cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
ISSN : 27970744     EISSN : 27971031     DOI : https://doi.org/10.51878/science.v1i2.389
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan matematika dan IPA.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 4 (2023)" : 5 Documents clear
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLES NON-EXAMPLES (ENE) PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISTEM PERSAMAAN LINIER DUA VARIABEL (SPLDV) DI KELAS X SMA NEGERI 7 BARABAI SULASTRI, EULIS
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v3i4.2639

Abstract

Based on observations at SMAN 7 Barabai, it was discovered that several students had difficulty understanding the concept of a system of linear equations in two variables. To overcome conceptual misunderstanding, it is necessary to look for alternative solutions to help students overcome difficulties by improving the learning process so that students are helped and directed to understand concepts. The examples non-examples learning model is applied as a bridge to help students understand the SPLDV concept. This research aims to describe the implementation of learning by applying the examples non-examples learning model so that it can increase understanding of the SPLDV concept, where the research subjects were 36 students in class X1 at SMAN 7 Barabai. Implementing the examples non-examples learning model can increase understanding of the SPLDV concept through learning steps consisting of three activities, namely initial activities, core activities and final activities. The research design uses the Kemmis and Mc Taggart model with a spiral cycle. This research consisted of two cycles with 3 meetings each cycle. The results of the final test of cycle I showed that 77.8% of students completed it, but for indicator question no. 83% of students have not completed 3c and 3e so cycle II is still being implemented. The results of the final test of cycle II showed that 91.67% of students completed. ABSTRAKBerdasarkan observasi di SMAN 7 Barabai, ditemukan fakta beberapa siswa memiliki kesulitan dalam pemahaman konsep tentang sistem persamaan linier dua variabel. Untuk mengatasi ketidakpahaman konseptual, maka perlu dicari alternatif pemecahan untuk membantu siswa mengatasi kesulitan melalui perbaikan proses pembelajaran sehingga siswa terbantu dan terarah memahami konsep. Model pembelajaran examples non-examples diterapkan sebagai jembatan untuk membantu siswa memahami konsep SPLDV. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran examples non-examples sehingga dapat meningkatkan pemahaman konsep SPLDV, dimana yang menjadi subjek penelitian adalah siswa kelas X1 SMAN 7 Barabai sebanyak 36 siswa. Pelaksanaan model pembelajaran examples non-examples dapat meningkatkan pemahaman konsep SPLDV melalui langkah-langkah pembelajaran yang terdiri dari tiga kegiatan, yaitu kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Rancangan Penelitian menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart dengan siklus spiral. Penelitian ini terdiri dari dua siklus dengan 3 kali pertemuan setiap siklus. Hasil tes akhir siklus I menunjukkan bahwa 77,8% siswa tuntas, tetapi untuk indikator soal no. 3c dan 3e 83% siswa belum tuntas sehingga siklus II tetap dilaksanakan. Hasil tes akhir siklus II menunjukkan bahwa 91,67% siswa tuntas.
PENGGUNAAN VIDEO PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI PEMBAGIAN SISWA KELAS IV SDN 14 SEMPERIUK MU’IN, MU’IN
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v3i4.2640

Abstract

The low students learning results on the division materials require teacher to work to increase students learning results. One of the efforts teachers can make is to use the learning video. The study aims to increase the results of students learning materials on operation count the divide through the use of the learning media that was applied to class IV SDN 14 Semperiuk A  Southem Jawai years leason 2023/2024. The methods used in the research of claasroom action match a model described by Kemmis and Taggart. Its consists of four stage, namely planing, acting, observing, and reflecting. Research shows that the learning media can increase students’ learning results on the number of divisiveness operations materials. In this study, in cycle 1 there were 9 students completed and in cycle 2 increased to 20 of the 20 completed students. This suggests that use of the learning media can increase the result of studying Southem Jawai class IV SDN 14 Semperiuk A students at division materials. ABSTRAKRendahnya hasil belajar siswa pada materi pembagian menuntut guru untuk  berupaya meningkatkan hasil belajar siswa. Salah satu upaya yang dapat dilakukan guru adalah menggunakan media video pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi operasi hitung pembagian  melalui penggunaan media  video pembelajaran yang diterapkan pada kelas IV SDN 14 Semperiuk A Kecamatan Jawai Selatan semester I tahun ajaran 2023/2024. Metode yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas sesuai dengan model yang dipaparkan oleh Kemmis dan Taggart. Model tersebut terdiri dari empat tahap, yaitu  perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media video pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam materi operasi hitung pembagian. Dalam penelitian ini, pada siklus 1 terdapat 9 siswa dinyatakan tuntas sedangkan pada siklus 2 meningkat menjadi 20 dari 20 siswa yang tuntas. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan media video pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN 14 Semperiuk A Kecamatan Jawai Selatan pada materi pembagian.
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MATERI KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP PADA PESERTA DIDIK KELAS VII A SMP NEGERI 2 MLATI SUPRIYATMI, RITA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v3i4.2663

