cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
ISSN : 27970744     EISSN : 27971031     DOI : https://doi.org/10.51878/science.v1i2.389
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan matematika dan IPA.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 416 Documents
PEMANFAATAN MODEL SAEPADU UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPA BAGI PESERTA DIDIK KELAS VIII E SMP NEGERI 2 BOJONGSARI SEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN 2019/2020 NOKMAN RIYANTO
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v1i3.665

Abstract

  This research is an effort to increase motivation and science learning outcomes by utilizing the Saepadu model in class VIII E students of SMP Negeri 2 Bojongsari, Purbalingga Regency. The purpose of this study was to determine the extent of the learning process by utilizing the Saepadu model in class VIII E to increase motivation and science learning outcomes. This research is a classroom action research (CAR). The steps in this action research include planning, implementation, observation, and reflection. Collecting research data using test and non-test instruments and questionnaires. The questionnaire is used for rational data which will later be validated with rational data analysis. The implementation of this research is based on the learning syntax of the Saepadu model. Based on the research data, the results show that using the Saepadu model can increase students' learning motivation, which is 0.22 points or about 6.49% from pre-cycle to cycle I and in cycle I to Cycle II there is also an increase of 0.41 points or 11.36%. By using learning with the SAEPADU model, it can also improve pre-cycle science learning outcomes compared to the first cycle, namely 28.5 or 76.62% with the number of students who passed the KKM increased by 43.34%. Meanwhile, the average written score for science in the first cycle compared to the second cycle was 9.5 by 14.18%. In conclusion, there was an increase in students' motivation and learning outcomes by utilizing the Saepadu model. ABSTRAKPenelitian ini merupakan upaya dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA dengan memanfaatkan model Saepadu pada peserta didik kelas VIII E SMP Negeri 2 Bojongsari Kabupaten Purbalingga. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui sejauh mana proses pembelajaran dengan memanfaatkan model Saepadu di kelas VIII E untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA. Adapun penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Langkah-langkah dalam penelitian tindakan ini meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data penelitian menggunakan instrumen tes dan non tes serta kuesioner. Kuesiner tersebut digunakan untuk data rasional yang nantinya divalidasi datanya dengan analisis data rasional. Pelaksanaan penelitian ini berdasarkan sintaks pembelajaran model saepadu. Berdasarkan dari data penelitian menunjukkan hasil bahwa dengan pemanfaatan model saepadu dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik, yaitu sebesar 0,22 poin atau sekitar 6,49% dari pra siklus hingga siklus I dan pada siklus I ke di Siklus II juga terjadi peningkatan 0,41 poin atau 11,36%. Dengan menggunakan pembelajaran dengan model SAEPADU ini juga dapat meningkatkan hasil belajar IPA pra siklus dibandingkan pada siklus I yaitu 28,5 atau sebesar 76,62% dengan jumlah peserta didik yang lulus KKM mengalami peningkatan sebesar 43,34%. Sedangkan untuk hasil rata-rata nilai ter tertulis IPA siklus I dibandingkan pada siklus II yaitu 9,5 sebesar 14,18%.. Kesimpulannya terjadi peningkatan motivasi dan hasil belajar peserta didik dengan memanfaatkan model Saepadu.
PENGARUH METODE INQUIRI TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIK SISWA SMAN 1 MANDE KABUPATEN CIANJUR ABDUL JALALUDIN
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v1i3.666

