cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
ISSN : 27970744     EISSN : 27971031     DOI : https://doi.org/10.51878/science.v1i2.389
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan matematika dan IPA.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 416 Documents
OPTIMALISASI HASIL BELAJAR IPA MATERI LISTRIK STATIS DENGAN MODEL PEMBELAJARAN QODE BERBANTU ALAT PERAGA PADA SISWA KELAS IX. SUMAYYAH DI SMP NEGERI 10 LANGSA TAHUN 2019 NURLINAWATI NURLINAWATI
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v2i1.917

Abstract

This study aims to determine the optimization of science learning outcomes by applying the QODE learning model assisted by teaching aids for class IX students. Sumayyah at SMP Negeri 10 Langsa. The subjects in this study were grade IX students. Sumayyah at SMP Negeri 10 Langsa in the odd semester of the 2019/2020 school year totaled 23 female students. Research instruments include observation sheets and questions. Data collection methods used are observation and tests. The data were statistically analyzed using the percentage formula, if 85 students finished studying then the cycle was stopped. The results showed there was an increase in student learning outcomes in Cycle I 60% of students got learning outcomes 80 and 70% of students got learning outcomes 80 in the cycle II. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengetahui optimalisasi hasil belajar IPA dengan penerapan model pembelajaran QODE berbantu alat peraga pada siswa kelas IX. Sumayyah di SMP Negeri 10 Langsa. Subjek di dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX. Sumayyah di SMP Negeri 10 Langsa semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020 berjumlah 23 siswa perempuan. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi dan soal. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan tes. Data dianalisis secara statistik menggunakan rumus persentase, apabila ? 85 siswa tuntas belajar maka siklus dihentikan.Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan hasil belajar siswa pada Siklus I 60% siswa memperoleh nilai hasil belajar ? 80 dan 70% siswa memperoleh nilai hasil belajar ? 80 pada siklus II.
MEMBANGKITKAN MINAT BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERATIF EDY SUWANTO
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v2i1.918