Abstract

The results of the initial learning carried out by researchers were that there were still many students who received incomplete grades. From the test results, 21 children scored below the KKTP and 12 children scored above the KKTP. This shows that learning outcomes are still low, teacher learning is less varied, centered on the teacher (centred teacher) and students are passive, students will work if ordered by the teacher. So it is necessary to apply an appropriate learning model, namely the Discovery Learning Model. This research aims to determine the improvement in science learning outcomes through the implementation of the Discovery Learning learning model in class VII A students at SMP Negeri 2 Mlati. This research is Classroom Action Research with the research subjects being 33 students in class VII A of SMP Negeri 2 Mlati. The research was carried out in two cycles, namely cycles I and II which consisted of two meetings (1 and 2). Every meeting involves planning, implementation, observation and reflection. Data collection techniques using observation and cognitive tests. Data analysis techniques are descriptive qualitative and quantitative. The pre-test learning results for Cycle I of students completed 12 children 36.36%, after cycle I completed 24 children 72.72% and increased in cycle II which was completed to 30 children 90.90%. Research instruments: observation, documentation and written test. Indicators of success: learning outcomes of at least 84% of the total students have completed 75 or in the independent curriculum have achieved the Learning Goal Achievement Criteria and an average class score of 75. So it can be concluded that the use of the discovery learning learning model can significantly improve students' science learning outcomes class VII A of SMP Negeri 2 Mlati. ABSTRAKHasil pembelajaran di awal yang dilakukan peneliti masih banyak peserta didik yang memperoleh nilai belum tuntas. Dari hasil tes diperoleh nilai dibawah KKTP 21 anak dan yang memperoleh nilai diatas KKTP 12 anak. Hal ini menunjukkan hasil pembelajaran masih rendah, pembelajaran guru kurang bervariasi, berpusat pada guru (center teacher) dan peserta didik pasif, peserta didik akan bekerja jika diperintahkan oleh guru. Sehingga diperlukan penerapan model pembelajaran yang sesuai yakni Model Discovery Learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPA melalui pelaksanaan model pembelajaran Discovery Learning pada peserta didik kelas VII A SMP Negeri 2 Mlati. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas dengan subjek penelitian peserta didik kelas VII A SMP Negeri 2 Mlati berjumlah 33 anak. Penelitian dilakukan dua siklus yakni siklus I dan II yang terdiri dari dua pertemuan (1 dan 2). Setiap pertemuan ada perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Teknik pengumpulan data dengan observasi dan tes kognitif. Teknik analisis data adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil belajar pre test Siklus I peserta didik tuntas 12 anak 36,36% , setelah siklus I tuntas 24 anak 72,72% dan meningkat pada siklus II yang tuntas menjadi 30 anak 90,90%. Instrumen penelitian: observasi, dokumentasi dan tes tertulis. Indikator keberhasilan: hasil belajar minimal 84% dari total peserta didik tuntas 75 atau dalam kurikulum merdeka telah mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran dan nilai rata-rata kelas 75. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran discovery learning secara signifikan dapat meningkatkan hasil belajar IPA peserta didik kelas VII A SMP Negeri 2 Mlati.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION DI KELAS VII.5 SMP NEGERI 13 PALEMBANG SITISYARAH, KANIA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v3i4.2664

