cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 513 Documents
PENINGKATAN MOTIVASI SISWA DALAM MEMANFAATKAN OBJEK LINGKUNGAN SEKITAR PADA MENGGAMBAR MOTIF RAGAM HIAS FLORA DAN FAUNA MARDIANTO MARDIANTO
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v3i1.2066

Abstract

This study aims to determine the results of student work, namely Creativity exploring flora and fauna objects in drawing floral and fauna decorative motifs. The informants in this study were students of class XI MIPA at SMA Negeri 16 Jakarta. The learning model used is Problem Based Learning (PBL) in cycle I and Project Based Learning (PjBL) in cycle II, and the method used is the method used is the STAR method (Situation, Challenge, Action, Reflection on results and impact) . The data collection techniques used are interviews, observation and documentation. Based on the results of the study, it shows that the teacher's role in increasing the creativity of drawing decorative motifs for students at SMA Negeri 16 Jakarta, namely 1) preparing learning media according to the materials and materials to be taught, 2) using models and teaching techniques in providing space for students in ask questions, discuss and explore the material being studied, 3) create a fun learning atmosphere by using interesting TPACK in accordance with the learning material, 4) provide inspiration to students by giving praise for the work they make, 5) provide positive examples in the form of discipline, friendliness , assertiveness and a responsible attitude towards the tasks given. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil karya siswa yaitu Kreativitas mengeksplorasi objek flora dan fauna dalam menggambar motif ragam hias flora dan fauna, Informan dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA di SMA Negeri 16 Jakarta. Model pembelajaran yang di gunakan adalah Problem Based Learning ( PBL ) pada siklus I dan Projek Based Learning ( PjBL ) pada siklus II, serta metode yang digunakan adalah Metode yang di gunakan adalah metode STAR ( Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi hasil dan dampak ). Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa peran guru dalam meningkatkan kreativitas menggambar motif ragam hias siswa di SMA Negeri 16 Jakarta, yaitu 1) menyiapkan media pembelajaran sesuai dengan bahan dan materi yang akan di ajarkan, 2) menggunakan model dan teknik pengajaran dalam memberikan ruang pada siswa dalam bertanya, berdiskusi dan mengeksplorasi materi yang di pelajari, 3) menciptakana suasana pembelajaran yang menyenangkan dengan menggunakan TPACK yang menarik sesuai dengan materi pembelajaran, 4) Memberikan inspirasi kepada siswa dengan memberikan pujian atas karya yang dibuatnya, 5) memberikan contoh positif berupa kedisiplinan, keramahan, ketegasan dan sikap bertanggung jawab atas tugas yang diberikan.
ANALISIS GAYA BELAJAR SISWA UNTUK PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DI SEKOLAH DASAR DEWI NIKMATUL LATIFAH
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v3i1.2067

Abstract

The application of the independent curriculum itself creates the concept of independent learning for students. As a response to the implementation of the independent curriculum, namely the implementation of differentiated learning which is carried out based on learning style mapping. This study aimed to describe the types of student learning styles and the use of data about styles of learning in differentiated learning. This study uses a descriptive qualitative through observation, interviews, and questionnaires. The data analysis technique uses the Miles & Huberman model which consists of reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The results showed that the learning styles of class V B students at SDN Purwoyoso 04 Kota Semarang were 52% visual, 29% auditory, and 19% kinesthetic. This means that most students can easily learn and understand a discussion by reading or observing visual objects. Through the application of differentiated learning, students will be facilitated in their learning process through learning activities that are varied and in accordance with their learning styles. ABSTRAKPenerapan kurikulum merdeka menciptakan adanya konsep merdeka belajar bagi siswa. Sebagai respon dari penerapan kurikulum merdeka yakni diterapkannya pembelajaran berdiferensiasi yang dilakukan berdasarkan pemetaan gaya belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis gaya belajar siswa dan pemanfaatan data tentang gaya belajar pada pembelajaran berdiferensiasi. Penelitian ini berupa kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan angket. Teknik analisis data menggunakan model Miles & Huberman yang terdiri dari mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya belajar siswa kelas V B SDN Purwoyoso 04 Kota Semarang berupa visual 52%, auditori 29%, dan kinestetik 19%. Hal ini berarti sebagian besar siswa dapat dengan mudah mempelajari dan mengerti suatu pembahasan dengan membaca atau mengamati objek visual. Melalui penerapan pembelajaran berdiferensiasi, siswa akan difasilitasi proses belajarnya melalui kegiatan pembelajaran yang variatif dan sesuai dengan gaya belajarnya.
PENGGUNAAN PERMAINAN “TALKING BALL” UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA KELAS XI DALAM MENERAPKAN UNGKAPKAN SARAN DAN TAWARAN DEWI ANDRIANIE
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v3i1.2068