Abstract

Mathematics learning during the Covid-19 pandemic at SMA Negeri 1 Karangrayung did not run optimally, many students did not take online learning, did not do assignments, and there were even some students who did not take daily assessments. This indicates that the interest in learning mathematics in students is in the low category. To overcome these problems, it is necessary to use learning media that can arouse students' interest in learning. One solution is to use interactive learning media. The purpose of this study was to determine interest in learning mathematics during the Covid-19 pandemic, to find out the positive impact of using interactive learning media in learning mathematics, and to generate interest in learning mathematics with interactive learning media in class XII MIPA students at SMA Negeri 1 Karangrayung. The place of this research is SMA Negeri 1 Karangrayung, Grobogan Regency. The subjects in this study were all students of class XII MIPA in the academic year 2021/2022, with a total of 139 students consisting of 46 males and 93 females. The method in this study is to compare the data on interest in learning mathematics in the initial conditions with data on interest in learning mathematics in the final conditions. Data on interest in learning mathematics in the initial conditions were obtained from questionnaires given before students used interactive learning media in learning mathematics. While the data on interest in learning mathematics in the final condition was obtained from a questionnaire given after students used interactive learning media in learning mathematics. The results of this study indicate that the percentage of interest in learning mathematics for the high category in the initial condition is 40.29%, and in the final condition it is 82.01%. While the percentage of interest in learning mathematics for the low category in the initial condition was 59.71% and in the final condition it was 17.99%. These results prove that the use of interactive learning media can generate interest in learning mathematics in class XII MIPA students at SMA Negeri 1 Karangrayung in 2021. ABSTRAKPembelajaran matematika pada saat pandemi Covid-19 di SMA Negeri 1 Karangrayung tidak berjalan dengan maksimal, banyak peserta didik yang tidak mengikuti pembelajaran daring, tidak mengerjakan tugas, dan bahkan ada beberapa peserta didik yang tidak mengikuti penilaian harian. Hal tersebut mengindikasikan bahwa minat belajar matematika pada peserta didik dalam kategori rendah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka perlu media pembelajaran yang dapat membangkitkan minat belajar peserta didik. Salah satu solusinya yaitu dengan menggunakan media pembelajaran interaktif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui minat belajar matematika di saat pandemi Covid-19, mengetahui dampak positif dari penggunaan media pembelajaran interaktif dalam pembelajaran matematika, dan membangkitkan minat belajar matematika dengan media pembelajaran interaktif pada peserta didik kelas XII MIPA di SMA Negeri 1 Karangrayung. Tempat penelitian ini di SMA Negeri 1 Karangrayung, Kabupaten Grobogan. Subjek dalam penelitian ini adalah semua peserta didik kelas XII MIPA pada tahun pelajaran 2021/2022, dengan jumlah 139 peserta didik yang terdiri 46 laki-laki dan 93 perempuan. Metode dalam penelitian ini dengan membandingkan antara data minat belajar matematika pada kondisi awal dengan data minat belajar matematika pada kondisi akhir. Data minat belajar matematika pada kondisi awal diperoleh dari kuisioner yang diberikan sebelum peserta didik menggunakan media pembelajaran interaktif dalam belajar matematika. Sedangkan data minat belajar matematika pada kondisi akhir diperoleh dari kuisioner yang diberikan setelah peserta didik menggunakan media pembelajaran interaktif dalam belajar matematika. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa persentase minat belajar matematika untuk kategori tinggi pada kondisi awal sebesar 40,29%, dan pada kondisi akhir menjadi 82,01%. Sedangkan persentase minat belajar matematika untuk kategori rendah pada kondisi awal sebesar 59,71% dan pada kondisi akhir menjadi 17,99%. Hasil tersebut membuktikan bahwa penggunaan media pembelajaran interaktif dapat membangkitkan minat belajar matematika pada peserta didik kelas XII MIPA di SMA Negeri 1 Karangrayung tahun 2021.
PENGARUH MODEL INKUIRI TERBIMBING TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA SMA EDI FIRMANSYAH; BAHARUDIN BAHARUDIN
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v2i1.971

Abstract

This research was quasi-experimental research with experimental design nonequivalent control-group design. The study population was all X MIA class students at SMAN 2 Dompu. The classes wich are being investigated are class X MIA1 as the control class and class XMIA2 as the experimental class. The data were collected using multiple choice tests. Multiple choice tests was used to measure the cognitive learning outcomes of students and. The data were analyzed using t test (Independent t test). The results show that guided inquiry model has positive effect on students’learning outcomes, based on the result of 2-tailed smaller than 0,05 (0,000 < 0,05), The statistical analysis result means that learning outcomes of experiment class are significantly better than control class. Hence, it is concluded that problem-based learning model has more positive effect than conventional learning model on the critical thinking skills and physics learning outcomes on Senior High School students. ABSTRAKPenelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan rancangan eksperimen nonequivalent control–group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIA pada SMAN 2 Dompu. Kelas yang dijadikan tempat penelitian adalah kelas X MIA1 sebagai kelas kontrol dan kelas X MIA2 sebagai kelas eksperimen. Pengumpulan data menggunakan tes pilihan ganda. Tes pilihan ganda digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji-t (Independent t test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan model Inkuiri Terbimbing berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa berdasarkan hasil nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,000 < 0,05). Hasil analisis statistik tersebut menjelaskan bahwa hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih baik secara signifikan daripada kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Inkuiri Terbimbing lebih berpengaruh positif dibandingkan model konvensional terhadap dan hasil belajar siswa SMA.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATERI KORDINAT KARTESIUS DENGAN PENERAPAN PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVMENT DEVITION RENI ASTUTI
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v2i1.1032