Abstract

This research is an experimental study that focuses on increasing the mathematical creative thinking skills of high school students by applying the inquiry learning method. The problem behind this research is the lack of familiarity with learning using methods with a focus on learning on students as a way to get a more meaningful learning experience based on students' creative thinking skills that are different for each student. The aims of this study are: 1) To determine the effect of the inquiry learning method on students' mathematical creative thinking skills. 2) to find out the comparison of increasing students' mathematical creative thinking skills using the inquiry learning method with conventional learning; 3) to determine students' attitudes towards learning the inquiry method. This study used the experimental design method "design control group pretest-posttest", which was carried out in class X SMA Negeri 1 Mande Cianjur which consisted of 5 study groups with the experimental class sample being class X-4 and the control class sample being class X-3. The indicators of mathematical creative thinking skills measured in this study are: 1) the ability to replace (Substitute), combine (Combine), adjust (Adapt), modify (Magnify/Modify), for other uses (Put to other use), Delete (Eliminate). ) and rearrange (Rearrange/Reverse) from existing capabilities; 2) the ability to rearrange existing abilities/reverse with flexibility (trying new things), authenticity (answering their own way) and outlining (developing ideas) in understanding something. The results showed that: 1) the inquiry learning method had an influence on students' mathematical creative thinking abilities; 2) the inquiry learning method has an improvement in students' mathematical creative thinking which is better than the conventional method; 3) students have a positive attitude towards the inquiry learning method. ABSTRAK Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang difokuskan pada peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematik siswa SMA dengan menerapkan metode pembelajaran inquiri. Masalah yang melatar belakangi penelitian ini adalah kurang dibiasakanya pembelajaran menggunakan metode dengan pemusatan pembelajaran pada siswa sebagai cara untuk memperoleh pengalaman belajar yang lebih bermakna dengan dilandasi kemampuan berpikir kreatif siswa berbeda pada setiap siswa. Tujuan penelitian ini adalah : 1) Untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran  inquiri terhadap kemampuan berpikir kreatif matematik siswa. 2) untuk  mengetahui perbandingan peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematik siswa menggunakan metode pembelajaran inquiri dengan pembelajaran konvensional; 3) untuk mengetahui sikap siswa terhadap pembelajaran metode inquiri. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen desain “desain countrol group pretes-postes”, yang dilakukan di kelas X SMA Negeri 1 Mande Cianjur yang berjumlah 5 rombongan belajar dengan sampel kelas eksperimen adalah kelas X-4 dan sampel kelas kontrol adalah kelas X-3. Indikator kemampuan berpikir kreatif matematik yang diukur dalam penelitian ini adalah: 1) kemampuan mengganti (Substitute), mengkombinasi (Combine), menyesuaikan (Adapt), memodifikasi (Magnify/Modify), untuk kegunaan lain (Put to other use), Menghapus (Eliminate) dan menyusun kembali (Rearrange/Reverse) dari kemampuan yang telah ada; 2) kemampuan menyusun kembali kemampuan/membalik  yang telah ada dengan keluwesan (mencoba hal baru), keaslian (menjawab cara sendiri) dan menguraikan  (mengembangkan ide) dalam  memahami suatu hal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) metode pembelajaran inquiri memiliki pengaruh terhadap kemampuan berpikir kreatif matematik siswa; 2) metode pembelajaran inquiri memiliki peningkatan berpikir kreatif matematik siswa yang lebih baik dari pada metode konvensional; 3) siswa memiliki sikap positif terhadap metode pembelajaran inquiri.
GERAK SENDI PEMBELAJARAN PAKEM UNTUK MENINGKATKAN DAYA INGAT SISWA PADA PEMBELAJARAN SENDI MANUSIA AMIRUDDIN AMIRUDDIN
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v1i3.677

Abstract

The purpose of this best practice is to find out how the implementation of the PAKEM approach to joint motion in improving the learning memory of class VIII A students of SMP Negeri 1 Anggaberi, Konawe Regency in the discussion of the types of human joints in the subject of Natural Sciences. The results of the learning activities indicate that the application of the Pakem learning approach with joint motion can improve the ability to remember the subject matter of the types of human joints in class VIII A students of SMP Negeri 1 Anggaberi. The results of the quiz on identifying the types of joints in humans before the application of the joint movement grip learning in previous learning activities showed the average percentage of ability to remember materials to identify materials only reached a value of 50%, still below the KKM value set for the types of joints in humans, and increased after learning activities that apply the gripping joint motion approach to the quiz results considering the material on identifying joints in humans, the percentage of analysis of quiz results reaches a value of 85%, above the KKM that has been set on the material for joint types in humans. ABSTRAKTujuan best practice ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi pendekatan PAKEM  gerak sendi dalam meningkatkan daya ingat belajar  siswa  kelas  VIII A SMP Negeri  1 Anggaberi Kabupaten Konawe pada pembahasan materi  jenis-jenis sendi manusia, mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Hasil kegiatan pembelajaran menunjukkan bahwa penerapan pendekatan belajar Pakem dengan gerak sendi dapat meningkatkan kemampuan mengingat materi pelajaran jenis-jenis sendi manusia pada siswa kelas VIII A SMP Negeri 1 Anggaberi. Hasil kuis mengidentifikasi jenis sendi pada manusia sebelum penerapan pembelajaran Pakem gerak sendi pada kegiatan pembelajaran sebelumnya menunjukkan rata-rata persantase kemampuan mengingat materi mengidentifikasi materi hanya mencapai nilai 50%, masih di bawah nilai KKM yang ditetapakan pada jenis sendi pada manusia, dan mengalami peningkatan setelah  kegiatan pembelajaran yang menerapkan pendekatan Pakem gerak sendi hasil kuis mengingat materi mengidentifikasi sendi pada manusia persentase analisis hasil kuis mencapai nilai 85%, di atas KKM yang telah ditetapkan pada materi jenis sendi pada manusia.
MENINGKATKAN MINAT BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE INDEX CARD MATCH PADA SISWA KELAS XI MIPA I SMA NEGERI I TANJUNG SELOR YATINI YATINI
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v1i3.678

