cover
Contact Name
Yuanita FD Sidabutar
Contact Email
jurnalpotensi@univbatam.ac.id
Phone
+628163175262
Journal Mail Official
jurnalpotensi@univbatam.ac.id
Editorial Address
Jl. Abulyatama No 5 Batam Center, Kel.Belian, Batam 29464
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Potensi
Published by Universitas Batam
ISSN : 27989062     EISSN : 27989119     DOI : 10.37776
Jurnal Potensi adalah Jurnal peer-review yang dikelola oleh Program Studi Magister Perencanaan Wilayah Universitas Batam. Jurnal Potensi bertujuan untuk menyebarluaskan informasi ilmiah yang berasal dari riset para mahasiswa, dosen, peneliti dan pemerhati masalah-masalah yang terkait dengan bidang Ilmu Perencanaan Wilayah dan Kota (Planologi) yang diantaranya adalah Perencanaan, Pengembangan Kota dan Wilayah dalam segala aspek kehidupan dan sistem yang berjalan dalam kota/wilayah, seperti dari segi aspek kependudukan, fisik kota/wilayah, pertanian, spasial, transportasi, ekonomi, sosial budaya, hukum, infrastruktur, kebencanaan, dan teknologi. Topik dan ruang lingkup jurnal potensi meliputi Cyber Notary; Perencanaan Kota; Pengembangan Wilayah Pedesaan; Pembangunan Wilayah (lingkungan fisik, spasial, teknologi, ekonomi dan pertanian); Preservasi dan konservasi kawasan; Kebijakan Publik dan Pengelolaan; Integrasi Kebijakan dan Perencanaan; Ekonomi Spasial dan regional; Kelembagaan dan pembiayaan Pembangunan; Perencanaan dan Evaluasi Proyek; Warisan Budaya dan Pariwisata; Kualitas Lingkungan dan Pembinaan; Infrastruktur dan Transportasi Wilayah; Sumber Daya dan Analisis Dampak
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2024): MARET" : 5 Documents clear
PERANCANGAN FASILITAS REKREASI DAN TAMAN HIJAU BSD DENGAN PENDEKATAN SUSTAINABLE ARCHITECTURE Situmorang Lumay Bintang; Sri Pare Eni; Ulinata
Jurnal Potensi Vol. 4 No. 1 (2024): MARET
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/jpot.v4i1.1333

Abstract

Rekreasi merupakan hal yang sangat diminati oleh berbagai kalangan mulai dari anak-anak, remaja sampai orang dewasa, karena untuk mencari hiburan dari padatnya kegiatan sehari-hari seperti bersekolah dan bekerja. Rekreasi juga dapat menjadi pilihan tempat untuk bersantai, meningkatkan kreativitas dan berkumpul dengan keluarga. Disamping itu keberadaan taman terbuka hijau juga merupakan unsur penting dalam sebuah kota. Taman terbuka hijau yang memiliki berbagai fungsi mulai dari sosial, ekonomi, budaya, ekologi sampai ke estetika. Dengan memperhatikan rencana kota BSD kehadiran fasilitas rekreasi dan taman hijau dengan Pendekatan sustainable architecture di Jl. Damai Foresta, BSD City, Tangerang Selatan mampu mendukung konsep smart City yang diharapkan yang terfokus pada kehadiran bangunan yang tidak merusak alam namun memberikan dampak positif bagi lingkungan.
FENOMENA PENGENDALIAN EKOSISTEM DAN ABRASI PANTAI PULAU PUTRI UNTUK MENGANGKAT NILAI CITRA KAWASAN DALAM MENDUKUNG WISATA BAHARI DI KECAMATAN NONGSA KOTA BATAM Pramono; Basana; Yuanita FD Sidabutar; Ully Irma Maulina Hanafiah
Jurnal Potensi Vol. 4 No. 1 (2024): MARET
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/jpot.v4i1.1335