Abstract

This research is a Classroom Action Research which was carried out with the aim of describing the implementation of learning and knowing the improvement of learning outcomes in Cartesian coordinates material with the application of Student Teams Achievment Devition (STAD) learning. The research was conducted in two cycles, the first cycle consisted of 3 meetings and the second cycle consisted of 2 meetings. The research subjects were students of class VIII D MTsN 1 Bantul in the odd semester of the 2018/2019 academic year, which consisted of 16 girls and 15 boys. The data collection methods are in the form of observation, documentation, and tests. The data obtained were then processed by qualitative descriptive analysis. The results showed that the activity aspect increased from pre-cycle by 58.07%, to 80.68% in the first cycle and in the second cycle it reached 100%. In the aspect of learning achievement, the average pre-cycle score reached 63.4, in the first cycle it reached 74.2 and in the second cycle it reached 88.1. While the percentage of completeness also increased, from 41.94% in the pre-cycle to 70% in the first cycle and 83.87% in the second cycle. Based on the data, it can be concluded that the application of Student Teams Achievment Devition learning on the Cartesian coordinates material can improve mathematics learning outcomes for class VIII D MTsN 1 Bantul odd semesters for the 2018/2019 academic year. ABSTRAKPenelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran dan mengetahui peningkatan hasil belajar pada materi koordinat kartesius dengan penerapan pembelajaran Studen Teams Achievment Devition (STAD). Penelitian dilakukan dalam dua siklus, siklus pertama terdiri dari 3 pertemuan dan siklus kedua terdiri 2 pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII D MTsN 1 Bantul semester gasal Tahun Pelajaran 2018/2019 yang terdiri dari 16 perempuan dan 15 laki-laki. Adapun metode pengumpulan data berupa pengamatan, dokumentasi, dan tes. Data yang didapat selanjutnya diolah dengan analisis deskripsi kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek keaktifan mengalami kenaikan dari pra siklus sebesar 58,07%, menjadi 80,68% pada siklus I dan pada siklus II mencapai 100%. Pada aspek prestasi belajar nilai rata-rata pra siklus mencapai 63,4, pada siklus I mencapai 74,2 dan pada siklus II mencapai 88,1. Sedangkan persentase ketuntasan juga mengalami kenaikan, dari 41,94 % pada pra siklus menjadi 70 % pada siklus I dan 83,87 % pada siklus II. Berdasar data dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran Studen Teams Achievment Devition pada materi koordinat kartesius dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VIII D MTsN 1 Bantul semester gasal Tahun Pelajaran 2018/2019.
LEARNING CYCLE UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR IPA DI MTsN 1 BANTUL ASIH BUDIATI
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v2i1.1033