Abstract

The aim of this research is to determine the improvement in student mathematics learning outcomes through the Group Investigation (GI) Type Cooperative Learning Model in class VII.5 of SMP Negeri 13 Palembang for the 2022/2023 academic year. This research was carried out in the odd semester of the 2022-2023 academic year in several cycles. Each cycle consists of 3 meetings and at the end of the cycle a learning outcomes test is carried out. The research was carried out over a period of three months, namely from August 2022 to October 2022. In this study the research procedure used the Flow procedure from the Kemmis and Mc Taggart model (in Aqib, 2006), in essence it would identify the development and changes of the subject after the subject was given special treatment or certain conditions within a certain period of time and repeatedly until the program is declared successful. This research was carried out in several cycles. Each cycle consists of 3 meetings, and at the end of the cycle a learning outcomes test is carried out. Each cycle includes four stages, namely planning, action implementation, observation and reflection. The research results showed that the average student learning outcome in cycle I was 70.16 with a completion percentage of 69.44% and in cycle II it increased to an average score of 77.15 with a completion percentage of 83.33%. So it can be concluded that learning using the Group Investigation (GI) learning model can improve student mathematics learning outcomes in class VII.5 of SMP Negeri 13 Palembang in 2022. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Peningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) di kelas VII.5 SMP Negeri 13 Palembang Tahun Pelajaran 2022/2023. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2022-2023 dalam beberapa siklus. Tiap siklus terdiri dari 3x pertemuan dan diakhir siklus dilakukan tes hasil belajar. Penelitian dilaksanakan dalam rentang waktu tiga bulan, yaitu mulai dari bulan Agustus 2022 sampai Oktober 2022. Pada penelitian ini prosedur penelitian menggunakan prosedur Alur dari model Kemmis dan Mc Taggart (dalam Aqib, 2006), pada intinya akan mengidentifikasi perkembangan dan perubahan subyek setelah subyek diberikan perlakuan khusus atau dikondisi tertentu dalam kurun waktu tertentu dan berulang-ulang sampai program dinyatakan berhasil. Penelitian ini dilaksanakan dalam beberapa siklus. Setiap siklus terdiri dari 3x pertemuan, dan diakhir siklus dilakukan tes hasil belajar. Setiap siklus mencakup empat tahapan, yaitu perencanaan (Planning) ,pelaksanaan tindakan (action), pengamatan (observasi), dan refleksi, (reflection). Hasil penelitian, menunjukan bahwa rerata hasil belajar siswa pada siklus I adalah 70,16 dengan persentase ketuntasan 69,44% dan pada siklus II meningkat menjadi nilai rerata 77,15 dengan persentase ketuntasan 83,33%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan model pembelajaran Group Investigasi (GI) dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa di kelas VII.5 SMP Negeri 13 Palembang tahun 2022.
EFEKTIVITAS PENERAPAN PENGELOLAAN KELAS TERHADAP HASIL BELAJAR IPA BIOLOGI DI MADRASAH IBTIDAIYAH DDI KALUKUANG KARIM, SYAHRUNI; BAHAR, IRNAYANTI
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v3i4.2665

Abstract

This research aims to determine the effectiveness of implementing management or classroom management on Biology Science learning outcomes at Madrasah Ibtidaiyah DDI Kalukuang. The specifications of this research are quantitative in the form of One Group Pretest-Posttest. The sample used was a saturated sample with a class V population of 27 students. Data collection was carried out through observation, tests and documentation. The collected data was analyzed by means of descriptive data analysis in the form of explanations of research results and inferential data analysis in the form of tables, graphs or images. Based on the research results, it shows that the normality test results are greater than the significant level, namely 0.05 > 0.185 in the pretest and 0.142 > 0.05 in the posttest, while the t-test results are smaller than the significant level, namely 0.0098 < 0.05, so It can be concluded that Ho is rejected and H1 is accepted, which means that management or classroom management can influence effectiveness in learning Biology Science. ABSTRAKPenelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui efektivitas dari penerapan pengelolaan atau manajemen kelas terhadap hasil pembelajaran IPA Biologi di Madrasah Ibtidaiyah DDI Kalukuang. Spesifikasi dari penelitian ini adalah kuantitatif dalam bentuk One Group Pretest-Postest. Adapun sampel yang digunakan yaitu sampel jenuh dengan populasi kelas V sebanyak 27 orang siswa. Pengambilan data dilakukan secara observasi, tes, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan cara analisis data deskriptif dalam bentuk penjelasan hasil penelitian dan analisis data inferensial dalam bentuk tabel, grafik atau gambar.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil uji normalitas lebih besar dari taraf signifikan yaitu 0,05 > 0,185 pada pretest dan sebesar 0,142 > 0,05 pada posttest sedangkan hasil uji-t lebih kecil dari taraf signifikan yaitu 0,0098 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan H1 diterima yang berarti bahwa pengelolaan atau manajemen kelas dapat memberikan pengaruh efektivitas dalam pembelajaran IPA Biologi.

Page 1 of 1 | Total Record : 5