cover
Contact Name
Edy Fachrial
Contact Email
fachrial_edy@yahoo.co.id
Phone
+6281373833653
Journal Mail Official
fachrial_edy@yahoo.co.id
Editorial Address
Gedung Universitas Prima Indonesia, Medan Jurusan Kedokteran Jl. Belanga No.1 Ayahanda Medan, Indonesia
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
PRIMER (Prima Medical Journal)
ISSN : 20883641     EISSN : 26140128     DOI : https://doi.org/10.34012
Core Subject : Health, Science,
Anestesiologi Anti-Aging Medicine Biokimia Biologi Sel dan Molekuler Biomedik Dermatologi dan Venerologi Epidemiologi Farmasi/Farmakologi dan Toksikologi Forensik Geriatrik Histopatologi Ilmu Bedah Ilmu Kesehatan Anak Ilmu Penyakit Dalam Ilmu penyakit Saraf Ilmu Penyakit THT Kedokteran Komunitas Mikrobiologi Obstetri dan Ginekologi Oftalmologi Ortopedik dan Traumatologi Pulmonologi Radiologi
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2021): Edisi April" : 6 Documents clear
GAMBARAN DIAGNOSTIK DAN PENATALAKSANAAN DIARE AKUT PADA BALITA YANG DIRAWAT INAP DI RSU ROYAL PRIMA MEDAN Suhartina Suhartina
PRIMER (Prima Medical Journal) Vol. 6 No. 1 (2021): Edisi April
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/pmj.v4i1.1389

Abstract

Penyakit diare akut pada balita adalah penyakit yang ditandai dengan perubahan bentuk dan konsistensi tinja melembek sampai mencair dan bertambahnya frekuensi tinja lebih dari biasanya tiga kali dalam sehari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran diagnostic dan penatalaksanaan diare akut pada balita yang dirawat inap di Rumah Sakit Umum Royal Prima Medan tahun. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian desain studi kasus bersifat deskriptif dan retrospektif dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 100 sampel. Data dikumpulkan dengan cara purposive sampling.Hasil penelitian menunjukan bahwa persentase tertinggi pada kelompok umur 37-60 bulan yaitu 27 orang(27%).Jenis kelamin laki-laki paling banyak ditemukan yaitu 69 orang (69%). Keluhan utama terbanyak yaitu mencret 100 orang (100%). Keluhan tambahan terbanyak yaitu demam 78 orang (78%). Pada pemeriksaan fisik banyak ditemukan nadi cepat dan pristaltik meningkat yaitu 100 orang (100%). Pemeriksaan penunjang terbanyak yaitu pemeriksaan makroskop istinja konsistensi cair yaitu 100 orang (100%). Penatalaksanaan farmakologi yang diberikan anti mikroba sebanyak 12 orang (12%), zink 100 orang (100%), probitik 100 orang (100%) dan non-farmakologi RL 100 orang (100%). Lama rawatan terlama 4 hari yaitu 36 orang (36%) dan umumnya keadaan sewaktu pulang sembuh yaitu 100 orang (100%).
Left Ventricle Diastolic Wall Strain as a Simple Parameter of In-hospital Mortality in Heart Failure with Reduced Ejection Fraction (HFREF) Patients Andrico Tobing
PRIMER (Prima Medical Journal) Vol. 6 No. 1 (2021): Edisi April
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/pmj.v4i1.1539

Abstract

Background: Abnormality of Left ventricle (LV) relaxation and LV stiffness are the major parts of LV diastolic dysfunction which have an important role in heart failure patients. Left ventricle Diastolic wall strain (DWS) is a non-invasive, load-independent, and reproducible estimator of LV stiffness using 2-D echocardiography based on linear elastic theory. Some studies have revealed the robust role of LV stiffness in heart failure with preserved ejection fraction (HFPEF) patients, but role and prognostic value of this parameter remains unclear in HFrEF. Methods: We studied 40 patients with signs and symptoms of heart failure (EF < 50%) between September to December 2017. Patients with the history of cardiac surgery, moderate to severe valvular heart disease, atrioventricular block, constrictive pericarditis, atrial fibrillation and old myocardial infarction in posterior wall are excluded. DWS was measured using the formula: DWS = [(LV posterior wall thickness at end systole − LV posterior wall thickness at end-diastole)/LV posterior wall thickness at end-systole]. All patients diverged into 2 groups (with and without in-hospital mortality) and DWS results were compared. Results: A total of 40 patients, 9 females (22%), with average age 59.6 ± 9.38 years. Hypertension in 18 patients (45%), type 2 Diabetes 22 patients (55%), Dyslipidemia 27 patients (67%). We found 14 patients (35%) with mortality in hospitalization. E/A ratio, E/E’ and DWS were significantly associated with in-hospital mortality. Between groups, DWS was significantly lower in patients with in-hospital mortality by 0.14  0.09 vs 0.22 ± 0.08 (P = 0.008). Although it is not statistically significant, lower DWS conversely related to diastolic dysfunction severity. Conclusion: DWS is associated with more severe outcome in HFrEF patients. As a simple and non-invasive parameter of LV stiffness, DWS can be useful to predict poor prognosis of HFrEF patients.
Uji aktivitas ekstrak etanol jeruk purut terhadap gambaran histopatologi mukosa telinga tengah yang terinfeksi staphylococcus aureus pada galur wistar Mhd Syahran Fadlan Dandy; Lola Triana sari sari; Yuliani Mardiati Lubis; Fiska Maya Wardhani
PRIMER (Prima Medical Journal) Vol. 6 No. 1 (2021): Edisi April
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/pmj.v4i1.1612