Abstract

This article describes the results of research aimed at improving the ability of class students to apply expressions of suggestions and offers. This research is a collaborative classroom action research conducted for 2 cycles. The subjects of this study were 39 students of class XI MIPA 3 at SMAN 1 Cikembar. Test the validity of the data using technical triangulation and source triangulation. The results of this study indicate that the use of the Talking Ball game can improve students' ability to apply expressions of suggestions and offers orally. This can be proven by the percentage of mastery of English learning outcomes in cycle I of 77%, and cycle II of 84%. The conclusion in this study is that the use of the Talking Ball game can improve English learning regarding expressions of suggestions and offers to students of XI MIPA 3 SMAN 1 Cikembar academic year ABSTRAKArtikel ini mendesktripsikan hasil penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas dalam menerapkan ungkapan saran dan tawaran. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas kolaburatif yang dilaksanakan selama 2 siklus. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas XI MIPA 3 SMAN 1 Cikembar yang berjumlah 39 siswa. Uji validitas data menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan permainan Talking Ball dapat meningkatka kemapuan siswa dalam menerapkan ungkapan saran dan tawaran secara lisan. Hal ini dapat dibuktikan dengan presentase ketuntasan hasil belajar Bahasa Inggris pada siklus I sebesar 77%, dan siklus II 84%. Simpulan dalam penelitian ini adalah penggunaan permainan Talking Ball dapat meningkatkan pembelajaran Bahasa Inggris tentang ungkapan saran dan tawaran pada siswa XI MIPA 3 SMAN 1 Cikembar tahun ajaran
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT PADA KELAS X IIS SMA NEGERI 2 MALINAU NATALISA CRYSELA BR BARUS
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v3i1.2069

Abstract

This study aims to increase the activity and results of student geography learning through the use of cooperative learning models. The method used in this research is Classroom Action Research. The problem with not achieving the learning objectives optimally is that there are still a large number of students who have not completed their studies in every school and in every subject, including at SMA Negeri 2 Malinau, Malinau Regency. The subjects of this study were students of class X IIS at SMA Negeri 2 Malinau. After the action was held, there was an increase in the average student activity of 59.33 in cycle I, increasing to 69.33 in cycle II and experiencing an increase of 80.66 in cycle III. The application of the NHT type of cooperative learning method can improve student learning outcomes. This is evident from the increase in learning outcomes in cycle I, namely 63, which increased in cycle II, namely 66, and increased in cycle III, namely 80. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar geografi siswa melalui penggunaan model pembelajaran kooperatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Permasalahan tidak tercapainya tujuan pembelajaran secara maksimal adalah masih banyaknya jumlah siswa yang belum tuntas terjadi pada setiap sekolah dan di setiap mata pelajaran, termasuk di SMA Negeri 2 Malinau, Kabupaten Malinau. Subyek penelitian ini yaitu siswa kelas X IIS SMA Negeri 2 Malinau. Setelah diadakan tindakan terjadi peningkatan rata-rata aktivitas siswa sebesar 59,33 pada siklus I meningkat menjadi 69,33 pada siklus II dan megalami peningkatan 80,66 di siklus ke III. Penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan hasil belajar siswa hal ini terbukti dari peningkatan hasil belajar pada siklus I yaitu 63 mengalami peningkatan pada siklus ke II yaitu 66 dan meningkat pada siklus ke III yaitu 80.
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA POKOK BAHASAN SPtDV MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW SMA NEGERI 1 JEMBER ANIEK SUSI RAHAYU
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v3i1.2070