Abstract

Increasing Students' Interest in Learning Mathematics Through Cooperative Learning Model Type Index Card Match in Class XI MIPA I SMA Negeri I Tanjung Selor. This study aims to increase students' interest in learning mathematics through cooperative learning model type index card match in class XI MIPA I SMA Negeri 1 Tanjung Selor. This type of research is classroom action research. The subjects of this study were students of class XI IPA I SMA Negeri 1 Tanjung Selor which consisted of 17 male students and 16 female students. Data collection techniques in this study were using observation sheets and self-assessment. This classroom action research was carried out in 2 cycles and each cycle was carried out in 2 meetings. The results showed that the students' interest in learning mathematics in the first cycle was 74% of students in the high category at least and the second cycle increased to 85% of the students in the high minimum category. Based on the results of the study, it can be concluded that using the index card match model can increase interest in learning mathematics in class XI-1 students of SMA Negeri 1 Tanjung Selor. ABSTRAKMeningkatkan Minat Belajar Matematika Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Index Card Match Pada Siswa Kelas XI MIPA I SMA Negeri I Tanjung Selor.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar matematika siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe index card match pada siswa kelas XI MIPA I SMA Negeri 1 Tanjung Selor. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 12 Januari–15 April 2020 di SMA Negeri 1 Tanjung Selor. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA I SMA Negeri 1 Tanjung Selor yang terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan lembar observasi dan penilaian diri. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus dan setiap siklus dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar matematika siswa pada siklus I adalah 74% siswa berada pada minimal kategori tinggi dan siklus II mengalami peningkatan menjadi 85% siswa berada pada minimal kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model index card match dapat meningkatkan minat belajar matematika pada siswa kelas XI-1 SMA Negeri 1 Tanjung Selor.
PENERAPAN MODEL KEMANDIRIAN AKTIF SECARA DARING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PENGUASAAN MATERI FENOMENA KUANTUM SISWA SMA NEGERI 2 BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2020/2021 ATO SUHARTO
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v1i3.679

