the implementation of the SANTUN model proved highly effective and successfully improved students' critical thinking skills beyond the established success indicators. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya keterampilan berpikir kritis siswa kelas VA SDN Kuin Selatan 1 akibat proses pembelajaran Pendidikan Pancasila yang monoton dan minim stimulasi. Adanya kesenjangan antara tuntutan kurikulum untuk berpikir kritis dengan realitas pembelajaran pasif mendorong perlunya intervensi. Fokus penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada materi "Jati Diri dan Lingkunganku" melalui penerapan model SANTUN (kombinasi Problem Based Learning, Numbered Heads Together, dan Word Square). Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kualitatif yang dilaksanakan dalam empat pertemuan. Pengumpulan data dilakukan melalui tes esai tertulis di akhir setiap pertemuan, yang dianalisis berdasarkan lima indikator berpikir kritis (interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, dan eksplanasi). Hasil penelitian menunjukkan adanya kemajuan progresif dan signifikan pada keterampilan berpikir kritis siswa, meningkat dari 43% (Cukup) pada pertemuan pertama, menjadi 62% (Tinggi), lalu 81% (Sangat Tinggi), dan mencapai puncaknya pada 86% (Sangat Tinggi) di pertemuan keempat. Disimpulkan bahwa penerapan model SANTUN terbukti sangat efektif dan berhasil meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa melampaui indikator keberhasilan yang telah ditetapkan.