Abstract

This study aims to increase student activity and learning outcomes in learning mathematics on the SPtDV subject using the Jigsaw type cooperative learning model of SMAN 1 Jember. This type of research is Classroom Action Research. The research subjects were 36 students of class X MIPA 5 at SMA Negeri 1 Jember. Data collection was carried out in September 2019 with class action activities using the jigsaw cooperative learning model, and formative test activities. The results of the data analysis show that the jigsaw type of cooperative learning tends to increase the learning activities carried out during teaching and learning activities in the classroom. This can be seen from the increase in student learning activeness from learning I to learning II of 3.49%. The learning outcomes of jigsaw cooperative learning compared to conventional learning using expository methods (lectures) also increased. The percentage of completeness of student learning outcomes classically has increased from 69.44% to 88.89 ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika pada pokok bahasan SPtDV menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw SMAN 1 Jember. Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian adalah 36 siswa kelas X MIPA 5 SMA Negeri 1 Jember. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan september 2019 dengan kegiatan tindakan kelas menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, dan kegiatan tes berupa formatif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif tipe jigsaw  cenderung meningkatkan aktivitas belajar yang dilakukan selama kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan keaktifan belajar siswa dari pembelajaran I ke pembelajaran II sebesar . Hasil belajar pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dibandingkan dengan pembelajaran konvensional menggunakan metode ekspositori (ceramah) juga mengalami peningkatan. Persentase ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal mengalami peningkatan dari 69,44% menjadi 88,89
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MODELING PARTISIPAN GUNA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR FIQIH PADA SISWA MTS NEGERI DURIAN RABUNG KELAS VIII YUNIARTI YUNIARTI
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v3i1.2117

Abstract

This study aims to improve student achievement in fiqh material for Class VIII A students of MTs Negeri Durian Rabung by applying participant modeling learning. This research is an action research (action research). The results of this study learning with the Participant modeling method had a positive impact on improving student achievement which was marked by an increase in student mastery in each cycle, namely cycle I (72%), cycle II (77%), cycle III (86%). Teaching model The modeling method can make students feel that they are getting attention and the opportunity to express opinions, ideas, ideas and questions. Students can work independently or in groups, and are able to take responsibility for all individual and group assignments. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi fiqih siswa Kelas VIII A MTs Negeri Durian Rabung dengan penerapan pembelajaran modeling partisipan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action research). Hasil dari penelitian ini pembelajaran dengan Metode modeling Partisipan memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I (72%), siklus II (77%), siklus III (86%). Model pengajaran Metode modeling dapat menjadikan siswa merasa dirinya mendapat perhatian dan kesempatan untuk menyampaikan pendapat, gagasan, ide dan pertanyaan. Siswa dapat bekerja secara mandiri maupun kelompok, serta mampu mempertanggungjawabkan segala tugas individu maupun kelompok.
ANALISIS GAYA BELAJAR SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPAS DINA MAHARANI ARUMSARI
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v3i1.2118