Abstract

Lack of passion in studying Physics in this Covid-19 Pandemic era, resulted in less than optimal Physics learning outcomes, this is what moves the author to conduct research with the aim of; (1). Describing student activities in learning activities using an active independence model, (2). Describing students' mastery of quantum phenomena using an active independence model. The sample in this study, namely class XII MIPA-6 which has the characteristics; students' mastery of quantum phenomena is low, and students' activities are limited to sitting, taking notes, and listening. Data collection in this study was carried out using; (1). Student observation sheet, (2). Teacher observation sheet, (3). Group work sheets and presentation review sheets were carried out at each meeting, (4) independent task sheets were carried out in each cycle, and (5) evaluation tests were carried out at the end of each cycle. The data analyzed in this study consisted of; (1). Qualitative data, is data from observations consisting of student activity data and research teacher activity data, (2). Quantitative data, in the form of values ??taken from the group's scientific work, presentation review scores, independent assignment scores and end-of-cycle evaluation scores. Based on the research results obtained; (1). The increase in student activity in the first cycle of 80.56% increased to 86.11% in the second cycle and increased again to 91.67% in the third cycle, (2). The increase in students' mastery of quantum phenomena in the first cycle was 50.85 to 68.96 in the second cycle or 18.11% and increased in the third cycle to 80.84 or an increase of 11.88%. ABSTRAKKurangnya gairah dalam belajar Fisika pada era Pandemi Covid-19 ini, mengakibatkan hasil belajar Fisika yang kurang optimal, hal ini yang menggerakan penulis untuk melakukan penelitian dengan tujuan; (1). Mendeskripsikan aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran menggunakan model kemandirian aktif, (2). Mendeskripsikan penguasaan siswa terhadap materi fenomena kuantum menggunakan model kemandirian aktif. Percontoh dalam penelitian ini, yakni kelas XII MIPA-6 yang mempunyai karakteristik; penguasaan materi fenomena kuantum siswa rendah, dan aktivitas siswa terbatas pada duduk, mencatat, dan mendengarkan. Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan menggunakan; (1). Lembar observasi siswa, (2). Lembar observasi guru, (3). Lembar kerja kelompok dan lembar review presentasi yang dilakukan pada setiap pertemuan, (4) Lembar tugas mandiri yang dilakukan pada setiap siklusnya, dan (5) Tes evaluasi yang dilaksanakan pada setiap akhir siklus. Data yang dianalisis pada penelitian ini terdiri dari; (1). Data Kualitatif, merupakan data hasil observasi yang terdiri dari data aktivitas siswa dan data aktivitas guru peneliti, (2). Data Kuantitatif, berupa nilai yang diambil dari kerja ilmiah kelomok, nilai review presentasi, nilai tugas mandiri dan nilai evaluasi akhir siklus. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh; (1). Peningkatan aktivitas siswa pada siklus I sebesar 80,56% meningkat menjadi 86,11% pada siklus II dan meningkat lagi menjadi 91,67% pada siklus III, (2). Peningkatan penguasaan materi fenomena kuantum siswa pada siklus I sebesar 50,85 menjadi 68,96 pada siklus II atau naik 18,11% dan meningkat pada siklus III menjadi 80,84 atau mengalami kenaikan sebesar 11,88%.
PENGGUNAAN LEMBAR KERJA BERUPA TEKA TEKI SILANG DALAM UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA KELAS IX ACHMAD SYAHREZA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v1i3.690

Abstract

This study was aimed to determine the effect of crossword puzzles on improving science learning outcomes for grade IX at SMPI Integral Luqman Al Hakim Batam. The research method was arranged in a quasi-experimental way. There are 2 types of data obtained, namely (a) primary data in the form of student answers in working on student worksheets containing exercises in the form of crossword puzzles, (b) secondary data in the form of literature studies, interviews, and learning reflections. The results of this study indicate an increase in learning outcomes, so that in the future it becomes one of the choices of work and innovation in the development of student worksheets that contain practice questions. ABSTRAKPenelitian ini dalam rangka untuk mengetahui pengaruh teka teki silang terhadap peningkatan hasil belajar IPA kelas IX di SMPI Integral Luqman Al Hakim Batam. Metode penelitian disusun dengan quasi experiment. Terdapat 2 tipe data yang diperoleh, yaitu (a)data primer berupa jawaban peserta didik dalam mengerjakan lembar kerja peserta didik berisi latihan dalam bentuk TTS, (b)data sekunder berupa studi literatur, wawancara, dan refleksi pembelajaran. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar, sehingga kedepannya menjadi salah satu pilihan karya dan inovasi pada pengembangan lembar kerja peserta didik yang memuat latihan soal.
PENGARUH EFEKTIFIKTAS UKBM TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN BIOLOGI KELAS X SISWA MAN BANGKALAN ERNAWATININGSIH ERNAWATININGSIH
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v1i3.691