Abstract

Kepulauan Riau merupakan provinsi yang terletak di daerah terluar Barat Indonesia dan berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia. Nongsa merupakan daerah Kecamatan berpotensi sebagai daerah Kawasan wisata bertaraf international. Tersedia sarana transportasi laut dan pelabuhan feri international serta bandara Internasional Hang Nadim. Pulau putri memiliki potensi besar sebagai daerah wisata bahari. Kondisi Pulau Putri perlu dirawat serta kembangkan secara detail dan terencana. Pulau Putri kaya akan sumber daya alam dan ekosistemnya. Pulau putri memiliki hamparan pasir putih landai, selain itu bagian sisi lain pulau Putri memiliki area bebatuan. Kondisi abrasi Pulau Putri tahun 2016 akibat pengaruh dari pemanasan global sehingga dan reklamasi luas pulau berkurang drastis yaitu luas awal 131.374 m2 dan menjadi 24.266 m2. Rusaknya bibir pantai menurunkan nilai jual Pulau Putri sebagai daerah wisata mengakibatkan kerusakan berkepanjangan di seluruh penjuru Pulau Putri. Metode kajian dengan metode diskriptif kualitatif berdasarkan strengths, weaknesses, oppurtunities, threats. Kekuatan daya tarik wisata maritim dan konservasi laut. Kelemahan berupa sarana transportasi dan keberadaan pulau terpencil. Demikian peluang menuju pengembangan wisata bahari unggul diperhatikan. Hal ini membutuhkan pengawasan dari pihak berwajib dari segi memonitoring kondisi limbah. Kebijakan Pemerintah, peran serta masyarakat maupun upaya penduduk lokal sangat dibutuhkan dalam pengembangan dan penataan pariwisata Pulau Putri kecamatan Nongsa Kota Batam
KAJIAN PENGEMBANGAN DESA WISATA KAMPUNG TERIH DALAM MENDUKUNG AKTIVITAS KAWASAN WISATA NONGSA KOTA BATAM Riswanto Agung Sedayu; Yuanita FD Sidabutar; Ismael MP Sinaga; Dedi Hantono
Jurnal Potensi Vol. 4 No. 1 (2024): MARET
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/jpot.v4i1.1336

Abstract

Kota Batam memiliki beberapa destinasi wisata yang menarik wisatawan mancanegara maupun domestik, Kota Batam dinilai sebagai penyumbang wisatawan peringkat kedua setelah Bali. Kawasan Nongsa merupakan bagian dari kecamatan Nongsa yang dalam rencana tata ruang wilayah pembangunan Pulau Batam, ditetapkan peruntukkannya bagi pengembangan wisata. Kawasan Nongsa saat ini telah dikembangkan secara terbatas sebagai kawasan wisata/ resort dengan daya tarik wisata pantai dan lapangan golf. Pengembangan Desa Wisata Kampung Terih, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Kota Batam merupakan upaya memberikan alternatif tujuan wisata di Kawasan Nongsa. Pengembangan desa wisata dapat memberikan manfaat ekonomi dan pendapatan bagi masyarakat desa, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa. Desa Wisata Kampung Terih memiliki peluang cukup besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Potensi alam, budaya, dan masyarakat setempat dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan berbagai produk dan jasa wisata yang menarik bagi wisatawan. Adapun kajian ini di jabarkan dalam metode penelitian deskripsi kualitatif menggunakan analisis strength, weakness, opportunity, threats Kajian penelitian ini meninjau potensi wilayah dalam kekuatan yang dimiliki oleh Kampung Terih adalah potensi alam, budaya, dan partisipasi masyarakat untuk mengembangkan berbagai produk dan jasa wisata. Pengembangan Desa Wisata Kampung Terih juga memiliki kelemahan, seperti aksesibilitas kurang memadai, sarana dan prasarana perlu ditingkatkan, dan pengembangan produk wisata perlu didiversifikasi.
PENINGKATAN AKSESIBILITAS WISATA ALAM PANTAI SENGGILING DALAM MENDUKUNG KEBERADAAN POTENSI WILAYAH DI TELUK SEBONG KABUPATEN BINTAN KEPULAUAN RIAU Rio Andrian Saputra; Yuanita FD Sidabutar; Nurhaida; Raflis Tanjung
Jurnal Potensi Vol. 4 No. 1 (2024): MARET
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/jpot.v4i1.1337