Abstract

There were research findings when the researchers conducted interviews with the homeroom teacher for class IVA that the teacher did not understand the learning styles of his students. This happens because of the lack of socialization regarding learning styles. Each individual's learning style varies. The learning styles are visual, auditory, and kinesthetic. The dominance of learning styles is one of the things that can determine student learning outcomes. This study was used to analyze learning styles on science learning outcomes material for changing the form of energy for class IVA of SD Negeri Purwoyoso 04 for the 2022/2023 academic year. The method used in this study was descriptive qualitative. The results of the analysis of the determination of learning styles in the natural science subject matter of changing the most dominant form of energy in class IVA is the auditory learning style with a frequency of 25 and a percentage of 89.29% with an average value of learning outcomes of 81. Then a visual learning style with a frequency of 2 and a percentage 7.14% with an average learning outcome of 80. Then the least learning style is kinesthetic with a frequency of 1 and a percentage of 3.57% with an average learning outcomes of 60. The researcher carried out the research with the formulation of the research objectives, namely: to analyze learning styles on IPAS outcomes in the material of changing energy forms in class IVA of SD Negeri Purwoyoso 04 in the 2022/ 2023 academic year. Regarding the learning styles of students so as to improve their learning outcomes. Moreover, this research can also be used as a consideration and literature to conduct other research. ABSTRAKTerdapat temuan penelitian ketika peneliti melakukan wawancara dengan wali kelas IVA bahwa guru tidak memahamai gaya belajar peserta didiknya. Hal tersebut terjadi karena kurangnya sosialisasi mengenai gaya belajar. Gaya belajar setiap individu bermacam-macam. Adapun gaya belajar yaitu visual, auditory, dan kinestetik. Dominasi gaya belajar salah satu hal yang bisa menentukan hasil belajar peserta didik. Penelitian ini digunakan untuk mengalisis gaya belajar terhadap hasil belajar IPAS materi mengubah bentuk energi kelas IVA SD Negeri Purwoyoso 04 tahun ajaran 2022/ 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil analisis penentuan gaya belajar pada mata pelajaran IPAS materi mengubah bentuk energi yang paling dominan pada kelas IVA adalah gaya belajar auditori dengan frekuensi 25 dan presentase 89,29% dengan nilai rata-rata hasil belajarnya 81. Kemudian gaya belajar visual dengan frekuensi 2 dan presentase 7,14% dengan nilai rata-rata hasil belajarnya 80. Kemudian gaya belajar yang paling sedikit adalah kinestetik dengan frekuensi 1 dan presentase 3,57% dengan rata-rata nilai hasil belajarnya 60. Peneliti melaksanakan penelitian dengan rumusan tujuan penelitian, yaitu: untuk menganalisis gaya belajar terhadap hasil belajar IPAS materi mengubah bentuk energi pada kelas IVA SD Negeri Purwoyoso 04 tahun ajaran 2022/ 2023. Hasil penelitian ini dimaksudkan dapat menebarkan manfaat terkhusus dalam dunia pendidikan pada jenjang sekolah dasar perihal gaya belajar peserta didik sehingga mampu meningkatkan hasil belajarnya. Terlebih dari itu penelitian ini juga dapat digunakan sebagai pertimbangan dan literatur untuk melakukan penelitian lainnya.
PENGARUH KEMANDIRIAN BELAJAR DAN PERHATIAN ORANG TUA TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA MUHAMAD ISA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v3i2.2297