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of the use of UKBM in developing students' cognitive in the Biology Subject of MAN Bangkalan. UKBM is a small unit of study arranged sequentially from easy to difficult. UKBM as a learning tool for students to achieve knowledge and skill competencies in learning using the Semester Credit System (SKS). A good and interesting UKBM indicator is being able to provoke students to read and practice, thus encouraging students to study hard and work on the UKBM competency test and consult the teacher if there are difficulties. This study uses a descriptive qualitative approach to explain and analyze students' knowledge of the effectiveness of UKBM. The type of data in this study is primary data obtained directly from respondents by interview method. The research subjects were MAN Bangkalan students who were randomly selected with a total of 6 students, 3 students with 4 credits, and 3 students with 6 credits. This research was conducted on October 20, 2021 for 1 day at MAN Bangkalan, with 8 questions about the effectiveness of UKBM on the learning outcomes of Biology subjects for students. The results of the research are that the use of UKBM is quite effective for the KBM process for Biology subjects for Class X students at MAN Bangkalan, but students also expect supporters to maximize the UKBM by zooming and google meet so that the material is better understood by students. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektifitas pengunaan UKBM dalam mengembangkan kognitif siswa pada Mata Pelajaran Biologi MAN Bangkalan. UKBM merupakan satuan pelajaran yang   kecil   yang   disusun   secara berurutan dari yang mudah sampai ke yang sukar. UKBM   sebagai   perangkat   belajar bagi peserta didik untuk mencapai kompetensi pengetahuan dan keterampilan pada pembelajaran dengan menggunakan Sistem Kredit Semester (SKS). UKBM yang bagus dan menarik indikatornya adalah mampu memancing siswa untuk membaca dan berlatih, sehingga mendorong siswa rajin mempelajari dan mengerjakan uji kompetensi UKBM dan mengkonsultasikannya kepada guru jika ada kesulitan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif  untuk menjelaskan dan menganalisis pengetahuan siswa terhadap keefektifitasan UKBM. Jenis data dalam penelitian ini yaitu data primer yang diperoleh langsung dari responden dengan metode wawancara. Subjek penelitiannya yaitu siswa MAN Bangkalan yang dipilih secara acak dengan total siswa berjumlah 6 orang dimana 3 orang siswa dengan 4 SKS, dan 3 orang siswa dengan 6 SKS. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 20 Oktober 2021 selama 1 hari di MAN Bangkalan, dengan 8 pertanyaan seputar keefektifkan UKBM terhadap hasil belajar mata pelajaran Biologi bagi siswa. Hasil penelitiannya yaitu penggunaan UKBM sudah cukup efektif untuk proses KBM mata pelajaran Biologi Kelas X siswa MAN Bangkalan, namun siswa juga mengharapkan adanya pendukung untuk memaksimalkan UKBM tersebut yaitu dengan zoom dan google meet sehingga materi terssebut lebih dipahami oleh siswa.
PENGGUNAAN GOOGLE SITES DAN VIDEO PEMBELAJARAN SELAMA PANDEMI COVID-19 PADA MATERI DIMENSI TIGA SEPTHIANA INDRA KUSUMANINGTYAS
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v2i1.914

Abstract

During the pandemic the government has changed the policy of face-to-face learning to distance learning. This requires educators to innovate learning so that the subject matter is conveyed properly to students. One of the platforms that provide features to support the implementation of distance learning is Google. Google sites is one of the media websites from Google that can be an alternative choice of distance learning media. The use of learning videos is also not a new thing that teachers can use as a medium for delivering subject matter. The combination of google sites and learning videos can be used as a medium for delivering subject matter to students in this pandemic era. Based on the background revealed in this study, it will discuss the use of google sites media and learning videos in the mathematics learning process in three-dimensional material. This research is a descriptive study with a qualitative approach that aims to describe how to use google sites and learning videos on three-dimensional material. Data collection was carried out by field studies, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. This research is expected to inspire teachers to innovate in the learning process, because the results of this study can describe that by utilizing google sites media and learning videos it becomes more fun and can achieve predetermined indicators. ABSTRAKSelama masa pandemi pemerintah telah mengubah kebijakan pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh. Hal ini menuntut para pendidik melakukan inovasi pembelajaran agar materi pelajaran tetap tersampaikan dengan baik kepada siswa. Salah satu platform yang menyediakan fitur penunjang terlaksananya pembelajaran jarak jauh adalah google. Google sites merupakan salah satu media website dari google yang dapat menjadi alternatif pilihan media pembelajaran jarrak jauh. Penggunaan video pembelajaran juga bukan merupakan hal baru yang dapat digunakan guru sebagai media penyampaian materi pelajaran. Perpaduan google sites dan video pembelajaran dapat digunakan sebagai media penyampaian materi pelajaran pada siswa di era pandemi seperti ini. Berdasarkan latar belakang yang diungkapkan pada penelitian ini akan membahas tentang pemanfaatan media google sites dan video pembelajaran pada proses pembelajaran matematika di materi dimensi tiga. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pemanfaatan google sites dan video pembelajaran pada materi dimensi tiga. Pengumpulan data dilakukan dengan studi lapangan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini diharapkan menginspirasi para guru agar berinovasi dalam proses pembelajaran, karena hasil penelitian ini dapat mendeskripsikan bahwa dengan memanfaatkan media google sites dan video pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan dapat mencapai indikator yang sudah ditentukan.
PENGGUNAAN ALAT DAN BAHAN DARI LINGKUNGAN RUMAH PADA PRAKTIKUM LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON-ELEKTROLIT EUIS ANI SUPRIATNI
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v2i1.915