Abstract

Jeruk purut adalah tanaman dari suku jeruk yang umumnya digunakan sebagai penambah cita rasa pada makanan dan minuman, selain itu tanaman ini juga merupakan tanaman yang memiliki berbagai khasiat untuk kesehatan karena mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, steroid dan tanin yang baik untuk kesehatan tubuh, minyak atsiri kulit buah jeruk purut mengandung komponen utama (21,44%) β-pinem, (20,91%) sitronelal, (12,59%) limonen dan (11,93%) terpinen – 4 ol, senyawa β – pinem telah terbukti mempunyai efek antibakteri dengan cara menghambat sintesis DNA, RNA dinding polisakarida dan ergosterol membran sel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas etanol kulit jeruk purut terhadap gambaran histopatologi mukosa telinga tengah yang terinfeksi staphylococcus aureus pada galur wistar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan rancangan the post test only control group design. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji T berpasangan. Hasil penelitian ini menunjukkan untuk setiap kelompok perlakuan dari perlakuan kontrol, ekstrak kulit jeruk purut konsentrasi 50%, dan Ofloxacin, rata memiliki efektivitas terhadap pertumbuhan bakteri staphylococcus aureus di mukosa telinga tengah secara histopatologi, dengan niali signifikansi sebesar 0,009 untuk kelompok kontrol, 0,002 untuk ekstrak 50% dan 0,000 untuk ekstrak Ofloxacin. Dari hasil ini dapat kita lihat bahwa yang paling efektif dari hasil penelitian ini adalah ekstrak Ofloxacin karena memiliki nilai signifikansi paling rendah diantara perlakuan yang lainnya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah rata – rata perlakuan dari setiap kelompok memiliki efektivitas terhadap pertumbuhan bakteri staphylococcus aureus di mukosa telinga tengah secara histopatologi, namun yang paling efektif yaitu ekstrak Ofloxacin.
HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK PADA ANGGOTA KELUARGA DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI KLINIK PRATAMA SEHATI HUSADA KECAMATAN SIBIRU-BIRU Mayasari Rahmadhani
PRIMER (Prima Medical Journal) Vol. 6 No. 1 (2021): Edisi April
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/pmj.v4i1.1624

Abstract

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan penyebab kematian tersering pada anak dan dewasa. Salah satu penyebab utama ISPA adalah merokok dan terpapar asap rokok. Setiap tahun, lebih dari 8 juta orang meninggal akibat merokok. Di Sumatera Utara terdapat 69.517 kasus, dengan lokasi terbanyak di Kota Medan 20.928 kasus. Prevalensi ISPA pada balita di Sumatera Utara sebanyak 6.668 kasus. Terdapat 986 kasus di Kabupaten Deli Serdang. Disusul Kota Medan sebanyak 865 kasus dan kasus terendah di Kabupaten Pakpak Bharat yaitu 29 kasus. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan case control. Sampel penelitian ini adalah 50 balita yang tidak mengalami ISPA sebagai kontrol dan 50 balita yang mengalami ISPA sebagai kasus. Data akan dianalisis dengan uji chi-square. Balita yang mengalami ISPA yaitu laki-laki (52,0%) dan perempuan (48,0%). Sebagian besar balita yang mengalami ISPA berada pada rentang usia 25-36 bulan (36,0%) dan minimal usia kisaran 1-12 (4,0%). Pada balita dengan ISPA, sebagian besar anggota keluarga memiliki kebiasaan merokok (82,0%) dibandingkan yang tidak merokok (18,0%). Tidak ada hubungan yang bermakna antara jenis kelamin balita dengan kejadian ISPA di Poliklinik Pratama Sehati Husada Kecamatan Sibiru-Biru Tahun 2020 dengan nilai p = 0,689 (p> 0,05). Daan tidak ada hubungan yang bermakna antara umur balita dengan kejadian ISPA di Poliklinik Pratama Sehati Husada Kecamatan Sibiru-Biru Tahun 2020 dengan nilai p = 0,887 (p> 0,05). Maka kesimpulannya ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan merokok pada anggota keluarga dengan kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Pratama Sehati Husada Kecamatan Sibiru-Biru Tahun 2020.
Gambaran Diagnostik dan Penatalaksanaan Hipertensi di Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia Medan Tahun 2015 – 2016 Tri Adi Mylano; Silvia Audina
PRIMER (Prima Medical Journal) Vol. 6 No. 1 (2021): Edisi April
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/pmj.v4i1.1650