Abstract

This study is intended to determine the effect of applying the Learning Cycle learning model in overcoming problems in the classroom in the form of low activity and science learning outcomes at MTsN 1 Bantul for the 2021-2022 academic year. This research was carried out in the odd semester of the 2021-2022 academic year covering two cycles of learning activities consisting of six meetings, by applying the Learning Cycle learning model. The subjects of this study were students of class IX D at MTsN 1 Bantul, totaling 16 with 7 students and 9 students (limited PTM). The implementation of the Learning Cycle learning model is learning that has the syntax/stages of Angagement, Exploration, Explanation, Elaboration, and Evaluation at the core of learning. The data collection methods used were observation, documentation, and learning outcomes tests. The data obtained in the field were analyzed using qualitative analysis techniques. In carrying out research using the Learning Cycle learning model in science learning in class IXD MTsN 1 Bantul for the 2021-2022 school year, the results show that the Learning Cycle model has a positive effect on student activity and science learning outcomes. This is indicated by the increased activeness of students during learning at all stages of the learning cycle 65.8% in the first cycle and increased to 81.7% at the end of the second cycle. Likewise with student learning outcomes, namely the highest score of 80 in the first cycle to 85 in the second cycle, the lowest score of 60 in the first cycle to 65 in the second cycle, and the average value from 66.56 in the first cycle to 77.19 in the second cycle. . The number of students who reached the KKM were 3 students in the first cycle to 13 students in the second cycle. The data has met the success criteria, so it can be said that the Learning Cycle can increase the activeness and learning outcomes of science at MTsN 1 Bantul for the academic year 2021-2022. ABSTRAKPenelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Learing Cycle dalam mengatasi permasalahan di kelas berupa masih rendahnya aktifitas dan hasil belajar IPA di MTsN 1 Bantul tahun pelajaran 2021-2022. Penelitian ini dilaksanakan pada semester gasal tahun pelajaran 2021-2022 meliputi kegiatan pembelajaran sebanyak dua siklus yang terdiri dari enam pertemuan, dengan menerapkan model pembelajaran Learning Cycle. Subyek pembelajaran ini adalah siswa kelas IX D di MTsN 1 Bantul yang berjumlah 16 dengan 7 siswi dan 9 siswa (PTM terbatas). Pelaksanaan model pembelajaran Learning Cycle yaitu pembelajaran yang mempunyai sintak/tahap Angagement, Exploration, Explanation, Elaboration, dan Evaluation di inti pembelajaran. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, dan tes hasil belajar. Data yang diperoleh di lapangan dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif. Dalam pelaksanaan penelitian dengan penerapan model pembelajaran Learning Cycle dalam belajar IPA di kelas IXD MTsN 1 Bantul tahun pelajaran 2021-2022 diperoleh hasil bahwa model Learning Cycle berpengaruh positif terhadap keaktifan dan hasil belajar IPA siswa. Hal tersebut ditunjukkan dengan meningkatnya keaktifan siswa selama pembelajaran pada semua tahap learning cycle 65,8 % pada siklus I dan meningkat menjadi 81,7% pada akhir siklus II. Demikian pula dengan hasil belajar siswa yakni nilai tertinggi 80 di siklus I menjadi 85 di siklus II, nilai terendah 60 pada siklus I menjadi 65 pada siklus II, serta nilai rata-rata dari 66,56 pada siklus I menjadi 77,19 pada siklus II. Jumlah siswa yang mencapai KKM ada 3 siswa di siklus I menjadi 13 siswa di siklus II. Data tersebut telah memenuhi kriteria keberhasilan sehingga dapat dikatakan bahwa Learning Cycle dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar IPA di MTsN 1 Bantul tahun pelajaran 2021-2022.
MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY SECARA BLENDED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI ASAM DAN BASA SUKEMI SUKEMI
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v2i1.1034

Abstract

A teacher needs to strengthen a learning model that has been implemented by combining face-to-face learning (PTM) with online learning. This learning model is called blended learning. To find out the learning outcomes of the cognitive and psychomotor domains with this learning model, we conducted classroom action research with the title: Application of blended learning discovery learning model using Google Classroom to improve learning outcomes of acid and base material for class XI IPA SMA Negeri 3 Metro in the academic year 2021/ 2022. This research is classroom action research. The procedure is: the research is carried out in 3 cycles and each cycle has 4 stages of action, namely: planning, implementing, observing or testing, then reflection. An indicator of research success is an increase if learning outcomes are compared between cycles. The learning outcomes that we compare are the average and percentage of class completeness (PK) in the cognitive and psychomotor domains. The results of our study indicate that this class action can improve cognitive learning outcomes from an average of 53 to 70. The score of 70 is quite good. Class actions can also increase the Class Completeness Percentage (PK) from 23% to 53%. Psychomotor learning outcomes show that there is a percentage of class completeness (PK) equal to 99%, this number includes very good criteria. ABSTRAKSeorang guru perlu memperkuat suatu model pembelajaran yang telah dilaksanakannya dengan cara menggabungkan antara Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dengan pembelajaran daring. Model pembelajaran demikian ini disebut dengan blended learning. Untuk mengetahui hasil belajar ranah kognitif dan ranah psikomotorik dengan model pembelajaran ini maka kami melakukan penelitian tindakan kelas dengan judul: Penerapan model pembelajaran discovery secara blended learning menggunakan Google Classroom untuk meningkatkan hasil belajar materi asam dan basa kelas XI IPA SMA Negeri 3 Metro tahun pelajaran 2021/2022. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Prosedurnya adalah: penelitian dilaksanakan sebanyak 3 siklus dan tiap siklus mempunyai 4 tahap tindakan, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi atau tes, lalu refleksi. Indikator keberhasilan penelitian adalah adanya kenaikan jika hasil belajar dibandingkan antar siklus. Hasil belajar yang kita bandingkan adalah rata-rata dan persentase ketuntasan kelas (PK) ranah kognitif dan ranah psikomotor. Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa tindakan kelas ini dapat meningkatkan hasil belajar ranah kognitif dari rata-rata 53 dapat meningkat menjadi 70. Angka 70 masuk kriteria cukup baik. Tindakan kelas juga dapat meningkatkan Persentase Ketuntasan Kelas (PK) dari 23 % menjadi 53 %. Hasil belajar ranah psikomotor menunjukkan adanya persentase ketuntasan kelas (PK) sama dengan 99% angka ini termasuk kriteria sangat baik.
IMPLEMENTASI PRAKTIKUM FISIKA DENGAN PEMANFAATAN BARANG BEKAS SEBAGAI PEMBANGKIT LISTRIK SEDERHANA TENAGA AIR SUYAMTO SUYAMTO
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v2i1.1072