Abstract

Bintan merupakan pulau terbesar di provinsi kepulauan riau dengan memiliki potensi wisata alam yang menarik sehingga dikategorikan kawasan industri pariwisata. wisatawan negara singapura salah satu negara tetangga yang tinggi intensitas berkunjung pertahunnya. pengunjung dapat masuk melalui pelabuhan bandar bentan telani yang merupakan pelabuhan khusus yang dibangun untuk menunjang kebutuhan kawasan khusus lagoi dan sekitarnya, bisa juga melalui Pelabuhan Sri Bintan Pura yang terletak di kota tanjungpinang. Lokasi wisata pantai senggiling ini berada di kelurahan sri bintan, tepatnya di desa senggiling di utara pulau bintan kecamatan teluk sebong kabupaten bintan. desa senggiling ini berdekatan dengan beberapa tempat wisata terpadu di bintan seperti bintan lagoon resort. Dari pelabuhan bandar bintan telani wisatawan bisa menempuh perjalanan 23,9 Km atau sekitar 41 menit untuk dapat sampai kelokasi pantai, sedangkan dari pusat kota tanjungpinang wisatawan dapat menempuh jarak 47 km atau sekitar 60 menit dan hanya dapat di lalui dengan kendaraan roda 2, jalanan yang akan di lewati adalah perkebunan orang lokal atau milik perusahaan. Diperlukan keseriusan pengembangan aksesibilitas ke sektor pariwisata di desa senggiling seperti tertuang dalam visi pembangunan kepariwisataan Kabupaten Bintan yaitu Terwujudnya Bintan sebagai destinasi wisata berkelas dunia yang berdaya saing tinggi, berkelanjutan, serta mampu mendorong pembangunan daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
PENERAPAN WATER SENSITIVE URBAN DESAIN (WSUD) SEBAGAI PERWUJUDAN KONSEP SPONGE CITY DI KAWASAN PERKOTAAN IBUKOTA NEGARA Ida Hamida; Syahyudes Rina; Desiree M Kipuw; Cathelya YH Silaen
Jurnal Potensi Vol. 4 No. 1 (2024): MARET
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/jpot.v4i1.1338

Abstract

Prinsip pengembangan Ibu Kota Negara terdiri dari 3 (tiga) konsep besar. Pertama, kota hutan yang didominasi oleh bentang alam dengan struktur hutan yang berfungsi sebagai ekosistem untuk menciptakan kehidupan bersama alam. Kedua, kota spons yang dibangun dengan meningkatkan daya serap air untuk mengurangi risiko banjir, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas air bersih. Ketiga, kota pintar yang dibangun dengan dinamis dan inklusif. Kota ini didukung oleh teknologi sebagai akselerator untuk peningkatan produktivitas dan kualitas hidup. Dari ketiga prinsip pengembangan tersebut, kota spons merupakan salah satu konsep yang memerlukan penerapan lebih lanjut, terutama terkait penanganan terhadap air bersih dan air limpasan. Salah satu pendekatan alternatif yang mungkin dapat mengakomodir konsep tersebut adalah Water Sensitive Urban Design (WSUD). WSUD merupakan salah satu konsep konservasi air, melalui pendekatan infrastruktur hijau, dimana tujuan utamanya adalah menerapkan pengelolaan air lingkungan perkotaan dan konsep perencanaan untuk meminimalisir dampak dari air limpasan permukaan dengan menyediakan ruang terbuka hijau untuk menciptakan ruang kota yang lebih sehat dan lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan arahan konsep dalam menerapkan konsep infrastruktur hijau di kawasan perkotaan Ibu Kota Negara, agar limpasan air dapat dikumpulkan dan diserap, serta dialirkan kembali sesuai dengan sifat alamiahnya, menyerap masuk kedalam tanah sehingga keseimbangan ekologis tetap terjaga. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka (literature review atau literature research). Sifat dari metode penelitian ini adalah analisis deskriptif, yaitu penguraian serta penjelasan secara teratur data yang telah diperoleh Selain itu, penelitian ini juga menggunakan metode analisis data sekunder tanpa melakukan pengumpulan data secara langsung seperti wawancara, survei dan observasi lapangan. Sumber data sekunder yang digunakan berasal dari sumber terpercaya seperti BPS, BMKG, Bappenas, pemerintah daerah maupun laporan kajian terkait.

Page 1 of 1 | Total Record : 5