Abstract

Dengan meningkatnya arus globalisasi di segala bidang dengan perkembangan teknologi dan industri, telah banyak membuat perubahan perilaku dan gaya hidup masyarakat dapat memicu peningkatan kejadian hipertensi. Hipertensi merupakan penyebab morbiditas dan mortalitas yang tinggi, merupakan pembunuh tersembunyi “the silent killer” yang penyebab awalnya tidak spesifik, serta dapat menyebabkan berbagai komplikasi organ. Profil kesehatan Kota Medan tahun 2007 menunjukkan hipertensi menduduki peringkat kedua terbanyak di kota Medan, dengan jumlah penderita sebanyak 423.656 orang (26,3%). Untuk mengetahui gambaran diagnostik dan penatalaksanaan penderita hipertensi di Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia Medan, telah dilakukan penelitian bersifat deskriptif dengan desain studi kasus. Populasi seluruh data rekam medis penderita hipertensi di Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia Medan pada Tahun 2015-2016 yang berjumlah 185 orang. Jumlah sampel yang dibutuhkan sebanyak 100 data rekam medis penderita hipertensi yang diambil secara purposive sampling yaitu memilih data rekam medis yang lengkap. Hasil penelitian yang diperoleh adalah pasien hipertensi dengan umur termuda 21 tahun dan yang tertua 80 tahun. Kelompok umur tertinggi 45-52 tahun sebesar 29%. Didapatkan penderita hipertensi yang tertinggi adalah laki-laki yaitu sebesar 52%, sedangkan perempuan hanya 48%. Keluhan yang paling banyak nyeri kepala sebesar 28%, serta derajat yang paling banyak yaitu hipertensi derajat II sebesar 56%, diikuti hipertensi derajat I sebesar 41%, dan yang terendah pada prehipertensi sebesar 3%. Pemberian obat anti-hipertensi yang tertinggi adalah amlodipin sebesar 79%, diikuti kaptopril 25%, dan yang terendah adalah pemberian telmisartan/micardis sebesar 1%. Status komplikasi tertinggi yaitu kelompok tanpa komplikasi sebesar 54% dibandingkan dengan yang memiliki komplikasi yaitu sebesar 46%. Kesimpulannya, penderita hipertensi banyak pada kelompok umur dewasa muda dan akan meningkat seiring bertambahnya usia. Hipertensi paling banyak terdapat pada laki-laki, dengan keluhan tersering nyeri kepala, derajat hipertensi terbanyak adalah derajat II, dan obat yang banyak digunakan yaitu amlodipin.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Kulit Buah Manggis (Garcinia Mangostana L) Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Johanna Fransiska Wijaya; Nenda Mayang Azti
PRIMER (Prima Medical Journal) Vol. 6 No. 1 (2021): Edisi April
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/pmj.v4i1.1651

Abstract

Keracunan merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia yang dapat diakibatkan oleh mikroorganisme. Salah satunya adalah bakteri Staphylococcus aureus yang menjadi satu dari bakteri terbanyak yang dijumpai pada pasien keracunan yang terbanyak di Indonesia. Oleh karena itu, intensitas penggunaan antibiotik yang relatif tinggi menimbulkan berbagai permasalahan yang merupakan ancaman bagi masyarakat, terutama masalah resistensi terhadap antibiotik. Hal tersebut mendorong dilakukannya penelitian mengenai antibakteri alternatif seperti kulit buah manggis (Garcinia mangostana Linn). Kandungan zat aktif yang terdapat pada kulit buah manggis adalah Senyawa Xanthone. Kandungan senyawa Xanthone pada tanaman ini memiliki efek antioksidan, antimikroba, antikanker, antiinflamasi, aktivitas sitotoksin, dll. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit buah manggis terhadap bakteri Staphylococcus aureus. dengan konsentrasi 0,5%, 2%, 3,5%, 5% dan tanpa pelarut. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium dengan metode uji sensitivitas (disc diffusion). Analisis data menggunakan uji Kruskal-Wallis menunjukkan perbedaan daya hambat yang berbeda (p<0,05). Hasil penelitian didapatkan bahwa ekstrak etanol kulit buah manggis memiliki pengaruh antibakteri terhadap Staphylococcus aureus pada konsentrasi 0,5%, 2%, 3,5%, 5% dan tanpa pelarut dengan rata-rata diameter zona hambat sebesar 6,83 mm, 8 mm, 8,33 mm, 10,66 mm dan 16,66 mm. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit buah manggis (Garcinia mangostana Linn) tanpa pelarut memiliki aktivitas antibakteri lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak etanol kulit buah manggis (Garcinia mangostana Linn) dengan konsentrasi lainnya sehingga disarankan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap biakan mikroorganisme lainnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 6