Abstract

The purpose of writing this scientific paper is to find out (1). the potential energy of water can be converted into electrical energy (2) how to convert the potential energy of water into electrical energy. (3) how to assemble a simple hydroelectric power plant from used goods. Excellent laboratory staff (laborers) in Madrasahs are expected to assist science subject teachers in carrying out practical work in a professional manner so that they can encourage the utilization and utilization of laboratories to improve the quality of education optimally. The methods used in this research are observation, experiment and library methods. The object of this research is water and used electric motors which are assembled into a simple hydroelectric power plant. The data analysis that the researcher uses is data that has been taken from the experimental results of a simple hydroelectric power plant from used goods. The theoretical basis that the researcher uses is the notion of hydroelectric power, the potential energy of water is converted into electrical energy by means of a used electric motor with the principle of Faraday's Law, Lenz's Law. using a simple hydroelectric power plant from used goods by assembling a simple hydroelectric power plant from used goods, namely an electric motor strung together with a waterwheel connected using a rubber strap. ABSTRAKTujuan penulisan karya ilmiah ini berusaha mengetahui (1). energi potensial air bisa diubah menjadi energi listrik (2) bagaimana mengubah energi potensial air menjadi energi listrik. (3) bagaimana cara merangkai pembamgkit listrik sederhana tenaga air dari barang bekas. Tenaga laboratorium (laboran) di Madrasah yang unggul diharapkan dapat membantu guru mata pelajaran IPA dalam pelaksanaan praktikum secara professional sehingga bisa mendorong pendayagunaan dan pemanfaatan laboratorium untuk meningkatkan mutu pendidikan secara maksimal.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, eksperimen dan metode pustaka. Obyek penelitian ini adalah air dan motor listrik bekas yang dirangkai menjadi pembangkit listrik sederhana tenaga air. Analisis data yang peneliti gunakan adalah data yang telah diambil dari hasil eksperimen dari pembangkit listrik sederhana tenaga air dari barang bekas. Landasan teori yang peneliti gunakan adalah pengertian pembangkit liastrik tenaga air, energi potensial yang dimiliki air diubah menjadi energy listrki dengan melalui motor listrik bekas dengan berprinsip pada Hukum Faraday, Hukum Lenz.Hasil penelitian yang peneliti peroleh adalah energy potensial air dapat diubah menjadi energy listrik dengan menggunakan pembangkit listrik sederhana tenaga air dari barang bekas dengan cara merangkai pembangkit listrik sederhana tenaga air bari barang bekas yaitu motor listrik dirangkai dengan kincir air yang dihubungkan menggunakan setreng karet.
PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE NHT PADA SISWA KELAS X MIPA 1 SMA NEGERI 3 PEMALANG RISTONO RISTONO
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v2i1.1073