Abstract

Chemistry is a science based on experiments. Therefore, teaching chemistry in schools must be accompanied by laboratory work. Experiments are a link between: (1) Appreciation of the aesthetic aspects of chemistry; (2) Generating curiosity about chemistry; (3) Familiarity with common substances and their reactions; (4) Students actively participate; and (5) Developing from the concrete state to the abstract. Chemistry practicum with the demonstration method in front of students can help focus students' attention on chemical behavior and chemical properties and to increase students' knowledge and belief in chemistry. Demonstrations are a process and not just an event. The practicum carried out by the students is a simple practicum, and uses materials that are easy to find in their respective homes. But even with tools and materials that are cheap and easy to obtain, this reduces the essence of understanding the concept of electrolyte and non-electrolyte solution material to all of them. chemistry by understanding abstract concepts. This can be seen from the acquisition of knowledge values, attitude values, and skill scores, which are above the KKM, which is above the value of 72. For the knowledge value of students has an average of 86. And for the average attitude value reaches 85, and the average skill value get a score of 85. ABSTRAKIlmu Kimia adalah ilmu yang berlandaskan percobaan. Oleh karena itu pengajran ilmu kimia di sekolah harus disertai dengan pekerjaan laboratorium. Eksperimen yang merupakan mata rantai untuk menghubungkan antara: (1) Apresiasi aspek estetika dari ilmu kimia; (2) Membangkitkan keingintahuan terhadap ilmu kimia; (3) Mengenal dengan baik zat-zat yang umum dan reaksinya; (4) Siswa aktif berpartisipasi; dan (5) Mengembangkan dari keadaan konkrit ke hal yang abstrak.Praktikum kimia dengan metode demontarsi di hadapan siswa dapat membantu memusatkan perhatian siswa pada perilaku kimia dan sifat-sifat kimia serta untuk meningkatkan pengetahuan siswa dan keyakinannnya akan ilmu kimia. Demonstrasi merupakan sutau proses dan bukan merupakan suatu peristiwa saja.Praktikum yang dilaksanakan oleh para peserta didik adalah praktikum yang sederhana, dan menggunakan alat bahan yang mudah ditemukan di lingkungan rumah masing-masing. Tetapi walaupun dengan alat dan bahan yang murah dan mudah didapatkan, hal ini ini mengurangi esensi dalam memahamkan konsep materi larutan elektrolit dan non-elektrolit kepada mereka semua.Dari proses praktikum dengan bahan yang tersedia di lingkungan tempat tinggal peserta didik, terbukti dapat meningkatkan motivasi belajar kimia dengan memahami konsep yang abstrak. Hal ini dapat dilihat dari perolehan nilai pengetahuan, nilai sikap, dan nilai keterampilan, berada di ata KKM yaitu di atas nilai 72. Untuk nilai pengetahuan siswa mempunyai rata-rata 86. Dan untuk nilai sikap rata mencapai 85, serta nilai keterampilan rata-rata memperoleh nilai 85.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA PADA SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL MELALUI PENGGUNAAN LANGKAH POLYA NARLIAH NARLIAH
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v2i1.916

