cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 513 Documents
HUBUNGAN GAYA BELAJAR VISUAL DENGAN HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Timor, Rizki Ananda; Astuti, Farida Herna; Sulastri, Ni Made
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.9964

Abstract

ABSTRACT Learning outcomes are an important indicator for assessing the success of the learning process, which is influenced by various factors, including students’ learning styles. However, not all students fully understand their own learning styles, which may affect the achievement of their learning outcomes. This study aims to analyze the relationship between visual learning styles and the learning outcomes of eighth-grade students at SMP Negeri 1 Gunungsari. This research employed a quantitative approach with a correlational design. The population consisted of 351 students, with a sample of 30 students selected using simple random sampling. Data were collected through questionnaires as the primary instrument, supported by documentation. Data analysis was conducted using the product moment correlation test at a 5% significance level. The results showed that the correlation coefficient was 0.153, which falls into a very low category. This value is lower than the r-table value (0.153 < 0.361), indicating that the alternative hypothesis was rejected and the null hypothesis was accepted. Therefore, it can be concluded that there is no significant relationship between visual learning styles and students’ learning outcomes. These findings suggest that learning outcomes may be influenced by other factors beyond visual learning styles. ABSTRAK Hasil belajar merupakan indikator penting untuk menilai keberhasilan proses pembelajaran, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk gaya belajar siswa. Namun, belum semua siswa memahami gaya belajar yang dimilikinya secara optimal, sehingga berpotensi memengaruhi pencapaian hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara gaya belajar visual dengan hasil belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Gunungsari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian berjumlah 351 siswa, dengan sampel sebanyak 30 siswa yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket sebagai instrumen utama, didukung oleh dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi product moment pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien korelasi sebesar 0,153 yang berada pada kategori sangat rendah. Nilai tersebut lebih kecil dibandingkan dengan r tabel (0,153 < 0,361), sehingga hipotesis alternatif ditolak dan hipotesis nol diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara gaya belajar visual dengan hasil belajar siswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa hasil belajar kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain di luar gaya belajar visual.
EFEKTIVITAS TEKNIK DESENSITISASI SISTEMATIKA DALAM MENGURANGI KECEMASAN SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Apriliani, Apriliani; Astuti, Farida Herna
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.9965

Abstract

ABSTRACT Test anxiety is a common problem experienced by students and can negatively affect concentration and academic performance when it occurs excessively. This study aims to examine the effect of systematic desensitization techniques on the anxiety levels of eighth-grade students at SMPN 14 Mataram. This research employed a quantitative approach with a pre-experimental design using a one-group pre-test and post-test model. The population consisted of 60 students, with a sample of 8 students identified as having high levels of anxiety based on initial assessments. Data were collected using questionnaires as the primary instrument, supported by observation, interviews, and documentation. The data were analyzed using a t-test to determine differences in anxiety levels before and after the treatment. The results showed a decrease in students’ anxiety levels after the implementation of systematic desensitization techniques. This is evidenced by the calculated t-value of 7.031, which is higher than the t-table value of 2.365 at a 5% significance level (df = 7). Therefore, it can be concluded that systematic desensitization techniques have a significant effect on reducing students’ anxiety in facing examinations. These findings indicate that the technique can be used as an alternative strategy in guidance and counseling services in schools. ABSTRAK Kecemasan dalam menghadapi ujian merupakan masalah yang umum dialami siswa dan dapat berdampak pada penurunan konsentrasi serta performa akademik apabila terjadi secara berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik desensitisasi sistematika terhadap tingkat kecemasan siswa kelas VIII di SMPN 14 Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental melalui model one group pre-test dan post-test. Populasi penelitian berjumlah 60 siswa, dengan sampel sebanyak 8 siswa yang memiliki tingkat kecemasan tinggi berdasarkan hasil pengukuran awal. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket sebagai instrumen utama, serta didukung oleh observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan uji t untuk mengetahui perbedaan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan setelah penerapan teknik desensitisasi sistematika. Hal ini dibuktikan dengan nilai t hitung sebesar 7,031 yang lebih besar dibandingkan t tabel sebesar 2,365 pada taraf signifikansi 5% (db = 7). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa teknik desensitisasi sistematika berpengaruh signifikan dalam menurunkan kecemasan siswa dalam menghadapi ujian. Temuan ini menunjukkan bahwa teknik tersebut dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif strategi dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolah.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT SOSIAL EKONOMI ORANG TUA DENGAN KEMANDIRIAN PADA SISWA SMA Alfarizin, Alfarizin; Astuti, Farida Herna; Utami, Wiwiek Zainar Sri
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.9966

Abstract

ABSTRACT This study is motivated by the persistent issue of low levels of independence among some students, which is presumed to be related to the socioeconomic conditions of their parents. The purpose of this study is to analyze the relationship between parents’ socioeconomic status and the independence of eleventh-grade students at SMA Negeri 1 Sanggar. This research employs a quantitative approach with a correlational design. The subjects consisted of 29 students selected from a population of 116 using proportional random sampling. Data were collected באמצעות questionnaires and analyzed using the product moment correlation technique. The results indicate a significant relationship between parents’ socioeconomic status and students’ independence, with a correlation coefficient of 0.582, which falls into the moderate category. These findings suggest that family socioeconomic conditions contribute to the development of student independence, but are not the sole determining factor. Therefore, appropriate parenting practices and supportive learning environments are needed to optimize the development of student independence. The findings of this study are expected to serve as a basis for developing educational programs oriented toward enhancing student independence in a sustainable manner. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya rendahnya tingkat kemandirian pada sebagian siswa yang diduga berkaitan dengan kondisi sosial ekonomi orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat sosial ekonomi orang tua dengan kemandirian siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Sanggar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 29 siswa yang dipilih dari populasi 116 siswa melalui teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket dan dianalisis dengan teknik korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat sosial ekonomi orang tua dengan kemandirian siswa dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,582 yang berada pada kategori sedang. Temuan ini menegaskan bahwa kondisi sosial ekonomi keluarga berkontribusi terhadap pembentukan kemandirian siswa, namun bukan sebagai satu-satunya faktor penentu. Oleh karena itu, diperlukan dukungan pola asuh dan lingkungan belajar yang tepat untuk mengoptimalkan perkembangan kemandirian siswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan program pendidikan yang berorientasi pada peningkatan kemandirian siswa secara berkelanjutan.