Abstract

This study aims to improve the learning outcomes of students of class X MIPA 1 SMA Negeri 3 Pemalang totaling 36 students by using the Cooperative Learning learning model type NHT (Numbered Head Together). This classroom action research is designed in 2 cycles. Each cycle is carried out in 4 stages, namely planning, implementation, observation and reflection. The competency standards in the learning improvement plan for cycle 1 and cycle 2 are analyzing the relationship between ecosystem components, changes in material and energy, and the role of humans in the balance of the ecosystem. The indicators are drawn in the form of diagrams of food chains and food webs of life based on observations of an ecosystem. Then the subject of this research in cycle 1 in the school environment and cycle 2 in an environment not far from the school, namely the rice field ecosystem. The results of classroom action research show that the use of cooperative learning model type NHT (Numbered Head Together) can improve student learning outcomes in class X Mathematics and Natural Sciences 1 for the academic year 2021/2022, with an average student learning outcome of cycle 1 who completes 28 students (75% ), while in cycle 2 which was completed as many as 35 students (97%). The average student learning outcomes increased from 68 in cycle 1, after cycle 2 it increased to 85. Based on the research results obtained, teachers in learning biology always provide learning motivation to students, using teaching aids or media, creating effective learning, using a fun learning model, so they can be active. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X MIPA 1 SMA Negeri 3 Pemalang yang berjumlah 36 siswa dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative Learning tipe NHT (Numbered Head Together). Penelitian tindakan kelas ini dirancang dalam 2 siklus. Setiap siklus dilaksanakan dalam 4 tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Adapun standar kompetensi pada rencana perbaikan pembelajaran siklus 1 maupun siklus 2 yaitu menganalisis hubungan antara komponen-komponen ekosistem, perubahan materi dan energi, serta peranan manusia dalam keseimbangan ekosistem. Indikatornya menggambar dalam bentuk diagram rantai makanan dan jaring-jaring makanan kehidupan berdasarkan hasil pengamatan suatu ekosistem. Kemudian subjek penelitian ini pada siklus 1 di lingkungan sekolah dan siklus 2 di lingkungan yang tidak jauh dari sekolah yaitu ekosistem sawah. Hasil penelitian Tindakan kelas menunjukkan bahwa penggunaan pembelajaran model Cooperative Learning tipe NHT (Numbered Head Together) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X MIPA 1 tahun pelajaran 2021/2022, dengan rata-rata hasil belajar siswa siklus 1 yang tuntas sebanyak 28 siswa (75%), sedangkan pada siklus 2 yang tuntas sebanyak 35 siswa (97%). Rata-rata hasil belajar siswa meningkat yang sebelumnya 68 pada siklus 1, setelah siklus 2 meningkat menjadi 85. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, guru dalam pembelajaran biologi selalu memberikan motivasi belajar kepada siswa, menggunakan alat peraga atau media, menciptakan pembelajaran yang efektif, menggunakan model pembelajaran yang menyenangkan, sehingga dapat aktif.
PENGGUNAAN MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI BELAJAR MATEMATIKA SISWA MATERI BANGUN RUANG SISI LENGKUNG DIANA SYARIFAH
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v2i1.1074