Abstract

Effective learning is learning that is able to change the behavior of students which includes knowledge, reasoning, skills and habits. Mathematics learning in schools has two goals, namely (1) the formation of students' characters who are logical, critical, rational, careful, effective and efficient and (2) the implementation of the results in everyday life and the development of science. According to the author's observations as a mathematics teacher at this junior high school, most of the eighth grade students cannot solve story problems correctly. In addition, the administration of exams, whether in the form of a national competency assessment or school exams using multiple choice questions, can stimulate students to complete with shortcuts. This causes students to find it increasingly difficult to work on story questions that are challenging and require higher thinking. To improve students' skills in solving story problems, it is necessary to emphasize the use of procedural steps as recommended by George Polya, namely understanding the problem, compiling a settlement plan, implementing a settlement plan and checking the results obtained. This research was carried out in two cycles. In the first cycle, it was found that the students' skills in solving the story problems of the Two Variable Linear Equation System were not maximized. The percentage of skills reaches 45% and completeness of learning reaches 40%. In the second cycle after reflection and improvement, the percentage of skills obtained is 75% while learning completeness reaches 76%. Thus, students' skills increased by 30% and learning completeness increased by 36%. From this study, it was concluded that through the use of the Polya step, the skills of class VIII C students of SMP Negeri 02 Rumbia in the 2020/2021 academic year in solving story problems of a two-variable linear equation system could be improved. Finally, the author suggests the VIII grade math teacher at SMP Negeri 02 Rumbia to be able to use Polya's steps in learning related to story problems so that students can solve problems systematically. ABSTRAKPembelajaran efektif adalah pembelajaran yang mampu mengubah perilaku peserta didik yang meliputi pengetahuan, penalaran, kecakapan dan kebiasaan. Pembelajaran matematika di sekolah mengemban tercapainya dua sasaran yaitu (1) terbentuknya karakter peserta didik yang logis, kritis, rasional, cermat, efektif dan efisien dan (2) implementasi hasil dalam kehidupan sehari- hari dan pengembangan ilmu pengetahuan. Menurut pengamatan penulis sebagai guru matematika di SMP ini, sebagian besar siswa kelas VIII tidak dapat menyelesaikan soal cerita dengan benar. Di samping itu penyelenggaraan ujian baik itu berupa Asessmen kompetensi nasional maupun ujian sekolah yang menggunakan soal pilihan ganda dapat merangsang siswa untuk menyelesaikan dengan jalan pintas. Hal ini menyebabkan siswa semakin sulit mengerjakan soal-soal cerita yang menantang dan menuntut pemikiran lebih tinggi. Untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam menyelesaikan soal cerita perlu ditekankan penggunaan langkah prosedural sebagaimana dianjurkan oleh George Polya yaitu memahami masalah, menyusun rencana penyelesaian, melaksanakan rencana penyelesaian dan memeriksa hasil yang diperoleh. Penelitian ini terlaksana dalam dua siklus. Pada siklus I diperoleh hasil bahwa keterampilan siswa dalam menyelesaikan soal cerita Sistem Persamaan Linear Dua Variabel belum maksimal. Persentase keterampilan mencapai 45% dan ketuntasan belajar mencapai 40%. Pada siklus II setelah dilakukan refleksi dan pembenahan, diperoleh hasil persentase keterampilan sebesar 75% sedangkan ketuntasan belajar mencapai 76%. Dengan demikian keterampilan siswa meningkat 30% dan ketuntasan belajar meningkat 36%. Dari penelitian ini diperoleh simpulan bahwa melalui penggunaan langkah Polya, keterampilan siswa kelas VIII C SMP Negeri 02 Rumbia Tahun Pelajaran 2020/2021 dalam menyelesaikan soal cerita sistem persamaan linear dua variabel dapat ditingkatkan. Akhirnya penulis menyarankan kepada guru matematika kelas VIII SMP Negeri 02 Rumbia untuk dapat menggunakan langkah Polya dalam pembelajaran berkaitan dengan soal cerita sehingga siswa dapat menyelesikan soal secara sistematis.

Page 4 of 42 | Total Record : 416