Abstract

This study aims to prove the effect of independent learning on students' understanding of mathematical concepts at SMA Negeri 8 Kota Tangerang Selatan. This research was a survey research at SMA Negeri 8 Kota Tangerang Selatan for the academic year 2021/2022. The sample size was 60 students who were randomly selected in class XII IPA students at SMA Negeri 8 Kota Tangerang Selatan. Data collection was carried out by distributing questionnaires and questionnaires. Data analysis using descriptive statistical methods, validity test, reliability test, and multiple regression analysis. This research was conducted from January 2022 to April 2022. The results of the study can be stated that: 1) there is a significant influence of learning independence and parental attention together on the understanding of mathematical concepts for students of SMA Negeri 8 Kota Tangerang Selatan, this is evidenced by acquisition of sig value. 0.021 < 0.05 and Fh = 4.124. 2) there is a significant effect of independent learning on the understanding of mathematical concepts of SMA Negeri Kota 8 Tangerang Selatan, this is evidenced by the acquisition of sig. 0.038 <0.05 and th = 2.123. 3) there is no significant influence of parental attention on students' understanding of mathematical concepts at SMA Negeri 8 Kota Tangerang Selatan, this is evidenced by the acquisition of a Sig. 0.260 > 0.05 and th = 1.138. Learning independence and parental attention have a positive, close and significant relationship to the understanding of mathematical concepts. This suggests that increasing the understanding of mathematical concepts can be done by increasing the independence of learning and the attention of parents. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh kemandirian belajar terhadap pemahaman konsep matematika siswa SMA Negeri 8 Kota Tangerang Selatan, penulis juga ingin membuktikan pengaruh perhatian orang tua terhadap pemahaman konsep matematika siswa SMA Negeri 8 Kota Tangerang Selatan. Penelitian ini penelitian survei di SMA Negeri 8 Kota Tangerang Selatan Tahun Pelajaran 2021/2022.Sampel berukuran 60 orang siswa yang dipilih secara random pada siswa kelas XII IPA SMA Negeri 8 Kota Tangerang Selatan. Pengumpulan data dilaksanakan dengan cara penyebaran angket dan kuisioner. Analisis data dengan metode statistik diskriptif, uji validitas, uji realibitas, dan analisa regresi ganda. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2022 sampai dengan April 2022. Hasil penelitian dapat dinyatakan bahwa: 1) terdapat pengaruh yang signifikan kemandirian belajar dan perhatian orang tua secara bersama-sama terhadap pemahaman konsep matematika siswa SMA Negeri 8 Kota Tangerang Selatan, hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai sig. 0,021 < 0,05 dan Fh = 4,124. 2) terdapat pengaruh yang signifikan kemandirian belajar terhadap pemahaman konsep matematika siswa SMA Negeri Kota 8 Tangerang Selatan, hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai sig. 0,038 < 0,05 dan th = 2,123. 3) tidak terdapat pengaruh yang signifikan perhatian orang tua terhadap pemahaman konsep matematika siswa SMA Negeri 8 Kota Tangerang Selatan, hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai Sig. 0,260 > 0,05 dan th = 1,138. Kemandirian belajar dan perhatian orang tua mempunyai hubungan yang positif, erat dan signifikan terhadap pemahaman konsep matematika. Hal ini mengisyaratkan bahwa untuk meningkatkan pemahaman konsep matematika dapat dilakukan dengan meningkatkan kemandirian belajar dan perhatian orang tua.
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN BAGI PESERTA DIDIK DALAM MEMBENTUK KARAKTER KRISTIANI DI SMK KRISTEN 1 SURAKARTA BERNADETHA CAHYA PUSPITA SARI; SRI WENING; MAGDALENA ELLY K
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v3i2.2298

Abstract

Education is a process of learning knowledge, skills and habits of a group of people which are passed down from one generation to the next through teaching, training and research. Meanwhile, in the definition of education is a conscious effort that is carried out systematically in creating a teaching-learning atmosphere so that students can develop their potential. With education, a person can have intelligence, noble character, personality, spiritual strength, and skills that are beneficial to oneself and society. After collecting the data and processing it, it is evident that in this study there is a positive influence between the role of Christian religious education teachers on the formation of Christian character for students. Obtained rcount = 0.841 and rtable = 0.361, so it was found that rcount > rtable. Thus Ho is rejected and Ha is accepted because it is proven that Ha : r ? 0 with positive tcount results. And it was found that the results of tcount = 8.259 and ttable 1.701 so that it is known that tcount > ttable then Ho is rejected and it means that there is a significant relationship between the role of Christian Religious Education teachers for students in forming Christian character. Therefore, Christian Religious Education teachers have a very important role in the formation of Christian character for students at Christian Vocational School 1 Surakarta. In this case Christian Religious Education teachers must be able to be role models, and provide assistance to students, so that the growth of Christian character possessed by students can develop in accordance with God's word. Several other factors found in the formation of Christian character for students are: students lack a close relationship with Christian Religious Education teachers and students. Thus preventing Christian Religious Education teachers from supervising the personality of students. ABSTRAKPendidikan merupakan suatu proses pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekumpulan manusia yang diwariskan dari satu generasi ke generasi selanjutnya melalui pengajaran, pelatihan, dan penelitian. Sedangkan dalam definisi pendidikan merupakan suatu usaha sadar yang dilakukan secara sistematis dalam mewujudkan suasana belajar-mengajar agar para peserta didik dapat mengembangkan potensi dirinya. Dengan adanya pendidikan maka seseorang dapat memiliki kecerdasan, akhlak mulia, kepribadian, kekuatan spiritual, dan keterampilan yang bermanfaat bagi diri sendiri dan masyarakat. Setelah mengumpulkan data dan mengolahnya maka terbukti bahwa dalam penelitian ini terdapat pengaruh positif antara peran guru pendidikan agama kristen terhadap pembentukan karakter kristen bagi peserta didik. Diperoleh rhitung = 0,841 dan rtabel = 0,361, sehingga didapati bahwa rhitung > rtabel. Dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima karena terbukti bahwa Ha : r ? 0 dengan hasil thitung bersifat positif. Serta didapati bahwa hasil thitung = 8,259 dan ttabel 1,701 sehingga diketahui thitung > ttabel maka Ho ditolak dan berarti terdapat hubungan yang signifikan antara peran guru Pendidikan Agama Kristen bagi peserta didik dalam membentuk karakter kristen. Oleh karena itu, guru Pendidikan Agama Kristen sangat memiliki peran dalam pembentukan karakter kristen bagi peserta didik di SMK Kristen 1 Surakarta. Dalam hal ini guru Pendidikan Agama Kristen harus bisa menjadi teladan, dan pendampingan bagi peserta didik, agar pertumbuhan karakter kristen yang dimiliki peserta didik dapat berkembang sesuai dengan firman Tuhan. Beberapa faktor lain yang ditemukan dalam pembentukan karakter kristen bagi peserta didik adalah : peserta didik kurang memiliki hubungan yang dekat dengan guru Pendidikan Agama Kristen dengan peserta didik. Sehingga menghalangi guru Pendidikan Agama Kristen untuk mengawasi kepribadian peserta didik .
PENERAPAN METODE SOSIO DRAMA UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI SISWA DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH INDONESIA PADA MATERI PERISTIWA SEKITAR KEMERDEKAAN KELAS XI IIS SMA NEGERI 9 MALINAU SURYANI SURYANI
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v3i2.2299