Abstract

This study aims to describe the level of competence of learning outcomes in learning mathematics with the material of Constructing Curved Side Space by using the Discovery Learning learning model in class IX B students of SMP Negeri 16 semester II (two) for the 2020/2021 academic year. The problem that is the subject of discussion is whether through the Discovery Learning model can improve competence in learning to construct curved side spaces for class IX B SMP Negeri 16 second semester of the 2020/2021 academic year? The research method is in the form of Classroom Action Research (CAR) with 2 cycles, each cycle includes 4 stages, namely planning, action, observation and reflection. Data collection techniques are tests and observations with data collection tools in the form of written test questions and observation sheets which are validated by data through triangulation. The results of the study showed that the competence of learning outcomes in mathematics with curved side spaces for class IX B SMP Negeri 16 second semester of the 2020/2021 academic year increased from an average of 68.84 with 9 students or 26.47% in the pre-cycle to an average of 70. with 19 students or 55.88% in the first cycle and the second cycle to an average of 76 with 29 students or 85.29% complete the KKM. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kompetensi hasil belajar dalam pembelajaran matematika materi Bangun Ruang Sisi Lengkung dengan menggunakan model pembelajaran Discovery Learning pada siswa kelas IX B SMP Negeri 16 semester II (dua) tahun pelajaran 2020/2021. Permasalahan yang menjadi pokok bahasan adalah apakah melalui model Discovery Learning dapat meningkatkan kompetensi dalam pembelajaran bangun ruang sisi lengkung siswa kelas IX B SMP Negeri 16 semester dua tahun pelajaran 2020/2021?. Metode penelitian berupa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan 2 siklus, masing- masing siklus meliputi 4 tahap yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Teknik pengumpulan data dengan tes dan observasi dengan alat pengumpulan data berupa soal tes tulis dan lembar observasi yang divalidasi data melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan kompetensi hasil belajar matematika materi bangun ruang sisi lengkung siswa kelas IX B SMP Negeri 16 semester dua tahun pelajaran 2020/2021 meningkat dari rata-rata 68,84 dengan 9 siswa atau 26,47% pada pra siklus menjadi rata-rata 70 dengan 19 siswa atau 55,88% pada siklus I dan siklus II menjadi rata-rata 76 dengan 29 siswa atau 85,29% tuntas KKM.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI BANGUN RUANG MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA PADA SISWA KELAS 9-I SMP N 10 MALANG SAUDAH SAUDAH
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v2i1.983

Abstract

Dalam pembelajaran matematika sebenarnya telah banyak upaya yang dilakukan oleh guru untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Namun usaha itu belum menunjukan hasil yang optimal. Untuk itu perlu diupayakan peningkatan hasil belajar yang optimal dengan rentang nilai antar siswa tidak terlalu jauh yaitu dengan memanfaatkan siswa yang pandai untuk menularkan kemampuannya pada siswa lain yang kemampuannya lebih rendah. Pembelajaran tersebut adalah pembelajaran tutor sebaya. Penelitian ini dilaksanakan dengan latar belakang rendahnya hasil belajar dan kurang aktifnya peserta didik kelas 9-I SMP Negeri 10 Malang dalam pembelajaran matematika. Hal itu ditunjukkan sebanyak 66.7 % peserta didik belum mencapai kriteria ketuntasan minimal yaitu 75 dan dengan rata-rata nilai sebesar 63,4. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK), bertujuan mendiskripsikan hasil belajar matematika melalui model pembelajaran tutor sebaya, sebagai upaya meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi pokok bangun ruang sisi legkung. Penelitian ini dilaksanakan pada semester II tahun pelajaran 2018/2019, dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Pembelajaran matematika mengunakan model pembelajaran tutor sebaya dilakukan dengan langkah-langkah: (1) membagikan LKS pada peserta didik (2) meminta peserta didik mengerjakan LKS dengan bantuan tutor pada kelompoknya masing-masing (3) peserta didik melakukan diskusi kelompok (4) presentasi kelas (5) diskusi kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran matematika menggunakan model pembelajarn tutor sebaya dapat meningkatkan hasil belajar. Pada siklus I nilai hasil belajar 50 % peserta didik yang tuntas belajar, sedangkan 50 % nya harus mengalami remidi dengan nilai rata-rata kelas 72. Pada siklus II peserta didik 100 % telah tuntas belajar dengan nilai rata-rata kelas 81, nilai terendah 75 dan nilai tertinggi 93. Dari hasil angket, peserta didik menyatakan amat setuju apabila pembelajaran matematika menggunakan model pembelajaran tutor sebaya.

Page 5 of 42 | Total Record : 416