Abstract

This type of research is Classroom Action Research. The Spiral Model from Kemmis and Taggert was carried out in 2 cycles, each cycle consisting of 4 stages, namely planning, implementing, observing, and reflecting. The research subjects were class XI IIS SMA Negeri 9 Malinau with a total of 12 students. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. The data analysis used includes: (a) Qualitative analysis highlighting the main points related to the research problem, (b) Quantitative analysis to calculate student participation, namely giving, summing, presenting scores on each of the aspects observed through direct observation/observation . The implementation of the socio-drama method is carried out in the following way, (1) cycle I uses group discussions and presentations on events surrounding Indonesian independence, (2) cycle II uses the socio-drama method and is staged with the same material. The results of this study indicate that the application of the socio drama method can increase the participation of class XI IIS students at SMA Negeri 9 Malinau. The results of cycle I was 66.66%, and cycle II increased to 88.88%. The obstacle faced at the beginning of the application of the socio drama method was that there were still students who had difficulty determining the time allocation for performing a play. ABSTRAKJenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Model Spiral dari Kemmis dan Taggert yang dilaksanakan dalam 2 siklus, masing- masing siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah kelas XI IIS SMA Negeri 9 Malinau dengan jumlah 12 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan meliputi: (a) analisis Kualitatif yang menonjolkan hal -hal pokok berkaitan dengan masalah penelitian, (b) analisis Kuantitatif untuk menghitung partisipasi siswa yaitu memberikan, menjumlahkan, mempresentasekan skor pada setiap aspek-aspek yang diamati melalui observasi/pengamatan langsung. Pelaksanaan metode sosio drama dilakukan dengan cara sebagai berikut, (1) siklus I menggunakan diskusi dan presentasi kelompok dengan materi peristiwa sekitar kemerdekaan Indonesia, (2) siklus II menggunakan metode sosio-drama dan dipentaskan dengan materi yang sama. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam penerapan metode sosio drama dapat meningkatkan partisipasi siswa kelas XI IIS SMA Negeri 9 Malinau Hasil siklus I adalah 66,66%, dan siklus II meningkat menjadi 88,88%. Kendala yang dihadapi pada awal penerapan metode sosio drama adalah masih terdapat siswa yang mengalami kesulitan dalam menentukan alokasi waktu untuk menampilkan sebuah drama.

Page 9 of 52 | Total Record : 513